Anda di halaman 1dari 6

TELAAH JURNAL PENELITIAN

PENGARUH BEKAM TERHADAP PENINGKATAN SEL T CD8+


SEBAGAI MEKANISME KEKEBALAN TUBUH

Wahyudi Widada*

OLEH :
1. Shinta Putri Gitayu (10215026)
2. Dewi Khusnita Sari (10215027)
3. Richard Abdul Aziz (10215028)
4. M. Rohyan Gogot Nursawit (10215030)
5. Abdul Chafid Muzaki (10215033)
6. Fatin Afizah Sari (10215034)
7. Rizky Irmawati (10215035)
8. Dadang Ari Wibowo (10215037)
9. Kartika Dwi Pratiwi (10215038)
10. Septiawan Agung D.S.E (10215053)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PRODI S1-KEPERAWATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2016/2017
Judul Penelitian

PENGARUH BEKAM TERHADAP PENINGKATAN SEL T CD8+ SEBAGAI


MEKANISME KEKEBALAN TUBUH

Judul tersebut sudah cukup jelas, dan tidak ambigu. Judul merupakan wajah yang
dilihat terlebih dahulu sebelum melihat isi penelitian, dengan melihat judul saja
pembaca sudah dapat membuat konsep pikiran apa saja yang dibahas dalam
penelitian tersebut. Dalam karya tulis penelitian ini judulnya belum dicantumkan
tempat dan tahun penelitian.

Abstrak

Kelebihan : Sistematika penulisan disusun dengan rapi. Kata yang digunakan juga
dalam jurnal ini bersifat baku dan sesuai dengan kamus EYD Bahasa Indonesia.
Abstrak merupakan ringkasan atau ulasan singkat mengenai isi karya tulis ilmiah,
tanpa tambahan penafsiran, kritik, maupun tanggapan penulis. Abstrak dalam
penelitian ini sudah mencakup masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya,
metode yang digunakan, tujuan penelitian, desain pengumpulan data, jumlah
sampel, serta hasil yang diperoleh dan kesimpulan utama sudah cukup baik dan
jelas.

Kekurangan: Penulis dalam penelitian ini berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jember. Akan tetapi tidak ada keterangan lebih lanjut
tentang peneliti, seperti status peneliti sebagai mahasiswa atau sebagai staf. Tidak
memberikan deskripsi secara lengkap.

Pendahuluan

Sel T CD8+ adalah penghancur sel terinfeksi virus dan sel tumor, disebut
sel T CD8+ karena terdapat glikoprotein CD8+ pada permukaan sel yang
mengikat antigen kelas I MHC (Major Histocompability Complex). Bekam adalah
metode pengobatan pengeluaran darah dengan menggunakan gelas vakum yang
ditelungkupkan pada permukaan kulit agar menimbulkan bendungan lokal pada
titik-titik meridian tertentu.
Pembuangan darah seperti dalam cara kerja bekam ini terbukti dapat
menjaga dan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Kasmui, 2008).
Sistem kekebalan dalam darah adalah tanggung jawab sistem humoral dan seluler,
dalam hal ini sel T CD8+adalah sistem kekebalan tubuh dari seluler. Peneliti
tertarik untuk mengetahui pengaruh bekam terhadap peningkatan sel T CD8+
sebagai sistem kekebalan tubuh.

Kelebihan : pada pendahuluan, sudah cukup banyak referensi yang


digunakan peneliti sebagai acuan untuk penelitiannya.

Kekurangan : pada teori-teori yang dipakai referensi oleh peneliti ada


beberapa yang kurang update.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil pengukuran didapat nilai sel T CD8+ di awal perlakuan memiliki


mean 34.56, SD 4.75, nilai terendah 24,65, nilai tertinggi 41,36. Sedangkan nilai
sel T CD8+ di akhir perlakuan memiliki mean 63,26, SD 7,41, nilai terendah
51,26, nilai tertinggi 86,35. Karena p value sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan
bahwa pengaruh bekam terhadap peningkatan sel T CD8+ adalah bermakna. Jadi
bekam sebagai metode pengobatan tradisional yang melibatkan titik-titik meridian
dan pembuangan darah setelah terbentuknya bendungan lokal, terbukti dapat
meningkatkan Sel T CD8+ sebagai sistem kekebalan tubuh. Hasil paired-sample t-
test didapat p value sebesar 0,000 maka karena p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa
pengaruh bekam terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh: Sel T CD8+
adalah bermakna.

Kelebihan : Pada hasil ditunjukkan dengan tabel, sehingga memudahkan


pembaca dalam mengetahui hasil dari penelitian tersebut. Penjelasan hasil dari
penelitian ini juga sudah cukup mudah untuk dipahami pembaca.

