Anda di halaman 1dari 52

Pemerintah Provinsi Morowali Utara

Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi

PT. MULTI CIPTA KONSULTAN


Page 2
Untuk mewujudkan permukiman transmigrasi yang layak dan
dapat memacu pusat-pusat pertumbuhan yang sudah ada
dan mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan baru sesuai
dengan hirarkinya, maka untuk ditingkat yang paling terkecil
perlu dilaksanakan Penyusunan RTSP dan RTJ yang akan
menjadi acuan pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Demikian pula halnya secara khusus untuk Kecamatan
Bungku Utara di Kabupaten Morowali Utara, perlu disusun
RTSP dan RTJ Transmigrasi Nelayan dengan pola usaha
Tambak.
1. Menyusun Tata Ruang Satuan Permukiman yang memenuhi kriteria 2C (Clear
and Clean) dan 4L (Layak Huni, Layak Usaha, Layak Berkembang dan Layak
Lingkungan);

2. Menyusun Rencana Satuan Permukiman Transmigrasi yang terintegrasi


dengan wilayah dan masyarakat sekitar yang ada;

3. Menganalisis kesesuaian permukiman dan kesesuaian kegiatan pokok


yang dapat dikembangkan di lokasi;

4. Menetapkan kebutuhan dasar secara normatif, jenis dan volume sarana dan
prasarana permukiman transmigrasi;

5. Memberikan rekomendasi kegiatan pembangunan permukiman,


penempatan dan pembinaan transmigrasi Nelayan serta pengembangan
usaha transmigrasi.
1. Terwujudnya Dokumen Laporan RTSP yang informatif serta dapat digunakan
sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan fisik satuan permukiman
transmigrasi Nelayan;
2. Tersedianya rencana penempatan dan pembinaan transmigrasi serta
pengembangan usaha transmigrasi Nelayan;
3. Terbentuknya satuan permukiman transmigrasi yang layak huni, layak usaha,
layak berkembang dan layak lingkungan;
4. Tersusunnya rencana teknis satuan permukiman tranmigrasi dengan pola dan
struktur ruang yang didasarkan pada pertimbangan aspek fisik lahan, aspek sosial
budaya, aspek ekonomi dan aspek politik serta kebijakan secara berkeadilan
antara masyarakat setempat dan dan pendatang;
5. Tersusunnya desain tata ruang dan kebutuhan sarana serta prasarana
pembangunan satuan permukiman transmigrasi yang efektif dan efisien; dan
6. Tersusunnya desain kegiatan usaha pokok dan pertanian dalam arti luas.
Page 7
Wilayah Administrasi Kecamatan
Bungku Utara memiliki batas-batas
wilayah sebagai berikut:
o Sebelah Utara :
Wilayah kecamatan Mamosalato
dan Kabupten Tojo Una-una
o Sebelah Selatan :
Perairan teluk Tolo
o Sebelah Timur :
Wilayah kecamatan Mamosalato
dan perairan Teluk Tolo
o Sebelah Barat :
Wilayah Kecamatan Soyo Jaya
PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

Desa Baturube

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

Blok 2
Blok 4 & 5

Blok 3

Blok 1

BLOK LUAS (Ha)


blok 1 402,14
blok 2 76,01
blok 3 91,92
blok 4 30,39
blok 5 11,46 CV. MULTI CIPTA KONSULTAN
Jumlah 611,92
Page 11
Seluruh kawasan rencana areal transmigrasi di Baturube seluas
611,92 ha terletak pada ketinggian 0-2 meter dari permukaan laut,
berlereng datar dibawah 8 %.
Sebagian areal ini merupakan bagian dari rawa pasang surut yang
tergenang pada saat pasang, mencakup sebagian Blok 1, blok 2,
blok 3, blok 4, sedangkan blok 5 terletak pada area yang agak tinggi
sehingga hanya tergenang temporer
PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


