Anda di halaman 1dari 3

III.

2 Kasus yang Berkaitan dengan Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar

Pengembangan Ilmu yang Memperlihatkan Sikap Bertanggung Jawab

Atas Keputusan yang Diambil Berdasarkan Prinsip Musyawarah dan

Mufakat Dalam Kehidupan Ilmiah

Kasus yang berkaitan dengan kedudukan pancasila sebagai dasar

pengembangan ilmu yang memperlihatkan sikap bertanggung jawab atas

keputusan yang diambil yaitu seperti dalam rangka membentuk kesatuan dalam

keanekaragaman diterapkan pendekatan musyawa-rah untuk mencapai mufakat.

Bukan pendapat sendiri yang harus dijadikan kesepakatan bersama,

tetapi common denominator, yakni inti kesamaan yang dipilih sebagai

kesepakatan bersama. Hal ini hanya akan tercapai dengan proses musyawarah

untuk mencapai mufakat. Dengan cara ini segala gagasan yang timbul

diakomodasi dalam kesepakatan. Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah.

Inilah yang biasa disebut sebagai win solution.

III.3 Contoh Tentang Perumusan Pancasila Sebagai Karakter Keilmuan

Indonesia

Beberapa contoh tentang perumusan Pancasila sebagai karakter keilmuan

Indonesia yaitu di sisi ilmu itu sendiri, pancasila sudah mencakup dari semua segi

aspek kehidupan , mulai dari sila pertama yang mencakup segi ketuhanan dalam

menuntut ilmu yaitu dalam menuntut ilmu yang bermanfaat di dunia maupun

akhirat, dapat dibagi dan diberikan kepada orang lain. Sampai pada sila kelima

yang menitik beratkan pada segi keadilan sosisal yang mengajarkan kita menuntut

ilmu dengan seadil-adilnya. Dalam hal ini dapat memiliki makna yaitu dalam

menuntut ilmu, jangan hanya satu ilmu yang dipelajari, namun juga harus
menguasai ilmu yang lain. Dalam penguasaan ilmu, jangan hanya ilmu di dunia,

tapi kuasai juga ilmu sebagai bekal di akhirat.

Dari segi penuntut ilmu sebagai subjek dalam menuntut atau mencari ilmu,

dalam pancasila kita diajarkan bahwa dalam proses pengembangan ilmu tersebut

diperlukan adanya sikap kemanusiaan sebagaimana dalam sila kedua pancasila

yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebagai penuntut ilmu, kita harus

mengedepankan sisi kemanusiaan maksudnya, jangan memaksakan suatu

kehendak atau ilmu hingga mengorbankan orang lain dalam mencapai tujuan

tersebut.

III.3 Ilustrasi Tentang Karakter Keilmuan Berdasarkan Pancasila

Dari beberapa ilustrasi tersebut, secara bertahap, nilai-nilai pancasila akan

benar-benar menginternalisasi dan membumi dalam kehidupan bermasyarakat,

berbangsa dan bernegara. Revitalisasi nilai-nilai pancasila bisa dimulai dengan

menjadikan dasar negara ini kembali sebagai pembicaraan publik, sehingga

masyarakat merasakan bahwa pancasila masih ada, dan masih dibutuhkan bagi

bangsa Indonesia. Revitalisasi nilai-nilai juga dapat dilakukan dengan cara

manifestasi identitas nasional. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai wawasan,

antara lain; spiritual yang berlandaskan etik, estetika, dan religiusitas sebagai

dasar dan arah pengembangan profesi.

Dalam konteks perguruan tinggi, revitalisasi nilai-nilai pancasila bisa

dilakukan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan handal

untuk pembangunan nasional yang menumbuhkan kesadaran nasionalisme serta

menemukan jati diri bangsa yang mampu beradaptasi dengan perubahan, mampu

menangkap tantangan sebagai peluang dan mampu mengatasi segala


permasalahan sengan solusiyang baik, serta mengaktualisasikan diri untuk bangsa

dan negara agar lebih maju dan bermartabat.

Anda mungkin juga menyukai