Anda di halaman 1dari 6

APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS

KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INTERPRETASI


LITOLOGI MENGGUNAKAN SOFTWARE IPI2WIN

Roofi Ahmad Sidiq


115.150.050
Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta
roofiahmadsidiq@gmail.com
Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta

ABSTRAK

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Kata kunci : IPI2WIN, Konfigurasi Schlumberger, Metode Geolistrik, Resistivitas

1. PENDAHULUAN dapat diperkirakan. Resistivitas tanah


berkaitan dengan berbagai parameter
Geofisika merupakan ilmu yang geologi seperti mineral dan konten fluida,
mempelajari bumi dengan pendekatan porositas dan derajat kejenuhan air di
fisika, dimana dalam geofisika dikenal batuan. Survei resistivitas listrik telah
beberapa metoda, antara lain: metoda digunakan selama beberapa dekade di
gravity, metoda magnetik, metoda listrik, hidrogeological, pertambangan, dan
metoda seismik. investigasi geothecnical. Baru-baru ini,
Setiap metoda memiliki kelebihan telah digunakan untuk survei lingkungan.
dan kekurangannya masing-masing dan (Dr. M. H. Loke, 1996-2004)
sebagai geologist, perlu mengetahui
bagaimana pembacaan dan pengolahan 2.2. Metode Geolistrik Aktif
data, sehingga hasil olahan data tersebut Metode Geolistrik dimana energi
dapat membantu pekerjaan eksplorasi. yang dibutuhkan ada, akibat
Metoda geolistrik resistivity penginjeksian arus ke dalam bumi
memanfaatkan sifat ketahanan batuan terlebih dahulu oleh elektroda arus.
terhadap listrik, yang dipengaruhi oleh Geolistrik jenis ini ada dua metode, yaitu
nilai-nilai seperti kandungan mineral metode Resistivitas (Resistivity) dan
logam dan nonlogam, kandungan Polarisasi Terimbas (Induce
elektrolit (garam), kandungan air, Polarization). Yang akan dibahas lebih
porositas batuan, permeabilitas batuan, lanjut adalah geolistrik yang bersifat
tekstur/kekompakan batuan, serta aktif. Metode yang diuraikan ini dikenal
suhu/temperatur. dengan nama geolistrik tahanan jenis
atau disebut dengan metode Resistivitas
2. DASAR TEORI (Resistivity).
Tiap-tiap media mempunyai respon
2.1. Geolistrik sifat yang berbeda terhadap aliran listrik
Tujuan dari survei Geolistrik yaitu yang melaluinya, hal ini tergantung pada
untuk menentukan distribusi resistivitas tahanan jenis yang dimiliki oleh masing-
bawah permukaan dengan melakukan masing media. Pada metode ini, arus
pengukuran di permukaan tanah. Dari listrik diinjeksikan ke dalam bumi
pengukuran tersebut, resistivitas melalui dua buah elektroda arus dan beda
sebenarnya di bawah permukaan bumi potensial yang terjadi diukur melalui dua

