Anda di halaman 1dari 19

TUGAS PAPER

PENGOLAHAN DAN KARAKTERISTIK PULAU MAHITAM

Dosen Pengampu:

1. Dr. Bambang
2. agel

Disusun oleh :

1. pradika (231160)
2. ricky
3. hot mazzmullah
4. egi
5. hafidz
6. fredik
7. andreas

TEKNIK GEOMATIKA

FAKULTAS INFRASTUKTUR DAN KEWILAYAH

INSTITUT TEKNLOGI SUMATERA

LAMPUNG SELATAN

2017
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................. iii


BAB 1. PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
Latar Belakang................................................................................................................. 1
Rumusan masalah ........................................................................................................... 1
Tujuan ............................................................................................................................. 2
Luaran ............................................................................................................................. 2
Manfaat........................................................................................................................... 2
BAB 2. KAJIAN TEORI ........................................................................................................... 2
BAB 3. GAMBARAN PULAU ................................................................................................. 4
3.1. Posisi Geografis Pulau .............................................................................................. 4
3.2. Potensi ..................................................................................................................... 7
3.3. Masalah Pulau Kecil ............................................................................................... 12
BAB 4. RANCANGAN WAHANA WISATA ........................................................................... 14
BAB 5. ANGGARAN BIAYA ................................................................................................. 14
BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................................... 15
BAB 7. REFERENSI.............................................................................................................. 16

ii
KATA PENGANTAR

iii
BAB 1. PENDAHULUAN
Latar Belakang

Objek wisata Pulau Mahitam adalah destinasi liburan oleh masyarakat


lokal bandar lampung sekitarnya.Pulau Mahitam ramai dikunjungi ketika hari
libur maupun hari kerja.Pulau Mahitam menjanjikan pesona alam yang luar biasa
untuk pengunjungnya, mulai dari bermain di tepi pantai hingga menyelam
menikmati alam bawah laut Pulau Mahitam.[1]

Potensi Pulau Mahitam sebagai destinasi wisata tidak sebanding dengan


pengolahan dan pendapatan untuk Pulau Mahitam sendiri oleh karena itu,
diperlukan adanya pembangunan wahana dan promosi yang lebih lagi untuk
mencukupi kebutuhan masyarakat Bandar Lampung sendiri.

Dengan pembangunan wahana dan promosi Pulau Mahitam diharapkan


memaksimalkan beberapa sektor Pulau Mahitam antara lain sektor ekonomi
kreatif, sektor kuliner, sektor social budaya dan sektor lingkungan hidup.
Pengembangan dan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan dalam
status Pulau Kecil Binaan Mahasiswa Geomatika Institut Teknologi Sumatera.
Berbasis dengan ekonomi kekeluargaan diharapkan memberi pelung besar bagi
masyarakat mendapat kesejahteraan dari program ini.

Rumusan masalah

1) Bagaimana membangun wisata bahari yang berkompetensi dan


memiliki daya tarik nasional.
2) Bagaimana pembangunan objek wisata pulau mahitam memberi
manfaat kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
3) Bagaimana menyelesaikan masalah yang sudah ada dari Pulau
Mahitam

1
Tujuan

1. Menciptakan objek wisata yang berkompetensi dan memiliki daya tarik bagi
pengunjung lokal dan mancanegara.
2. Memberi maanfaat bagi masyarakat setempat.
3. Menambah ilmu dan wawasan Mahasiswa InstitutTeknologi Sumatera

Luaran

1. Memberi pengalaman berorganisasi dan berosialisasi mahasiswa


2. Menjaga silahturahmi masyarakat dengan Itera
3. Mengenalkan Itera kepada masyarakat

Manfaat

1. Meningkatkan sektor kuliner, ekonomi kreatif serta social budaya masyarakat


Pulau Mahitam .
2. Memberi solusi dari masalah yang ada di Pulau Mahitam selama ini.
3. Mengenalkan Itera dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat.

