Anda di halaman 1dari 6

Desain Pelat Satu Arah

Iswandi Imran

Struktur Beton 1
SI-3112

Estimasi Ukuran Balok dan Pelat


• Ukuran h minimum elemen balok dan pelat satu
arah yang dapat digunakan tanpa perlu
pengecekan defleksi (Tabel 8 Pasal 11.5)

Struktur Beton 2
SI-3112

1
Definisi Panjang Bentang l
( SNI Pasal 10.7 )
• Panjang bentang komponen struktur yang tidak
menyatu dengan struktur pendukung dihitung
sebagai bentang bersih ditambah dengan tinggi
komponen struktur. Besarnya bentang tersebut
tidak perlu melebihi jarak pusat ke pusat dari
komponen struktur pendukung yang ada.
• Dalam analisis untuk menentukan momen pada
rangka atau struktur menerus, panjang bentang
harus diambil sebesar jarak pusat ke pusat
komponen struktur pendukung.
Struktur Beton 3
SI-3112

Pengaturan Beban Hidup


• SNI Pasal 10.9.2: Pengaturan beban hidup dapat
dilakukan dengan kombinasi berikut:
– Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan
beban hidup penuh terfaktor yang bekerja pada dua
bentang yang berdekatan.
– Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan
beban hidup penuh terfaktor pada bentang yang
berselang-seling.

Struktur Beton 4
SI-3112

2
Kombinasi Beban Terfaktor untuk
Perencanaan Elemen Struktur

– Kombinasi beban terfaktor mengacu pada SNI


Pasal 11.2

– Ambil gaya dalam maksimum dari semua


kombinasi beban yang mungkin (Gambarkan
envelop momennya)

Struktur Beton 5
SI-3112

Envelop Momen

Envelop momen memberi


indikasi nilai batas momen
lentur yang ekstrim
disepanjang balok akibat
berbagai penempatan beban
hidup rencana.

Fig. 10-10; MacGregor (1997)


Struktur Beton 6
SI-3112

3
Metoda Analisis Struktur

• Menggunakan software analisis struktur


seperti SAP, GTStrudle, ETABS dll.
• Menggunakan metoda-metioda klasik
seperti Slope deflection, Cross dll.
• Menggunakan metoda pendekatan
berdasarkan SNI Pasal 10.3.

Struktur Beton 7
SI-3112

Metoda Pendekatan SNI

Koefisien Momen dan Geser SNI


• Metoda pendekatan SNI dapat digunakan
untuk menentukan momen lentur dan gaya
geser dalam perencanaan balok menerus
dan pelat satu arah.
• Namun sistem struktur yang dianalisis harus
memenuhi syarat-syarat tertentu.

Struktur Beton 8
SI-3112

4
Metoda Pendekatan SNI
Persyaratan struktur menerus yang harus dipenuhi:

• Terdiri atas dua bentangan atau lebih


• Memiliki panjang-panjang bentang yang hampir sama
– Perbedaan antara bentang-bentang yang
bersebelahan tidak lebih dari 20%
• Beban yang bekerja berupa beban merata
• Rasio LL/DL ≤ 3 (unfactored)
• Penampang bersifat prismatis

Struktur Beton 9
SI-3112

Metoda Pendekatan SNI


Metodologi: wu = Beban mati dan hidup terfaktor
persatuan panjang
Cm = Koefisien momen
M u = Cm ( wu ln )
2
Cv = Koefisien geser
ln = Panjang bentang bersih untuk
bentangan yang ditinjau untuk
–Mu pada sisi dalam tumpuan
⎛w l ⎞ ujung, +Mu dan Vu
Vu = Cv ⎜ u n ⎟ ln = Panjang bentang bersih rata-
⎝ 2 ⎠ rata dari bentang2 yang
bersebelahan untuk –Mu pada
tumpuan dalam

Struktur Beton 10
SI-3112

5
Metoda Pendekatan SNI
bentang ujung bentang dalam

tumpuan ujung tumpuan tumpuan


dalam dalam

sisi dalam sisi luar dari sisi lainnya


tumpuan tumpuan dari
ujung dalam tumpuan
pertama dalam

Struktur Beton 11
SI-3112

Koefisien Momen dan Geser SNI


Gbr. 10-11, MacGregor (1997)

Struktur Beton 12
SI-3112