Anda di halaman 1dari 129

12-09-2013, 01:39 PM

12 - 09 - 2013, 01:39 PM pengalaman eksib di depan kakakku By : Just_anissa

pengalaman eksib di depan kakakku By : Just_anissa

pengalaman eksib di depan kakakku By : Just_anissa

saya annisa, baru kelas XI SMA.

 

sedikit share pengalaman saya dari kelas 6SD yang membuat saya

jadi "aneh",

 

aneh disini bisa dibilang eksib tapi hanya pada kakak saya yang 5

 

tahun diatas saya sebut saja kakA, selain itu saya tidak bisa eksib

 

sesuka saya, hanya kalau diminta kakA.

 

awalnya sewaktu saya dan teman sekelas diam-diam menonton film

porno di rumah saya saat kerja kelompok, kakA diam-diam

 

memergoki saya dan teman saya, dan gampang ditebak, kalau saya

diperas untuk melakukan keinginan kakA sebagai ganti untuk tidak

 

diberitahukan ke orang tua saya.

 

pertama kali saya diminta untuk eksib 4 hari setelah kejadian itu,

kakA tidak langsung menegur saya sewaktu memergoki, tetapi

 

setelah tidak ada teman saya lagi, kakA bilang kalau dia merekam

saya dan teman saya lewat handphonenya sebagai bukti.

 

kakA bilang kalau tidak mau ditunjukkan ke orang tua saya, maka

 

saya harus menuruti permintaannya selama sebulan.

 

saya yang takut tidak bisa protes, waktu itu saya pikir kalau

 

permintaan kakA paling hanya sekedar mengambilkan barang,

 

membereskan kamar atau semacam itu. sebab saya pikir tidak

mungkin saya diminta macam-macam. 2 hari pertama memang

 

saya seperti pembantu kakA yang harus siap memenuhi kebutuhan

kakA, tapi dihari ke 3, malamnya kakA meminta saya besok

 

sepulang sekolah jangan dulu menggganti baju seragam.

 

saya tidak mengerti maksud kakA tapi saya ikuti saja, hari itu kakA

pulang agak siang, sampai saya ditanyakan mama kenapa belum

 

ganti baju.

 

setelah kakA pulang, dia meminta saya untuk duduk ditangga

 

sementara kakA makan di meja makan, posisinya persis dibawah

 

saya, jadi kalau saya duduknya lurus dan lutut terbuka, pasti cd saya akan terlihat, saya masih duduk menyamping supaya kakA

tidak bisa melihat cd saya. tapi kakA meminta saya untuk duduk

lurus menghadapnya, saat itu saya merasa malu menyadari kalau cd

saya bisa terlihat, tapi kakA tetap meminta saya duduk, dan dengan

isyarat tangannya meminta saya untuk melebarkan kaki. saya waktu

itu sangat malu sebab saya seperti mengangkang di depan kakA.

 
saya yang tidak tahan langsung masuk ke kamar untuk menangis

saya yang tidak tahan langsung masuk ke kamar untuk menangis

dan baru keluar kamar sore harinya.

saya yang tidak tahan langsung masuk ke kamar untuk menangis dan baru keluar kamar sore harinya.

malamnya kakA meminta saya besok pagi sebelum berangkat untuk

memakai sepatu di kursi teras di depan dia, saya yang sudah

 

menebak keinginan kakA memutuskan untuk memakai short di balik

rok saya. saya yang merasa aman, santai saja memakai sepatu

 

sambil mengangkang, tapi saya melihat kakA seperti kecewa, dan

 

entah kenapa saya jadi merasa bersalah, di sekolah saya

 

memperhatikan bahwa teman lelaki saya selalu tertarik untuk

 

mengintip rok temannya, terutama yang duduknya sedikit terbuka,

 

mungkin kakA juga sama.

 

pulang sekolah di angkot saya mencoba duduk sedikit terbuka di

 

hadapan siswa sekolah lain, dan benar saja pandangan matanya

langsung mengarah ke kaki saya, tapi saya takut dan merasa tidak

 

suka dilihat oleh orang lain, di lain pihak biarpun saya malu sewaktu

dilihat kakA, saya merasa senang dan mungkin terangsang.

 

di rumah saya menunggu kakA, saya sebenarnya ingin melepas

 

short saya, tapi takut saya dianggap sengaja ingin dilihat, jadi saya

berharap kakA yang akan meminta saya untuk melepas short, kalau

kemarinnya saya malu dan menangis karena diintip cdnya, kali ini

 

saya malah berharap. sayangnya hari itu kakA ternyata tidak

 

meminta saya melakukan apapun hanya bersikap biasa saja.

saya merasa kecewa, sempat berpikir untuk sengaja duduk

 

mengangkang saja, tapi tidak jadi. hasilnya saya hanya uring-

 

uringan saja di kamar, malamnya saya tidak bisa tidur memikirkan

 

apa yang harus saya lakukan, dan esoknya saya memutuskan untuk

tidak memakai short. sebelum berangkat saya memakai sepatu di

 

teras sambil sedikit membuka kaki, untuk menunjukkan kalau saya

 

tidak memakai short pada kakA, dan hasilnya kembali sore itu saya

diminta untuk duduk dengan kaki terbuka, kali ini saya dengan

 

senang hati melakukanya, sengaja saya pakai celana dalam

 

kesukaan saya, saya duduk di kursi lt2 dan kaki saya letakkan di

 

atas meja, jadi kakA bisa melihat dengan jelas sewaktu naik tangga,

atau duduk di depan saya, saya sengaja membaca buku supaya

 

kakA bisa lebih bebas melihatnya. sambil membaca buku, saya

 

merasa kalau saya mulai terangsang mengetahui cd saya terlihat

 

jelas, terasa dari memek saya yang terasa lembab, saya

 

menggerakkan kaki membuka dan menutup, untuk menahan geli

 

dan perasaan ingin pipis, saya ingin terbuka, tapi saya merasa malu

dan ingin menutupnya, saya sudah tidak konsen dengan buku yang

 

saya baca, karena tidak tahan saya lari ke wc untuk pipis, sebelum

 

keluar kamar mandi, saya berpikir untuk melepas rok saya sekalian,

 

tapi tidak jadi saya lakukan, saya takut kakA mengetahui kalau saya

menyukai diperlakukan seperti itu.

 

diluar wc, saya tidak melihat kakA, sepertinya sudah masuk

 

kamarnya, sayapun juga masuk kamar, dan mendengar suara dari

 

kamar kakA yang ada di sebelah, kamar kami bersebalahan dan ada

pintu penghubungnya, tapi sudah lama terkunci dan tidak diketahui

 

dimana kuncinya.

 

bersambung

12-10-2013, 02:01 PM

 

saya yang masih merasa terangsang kemudian tiduran di kasur dan

 

mulai memegang2 memek saya sambil menjepit guling,

 

saya melakukan masturbasi, saya mengingat2 sewaktu saya

saya melakukan masturbasi, saya mengingat2 sewaktu saya membuka kaki di depan kakA, saya tidak tau berapa
membuka kaki di depan kakA, saya tidak tau berapa lama saya

membuka kaki di depan kakA, saya tidak tau berapa lama saya

masturbasi, tapi saya tertidur setelah selesai, sampai dibangunkan

oleh mama saya untuk mandi sore.

 

selesai mandi, saya kembali segar, dan melanjutkan hari seperti

 

biasa, malamnya kami makan malam bersama, melihat

 
kakA selalu teringat kejadian sore tadi, sayangnya saya tidak

kakA selalu teringat kejadian sore tadi, sayangnya saya tidak

memiliki baanyak rok yang bisa dipakai selain rok

kakA selalu teringat kejadian sore tadi, sayangnya saya tidak memiliki baanyak rok yang bisa dipakai selain
seragam sekolah, ada beberapa rok tapi hanya dipakai untuk pergi

seragam sekolah, ada beberapa rok tapi hanya dipakai untuk pergi

keluar rumah. kakA juga jadi bersikap sedikit lebih

pergi keluar rumah. kakA juga jadi bersikap sedikit lebih pendiam. besoknya saya kembali mencoba untuk menunjukkan

pendiam.

besoknya saya kembali mencoba untuk menunjukkan cd saya

besoknya saya kembali mencoba untuk menunjukkan cd saya

dengan duduk di tempat yang sama menunggu kakA pulang

besoknya saya kembali mencoba untuk menunjukkan cd saya dengan duduk di tempat yang sama menunggu kakA
sekolah, ternyata kakA sama sekali tidak tertarik dan melihat ke

sekolah, ternyata kakA sama sekali tidak tertarik dan melihat ke

arah cd saya, malahan dia menyuruh saya untuk turun

sekolah, ternyata kakA sama sekali tidak tertarik dan melihat ke arah cd saya, malahan dia menyuruh

ke bawah saja, kakA kemudian masuk ke kamar dan tidak keluar

 

lagi sampai malam.

 

kejadian ini berlangsung selama seminggu, dan bahkan saya disuruh

untuk memakai short sewaktu sekolah oleh kakA.

 

saya pikir kakA sudah tidak akan meminta saya menunjukkan cd

 

lagi, sampai di hari minggu hanya ada saya dan kakA di

rumah, orang tua kami lagi pergi ke undangan kerabat, kakA masih

rumah, orang tua kami lagi pergi ke undangan kerabat, kakA masih

meminta saya untuk mengambilkan minum atau buku dan

rumah, orang tua kami lagi pergi ke undangan kerabat, kakA masih meminta saya untuk mengambilkan minum
seperti itu, tapi kali ini kakA meminta saya mengambilkan semua

seperti itu, tapi kali ini kakA meminta saya mengambilkan semua

baju renang saya, saya tidak mengerti untuk apa,

seperti itu, tapi kali ini kakA meminta saya mengambilkan semua baju renang saya, saya tidak mengerti
jadi saya bawakan saja, saya mempunyai 3 baju renang, tapi yang 1

jadi saya bawakan saja, saya mempunyai 3 baju renang, tapi yang 1

sudah sedikit kekecilan sebab saya miliki dari

jadi saya bawakan saja, saya mempunyai 3 baju renang, tapi yang 1 sudah sedikit kekecilan sebab

kelas 2SD, tapi tetap saja saya bawa.

 

kakA meminta saya mencoba semua baju renang itu dan

 

diperagakan seperti model

 

pakaian renang yang pertama dengan tambahan seperti rok, model

kedua seperti memakai short, hanya model ke3 yang

 
menampilkan paha saya seluruhnya, hanya saja sudah sempit dan

menampilkan paha saya seluruhnya, hanya saja sudah sempit dan

sedikit sesak, selama mencoba baju renang itu, saya

menampilkan paha saya seluruhnya, hanya saja sudah sempit dan sedikit sesak, selama mencoba baju renang itu,
masih memakai cd, hanya BH saja yang tidak saya pakai, kakA

masih memakai cd, hanya BH saja yang tidak saya pakai, kakA

menyukai baju renang yang paling kecil,tapi saya tidak

masih memakai cd, hanya BH saja yang tidak saya pakai, kakA menyukai baju renang yang paling

suka, sebab tidak menutupi cd saya, dan bagian atasnya ketat

 

sehingga menekan dada saya.

 

kakA meminta saya untuk memakai baju renang tersebut sampai

orang tua kami pulang, walaupun saya suka untuk bisa

 
memperlihatkan cd saya, tapi saya merasa malu saat itu, paha saya

memperlihatkan cd saya, tapi saya merasa malu saat itu, paha saya

terlihat jelas, puting saya hanya 2 jari dari

memperlihatkan cd saya, tapi saya merasa malu saat itu, paha saya terlihat jelas, puting saya hanya
pinggir baju renang, dan kalau saya tidak memakai cd, paha saya

pinggir baju renang, dan kalau saya tidak memakai cd, paha saya

bisa terlihat sampai pinggul, saya diminta untuk

pinggir baju renang, dan kalau saya tidak memakai cd, paha saya bisa terlihat sampai pinggul, saya
berdiri tegak di samping tv, saya seperti dipajang saja dengan

berdiri tegak di samping tv, saya seperti dipajang saja dengan

memakai baju seperti itu, sampai akhirnya terdengar

berdiri tegak di samping tv, saya seperti dipajang saja dengan memakai baju seperti itu, sampai akhirnya

suara mobil dan saya segera ke kamar untuk ganti baju.

 

malamnya, kakA meminta baju renang saya yang kecil itu entah

untuk apa.

 
besoknya saya diminta memakai short, tapi juga saya diminta duduk

besoknya saya diminta memakai short, tapi juga saya diminta duduk

di kursi lt2 sepulang sekolah, sambil menunggu

besoknya saya diminta memakai short, tapi juga saya diminta duduk di kursi lt2 sepulang sekolah, sambil
saya membaca sambil tiduran, sewaktu kakA pulang, saya masih

saya membaca sambil tiduran, sewaktu kakA pulang, saya masih

tiduran, tapi kakA minta supaya tetap tiduran saja

saya membaca sambil tiduran, sewaktu kakA pulang, saya masih tiduran, tapi kakA minta supaya tetap tiduran
sementara kakA masuk ke kamar, saya jadi tegang menunggu kakA,

sementara kakA masuk ke kamar, saya jadi tegang menunggu kakA,

sambil masih tiduran saya mendengar kakA keluar

sementara kakA masuk ke kamar, saya jadi tegang menunggu kakA, sambil masih tiduran saya mendengar kakA

kamar, kakA berbisik supaya saya tetap membaca buku dan jangan

bangun,

 

saya merasa kalau rok saya disingkap sedikit demi sedikit sampai

 

saya merasa kalau short saya sudah tidak ditutupi

 
rok lagi, kaki saya masih lurus di kursi, pelan-pelan kakA

rok lagi, kaki saya masih lurus di kursi, pelan-pelan kakA

menurunkan short saya, short saya, cd saya di bagian

rok lagi, kaki saya masih lurus di kursi, pelan-pelan kakA menurunkan short saya, short saya, cd
belakang sedikit turun terbawa oleh short. saya sudah sangat

belakang sedikit turun terbawa oleh short. saya sudah sangat

tegang bercampur takut dan terangsang, kaki saya hanya

belakang sedikit turun terbawa oleh short. saya sudah sangat tegang bercampur takut dan terangsang, kaki saya
bisa kaku saja, mungkin proses melepas short hanya sebentar tapi

bisa kaku saja, mungkin proses melepas short hanya sebentar tapi

rasanya sangat lama, kakA kembali ke kamarnya

bisa kaku saja, mungkin proses melepas short hanya sebentar tapi rasanya sangat lama, kakA kembali ke
meninggalkan saya di kursi dengan short ada di lutut, tapi sebelum

meninggalkan saya di kursi dengan short ada di lutut, tapi sebelum

pergi kakA menutup kembali rok saya. saya masih

meninggalkan saya di kursi dengan short ada di lutut, tapi sebelum pergi kakA menutup kembali rok
tiduran di kursi, berharap kakA akan kembali menyingkap rok saya

tiduran di kursi, berharap kakA akan kembali menyingkap rok saya

atau malah melepas short saya sekalian, tapi

tiduran di kursi, berharap kakA akan kembali menyingkap rok saya atau malah melepas short saya sekalian,
ternyata kakA malah keluar rumah sampai malam setelah saya

ternyata kakA malah keluar rumah sampai malam setelah saya

masuk kamar dan berganti pakaian.

ternyata kakA malah keluar rumah sampai malam setelah saya masuk kamar dan berganti pakaian.
beberapa hari kedepan kakA mulai sibuk dengan kegiatannyaa, saya

beberapa hari kedepan kakA mulai sibuk dengan kegiatannyaa, saya

merasa tidak dipedulikan, padahal saya sangat ingin

beberapa hari kedepan kakA mulai sibuk dengan kegiatannyaa, saya merasa tidak dipedulikan, padahal saya sangat ingin

kembali merasa perasaan sewaktu kakA melihat cd saya, sampai akhirnya saya tidak tahan dan dari sekolah sudah merencanakan

 

untuk masturbasi, padahal biasanya saya tidak pernah berencana,

 

hanya spontanitas saja, saya sepulang sekolah langsung masuk

 

kamar dan mulai masturbasi tanpa sempat melepas pakaian, tanpa

 

saya sadari, ternyata saya ketahuan oleh mama, langsung saja saya

dimarahi dan mulai saat itu mama melarang saya untuk beraktifitas

 

sendirian di lt2.