2
BAB 2. KAJIAN TEORI

Pengertian pulau kecil menurut Undang-Undang 27 Tahun 2007 adalah


pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 Km2 (dua ribu kilometer
persegi) beserta kesatuan ekosistemnya. Di samping kriteria utama tersebut,
beberapa karakteristik pulau-pulau kecil adalah secara ekologis terpisah dari
pulau induknya (mainland island), memiliki batas fisik yang jelas dan
terpencil dari habitat pulau induk, sehingga bersifat insular; mempunyai
sejumlah besar jenis endemik dan keanekaragaman yang tipikal dan bernilai
tinggi; tidak mampu mempengaruhi hidroklimat; memiliki daerah tangkapan
air (catchment area) relatif kecil sehingga sebagian besar aliran air permukaan
dan sedimen masuk ke laut serta dari segi sosial, ekonomi dan budaya
masyarakat pulau-pulau kecil bersifat khas dibandingkan dengan pulau
induknya.

Pulau-pulau kecil memiliki potensi pembangunan yang besar karena


didukung oleh letaknya yang strategis dari aspek ekonomi, pertahanan dan
keamanan serta adanya ekosistem khas tropis dengan produktivitas hayati
tinggi yaitu terumbu karang (coral reef), padang lamun (seagrass), dan hutan
bakau (mangrove). Ketiga ekosistem tersebut saling berinteraksi baik secara
fisik, maupun dalam bentuk bahan organik terlarut, bahan organik partikel,
migrasi fauna, dan aktivitas manusia. Selain potensi terbarukan pulau-pulau
kecil juga memiliki potensi yang tak terbarukan seperti pertambangan dan
energi kelautan serta jasa-jasa lingkungan yang tinggi nilai ekonomisnya yaitu
sebagai kawasan berlangsungnya kegiatan kepariwisataan, media komunikasi,
kawasan rekreasi, konservasi dan jenis pemanfaatan lainnya.

Disamping memiliki potensi yang besar, pulau-pulau kecil


memiliki kendala dan permasalahan yang cukup kompleks dalam
pengelolaannya, yaitu:

i) belum jelasnya definisi operasional pulau-pulau kecil;


ii) kurangnya data dan informasi tentang pulau-pulau kecil;
iii) kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap pengelolaan pulau-pulau kecil;
iv) pertahanan dan keamanan;
v) disparitas perkembangan sosial ekonomi;
vi) terbatasnya sarana dan prasarana dasar;
vii) konflik kepentingan dan
viii) degradasi lingkungan hidup

3
BAB 3. GAMBARAN PULAU

Posisi Geografis Pulau

Pulau Mahitam terletak di koordinat -5,5944292 LU, 105,245656 BB dapat


diakses dengan kapal kecil dengan lama perjalanan selama 10 menit. Dengan
menempuh perjalanan 60 90 menit menuju bibir pantainya dari pusat kota Bandar
Lampung.

Kawasan pulau Mahitan


banyak sekali memiliki potensi
pembangunan yang cukup luamayan
besar dengan letak nya tidak terlalu
jauh dari pulau besar yaitu dareah
Pulau Mahitam berada sangat dekat
dengan Pantai Ketapang. Terletak di
kecamtan Padang Cermin,
Pesawaran, Lampung membuat
Pulau Mahitam cukup banyak
dikunjungi wisatawan
karenalokasinya berdekatan dengan
Pantai Ketapang yang juga berada
dekat dengan jalan raya menuju
lokasi wisata seperti Pantai Klara,
Pantai Batu Mandi (Klaura) dan juga
Teluk Kiluan. Untuk menuju lokasi
wisata ini kita terlebih dahulu arus
menuju Pantai Ketapang.

4
5
Jernihnya air laut dan pasir pantai yang putih lengkap dengan deburan
ombaknya. Pemandangan pantainya pun tidak kalah indah dengan pantai lain di
Lampung. Selain itu juga anda bisa
melihat pemandangan yang beda
pantai lain yaitu pemandangan dari
ketinggian menara yang ada di sini.
Tak jarang pengunjung yang datang
ke Pulau Mahitam selalu mengincar
pemandangan di atas menara ini..
Sehingga pulau ini tidak terlalu
terbelakang dengan adanya dukungan
dari letak yang cukup strategis,
strategis dari aspek ekonomi, serta
adanya ekosistem khas tropis dengan
produktivitas hayati tinggi yaitu
terumbu karang (coral reef), padang
lamun (seagrass), dan hutan bakau (mangrove). Ketiga ekosistem tersebut saling
berinteraksi baik secara fisik, maupun dalam bentuk bahan organik terlarut, bahan
organik partikel, migrasi fauna, dan aktivitas manusia.

