Anda di halaman 1dari 14

DRAF LABORATORIUM FISIKA II

ALAT HARTL DENGAN SENSOR ULTRASONIK UNTUK


MENENTUKAN TEKANAN HDROSTATIS DAN MASSA JENIS
SUATU CAIRAN

Disusun Oleh :
REZKI AFIFAH
(1501050038)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
(2017)
A. Tujuan :
- Menentukan hubungan Ph dengan h.
- Menentukan massa jenis suatu zat cair.

B. Dasar Teori :
1. Tekanan
Sebuah gaya yang bekerja pada sebuah permukaan uida akan selalu tegak lurus
padapermukaan tersebut. Karena fluida yang diam tidak dapat menahan komponen
gayayang sejajar dengan permukaannya. Komponen gaya yang sejajar dengan
permukaan uida akan menyebabkan uida tadi bergerak mengalir. Karena itu kita
dapat mendefinisikan suatu besaran yang terkait dengan gaya normal permukaan
dan elemen luasan permukaan suatu fluida.
Kita tinjau suatu uida, dan kita ambil suatu bagian volume dari uidadengan
bentuk sembarang,dan kita beri nama S. Secara umum akan terdapat gaya dari luar S
pada permukaannya oleh materi di luar S. Sesuai prinsip hukum Newton ketiga,
mestinya ada gaya dari S yang, sesuai pembahasan diatas, mengarah tegak lurus
pada permukaan S. Gaya tadi diasumsikan sebanding dengan elemen luas permukaan
dS, dan konstanta kesebandingannya didenisikan sebagai tekanan


= pd (1)

Jadi arah
adalah tegak lurus permukaan, searah dengan arah d, dan tekan
an p adalah besaran skalar.
Satuan SI dari tekanan adalah pascal (Pa), dan 1 Pa = 1 N/2 .

2. Tekanan Hidrostatik
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh zat cair yang berada
dalam kesetimbangan atau statis. Bila suatu zat cair berada dalam keadaan
kesetimbangan atau statis, maka setiap bagian zat cair itu juga berada dalam
keseimbangan atau statis. Tinjaulah sebuah elemen zat cair yang dipilih berbentuk
silinder yang tipis seperti pil obat yang luas penampangnya A dan tebalnya dh,
bagian atasnya berada pada 1 dan bagian bawahnya berada pada kedalaman
2 dari permukaan zat cair yang berada dalam keadaan kesetimbangan atau statis.

2
Jika elemen zat cair yang ditinjau dalamkeadaan statis, maka resultan gaya
yangbekerja pada elemen itu adalah nol ke segalaarah. Resultan gaya pada arah %
horizontal disebabkan oleh tekanan zat cair di sekeliling elemen adalah nol, berarti
tekanan zat cair untuk setiap titik pada kedalaman yang sama adalah sama besar.

Resultan gaya pada arah vertikal juga nol, dan itu disebabkan oleh selisih
tekanan zat cair pada kedalaman 1 di permukaan atas elemen yang luasnya A dan
tekanan zat cair pada kedalaman 2 di permukaan bawah elemen yang luasnya A,
serta berat elemen zat cair itu yaitu gAdh, sehingga dapat diperoleh:

= h

Bila persamaan di atas diintegrasikan maka diperoleh :

2 1 = (2 1 )

yang berarti bahwa tekanan hidrostatis pada kedalaman 1 dan 2 berturut-


turut adalah 1 = g1 dan 2 =g2 atau tekanan pada sebuah titik yang berada
pada kedalaman h dari permukaan zat cair statis adalah :

= h (2)

Bila permukaan zat cair berhubungan langsung dengan udara, permukaan


seperti itu disebut sebagaipermukaan bebas zat cair, dan tekanan udara adalah 0 ,

3
maka tekanan total pada setiap titik yang berada pada kedalaman h dari permukaan
bebas zat cair adalah

= 0 + h (3)

Persamaan terakhir di atas tidak menuntut bentuk bejana tertentu, artinya ia


berlaku untuk setiap bentuk bejana yang ditempati oleh zat cair. Hal itu
dimanfaatkan pada pemakaian manometer yang berupa sebuah pipa berbentuk huruf
U, oleh sebab itu biasa juga disebut sebagai pipa U, sebagai alat untuk mengukur
tekanan.

Sebuah pipa U diisi dengan sejenis zat cair yang dipilih,misalnya raksa atau
bisa juga air dan yang lainnya. Setelah mencapai kesetimbangan, maka tinggi
permukaan zat cair dalam kedua kaki pipa U itu akan sama tinggi atau berada dalam
satu bidang hortizontal.Maka setiap titik yang berada dalam satu bidang horizontal
dalam zat cair, memiliki tekanan hidrostatis yang sama, misal titik A dan titik B,
titik Cdan titik D.

4
Di atas ini dilukiskan sebuah pipa U yang diisi oleh dua jeniszat cair yang
tidak dapat berampur, yang massa jenisnya masing-masing1 dan 2 . Titik A dan titik
B berada pada satu bidang horizontal yang sekaligus merupakan bidang batas kedua
jeniszat cair pada saat kesetimbangannya. Untuk setiap ketinggianyang sama di atas
bidang batas itu tekanannya tidak sama karena massa jenis zat cair berbeda sehingga
menghasilkan massa dan berat yang berbeda untuk setiap ketinggian volume yang
sama.
Tetapi untuk setiap penurunan yang sama dari bidang batas itu,tekanan zat cair
akan selalu sama. Dengan kata lain, tekanan pada tiap titik pada satu bidang
horizontal di atas bidang batas setimbangan adalah berbeda, tetapi tekanan pada setiap
titik yang berada pada satu bidang horizontal dibawah bidang batas kesetimbangan
adalah sama. Jika kita tinjau titik A dan titik B, karena keduanya beada pada bidang
batas kesetimbangan, maka tekanannya akan sama, atau :

Jika kita gunakan persamaan (3), maka persamaan di atas dapat diubah
menjadi :

0 + 1 1 = 0 + 2 2

dan jika disederhanakan menjadi :

1 1 = 2 2 (4)

Melalui percobaan, persamaan di atas dapat digunakan untuk menentukan


massa jenis.

