Anda di halaman 1dari 8

BAB II

METODOLOGI

2.1 Pendekatan Sistem


Pelaksanaan evaluasi pelayanan medis melalui perhitungan indikator
efisiensi dan efektivitas RSU RA Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas
Pakis Aji ini disusun berdasarkan pendekatan sistem, yang terdiri dari data
masukan (input), proses, dan data keluaran (output).
1. Input
a. Man
Narasumber :
Pembimbing (dr. Nurkukuh dan dr.Bambang Hariyana)
Pembimbing kegiatan di RSU RA Kartini (dr. Sukma)
Penanggungjawab pelayanan medik RSU RA Kartini (Mulastin
S.Si T.M.Kes )
Petugas rekam medis RSU RA Kartini (Wahyu H)
Koordinator Pelayanan Puskesmas (dr. Itut Anggraeni)
Penanggungjawab bangsal rawat inap Puskesmas Mlonggo
(Tyas)
Penanggungjawab bangsal rawat inap Puskesmas Pakis Aji
(Niamah S.Kep)
Pelaksana : Mahasiswa
b. Money : tidak ada
c. Material
Data Statistik Ruangan Rawat Inap RSU RA. Kartini Kabupaten
Jepara tahun 2014
Data Statistik Ruangan Rawat Inap Puskesmas Mlonggo tahun
2014
Data Statistik Ruangan Rawat Inap Puskesmas Pakis Aji tahun
2014

d. Machine :
Alat tulis, flashdisk, laptop
Alat dokumentasi
Printer
e. Method :
Wawancara langsung dengan penanggung jawab pelayanan medis di RSU
RA Kartini, penanggungjawab bangsal rawat inap di Puskesmas Mlonggo

24
dan Puskesmas Pakis Aji untuk mendapatkan data primer. Selain itu juga
melakukan pengambilan data statistik ruang rawat inap di RSU RA
Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji untuk
mendapatkan data sekunder. Data statistik tersebut berupa lama perawatan,
jumlah hari perawatan, jumlah pasien keluar, jumlah pasien meninggal
<48 jam di rawat, jumlah pasien meninggal 48 jam di rawat, jumlah
pasien meninggal secara keseluruhan, dan jumlah tempat tidur yang
tersedia. Setelah diperoleh data, kemudian dilakukan perhitungan BOR
(Bed Occupancy Ratio), AvLOS (Avarage Length of Stay), TOI (Turn
Over Interval), BTO (Bed Turn Over), NDR (Net Death Rate), GDR
(Gross Death Rate), pembahasan hasil, dan pengambilan kesimpulan
berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

2. Proses
1. Perencanaan (P1)
Nama kegiatan : Evaluasi Pelayanan Medis Melalui Perhitungan
Indikator Efisiensi dan Efektivitas RSU RA Kartini, Puskesmas
Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji Tahun 2014.
Lokasi : RSU RA Kartini Kabupaten Jepara
Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara
Puskesmas Pakis Aji Kabupaten Jepara
Sasaran : Perhitungan indikator efisiensi dan efektivitas
RSU RA Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji
Tahun 2014.
Pelaksana : Mahasiswa
Metode : Wawancara langsung dengan penanggung jawab
pelayanan medis di RSU RA Kartini, penanggungjawab bangsal
rawat inap di Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji untuk
mendapatkan data primer. Selain itu juga melakukan pengambilan
data statistik ruang rawat inap di RSU RA Kartini, Puskesmas
Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji untuk mendapatkan data
sekunder. Data statistik tersebut berupa lama perawatan, jumlah hari

25
perawatan, jumlah pasien keluar, jumlah pasien meninggal <48 jam
di rawat, jumlah pasien meninggal 48 jam di rawat, jumlah pasien
meninggal secara keseluruhan, dan jumlah tempat tidur yang
tersedia. Setelah diperoleh data, kemudian dilakukan perhitungan
BOR (Bed Occupancy Ratio), AvLOS (Avarage Length of Stay), TOI
(Turn Over Interval), BTO (Bed Turn Over), NDR (Net Death Rate),
GDR (Gross Death Rate).
2. Pelaksanaan dan Pengendalian (P2)
Pelaksanaan :
Menghubungi penanggung jawab pelayanan medis di RSU
RA Kartini, penanggungjawab bangsal rawat inap di
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji untuk
melaksanakan wawancara langsung sehingga mendapatkan
data primer
Menghubungi petugas rekam medis di RSU RA Kartini
untuk mendapatkan data berupa lama perawatan, jumlah
hari perawatan, jumlah pasien keluar, jumlah pasien
meninggal <48 jam di rawat, jumlah pasien meninggal 48
jam di rawat, jumlah pasien meninggal secara keseluruhan,
dan jumlah tempat tidur yang tersedia pada tahun 2014.
Menghubungi penanggungjawab bangsal rawat inap di
Puskesmas Mlonggo untuk mendapatkan data berupa lama
perawatan, jumlah hari perawatan, jumlah pasien keluar,
jumlah pasien meninggal <48 jam di rawat, jumlah pasien
meninggal 48 jam di rawat, jumlah pasien meninggal
secara keseluruhan, dan jumlah tempat tidur yang tersedia
pada tahun 2014.
Menghubungi penanggungjawab bangsal rawat inap di
Puskesmas Pakis Aji untuk mendapatkan data berupa lama
perawatan, jumlah hari perawatan, jumlah pasien keluar,
jumlah pasien meninggal <48 jam di rawat, jumlah pasien
meninggal 48 jam di rawat, jumlah pasien meninggal

