Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN (SAP)


PERSIAPAN PASIEN KEMOTERAPI
DI POLI KANDUNGAN RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

Disusun untuk memenuhi tugas


Stase Keperawatan Maternitas

Disusun Oleh:

1. Irfan Fauzi (J230170121)


2. Andanni Shobri (J230170050)

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

NUTRISI PADA IBU NIFAS

Pokok Bahasan : Persiapan Kemoterapi


Sub Pokok bahasan :
1. Pengertian kemoterapi
2. Tujuan pemberian kemoterapi
3. Efek samping pemberian kemoterapi
4. Cara mengatasi kemoterapi
5. Nutrisi yang dianjurkan dan dihindari pasien kemoterapi
Sasaran : Pasien yang sedang menjalani kemoterapi
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal/Pukul : Jumat 24 November 2017 / 09.00-09.30 WIB
Tempat : Ruang Poli Kandungan, RSUD dr. Moewardi Surakarta
Pelaksana : Mahasiswa Program Profesi Ners UMS

I. LATAR BELAKANG
Kemoterapi adalah suatu metode pengobatan yang bertujuan untuk
membunuh sel kanker dengan obat kanker dengan cara menghambat proliferasi
sel (Rasjdi,2011). Kemoterapi adalah cara pengobatan tumor dengan
memberikan obat pembasmi sel kanker (disebut sitostatika) yang di minum
ataupun yang diinfuskan ke pembuluh darah. Jadi, obat kemoterapi menyebar ke
seluruh jaringan tubuh, dapat membasmi sel-sel kanker yang sudah menyebar
luas di seluruh tubuh. Karena penyebaran obat kemoterapi luas maka daya
bunuhnya luas dan efek sampingnya biasanya lebih berat dibandingkan dua
modalitas pengobatan terdahulu (Henry, 2010).
Kemoterapi adalah penggunaan preparat antineoplastik sebagai upaya untuk
membunuh sel-sel tumor dengan menggangu fungsi dan reproduksi seluler.
Kemoterapi terutama digunakan untuk mengobati gangguan sistemik
(Brunner&Suddarth, 2011). Pengobatan kemoterapi deiberikan dalam beberapa
fase atau siklus, yaitu satu siklus perminggu atau satu siklus pertiga minggu. Hal
ini tergantung pada jenis kanker yang diderita pasien. obat-obat kemoterapi
merupakan toksik untuk semua sel sehingga selain membunuh sel-sel kanker
juga mengganggu sel-sel yang normal.
Efek dari pelaksanaan kemoterapi yang akan timbul berupa kerontokan pada
rambut yang mana dapat terjadi setelah beberapa kali perawatan, sariawan,
terjadi perubahan selera makan, diare, mual, muntah, dan kelelahan dikarenakan
jumlah sel darah merah berkurang / rendah (Society, 2016). Sehingga pasien
yang akan menjalani proses kemoterapi harus memiliki persiapan yang cukup,
terutama pada pasien yang baru pertama kali melakukan kemoterapi. Pada
pengamatan yang dilakukan oleh kelompok selama 2 hari di poli kandungan
RSUD dr. Moewardi Surakarta terdapat banyak pasien yang terprogram untuk
tindakan kemoterapi. Selain itu juga pasien-pasien yang baru pertama kali
dilakukan tindakan kemoterapi cukup banyak didapatkan selama 2 hari sebanyak
13 pasien.
Dari hasil pengamatan kelompok diatas, kelompok tertarik untuk
melaksanakan pendidikan kesehatan tentang Persiapan pasien yang akan
melaksanakan kemoterapi dengan harapan pasien siap dan dapat menjalani
kemoterapi dengan baik sekaligus dapat mengantisipasi efek samping dari
kemoterapi.

II. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan ibu dan keluarga mengetahui
dan menambah wawasan tentang persiapan dalam menjalani kemoterapi,
sehingga pasien yang akan menjalani kemoterapi siap dan dapat menjalani
kemoterapi dengan baik.
B. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan, ibu mampu:
1. Pengertian kemoterapi
2. Tujuan pamberian kemoterapi
3. Syarat pemberian kemoterapi
4. Efek samping pemberian kemoterapi
5. Nutrisi yang dianjurkan dan dihindari pasien kemoterapi
III. TOPIK
A. Topik : Persiapan kemoterapi
B. Subtopik :
1. Pengertian kemoterapi
2. Tujuan pemberian kemoterapi
3. Syarat pemberian kemoterapi
4. Efek samping pemberian kemoterapi
5. Nutrisi yang dianjurkan dan dihindari pasien kemoterapi

IV. PESERTA
Ibu-ibu dan keluarga yang hadir di Poli Kandungan RSUD dr. Moewardi
Surakarta

V. MEDIA DAN ALAT


A. Alat
1. Leaflet
2. LCD
B. Setting Tempat

4 5 Keterangan :
1 1
1. Keluarga pasien

2 2. Pasien
2
3. Fasilitator
4. Pemateri
1 1
5. LCD

2 2

3
VI. METODE
A. Ceramah
B. Tanya jawab
C. Diskusi

VII. ORGANISASI PELAKSANA


A. Pembawa Materi: Andanni Shobri
Bertugas menyampaikan dan menjelaskan materi yang ada dengan cara
yang singkat dan jelas dan bermakna.
B. Moderator: Irfan Fauzi
Bertugas memandu, mengarahkan dan memimpin jalannya diskusi,
menggunakan waktu secara tepat dan menutup diskusi.
C. Fasilitator: Irfan Fauzi
1. Memfasilitasi setiap peserta penyuluhan, membangkitkan
kemampuan peserta untuk aktif dalam diskusi.
2. Bertugas mengobservasi jalannya diskusi, mencatat segala hal yang
penting yang terjadi selama acara penyuluhan berlangsung dan berhak
menegur moderator bila terjadi penyimpangan dalam penggunaan
waktu.
3. Mencatat semua hasil diskusi mulai dari jalannya diskusi sampai
berakhirnya diskusi kemudian melaporkan hasilnya pada peserta.

VIII. PELAKSANAAN

No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta


1. 5 menit Pendahuluan
Memberikan salam Menjawab salam
Membuka penyuluhan Pasien dan keluarga
Perkenalan Mendengarkan
Menjelaskan tujuan Pasien dan keluarga
Memperhatikan
Pasien dan keluarga
Memperhatikan
2. 25 menit Pelaksanaan :
Memberikan penjelasan Memperhatikan dan
mengenai bertanya (Diskusi
Pengertian kemoterapi atau Tanya jawab)
Tujuan ()
pemberian
kemoterapi
Syarat pemberian
kemoterapi
Efek samping pemberian
kemoterapi dan cara
mengatasinya
Nutrisi yang di anjurkan
dan di hindari pasien
kemoterapi

3. 10 menit Penutup:
menyimpulkan materi Menjawab pertanyaan
penyuluhan Menjawab salam
memberikan reinforcement
positif bagi pasien yang ikut
berpartisipasi dalam
kegiatan penyuluhan
memberikan salam penutup