Pada hasil penelitan menunjukkan kenaikan yang signifikan pada sel T


CD8+, sel T CD8+ merupakan sel yang meningkatkan sistem kekebalan dalam
tubuh. Sel limfosit T adalah sel di dalam salah satu grup sel leukosit yang
berperan utama pada kekebalan seluler. Pada pembekaman, setelah 15 hari
pembekaman terbukti terjadi peningkatan kerja system kekebalan tubuh.

Kekurangan : Peneliti menggunakan referensi sumber yang kurang update


pada penelitiannya. Dan untuk sampel yang digunakan penelti kurang spesifik
apakah menggunakan sampel orang dewasa, anak-anak atau semua usia.

Bahan dan Metode

Metode

Desain analisis menggunakan quasy experimental. Tehnik analisis data dengan


menggunakan rancangan non random pretest-posttest without control group
design.

Kelebihan : Pada tehnik analisis data digunakan non random pretest-posttest


without control group design merupakan desain yang membandingkan tes awal
dan tes akhir. Hal ini sesuai dengan kebutuhan penelitian, karena pada penelitian
ini dibutuhkan 2 sampel, satu sampel untuk pengamatan awal dan satu sampel
untuk pengamatan akhir.

Kelemahan : Jenis analisis data ini merupakan eksperimen semu. Sampel pada
desain jenis ini tidak diambil secara acak, sehingga mempunyai kelemahan yaitu
sampelnya tidak dapat sepenuhnya mengontrol variabel-variabel luar yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

Bahan

Dengan menggunakan sampel sebanyak 20 orang. Darah vena di bagian


vena mediana cubiti (bagian pangkal siku) , diambil sebanyak 2 ml menggunakan
spuit 5 ml dan dimasukkan botol yang sudah diberi anti pembekuan darah EDTA.
Darah vena ini, diambil 2 x pada awal dan akhir perlakuan dalam rentang waktu
15 hari. Setelah data terkumpul dilakukan analisa data secara computerized
dengan menggunakan t-test (uji komparatif untuk menilai perbedaan antara nilai
tertentu dengan rata-rata kelompok populasi), karena data yang dibutuhkan
meliputi data numeric.

Simpulan dan Saran

Simpulan dari penelitian ini berisi tentang jawaban dari pertanyaan


masalah yaitu ada pengaruh bekam terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh:
Sel T CD8+. Jadi pembuangan darah (blood letting) seperti dalam cara kerja
bekam ini terbukti dapat menjaga dan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan
tubuh. Sistem kekebalan tubuh dalam sirkulasi darah adalah tanggung jawab
sistem seluler dalam hal ini sel T CD8+. Berdasarkan hasil penelitian ini maka
peneliti menyampaikan beberapa saran:

1.Saran untuk Peneliti selanjutnya

Banyak fenomena dari bekam yang belum terjawab.Peneliti menyarankan topik


penelitian berikutnya adalah hubungan bekam dengan sitokin dan mediator
radang.

2. Saran untuk Petugas bekam

Lakukan bekam dengan prinsip menjaga universal precaution agar tidak terjadi
penularan nosokomial.

Peran Perawat

Peran perawat dalam pelaksanaan bekam diantaranya :

1. Caregiver
2. Advocate
3. Educator
4. Researcher
1) Caregiver
Perawat dalam melaksanakan praktek bekam dapat melakukan langsung
proses pembekaman dengan menggunakan pendekatan langkah-langkah
proses keperawatan yaitu pemeriksaan fisik, pemeriksaan ttv.
Sehingga dari hasil ini dapat dilakukam pembekaman pada titik yang tepat
sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami pasien. Perawat juga dapat
melakukan pembekaman dengan mempertahankan prinsip septic, anti septic
seingga tidak terjadi cross infection antar pasien atau antara pasien dengan
perawat.
2) Advocate
Peran perawat diantaranya menyeleksi pasien yang memungkinkan untuk
dilakukan pembekaman, sehingga meminimalkan resiko komplikasi penyakit
khususnya pada pasien yang mengalami gangguan pada sistem hematologi
seperti gangguan pembekuan, anemia berat dan pasien dengan kondisi fisik
yang sangat lemah.
3) Educator
Peran perawat dalam memberikan pendidikan kesehatan sesuai dengan
masalah kesehatan pasien sehingga menunjang terjadinya perubahan perilaku
yang pada akhirnya dapat menyembuhkan penyakit. Perawat juga dapat
mengajarkan pada pasien untuk dapat melakukan pembekaman sendiri di
rumah jika memungkinkan.
4) Reseacher
Dalam hal ini perawat sangat memiliki peluang yang luas untuk melakukan
penelitian, karena penelitian-penelitian tentang bekam belum banyak
dilakukan. Dengan banyak bukti-bukti ilmiah nantinya maka diharapkan
pengobatan dengan bekam akan menjadi salah satu trend dimasyarakat.