Anda di halaman 1dari 282

UCAPAN TERIMA KASIH

Yang pertama, ijinkan saya mengucap syukur yang sedalam-dalamnya kehadirat


Tuhan Yang Mahakuasa, atas terselesaikannya buku ini.

Sejak lama banyak partisipan workshop Lumen yang meminta saya untuk
menerbitkan sebuah buku tentang investasi di pasar keuangan. Namun padatnya
kesibukan di Lumen Capital Resources, membuat semuanya ini menjadi suatu
tantangan yang membutuhkan fokus, energi dan konsentrasi untuk
menyelesaikannya.

Dalam kesempatan ini saya bermaksud mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada isteri saya Susan, kedua anak saya, Karina dan Richard atas
cinta dan kasih sayang mereka yang demikian besar, dengan tulus merelakan
sebagian dari kebersamaan kita tersita untuk penyelesaian buku ini.

Kepada semua partisipan workshop Lumen Options (Retire Rich from The Stock
Market) maupun Lumen Forex (Building Wealth from Forex Market), saya
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungannya yang luar biasa.

Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-
dalamnya kepada orang yang telah berhasil melatih saya menjadi pembicara
seminar, dan beliau tidak lain adalah Bapak Tung Desem Waringin. Bimbingan
dan motivasinya yang luar biasa berhasil membuat saya menguasai berbagai
teknik dahsyat yang seringkali saya pergunakan setiap kali membawakan
seminar Lumen Capital Resources.

Buku ini lahir, pertama kali atas dorongan dari pelatih hypnosis paling luar biasa
yang pernah saya kenal, Bapak Adi W Gunawan, dan sehubungan dengan itu,
dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-
dalamnya Kepada Bapak Adi W. Gunawan, atas ide dan motivasinya yang tiada
henti kepada saya untuk menyelesaikan buku ini.

Kepada Larry Williams, Optionetics, Larry McMillan, John Murphy, Dr. Alexander
Elder, serta semua mentor yang melalui berbagai seminar / webinar ataupun
literatur-literaturnya telah membantu saya menguasai berbagai ilmu tentang
investasi dan trading baik di Pasar Modal, Forex, maupun komoditas.

Terima kasih yang sebesar-besarnya juga saya ucapkan Kepada Bapak Eddy
Mulyadi yang telah memberikan banyak sumbangan serta banyak membantu
dalam proses editing, pada awal penyusunan buku ini.

Kepada seluruh manajemen Lumen Capital Resources yaitu Severinus Liyanto


Bong, Lutfiyah Suryanto, Menlu Kwok, Tantius Hendromartono, Andrianto
Kurniawan, Christory Gerson, Aristian Wikarsa, Rahardja Mulja, Latisha Chandra,
Robin Tanzil, Imam Hikmawan, Deddy Marsudilawe, Vecy Kusuma Dewi Haliono,
Rudolf Rishki Manumpak Panjaitan, Ela Ekawaty, Rika Rosalia, Lussy Selviana,
Hanafi, Azhari Cahyadi, Fanesha dan Siswanto saya ucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya atas dukungannya selama ini.
DAFTAR ISI

Bab I PENDAHULUAN
I.1. TIGA MODAL UTAMA
I.1.1. MINDSET
I.1.2. METODE
I.1.3. MANAJEMEN KEUANGAN

Bab II TRADING / INVESTASI APA DAN DIMANA?


II.1. SAHAM
II.2. ETF
II.3. OPTIONS
II.3.1. CALL OPTIONS
II.3.2. PUT OPTIONS
II.3.3. BLACK SCHOLES MODEL
II.3.3.1. DELTA ()
II.3.3.2. GAMMA ()
II.3.3.3. THETA ()
II.3.3.4. VEGA ()1
II.3.3.5. RHO ()
II.4. TIGA PERANGKAP MAUT BAGI CALON PEMBELI OPTIONS
II.4.1. MEMBELI OPTIONS YANG SANGAT OTM
II.4.2. MEMBELI OPTIONS DENGAN JANGKA WAKTU KURANG DARI
DUA BULAN
II.4.3. MEMBELI OPTIONS PADA SAAT IMPLIED VOLATILITY
SANGAT TINGGI
II.5. BEBERAPA CONTOH LIVE TRADE
II.5.1. STARBUCKS CORPORATION
II.5.2. APPLE INCORPORATED