IX. EVALUASI

Penyuluhan tentang Persiapan Pasien Kemoterap telah dilakukan


pada hari Jumat tanggal 24 November 2017 pukul 09.00 09.30 WIB
di Poli Kandungan RSUD dr. Moewardi Surkarta. Penyuluhan telah
berjalan selama 30 menit dengan peserta sebanyak 20 peserta yang
datang kepoli unuk kontrol dan akan melaksanakan kemoterapi. Metode
yang digunakan adalah ceramah tentang persiapan pasien kemoterapi.
Selama persiapan kelompok mengalami kendala dalam menentukan
penempatan layar LCD, akan tetapi kendala tersebut teratasi dengan
segera dan dibantu oleh perawat di Poli Kandungan.
Seluruh peserta antusias terhadap kegiatan penyuluhan ini. Saat
proses penyuluhan, tidak ada peserta yang meninggalkan tempat
penyeluhan kecuali peserta yang mendapat giliran panggilan untuk
masuk keruang pemeriksaan. Pada fase tanya jawab hanya ada satu
antara lain:
1. Ny. E Saya sudah menjalani kemoterapi 12x kiranya kapan
terapi ini selesai dan salah satu efek samping dari kemoterapi ada
rambut rontok, namun saya tidak merasa rontok?.
Jawaban: salah satu tujuan dilakukan kemoterapi ialah untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus menghambat
penyebaran sel kanker yang cepat, terkait lamanya dilakukan
kemoterapi ialah bergantung pada proses penyakit yang diderita
sekaligus saran dari dokter, selama menjalani kemoterapi ibu
dapat menjaga kesehatan tetap baik sehingga harapan dilakukan
kemoterapi juga berjalan baik. Mengenai efek samping dari
kemoterapi tidak hanya rambut rontok saja, memang ada
beberapa yang menjalani kemoterapi mengalami kerontokan ada
juga yang tidak.
Pada fase evaluasi, moderator mengevaluasi peserta penyuluhan
dengan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan oleh
pemateri. Pertanyaan ditujukan kepada peserta yang secara acak ditunjuk
untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan antara lain:
1. Apa pengertian kemoterapi?
2. Apa tujuan dilakukan kemoterapi?
3. Apa syarat dilakukan kemoterapi?
4. Nutrisi yang dianjurkan dan dihandarkan selama kemoterapi?
Hasil evalusai yang diperoleh adalah 3 dari 8 peserta dan kelarga dapat
menjawab dengan benar terkait pertanyaan yang diberikan. Peserta yang
dapat menjawab pertanyaan dengan benar menandakan bahwa informasi
yang diberikan oleh kelompok mampu diserap dan dipraktikan kepada
pasien.
Diakhir sesi kelompok mendemonstrasikan etika batuk dan cara cuci
tangan dengan 6 langkah. Peserta mampu melakukan cuci tangan dengan
hand rub.
MATERI
PERSIAPAN PASIEN KEMOTERAPI

A. Pengertian kemoterapi
Kemoterapi adalah suatu metode pengobatan yang bertujuan untuk
membunuh sel kanker dengan obat kanker dengan cara menghambat
proliferasi sel (Rasjdi,2011). Kemoterapi adalah cara pengobatan tumor
dengan memberikan obat pembasmi sel kanker (disebut sitostatika) yang di
minum ataupun yang diinfuskan ke pembuluh darah. Jadi, obat kemoterapi
menyebar ke seluruh jaringan tubuh, dapat membasmi sel-sel kanker yang
sudah menyebar luas di seluruh tubuh. Karena penyebaran obat kemoterapi
luas maka daya bunuhnya luas dan efek sampingnya biasanya lebih berat
dibandingkan dua modalitas pengobatan terdahulu (Henry, 2010).

B. Tujuan
Tujuan pemberian kemoterapi yaitu :
1. Sebagai pengobatan kanker
2. Mengurangi massa tumor selain pembedahan atau radiasi.
3. Meningkatkan kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup
pasien.
4. Mengurangi komplikasi akibat metastase (penyebaran kanker dari situs
awal ke tempat lain di dalam tubuh (misalnya otak atau hati))

