Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

EKSPLORASI GEOLISTRIK

OLEH:
Shabila Gadis Halida
3715100054

DEPARTMEN TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL LINGKUNGAN DAN KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2017
1. jelaskan tentang Cole-Cole Relaxation spectra!
2. Jelaskan tentang Debye relaxation spectra!
3. Jelaskan perbedaan keduanya
4. Apa yang dimaksut critical frequency untuk kasus diatas!

Jawab:

1. Timbulnya Polarisasi Pada Batuan


Ada dua penyebab timbulnya polarisasi pada batuan yaitu :
a. Polarisasi Membran
Polarisasi membran terjadi pada pori-pori batuan yang mengandung mineral
lempung yang bermuatan negatif yang mengalami kontak dengan larutan. Karena
muatannya negatif, mineral lempung akan mampu menarik ion-ion positif sehingga
membentuk awan positif disekitar permukaannya dan meluas pada elektrolit.
Penumpukan muatan ini akan menghambat jalannya arus listrik yang melaluinya
sehingga terjadilah hambatan disepanjang pori-pori batuan yang mengandung
mineral lempung. Dengan terbentuknya hambatan-hambatan berupa membran-
membran, maka mobilitas ion akan berkurang sehingga terbentuklah gradien
konsentrasi ion-ion yang menentang arus listrik yang melaluinya. Gejala ini
menunjukkan adanya polarisasi.

a.

b.
(-)
(+)

Muatan Positif Muatan Positif

b. Polarisasi Elektrode
Polarisasi elektrode adalah polarisasi yang terjadi jika mineralnya konduktif dari
batuan kontak dengan larutan didalam pori-pori batuan. Mineral batuan yang
mengandung mineral konduktif dipandang sebagai suatu elektrode yang berada di
dalam elektrolit, sehingga mula-mula akan terjadi proses oksidasi dan reduksi (reaksi
redoks) karena timbulnya beda potensial antara mineral konduktif dengan larutan
sampai terjadi keseimbangan. Dalam keadaan setimbang ini akan terjadi proses
penggabungan dan pelepasan muatan antara logam dan larutan dalam jumlah yang
sama, dan sama sekali tidak ada arus yang mengalir. Apabila ada gangguan luar,
misalnya pengaruh arus yang dialirkan, maka keadaan setimbang akan terganggu
sehingga akan timbul polarisasi pada elektrolit yang dikenal sebagai polarisasi
elektrode.

a.

b.
(-)
(+)

Muatan Positif Muatan Positif

2. ColeCole equation

Bahan yang memiliki single relaxation frequency dengan menggunakan Debye


relation akan menghasilkan bentuk setengah lingkaran dengan pusat lingkaran berada pada
sumbu horizontal = 0 dan puncak dari factor loss terjadi pada posisi 1/ Sedangkan
material yang memiliki multiple relaxation frequencies akan memiliki bentuk respon berupa
setengah lingkaran yang termodifikasi (symmetric distribution) atau arc (nonsymmetrical
distribution) dengan pusat lingkaran berada pada bagian bawah sumbu horizontal = 0
Pemodelan Cole-cole memodifikasi respon single relaxation time dengan menggunakan
persamaan untuk pembagi dalam bentuk 1 + (0 ) dimana 0 < 1 dan i
menunjukkan bagian imajinir dari permittivity. Persamaan ini menentukan hasil pemodelan
Cole-cole, sebagai contoh jika = 1 maka persamaan untuk pembagi akan menjadi 1 +
(0 ) an hasil diperoleh akan sama dengan model Debye (Single time constant).

Sedangkan untuk = 0 akan memberikan distribusi yang sangat besar pada


relaxation time. Gambar 3 memperlihatkan bagian imajinir yang diplot berlawanan
dengan bagian rill untuk pemodelan cole-cole Persamaan untuk komplek permittivity
pada pemodelan Cole-cole seperti tampak berikut:

Komponen rill dan imajinir dari permittivity dapat dihasilkan dari persamaan diatas
digunakan pada persamaan ini untuk menjadi solusi dari permasalahan yang timbul dalam
Debye model dan memberikan range dari relaxation time. Plot Cole-cole berbentuk setengah
lingkaran pada saat = 1 dan sama dengan pemodelan Debye. Untuk nilai < 1 kurva
akan berbentuk datar. Semakin rendah nilai maka semakin datar kurva yang dihasilkan.

3.

Relaksasi Debye adalah respon relaksasi dari sekumpulan dwikutub yang tak
berinteraksi satu sama lain, secara ideal, atas berubahnya medan listrik dari luar. Biasanya
nilainya dinyatakan sebagai permitivitas dari bahan sebagai fungsi terhadap frekuensi
medan listrik

Dimana,
adalah permitivitas pada batas frekuensi tertinggi
= , adalah permitivitas statis berfrekuensi rendah, dan adalah ciri waktu
relaksasi dari bahan yang bersangkutan.

Bahan dielektrik yang memiliki konstanta single relaxation time, dapat dilakukan
pemodelan dengan menggunakan analisa Debye. Ini berarti hanya bahan-bahan sederhana
yang memiliki dua kutub yang akan memberikan respon pada medan yang sama dengan
menggunakan cara yang sama pula. Pemodelan ini tidak dapat digunakan untuk materi yang
lebih komplit dimana panjang rantai yang berbeda dan cross links akan memiliki bentuk
relaxation sendiri. Untuk alasan ini, pemodelan dengan Debye tidak digunakan sebagai
model realistik dari complex permittivity monitoring pada bahan polymer.

Pemodelan dengan Debye respon karakteristik dari permittivity sebagai fungsi dari frekuensi
seperti yang tampak pada gambar 1.

Gambar 1 menunjukkan yang bernilai konstan diatas dan dibawah relaxation dengan
proses transisi terjadi disekitar wilayah relaxation frekuensi dan bernilai kecil diatas dan
dibawah relaxation dan mencapai puncak pada daerah transisi di relaxation frekuensi
Pemodelan Debye ini merupakan dasar bagi tiga model phenomenological model.
Pemisahan antara komponen riil dan imajinir dari
= dapat dilakukan dengan

Pemodelan Debye dilakukan dengan menggambarkan bagian imajinir () pada sumbu


vertikal dan bagian rill () pada sumbu horizontal untuk frekuensi yang berbeda-beda
seperti yang terlihat pada gambar 2. Plot dengan cara seperti ini lebih dikenal dengan plot
Cole- cole. Cara plot dengan seperti ini sangat berguna untuk mengobservasi bentuk dari
respon relaxation yang dihasilkan. Untuk bandwidth tertentu, bentuk kurva yang dihasilkan
adalah lingkaran.

4.

Debye : bersifat universal, penggunaannya terbatas

Cole cole : dapat digunakan utuk mengetahui nilai permitivitas, digunakan pada berbagai
macam liquid, memiliki nilai yang dipengaruhi oleh bahan, suhu dan tekanan