Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata dibagian luar, yang hampir
seluruhnya terdiri atas kolagen. Jaringan ini padat dan bewarna putih serta berbatasan
dengan kornea disebelah anterior dan durameter nervus opticus diposterior.
Permukaan luar sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis jaringan elastik
halus, disebut episklera yang mengandung banyak pembuluh darah yang
memperdarahi sklera.1

Episkleritis merupakan suatu reaksi radang jaringan ikat vascular yang


terletak diantara konjuntiva dan permukaan sclera yang relative sering terjadi.1,2
Kelainan ini cendrung mengenai orang muda, khasnya pada dekade ketiga atau
keempat kehidupan, mengenai wanita tiga kali lebih sering dibanding pria, bersifat
unilateral pada dua-pertiga kasus dan episkleritis difus (sekitar 70% kasus) lebih
sering terjadi dibandingkan episkleritis nodular (sekitar 30 % kasus)1,3

Episkleritis dapat sembuh sempurna atau bersifat residatif yang dapat


menyerang tempat yang sama ataupun berbeda-beda dengan lama sakit umumnya
berlangsung 4-5 minggu. Penyulit yang dapat timbul adalah terjadinya peradangan
lebih dalam pada sclera yang disebut sebagai skleritis.2 kekambuhan sering terjadi
dan penyebabnya tidak diketahui.1

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Sklera

Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan


pembungkus dan pelindung isi bola mata. Sklera berhubungan erat dengan kornea
dalam bentuk lingkaran yang disebut limbus sklera berjalan dari papil saraf optik
sampai kornea.2

Pita-pita kolagen dan jaringan elastin membentang disepanjang foramen


sklera posterior, membentuk lamina cribrosa, yang diantaranya dilalui oleh bekas
akson nervus optikus. Permukaan sclera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis
jaringan elastic yang halus yang disebut dengan episklera yang mengandung banyak
pembuluh darah yang memperdarahi sklear. Lapisan berpigmen coklat pada
permukaan luar ruang suprakoroid.1

Pada tempat inersi musculi recti, tebal sclera sekitar 0,3 mm, ditempat lain
tebalnya sekitar 0,6 mm. disekitar nervus optikus, sklera ditembus oleh arteria ciliaris
posterior longus dan brevias, dan nervus ciliaris longus dan brevis. Arteria ciliaris
posterior longa dan nervus ciliaris longus melintas dari nervus optikus ke corpus
ciliaris disebuah lekukan dangkal pada permukaan dalam sclera dimeridian jam 3 dan
jam 9. Sedikit posterior dari ekuator, empat vena verticosa mengalirkan darah keluar
dari koroid melalui sclera, biasanya satu disetiap kuadran. Sekitar 4 mm disebalah
posterior limbus, sedikit anterior dari inersi tiap-tiap muskulus rektus, empat areteria
dan vena ciliaris anterior menembus sclera. Persarafan sclera berasal dari saraf-saraf
ciliaris.1

Secara histologis, sclera terdiri atas banyak pita padat yang sejajar dan berkas-
berkas jaringan kolagen teranyam, yang masing-masing mempunyai tebal 10-16 m
dan lebar 100-400 m. struktur histologis sclera sangat mirip dengan struktur kornea.
Alas an transparannya kornea dan opaknya sclera adalah deturgesensi relative kornea.

2
Sklera mempunyai kekakuan tertentu sehingga mempengaruhi tekanan bola
mata. Walaupun sclera kaku dan tipisnya 1mm ia masih tahan terhadap kontusi
trauma tumpul.2

3
2.2 Defenisi Episkleritis

Peradangan yang mengenai episklera-lapisan tipis jaringan ikat vaskular yang


terletak antara konjungtiva dan permukaan yang menutupi sklera disebut sebagai
episkleritis.1,2

2.3 Etiologi Episkleritis

Penyebab pastinya tidak diketahui. Kelainan lokal atau sistemik terkait,


misalnya roscacea ocular, atopi, gout, infeksi, atau penyakit kolagen-vaskular
dijumpai pada sepertiga populasi pasien.1,4

Radang episklera dan sclera mungkin disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas


yang mengenai satu mata terhadap penyakit sistemik seperti tuberculosis, rematoid
atritis, SLE, dan lainnya. Merupakan suatu reaksi toksik, alergika atau merupakan
bagian daripada infeksi. Dapat saja kelainan ini terjadi secara spontan dan idiopatik.
2,4

2.4 Manifestasi Klinis episkleritis

Gejala-gejala episkleritis adalah kemerahan dan iritasi ringan atau rasa tidak
nyaman, mata terasa kering, dengan rasa sakit yang ringan, mengganjal, berpasir, dan
konjungtiva yang kemotik.1,3,4 Bentuk radang yang terjadi pada episkleritis
mempunyai gambaran khusus, yaitu berupa benjolan setempat dengan batas tegas dan
bewarna ungu dibawah konjungtiva. Bila benjolan ini ditekan dengan kapas atau
ditekan pada kelopak diatas benjolan, akan memberikan rasa sakit, rasa sakit akan
menjalar kesekitar mata.2