1
buah elektroda potensial. Dari hasil besaran atau parameter yang menunjukan
pengukuran arus dan beda potensial tingkat hambatannya terhadap arus
untuk setiap jarak elektroda berbeda listrik. Bahan yang mempunyai nilai
kemudian dapat diturunkan variasi harga resistivitas atau tahanan jenisnya makin
hambatan jenis masing-masing lapisan besar, berarti semakin sukar untuk dilalui
bawah permukaan bumi, dibawah titik oleh arus listrik. Nilai dari hambatan
ukur (Sounding Point). dideskripsikan sebagai tahanan jenis
Metode ini lebih efektif bila dipakai dengan satuan ohm meter ( m). Dan
untuk eksplorasi yang sifatnya relatif besaran dari tahanan jenis ini merupakan
dangkal. Metode ini jarang memberikan besaran yang menjadi target utama dalam
informasi lapisan kedalaman yang lebih pengukuran geolistri.
dari 1000 atau 1500 feet. Oleh karena itu Permukaan tanah sehingga beda
metode ini jarang digunakan untuk potensial pada dua titik dapat diukur.
eksplorasi hidrokarbon, tetapi lebih Teori dasar dari metode resistivitas
banyak digunakan untuk bidang adalah Hukum Ohm, yaitu hubungan
engineering geology seperti penentuan antara arus yang dialirkan dan beda
kedalaman batuan dasar, pencarian potensial yang terukur.
reservoar air, eksplorasi geothermal, dan Hubungannya adalah sebagai
juga untuk geofisika lingkungan. Jadi berikut (Telford, 1976):
metode resistivitas ini mempelajari R : V/I (2.1)
tentang perbedaan resistivitas batuan Keterangan :
dengan cara menentukan perubahan R : tahanan (Ohm-meter)
resistivitas terhadap kedalaman. Setiap V : tegangan (mV)
medium pada dasarnya memiliki sifat I : kuat arus (mA)
kelistrikan yang dipengaruhi oleh batuan
penyusun/komposisi mineral, 2.4. Konfigurasi Wenner
homogenitas batuan, kandungan mineral, Konfigurasi Wenner ini adalah
kandungan air, permeabilitas, tekstur, konfigurasi yang dikembangkan oleh
suhu, dan umur geologi. Beberapa sifat seseorang berkebangsaan Amerika
kelistrikan ini adalah potensial listrik dan bernama Wenner. Untuk kompensasi
resistivitas listrik. kelemahan pada sumber pembangkit arus
yang kuat karena elektroda arus jauh dari
2.3. Metode Geolistrik Resistivitas potensial, maka jarak antara elektroda
Metode Resistivitas adalah salah potensial dibuat lebih pendek dan sama
satu dari metode geolistrik yang jaraknya.
digunakan untuk menyelidiki struktur Konfigurasi wenner biasanya
bawah permukaan berdasarkan digunakan untuk Horizontal Profiling
perbedaan resistivitas batuan. Dasar dari (Mapping) dengan hasil akhir hanya
metode resistivitas adalah hukum ohm diperoleh profil secara horizontal
yaitu dengan cara mengalirkan arus (mendatar). Metode resistivity
kedalam bumi melalui elektroda arus dan konfigurasi wenner ini dibagi menjadi
mengukur potensialnya di permukaan beberapa konfigurasi yaitu wenner alpha,
bumi dengan menggunakan elektroda wenner beta dan wenner gamma. Dimana
potensial (Telford dkk, 1976). masing-masing memiliki susunan
Metode resistivitas merupakan salah elektroda yang berbeda, dan juga masing-
satu metode geolistrik yang bersifat aktif masing konfigurasi dari wenner memiliki
dimana energi yang dibutuhkan diperoleh ciri khusus dalam memetakan kondisi
dari penginjeksian arus ke dalam bumi subsurface berdasarkan nilai resistivity.
terlebih dahulu. Metode ini bertujuan
untuk identifikasi endapan mineral, panas
bumi (geothermal), batubara serta
(2.2)
pencarian akuifer air tanah. Resistivitas
atau tahanan jenis suatu bahan adalah

2
Jenis Tingkat
Batuan/Tanah/Air Resistivitas
(2.3)
(m)
(2.4) Clay/lempung 1-100
Dimana :
I = arus listrik (mA) pada Silt/lanau 10-200
transmitter
V = beda potensial (mV) Marls/batulumpur 3-70
pada receiver
= resistivitas semu Kuarsa 10-2x108
k = faktor geometris
r = jarak antar elektroda Sandstone/BatuPasir 50-500

2.5. Konfigurasi Wenner Gamma Limestone/Batukapur 100-500

Lava 100-5x104

Air tanah 0,5-300


Gambar 2.5. Rangkaian elektroda
konfigurasi wenner gamma Air laut 0,2

k = 3a (2.7) Breksi 75-200


Dimana :
k = faktor geometri Andesit 100-200
= konstanta phi
a = Jarak antar lektroda Tufa vulkanik 20-100

