Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sinta Dwi Astut

Kelas : Akuntansi D4

Nim : 15441104

Peranan Profitabilitas, Suku Bunga, Inflasi Dan Nilai Tukar Dalam Mempengaruhi Pasar Modal
Indonesia Selama Krisis Ekonomi1

Nama penulis : 1. Mudji Utami


2. Mudjilah Rahayu
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen - Universitas
Surabaya1
Permasalahan yang di bahas :
Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1997 telah mempunyai pengaruh yang
sangat signifikan. Harga-harga saham turun secara tajam demikian pula dengan volume
transaksi. Boedie, Weston dan Brigham menyatakan bahwa beberapa faktor mempengaruhi
harga saham, sepert profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar. maka permasalahan dalam
penelitan ini adalah:
1. Apakah profitabilitas, suku bunga, inflasi, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
secara bersama-sama berpengaruh pada harga saham badan usaha selama krisis ekonomi terjadi
di Indonesia?
2. Apakah profitabilitas, suku bunga, inflasi, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
secara parsial mempunyai pengaruh terhadap harga saham badan usaha selama terjadi krisis
ekonomi di Indonesia?
Dalam penelitan ini menggunakan suku bunga riil dan kinerja dalam badan usaha yang di
proksikan dengan profitabilitas yang dimana perusahaan menghasilkan profit dan diukur dari
Return on Assets (ROA).
Hasil dari penelitan ini
Dalam penelitan ini menggunakan pengujian asumsi klasik dengan analisis regresi adapun
asumsi dasar yang harus di penuhi antara lain pengujian Multkolinoaritas, Autokorelasi,
Heteroskedastsitas yang ketga - tganya tdak terjadi antar variabel bebas. Berdasarkan koefisien
regresi, terbukt bahwa setap variabel independen mempunyai pengaruh terhadap harga saham
tetapi peranan variabel independen yang paling besar dalam mempengaruhi perubahan harga
saham adalah variabel suku bunga (0.123); yang selanjutnya diikut oleh nilai tukar (0.116),
profitabilitas(5.135E-0.2) dan terakhir inflasi (8.38E-03) yang secara bersama-sama dapat
mempengaruhi perubahan harga saham secara signifikan selama krisis ekonomi terjadi di
Indonesia. Dan secara persial terbukt bahwa hanya suku bunga dan nilai tukar rupiah terhadap
dollar Amerika menunjukan pengaruh secara signifikan terhadap harga saham badan usaha
sensitf selama krisis ekonomi di Indonesia
Kelebihan :
1. Terdapat sejarah pasar modal yang ada di Indoneaia.
2. Menjelaskan kajian teori tentang pasar modal profitabilitas, suku bunga, infansi dan nilai
tukar.
3. Memberikan cara penganalisisan dengan analisis regresi sebagai penentu suatu kondisi pasar
modal di negara yang sedang krisis.
4. Banyak mengambil referensi lebih dari 15 buku maupun jurnal.
Kekurangan :
1. Dalam penentuan sample hanya pada badan usaha sensitf saja untuk selanjutnya bisa
menggunakan badan usaha yang aktf di Bursa Efek Indonesia.
2. Perhitungan yang digunakan tdak jelas hanya terdapat rumus - rumus sehingga menyulitkan
pembaca memahami hasil yang di peroleh.
3. Terdapat penggunaan analisis yang tdak dijelaskan secara rinci.
4. Bahasa yang dipakai terlalu sulit dipahami pembaca.
Kesimpulan :
Secara empiris terbukt bahwa profitabilitas, suku bunga, inflansi, dan nilai tukar secara bersama
- sama dan secara persial suku bungan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
mempunyai pengaruh signifikn terhadap harga saham badan usaha selama krisis ekonomi di
Indonesia.
Sumber:
http://puslit.petra.ac.id/journals/management/