Anda di halaman 1dari 6

Contoh Perhitungan dengan STM

Estimasi kekuatan balok berikut ini dengan data sebagai berikut: bw


= 160mm, d = 535mm, h = 615mm, a = 550mm, '
L = 2120mm, a/d =
1.03, As = 2280 mm2 (6-D22), ρ = 2,66%, f c = 30 MPa, dan f y = 400
MPa. Semua bearing plate memiliki lebar =150 mm.
Ada dua tipe strut dari model strut-tie yang diusulkan yaitu;
- Tipe 1, strut pada daerah diagonal compression, yaitu S1, yang
dibatasi oleh nodal 1 dengan nodal 3 dan S2, yang dibatasi oleh
nodal 2 dan nodal 4.
- Tipe 2, strut pada daerah flexural compression, yaitu S3, yang
dibatasi oleh nodal 3 dan nodal 4

Geometri Balok serta Model Strut-tie

1
Geometri Nodal dan Strut

Ada dua tipe nodal dari model strut-tie pada balok yang dianalisis, yaitu;

-Nodal 1 dan nodal 2 bertipe CCT yang dibatasi oleh lebar bearing plate
( lb1,2 ), lebar sisi nodal tegak lurus sumbu strut 1,2 (Ws13 ,Ws24) dan tension
tie dengan tinggi pengangkuran ( ha )=160mm,

-Nodal 3 dan nodal 4 bertipe CCC yang dibatasi oleh lebar bearing plate
( lb3,4 ), lebar sisi nodal tegak lurus sumbu S1, S2 (Ws31, Ws42) dan lebar
strut S3 (Ws3).

2
Langkah-langkah analisis adalah sebagai berikut;
-Langkah Pertama: Estimasi geometri model strut-tienya.
Tinggi pengangkuran ha, untuk a/d dan d diketahui sehingga nilai ha dapat
dihitung. Yaitu 0 ,5 h a = h − d
Sehingga ha = 160 mm

Dari keseimbangan gaya pada arah horizontal Æ besarnya gaya


pada strut atas S3 harus sama dengan besarnya gaya pada tie T1.
Dalam hal ini, lebar strut S3 dapat diasumsikan memiliki dimensi yang
sama dengan ha. Ambil Ws3 = 150 mm.
Sehingga jarak lengan momen z ( dv) = d – 150/2 = 460.
Berdasarkan nilai dv dan a, sudut α strut diagonal dapat dihitung.

-Langkah Kedua: Menentukan gaya-gaya dalam pada strut-tie

⎡ z ⎤ ⎡ a ⎤
Sin α = ⎢ ⎥ : Cos α = ⎢ ⎥
⎣ a +z ⎦ ⎣ a +z ⎦
2 2 2 2

a
Ctg α =
z
S1 = S 2 = P / sin α

S 3 = T1 = P .ctg α

-Langkah Ketiga: Memeriksa kondisi tegangan pada nodal dan strut.

3
Analisis Strut
Dengan menghitung besarnya lebar maksimum
strut pada kedua ujungnya, maka dapat
ditentukan besarnya beban batas yang dapat
diterima oleh strut beton, dengan kekuatan
efektif beton yang telah ditentukan sesuai untuk
jenis strut yang bekerja. Strut diasumsikan
mengalami keruntuhan jika tegangan strut
mencapai kapasitas tegangan efektifnya.
Lebar maksimum strut ditentukan oleh
geometrik nodal pada kedua ujung strut.

Lebar Strut S1 dan S2


Tegangan efektif dibatasi oleh lebar strut dan dimensi geometri nodal
pada ujung sebelah atas nodal CCC dan ujung sebelah bawah nodal
CCT.
Diatas : Ws31 maks = lb 3, 4 . sin α + h a . cos α
Dibawah : Ws13 maks = lb1, 2 . sin α + h a . cos α

4
Nodal 1 dan Nodal 2

Syarat batas geometri nodal 1 dan nodal 2 adalah: lebar bidang


perletakan ( lb ), tinggi pengangkuran ( ha ) dan lebar maksimum strut S1
bawah (Ws13 maks), yang besarnya masing-masing adalah lb 1= 150 mm,
ha = 160 mm,
Ws13maks = lb1, 2 . sin α + ha . cos α
= 150 sin α + 160 cos α

Tegangan-tegangan yang terjadi pada sisi-sisi nodal adalah:


Tegangan pada sisi tegak lurus strut S1,2 (Ws13,24)

S1
σ 13 , 24 =
Ws 13 , 24 .b w

Tegangan pada sisi bearing plate, ( lb1, 2 )

P
σ lb1, 2 =
(lb )(b )
1, 2 w

Tegangan pada sisi bidang pengangkuran, ( h a )

P .ctg α
σ 1a , 2 a =
(ha )(b w )

5
Tugas
320 t
Tebal balok = 500 mm
500 mm

1500 mm

400 mm 400 mm

214 t 106 t
1325 mm 2675 mm