 

karena dilarang, saya secara sembunyi-sembunyi akhirnya

 

masturbasi di kamar mandi atau malam-malam, tapi suatu malam,

 

kakA memergoki saya yang sedang masturbasi, rasanya malu

 
sekali, saat itu saya hanya memakai cd dan kaos saja, celana pendek saya sudah terlepas,
sekali, saat itu saya hanya memakai cd dan kaos saja, celana
pendek saya sudah terlepas, kakA langsung pergi saja
meninggalkan saya.
besoknya kakA bilang kalau tidak mau dilaporkan ke mama, saya
harus benar2 menuruti permintaan kakA, saya dilarang untuk
masturbasi tanpa seijin kakA, jadi setiap saya mau masturbasi harus
seijin kakA, saya kaget juga, bagaimana saya bilangnya ke kakA.
sore itu batas waktu sebulan saya harus mengikuti permintaan kakA
berakhir, jadi saya tidak harus menuruti permintaanya lagi, tapi
saya tidak bisa masturbasi apabila tidak minta ijin kakA, walaupun
bisa juga saya diam2 tapi saya takut ketahuan dan setelah saya
mencoba sembunyi-sembunyi tanpa minta ijin kakA, anehnya saya
tidak bisa menikmatinya, jadi suatu malam, saya yang sudah tidak
tahan, memberanikan diri meminta ijin pada kakA di kamarnya, saat
itu dia sedang main komputernya dan saya mengetuk pintu kamar
dan berdiri di pintu, saya bilang
"kakA, boleh itu gak?"
"itu apa?"
"ya itu." saya malu sendiri memintanya
"itu apa?" kakA sengaja menahan2
"maenin itu nisa"
"itunya apa?" kakA benar2 membuat saya malu
akhirnya saya beranikan diri
"nisa mau masturbasi, boleh gak?" mengucapkan permintaan itu
saja membuat saya gemetar karena malu dan terangsang.
kakA pura-pura berpikir
"boleh, tapi 1 kali aja ya, sama berani kasih celana kamu
sekarang?"
saya kaget juga, kalau sebelumnya saya hanya diam dan kakA yang
melihat, kali ini harus saya yang aktif, tapi karena sudah tidak
tahan, saya turunkan celana pendek saya di depan kakA dan
menyerahkan ke kakA.
tangan saya selalu menutupi bagian memek saya, tapi tidak berani
terlalu rapat, takut ketahuan kalau saya sudah basah.
kakA akhirnya bilang
"y udah sana, nanti kalo sudah selesai ambil celananya lagi ya".
sayapun kembali ke kamar saya dan akhirnya bisa menikmati
masturbasi lagi

bersambung

12-15-2013, 02:39 AM

 

setelah berani meminta ijin masturbasi, aku malah jadi semakin

 

ingin untuk meminta lagi, aku mengharapkan kakA menyuruhku

melakukan sesuatu, aku sih berharapnya kakA minta aku eksib, tapi

 

setelah 2 kali lagi aku meminta, kakA malah tidak mengijinkan aku, kakA bilang bolehnya 3 hari lagi, aku yang sudah berharap diijinkan

 

jadi kecewa, tapi aku tetap tidak berani untuk masturbasi tanpa ijin.

selama menunggu 3 hari aku jadi uring-uringan, semakin dilarang

 

aku malah semakin kepengen.

 

hari ke3 aku sudah senang saja, tapi pagi-pagi sebelum aku mandi,

 

kakA memanggilku, dia menyerahkan baju renangku yang sudah

 

kekecilan, kakA bilang, kalau mau masturbasi, aku ke sekolah harus

 

memakai baju renang saja dibalik seragam, tanpa dalaman. hari itu

 

kebetulan sdku mewajibkan siswinya memakai baju panjang, jadi

   

aku pikir tidak akan apa-apa.

 

di kamar mandi aku mencoba memakai baju renangku, awalnya sih

baik baik saja, akupun memakai seragam, tapi tanpa celana dalam ternyata bagian belakangnya jadi sering masuk ke belahan pantat.

   

benar-benar tidak nyaman saat berjalan, rasanya seperti tidak

 

memakai celana sama sekali, berkali-kali aku coba membenarkan

 

baju renangku dengan diam-diam.

 

di sekolah aku lebih banyak duduk saja, ternyata lama-lama panas

   

dan gerah juga memakai baju renang, aku sudah tidak lagi

 

membenarkan bagian pantat, sudah tidak bisa lagi dibenarkan

 

dengan badan yang berkeringat. aku sangat repot sewaktu aku ke

 

toilet, untuk sekedar buang air kecil saja, aku harus telanjang di wc

sekolah.

 

tapi ada sensasi sendiri dengan telanjang di sekolah, aku

 

membayangkan bagaimana jadinya kalau aku yang hanya memakai

kaos kaki dan sepatu saja berdiri di depan kakA, aku yang awalnya

 

tidak nyaman, malah merasa suka memakai baju renang sebagai

 

pengganti daleman.

 

hari itu aku tidak bisa langsung pulang ke rumah, sebab harus ikut

 

tambahan belajar di sekolah menjelang ujian. aku yang sudah

 

terangsang dan ingin cepat-cepat masturbasi tidak sabar ingin cepat

pulang, ditambah sewaktu akhir pelajaran tambahan aku menggeliat

karena pegal, akibatnya baju renangku tertarik dengan ketat, sakit

 

rasanya sewaktu memekku terjepit baju renang.

 

aku kemudian pulang dengan menumpang ojek supaya cepat, dan

 

memang mama memberiku ongkos lebih apabila aku ada pelajaran

tambahan, duduk di jok motor aku merasa pantatku langsung

 
menyentuh jok hanya dibatasi rok panjang, aku kepanasan sampai

menyentuh jok hanya dibatasi rok panjang, aku kepanasan sampai

pantatku basah keringat.

menyentuh jok hanya dibatasi rok panjang, aku kepanasan sampai pantatku basah keringat.
di rumah sudah ada kakA, dia sudah menunggu aku sambil senyum- senyum di teras rumah,
di rumah sudah ada kakA, dia sudah menunggu aku sambil senyum-
senyum di teras rumah, sebelum aku masuk, kakA bilang supaya
aku tetap harus minta ijin dulu.
kakA sengaja tidak naik ke lt2, jadi aku susah untuk minta ijin, aku
hanya bisa keluar masuk kamarku saja,
akhirnya kakA kembali ke kamarnya, aku langsung masuk ke
kamarnya dan meminta ijin
kakA hanya tertawa dan hanya mengijinkan aku untuk masturbasi
malam harinya, aku yang sudah tidak tahan memohon supaya bisa
lebih cepat, tapi kakA tidak mengijinkan kecuali kalau aku berani
saat itu juga masturbasi di kamar kakA,

bersambung

12-16-2013, 03:29 PM

 

aku kaget dengan permintaan kakA, tentu saja aku pasti malu untuk

melakukan hal pribadi di depan orang lain, di sisi lain aku saat itu

 

sudah benar-benar kepengen. aku ragu-ragu untuk menjawabnya,

 

aku saat itu masih malu dan takut, tapi sepertinya menarik juga.

 

kakA yang akhirnya memutuskan dengan bicara

 

"ya sudah kalo mau sekarang aja, tapi besok pagi lusa ada request

 

khusus, sama sekarang lepas roknya donk"

 

aku yang senang karena akhirnya mendapat ijin, langsung melepas

rok panjangku, seragamku masih menutupi setengah pahaku, jadi

 

baju renangku tidak terlihat, aku kemudian masuk ke kamar mandi

untuk masturbasi, aku melepas seragamku dan mulai masturbasi

 

tanpa melepas baju renang.

 

aku merangsang memek dan putingku dengan memasukkan jari ke

balik baju renang, karena ketat rasanya lebih enak dibanding kalau

aku masturbasi dengan telanjang bulat.

 

selesai masturbasi baju renangku sudah basah karena aku tiduran di

lantai kamar mandi.

 

sekalian saja aku mandi sore saat itu, aku waktu itu sengaja

 

membuka kunci pintu kamarmandi jadi kalau kakA iseng-iseng

 

membuka pintu, bisa melihat aku yang sedang mandi, pikiran

 

seperti itu dan air dari shower membuatku kembali terangsang, tapi

aku tidak masturbasi karena belum meminta ijin kakA.

 

selesai mandi aku yang memang tidak berencana mandi menyadari

kalau tidak ada handuk,sebenarnya tidak masalah sebab pintu

 

kamar mandi berseberangan dengan pintu kamarku, jadi cukup

 

berlari saja aku bisa langsung masuk ke kamarku.

 

tapi aku mencoba hal lain, aku mengeringkan badan sebisaku

 

dengan memakai baju renang, dan aku memakai kembali

 

seragamku, rasanya geli sewaktu putingku bersentuhan dengan

 

seragam, panjangnya seragamku membuat memekku tertutup,

cukup aman.

 

aku membuka pintu kamar mandi dan pelan-pelan berjalan keluar,

aku berjalan ke arah kamar kakA, ternyata kosong aku kembali ke

kamar mandi untuk mengambil baju renangku supaya bisa dicuci, di

ruang mesin cuci merangkap tempat jemuran ,tempat setrika dan

 

lemari baju-baju lama, aku mengangkat bajuku sampai ke

 

pinggang,rasanya enak terkena matahari sore, aku kemudian

 

mengunci pintu dengan supaya tidak bisa dibuka dari dalam, baru

 

kemudian aku melepas bajuku dan mencari pakaian yang belum di

setrika, aku melakukan itu sambil telanjang bulat, tidak ada yang

 

bisa melihat kecuali orang itu ada di atap rumah tetanggaku, aku

menyetrika kaos, celana pendek, bh dan cdku, selesai itu aku tidak

langsung berpakaian, aku senang bisa telanjang di tempat terbuka

dengan aman. aku iseng-iseng membuka lemari baju-baju lama, ternyata masih ada beberapa pakaian dalamku yang sudah tidak

 

terpakai, beberapa sudah sangat kecil jadi tidak bisa kupakai, tapi

ada yang masih muat walaupun kekecilan, aku jadi bersemangat

 

mencari pakaian yang masih bisa aku pakai, sambil mencari aku

mencoba memakai salah satu cd berwarna kuning totol hitam,

 

masih muat dan masuk di kakiku, tapi tidak bisa aku naikkan

 

sampai pinggang, hanya sedikit diatas pantat,aku coba untuk

jongkok dan berdiri untuk mengetes apakah akan melorot, ternyata

tidak, malah yang melorot hanya di bagian depan, jadi cdku itu

 

tergulung dan hanya sedikit menutupi memekku, aku coba

 

memasukkan jari dan aku bisa meraba memekku dengan mudah.

 

aku memutuskan untuk memakainya saja, karena takut kelamaan,

aku cepat-cepat memakai pakaian dan membawa beberapa pakaian

dalamku yang baru aku temukan untuk disimpan di kamarku.

 

hari itu aku merasa senang, sudah diijinkan masturbasi,

 

menemukan harta terpendam, dan merasa memiliki tempat rahasia.

besok lusanya di hari minggu, aku penasaran apa permintaan

 

khusus kakA, sebab malamnya aku diminta untuk siap-siap bangun

 

pagi.

 