6
Potensi

Potensi Sumberdaya Hayati Pulau Mahitam


Terumbu karang

Daya tarik dari pulau ini dengan adanya Terumbu karang di pulau tersebut
terbentuk dari endapan-endapan massif kalsium karbonat (CaCO3), yang
dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terumbu (karang hermatipik) dari
filum Cnidaria, Ordo Scleractinia yang hidup bersimbiose dengan alga bersel satu
Zooxanthellae, dan sedikit tambahan dari algae berkapur serta organisme lain
yang mensekresi kalsium karbonat.

Manfaat yang terkandung dalam terumbu karang sangat besar dan beragam.
Menurut Sawyer (1993) dan Cesar (1996) jenis manfaat yang terkandung dalam
terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua, yaitu manfaat langsung yaitu
sebagai habitat bagi sumberdaya ikan (tempat mencari makan, memijah dan
asuhan), batu karang, pariwisata, wahana penelitian dan pemanfaatan biota
perairan lainnya dan manfaat tidak langsung seperti fungsi terumbu karang
sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.

Terumbu karang dapat menjadi sumber devisa yang diperoleh dari penyelam
dan kegiatan wisata bahari lainnya. Bahkan dewasa ini berbagai jenis biota yang
hidup pada ekosistem terumbu karang ternyata banyak mengandung senyawa
bioaktif sebagai bahan obat-obatan, makanan dan kosmetika. Selain itu terumbu
karang juga menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi perhatian bagi para ahli,
mahasiswa, perusahaan farmasi sebagai obyek penelitian, dan juga wisatawan.

Ekosistem terumbu karang banyak menyumbangkan berbagai biota laut


seperti ikan, karang, moluska dan krustasea bagi masyarakat di kawasan pesisir,
dan bersama ekosistem pantai lainnya menyediakan makanan dan menjadi tempat
berpijah bagi berbagai jenis biota laut yang bernilai ekonomi tinggi.

7
Di kawasan pulau-pulau kecil, banyak dijumpai karang dari berbagai jenis
yang terdapat pada rataan terumbu tepi (fringing reef), sedangkan di kawasan
Indonesia bagian timur sering dijumpai terumbu karang dengan tipe terumbu
cincin (atoll).

Padang Lamun (Seagrass)

Potensi yang tak terlupakan oleh para peneliti dan wisatawan yakni di
perairan pantai yang terdapat padang lamun. Karna Lamun merupakan satu-
satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memiliki rhizoma, daun dan
akar sejati yang hidup terendam di dalam laut.Lamun mengkolonisasi suatu
daerah melalui penyebaran buah (propagule) yang dihasilkan secara sexual
(dioecious). Lamun umumnya membentuk padang lamun yang luas di dasar laut
yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari untuk mendukung
pertumbuhannya, biasanya hidup diperairan yang dangkal dan jernih pada
kedalaman berkisar antara 2-12 meter, dengan sirkulasi air yang baik. Substrat
lumpur-berpasir merupakan substrat yang paling disukai oleh lamun dan berada
diantara ekosistem mangrove dan terumbu karang.

Secara ekologis, padang lamun mempunyai beberapa fungsi penting bagi


wilayah pulau mahitam yaitu sebagai produsen detritus dan zat hara; mengikat
sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak dengan sistem perakaran yang
padat dan saling menyilang; sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh
besar, dan memijah bagi beberapa jenis biota laut, terutama yang melewati masa
dewasanya di lingkungan ini; serta sebagai tudung pelindung yang melindungi
penghuni padang lamun dari sengatan matahari. Di samping itu, padang lamun
juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan budidaya berbagai jenis ikan,
kerang-kerangan dan tiram, tempat rekreasi dan sumber pupuk hijau.
.

