Anda di halaman 1dari 51

PELAT GIRDER

STRUKTUR BAJA
PELAT GIRDER
PROFIL PELAT GIRDER profil T

paku keling paku keling pelat


las
/baut /baut
las las

(a) (b) (c) (d) (e)

(f) Box Ginder


UKURAN PELAT GIRDER
Jembatan jalan raya bentang 24 s/d 46 m.
Jembatan KA bentang 15 s/d 40 m
Jembatan yang menerus bentang yang dapat dicapai
lebih besar yaitu 61 m.
PERSYARATAN UKURAN (Badan)

Pelat badan
menahan
hampir semua
tegangan geser
dari balok
PERSYARATAN UKURAN (Badan)

SNI Baja Pasal 8.7


PERSYARATAN UKURAN (Sayap)

hampir semua
kuat lentur dari
balok diberikan
oleh sayapnya.
KONTROL MOMEN LENTUR
TEKUK TORSI LATERAL
TEKUK LOKAL FLENS
KONTROL KUAT GESER
KONTROL KUAT GESER (1)
KONTROL KUAT GESER (2)
KONTROL KUAT GESER (3)
INTERAKSI GESER LENTUR
DESAIN PELAT GIRDER
DESAIN PELAT GIRDER (1)
PENGAKU / STIFFENER
Pengaku Vertikal / Transversal dan Pengaku Horisontal
DESAIN PENGAKU / STIFFENER
1. Pengaku Penumpu Beban
2. Pengaku Antara (tidak menerima beban langsung)
1. Pengaku Penumpu Beban
Rb - KUAT TUMPU NOMINAL (1)
Rb - KUAT TUMPU NOMINAL (2)
Rb - KUAT TUMPU NOMINAL (3)
Ukuran Pengaku Penumpu Beban
Kontrol sebagai Kolom
2. Pengaku Antara
Stiffener / pengaku vertikal yang tidak menerima beban
secara langsung.
Bila kuat geser pelat badan Vn tidak memenuhi, maka
diberikan pengaku vertikal.
Persyaratan:
a) Luas Minimum (SNI Baja Pasal 8.12.2)
b) Kekakuan Minimum (SNI Baja Pasal 8.12.3)
a.) Luas Minimum (SNI Baja Pasal 8.12.2)
b.) Kekakuan Minimum (SNI Pasal 8.12.3)
CONTOH SOAL
W kg/m
PEMBAHASAN SOAL (1)
PEMBAHASAN SOAL (2)
PEMBAHASAN SOAL (3)
PEMBAHASAN SOAL (4)
PEMBAHASAN SOAL (5)
PEMBAHASAN SOAL (6)
PEMBAHASAN SOAL (7)
PEMBAHASAN SOAL (8)
PEMBAHASAN SOAL (9)
PEMBAHASAN SOAL (10)
PEMBAHASAN SOAL (11)
PEMBAHASAN SOAL (12)
PEMBAHASAN SOAL (13)
PEMBAHASAN SOAL (1)
PEMBAHASAN SOAL (2)
PEMBAHASAN SOAL (3)
PEMBAHASAN SOAL (4)
PEMBAHASAN SOAL (5)

<
PEMBAHASAN SOAL (6)

.rx
PEMBAHASAN SOAL (7)
PEMBAHASAN SOAL (8)
PEMBAHASAN SOAL (9)