ternyata kakA mengajakku untuk lari pagi ke pasar kaget di kotaku,

tapi sebelum pergi aku diminta untuk mandi dulu. aku masih belum mengerti apa sebenarnya tujuan
tapi sebelum pergi aku diminta untuk mandi dulu.
aku masih belum mengerti apa sebenarnya tujuan kakA, tapi aku
ikut saja, ternyata saat aku mandi pintu diketuk kakA, begitu
kubuka kakA menyerahkan baju yang diambil dari lemariku,
rupanya kakA menyuruhku mandi supaya bisa membuka lemariku,
baju yang diserahkan kakA hanya kaos dalam atau tanktop, celana
training, short tanpa cd dan BH, rupanya itu permintaan khusus
kakA, dia mau membuatku keluar rumah tanpa pakaian dalam.
selesai mandi aku memakai baju yang kuterima, yang jadi masalah
hanya putingku yang menerawang dan tercetak dari balik tanktop.
aku tidak mungkin keluar rumah seperti ini, tapi aku beranikan
keluar kamar mandi dulu.
kakA memandang putingku, toketku saat itu sudah lumayan
menonjol, tapi aku tidak berani menutupi dengan tangan.
ternyata kakA sudah menyiapkan jaket training untuk aku pakai
dengan pesan tidak usah di retsleting seluruhnya.
kami kemudian lari pagi ke tempat tujuan, sudah lumayan ramai pengunjungnya, ada yang benar-benar lari
kami kemudian lari pagi ke tempat tujuan, sudah lumayan ramai
pengunjungnya, ada yang benar-benar lari pagi, banyak juga yang
cuma sekedar jalan-jalan
kakA terkadang meminta aku melonggarkan jaketku, mungkin
supaya dia bisa melihat putingku dari samping, kami jalan-jalan saja
sambil melihat-lihat, tapi tiba-tiba kakA memintaku untuk berlari 1
keliling tanpa memakai jaket, saat itu sudah lumayan terang dan
sudah semakin ramai aku tidak berani untuk melakukannya
aku bilang
"banyak orang kak, aku gak berani"
"ya udah tapi kalau orangnya dikit harus berani" jawab kakA sambil
tersenyum
aku terjebak dengan jawabanku sendiri
aku hanya bisa diam saja.
pulang dari sana, kami tidak langsung pulang, tapi mampir dulu ke
rumah temannya kakA, masih di komplek rumah kami, aku takut
kalau kakA memintaku untuk melepas jaket di depan temannya.
ternyata teman kakA sebut saja kakB sedang sendirian di rumah,
aku hanya duduk diam saja dengan tegang sementara mereka
berdua asik ngobrol.
hal yang aku takuti terjadi sewaktu kakA dengan santai bilang
"kalo panas lepas aja jaketnya"
aku yang sudah terjebak tidak berani menolak, jadi aku melepas
jaketku, putingku langsung mengeras dan tercetak dengan jelas,
tapi aku tidak berusaha menutupinya, kakA bersikap biasa saja
sementara kakB awalnya mencuri-curi liat ke arah putingku, tapi
selanjutnya biasa saja, aku hanya diam dan menunduk.
tapi kakB dan kakA bisa mengajakku untuk ikut mengobrol dan lama-lama aku ikut asik mengobrol,
tapi kakB dan kakA bisa mengajakku untuk ikut mengobrol dan
lama-lama aku ikut asik mengobrol,
kami mengobrol di ruang tv sambil bersila, setelah itu kakB
mengajak kakA ke kamarnya untuk main komputer, aku ditinggal
menonton tv sendirian.
tidak lama kakA kembali ke tempatku dan bilang
"mau pulang?"
aku jawab "mau"
"mau bareng ato duluan? kalo duluan, jangan pake jaket kalo
bareng cuma pake jaket aja." kata kakA dengan santai.
kakA kemudian mengambil jaket dan dibawa ke dalam kamar kakB
"kalau mau pulang bareng masuk aja ambil jaket" kata kakA sambil
jalan
aku memutuskan untuk pulang bareng saja, walau berarti toketku
hanya akan ditutupi oleh jaket saja, tapi paling tidak aku bersama
kakA daripada pulang sendirian.
aku akhirnya ke kamar kakB, mereka berdua lagi asik mencoba
game baru, kakA menyerahkan jaketku sambil berkata, "nanti
barter ya, kamar mandi tau kan?"
kakB hanya senyum-senyum saja kemungkinan kakA sudah cerita
tentang aku ke kakB,
aku kemudian melepas tanktopku di kamar mandi dan sudah
langsung toplesspikiran gila muncul lagi di kepalaku saat itu, jadi
aku membuka pintu kamar mandi sebelum memakai jaket, kakA
dan kakB sedang asik main dari suaranya, aku memasukkan tanktop
ke kantong celanaku dan menenteng jaket sewaktu keluar kamar
mandi, langkah pertama keluar pasti hal yang paling menegangkan.
aku merasa tegang, baik perasaan maupun toketku, putingku sudah
sangat tegang dan keras, bayangkan saja aku topless di rumah
orang lain, aku berjalan ke ruang tamu, menghabiskan minuman di
gelasku sambil tetap memasang suara, takut-takut kakA atau kakB
datang, hanya sebentar saja aku membiarkan toketku terbuka, aku
kemudian memakai jaketku dan memasang retsletingnya, baru
berjalan ke kamar kakB.
melihat aku datang, kakB memperhatikan bagian dadaku, tapi
karena jaketnya longgar, jadi bentuk toketku tidak tercetak. kakA
menjulurkan tangannya meminta tanktopku, aku menyerahkannya
dengan malu, kakA kemudian meletakkan tanktopku dengan
sembarang di kasur kakB,
dia bilang
"pulang dulu ya, ini titip dulu aja, nanti siang diambil lagi"
aku merasa kalau siang nanti aku akan kembali dipermalukan kakA.
kamipun pulang ke rumah, matahari sudah panas, jadi aku
berkeringat di balik jaketku, keringatku membasahi toket sampai ke
perut. kemudian di tengah jalan kakA bilang "nanti siang kita ke kakB lg ya?" aku
perut.
kemudian di tengah jalan kakA bilang
"nanti siang kita ke kakB lg ya?"
aku yang sudah menduganya menjawab
"boleh, tapi kalau aku minta ijin maen, harus dibolehin"
kakA jawab "maen apa? yang jelas donk kalo minta." sambil ketawa
aku masih tidak biasa untuk bilang memek di depan kakA
"bilang dulu mau main apa" paksa kakA
"maenin memek nisa" jawabku dengan malu
"gitu donk, boleh kq, sebulan ya? tapi bilang dulu ya" jawab kakA
"iya kak, makasi ya" jawabku, aku senang sebab bisa pasti
masturbasi cukup dengan bilang ke kakA.
di
rumah aku hendak langsung ganti baju ke kamarku, tapi kakA
malah menyuruhku untuk sarapan dulu di lantai1
mama dan ayah menanyakan bagaimana acara lari paginya, aku
jadi terpaksa duduk berpanas-panas tanpa bisa melepas jaket.
kira-kira 20 menit baru aku bisa naik ke lt2, aku sudah panas ingin
cepat-cepat mandi dan masturbasi lagi. aku niatnya ingin
masturbasi di kamar mandi, tapi kakA masih ada di bawah, jadi aku
mandi dulu biar segar dan bilang ke kakA nanti setelah dia naik ke
lt2.
setelah aku mandi dan berpakaian lengkap, kakA baru masuk ke
kamarnya, aku kemudian menyusul masuk dan dengan gamblang
berkata
"kakA, nisa maenin memek dulu ya?" sambil berkata demikian
tanganku sudah masuk ke dalam CDku, aku sengaja melakukannya
untuk menunjukkan kalau aku bisa masturbasi tanpa harus
menunggu ijin kakA.

bersambung

12-17-2013, 05:17 PM

 

kakA hanya bilang "berani ya sekarang? kamu suka ya diliat orang?"

aku hanya bisa jawab "cuma iseng koq

"

sambil kembali ke

 

kamarku

 

di

dalam aku masturbasi tapi tidak lama, untung saja aku berhenti

 

tepat waktu, tidak lama setelah aku berhenti, mama datang ke

 

kamarku untuk meminta tolong untuk membereskan rumah.

 

semuanya normal saja, ayah pergi main tenis, kakA keluar rumah

 

entah kemana, aku di rumah saja nontn tv sambil bantu mama.

 
siangnya kakA pulang ke rumah bersama kakB, mereka langsung ke kamar atas sambil membawa tas,
siangnya kakA pulang ke rumah bersama kakB, mereka langsung ke
kamar atas sambil membawa tas, hanya sebentar saja mereka
dirumah untuk kemudian kembali pergi lagi.
tapi sebelum pergi, kakA meminta aku untuk datang ke rumah kakB
kalau aku mau, katanya ada kejutan untuk aku.
aku tidak berencana untuk pergi, tapi akhirnya aku pergi juga
karena penasaran, aku bilang saja ke mama kalau aku mau
kerumah temanku.
di rumah kakB aku langsung masuk sebab pintunya sudah terbuka,
kakA dan kakB sedang di ruang tengah, menyusun meja dan
bermacam kursi. mulai dari kursi sofa, kursi makan, kursi lipat, kursi
komputer dan kursi kayu untuk anak tk entah untuk apa.
kakA yang melihatku datang langsung menyambutku, aku langsung
dibawa ke meja tengah, disana ada buku pelajaranku, dan
seragamku.
kakA bilang kalau dia dan kakB akan melakukan tes untuk persiapan
aku ujian minggu depan. dan berapapun hasilnya, aku akan tetap
dapat hadiah.
aku diminta memakai seragamku dulu di kamar kakB.
aku sudah yakin pasti aku akan dipermalukan lagi, tapi aku malah
jadi terangsang.
di kamar kakB aku berganti pakaian dengan seragamku,aku
untungnya memakai kaos dalam jadi bhku tidak terlihat dari balik
seragam, celana pendekku aku lepas jadi hanya rok merah dan cd
saja.
aku kembali ke ruang tengah, kakA dan kakB sudah menunggu,
kakA menjelaskan kalau aku bebas memilih untuk duduk dimana
saja, diatas kursi sudah ada soal yang harus dijawab lisan, setiap
jawaban salah akan ada hukumannya tergantung dari daftar
hukuman di dalam kocokan seperti arisan.
tapi aku tidak tau apa saja hukumannya,
aku memilih duduk di kursi sofa, sebab yang paling nyaman
sepertinya,
aku berikan pertanyaannya ke kakA dan aku mulai menjawab,3
pertanyaan pertama aku menjawab benar, tapi pertanyaan ke4 aku
salah jawab, aku mengocok hukumanku,
hukuman pertamaku adalah diwajibkan duduk mengangkang sampai
1 sessi soal selesai,
dengan tenang aku melebarkan kaki, tapi tidak ada yang bisa
dilihat, sebab aku memakai celana pendek.
selanjutnya aku tidak ingat lagi berapa pertanyaan yang benar,
yang pasti aku sudah pindah ke kursi makan, hukuman keduaku
adalah melepaskan 1 pakaian yang aku pakai dan ditentukan oleh
kakA, tentu saja kakA meminta aku melepas celana pendekku, aku

melepas celanaku di tempat itu juga sambil diperhatikan kakA dan

 

kakB, aku masih menjawab benar, sampai salah ke3 aku mendapat

hukuman kembali duduk mengangkang, kakB yang senang sebab

 

bisa melihat cdku, aku sudah tidak konsentrasi lagi, jadi di salah ke4

aku mendapat hukuman membiarkan kamera merekam aku dari

 

bawah, kakB menyambungkan kamera ke TV jadi aku bisa melihat

 

apa yang direkam oleh kamera, ternyata rasanya aneh melihat

 

sendiri, tapi aku teruskan saja, sampai akhirnya aku pindah ke kursi

tk, posisinya dibawah, jadi kameranya merekam kakiku, dan walau

aku rapatkan kaki tapi cd dan pahaku tetap terlihat, aku 2 kali salah

menjawab, hukuman pertama aku diminta melepas pakaian selain

 

kemeja dan rok, aku kemudian melepas kaos dalamku di wc, BHku

tentu saja menerawang di balik kemeja, hukuman ke2 aku

 

diharuskan mengangkat rok ke atas sampai sesi selesai, dari tv aku

bisa melihat jelas cd dan wajahku yang direkam dari bawah

 

12-18-2013, 01:38 PM

 

maaf kalau cerita terakhir kurang runut cerita dan bahasanya, masih

mengingat-ingat apa aja yang terjadi waktu itu,

 

ada yang kurang pas dari ceritanya, tapi males dibenerin

jadi

 

lanjut saja.

 

selebihnya saya sudah tidak salah lagi menjawab, tapi ada 1 salah

 

terakhir, jadi saya harus mengocok hukuman,

 

hukumannya saya harus melepas rok saya, itu ternyata merupakan

hukuman yang paling berat.

 

jadi saya melepas rok saya di depan kakA dan kakB, kalau

 

sebelumnya saya pernah buka celana di depan kakA, kali itu saya

 

juga menunjukkan cd dan paha saya di depan orang lain,

 

saya suka kalau di depan kakA tapi di depan kakB saya merasa

 

malu, apalagi ada komentar dari kakB yang bilang kalau cd saya

 

keliatannya agak basah.

 

walau begitu saya merasa suka juga, apalagi di tempat baru dan

 

bisa dibilang saya bebas tidak takut ada orang tua.

 

selesai itu, saya kembali memakai rok saya kakA bilang kalau dia

mau lanjut main komputer dan saya bebas saja di rumah kakB.

 

saya tanya apa ada buku atau bacaan yang menarik, ternyata kakB

punya koleksi komik, jadi saya pinjam saja untuk dibaca di ruang

tengah, saya baca sambil tiduran di lantai, awalnya saya tiduran

 

terlentang sambil menutupi pinggang ke bawah dengan bantal besar, tapi karena pegal, saya jadi tengkurap sambil menutupi

 

paaha dengan bantal, ditengah-tengah baca, kakB datang dan

menawarkan komik yang lain, aku terima saja, tapi sambil kembali

 

ke kamarnya, kakB mengambil bantal dari atas pahaku, aku tidak

 

protes hanya meneruskan membaca komik.

 

selanjutnya gantian kakA dan kakB yang lewat untuk mengambil

 

minum, tapi sambil jalan, entah siapa, ada yang mengangkat rokku

ke punggung, jadi aku merasa pantatku terlihat, aku hanya

 

tersentak sebentar dan melanjutkan membaca.

 
selesai baca komik, aku mencari sambungannya, jadi aku ke kamar kakB, aku lihat kakA dan
selesai baca komik, aku mencari sambungannya, jadi aku ke kamar
kakB, aku lihat kakA dan kakB lagi asik menonton film bokep,
mereka mengajak aku ikut nonton, tapi aku tidak mau jadi aku
meminta buku komik saja, kakA yang meminta supaya aku bacanya
di
kasur kakB saja, aku hanya menurut saja, ak tiduran tengkurap
lagi, sementara kakA dan kakB asik menonton film, tidak lama aku
membaca, kembali kakA memegang rokku, dia bertanya
"nis, dibuka ya roknya?" sambil tangannya sudah memegang
retsletingku, aku tidak menjawab apa2 hanya diam saja sewaktu
rokku dilepasnya.
aku sudah tidak konsen lagi waktu itu dengan komik yang kubaca.
hanya membalik halaman tanpa dibaca lagi,
selesai membaca komik, aku kemudian bangun untuk buang air
kecil, setelah dari toilet aku kembali ke kamar kakB, aku sudah
terbiasa hanya memakai cd di depan kakB selama ada kakA, aku
berencana mau pulang jadi aku mengambil baju koas dalam dan
celana pendekku yang aku pakai sewaktu datang, aku berniat
memakainya di kamar mandi, tapi ditahan kakA dan kakB, mereka
minta supaya aku ganti baju di kamar saja.
aku yang sudah terbiasa hanya mengiyakan saja, jadi aku ganti baju
di
hadapan mereka, kakA mengomentari toketku yang mulai terlihat
belahannya.
aku hanya senyum saja, senang rasanya ada yang memuji.
sebelum aku pulang, aku diberikan hadiahku yang ternyata kaos
dalamku sendiri tadi pagi, aku bilang supaya dibawa saja sama kakA
sekalian dengan seragamku.
akupun pulang dengan senang dan sudah berencana untuk kembali
masturbasi pas mandi sore, cdku sudah basah dan lembab.
bersambung

12-23-2013, 04:05 PM

 

setelah kejadian di rumah kakB, tidak ada lagi yang baru setelah itu,

hanya masturbasi biasa saja, beberapa kali melepas rok di depan

 

kakA, selain itu aku harus fokus untuk UN, setelah UN baru ada

 

beberapa kejadian yang berbeda.

 

keesokan hari setelah UN, aku memakai baju renang untuk

 

menggantikan pakaian dalamku, aku kemudian jalan-jalan bersama

temanku, rasanya seru berada di sekitar teman wanitaku tanpa

 

memakai pakaian dalam, kali itu aku tidak peduli sewaktu baju

 

renangnya masuk ke belahan pantat, aku memakai celana jeans jadi

pantatku tidak tercetak, kami ber4 jalan-jalan ke mall, fotobox,

 

makan-makan dan nonton.

 

yang susah sewaktu aku ke toilet, tentu saja aku harus melepas

 

semua pakaianku.

 

pertama ke toilet aku tidak ada masalah, tetapi sebelum masuk

 

bioskop, aku karena terburu-buru menyebabkan lengan kiri baju

 

renangku tergelincir dari bahu, aku kemudian kembali ke kamar

kecil untuk membenarkan bajuku, tapi karena aku sudah ditunggu,

yang aku lakukan hanya mengeluarkan lenganku dari baju renang,

jadi puting toket kiriku langsung bersentuhan dengan kaosku, kami

langsung masuk ke studio, udara dingin membuat putingku

 

mengeras, karena gelap dan bajuku longgar jadi tidak terlihat dari

balik baju, tapi diam-diam aku meraba putingku, rasanya geli-geli

enak, karena tidak tahan aku kembali ke toilet bioskop, aku melepas

lengan kananku dari baju renang, untung kaosku longgar, jadi bisa

menutupi baju renangku.

 

rasanya seperti telanjang dada, kalau sewaktu diajak kakA lari pagi

aku memakai tank top, kali ini toketku rasanya seperti terbuka.

 

aku kembali ke studio, pura-pura kedinginan aku memeluk tasku,

 

padahal satu tanganku ada di balik kaosku dan memainkan

 

putingku,itu terus yang aku lakukan sampai film selesai.