8
Pohon Mangrove

Di pulau mahitam juga terdapat Pohon mangrove.Pohon mangrove di pulau


mahitam juga mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota
perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan
abrasi, amukan angin, taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air
laut, dan lain sebagainya. Sedangkan secara ekonomis berfungsi sebagai penyedia
kayu, bahan baku obat-obatan dan lain-lain. Disamping itu, ekosistem hutan
mangrove juga memberikan manfaat tidak langsung, terutama sebagai habitat bagi
bermacam-macam binatang seperti binatang laut (udang, kepiting, dan beberapa
jenis ikan), dan binatang melata lainnya. Hanya saja di pulau mahitam ini hanya
beberapa saja pohon mangrove di karna kan banyak nya pohon kelapa di pantai-
pantai dan berdekatannya pulau mahitam dengan pantai ketapang.

Sumberdaya Perikanan

Secara ekologis, pulau mahitam di daerah tropis dan sub-tropis berasosiasi


dengan terumbu karang. Dengan demikian di kawasan ini memiliki spesies-
spesies yang menggunakan karang sebagai habitatnya yaitu ikan ekonomis
penting seperti kerapu, napoleon, kima raksasa (Tridacna gigas), teripang dan
lain-lain sehingga komoditas seperti ini dapat dikatakan sebagai komoditas
spesifik pulau kecil. Ciri utama komoditas tersebut adalah memiliki sifat
penyebaran yang bergantung pada terumbu karang sehingga keberlanjutan
stoknya dipengaruhi oleh kesehatan karang.

9
Potensi Sumberdaya Nir Hayati

Pertambangan

Untuk di pulau mahitam belum di adaanya pabrik-pabrik tambang yang


sehingga belum di ketahi juga potensi pertmbangan apa di pulau mahitam, namun
pada Struktur batuan dan geologi pulau-pulau kecil di Indonesia adalah struktur
batuan tua yang diperkirakan mengandung deposit bahan-bahan tambang/mineral
penting seperti emas, mangan, nikel dan lain-lain.

Energi Kelautan

Dengan luas wilayah laut yang lebih besar dibandingkan darat maka potensi
energi kelautan memiliki prospek yang baik sebagai energi alternatif untuk
mengantisipasi berkurangnya sumber daya listrik yang dapat di lihat melalui citra
satelit mungkin masih ada lagi sumber pemanfaatan energi di pulau mahitam,
sepanjang kemampuan negara diarahkan untuk pemanfaatannya. Walaupu hanya
sebatas pulau kecil.

Wisata Bahari
Kawasan pulau mahitam merupakan aset wisata bahari yang sangat besar
yang didukung oleh potensi geologis dan karaktersistik yang mempunyai
hubungan sangat dekat dengan terumbu karang (Coral Reef), khususnya hard
corals. Disamping itu, kondisi pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni, secara
logika akan memberikan kualitas keindahan dan keaslian dari bio-diversity yang
dimilikinya.
Obyek Wisata Pulau Mahitam di Gebang Lampung merupakan tempat
wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya.
Penduduk lokal daerah lampung juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan
lokal maupun wisatawan asing.

Kota lampung juga terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satu
contohnya adalah Obyek Wisata Pulau Mahitam di Gebang Lampung ini. Sebuah
pulau yang berada tidak jauh dari Pantai Ketapang ini akan memberikan anda

10
suasana liburan yang mendebarkan karena di pulau ini tersedia sebuah menara
yang siap anda daki. Menara ini memiliki level ketinggian yang seakan
menantang anda untuk menaklukkannya.
Selain itu wisata bahari di pulau mahitam yang sangat esotik yaitu pada
pasir putih dan pantainya yang sangat jernih, membuat pulau ini sangat cocok di
jadikan wisata bahari pantai dan pariwisata. Di samping itu padang lamun di pulau
mahitam ini sangat terjaga karna belum banyak para wisatawan yang mengetahui
lokasi pulau ini.