C. Syarat pemberian kemoterapi


1. Keadaan umum harus cukup baik
2. Penderita mengerti pengobatan dan mengetahui efek samping yang akan
terjadi.
3. Faal ginjal (kadar ureum < 40 mg %, dan kadar kreatinin < 1,5mg %) dan
faal hati baik.
4. Jenis kanker diketahui sensitif terhadap kemoterapi
5. Hb > 10 gr %
6. Leukosit > 5000 / ml
7. Trombosit > 100.000 / ml
D. Efek setelah dilakukan kemoterapi
Beberapa efek samping dari kemoterapi menurut Society (2016) yang
dapat terjadi yaitu :
1. Rambut rontok
Rambut rontok merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi.
Tetapi tidak semua obat kemoterapi menyebabkan kehilangan rambut,
melainkan hanya terjadi penipisan. Rambut akan tumbuh kembali setelah
pengobatan berakhir, dengan kemungkinan warna dan tesktur yang
berbeda. Rambut rontok dapat terjadi pada semua bagian tubuh, bukan
hanya kulit kepala, tetapi juga bulu mata, alis, lengan dan kaki, rambut
ketiak, dan rambut kemaluan mungkin akan terpengaruh.
2. Sariawan
Perawatan mulut yang baik sangat penting selama perawatan kanker.
Kemoterapi dapat menyebabkan luka di mulut dan tenggorokan. Hal ini
dapat mengakibatkan daerah kering dan iritasi atau menyebabkan
perdarahan. Luka dimulut tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat
terinfeksi oleh banyak bakteri yang ada di mulut. Infeksi sulit untuk
dilawan selama kemoterapi dan dapat menyebabkan masalah serius.
Seperti efek samping lainnya, hal ini akan hilang setelah pengobatan
berakhir.
3. Kehilangan selera makan
Perubahan nafsu makan terjadi berhari-hari, kehilangan nafsu makan
tidak hanya karena mual, perubahan rasa atau masalah mulut dan
tenggorokan tetapi merasa tertekan atau lelah.
4. Diare
Ketika kemoterapi mempengaruhi lapisan sel-sel usus, hal
tersebut dapat menyebabkan diare. Diare sering didefinisikan
sebagai buang air besar cair dua kali atau lebih dalam waktu
empat jam.
5. Mual dan Muntah
Mual dan muntah adalah dua efek samping kemoterapi yang paling
ditakuti dari kemoterapi. Mual muntah terjadi mulai dari perawatan dan
berlangsung beberapa jam bahkan bisa berlangsung beberapa hari
(Society, 2016). Obat-obat kemoterapi seperti Methotrexate, 6-
merkaptopurine, Cytosine menyebabkan mual dan muntah selama
pemberian (Marcdante et al., 2011).
6. Kelelahan (jumlah sel darah merah rendah)
Kelelahan merupakan salah satu efek samping yang paling umum dari
pengobatan kanker. Hal ini dapat berkisar dari kelelahan ringan sampai
kelelahan berat. Kelelahan ini berbeda dari lelah setelah hari yang
panjang dan tidak merasa lebih baik setelah istirahat atau tidur. Kelelahan
yang paling terberat terjadi pada akhir siklus pengobatan. seperti efek
samping lainnya kelelahan akan hilang setelah kemoterapi selesai.