 

selesai nonton, kami pulang ke rumah temanku, aku langsung ke

 

kamar mandi untuk membenarkan baju renangku.

 

kami seperti biasa apabila wanita berkumpul, bergosip, curhat dan

hal seperti itu.

 

lagi asik mengobrol, temanku diminta ibunya untuk ke warung

 

sebentar, 2 temanku ikut sebab ada yang ingin dicari, jadilah aku

 

ditinggal sendirian, begitu temanku keluar rumah, aku langsung

memainkan puting dan memekku yang sudah basah.

 

aku mengatur supaya putingku keluar dari baju renang tanpa perlu

menurunkan lengannya, putingku rasanya seperti terjepit, geli tapi

enak.

 

aku kemudian mengangkat kaosku dan menurunkan celana jeansku,

aku kemudian memainkan puting dan memekku di depan cermin

 
sambil duduk di tempat tidur temanku. lagi asik memainkannya, aku merasa ada yang lewat di
sambil duduk di tempat tidur temanku.
lagi asik memainkannya, aku merasa ada yang lewat di pintu kamar,
langsung saja aku merapikan bajuku, ternyata yang lewat itu
adiknya temanku, masih kelas 3SD. dia pasti sudah melihat aku
tadi. aku berharap dia tidak cerita ke orang.
tapi mengetahui ada yang melihat membuatku tidak sabar pulang,
aku sebenarnya ingin kakA yang melihat, tapi aku menunggu kakA
yang memintaku untuk memperlihatkan baju renangku seperti
waktu itu. setelah temanku datang, tidak lama aku pamit pulang ke
rumah,
aku tidak membenarkan putingku, kubiarkan tetap keluar. dijalan
terik matahari memubuatku berkeringat, apalagi dengan baju
renang, badanku sudah basah oleh keringat.
di rumah kakA sedang ada di lantai 1, aku lewat di dapannya sambil
menggeliatkan tangan, sehingga kaosku tertarik dan putingku
samar2 tercetak.
aku kemudian naik ke lt2, sekalian membawa baju kotor supaya
mama tidak ada alasan untuk naik,tidak lama setelah aku ada di
ruang cuci, kakA datang.
saat itu aku sudah melepaskan retlseting celanaku, tapi masih
belum dilepas, kakA bertanya
"koq dilepasnya tanggung? takut ya?"
aku jawab saja, "nggak koq. mau mandi soalnya, biar sekalian
dicuci."
"terus buka aja biar bisa langsung dicuci." kata kakA
aku jawab "gk ah malu ada kakA."
"sejak kapan bisa malu, udah buka aja" jawab kakA
"kalau gak mau buka, tar dibilangin mama loh" sambungnya
aku kemudian melepas celana jeansku, pahaku terlihat sampai
pinggul, sebelumnya kakA melihatku memakai baju renang ini tapi
aku masih memakai cd, kali ini dia bise melihat paha dan pinggulku
langsung, bagian memekku basah tapi tidak sampai menembus baju
renang.
kakA memandangku dari atas ke bawah,
kakA kemudian berkata,
"kaosnya juga dibuka aja"
ini yang aku tunggu, tapi karena masih malu, aku membalikkan
badan dulu baru melepas kaosku, tentu saja pantatku bisa terlihat
jelas dr belakang, walau kejutan paling besar adalah putingku yang
terlihat, aku memberanikan diri memutar badan, membiarkan kakA
melihat putingku yang mengeras, aku memasukkan baju kotor ke
mesin cuci 1 per satu, supaya kakA bisa lama memandangku. aku
kemudian ke kamar dan melepas baju renangku, aku kemudian
memakai baju handuk dan membawa baju renangku ke mesin cuci,

kakA masih menungguku di sana, aku tidak merapatkan baju

 

handukku, jadi toketku bisa terlihat jelas dari samping, aku buru-

 

buru ke kamar mandi dan menggunakan shower untuk masturbasi,

aku tiduran di lantai dan mengarahkan air shower ke memekku.

 

12-24-2013, 05:00 PM

 

selesai mandi dan masturbasi, aku kembali ke kamar, lega dan

 

lemas rasanya.

 

aku melepaskan baju handukku setelah aku mengunci pintu, aku

mencari koleksi cd lamaku yang baru aku temukan sebelumnya, aku

pakai salah satu yang agak kecil, aku jadi ketagihan memakai

 

pakaian dalam ketat setelah merasakan enaknya memek tertekan

karet, cd yang aku pakai benar-benar kekecilan, hanya sampai

 

setengah pantat, tidak bisa lebih atas lagi, ada kemungkinan

 

melorot, tapi karena aku tidak akan kemana2 jadi aku pakai saja.

untuk toket, aku memakai minisetku, sesak sih, tapi rasanya sexy

melihat ada belahan yang terbentuk sewaktu aku berkaca di cermin.

pinginnya sih aku bisa keluar kamar seperti ini, tapi tidak terbayang

bagaimana mama marahnya. aku memakai kaos dan celana yang

longgar, supaya tidak kentara.

 

dari sore itu sampai malam, aku menikmati sensasi cd dan toket

 

yang tertekan ketat.

 

cdku beberapa kali melorot ke bawah pantat, tapi kakA tidak tau,

padahal aku ada di sekitarnya, kami bersikap biasa saja, padahal

aku baru saja menunjukkan putingku ke kakA.

 

malamnya sebelum tidur, aku mengganti pakaian dalam, sebab

 

karetnya membuat kulitku lecet. aku mencari cd dan bh di lemariku,

tapi tidak ketemu yang longgar, aku ingat kalau di ruang setrika

 

masih ada yang belum dimasukkan ke lemari, jadi aku ke ruang

setrika, tapi di sana aku malah tidak jadi mencari, aku menyadari

aku bisa bebas kalau malam hari, jadi aku kembali ke kamar, tapi

tidak langsung tidur, melainkan menunggu semuanya tidur.

 

aku menunggu sampai sekitar jam 11 malam, aku mengendap-

 

endap ke bawah untuk memastikan orang tuaku sudah tidur, aku

 

pura-pura ke dapur untuk minum, aku dengar sudah tertidur semua,

jadi aku kembali ke atas, kakA juga sepertinya sudah tidur.

 

aku langsung menuju ruang setrika/tempat jemuran, aku kunci dari

 

dalam takutnya kakA memeriksa, di sana aku melepas semua

 

pakaianku, udara malam membuat putingku langsung mengeras,

 
aku tegang karena aku benar-benar telanjang di tempat terbuka, aku berjalan ke tempat jemuran, kalau
aku tegang karena aku benar-benar telanjang di tempat terbuka,
aku berjalan ke tempat jemuran, kalau tempat setrika tidak
akanterlihat dari jalanan, tapi tempat jemuran bisa terlihat dari
rumah tetanggaku dan jalan, aku mengintip dari balik tembok
pendek, temboknya tidak tinggi hanya setinggi perutku, jadi apabila
ada orang dijalan, bisa melihat toketku, tapi malam-malam tentu
saja tidak ada orang dan gelap, aku tidak melakukan apa-apa,
hanya sekedar melihat-lihat pemandangan malam. hanya berdiri
saja membuat memekku basah. aku memrencanakan untuk
melakukan hal yang sama lagi, tapi malam itu aku sudahi saja
sampai disitu, aku mencari bh dan cd, tapi bh tidak ketemu, jadi aku
bawa cd, kaos dan celana pendekku ke pinggir tembok, aku pakai cd
dan celanaku, tapi kaosku masih belum, jadi seperti memamerkan
toketku ke jalan.
karena dingin, aku pakai kaosku dan kembali ke kamar, aku tidur
tanpa memakai bh.
12-30-2013, 11:18 AM cerita sekarang melompat dari cerita sd/smp, ini pengalaman terakhir dari libr kemarin.
12-30-2013, 11:18 AM
cerita sekarang melompat dari cerita sd/smp, ini pengalaman
terakhir dari libr kemarin.
Tadi siang (tanggal 27) saya baru saja pulang dari tempat wisata di
kta kami, kami sekeluarga menginap di bungalow dari tanggal 25,
ada family gathering komunitas yang diikuti ayah saya.
tempat bungalow kami ada di tebing, langsung menghadap ke
lembah dan anak sungai kecil.
kakA tidak pulang dari kota tempat dia kuliah, padahal saya
berharap dia bisa ikut. kejadian yang saya alami berawal dari
kemarin siang saya jalan-jalan ke anak sungai, saya bertemu warga
setempat yang menggunakan sumber mata air di pinggir sungai
untuk tempat pemandian umum, hanya menggunakan bilik bambu
untuk penutup. di jalan menuju tempat mandi ada rumah warga
yang ternyata dihuni seorang janda tua, sewaktu melihat saya
melintas, belia hanya tersenyu, tapi pulangnya saya diajak
mengobrol.
beliau rupanya menjadi pemilik sekaligus penjaga tempat mandi,dia
tidak memperbolehkan ada laki-laki yang lewat apabila sedang ada
wanita yang memakai tempat mandi, sekaligus mengingatkan pada
wanita yang hendak mandi apabila sedang dipakai laki-laki. saya
bertanya boleh tidak kalau saya ikut mandi sorenya, beliau
mengijinkan saja katanya tempatnya silakan dipakai siapapun yang

memerlukan. saya senang membayangkan bisa telanjang di tempat

terbuka, sayangnya sore itu hujan jadi saya tidak bisa keluar resort.

pagi tadi saya keluar setelah mandi terlebih dahulu di resort, tapi

 

saya membawa handuk kecil dalam tas saya.

 

ibu penjaga heran melihat saya yang sudah mandi tapi masih ingin

 

mandi lagi, saya jawab saja kalau saya penasaran mandi dari

 

sumber alami.

 

beliau hanya tertawa dan bilang kalau orang kota suka aneh, tapi

 

saya masih harus menunggu dahulu, sebab tempatnya masih

 

dipakai laki-laki, saya mengobrol dulu sambil menunggu, di tengah-

tengah pembicaraan, ada 5 anak perempuan yang datang, tidak tau

umurnya, mereka langsung lewat ke jalan belakang rumah, saya

 

tanya ke ibu, mereka ternyata hendak mandi langsung di kolam

 

kecil di atas pemandian, biasanya hanya anak kecil saja yang mau,

 

sebab kolamnya tidak besar dan masih ada kemungkinan dilihat

 

orang yang lewat, mendengar itu saya jadi tertarik, jadi saya

 

permisi dulu untuk melihat kolamnya.

 

benar ternyata kolamnya tidak besar dan dalam, hanya sungai kecil yang mengisi cerukan batu kecil, saya lihat mereka masih memakai

pakaian dalam di kolam, hanya 1 anak kecil yang benar-benar

 

telanjang bulat.

 

dari kolam itu saya masih bisa melihat pemandian walau tidak jelas

 

sebab terhalang pohon bambu, posisi kolam persis di bawah tebing

dan air terjun kecil, jadi hanya bisa dicapai melalui jalan setapak

yang saya lewati,melihat saya datang, mereka agak kaget dan

 

sedikit malu meskipun sama-sama perempuan, saya baru saja mau

 

ikut mandi sewaktu mendengar kalau saya dipanggil ibu penjaga,

memberitahu kalau pemandian sudah kosong, saya tidak jadi

 

berenang dan kembali ke rumah, saya langsung ke pemandian,

 

tempatnya benar-benar alami, hanya bambu yang ditancapkan ke

 

tebing untuk mengalirkan air, dan pintunya dari bilik bambu

 

langsung mengahdap ke sungai, saya mulai mandi di salah satu

 

bilik, segar rasanya, saya kemudian membuka kunci pintu,awalnya hanya sedikit terbuka, lama-lama saya buka seluruhnya, kalau ada

 

orang di sungai pasti bisa melihat saya telanjang, saya menghadap ke sungai, sementara air dari bambu membasahi kepala dan badan

saya dari belakang, coba ada kakA yang melihat saya, pasti saya

jadi terangsang.

 

saya hanya sebentar saja mandinya,sebab saya terpikir untuk

 

mencari jalan ke kolam yang ada di atas pemandian, masih

 

telanjang saya memasukkan baju saya ke dalam tas, tapi saya

 

masih memakai cd sewaktu keluar bilik, tas saya pakai ke depan

 

untuk menutupi toket saya, kemudian saya coba menyusuri sungai

dan meniti batu untuk menuju kolam. saya berhasil menemukan

jalannya walau sedikit tergores bambu. di kolam masih ada anak kecil yang berenang, mereka kaget
jalannya walau sedikit tergores bambu.
di kolam masih ada anak kecil yang berenang, mereka kaget
mellihat saya datang dari arah sungai, lebih heran lagi melihat saya
telanjang, saya kemudian meminta ijin untuk ikut berenang, mereka
tidak keberatan, sayapun melepas celana dalam saya, dan
berendam di kolam, benar-benar pendek, saya harus duduk supaya
badan saya tertutup.
mereka memperhatikan toket dan memek saya, walau sudah kelas
XI Sma, memek saya belum berbulu, masih gundul dan polos.
saya menikmati berendam di alam sambil dipandang orang lain,
saya menyudahi berendam karena sudah mau turun hujan, jadi saya
keluar kolam dan mengeringkan badan seadanya dengan handuk
kecil saya, karena cd saya kotor terkena tanah sewaktu saya
memanjat batu, saya langsung memakai celana jeans saya tanpa
menggunakan cd.
sayapun kembali ke bungalow setelah meninggalkan uang untuk ibu
penjaga.
sampai saat ini, saya masih belum memakai cd sewaktu menulis
cerita ini.

2-31-2013, 03:22 PM

 

kembali ke pengalamanku sewaktu sd.

 

kakA mulai sibuk ujian penjurusan kenaikan kelas, aku juga sibuk

 

persiapan masuk smp, selain itu aku juga bisa bebas masturbasi

 

selama sebulan, tempatku juga sudah tidak lagi di kamar mandi

atau tempat tidur, bertambah lagi di tempat jemuran. aku pernah

 

malam-malam keluar kamar tidak memakai bawahan, hanya kaos

tidur dan langsung menuju tempat jemuran, disana aku masturbasi

sambil berdiri dan memandang ke jalanan, membayangkan kalau

 

aku yang sedang ada di jalanan membuatku cepat puas.

 

dengan kakA hanya beberapa kali dia memintaku menunjukkan

 

cdku, itupun hanya sekedar iseng dan cuma sekilas saja.

 

setelah sebulan aku bebas masturbasi, kembali aku harus meminta

ijin dulu pada kakA, selain kakA sudah tidak sibuk lagi, aku juga

 

sudah mendapatkan tempat di smp, jadi sudah lebih santai.

 

kakA pernah menyuruh aku untuk menunjukkan toketku sewaktu

 

aku meminta ijin masturbasi. aku menunjukkan dengan cara

 

mengangkat kaos dan BH, cuma sebentar tapi rasanya malu dan

 

geli.

