Anda di halaman 1dari 4

TATA TERTIB MUSYAWARAH RANTING GERAKAN PRAMUKA

KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE TAHUN 2017


BAB I
Kedudukan, Dasar dan Acara
Pasal I
Kedudukan
Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang Tahun 2017, disingkat Musran
berkedudukan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka Kwartir Ranting
Kecamatan Soreang.

Pasal 2
D a s a r
Musran diadakan atas dasar :
1. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2013 Nomor : 11 /munas/2013 tentang Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 224 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Organisasi dan Tata Kerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka
3. Program Kerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang Tahun 2017.
4. Keputusan Rapat Pengurus Kwarran Kecamatan Soreang tanggal 15 Februari 2017 tentang
Penyelenggaraan Musran Tahun 2017.
5. Surat Edaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Parepare tahun 2017
6. Surat Keputusan Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang Nomor : .... tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Musran Tahun 2017.

Pasal 3
Acara Musran
Acara pokok Musran adalah :
1. Penyampaian, pembahasan dan pengesahan Pertanggung Jawaban Kwartir Ranting Gerakan Pramuka
Kecamatan Soreang masa bakti 2014 2017 termasuk pertanggung jawaban keuangan.
2. Penyammpaian, pembahasan dan pengesahan Rencana Kerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka
Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022.
3. Pemilihan Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang masa bhakti 2017 - 2022,
4. Pemilihan anggota formatur untuk menyusun pengurus baru yang dipimpin oleh ketua kwartir ranting
terpilih.
5. Pemilihan ketua dan anggota lembaga pemeriksa keuangan, masa bhakti 2017 - 2022.

BAB II
Pelaksanaan Sidang Musran
Pasal 4
Kuor um
1. Musran dinyatakan syah, jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya 2/3 jumlah Gudep/Gudep
pangkalan di Kwaran Kecamatan Soreang
2. Sidang-sidang Musran dinyatakan syah, jika dihadiri oleh utusan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah
peserta
3. Apabila peserta Musran belum memenuhi kuorum, Musran ditunda I (satu) jam
4. Apabila sampai 1 jam (penundaan tersebut) belum memenuhi kuorum, maka Musran tetap
dilaksanakan

Pasal 5
Peserta
1. Peserta Musran terdiri dari :
a. Utusan Ranting
b. Utusan Gugus Depan
c. Peninjau Musran
2. Utusan Ranting terdiri dari :
a. 1 (satu) orang dari Mabiran
b. 4 (empat) orang dari Kwartir Ranting
3. Utusan Gugus Depan terdiri dari :
a. 1 (satu) orang Ketua Gugus Depan

1
b. 1 (satu) orang Pembina Putra
c. 1 (satu) orang Pembina Putri
4. Musran dapat dihadiri oleh peninjau yang terdiri dari :
a. Unsur Majelis Pembimbing
b. Unsur Andalan
c. Unsur Dewan Kerja
d. Anggota Kehormatan
5. Pengesahan Peserta
Peserta Musran diyatakan syah sebagai peserta, setelah mendaftarkan diri kepada Panitia Musran
dengan menyerahkan kuasa/mandat dari Kwartir Ranting bagi utusan Ranting, dan kuasa / mandat
dari Gudep/Gudep Pangkalan bagi utusan Gudep. Untuk peserta peninjau harus mendapatkan
persetujuan tertulis dari gugus depan yang bersangkutan.

Pasal 6
Hak Suara dan Hak Bicara
1. Utusan Ranting dan utusan Gudep mempunyai hak 1 (satu) suara. Kecuali, dalam pemungutan suara
untuk menentukan Ketua Kwartir Ranting, setiap peserta Musran mempunyai hak 1 suara (one man
one vote)
2. a. Pada sidang Paripurna, hak bicara masing-masing utusan Gudep, melalui 1 ( satu ) orang
juru bicara
b. Setiap pembicaran masing-masing perutusan harus melalui prosedur pembicaraan
3. Peserta peninjau memiliki hak bicara namun tidak memiliki hak suara.