Fungsi Ekonomi
Wilayah pulau mahitam memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan
sebagai wilayah bisnis-bisnis potensial yang berbasis pada sumberdaya (resource
based industry) seperti industri perikanan, pariwisata, jasa transportasi, industri
olahan dan industri-industri lainnya yang ramah lingkungan.

Fungsi Ekologi
Secara ekologis, ekosistem pesisir dan laut pulau mahitam berfungsi
sebagai pengatur iklim global, siklus hidrologi dan bio-geokimia, penyerap
limbah, sumber plasma nutfah, sumber energi alternatif, dan sistem penunjang
kehidupan lainnya. Hal ini terkait erat dengan potensi/karakteristik penting pulau-
mahitam, yang merupakan habitat dan ekosistem (terumbu karang,) yang
menyediakan barang (ikan,) dan jasa lingkungan (penahan ombak, wisata bahari)
bagi masyarakat.

11
Masalah Pulau Kecil

Disamping memiliki potensi yang besar, pulau mahitam memiliki kendala


dan permasalahan yang cukup kompleks yaitu :

1. Belum Jelasnya Definisi Operasional Pulau Mahitam

Definisi pulau-pulau kecil di Indonesia saat ini masih mengacu pada definisi
internasional yang pendekatannya pada negara benua, sehingga apabila diterapkan
di Indonesia yang notabene merupakan negara kepulauan menjadi tidak
operasional karena pulau-pulau di Indonesia luasannya sangat kecil bila
dibandingkan dengan pulau-pulau yang berada di negara benua. Hal ini menjadi
permasalahan tersendiri bagi pembangunan pulau-pulau kecil di Indonesia.
Apabila mengikuti definisi yang ada, maka pilihan kegiatan-kegiatan yang boleh
dilakukan di kawasan pulau-pulau kecil sangat terbatas, yang tentu saja akan
mengakibatkan pengelolaan pulau-pulau kecil di Indonesia menjadi lambat.

2. Kurangnya Data dan Informasi tentang Pulau Mahitam

Data dan Informasi tentang pulau mahitam masih sangat terbatas. Hal ini
menjadi masalah tersendiri dalam kegiatan identifikasi dan inventarisasi pulau
Mahitam. Lebih jauh lagi akan menghambat pada proses perencanaan dan
pembangunan pulau mahitam. Permasalahan lain dalam pembangunan kelautan
dan perikanan di Indonesia adalah belum jelasnya jumlah pulau dan panjang garis
pantai, yang sangat berpengaruh dalam perencanaan dan pelaksanaan program
pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

3. Kurangnya Keberpihakan Pemerintah terhadap Pengelolaan Pulau

Orientasi pembangunan pada masa lalu lebih difokuskan pada wilayah


daratan (mainland) di pulau besar, dan tidak terfokus pada kelautan sehingga

12
pulau-pulau kecil di indonesia seperti pulau mahitam belum adanya campur tanga
pemeritah sehinnga pengolahaan pulau ini jadi terhambat.

4. Terbatasnya Sarana dan Prasarana Dasar

Pulau-pulau mahitam sulit dijangkau oleh akses perhubungan karena


letaknya yang terisolir dan jauh dari pulau induk.Terbatasnya sarana dan
prasarana seperti jalan, pelabuhan, pasar, listrik, media informasi dan komunikasi
menyebabkan tingkat kualitas SDM masih rendah.

5. Konflik Kepentingan

Pengelolaan pulau mahitaml akan berdampak pada lingkungan, baik positif


maupun negatif sehingga harus diupayakan agar dampak negatif dapat
diminimalkan dengan mengikuti pedoman-pedoman dan peraturan-peraturan
yang dibuat. Di samping itu, pengelolaan pulau-pulau kecil dapat menimbulkan
konflik budaya melalui industri wisata yang cenderung bertentangan dengan
kebudayaan lokal; dan menyebabkan terbatasnya atau tidak adanya akses
masyarakat terutama pada pulau mahitam yang telah dikelola oleh swasta.