 

aku juga lebih sering memakai cd lamaku, walau kekecilan dan

 
membuat pahaku sakit, tapi rasanya seksi. aku pernah memakai cd lamaku yang hanya bisa dipakai
membuat pahaku sakit, tapi rasanya seksi. aku pernah memakai cd
lamaku yang hanya bisa dipakai setengah pantat, aku memakainya
ke sekolah sewaktu proses pengambilan berkas kelulusan, aku
masih diwajibkan memakai seragam, awalnya aku mau memakai
short, takut cdku melorot, tapi tidak jadi sebab kakA yang tau aku
mau ke sekolah melarangku memakai short. sampai rumah, kakA
iseng-iseng mengangkat rokku dari belakang di ruang tamu, aku
kaget sebab mama masih ada di ruang tengah, kakA juga kaget
melihat pantatku yang tidak tertutup.
dia kemudian ke lt2 untuk menungguku, sewaktu aku datang dia
bertanya
"nis, angkat lagi roknya"
aku mengangkat rok dari depan sampai ke atas dan
menjatuhkannya lagi
"yang lama." kata kakA
aku kembali menyingkap rokku, tapi kali ini aku tahan.
"kamu pake cd apaan?" tanya kakA
"cd nisa yang lama" jawabku
kakA memperhatikan cdku dengan seksama kemudian
"angkat rok sampingnya." perintah kakA,
akupun mengangkat rok dari samping, sehingga pahaku terlihat
semuanya, hanya sebagian seragam yang menutupi pinggulku, kakA
kemudian mengangkat rok belakangku, jadi aku seperti tidak
memakai rok lagi.
kakA kemudian berkata
"turunin lagi." sambil melepas tangannya dari rokku
"masih ada yang lain kan?" tanya kakA
"masih" jawabku
"besok kan mama mau urus ke smp, kamu pura-pura ke sekolah
aja, tapi ke rumah kakB aja,
kamu tunggu disana" perintah kakA
aku hanya mengiyakan saja.
besoknya aku keluar rumah dengan tegang, langsung menuju
rumah kakB, disana aku menunggu di ruang tamu, alasannya kakA
mau datang.
setengah jam kemudian kakA datang menjemputku, kami kembali
ke rumah, di rumah kakA langsung menyuruhku ke kamar mandi
untuk ganti pakaian, sudah disiapkan katanya, aku ternyata
disiapkan baju renangku, bukan yang kekecilan tapi yang modelnya
sepanjang short. untung saja bukan yang putih.
setelah berganti baju, aku ke kamarku bersama kakA, aku diminta
mengeluarkan koleksi cdku baik yang lama dan baru.
aku diminta memakai cd ku satupersatu, sebagian yang sudah aku
coba dipisahkan kakA, terutama koleksi cd lamaku. cdku yang tidak
muat sama sekali juga dikumpulkan kakA sebab ada banyak yang
bahkan tidak bisa masuk melewati pahaku, entah untuk apa disimpan kakA, dari awal aku merasa
bahkan tidak bisa masuk melewati pahaku, entah untuk apa
disimpan kakA, dari awal aku merasa tegang dan risih, tapi akhirnya
aku enjoy saja, diam-diam aku basah membayangkan kalau aku
mencoba cdku tanpa memakai baju renang.
kakA kemudian membawa sebagian cdku ke kamarnya, aku
kemudian berganti pakaian lagi dan masuk ke kamar kakA.
ternyata kakA menyimpan cdku dalam 2 kotak sepatu yang disekat
masing-masing menjadi 3 bagian, kakA bilang 1 bagian untuk 1
hari, jadi aku harus memakai sesuai hari, cdku yang tidak muat
digunting pinggirnya oleh kakA, dibuat simpul dan dipasangkan tali
sepatu,jadi seperti bikini, total aku memiliki 4 'bikini' baru.
aku senang sudah dibuatkan tempat cd oleh kakA, terutama lagi aku
senang mendapatkan cd 'baru'
kakA kemudian menyerahkan kotak sepatu padaku, sambil bilang
"untuk bayarannya, kamu buka celana sampai mama pulang ya?"
aku dengan senang hati melakukannya, dan aku melepas celanaku
langsung di depan kakA. aku tidak memakai celana lagi sampai
mama pulang, meskipun kakA menelepon kakB untuk datang ke
rumah, aku tetap tidak memakai celana lagi, hanya cd warna putih
saja, dengan ada 2 orang yang melihatku, aku semakin terangsang,
tapi aku tidak berani untuk minta ijin masturbasi selama ada kakB,
aku baru memakai celana sewaktu mama pulang.
aku yang benar benar terangsang memberanikan diri untuk
mencoba memakai 'bikini' baruku setelah mandi sore, rasanya
seperti telanjang, sebab paha sampingku hanya tertutup tali sepatu,
dan sebelum tidur, aku memberanikan diri untuk melepas bh dan
hanya memakai piyama saja untuk kemudian datang ke kamar
kakA, aku minta ijin
"kakA, nisa boleh ya maenin memek?"
"boleh, tapi kamu coba dulu cd baru kamu, baru dibolehin."
"kan sudah dari tadi sore" jawabku
"mana buktinya?" tantang kakA
"tunggu sebentar ya" jawabku
aku masuk kamar mandi dan melepas celana piyamaku, aku
beranikan diri untuk melepas kancing baju piyamaku, tapi tidak aku
lepas hanya aku singkap, jadi putingku terlihat.
pelan-pelan aku ke kamar kakA
"sudah dicoba kan?" kataku sewaktu berdiri di pintu kamar
aku menahan diri untuk tidak menutupi putingku,
"jadi boleh kan?" tanyaku
kakA hanya mengangguk saja
aku kemudian langsung masuk kamar mandi, memang mudah
melepas bikini, hanya ditarik, langsung jatuh,
aku masturbasi sampai puas, dan kembali ke kamar tanpa memakai
pakaian dalam, hanya piyama saja, malam itu aku tidak ke tempat

pakaian dalam, hanya piyama saja, malam itu aku tidak ke tempat

jemuran karena sudah lemas.

pakaian dalam, hanya piyama saja, malam itu aku tidak ke tempat jemuran karena sudah lemas.

01-02-2014, 03:10 PM

 

semenjak kenekatanku menunjukkan putingku, kakA jadi tambah

 

sering untuk mengerjaiku, selama liburan kelulusan ada beberapa

hal yang dimintanya, sebagian besar tidak terlalu menarik, hanya

diminta untuk menunjukkan cd atau bhku, aku sudah terbiasa hanya

memakai cd dan bh di depan kakA, hal itu membuatku sedikit

 

terangsang, tapi kadang apabila kakA yang memintaku

 

menunjukkan, raasanya lebih terangsang.

 

selain itu ada beberapa hal yang kami lakukan, antara lain

 

-permintaan kakA di sekolah

 

meskipun sudah dinyatakan lulus, tapi aku sempat 2 kali ke sekolah,

tetap saja diwajibkan memakai seragam, salah satunya aku janjian

 

dengan temanku, saat janjian itulah kakA memintaku melakukan hal

yang baru.

 

malam sebelum aku ke sekolah, aku yang sudah terangsang

 

meminta ijin pada kakA, aku sudah siap-siap saja untuk membuka

 

pakaian dan celanaku, biasanya kakA mengijinkan aku masturbasi.

tapi kali itu kakA tidak mengijinkannya, malah dia bilang

 

"gak boleh malam ini, besok pagi jam9 bolehnya", padahal kakA tau

kalau aku janjian dengan temanku di sekolah jam setengah 10, aku

yang sudah kepengen sempat memohon supaya boleh diijinkan

 

malam itu saja, tapi tetap tidak diijinkan,

 

aku malam itu seperti biasa ke tempat jemuran, meskipun kakA

 

tidak mengijinkan.

 

di tempat jemuran, aku sudah tidak memakai celana, hanya kaos

 

dan bh saja. biasanya aku bisa melakukan masturbasi, tapi malam

 

itu aku tidak merasakan nikmatnya, mungkin karena aku tidak

 

diijinkan kakA jadi secara tidak sadar aku menolak, meskipun benar

terangsang tapi tetap tidak menikmati. aku kemudian kembali ke

 

kamar tanpa memakai celanaku lagi,di balik selimut aku masih

 

mencoba memainkan memekku tapi yang ada aku malah tambah

 

terangsang. besok paginya aku menyiapkan pakaian yang mau aku

 

pakai, sengaja aku pakai cd bikini buatan kakA.

 

di sekolah aku datang sebelum temanku hadir,jam 9 lewat 5 aku

 

sudah ada di sekolah. aku menuju toilet sekolah, tapi disana

 

ternyata ada penjaga sekolah yang sedang membersihkan toilet,

 
bisa saja aku menggunakan toilet tapi pasti dicurigai apabila aku terlalu lama di dalam wc.
bisa saja aku menggunakan toilet tapi pasti dicurigai apabila aku
terlalu lama di dalam wc.
aku kemudian ke kelasku, dan menunggu temanku, sambil duduk
aku memainkan memekku di kursi, ternyata aku bisa menikmatinya,
tapi aku tidak berani lebih lama, takut ketahuan orang.
aku yang sudah sangat terangsang mencari tempat yang lebih
aman, aku ke pinggir jendela, sebab di luar jendela ada teras untuk
menyimpan pot tanaman, tapi aku tidak bisa keluar jendela sebab
tempatnya terlihat dari luar.
aku kemudian ke kelas sebelah berharap jendelanya lebih tertutup,
ternyata sama saja,aku yang sudah sangat terangsang nekat
mengunci pintu kelas dari dalam, cd bikiniku langsung aku lepas dan
kemudian duduk di bawah meja guru dan mulai masturbasi. itu
pertama kalinya aku masturbasi di sekolah
rasa penasaran, takut, nikmat menjadi satu. aku tidak butuh waktu
lama untuk puas.
setelah puas, aku merapikan rokku dan memakai kembali cdku,
pelan-pelan aku keluar kelas dan menuju kelasku untuk menunggu.
aku masih merasa ingin masturbasi, tapi tidak mungkin sebab
temanku sudah mau datang.

-permintaan kakA di dept store

 

kami sekeluarga hendak ke sebuah mall besar, aku senang bisa

 

jalan-jalan, lebih senang lagi sebab malamnya kakA memberikan

 

aku hari bebas selama seminggu asalkan aku besok menuruti

 

permintaannya, tidak ketinggalan kakA malam itu memintaku

menunjukkan cd dan bhku, yang dengan senang hati aku lakukan.

kakA mengambil pakaian dalamku dari dalam kotak, katanya ada

 

yang mau diperbaiki.

 

1-03-2014, 11:29 AM

 

besok paginya, kakA bilang kalau cdku ada di kamar mandi, dan

 

berpesan supaya ikatnya diatas pinggang, aku tidak mengerti tapi

 

begitu mandi,aku tau maksudnya.

 

rupanya tali pengikatnya oleh kakA ditambah panjang, jadi sewaktu

aku pakai tali pengikatnya bisa aku ikat diatas pinggang. akibatnya

 

aku harus mengikat dengan kencang supaya tidak longgar dan

 

melorot, dampak dengan diikat dengan kencang, memekku tertekan

dengan keras.

 

aku tidak bisa menebak apalagi yang akan dilakukan kakA hari itu.

 

dengan ikatan diatas pinggang, tentu saja simpulnya ada diatas

 

celana yang aku pakai, aku tutupi dengan kaos longgar.

 

di mobil aku duduk di jok belakang bersama kakA, diam2 kakA

 

mengangkat kaosku dari samping ingin melihat posisi ikatan cdku,

 

aku tutupi saja dengan memangku bantal, jadi kakA bisa melihat

 

tanpa ketahuan mama dan papa yang duduk di depan. aku duduk di

sebelah kiri, jadi kakA mengangkat sedikit kaos kananku, tidak

 

hanya disitu, kakA menggerayangi ikatannya sampai ke punggung,

 

aku sedikit memajukan dudukku, jadi kakA bisa memegang tali

 

pengikat dari balik kaos.

 

kakA kemudian menyatukan tali pengikat di kanan dan kiri, jadi dia

bisa menarik tali ke atas, akibatnya memekku terasa tertekan, sakit

sedikit, tapi ada enaknya juga, kakA memainkan tali sesuka hatinya,

aku merasa senang saja diperlakukan seperti itu.

 

sampai di mall aku sudah sedikit basah, ikatannya pun jadi

 

melonggar, tapi aku tidak bisa langsung membenarkannya.

kami jalan-jalan di dalam mall sekedar cuci mata saja, sampai kami

masuk ke sebuah dept store, papa lagi sibuk melihat-lihat celana

 

kerja, jadi aku juga melihat-lihat saja bersama kakA, kakA

 

kemudian mengambil celana panjang dan mengajakku masuk ke

 

kamar ganti. ada 3 kamar ganti di tempat seperti lorong dan

 

berlokasi di belakang kasir, aku dan kakA masuk ke salah 1 kamar

 

ganti, kemudian kakA meminta aku melepas cdku, aku kaget dan

 

menolak, aku waktu itu masih malu memperlihatkan memekku pada

kakA. tapi kakA bilang tidak usah dilepas celananya, tarik aja.

 

aku kemudian melepas ikatan cd dan menariknya dari depan, kakA

 

kemudian mengambil cdku dan dia masuk ke kamar ganti sebelah,

bagian atasnya terbuka jadi kakA bisa memberiku instruksi

 

"nis, tuker cd sama celana kamu kata kakA"

 

aku kemudian melepas celanaku dan aku sampirkan di dinding

 

kamar ganti, kakA kemudian menarik celanaku, aku ditinggal di

 

kamar ganti dengan hanya memakai kaos dan BH, dari pinggang ke

bawah sudah tidak ada penutup lagi.

