Anda di halaman 1dari 2

ENGENDALIAN JAMUR AKAR PUTIH

PADA BUDIDAYA KARET

Pendahuluan
Pendahuluan Penyakit Jamur Akar Putih
Perkebunan karet memiliki kedudukan a. Pengenalan
penting dalam masyarakat Riau, pada umumnya
disamping budidaya padi sawah, petani di Riau
juga memiliki kebun karet yang diambil getahnya Penyakit Jamur Akar Putih disebabkan oleh
setiap hari. Tanaman karet merupakan tanaman Rigidoporus lignosus atau R. microporus
yang cukup potensial di Riau. Luas areal yang menyerang akar tunggang maupun
perkebunan karet 516.994 Ha dengan produksi akar lateral. Penyakit ini dapat
mencapai 403.085 Ton (BPS, 2010). mengakibatkan kematian tanaman dengan

Berdasarkan Masterplan Percepatan dan


Penyakit Akar Putih
intensitas yang sangat tinggi terutama pada
tanaman karet yang berumur 2-4 tahun.
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Serangan dapat terjadi mulai pada
(MP3EI) 2011-2025, Provinsi Riau termasuk
Pengenalan
pembibitan, tanaman belum menghasilkan
dalam Koridor Ekonomi Sumatera, dengan tema (TBM) sampai tanaman menghasikan (TM).
pembangunan Sentra produksi dan pengolahan Pada permukaan akar terserang ditumbuhi
hasil bumi dan lumbung energi nasional, dan benang-benang jamur berwarna putih
karet merupakan salah satu komoditas ekonomi kekuningan dan pipih menyerupai akar
utama. Permasalahan yang kerap dijumpai di rambut. Benang-benang tersebut menempel
perkebunan karet rakyat adalah rendahnya kuat pada akar sehingga sulit dilepas. Akar
produktivitas yang disebabkan oleh rendahnya tanaman yang sakit akhirnya membusuk,
adopsi teknologi oleh petani, terutama dalam lunak dan berwarna coklat. Gejala ini baru
penggunaan klon unggul spesifik lokasi, teknik terlihat apabila daerah perakaran dibuka.
pemupukan dan pengendalian hama penyakit.
Tanaman yang terserang daun-daunnya
Jamur akar putih (JAP) yang disebabkan berwarna hijau kusam, layu dan gugur,
oleh Rigidiporus microporus merupakan salah kemudian diikuti dengan kematian tanaman.
satu penyakit penting pada tanaman karet.
Jamur ini menular melalui kontak langsung
Menurut Prawirosoemardjo, et al., dalam antara akar atau tunggul yang sakit dengan
Situmorang, (2004), daerah yang sering akar tanaman sehat. Spora dapat juga
mengalami serangan berat jamur akar putih di disebarkan oleh angin yang jatuh di tunggul
Indonesia adalah Riau, Sumatera Barat dan dan sisa kayu akan tumbuh membentuk
Kalimantan Barat. koloni. Umumnya penyakit akar terjadi pada
Penyakit jamur akar putih menimbulkan pertanaman bekas hutan atau tanaman,
karena banyak tunggul dan sisa-sisa akar
kematian pada tanaman karet, sehingga
sakit dari tanaman sebelumnya yang
serangan penyakit ini akan berpengaruh negatif
tertinggal di dalam tanah yang menjadi
pada produksi kebun. Menurut hasil perhitungan
sumber penyakit.
Situmorang (2004) penurunan produksi karet
kering terjadi rata-rata 2.7 kg/pohon atau 54
kg/pohon/20 tahun. Gambar Akar yang
terserang JAP