5
C. Alat dan Bahan :
1. Air mineral, air laut dan minyak goreng
2. Balon
3. Wadah bening
4. Clamp
5. Corong minyak
6. Large Rod Base
7. Pipa U
8. Selang plastik bening
9. Kabel Jumper male female 2 buah
10. Selotip
11. Statif 60 cm
12. Sensor ultrasonik HC-SR04 2 buah
13. Arduino uno R3
14. PCB Polos

6
D. Design Rancangan Alat

9 12

5
10

2 1

11

13

14 3 6

Design Alat Praktikum : Tekanan Sederhana

7
Keterangan :

1. Air mineral, air laut dan minyak goreng


2. Balon
3. Wadah bening
4. Clamp
5. Corong minyak
6. Large Rod Base
7. Pipa U
8. Selang plastik bening
9. Kabel Jumper male female 2 buah
10. Selotip
11. Statif 60 cm
12. Sensor ultrasonok HC-SR04 2 buah
13. Arduino uno R3
14. PCB Polos

E. Persiapan Alat
1. Siapkan seluruh alat dan bahan.
2. Siapkan large rod base kemudian sambungkan pada statif dengan posisi
horizontal.

Statif

Large
Rod Base

8
3. Pasang clamp pada statif.

Clamp

Statif

Large
Rod Base

4. Pasang salah satu mulut Pipa U pada Clamp hingga rapat. Pastikan agar tidak
terguncang.

Pipa U Clamp

Statif
Large Rod Base

5. Hubungkan selang plastik bening dengan corong yang ukurannya sesuai.


Rapatkan sambungan dengan selotip bila perlu.

9
Selang Plastik Bening

Selotip

Corong

6. Hubungkan sambungan selang plastik bening dengan corong ke pipa U. Tutup


corong dengan balon.

Selang

Clamp

Statif
Corong

Pipa U
Large Rod Base

10
7. Siapkan wadah bening yang berisiskan air. Siapkan perangkat Pipa U dan isilah
dengan air mineral. Pastikan posisi air dalam Pipa U sama tinggi.

Selang plastik bening

Corong

Clamp

Fluida Uji
Fluida
Statif

Pipa U
Wadah air mineral
Large Rod
Base

8. Selanjutnya rangkai PCB polos dengan arduino uno R3. Kemudian sambungkan 2
buah kabel jumper male to female pada arduino uno.

9. Pasang salah satu sensor ultrasonik pada selang yang mengarah ke dalam wadah
berisikan air serta salah satu sensor ultrasonik berada pada mulut pipa U yang lain.

11
F. Prosedur Kerja :

1. Siapkan seluruh alat dan bahan.


2. Isilah air mineral kedalam perangkat Pipa U dan pastikan posisi air dalam Pipa U
sama tinggi. Masukan air kedalam wadah plastik dilanjutkan denganmemasukkan
corong ke dalam wadah (air mineral) hingga kedalaman tertentu (3 cm).
3. Ukurlah tekanan hidrostatis yang ditimbulkan oleh air dalam wadah air mineral
tersebut dengan mengukur jarak perbedaan ketinggian air pada Pipa U.
4. Ulangi langkah 2-3 dengan mengubah kedalaman sebanyak 5 kali (misalnya 6 cm,
9 cm, 12 cm dan 15 cm) dengan menggunakan fluida tetap.
5. Catat semua data pada tabel I.
6. Ulangi langkah 2-3 dengan mengubah kedalaman sebanyak 5 kali (misalnya 6 cm,
9 cm, 12 cm dan 15 cm) tetapi air mineral pada wadah diganti dengan air laut.
7. Catat semua data pada tabel II.
8. Ulangi langkah Ulangi langkah 2-3 dengan mengubah kedalaman sebanyak 5 kali
(misalnya 6 cm, 9 cm, 12 cm dan 15 cm) tetapi air laut pada wadah diganti dengan
minyak goreng.
9. Catat semua data pada tabel III.

12
G. Hasil Pengamatan

1. Air Mineral
Tabel I
No. h (cm) =
1.
2.
3.
4.
5.

Dari tabel I, didapat berbanding ............dengan h, secara matematis dapat


dituliskan ..............h.
2. Air Laut
Tabel II
No. (cm) (cm)
=

air mineral air laut
1.
2.
3.
4.
5.
Rata - Rata

3. Minyak Goreng

Tabel III
No. (cm) (cm)
= =

air mineral Minyak goreng
1.
2.
3.
4.

13
5.
Rata - Rata
Dari tabel II, dapat dihitung massa jenis rata-rata air laut = ...

Dan ketidakpastian mutlak pengukurannya sebesar ..

Dari tabel III, dapat dihitung massa jenis rata-rata minyak goreng =......

Dan ketidakpastian mutlak pengukurannya sebesar ..

H. Simpulan

Dari analisis tabel I maka eksperimen ini dapat disimpulkan :

Dari analisis tabel II dapat diperoleh nilai massa jenis air laut :

= (..) kg/3

Dari analisis tabel III dapat diperoleh nilai massa jenis minyak goreng :

= (..) kg/3

14