 

tapi kakA tidak langsung mengembalikan cdku malah dia bilang

 

"kaosnya sekalian" sambil menyampirkan cdku di atas tembok, tapi

aku tidak bisa mengambilnya karena terlalu tinggi

 

aku jawab "gk mau ah"

 

"kaosnya dulu, tar gak dikasi loh" jawab kakA

 

aku akhirnya melepas kaosku dan menyampirkan ke tembok kamar ganti, yang langsung ditarik kakA, jadilah aku di kamar ganti hanya

memakai BH saja. kakA kemudian baru menjatuhkan cdku, aku

 

langsung memakainya dan menunggu baju dan celanaku, tapi kakA

malah bilang

 

"nis, kalo kamu mau kesini, dikasi bebas seminggu lagi deh."

 
tawarnya aku membayangkan harus keluar kamar ganti dengan hanya memakai cd dan BH, meskipun tertutup
tawarnya
aku membayangkan harus keluar kamar ganti dengan hanya
memakai cd dan BH, meskipun tertutup dan tempatnya dekat tetap
saja aku malu.
tapi melihat aku bisa mendapat kesempatan bebas lagi seminggu
aku beranikan diri,
"boleh, tapi buka dulu pintunya" jawabku
"beres" kata kakA
aku melihat keluar dulu, baru keluar kamar ganti, tidak ada orang
dan aku buru-buru ke tempat kakA, ternyata tidak langsung
terbuka, kakA masih menahan pintunya, aku tidak berani teriak
takut menarik perhatian orang, mungkin waktunya kurang dari 3
detik sampai kakA membiarkan aku masuk, tapi berada di tempat
umum hanya memakai pakaian dalam benar-benar pengalaman
menakutkan.
di dalam kamar ganti, kakA dan aku menahan tawa, aku karena
lega bisa berada di tempat aman, sedangkan kakA mungkin karena
bisa mengerjai aku.
aku buru-buru memakai celana dan kaosku dan kemudian keluar
kamar ganti.
1 -03-2014, 08:29 PM kejadian berikutnya di rumah, awalnya sih aku dan kakA jaga rumah,
1
-03-2014, 08:29 PM
kejadian berikutnya di rumah, awalnya sih aku dan kakA jaga
rumah, mama dan papa pergi keluar kota dari pagi, tapi hanya
sampai sore.
awalnya kami hanya tiduran saja di kamar masing-masing, atau di
depan tv, tapi siang-siang kakA kembali kumat, kakA awalnya
memintaku memakai rok jeans overall yang baru dibelikan mama,
aku yakin pasti kakA ingin supaya aku mengangkang atau paling
tidak dia mengangkat rokku.
aku sih tidak keberatan jadi aku ambil saja rok yang dipegangnya.
di kamar aku sudah melepas celana pendekku dan baru mau
memakai rok, tapi aku punya ide lain supaya lebih seru."
aku melepas cd dan bhku sampai telanjang, kakA tidak masuk
padahal pintu tidak aku tutup.
aku mengambil baju renang putihku dan aku pakai,tapi aku
memakainya terbalik depan dan belakang,otomatis putingku tidak
tertutup apa-apa, hanya pinggiran toket saja.
aku memakai bh dan cd di atas baju renang, tidak lupa aku juga
memakai short. jadi benar-benar tertutup. baru aku memakai kaos
dan rok overallku. sedikit gerah tapi tidak apa, aku keluar kamar, dan langsung ke kursi
dan rok overallku. sedikit gerah tapi tidak apa,
aku keluar kamar, dan langsung ke kursi depan tv.
kakA memintaku duduk dengan kaki terbuka, tapi yang dilihat
hanya short saja.
"koq pake short?" tanyanya
"biarin aja, biar gk keliatan" jawabku
"dibuka donk" pinta kakA
"boleh aja, tapi nisa mau seminggu lagi bebasnya." jawabku
"gimana kalo 1 baju 1 hari, minimal 3,tapi kalo 5 baju boleh sebulan
deh?" tawar kakA, dia tentu berpikir aku tidak akan berani telanjang
di depannya.
aku pura-pura berpikir dan keberatan dan menjawab
"kalo 5 beneran boleh bebas sebulan??" tanyaku memastikan
"iya tapi gk boleh pake apa-apa lagi sampe sore" tantang kakA yang
kaget melihat aku berani
"deal. kakA itung ya?" jawabku
aku pertama-tama melepas shortku, kakA dapat melihat cd ku
sewaktu aku mengangkat rok dan menurunkan shortku.
kedua aku melepaskan BHku tanpa membuka kaos. aku
memasukkan tanganku ke dalam kaos, dan mengeluarkan BH dari
bawah kaos tanpa mengangkatnya.
ketiga aku menurunkan cdku, masih dengan tanganku di dalam
kaos, cukup sampai lutut saja dan aku bisa melepas cdku dari
kakiku.
"udah tiga ya?" kataku pada kakA
aku menahan kaos di tengah paha dengan kedua tanganku
"kakA, tolong lepasin roknya donk?" pintaku
kakA kemudian melepaskan kancing rok overallku, dan menurunkan
ke bawah,
kakA pasti menduga dibalik kaos aku sudah telanjang
aku masih memakai kaos tapi hanya kepalaku saja yang ada diluar,
tanganku ada di dalam kaos, satu tangan menahan bagian bawah
kaos, tangan satu lagi menutupi putingku.
aku mungkin terlihat ragu-ragu untuk melepas kaosku jadi kakA
berkata
"kalo takut gk apa kq, 2 minggu kamu dibebasin."kata kakA
mungkin dia kasihan
aku dalam hati mau ketawa melihat kakA, tapi pura-pura setuju
"iya deh, tapi kalo nisa buka kaos?" masih aku bertanya
"yach, kalo emang berani ya boleh deh 2 bulan kamu bebas." jawab
kakA
"bener ya?" tanyaku
"iya bener." jawab kakA
aku kemudian sambil ketawa melepaskan kaosku, tapi tanganku
masih menutupi putingku. kakA yang sudah berharap melihatku telanjang tampak kaget melihat aku masih memakai
masih menutupi putingku.
kakA yang sudah berharap melihatku telanjang tampak kaget
melihat aku masih memakai pakaian, meskipun untuk toketku tidak
tertutup kain.
"yaa curang
"
kata kakA
"biarin, kan katanya tadi 5 baju" jawabku
"yaa, tp tangannya dibuka napa? 1tangan untuk1 bulan" kata kakA
Tanganku saat itu msh menutup ke2 putingku, pelan-pelan aku
turunkan tanganku, geli rasanya menampilkan pjtingku, kalau
sebelumnya aku hanya sebentar saja, kali ini aku pasti akan lebih
dari 3 jam memamerkan payudaraku.
Kami melanjutkan aktifitas kami, bedanya aku seperti telanjang
dada, kakA beberapa kali masuk kamarnya, entah untuk apa,
malamnya aku bisa bebas masturbasi, aku sengaja menunggu
malam hari dan mengendap-endap telanjang dari kamar ke tempat
jemuran. Di sana aku memuaskan diriku sambil tiduran menghadap
langit

1-06-2014, 07:50 AM

 

Setelah kejadian jaga rumah, aku tidak ada hal lain lagi, sebab aku

mulai sibuk orientasi smp dengan tugas yang aneh2. Selain itu aku

juga dapat bebas 2 bulan jadi bisa kapanpun masturbasi tanpa

 

harus kakA ijinkan, walau kadang kakA masih suka iseng kalau aku

dirumah, biasanya kalau aku sedang tiduran sambil baca, kakA

 

senangnya menurunkan celanaku sampai lutut dan langsung

   

ditinggal, aku biasanya tidak langsung menaikkan celanaku,

 

melainkan menunggu sampai beberapa waktu.

 

Jalan-jalan ke tempat jemuran juga sudah tidak tiap malam, sebab

aku jadi mengantuk. KakA mulai mengerjai aku lagi setelah aku

 

mulai masuk smp, smpku mewajibkan memakai rok panjang, aku

 

yang memang mengetahuo hal itu langsung menggoda kakA saat

mencoba seragamku

 

"wah, kakA gk bisa liat lagi donk kalo pake rok panjang"

 

"siapa bilang, bisa kq, coba aja duduk di sofa." perintah kakA

 

Aku duduk di sofa, tapi kakA meminta aku menyender ke sandaran

belakang, kakiku saat itu masih ada di lantai,

 

"lemesin aja kakinya" kata kakA sambil berlutut di lantai

 

Aku hanya diam saja dan melemaskan kakiku, kakA kemudian

 

memegang pergelangan kakiku, dan diletakkan di atas meja,

 

pergelangan kakiku kemudian direnggangkan tapi lututku masih

 
rapat, roknya masih menutupi lutut sampai betisku, tapi kakA bilang kalau dia bisa melihat cdku
rapat, roknya masih menutupi lutut sampai betisku, tapi kakA bilang
kalau dia bisa melihat cdku yang berwarna hijau muda, malah kakA
bilang dengan rok panjang aku malah terlihat lebih sexy.
Aku hanya ketawa saja, tapi aku senang, aku kemudian melebarkan
lututku, dan merapatkan kembali,
"kalau gini?" tanyaku
"bagus juga" jawab kakA
"ya udah ganti baju lagi aja sana, biar gk kusut" perintah kakA
Aku kemudian masuk kamar tanpa menutup pintu, aku mulai
melepas kancing bajuku sewaktu kakA berdiri di pintu kamarku, aku
tidak berhenti membuka bajuku sampai aku hanya memakai cd dan
bh saja.
Sewaktu mau mengambil kaos dan celanaku, kakA berkata
"udah, begitu aja mau mandi juga kan?" pintanya
"tapi tar mama keatas gimana?" tanyaku
"langsung masuk kamar mandi aja, tar dibilangin kalo lagi mandi"
kata kakA
"iya deh" jawabku sambil mengambil handuk dan di gantung di
kamar mandi.
KakA kemudian mengambil cd bikini buatannya yang sudah
diperpanjang talinya
"tar pake ini aja ya buat besok sekolah" pintanya
"gimana kalo tar sore aja pakenya" tawarku
"boleh, apalagi kalo mau dipake sekarang, lebih bagus lagi" kata
kakA
"maunya
"
jawabku
Tapi aku tetap mengambil cd yang sedang dipegang kakA
Aku coba memakainya tanpa melepas cd yang aku pakai, talinya
panjang sekali, sampai bisa aku lilitkan di pinggang, melihat itu
kakA mendapatkan ide
"nis tunggu bentar" kata kakA
Kemudian kakA melilitkan tali bikini sebelah depan kearah belakang
dan diikatkan di tali bhku sebelah belakang, sedangkan tali bikini
sebelah belakang, langsung dililitkan ke depan dan diikat di depan.
"nah gini kan bagus" kata kakA
Aku yang masih memakai cd tidak terlalu merasa risih, tapi apabila
aku tidak memakai cd, pasti rasanya sangat terbuka.
Aku membayangkan memakai pakaian dalan seperti itu di luar
rumah, tanpa ada yang tau membuatku terangsang.
Apalagi aku cukup melepaskan ikatan tali di depan dan membuka
bhku, aku akan langsung telanjang. Aku jadi ingin buru2 ke kamar
mandi.
Aku masih memakai pakaian seperti itu di depan kakA sampai sore,
sewaktu aku mau mandi, aku melepaskan ikatan depan dan
membuka bhku, benar saja aku langsung telanjang, saat itu aku masih memakai cd jadi kakA
membuka bhku, benar saja aku langsung telanjang, saat itu aku
masih memakai cd jadi kakA tidak melihat memekku, tapi putingku
sudah terlihat jelas.
Aku kemudian mandi dan maaturbasi di kamar mandi.
Besoknya aku mengikat cd seperti yang dilakukan kakA
Rasanya sexy sekali, setiap aku menunduk, cdku tertarik ke atas, di
sekolah aku memulai pelajaran smp, berkenalan dengan teman
sekelasku, tanpa mereka tau kalau di balik seragamku, aku
berpakaian sangat sexy.
Sewaktu istirahat, aku ke toilet untuk buang air, tidak susah
mwmbukanya, cukup melepaskan ikatan tali depan, maka cdku
langsumg terbuka, yang susahbsewaktu aku memasangnya lagi, aku
harua melepas rokku dahulu.
Sepulang sekolah, aku sudah terangsang, aku mengambil baju ganti
dan celana ganti, tapi aku bawa ke kamar kakA.
Aku melepas seragam dan rokku di kamarnya, membayangkan
kalau kakA bisa melihatku,sewaktu aku melepas bhku, aku
menjatuhkannya dan aku benar2 telanjang di kamar kakA, dia pasti
pulang sore, jadi aku selama sekitar setengah jam hanya berada di
kamar kakA tanpa busana.
Baru aku memakai bh dan kaosku, masih belum memakai bawahan.
Aku kemudian ke tempat jemuran, masih bottomless, aku melihat
tetanggaku di halamannya sedang mencuci motornya, melihat aku
ada diatas, dia hanya memandang sebentar dan meneruskan
mencuci motor, aku yakin apabila bisa melihat pinggang ke bawah,
pasti dia tidak akan melihat sebentar.
Masih di tmpat jemuran, tanganku memainkan memekku, sambil
memandang ke arah jalanan, aku masturbasi di sore terang, di
tempat terbuka. Aku tidak kuat berdiri jadi akhirnya aku ke kamar
mandi untuk melanjutkan mastirbasi

01-13-2014, 07:48 PM

 

Next

 

Sekarang lanjut cerita awal smp. Tidak banyak yang baru, kalau

 

sekedar kakA melihat dalamanku sudah biasa semenjak smp, cerita

yang berbeda sedikit mungkin sewaktu aku pertama kali diminta

 

kakA tidak pakai dalaman sama sekali, waktu itu ada libur di hari kamis, kami sekeluarga jalan2 mengunjungi rumah kerabat kami

dari pagi, disana ada sepupu yang masih kecil, baru kelas1 sd, jadi

 

aku dan kakA lebih banyak diamnya. Saat itu aku memakai celana

 

jeans dan baju yang panjang, siangnya karena kami bosan, kakA

 

meminjam mobil untuk sekedar jalan-jalan ke mall di dekat rumah

kerabat kami.

 

Di mobil kakA iseng memintaku menurunkan celana, aku tidak

 

masalah, sebab bajuku masih menutupi sampai setengah paha. Aku

hanya menurunkan celanaku sebatas lutut, tapi kakA tetap tidak

 

dapat melihat cdku, tidak mau menyerah, kakA memintaku

 

menunjukkan cd dengan duduk di bangku belakang dan diminta

 

mengangkang, jadi kakA bisa melihat dari kaca mobil.

 

Aku pindah kebelakang, dan di sana aku membuka celanaku

 

seluruhnya, aku duduk di tengah2, menyender di kursi dan

 

melebarkan kakiku, awalnya hanya sedikit, tapi kakA meminta lebih

lebar lagi, sampai lututku bejarak sekitar 50cm, kakA bisa dengan

puas melihatnya dari kaca, tapi begitu di lampu merah aku kembali merapatkan kaki, begitu pula sewaktu mengambil karcis parkir dan

masuk gedung parkir.

 

KakA kemudian sengaja mencari parkir di lantai paling atas, sebel

turun kakA meminta aku menunjukkan bhku, aku lakukan dengan

melepas beberapa kancing, kakA cukup puas melihatnya, tapi kakA

memintaku untuk tidak memakai celana jeansku dan tidak

 

mengancingkan 1 kancing paling atas bajuku. Bajuku hanya ada 6

atau 7 kancing sampai bawah.

 

aku sempat keberatan, tapi kakA memaksa. Karena mallnya bukan

di kotaku, dan tidak ada yang kenal jadi aku lakukan saja.

 

Kami kemudian ke dalam mall untuk sekedar melihat-lihat, di mall

tersebut banyak perempuan yang memakai pakaian terbuka, jadi

 

aku tidak terlalu takut menjadi pusat perhatian.

 

Disana aku melihat ada toko pakaian dalam dengan bahan yang

 

menerawang dan model yang sangat minim. Aku tidak berani

 

membayangkan kalau aku memakainya, pasti rasanya sangat sexi.

Ada juga toko baju pantai, ada bikini benaran yang dijual, tidak

 

seperti buatan yang aku punya. Sayang harganya cukup mahal.

KakA yang menunjukkan kedua toko itu, kakA malah bilang kalau

aku ulang tahun aku akan dikasi kado bikini itu. Aku hanya tertawa

saja.

 

Kami kemudian makan di foodcourt, kakA meminta aku sedikit

 

menunjukkan cd dan bhku sewaktu makan, posisi bangku kami

 

memang dekat tiang jadi tidak terlihat, tapi tetap saja bisa dilihat

orang yang lewat meja kami.

 

KakA meminta aku melepas kancing di bawah pinggang dan 1

 

kancing lagi dari atas, aku siap menutupi dengan meja apabila ada

orang lewat, tapi selama itu aku posisi duduknya jauh dari meja.

 

Karena aku duduk, bahan bajuku terlipat, dengan kancing dilepas,

maka cdku terlihat jelas meski aku duduk merapatkan kaki, kakA

 

puas makan sambil melihat pemandangan diriku.

 

Sementara dengan kancing atas dibuka, kakA bisa melihat toket dan

bhku dari samping dengan jelas. Aku makan dengan kondisi seperti

itu sampai selesai, beres makan aku mau kembali mengancingkan

 

bajuku, tapi dilarang kakA, katanya tidak ketauan ini. Aku tapi tetap

mengancingkan kancing bawahku. Sementara kancing atas tetap 2

 

kancing terbuka.