Morfologi lokasi lahan rencana untuk area pengembangan transmigrasi di
Baturube ini berupa dataran pasang surut yang diapit Sungai Ula, Sungai
Kafuyu dan Sungai Tirongan.
Limpasan air laut yang masuk melalui ketiga sungai tsb membentuk rawa
pasang surut.
Periode pasang dan periode surut air laut menyebabkan jumlah
kandungan air di area ini berubah-ubah (pasang surut).
Proses pasang dan proses surut air laut disertai material sedimentasi yang
terbawa aliran dari hulu sungai yang banyak mengandung kapur
mengakibatkan kondisi air di area rawa menjadi tidak terlalu asam.
Area lahan eksisting umumnya ditumbuhi bakau dan nipah, bahkan pada
area yang agak ke daratan ditumbuhi vegetasi hutan dataran rendah, dan
sebagian telah di babat menjadi lahan pertanian.
Page 25
A. ANALISIS LUASAN & DAYA TAMPUNG HUNIAN TRANSMIGRAN
1. Luas penggunaan lahan untuk jaringan irigasi tambak dan jaringan jalan di hitung seluas
76,23 ha yang diperinci sebagai berikut :
Perhitungan Luas lahan untuk jaringan jalan lokal (lebar badan jalan 9 meter) 23,70
ha
Perhitungan Luas lahan untuk jaringan jalan lingkungan (lebar badan jalan 7 meter)
17,99 ha
Perhitungan Luas lahan untuk jaringan irigasi sekunder 14,48 ha
Perhitungan Luas lahan untuk jaringan irigasi tersier 10,54 ha
Perhitungan Luas lahan untuk jaringan drainase 9,53 ha
Prediksi kebutuhan lahan untuk sarana sosial 5 % dari total luas lahan atau 30,59 ha
2. Kebutuhan luas lahan tambak dan kapling perumahan transmigran 15.000 m terdiri
dari 14.700 m untuk lahan tambak dan 300 m untuk lahan pekarangan.
3. Luas Total areal pengukuran 611,92 ha.
4. Daya tampung transmigran kurang 286 KK transmigran.
B. ANALISIS LAHAN UNTUK TAMBAK Rencana areal pengembangan
transmigrasi nelayan tambak di
Baturube terletak pada daerah
pesisir berjarak antara 02000
meter dari laut sehingga masih
sangat layak untuk tambak.
Rencana areal pengembangan
transmigrasi nelayan tambak di
Baturube terletak di muara pada
bantaran sungai Kafuyu dan
sungai Ula dan beberapa anak
sungainya yang direncanakan
akan menjadi sumber air tawar
tambak

Jarak sumber air tawar ke


perpetakan tambak sekitar 100
meter, relatif sangat dekat
dengan sumber air tawar
sehingga sangat layak untuk
tambak.
B. ANALISIS LAHAN UNTUK TAMBAK
1. Kondisi kemiringan lereng areal rencana tambak Baturube terletak pada
lereng kurang dari 2% bahkan pada beberapa tempat terdapat cekungan-
cekungan dangkal, kondisi fisik seperti ini sangat cocok untuk
pengembangan tambak.
2. Tidak memerlukan penggalian/cutting lahan.
Hasil Uji Laboratorium Tektur Tanah di Areal Rencana
Pengembangan Transmigrasi Nelayan Tambak Baturube
Nilai Parameter pada lokasi
Parameter Satuan sampel
ST-BT1 ST-BT2 ST-BT3

Pasir % 45,69 41,53 64,27


Debu % 43,99 48,86 28,14
Liat % 10,32 9,51 7,59

3. Tekstur tanah di areal Baturube merupakan tanah lempung berpasir


dengan kandungan liat yang relatif cukup sangat cocok untuk lahan
pertambakan.
B. ANALISIS LAHAN UNTUK TAMBAK
Hasil Uji Laboratorium Berkaitan dengan Reaksi Tanah di
Areal Rencana Pengembangan Transmigrasi Nelayan
Tambak Baturube
Nilai Parameter pada lokasi
Parameter Satuan Sampel
ST-BT1 ST-BT2 ST-BT3

pH H20 (1:2,5) - 5,83 5,75 5,78


pH KCl (1:2,5) - 4,71 4,67 4,62
KB % 23,45 29,92 31,37
Kejenuhan Al % 6,72 7,06 11,28

a. Tanah di rencana area pengembangan transmigrasi Baturube merupakan


asosiasi tanah Hydraquents Sulfaquents termasuk ordo Entisols.
b. Merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan
dalam perkembangan.
c. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau
Regosol, cukup sesuai untuk tambak.
C. ANALISIS IKLIM LOKASI PERENCANAAN
Dari data yang ada diketahui ketinggian permukaan air laut pada waktu
pasang dan surut di areal rencana pengembangan transmigrasi
nelayan tambak Baturube berkisar antara 1-2 meter, masih dalam
kisaran yang cukup baik untuk tambak.