Gambar 2.6. Bagian Sensitivitas 2-D untuk Konglomerat 2x103-104


konfigurasi wenner gamma

METODOLOGI
Penelitian ini dilaksanakan pada
praktikum geofisika pada hari Jumat, 9
mei 2014 pukul 16.00 di Laboratorium
Geofisika. Data mentah hasil lapangan
Sedangkan konfigurasi wenner telah diberikan sebelumnya berupa nilai
gamma memiliki pengaturan yang relatif AB/2, MN, I, dan V dalam bentuk excel
tidak biasa, dimana elektroda arus dan untuk diolah selanjutnya. Dalam
elektroda potensial disisipkan. Bagian pengolahan data ini diberikan waktu
sensitivitas yang menunjukkan bahwa kurang lebih dua pekan sampai
daerah-daerah terdalam dipetakan oleh menghasilkan paper hasil pengerjaan
konfigurasi ini adalah di bawah dua data. Berikut diagram alir pengerjaan
elektroda luar (C1 dan P2),dan bukan analisis data metode geolistrik dengan
dibawah pusat konfigurasi konfigurasi Schlumberger menggunakan
sofware IP2Win.
Nilai Resistivitas Dari Berbagai Tipe
Batuan (Telford, 1990; Astier; 1971,
Mori, 1993)

3
Diagram Alir sebisamungkin berhimpit dengan
kurva hitam. Kurva merah memiliki
tingkat elastisitas tertentu, sehingga
Mulai
sulit untuk dapat benar-benar
berhimpit dengan kurva hitam.
Data Sintetik Untuk mengatur kurva dapat
dilakukan dengan menambah (split)
Microsoft Excel dan mengurangi (join) jumlah
lapisan. Garis horizontal kurva biru
K, Spasi, Rho, DP merupakan banyaknya lapisan
dimana kurva yang tinggi
Notepad menunjukkan nilai resistivitas yang
tinggi dan sebaliknya. Sedangkan
RES2dinv pembelokan kurva biru (garis
vertikal) terjadi karena adanya beda
lapisan. Sebagai catatan, dalam
mengatur kurva ini, nilai harus
Penampang Penampang
Pseudosection pseudosection sesuai dengan hasil olahan data
inversi topografi excel (dalam data ini 495-1302) dan
nilai d (kedalaman) maksimal 1/5
dari AB.
Pembahasan 5. Tahap selanjutnya adalah membuat
profil kedalaman berdasarkan nilai
Kesimpulan bacaan tabel nilai , h, d. Sesuaikan
nilai resistivitas () dengan tabel
nilai resistivitas batuan, sehingga
Selesai
didapat litologi penyusun lapisan
tersebut.
Gambar 4. Diagram Alir 6. Selanjutnya analisis data, apakah
keadaan bawah permukaan sudah
1. Pada tahap awal penelitian ini sesuai regional, dan keadaan sekitar
diberikan data mentah berupa nilai telitian. Apakah hal yang dicari ada
AB/2, MN/2 (perubahan jarak atau tidak, misal intrusi atau akuifer.
elektroda), I (arus listrik), V (beda
potensial) dalam bentuk Excel
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
sejumlah tujuh belas titik dimana
tiap plug berbeda data.
2. Selanjutnya data ini diolah, yaitu
mencari nilai R (tahanan listrik), K
(faktor geometri), (nilai
resistivitas), dan MN (spasi eletroda
potensial). Rumus dapat dilihat pada
dasar teori.
3. Tahap selanjutnya yaitu
menginputkan data hasil olahan
excel pada sofware IP2Win. Data
yang dimasukkan hanya MN, AB/2,
dan pada tabel dengan cara klik
new-paste in table, maka akan
muncul data berupa titik-titik, klik
Gambar 5. Kurva IP2Win
yes dan save file.
4. Setelah muncul kurva hasil bacaan
data input atur kurva merah agar