 

Kami melanjutkan jalan, kakA ada di sebelah kiriku, biar bisa bebas

melihat toketku. Belahan toketku belum jelas tapi sudah ada,

 

ditambah tekanan bh.

 

Aku takut dan malu apabila dilihat orang lain, tapi kakA cuek saja,

 

sampai kami melihat poster di toko, yang menunjukkan perempuan

memakai baju, tapj jelas tidak memakai bh, aku diminta kakA untuk

seperti itu kalau berani

 

0

1-15-2014, 06:40 PM

 

KakA dan aku masih berjalan2, walau kakA mendesak supaya aku

 

berani untuk mrlepas bh.

 

Kami kemudian masuk ke toko buku, disana kakA meminta aku

 

untuk jongkok di lorong yanh agak sepi, jadi kakA bisa bebas

 

melihat cd dan pahaku, kami berpindah2 tempat supaya tidak

dicurigai, sensasi untuk menunjukkan cd di tempat umum lebih

 

terasa dibanding apabila aku melakukan di rumah, aku pura2 memegang buku yang berukuran besar, sementara kakA bisa

 

melihat payudaraku dari samping, aku jadi tergoda untuk melepas

 

bhku, tapi aku menunggu kakA memintaku lagi, akhirnya kakA

 

kembali memintaku melepas bh, aku iyakan saja dan aku ke toilet

 

dulu. Tapi masalahnya aku tidak memiliki kantong baju, dan

 

dompetku aku titipkan di kakA, aku tidak mungkin menenteng bhku,

jadi aku akali dengan memakai bh tanpa memasukkan lenganku,

 

jadi cukup aku melepas kaitannya dan bisa aku tarik bhku dari

 

depan. Aku berharap kakA yang mau melepaskannya.

 

Aku kembali ke tempat kakA menunggu, dia bertanya kenapa aku

 

mengancingkan baju, dan dimana aku simpan bhnya. Aku jawab

 

saja masih dipakai, tinggal di lepas kaitannya, kakA langsumg mengusulkan supaya dilepas ditempat yang dia tentukan, aku

 

sedikit khawatir, takutnya dilepas di tempat terbuka. KakA

 

mengajak ke salah1 balkon yang sepi, kami bisa melihat ke bawah

 

dan orang di bawah kami bisa melihat kami walau mungkin tidak

 

begitu jelas, aku sudah takut saja kalau diminta kakA untuk

 

melepas bh disitu, untungnya kakA hanya minta supaya aku lepas

lagi kancingku yang diatas. Setelah aku lepas, kakA minta supaya

aku juga lepas 2 kancing yang ada di perutku, kakA bilang supaya

pusarnya keliatan. Aku turuti saja, tapi aku tidak bisa lepas kancing dibawah perut, sebab cdku pasti terlihat, jadi aku lepas yang diataa

pusar.

 

KakA puas melihatku melepas kancing, aku kemudian diminta untuk

tunggu dulu dibalkon, kakA mau melohat kalau dari bawah aku

 

terlihat atau tidak, jadi kakA minta supaya aku meletakkan 1kaki di

pinggiran balkon sewaktu kakA ada di bawah, nanti setelah kakA

beri kode, baru aku boleh ke tempat kakA.

 

Aku menunggu kakA ada dibawah, baru menumpangkan kaki sambil pura2 melihat suasana dibawah, kakA yang jelas melihat, walau ada

orang lain, tapi mungkin mereka tidak melihat kearahku, atau tidak

memperhatikan, cukup lama aku menumpangkan kaki, sampai

 

akhirnya kakA memberi tanda supaya aku turun.

 

Kami kemudian kembali berjalan2, aku sudah terangsang akibat

diintip kakA dari bawah, tapi kakA malah meminta aku

 

mengancingkan kembali bajuku, kakaA sudah tau kalau aku sudah

terangsang, apabila tidak dipedulikan malah tambah penasaran

 

Aku yang mencoba melepas kancingku malah dilarang kakA.

 

Akhirnya kakA memintaku melepas kaitan bhku, sewaktu

 

kamibmelihat2 sepatu, aku melepaskan kaitan bh, dan

 

menunggubkapan aku diminta melepaskannya, tapi kakA malah

memintaku untuk dibiarkan dulu, kakA mau aku tarik bhku dari

 

bawah di jalan sebelum masuk mobil.

 

Kami kembali ke tempat parkir, di lift masih ramai, sampai di lantai

tempat parkir, sudah tidak ada orang, jadi aku sembunyi diantara

mobil. Jadi aku amgkat bajuku ke atas, dan aku tarik bhku, rasanya

menegangkan

sekaligus

seru, aku tambah terangsang saat itu. Di

mobil aku sudah tidak bisa berpikirnjernoh lagi, sampai aku sudah

tidak peduli sewaktu kakA memintaku melepas kqncing bajuku, aku

melepas semua kancingku, sampai mau bauar parkir, aku pindah ke

belakang, payudaraku tidak aku tutupi, aku biarkan saja terbuka,

kakA biar bisa melihat dr kaca mobil.

 

Tapi kakA masih belum cukup, dia minta aku barter celana jeansku

demgam cd yg aku pakai, sudah terlanjur, jadi aku lepas cdku dan

duduk persis di belakanh kakA tanpa pakaian dalam. Aku merasakan

memekku sudah berkedut, sampai dekat kpmplek rumah, baru aku

diijinkan memakai celana jrans, cd dan bhku disimpan kakA di

 

kantong jok mobil. Kamipun pulang ke rumah tanpa aku memakai

pakaian dalam.

 

01-20-2014, 07:37 PM

 

Nextsaja

 

Di

rumah, kakA minta supaya aku jangan pakai lagi baju dalam

 

sampai akhir pekan, selama itu aku ditawarin untuk bebas

 

masturbasi tanpa mi ya ijin kakA. Aku tertarik, tapi masih

memikirkan bagaimana besoknya dan hari sabtu aku di sekolah.

 

Tapi sepertinya bisa dan yidak masalah. Jadi aku iyakan saja

 

permintaan kakA. Setelah mandi, aku jadi harus memilih kaos yang

tebal dan longgar supaya putingku tidak tercetak, aku juga tidak

 

bisa terlalu banyak bergerak.

 

Tapi aku membayangkan bisa bebas ke tempat jemuran atau kamar

mandi, sore itu aku lebih banyak diam saja supaya tidak ketahuan

mama kalau aku tidak pakai baju dalam, sayangnya aku malah

   

disuruh mama ke warung untuk membeli bumbu dapur. Aku keluar

rumah tanpa memakai baju dalam, setiap berjalan, putingku kadang

bergesekan dengan kaos,aku beberapa kali membetulkan bajuku

supaya tidak tetlalu ketat ke depan.

 

Pulang dari warung aku malah iseng memainkan putingku dengan tanganku dari dalam kaos apabila tidak ada orang. Sampai rumah

aku malah tetangsang lagi. Jadi aku ke atas untuk ke kamat mandi.

Di

atas kakA malah minta aku angkat kaosku, aku tidak hanya

 

mengangkat kaosku, melainkan aku lepas kaosku, dan menemani

kakA yang lagi main ps. Aku membiarkan kakA bisa bebas melihat

putingku. Aku tidak lama disitu dan langsung masuk kamarmandi

untuk masturbasi, setelah puas aku jadi keringatan, lalu aku

 

langsung melanjutkan mandi, masalahnya, selesai mandi aku baru

sadar kalau aku tidak bawa handuk dan baju ganti, yang ada hanya

celanaku, tapi itu juga sudah basah dan kotor. Jadi terpaksa aku

 

hanya memegang celana untuk menutup memekku, pantatku tidak

ada yang menutupi, aku kemudian langsung berlari menuju

 

kamarku kakA pasti bisa melihat pantatku, sebab dia masih main

ps, aku buru2 memakai baju dan celana.

 

Besoknya aku jadi ragu2 untuk tidak memakai dalaman, hari jumat

aku memang diwajibkan memakai kerudung, jadi dadaku twrtutup,

tapi tetap saja aku takut putingku tdrcetak. Tapi aku beranikan saja,

dan aku ke sekolah tanpa memakai pakaian dalam, ternyata tanp

memakai bh, aku malah lebih berkeringat, untung saja tidak terlihat

karena kwrudung, tapi aku yakin pasti putingku akan menerawang

di

balik bajuku. Bajuku modelnya baju kurung dengan 3 kancing di

atas dan bagian bawahnya menutupi sampai bawah pantat, jadi

   

tdiak akan ketahuan kalau aku tidak memakai cd. Kalau tokwtku

panas berketingat, memekku tasanya sejuk apabila ada angin

 

bertiup, rasanya sejuk, jadi aku duduk sambil melebarkan kaki,

 

aman saja dengam rok panjang. Aku jadi sering tidak mrmakai baju

dalam setiap jumat, saat itu tidak ada yang tau, tapi beberapa bulan

setelHnya ada 2orang yang tau, nanti kalau sampai waktunya aku

ceritakan.

 

Pulang sekolah aku ganti baju di kamar, rasanya sexy sekali

 

sewaktu aku melepas seragam dan langsung telanjang bulat,aku

 

tapi mencoba memakai kerudungku saja, putingku tertutup tapi

toketku terlihat tidak memakai bh. Aku melihat bayanganku di

 

cermin, dan membuatku lebih terangsang. Aku kemudian

 

masturbasi di kasur tanpa melepas kerudung, sensasinya sedikit

 

berbeda dibanding apabila aku telanjang bulat atau memakai baju

biasa.

 

Sorenya aku kembali diminta kakA menunjukkan putingku, kali itu aku hanya mengangkat kaosku, sebab aku sedang bermalas2an di

sofa, jadi aku tiduran dan mangangkat kaosku, kakA hanya melihat

saja. Malam itu aku kembali ke tampat jemuran, aku hanya

 

memakai kaos saja dari kamar, pinggang ke bawah sudah tidak ada

penutup, sebenarnya kaos aku pakai supaya tidak di ngin. Aku

 

kemudian masturbasi di tembok pendek, aku menggesek2 memekku

ke tembok, tp aku mengalasi temboknya dengan handuk dahulu,

 

kalau ada tetanggaku atau orang dojalan, pasti bisa melihatku

 

seperti naik kuda, tapi tanpa celana. Aku hanya sebentar saja

masturbasi disitu, selebihnya aku berbaring di lantai memakai

handuk sebagai alas.

 

Paginya aku benar2 tidak memakai pakaian dalam lagi ke sekolah,

tapi baju pramuka lebih berisiko ketahuan, sebab aku tidak

 

memakai kerudung, untung saja warananya coklat dan tebal.tapi

 

yang pasti pantatku tercetak jelas di rok, walau tidak ketahuan

apakah aku memakai cd atau tidak. Hari itu aku enjoy saja

 

menikmati sensasi putingku yamg bergesekan dengan bahan baju

pramuka yang kasar. Hampir saja aku ketahuan tidak memamai bh

sewaktu kancingku terbuka karena longgar, kalau aku duduk di

 

sebelah kanan, temanku pasti bisa melihat payudaraku, untungnya

aku duduk di kiri dan menempel ke tembok. Itu pengalamanku di

smp kelas1

 

01-21-2014, 08:47 AM

 

Next

 

Setelah aku mulai dibiasakan untuk tidak memakai dalaman

 

terutama pada hari jumat&sabtu, tidak ada hal baru lagi untuk diceritakan, semua sudah seperti kebiasaan saja, kakA kadang

masih suka melarangku untuk masturbasi, supaya aku jadi

 

penasaran dan tambah terangsang, tapi biasanya sih diijinkan saja.

 

Hal yang baru setelah itu kalau tidak salah kakA mulai meminta aku

 

melepaskan cd juga, aku masih malu tapi aku tidak keberatan

 

selama kakA tidak melihat memekku, jadi dari belakang saja atau

 

aku tutupi dengan tangan. Kejadiannya di hari jumat, aku tidak

pakai cd, hanya bh saja sebab kaosku tipis, malam2 masih di lt1

kakA iseng memelorotkan celana pendekku dari belakang, aku

 

hampir saja berteriak kaget. Untung sempat kutahan, aku buru2

 

menaikkan celanaku sebelum mama melihat. Di atas, kakA

 

memintaku menurunkan celanaku lagi, tapi aku keberatan, kakA

 

masih membujuk dan akhirnya aku ijinkan tapi aku tidak mau dilihat

memeknya, jadi aku tutupi dl dengan tangan, baru aku turunkan

 

celanaku.

 

Besok paginya, sebelum aku mandi, kakA minta supaya aku

 

handukannya di kamar mandi saja, jadi ke kamarnya tidak pakai

 

apa2. Aku iyakan saja, jadi aku setelah mengeringkan badan, keluar

kamar mandi dengan tangan menutupi memekku, kakA melihatku

 

dengan senang. Di kamar, aku langsung memakai rok pramuka,

supaya tanganku bebas, sebab kakA masih melihatku di dalam

 

kamar, aku baru mau memakai kaos dalamku tanpa bh, tapi

 

dihentikan kakA, dia malah menyuruh aku memakai dasi pramuka

 

saja, aku tidak mengerti untuk apa,tapi kakA bilang supaya aku

mengikatkan dasinya menutupi putingku. Aku coba lilitkan dari

punggung, dan aku ikat di belahan toketku, ternyata bisa juga,

walau harus aku ikat agak kencang supaya tidak lepas, akibatnya

toketku jadi tertekan sehingga belahannya jadi terbentuk walau

toketku masih kecil waktu itu.

 

Hal lain yang berbeda di kelas 7 smp, adalah sewaktu aku diberikan

 

handphone oleh mama, kakA jadi lebih sering memintaku

 

melakukan sesuatu melalui hamdphone, biasanya dengan sms atau

 

bila malam hari menggunakan chat.

 

Pernah aku diminta melepaskan kaitan bh di sekolah sampai rumah

 

melalui sms, aku lepaskan saja dan berharap tidak ada yang

 

menyadari, aku tutupi dengan tasku dari belakang, tapi tetap saja

 

aku merasa bhku longgar, untuk tidak jatuh ke depan sewaktu di

jalan pulang.

 

Dengan handphone juga, kakA pernah memintaku untuk melepas

 

bajuku satu persatu sebelum tidur, padahal kakA ada di sebelah

kamar, rasanya menarik juga sewaktu aku akhirnya telanjang diatas

kasur sesuai permintaan kakA, aku masturbasi saat itu sambil

 

menceritakan pada kakA, seperti impianku untuk bisa masturbasi

 

sambil dilihat kakA.

 

Kelas 7 smp juga, aku pernah mandi dihadapan kakA, kejadiannya

 

sewaktu kami sekeluarga berlibur, kami menginap di hotel dan

 

kamar mandinya menggunakan shower, kami menyewa 2 kamar,

 

nanti aku ceritakan apa saja yang terjadi saat itu, tapi salah satu

yang paling kuingat adalah saat aku mandi, kakA membuka pintu

yang sengaja tidak kukunci, aku setengah berharap kakA masuk dan

setengah lagi merasa malu, sewaktu pintu terbuka, aku langsung

 

menutupi memekku dengan tangan, tapi tidak menghentikan

 

mandiku. Aku sengaja berlama2 membilas dengan air. Setelah

 

membasahi badan, aku menyabuni badanku dengan sabun, sengaja

aku buat busa dan aku tutupi memekku, untung bisa, tapi begitu

 

aku bilas, pasti aku akan telanjang bulat di depan kakA, aku

 

membelakangi kakA sewaktu membilas, dan aku menutupi

 

memekku dengan tangan sewaktu mengambil handuk.