26
secara keseluruhan, dan jumlah tempat tidur yang tersedia
pada tahun 2014.
Setelah diperoleh data, kemudian dilakukan perhitungan
BOR (Bed Occupancy Ratio), AvLOS (Avarage Length of
Stay), TOI (Turn Over Interval), BTO (Bed Turn Over),
NDR (Net Death Rate), GDR (Gross Death Rate).
Setelah itu dianalisis dan dilakukan evaluasi pelayanan
medis melalui hasil perhitungan indikator tersebut di atas.
Pengendalian : Melakukan pengendalian terhadap kegiatan
evaluasi kinerja mutu pelayanan Puskesmas ini agar sesuai dengan
rencana kerja yang telah disusun.
3. Pengawasan dan Pertanggungjawaban (P3)
Pengawasan : Melakukan pengawasan terhadap jalannya
pelaksanaan kegiatan evaluasi kinerja mutu pelayanan Puskesmas ini
agar sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun.
Pertanggungjawaban : Hasil pelaksanaan kegiatan evaluasi kinerja
mutu pelayanan Puskesmas ini dipertanggungjawabkan dalam
bentuk laporan tertulis yang akan dipresentasikan pada akhir periode.

3. Output
Data- data mengenai:
Lama perawatan pasien rawat inap di RSU RA Kartini, Puskesmas
Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.
Jumlah hari perawatan pasien rawat inap di RSU RA Kartini,
Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.
Jumlah pasien keluar di bangsal rawat inap RSU RA Kartini,
Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.
Jumlah pasien meninggal <48 jam di rawat di bangsal rawat inapRSU
RA Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.
Jumlah pasien meninggal 48 jam di rawat di bangsal rawat inapRSU
RA Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.
Jumlah pasien meninggal secara keseluruhan yang di rawat di bangsal
rawat inapRSU RA Kartini, Puskesmas Mlonggo, dan Puskesmas Pakis
Aji tahun 2014.

27
Jumlah tempat tidur di bangsal rawat inapRSU RA Kartini, Puskesmas
Mlonggo, dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014.

2.2 Metode Pengamatan Terlibat


Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat data statistik tahun
2014 dari rekam medis. Mahasiswa ikut terlibat langsung dalam kegiatan
survei harian rumah sakit dan puskesmas untuk mengetahui cara mendapatkan
data statistik ruangan rawat inap.

2.3 Metode Belajar Bertolak dari Masalah (BBDM)


2.3.1 Klarifikasi istilah
1. Evaluasi
Evaluasi adalah suatu proses, cara, perbuatan menilai; pemberian
nilai.

2. Pelayanan Medis
Pelayanan medis adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri
atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan,
keluarga, kelompok dan atupun masyarakat.
3. Efisiensi
Efisiensi adalah tepat atau sesuai mengerjakan sesuatu dengan
tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
4. Efektivitas
Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih
tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif.
5. Bed occupancy rate ( BOR ), yaitu presentase tempat tidur yang
terpakai merupakan indikator cakupan dan efisiensi penggunaan
tempat tidur di unit rawat inap
6. Bed Turn Over ( BTO ), yaitu jumlah pasien yang menggunakan
satu tempat tidur merupakan indikator cakupan dan efisiensi
penggunaan tempat tidur di unit rawat inap.

28
7. Average Length of Stay ( AVLOS ), yaitu rata rata jumlah lama hari
dirawat pasien merupakan indikator efisiensi penggunaan tempat
tidur di unit rawat inap.
8. Turn Over Interval ( TOI ), yaitu rata rata selang waktu hari tempat
tidur tidak dipakai, merupakan indikator efisiensi penggunaan
tempat tidur diunit rawat inap.
9. Gross Death Rate ( GDR ), yaitu angka kematian kasar di unit
rawat inap, merupakan indikator mutu pelayanan di Unit Rawat
Inap.
10. Net Death Rate ( NDR ), yaitu angka kematian bersih di unit rawat
inap, merupakan indikator mutu pelayanan di unit rawat inap

1.3.2 Perumusan masalah


1. Berapa lama perawatan pasien rawat inap di RSUD Kartini,
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
2. Berapa jumlah hari perawatan pasien rawat inap di RSUD Kartini,
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
3. Berapa jumlah pasien keluar di bangsal rawat inap RSUD Kartini,
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
4. Berapa jumlah pasien meninggal <48 jam di bangsal rawat inap
RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji
tahun 2014?
5. Berapa jumlah pasien meninggal 48 jam di bangsal rawat inap
RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji
tahun 2014?
6. Berapa jumlah tempat tidur yang tersedia di RSUD Kartini,
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
7. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan BOR (Bed
Occupancy Ratio) di RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan
Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
8. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan LOS (Avarage
Length of Stay) di RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan
Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?

29
9. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan AvLOS (Avarage
Length of Stay) di RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan
Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?
10. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan TOI (Turn Over
Interval) RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis
Aji tahun 2014?
11. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan BTO (Bed Turn
Over) RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis
Aji tahun 2014?
12. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan NDR (Net Death
Rate) RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis
Aji tahun 2014?
13. Bagaimana perhitungan dan hasil perhitungan GDR (Gross Death
Rate) RSUD Kartini, Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis
Aji tahun 2014?
14. Bagaimana evaluasi efisiensi dan efektivitas di RSUD Kartini,
Puskesmas Mlonggo dan Puskesmas Pakis Aji tahun 2014?

30
31