Curah hujan tahunan berkisar antara 1.300 -4.200 mm per tahun, bulan
basah dapat terjadi 0-11 bulan, bulan kering dapat terjadi 0-6 bulan.
Kondisi curah hujan seperti ini relatif cocok untuk usaha pertambakan.
D. ANALISIS KEBUTUHAN SARANA SOSIAL EKONOMI
Prediksi
Uraian Satuan Kebutuhan
Nelayan
Tambak
Rumah transmigran unit 421

Kantor unit unit 2

Gudang unit unit 2

Balai desa unit 1

Rumah Kepala unit unit 2


Puskesmas pembantu / PUSTU dan rumah
paramedis unit 2

Rumah petugas unit 2

Mesjid/Gereja unit 2
Sekolah Dasar dan rumah guru dan
penjaga sekolah unit 2

Prasarana sanitasi (jamban individual) unit 357


sambungan
Prasarana Air Bersih 357
rumah
sambungan
Prasarana penerangan (listrik) 357
rumah

Sarana dan prasarana pendukung unit 1


kegiatan nelayan (hachery, pabrik es, dsb)
Page 32
KONSEP MAKRO STRUKTUR TATA RUANG
1. Konsep struktur tata ruang makro yang terkait dengan Areal
Pengembangan Transmigrasi Nelayan Tambak Baturube tidak terlepas dari
rencana struktur tata ruang wilayah yang ada diatasnya yakni Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Morowali Utara maupun Rencana
Kawasan Transmigrasi (RKT) Bungku Utara.

2. Areal Pengembangan Transmigrasi Nelayan Tambak Baturube akan


dikembangkan sebagai Satuan Permukiman (SP) baru yang secara hirakis
untuk memperkuat sistem pusat pelayanan Satuan Kawasan
Pengembangan (SKP C) Tanaku Raya yang diproyeksikan akan menjadi
Kawasan Perkotaan Baru (KPB), serta pusat SKP B Tokala Atas.

3. Dalam konteks struktur tata ruang wilayah Kabupaten Morowali Utara, SP


ini akan memperkuat fungsi dan peran Baturube sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK).
RENCANA UMUM PENGEMBANGAN
a. Sistem sungai alami yang ada merupakan bagian yang terintegrasi dengan sistem pengembangan
tambak, yakni sebagai sistem jaringan irigasi primer tambak dan badan air penerima saluran
pengurasan petak tambak.
b. Pengembangan areal sepanjang bantaran sungai menyisahkan sempadan sungai sebagai jalur
hijau selebar kurang lebih 100 meter dari badan air sungai.
c. Pembuatan jalan utama (jalan poros) berupa jalan lokal yang melintasi areal pengembangan yang
menghubungkan pusat SKP B Tokalah Atas dengan pusat pemerintahan kecamatan di Baturube.
d. Pembuatan jalan lingkungan merupakan jalan akses dan orientasi perpetakan tambak sekaligus
orientasi bangunan perumahan transmigran.
e. Bangunan perumahan transmigran terintegrasi dengan petak tambak.
f. Intake jaringan irigasi diletakan pada bagian sungai yang diperkirakan cukup ideal untuk terjadinya
percampuran air tawar dan air asin sehingga salinitas air tambak yang ideal dapat dicapai.
g. Sistem jaringan irigasi tambak didesain cukup lebar sehingga memungkinkan percampuran air asin
dan air tawar sebelum masuk ke petakan tambak.
h. Saluran penguras tambak (saluran drainase) terpisah dengan saluran irigasi tambak.
i. Perletakan fasilitas sosial pada kawasan perumahan mengikuti kriteria hubungan fungsional antar
fasilitas dan perumahan serta jangkauan pelayanannya.
PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


PENYUSUNAN RTSP TRANSMIGRASI
NELAYAN & RTJ KEC.BUNGKU UTARA

CV. MULTI CIPTA KONSULTAN


Page 47
ALTERNATIF 1 :
TIPIKAL RANCANGAN RUMAH NELAYAN NON
PANGGUNG (LAHAN KERING)

Pondasi : Batu kali + Cerucuk kayu gelam/bakau/dolken


Struktur Atas (Kolom+Balok) : Kayu Lokal + Kolom Praktis Beton (Km/WC)
Rangka Atap : Kayu Lokal
Penutup Atap : Genteng Metal
Dinding : Papan Kayu Lokal + Bata Lokal (KM/WC)
Lantai : Screed + Plesteran
Kusen Pintu Jendela : Kayu Lokal + Kaca
ALTERNATIF 2 :
TIPIKAL RANCANGAN RUMAH NELAYAN PANGGUNG
(LAHAN BASAH)

Pondasi : Umpak Batu kali + Cerucuk kayu gelam/bakau/dolken


Struktur Atas (Kolom+Balok) : Kayu Lokal + Kolom Praktis Beton (Km/WC)
Rangka Atap : Kayu Lokal
Penutup Atap : Genteng Metal
Dinding : Papan Kayu Lokal + Bata Lokal (KM/WC)
Lantai : Screed + Plesteran
Kusen Pintu Jendela : Kayu Lokal + Kaca
Page 50
RENCANA TIPIKAL PENAMPANG
JALAN 9 M