 

01-22-2014, 09:17 AM

 

Next.

 

Kali ini masih cerita sewaktu liburan sekeluarga, kami melakukan

 

perjalanan lumayan panjang. Kami sudah memesan hotel dengan 2

 

kamar yang terhubung, sesampainya di hotel, kami hanya

 

menyimpan tas dan berencana untuk langsung jalan2, aku masih

 

memakai pakaian lengkap demgan celana jeans, tapi kakA meminta

aku untuk tidak memakai dalaman, aku tidak mau sampai melepas

 

bh, sebab waktu itu toketku sudah mulai bertambah besar, dan

 

bajuku tidak mendukung untuk tidak memakai bh, jadi aku ke

 

kamar mandi dan melepas cdku. Kami lalu langsung berjalan2 di

 

kota itu, awalnya tidak ada masalah dengan celanaku, tapi lama-

lama celanaku mulai merosot, sebab pantat dan pahaku jadi

 

berkeringat akibat tidak memakai cd, untung sudah mulai sore, jadi

kami kembali ke hotel.

 

Aku mandi sore dan beristirahat, sebab rencananya kami mau

 

makan malam di luar, seperti biasa kakA kembali meminta aku

 

melepas dalaman, aku sudh mempersiapkan dengan memakai kaos

 

yang tebal, jadi cukup melepas bh dari balik baju, aku sudah tidak

 

memakai dalaman, cd dari awal memang tidak aku pakai. KakA

 

bertanya kenapa aku sudah siap, aku jawab saja kalau aku sudah

 

bisa menebak apa maunya kakA.

 

Kami mencari tempat makan malam sambil berjalan kaki, sebab kami belum tau dimana tempat makan yang enak dan bisa kami

 

makan, selama kami mencari, kami melihat beberapa perempuan

 

atau waria yang memakai baju sangat minim, malah ada yang

 

jelas2 terlihat putingnya dari balik baju tipisnya, kakA menikmati

 

saja pemandangan itu. Aku lihat mereka berani sekali di tempat

umum dan terbuka untuk berpakaian minim. Kami akhirnya

 

menemukan tempat makan, dan langsung kembali ke hotel setelah

makan.

 

Di kamar, aku tidak berganti baju lagi untuk tidur, aku dan kakA

tidur di satu kamar di kasur masing2. Sebelum tidur kami sempat mengobrol sebentar,membahas waria atau perempuan yang kami

temui di jalan tadi, ujung2nya aku malam itu tidur topless, hanya

memakai celana saja, sementara toketku terbuka walau dibalik

 

selimut, kakA bisa saja membuka selimutku untuk melihatnya.

Besoknya kami citytour, kakA tidak memintaku macam2, tapi aku

sudah mempersiapkan diri dengan memakai cd bikini, aku memakai

rok overall, kami menaiki mobil tour, dan diantar melihat2 tempat

wisata dan tempat menarik, sewaktu istirahat makan siang, kami

makan di bawah jembatan besar, aku memilih duduk di bangku

semen yang menghadap sungai, ada banyak perahu wisata lewat,

tapi jaraknya jauh, kakA kemudian menyender pada tanggul semen

di depanku, dia minta aku mengangkang sedikit, aku turuti saja

permintaannya dengan sedikit melebarkan kaki, sambil aku makan,

kakA asik melihat cd dan pahaku. Kami kembali ke mobil, tapi kali

ini aku dan kakA duduk di bagian belakang dengan alasan bisa

 

melihat lebih jelas, bagi aku mungkin memang benar aku bisa

melihat2 lebih jelas pemandangan di kota itu, tapi untuk kakA, dia

bisa lebih jelas melihat cd dan pahaku, sebab rokku disingkapnya

dari samping, dan paha sampingku bebrapa kali diusapnya. Kami

kemudian diturunkan di tempat perbelanjaan, disana ramai sekali

dan banyak barang yang dijual, aku jalan2 sambil melihat2

 

sementara mama dan ayah sedang berbelanja, kakA juga berjalan2

sendiri. Tiba2 kakA menarik tanganku ke dekat toko, dia

 

menunjukkan toko pakaian renang, dan yang dijual benar2

 

beragam, ada bikini benaran, tanktop, dan baju pantai. Aku

ditawarkan kakA kalau mau kakA mau saja membelikan, syaratnya

aku yang beli sendiri sambil kakA menyerahkan uangnya padaku. Dengan senang hati aku menerimanya, sementara kakA melihat2

toko lain, aku masuk dan melihat2, di toko itu ada beberapa orang

asing yang sedang memilih2, untungnya ada yang sepantaran

 

diriku, jadi aku tidak terlalu merasa malu. Aku membeli sepasang

bikini berwarna hijau garis kuning, ternyata harganya jauh lebih

murah dibanding yang aku lihat di mall waktu sebelumnya, jadi aku

masih bisa membeli satu lagi, aku melihat ada bikini yang kainnya

sangat kecil, penjaga tokonya memperhatikan aku tertarik, dan

mengajak aku ke bagian lain, ternyata lebih banyak lagi pilihannya dengan kain penutup sangat kecil, tapi penjaganya bilang kalau itu

bukan untuk berenang, dia hanya tersenyum sewaktu aku bertanya

untuk apa kalau bukan untuk berenang. Akhirnya aku membeli

 
bikini warna hitam, bagian penutupnya sangat kecil, dan bagian belakangnya hanya tali saja, modelnya tidak
bikini warna hitam, bagian penutupnya sangat kecil, dan bagian
belakangnya hanya tali saja, modelnya tidak memakai pengikat,
hanya karet elastis, jadi aku pilih yang berukuran kecil. Aku tidak
membeli atasannya sebab uangnya tidak cukup. Aku kemudian
cepat2 keluar dan belanjaanku langsung aku simpan di tas, aku
bilang saja ke kakA kalau hanya dapat sepasang, bikini hitam
sengaja aku rahasiakan untuk kejutan. Aku hendak mengembalikan
uang ke kakA tapi kakA menolaknya, dia meminta cd yang aku
pakai sebagai bayarannya, tapi harus saat itu juga, aku jadi ke toko
baju, dimana banyak baju yamg digantung jadi tidak terlihat orang,
aku kemudian dengan cepat melepas kancing samping overallku,
dan melepas simpul di kedua sisi, kemudian menarik lepas cdku,
aku serahkan ke kakA yang langsung dikantongi olehnya, sementara
aku buru2 mengancingkan rokku.
Pulang ke hotel baru kejadian dimana aku mandi di hadapan kakA,
tapi malam itu aku langsung tidur dengan berpakaian lengkap sebab
sudah lelah dan mengantuk.
Besok paginya aku mandi sementara kakA masih tidur, aku
kemudian nekat dengan masih telanjang keluar kamar mandi dan
mengambil baju dari lemari hotel, aku tidak menutupi badanku
sama sekali, waktu itu aku pikir tidak apa kalau sekali-kali kakA
melihatku telanjang, tapi kakA masih tidur sampai aku berpakaian.
Aku kemudian ke restoran hotel untuk sarapan duluan.
Bersambung

1-28-2014, 05:59 PM

 

Next,

 

Setelah aku ingat2, hari terakhir liburan, tidak ada hal yang bisa

 

diceritakan, hanya saja sesampai dirumah saja aku diminta kakA

mencoba bikini baruku

 

Aku memakainya sebelum tidur, rasanya enak tidak seperti bikini

buatan kakA. Kulitku seperti tetekspos dengan jelas, apalagi dari

samping, mulai tumit sampai ketiak, hanya tertutup dua utas tali.

Aku memakainya di kamarku dan aku kemudian memamerkan di

kamar kakA, kakA malah memintaku tiduran di kasurnya dan

 

berpose seperti model, aku hanya tertawa saja tapi tetap aku

lakukan, meskipun aku lelah tapi tetap saja aku jadi terangsang

 

waktu itu.

 

Setelah aku merasa cukup, aku ingin kembali ke kamarku untuk tidur, kakA masih ingin membuatku berpose lagi. Tapi aku tetap

 

kembali ke kamarku, di kasur setelah aku mengunci pintu, aku

 

melepaskan ikatan bikiniku, tanpa melepas dari tubuhku aku mulai

masturbasi, aku sampai berguling2 dan turun ke lantai. Aku

 

mendapat orgasme di lantai, aku sudah lelah dan tertidur di lantai

beralaskan selimut tanpa memakai apa2 lagi.

 

Ceritaku yang lain adalah cerita aku pertama kali masturbasi di

 

kamar kakA. Ceritanya sewaktu aku beres2 dirumah bersama

 

mama, aku menemukan kumpulan kunci cadangan, aku diminta

 

mama untuk memberi tanda kunci apa saja,

 
02-03-2014, 04:34 PM maaf sangat terlambat update setelah menerima kunci, saya mencoba satu persatu ke
02-03-2014, 04:34 PM
maaf sangat terlambat update
setelah menerima kunci, saya mencoba satu persatu ke semua pintu
di
rumah dan saya beri tanda, sampai di kamar saya, saya
menemukan kunci untuk penghubung kamar saya dengan kamar
kakA, sengaja saya simpan di laci saya, sewaktu saya buka,
pintunya membuka ke arah kamar saya, sedangkan di kamar kakA
terhalang meja komputer dan softboard tempat kakA menempelkan
jadwal ,foto atau tulisan yang penting.
saya kembali meneruskan memberi tanda pada kunci-kunci yang
lain.
kakA masih belum pulang sekolah dan aku masih harus membantu
mama di lantai 1.

sebelum aku selesai membantu mama, kakA sudah pulang, dan

 

langsung pergi setelah mandi. aku yang kotor karena beres-beres

 

kemudian mandi sore, dan hendak kembali ke kamar untuk

 

memakai baju, tapi aku tidak langsung ke kamar, melainkan

 

mencoba masuk ke kamar kakA. kakA biasanya tidak mengunci

 

kamarnya, walau kadang-kadang dikunci juga apabila sedang

 

mengerjakan tugas dan tidak ingin diganggu. seperti saat itu, kakA

sedang sibuk dengan tugasnya jadi kamarnya dikunci supaya tidak

ada yang membereskan buku atau tugas yang sedang dikerjakan,

 

aku baru masuk kamarku setelah tidak bisa masuk ke kamar kakA,

di

kamarku, aku kunci pintu dari dalam, dan membuka pintu

 

penghubung dengan kunci yang aku temukan, aku masih memakai

handuk saat itu. tapi sewaktu aku mau masuk ke kamar kakA,

 

otomatis aku harus merangkak di bawah meja dan mendorong

kursi, handukku aku lepas saja biar tidak mengganggu.

 

akhirnya aku berada di kamar kakA yang terkunci dalam kondisi

 

telanjang, sebelumnya aku paling masih memakai cd atau handuk,

 

aku tidak tau kapan kakA kembali, tapi saat itu aku nekat saja

 

menggunakan guling di kasur kakA untuk mencoba masturbsi, aku

 

masturbasi sambil melihat melalui jendela ke arah pintu pagar, jadi

apabila terdengar suara pagar, aku bisa langsung kembali ke

 

kamarku.

 

aku hanya sebentar saja memainkan memekku, sebab aku belum

 

minta ijin kakA, jadi aku tidak menikmatinya, aku hendak kembali

ke kamarku sewaktu melihat komputer kakA tidak dimatikan, hanya

 

screen saver, aku penasaran ingin tau apa yang dikerjakan kakA,

 

taernyata kakA sedang melihat foto-foto porno dan mendownload

 

video, aku hanya melihat sekilas saja untuk melihat ada berapa,

 

ternyata ada banyak foto dan video. aku kemudian kembali ke

 

kamarku untuk memakai baju.

 

malamnya aku kembali meminta ijin ke kakA untuk masturbasi, tapi

 

aku tidak bilang kapannya, kakA mengijinkan saja seperti biasa,

 

hanya memintaku melepas celana pendekku saja.

 

besoknya aku pura-pura sakit dan ingin istirahat di kamar, padahal

 

aku sengaja masuk ke kamar kakA, dan mengunci pintu dengan

 

selot dari dalam, jadi tidak ada yang bisa masuk, aku kemudian

membuka komputer kakA dan mencari foto dan video yang kakA

 

simpan, sebagian besar ternyata video gadis yang sedang

 

masturbasi, aku kemudian mulai melepas bajuku dan masturbasi

 

sambil melihat koleksi kakA,aku duduk di kursi komputer sambil

 

telanjang dan memainkan memekku, tapi tidak nyaman jadi aku ke

 

kasur kakA dan menggesek2an ke bantal yang aku lipat2, seperti

 

menunggang kuda. aku sampai orgasme dan bantal kakA sedikit ada

basahnya, buru-buru aku seka dengan bajuku. aku masih tiduran

 

telanjang di kamar kakA sambil mengusap2 puting dan memekku.

 

hari itu aku puas menikmati ketelanjanganku di kamar kakA.

 

02-05-2014, 09:10 AM

 

Pengalaman selanjutnya sewaktu temanku mengetahui kebiasaanku

dan apa yang kakA lakukan padaku.

 

Awalnya seperti biasa sewaktu aku hari jumat tidak memakai

 

dalaman, kakA memintaku untuk memainkan putingku di sekolah

 

dengan sms yang kakA kirimkan. Sayangnya aku lupa menghapus

 

sms itu setelah membalasnya, jawabanku saat itu cukup vulgar juga

"sekalian memek juga gak?mumpung gk pake cd nih." kira2 itu

 

jawabanku.

 

KakA tidak langsung membalasnya, dan aku lupa menghapusnya,

 

temanku sedang memainkan hpku dan ada balasan dari kakA isinya

 

kira2 memintaku menunjukkan memekku, dan temanku

 

membacanya serta sms sebelumnya. Dia kaget dan langsung

 

mencecarku, sebut saja namanya C, dia teman sebangkuku. C kaget

dan tidak percaya tapi penasaran, sebab aku hanya bilang itu hanya

 

bercanda saja. Tapi dia tetap ingin membuktikan apa benar aku

 

tidak memakai dalaman di sekolah, C memaksaku untuk memegang

 

toket dan pantatku, dan dia mengetahui kalau aku benar tidak

 

memakai dalaman.

 

Aku akhirnya menceritakan kebiasaanku dan permintaan kakA, C

 

kaget dan semakin penasaran.

 

Besoknya hari sabtu, aku memakai BH, tapi tidak memakai cd, kakA

yang minta supaya aku melepasnya dan disimpan di dalam tas. C

 

yang sudah mengetahui rahasiaku menanyakan apa aku memakai

dalaman hari itu, aku jawab saja pakai tapi cd tidak, C malah ingin

membuktikan dengan meraba, tapi aku larang, C tetap memaksa

 

sampai akhirnya jam istirahat aku mengijinkan C membuktikannya

 

di

toilet.

 

C

membuktikan dengan membuka kancing bajuku dan melihat

 

sendiri kalau aku memakai bh, C mencoba memegang toketku, tapi

 

aku cegah, akhirnya aku biarkan saja C memegang toketku, aku

 

sambil main2 juga memegang toket C, ukurannya lebih kecil dari

punyaku, C juga ingin membuktikan kalau aku tidak memakai cd,

 

dia ingin melihat langsung, aku membelakangi C dan mengangkat

rokku untuk menunjukkab kalau pantatku tidak tertutup. C akhirnya

 

puas dan percaya.