4
Berdasarkan nilai terdapat
beberapa kesamaan antara litologi satu
dengan lainnya, sehingga perlu kita lihat
asosiasi, dengan batuan sekitar, regional,
karakteristik batuan itu sendiri.
Secara kualitatif dapat
diinterpretasikan pada lapisan pertama
dan kedua dengan kedalaman 0-2m
berupa lava, bisa akibat aktivitas gunung
api. Nilai resistivitas sangat dipengaruhi
oleh riginitas batuan, semakin rigid maka
semakin besar pula nilai resisivitasnya.
Sesuai range kuarsa yang tinggi pula
mengidentifikasi bahwa lava ini bersifat
asam-intermediet
Lapisan ketiga dengan kedalaman
mencapai 2-5meter berupa limestone,
Gambar 6. Tabel Nilai , h, dan d melihat penurunan kurva secara
signifikan. Dapat terjadi akibat
Berdasarkan kurva dan tabel pada batugamping memiliki lapies (lubang-
IP2Win diketahui pada kedalaman dua lubang) sebagai porositas yang terisi oleh
puluh meter terdapat enam lapisan batuan fluida.
dengan nilai resistivitas yang berbeda- Lapisan keempat pada kedalaman 5-
beda, hal ini menunjukkan lapisan yang 7,53m dengan kenaikan nilai resistivitas
berbeda kandungan mineral logam dan yang tinggi mencirikan adanya batuan
nonlogam, kandungan elektrolit (garam), yang kompak dengan kandungan kuarsa
kandungan air, porositas, permeabilitas, yang tinggi, dapat berupa lava, seperti
tekstur/kekompakan, serta suhu, yaitu intrusi batuan beku asam-intermediet.
nilai yang mempengaruhi tahanan Lapisan kelima pada kedalaman
terhadap listrik. Nilai resistivitas yang 7,53-15,8 diinterpretasikan berupa
tinggi menunjukkan konduktivitas (daya batupasir gampingan karena berada
hantar listik) yang rendah. diantara lava karena pada lapisan keenam
Pada lapisan pertama dan kedua dengan kedalaman 15,8-20m diiterpretasi
secara kuantitatif pada kedalaman 0-2m berupa lava dengan nilai resistivitas
memiliki nilai = 1302 dan = 1096, tinggi akibat rigidinitas tinggi.
pada tabel nilai resistivitas batuan sesuai Gampingan disini dimasudkan baupasir
dengan range pada lava (100-5x104) dan ini tidak mengandung kuarsa, karena
kuarsa (10-2x108) menurut Telford, 1990 pada dasarnya kuarsa akan menambah
Pada lapisan ketiga terjadi nilai resistivitas. Pada lapisan ketujuh
penurunan nilai resistivitas yang tajam telah melebihi batas kedalaman
mencapai = 496, menurut Telford, 1990 maksimal, yaitu dua puluh meter serta
sesuai dengan nilai resistivitas sandstone tidak diketahui batas kemenerusan secara
(50-500), limestone (100-500), lava (100- vertikal sehingga tidak dapat dibuat
5x104), dan kuarsa (10-2x108). Pada profil kedalamannya.
lapisan keempat nilai resistivitas kembali Jika benar lava ini merupakan suatu
meningkat dengan = 825 sesuai dengan tubuh intrusi , maka akan ditemukan
lava (100-5x104) dan kuarsa (10-2x108) batuan metamorf seperti hornfels, kuarsit
menurut Telford, 1990. dari batupasir, ataupun marmer ubahan
Lapisan kelima mengalami dari batugamping. Susunan lapisan ini
penurunan nilai resistivitas dengan = tercermin dalam profil.
500, sedangkan pada lapisan keenam
nilai resistivitas kembali mengalami
fluktuasi dengan = 1087.

5
PROFIL KEDALAMAN
4. KESIMPULAN

Berdasarkan perhitungan nilai R, K,


dan pada Excel, analisis kurva h, d,
dengan IP2Win, maka didapatkan hasil
bahwa pada kedalaman maksimal dua
puluh meter terdapat enam lapisan batuan
yang memiliki nilai nilai resistivitas
antara 496-1302 m dengan ketebalan
yang bervariasi antara 0,9-8,29 m yang
tersusun oleh lava, batugamping, dan
batupasir gampingan (disesuaikan
dengan tabel resistivitas batuan menurut
Telford, 1990). Sebagai catatan bahwa
lapisan batuan ini sifatnya hipotesa,
sehingga dapat berubah jika ditemukan
bukti-bukti pendukung, misalnya batuan
metamorf (hornfels) sebagai bukti intrusi
dangkal.

DAFTAR PUSTAKA

http://robophysic7.blogspot.com/2012/05
/geolistrik-konfigurasi-
schlumberger.html
http://arifpanduwinata.blogspot.com/201
2/06/metode-tahanan-jenis-
geolistrik.html

Gambar 7. Pofil Kedalaman