Anda di halaman 1dari 2

Fertilisasasi merupakan perkembangan awal embrio terjadi di dalam arkegonium.

pertumbuhan embrio ini terbentuk organ organ sporofit yaitu kaki, daun pertama, batang dan
akar primer. Zigot membelah dua sel. Perkembangan selanjutnya tergantung pada polaritasnya.
Berdasarkan polaritas tersebut dikenal tiga tipe perkembangan embrio, yaitu:

a. Eksokopik
Zigot membelah melintang. Sel anak yang berdekatan dengan leher arkegonium
berkembang membentuk embria, sedang sel anak yang lain membentuk bagian kaki
(Ophioglossum, Azolla, Salvina)
b. Endoskopik
Zigot membelah melintang menjadi dua sel. Sel sebelah dalam menjadi pembentuk
embrio. Sel sebalah luar:
- Bila membentuk bagian kaki, maka tipe ini disebut endoskopik tanpa suspensor
(Marattia, Angiopteris)
- Bila membentuk suspensor, maka tipe ini disebut endoskopik dengan suspensor
(Danaea, Helminthostachys)
c. Lateral
Zigot membelah membujur (sejajar dengan sumbu arkegonium). Satu sel akan
membentuk pucuk lembaga dari daun pertama. Sel yang kedua membentuk akar
lembaga dan kaki. Tipe ini terdapat pada paku leptosporangiat (Adiantum, Pteris,
Dryopteris) (Moertolo dkk, 2004)

Menurut poros bujurnya, pada embrio tumbuhan paku telah dapat dibedakan dua kutub,
atas dan bawah. Kutub atas akan berkembang membentuk tunas ( Batang beserta daun
daunnya ). Kutub bawah, yang letaknya berlawanan dengan ujung tunas dapat juga kita
namakan kutub akar. Pada Pteridophyta kutub akar tidak terus berkembang membentuk akar.
Akar tumbuhan paku bersifat endogen dan tumbuh ke samping dari batang. embrio unipolar,
karena hanya satu kutub saja yang berkembang. Akar yang keluar pertama tidak dominan,
melainkan segera disusul oleh akar akar lain yang semuanya muncul dari batang. Peristiwa
pembentukan akar akar dari batang yang semua tumbuh ke samping itu dinamakan homorizi.
Ketiga bagian utama tubuh Pteridophyta itu mempunyai titik tumbuh yang hanya terdiri atas
satu sel inisial yang terletak di ujung (Aththorick dkk, 2006).
Daftar Pustaka

Kesimpulan

1. Embriogenesis pada tumbuhan lumut dimulai dari fertilisasi antara spermatozoid dan
ovum yang kemudian menjadi zigot. Zigot tersebut terus mengalami pembelahan dan
perkembangan menjadi embrio dan kemudian berdiferensiasi menjadi struktur talus dan
rhizoid pada tumbuhan lumut.
2. Sama halnya dengan lumut, embriogenesis pada tumbuhan paku dimulai dari fertilisasi
hingga terbentuknya paku muda. Namun, perkembangan embrio pada paku tergantung
pada polaritas tumbuhan paku sehingga dapat dibagi menjadi tiga tipe perkembangan
embrio yaitu, eksoskopik, endoskopik, dan lateral.

DAFTAR PUSTAKA

Aththorik, T. A. & Siregar, E. S. 2006. Buku Ajar Tksonomi Tumbuhan. Medan:


FMIPA UNS.

Issirep, Sumardi dan Susi S. 2004. Tumbuhan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada

Kusdianti. 2011. Embriologi Tumbuhan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia


Moertolo. A, Sulasmi, E. S. & Sunarmi. 2004. Keanekaragaman Tumbuhan
Berpembuluh Tumbuhan Paku. Malang: Jurusan Biologi FMIPA UM

Prasetyo, T I, dan Fatchurrahman. 1992. Botani Tumbuhan Lumut. Malang: Universitas


Negeri Malang