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Kementerian Pertanian
Jl. Kaharuddin Nasution 341 Pekanbaru
Telp. (0761) 674205, 674206, Fax. (0761) 674206
E-Mail : bptp_riau@yahoo.com.au
Website : http://www.riau.litbang.deptan.go.id
b. Pengamatan
c.Sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi biakan
jamur Trichoderma harzianum yang telah dicampur
Tujuan pengamatan adalah mengetahui dengan kompos sebanyak 200 gram per lubang
kondisi ekosistem kebun yang meliputi antara tanam (1 kg T. harzianum dicampur dengan 50 kg
lain keadaan tanaman, gejala serangan kompos/pupuk kandang). Tanam bibit tanaman yang
sehat bebas dari jamur akar putih. Pada radius 30-
penyakit dan faktor lingkungannya seperti
100 cm di sekeliling tanaman (seluas tajuk tanaman)
iklim, tanah dan air.
dilakukan penaburan 100-150 gram serbuk belerang
yang dibenamkan ke dalam tanah dengan
Pengamatan dilakukan sesuai luasan yang
menggunakan garpu. Kegiatan ini diulang setiap 6
dimiliki oleh petani. Apabila ada tanaman yang
sampai 12 bulan sampai tanaman karet berumur 6
daun-daunnya berwarna hijau gelap atau tahun. Sebagai pengganti belerang dapat digunakan
kusam, permukaan daun menelungkup, pupuk Ammonium Sulfat (ZA) sesuai dosis anjuran
adakalanya membentuk bunga dan buah dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman. Diantara
padahal belum sesuai dengan umurnya, maka tanaman karet tidak dianjurkan ditanami tanaman
perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sela yang merupakan inang jamur penyebab
dengan membuka tanah di sekitar pangkal penyakit seperti ubi jalar, ubi kayu dan sebagainya
batang tanaman untuk melihat tingkat
serangan penyakit. 2. Cara pengendalian penyakit jamur
akar putih pada areal pertanaman
Ringan : Benang jamur berwarna putih baru karet yang sudah terserang
menempel di permukaan akar atau
kulit akar mulai membusuk karena a. Dari hasil pemeriksaan leher akar tanaman yang
serangan jamur. dicurigai dapat diketahui tingkat serangan jamur
akar putih. Tanaman yang terserang berat atau
Berat : kulit dan kayu akar sudah membusuk telah mati/tumbang harus segera dibongkar secara
karena serangan jamur. menyeluruh dan dibakar di luar areal pertanaman.
Sisa-sisa akar harus dibersihkan kemudian bekas
Cara meyakinkan adanya serangan jamur lubang dan 4 tanaman di sekitarnya ditaburi dengan
akar putih pada suatu areal pertanaman karet, Trichoderma harzianum yang telah dicampur
dilakukan dengan menutup leher akar tanaman dengan pupuk kandang sebanyak 200 gram per
yang dicurigai dengan mulsa/serasah/rumput lubang atau tanaman. Menanam tanaman marygold
kering, 2-3 minggu kemudian akan tampak benang- (Tithonia diversifolia) di dalam bekas lubang yang
benang jamur yang melekat pada leher akar apabila dibongkar dan di sekitar tanaman karet dengan
mulsa diangkat. Pengamatan tajuk tanaman untuk jarak 1 meter diantara 2 barisan tanaman..
keseluruhan areal kebun karet dilakukan setiap 3 b. Membuka dan membuat lubang tanam 30 cm di
bulan, dimulai sejak tanaman berumur 6 bulan. sekitar leher akar dengan kedalaman sesuai
Pemeriksaan dengan menggunakan mulsa serangan jamur. Benang-benang jamur yang
dilakukan setiap 6 bulan yaitu pada awal dan akhir menempel pada akar dikerok dengan alat yang
musim hujan. sudah tumpul agar tidak melukai akar, bagian akar
yang sudah busuk dipotong dan dikumpulkan untuk
c. Pengendalian dibakar.
c. Tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6
Diarahkan kepada pencegahan pertambahan bulan setelah pengolesan dengan membuka leher
akar. Bila masih terdapat benang-benang jamur,
tanaman terserang.
maka dilakukan pengobatan kembali. Pengolesan
1. Cara pencegahan penyakit jamur akar putih atau penyiraman akar dilakukan setiap 6 bulan
adalah: sekali sampai tanaman menjadi sehat. Metode
a. Satu meter di sekitar tanaman karet harus bersih penyiraman dilakukan pada tanaman muda dengan
dari sisa-sisa akar dan tunggul tanaman lainnya. cara membuka tanah di sekitar tanaman sedalam 8-
Sisa akar dan tunggul ini harus dibongkar dan 10 cm sesuai umur tanaman,
dibakar supaya tidak menjadi sumber penyakit.
b. Menanam tanaman penutup tanah minimal satu
tahun lebih awal dari penanaman karet. Tanaman
yang dianjurkan adalah jenis kacang-kacangan
Stadium awal JAP hanya
seperti Calopogonium muconoides atau C. melekat pada permukaan Bagian hitam menandakan
caeruleum, Centrosema pubescens, Pueraria akar akar tersebut telah mati
javanica. Jenis tanaman ini dapat membantu
Penulis : Yulfahri, Nasri Joni, Abdul Jalil
aktivitas mikroba untuk mempercepat pembusukan
Editor : Irwan Kasup, Ika Purwani
sisa-sisa akar dan tunggul tanaman sehingga dapat Layout : Andi
menekan perkembangan jamur penyebab penyakit. Sumber Dana : APBN BPTP Riau TA. 2012
Oplah : 2.165 Eksemplar