Pasal 7
Jenis Sidang
1. Sidang sidang Musran terdiri dari :
a. Sidang Pleno / Paripurna
b. Sidang Tim Formatur
2. Sidang Paripurna dihadiri oleh seluruh utusan Ranting dan utusan Gudep
3. Sidang Tim Formatur dihadiri oleh anggota Tim Formatur

Pasal 8
Cara cara Mengambil Keputusan
1. Keputusan Musran diusahakan agar dapat dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat
2. Jika tidak tercapai mufakat :
a. Musran mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara
b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir
3. Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan, kecuali menyangkut pribadi seseorang harus
dilaksanakan secara tertulis dan rahasia
4. Keputusan Musran tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Gerakan Pramuka, Keputusan Munas, dan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Pasal 9
Ketentuan Mengenai Sidang
1. Sidang Pleno Pendahuluan dengan acara :
a. Pengarahan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang
b. Pembentukan Presidium Musran
c. Penyerahan Pimpinan Sidang
2. Sidang Pleno
a. Membahas dan menetapkan Agenda dan Tata Tertib Musran
b. Laporan pertanggung jawaban Kwarran Kecamatan Soreang masa bakti 2014 2017
c. Pemaparan rancangan Rencana Kerja Kwaran Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022
d. Pandangan umum Gudep/Gudep Pangkalan
e. Tanggapan Kwaran Kecamatan Soreang tentang Pandangan Umum Gudep/Gudep Pangkalan
f. Pengesahan Rencana Kerja Kwaran Kecamatan Soreang masa bhakti 2016-2020
g. Pengesahan laporan pertanggung jawaban Kwaran Kecamatan Soreang 2017 - 2022
h. Peryataan Demisioner Kwaran
i. Pemilihan ketua Kwarran Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022
j. Pemilihan Tim Formatur
k. Pemilihan Ketua BPK Kwaran Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022
l. Pembentukan BPK

2
m. Laporan Tim Formatur
n. Pengesahan hasil Musran tahun 2017
3. Sidang tim formatur membahas dan membicarakan Rencana Kerja Tim dalam menyusun
kepengurusan Kwaran Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022

Pasal 10
Pimpinan Sidang
1. a. Musran dipimpin oleh Presidium Musran
b. Presidium terdiri atas satu orang unsur utusan Ranting dan dua orang unsur utusan Gudep/Gudep
Pangkalan
c. Sebelum terbentuk presidium, sidang dipimpin oleh Pimpinan Kwaran yang bertugas memilih
Presidium Musran
2. a. Sidang sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium
b. Presidium berwenang memimpin dan mengatur jalannya Sidang Paripurna, dengan tidak
menyimpang dari ketentuan peraturan tata tertib.

BAB III
Tata Cara Pemilihan
Pasal 11
Tata Cara Pemilihan Ketua Kwartir Ranting
1. Ketua Kwartir Ranting dipilih secara langsung di dalam Musyawarah Ranting
2. Pemilihan Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang masa bakti 2017 - 2022
diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan pendekatan bakal calon Ketua Kwartir Ranting
b. Bakal calon Ketua Kwartir Ranting, diajukan oleh utusan Ranting dan utusan Gudep dengan
ketentuan masing-masing berhak mengajukan 1 (satu) nama
c. Terhadap nama-nama bakal calon yang diajukan diadakan perhitungan skornya, bagi yang
memperoleh skor dukungan terbanyak ke satu dan ke dua, berhak ditetapkan sebagai calon
Ketua Kwartir Ranting
d. Apabila dalam bakal calon hanya terdapat 1 (satu) nama, maka proses pemilihannya dinyatakan
terpilih secara aklamasi.
e. Pemilihan terhadap 2 (dua) calon Ketua Kwartir Ranting melalui pemungutan suara secara
rahasia dengan ketentuan setiap peserta Musran mendapat hak 1 (satu) suara.
f. Ketua Kwartir Ranting terpilih adalah calon Ketua Kwartir Ranting yang memperoleh suara
terbanyak
g. Apabila 2 (dua) calon tersebut memperoleh jumlah suara yang sama, maka pemilihan
selanjutnya dengan cara diulang sampai mendapatkan selisih diantara keduanya.