Pada episkleritis bila dilakukan pengangkatan konjungtiva diatasnya, maka


akan mudah terangkat atau dilepas dari pembuluh darah yang meradang. Perjalanan
penyakit mulai dengan episode akut dan terdapat riwayat berulang dan dapat
berminggu-minggu atau beberapa bulan. Terlihat mata merah satu sektor yang
disebabkan melebarnya pembuluh darah dibawah konjungtiva. Pembuluh darah ini

4
mengecil apabila diberi fenil efinefrin 2,5% topical. Pada episkleritis jarang terlibat
uvea dan kornea, penglihatan tetap normal. 2

2.5 Klasifikasi Episkleritis

Episkleritis terdiri dari 2 tipe, yaitu:

1. Episkleretis difusi
Merupakan jenis episkleritis yang paling umum. Pada episkleritis difusi
terdapat kongesti vaskular pada permukaan episklera tanpa disertai adanya
nodul.3

2. Episkleretis nodular
Pada episkleritis ini sering lebih nyeri dari pada episkleritis difusi dan
berlangsung lebih lama. Peradangan biasanya terbatas pada satu bagian mata
saja dan terdapat suatu daerah diskret dan penonjolan atau benjolan pada
permukaan episklera yang imflamasi.3

5
2.6 Diagnosis Banding Episkleritis

Konjungtivitis, disingkirkan dengan sifat episkleritis yang lokal dan tidak


adanya keterlibatan konjungtiva dan palpebral. Pada konjungtivitis ditandai
dengan adanya secret dan tampak adanya folikel atau papil pada konjungtiva
tarsal inferior.3
Diagnosis banding melebarnya (injeksi) pembuluh darah2
Injeksi Injeksi siliar Injeksi episklera
konjungtiva
Asal a. konjungtiva a. siliar a. siliar longus
posterior
Memperdarahi Konjungtiva Kornea Intraocular
bulbi Segmen
anterior
Lokalisasi Konjungtiva Dasar Episklera
konjungtiva
Warna Merah Ungu Merah gelap
Arah Ke perifer Ke sentral Ke sentral (kornea)
aliran/lebar (limbus) (kornea)
Konjungtiva Ikut bergerak Tidak bergerak Tidak ikut bergerak
digerakkan
Epinefrin Menciut Tidak menciut Tidak menciut
1:1000
Penyakit Konjungtiva Kornea, iris, Glaucoma,
glaucoma endoftalmitis,panoftal
mitis
Secret + - -
Penglihatan Normal Menurun Menurun

6
Skleritis, dengan keluhan yang sama yaitu mata merah, namun nyeri dirasakan
berat, konstan, tumpul dan membuat pasien terbangun dimalam hari, tekanan
intraocular meningkat, dan ketajaman penglihatan biasanya sedikit menurun.
Timbul pada decade kelima atau keenam kehidupan1. Untuk mendeteksi
keterlibatan sklera dalam dan membedakannya dengan episkleritis,
konjungtivitis, dan injeksi siliar, pemeriksaan dengan pemberian fenilefrin
2.5% yang memberikan kesan putih blanched karena menimbulkan
kontriksi pleksus vaskular episklera superfisial dan konjungtiva. Pada skleritis
pembuluh darah tidak memutih blanched setelah pemberian phenylephrine
2,5%.3

2.7 Penatalaksanaan Episkleritis

kortikosteroid eye drop, seperti Dexametason. Obat ini akan membantu untuk
mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan pasien. Namun ada
beberapa resiko yang terkait dengan penggunaan tetes mata steroid, sehingga
pasien perlu dipantau ketat oleh dokter.3,4
Non-steroid anti-imflamation drug (NSAID), seperti flurbiprofen. Obat ini
akan membantu meredakan nyeri dan bengkak dan mengurangi peradangan.
Steroid topical mungkin cukup berguna, akan tetapi penggunaannya dapat
menyebabkan rekuresnsi. Oleh karena itu dianjurkan untu memberikan dalam
periode waktu yang pendek. Kortikosteroid lebih efektif untuk episkleritis
difus daripada episkleritis noduler.3,4
Artificial teardrops atau lubrikan dapat diberikan untuk menghilangkan
gejaka mata kering dan sebagai penyejuk. Dapat diberikan vasokontriktor,
pada keadaan yang berat diberikan kortikosteroid tetes mata, sistemik atau
salisilat.3
Kompres mata dengan air dingin untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada
mata.3,4

7
2.8 Prognosis

Episkleritis dapat sembuh sempurna atau bersifat residitif yang dapat


menyerang tempat yang sama ataupun berbeda-beda dengan lama sakit umumnya
berlangsung 4-5 minggu. Penyulit yang timbul adalah terjadinya peradangan lebih
dalam pada sclera.1,2