E. Nutrisi yang dianjurkan dan dihindari pasien kemoterapi


1. Makanan yang dianjurkan, yaitu:
a. Konsumsi cukup sayur dan buah ( 4-5 macam setiap hari ). Misalnya
apel, papaya, alpukat/kiwi/mangga, jambu merah/ strawberry/buah
naga, jeruk dll. Bayam merah, bayam hijau, ginseng, daun
papaya+bunga pepaya, broccoli, bit, wortel, dll. Pilih sayur dan buah
yang berwarna mencolok dan jangan mengkonsumsi jenis-jenis sayur
dan buah yang sama dalam jangka waktu lama. Lebih baik secara
kombinasi agar tubuh tidak kelebihan zat tertentu tapi kekurangan zat
yang lain. Variasikan warna-warna buah dan sayurnya.
b. Jika menkonsumsi makanan sumber karbohidrat, pilih karbohidrat
kompleks, misal nasi merah, roti gandum
c. Perbanyaklah makan ikan laut (usahakan tidak makan cumi, kepiting,
bandeng), kalau ayam, belilah ayam kampung atau ayam organik.
Apabila terpaksa makan daging merah (daging sapi) pilih yang rendah
lemak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa mengkonsumsi
daging merah sebanyak 5-6x dalam seminggu meningkatkan resiko
kanker. Untuk menurunkan resiko, Institut Kanker Nasional AS
menyarankan kita untuk membatasi konsumsi lemak hingga30%.
Tapi menurut penelitian untuk mendapatkan efek anti kanker,
usahakan mengkonsumsi lemak kira-kira 10-15% saja. Atau lebih
baik tidak sama sekali. Kalau saya sudah tidak makan daging merah
lagi semenjak terkena kanker.
d. Bila mengkonsumsi susu dan olahannya pilih yang rendah lemak atau
susu kedelai. Yoghurt pilih yang plain. Kedelai olahan lain juga
bagus, seperti tahu, tempe.
e. Sebaiknya mulai kurangi gula ( bisa diganti madu kalau terpaksa),
makanan yang mengandung nitrit, pengawet, pewarna, diasinkan,
diasap.
f. Kurangi gorengan. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti
kentang goreng / keripik kentang akan merangsang terbentuknya
senyawa pemicu kanker yang bernama akrilamida. Pada kentang/
keripik kentang goreng senyawa ini lebih banyak dibanding pada
makanan gorengan lain.
g. Hindari memasak makanan dengan suhu tinggi.
h. Apabila terpaksa makan makanan yang digoreng, pakailah minyak
yang bebas kolesterol seperti canola oil.
i. Hindari alkohol dan minuman soft drink dan lebih baik minum air
putih 8 gelas sehari
j. Ganti camilan dengan misalnya : jagung rebus, kacang rebus, dan
polong-polongan atau kacang merah.

2. Makanan yang harus di hindari


a. Makanan yang diawetkan, karena memiliki senyawa kimia yang dapat
berubah menjadi karsiogenaktif.
b. Makanan bakar-bakaran, karena mengandung senyawa yang dapat
berubah sama hal nya seperti makanan yang di awetkan.
c. Daging sapi, kerbau, kambing dan babi, karena dapat memfasilitasi
pertumbuhan sel yang tidak normal.
d. Ikan asin, akan menyebabkan penguraian sehingga menjadi bahan
alergen yang dapat mengundang reaksi imunitas tubuh.
e. Sayuran, seperti tauge (dapat mendorong pertumbuhan sel kanker),
sawi putih dan kangkung (dapat menguraikan kinerja obat), cabai
(dapat merangsang aktifitas bawah sadar dan menurunkan jumlah
oksigen dalam tubuh).
f. Minuman ringan dan dingin, dapat mengaganggu kelancaran
peredaran darah dan alkohol dapat merangsang perkembangbiakan sel
kanker.
g. Seafood, banyak mengandung lemak tinggi sehingga dapat
merangsang berkembangnya sel kanker.
h. Buah-buahan seperti kelengkeng dan nangka adalah jenis buah-buahan
yang mengandung zat tumbuh bagi sel kanker, sedangkan duku, nanas,
durian, dan anggur dapat mengahasilkan alkohol.
i. Daging unggas, karena dapat memicu pertumbuhan sel kanker prostat
dan kelenjar.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth (2011). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah (ed. 8) (Asih,
Julia, Karyasa, Kuncara, Waluyo, Penerjemah). Jakarta: EGC.
Henry Naland. 2010. Pencegahan dan Terapi Kanker. Jakarta : Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Indonesia
Kumar, Vinay et al. 2011. Robbins and Cotran Pathologic Basic of Diseases 7th
Edition. Saunders
Marcdante, K. J., Kliegman, R. M., Jenson, H. B., & Behrman, R. E. (2011).
Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Singapura: Saunders Elsevier.
Price et al. 2010. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Ed 6.
Jakarta : EGC
Rasjdi, Imam. 2011. Kemoterapi Kanker Ginekologi Dalam Praktek Sehari-hari.
Jakarta : Sagung Seto
Society, A.C. 2016. Childhod Leukemia. American cancer society. November 21,
2017. http://www. Cancer.org/
Yayasan Kanker Indonesia. 2010. Informasi Dasar tentang Kanker, cetakan ke-
4, Jakarta.
WHO. 2010. Cancer. http://www.who.int