Pasal 12
Tata Cara Pemilihan Tim Formatur
1. Tim formatur dipilih secara langsung oleh Musyawarah Ranting dalam Sidang Paripurna
2. Tim formatur 5 (lima) orang terdiri atas satu orang unsur Mabiran, satu orang unsur Kwartir Ranting,
dan tiga orang unsur Gudep, dan diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih
3. Pemilihan tim formatur Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang masa bakti 2017 -
2022 diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan penjaringan bakal calon tim formatur.
b. Penjaringan bakal calon Tim Formatur unsur Kwaran dan Mabiran, diajukan oleh utusan Ranting
c. Utusan Gudep/Gudep Pangkalan diajukan oleh utusan Gudep/Gudep Pangkalan
d. Utusan Gudep/Gudep Pangkalan yang mendapatkan skor terbanyak pertama, kedua dan ketiga
ditetapkan sebagai anggota tim formatur
4. Tim Formatur bertugas membentuk pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang
masa bakti 2017 - 2022.
5. Tim formatur melaksanakan tugasnya paling lama 7 (tujuh) hari setelah Musran
6. Hasil Tim Formatur diajukan ke Kwarcab untuk disyahkan

Pasal 13
Tata Cara Pemilihan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) dipilih secara langsung didalam musyawarah Ranting
2. Pemilihan Ketua BPK Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang masa bakti 2017 -
2022 diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan penjaringan bakal calon ketua BPK

3
b. Penjaringan bakal calon ketua BPK, diajukan oleh utusan Ranting dan utusan Gudep/ Gudep
Pangkalan dengan ketentuan masing-masing berhak mengajukan 1 ( satu ) nama
c. Terhadap nama-nama bakal calon yang diajukan diadakan perhitungan skornya, bagi yang
memperoleh skor dukungan terbanyak kesatu dan kedua berhak ditetapkan sebagai calon
Ketua BPK
d. Apabila dalam penjaringan bakal calon hanya terdapat 1(satu) nama , maka proses
pemilihannya diyatakan terpilih secara aklamasi .
e. Ketua BPK terpilih adalah calon ketua BPK yang memperoleh suara terbanyak.

Pasal 14
Pembentukan dan Pemilihan Badan Pemeriksa Keuangan
1. Badan Pemeriksa Keuangan dipilih secara langsung oleh Musyawarah Ranting dalam Sidang
Paripurna
2. Badan Pemeriksa Keuangan terdiri dari 3 ( tiga ) orang, 1 (satu ) orang unsur Mabiran, 1 (satu) orang
unsur Gudep/Gudep Pangkalan, dan dibantu 1 (satu ) orang Akuntan .

BAB IV
Lain lain
Pasal 15
Masa Berlaku
Tata Tertib persidangan Musran Kwarran Soreang masa bakti 2014 2017 berlaku sejak disyahkan oleh
Musran Kwarran Soreang masa bakti 2014 2017 sampai berakhirnya Musran Tahun 2017.

Pasal 16
Aturan Tambahan
Segala sesuatu yang belum diketahui dan diatur dalam tatat tertib persidangan akan ditentukan oleh
pimpinan sidang atas persetujuan para peserta sidang .

Ditetapkan di : Kecamatan Soreang


Pada tanggal : 02 Desember 2017
Pukul : WITA.

Presidium Sidang
Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang
Tahun 2017
Ketua,

_______________________

Wakil Ketua, Wakil Ketua, Wakil Ketua,

__________________ __________________ __________________