BAB III TECHNICAL ANALYSIS


III.1. FUNGSI TECHNICAL ANALYSIS
III.1.1. CHARTS
III.1.1.1.Line Charts
III.1.1.2. OHLC Bar Charts
III.1.1.3. Candlestick Charts
III.1.1.4. CANDLESTICK PATTERN
III.2. DOW THEORY
III.2.1. PRINSIP-PRINSIP DASAR
III.2.2. KRITIK ATAS DOW THEORY
III.3. TREN
III.3.1.SUPPORT & RESISTANCE
III.3.2. TRENDLINE
III.3.3. PRICE GAPS
III.3.3.1.Breakaway Gaps.
III.3.3.2. Runaway atau Measuring Gaps
III.3.3.3. Exhaustion Gaps
III.3.3.4. Island Reversal
III.4. PRICE PATTERN
III.4.1. MAJOR TREND REVERSAL PATTERN
III.4.1.1. HEAD & SHOULDER TOP
III.4.1.2.HEAD AND SHOULDER BOTTOM
III.4.1.3. DOUBLE TOP
III.4.1.4. DOUBLE BOTTOM
III.4.1.5. TRIPLE TOP
III.4.1.6. TRIPLE BOTTOM
III.4.1.7. SAUCER (ROUNDING BOTTOM)
III.4.1.8. V TOP
III.4.2. CONTINUATION PATTERN
III.4.2.1. TRIANGLE
III.4.2.2. FLAGS & PENNANTS,
III.4.2.3. WEDGE FORMATION
III.4.2.4. WEDGE REVERSAL PATTERN
III.5. VOLUME DAN OPEN INTEREST
III.5.1. VOLUMEN
III.5.2. OPEN INTEREST
III.5.2.1. COMMITMENT OF TRADERS (COT) INDEX
III.5.2.2. COMMERCIAL TRADERS, LARGE SPECULATORS
dan SMALL SPECULATORS
III.5.2.3. CARA MEMANTAU COT INDEX SECARA GRATIS
III.6. ELLIOTT WAVE & FIBONACCI RETRACEMENT
III.6.1. PRINSIP-PRINSIP DASAR ELLIOTT WAVE
III.6.2. CORRECTIVE WAVES
III.6.3. FIBONACCI RATIO DAN RETRACEMENTS
III.6.3.1. BARISAN FIBONACCI
III.6.3.2. GOLDEN SECTION
III.6.3.3. FIBONACCI RATIO DAN RETRACEMENT
III.7. TECHNICAL INDICATORS
III.7.1. TRENDING MARKET INDICATORS
III.7.1.1. MOVING AVERAGES
III.7.1.2. BOLLINGER BANDS
III.7.2. INDIKATOR ALTERNATIF KETIKA PASAR NON TRENDING
III.7.2.1. OSCILATORS
III.7.2.1.1. MOMENTUM INDICATOR
III.7.2.1.2. RATE OF CHANGE
III.7.2.1.3. COMMODITY CHANNEL INDEX
III.7.2.1.4. RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
III.7.2.1.5. STOCHASTICS
III.7.2.1.6. LARRY WILLIAMS %R
III.7.2.1.7. MOVING AVERAGE CONVERGENCE
DIVERGENCE (MACD) & MACD
HISTOGRAM
III.7.3. MECHANICAL TRADING SYSTEM
III.7.3.1. PARABOLIC SYSTEM (SAR)
III.7.3.2. ADX/DMI
III.7.4. SENTIMENT INDICATORS
III.7.4.1. VOLATILITY INDEX (VIX)
III.7.5. SEASONALITY
III.7.5.1. SEASONAL PATTERN
III.7.5.2. CARA MENDAPATKAN CHARTS SEASONALITY
SECARA GRATIS
III.8. CHARTING SOFTWARE / WEBSITE
III.8.1. PROFESSIONAL CHARTING SOFTWARE
III.8.2. FREE CHARTING WEBSITES
III.8.2.1. STOCKCHARTS
III.8.2.2. BIGCHARTS

BAB IV. FUNDAMENTAL ANALYSIS


IV.1. TINGKAT PENGANGGURAN DAN INFLASI - BUAH SIMALAKAMANYA
EKONOMI MAKRO
IV.1.1. KERUGIAN EKONOMI AKIBAT PENGANGGURAN
IV.1.1.1. UNEMPLOYMENT INSURANCE SYSTEM
(UNEMPLOYMENT BENEFIT)
IV.1.1.2. KERUGIAN EKONOMI ATAS TINGGINYA JUMLAH
PENGANGGURAN
IV.1.2. KERUGIAN EKONOMI AKIBAT INFLASI
IV.1.2.1. INFLASI dan SUKU BUNGA
IV.1.2.2. SUKU BUNGA NOMINAL vs SUKU BUNGA RIIL
IV.1.2.3. INFLASI DAN SISTEM PERPAJAKAN
IV.1.2.4. INFLASI TERKENDALI vs LONJAKAN INFLASI

IV.2. ANALISA MAKRO FUNDAMENTAL


IV.2.1. SIKLUS BISNIS
IV.2.1.1. SIKLUS JANGKA PANJANG (KONDRATIEFF
WAVE)
IV.2.1.1.1 UPWAVE PERIOD
IV.2.1.1.2 DOWNWAVE PERIOD
IV.2.1.1.3 THE PLATEAU PERIOD
IV.2.1.2. SIKLUS EMPAT TAHUNAN / KITCHIN CYCLE

IV.2.2. BERBAGAI BERITA EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PASAR