13
BAB 4. RANCANGAN WAHANA WISATA

Dalam meingkatkan daya saing pulau Mahitam sebagai objek wisata nasional
diperlukan 2 tahapan besar antara lain.

A. Peninkatan Potensi

Dalam tahap ini dicanangkan adanya kegiatan peningkatan yang


memanfaatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya-upaya berikut.

1. Membersihkan areal pantai dan menjaga kebersihan pantai kedepannya


2. Membuat Sanitasi serta pengolahan sampah akhir yang teratur
3. Menjaga kelestarian serta biodiversitas pulau
4. Mensosialisasikan program pembangunan wahana wisata di Pulau
Mahitam kepada masyarakat sekitar pulau sehingga masyarakat dapat
menerima kedatangan para pengunjung dengan baik
5. Menjaga kearifan lokal dan social budaya

B. Pembuatan Wahana Wisata Penunjang Baru

Dalam tahap ini dengan ekonomi kekeluargaan ( koperasi ) dan dengan


partisipasi masyarakat binaan. Akan dibangun beberapa fasilitas penunjang tempat
wisata

1. Pembuatan toilet umum


2. Pembuatan Pos penjaga pantai
3. Pembutan jalan yang mudah diakses
4. Pembuatan Mushallah dan rest area
5. Pembuatan dermaga khusus pengambilan gambar oleh pengunjung
6. Membuat restoran yang berisikan kuliner khas pantai
7. Membuat penginapan
8. Membuat wahana menyelam
9. Membuat wahana bermain

Program diatas dicanangkan dalam jangka panjang bersifat partisipatif


sehinnga kepemilikan Pulau dan asset di dalamnya sepenuhnya digunakan untuk
kesejahteraan rakyat.

14
BAB 5. ANGGARAN BIAYA

Sumber Dana

Program ini adalah program jangka panjang dan bersifat partisipatif.Dana dan
kebutuhan lainnya bersumber dari suasembada masyarakat melalui ekonomi
kekeluargaan.Dan mengharapkan peran pemerintah dan swasta tanpa perjanjian
pembagian asset yang ada di Pulau Mahitam.

Anggaran

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa tempat-tempat pariwisata yang ada di Pulau

mahitam itu sangat banyak,dan kita harus senantiasa menjaga serta merawatnya

agar tetap asri seperti aslinya.agar menarik para wisatawan untuk berlibur ke

Pulau Mahitam.

Selain itu, Pulau Mahitam yang menawan itu tidak harus kita tambahkan

dengan budaya-budaya barat yang kita rasa sangat bagus atau trend.tapi justru itu

salah,kita harus tetap menjaga budaya asli Pulau Mahitam itu sendiri agar

mempunyai keaslian yang khas dimata nusantara .

Pulau Mahitam merupakan salah satu Pulau favorit para wisatawan untuk

berlibur dan menghabiskan sisa waktu istirahatnya di tempat-tempat wisata yang

ada di dareah lampung selatan .

Saran

Sebagai generasi muda dan sebagai salah satu pengunjung di objek wisata,

kelompok kami menyarankan kepada :

15
- Pemerintah, khususnya pengelola objek wisata agar meningkatkan pelayanan

pada para wisatawan dan menjaga kelestarian objek-objek wisata .Serta berinovasi

agar ada penambahan wahana wisata baru untuk mengikuti perkembangan wahana

wisata diluar agar wisatawan betah karena ini merupakan devisa.

- Generasi muda Indonesia,agar mau menjaga dan melestarikan tempat-tempat

wisata terutama yang berbasis budaya dan religi. Karena Negara kita dikenal

sebagai Negara yang beranekaragam namun bisa hidup berdampingan dengan

latar belakang yang berbeda.

BAB 7. REFERENSI
ttp://tribunslampung.org/keindahan-tempat-wisata-kepulauan-lampung html

http://pulaumahitam-indonesia.com/

http://srgi.big.go.id/srgi/

https://en.wikipedia.org/wiki/Lampung

http://hukumhukum-pulaukecil/blogspot/

https://cara.pro/contoh-cara-membuat-tugas-paper-kuliah-yang-baik/

16