IV.2.2.1. INDIKATOR PERTUMBUHAN EKONOMI AS
IV.2.2.1.1. EMPLOYMENT NUMBER
INITIAL CLAIMS / JOBLESS
BENEFITS
UNEMPLOYMENT RATE
NON FARM PAYROLL
IV.2.2.1.2. CONSUMER SPENDING &
CONFIDENCE
CONSUMER CONFIDENCE
PERSONAL INCOME DAN SPENDING
RETAIL SALES BERIKUT RETAIL
SALES EX AUTO
IV.2.2.1.3. HOUSING & CONSTRUCTION
HOUSING STARTS AND BUILDING
PERMITS
EXISTING HOME SALES
NEW HOME SALES
IV.2.2.1.4. NATIONAL OUTPUT & INVENTORIES
GROSS DOMESTIC PRODUCT (GDP)
INDUSTRIAL PRODUCTION
DURABLE GOODS ORDERS
ISM MANUFACTURING INDEX
ISM NON MANUFACTURING
(SERVICE) INDEX

IV.2.2.2. INFLASI
IV.2.2.2.1. PRODUCER PRICE INDEX (PPI)
IV.2.2.2.2. CONSUMER PRICE INDEX (CPI)

IV.2.2.3. CARA MEMANTAU INDIKATOR EKONOMI AS


DENGAN MENGGUNAKAN LUMEN FINANCIAL
NAVIGATOR

IV.2.2.4. PERNYATAAN, TESTIMONY SERTA KEPUTUSAN


FEDERAL RESERVE
IV.2.2.4.1. FEDERAL RESERVE CHAIRMAN
SPEAKS
IV.2.2.4.2. FEDERAL RESERVE BEIGE BOOK
IV.2.2.4.3. FOMC (FEDERAL OPEN MARKET
COMMITTEE)

IV.3. BUSINESS CYCLE IN ACTION 2003-2008


IV.3.1. LOW INTEREST RATE & LOW INFLATION (2002-2003)
IV.3.2. HIGHER INTEREST RATE GUNA MENGENDALIKAN
INFLASI (2004-2007)
IV.3.3. KASUS PERTAMA : BEAR STERN CORPORATION
IV.3.4. SUBPRIME MORTGAGE PROBLEM 2007
IV.3.5. RESESI AS 2008
IV.3.6. DEFLASI & GLOBAL RECESSION
IV.3.6.1. ANCAMAN RESESI GLOBAL MEMICU
TUMBANGNYA COMMODITY BULL MARKET
IV.3.6.2. HARGA BARANG-BARANG TURUN (DEFLASI)
IV.3.7. HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
IV.4. MENGGUNAKAN STOCK SCREENER GUNA MENEMUKAN SAHAM
KANDIDAT
IV.4.1. YAHOO! FINANCE STOCK SCREENER
IV.4.2. MSN MONEY DELUXE STOCK SCREENER

BAB V. MONEY MANAGEMENT


V.1. RESIKO BISNIS vs RESIKO GAMBLER
V.2. SEORANG TRADER PROFESIONAL TIDAK PERNAH YAKIN AKAN
TRADINGNYA
V.3. SOLUSI 2%
V.4. ATURAN 6%
V.5. DUA RANJAU PALING BERBAHAYA DALAM DUNIA TRADING

BAB VI. PENUTUP


VI.1. TRADER PROFESIONAL VS TRADER AMATIR

VI.2. BAGAIMANA MEMULAI


VI.2.1. VIRTUAL TRADING ACCOUNT
VI.2.2. MARKET ANALYSIS SOFTWARE

VI.3. KONSISTENSI
RAHASIA
BEBAS
FINANSIAL
dengan BERINVESTASI di
PASAR MODAL
BAB I
PENDAHULUAN

Beberapa tahun yang lalu, ada seseorang Sarjana Arsitektur yang baru saja lulus dari
kuliahnya. Kerja kerasnya selama delapan semester berhasil menorehkan suatu prestasi
yang membuat kedua orang tuanya bangga ketika melihat dirinya berjalan ke podium
diiringi koor We Are The Champion yang membahana. Dia lulus sebagai sarjana
arsitektur pertama yang berhasil meraih predikat Cumlaude dari Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

Berbekal ijasah dan Piagam Penghargaan yang diperolehnya, ia tidak membutuhkan


waktu lama guna memperoleh pekerjaan setelah lulus. Iapun langsung diterima sebagai
Assisten Planning Manager di PT. Dharma Sejahtera Sakti, salah satu perusahaan
properti terbesar di kotanya.

Kerja kerasnya selama di perusahan tersebut, kembali membuahkan hasil. Karirnya


menanjak pesat. Disitu pulalah ia menemukan pasangan hidupnya, dan keduanya
kemudian sepakat untuk sehidup semati. Namun apa yang terjadi menjelang hari
pernikahannya, badai krisis moneter menghantam negara ini, tokoh kita satu ini
terpaksa harus kehilangan pekerjaannya pas menjelang ia akan menempuh bahtera
hidup barunya bersama sang kekasih.

Beberapa bulan sesudah menempuh hidup baru, Sang Isteri memberikan sebuah
surprise yang paling indah dalam hidupnya, Sang Isteri kini tengah mengandung buah
hati mereka berdua. Surprise ini juga menimbulkan beban baru bagi dirinya, karena kini
ia harus berupaya menghidupi seluruh keluarganya. Berbagai bisnis dicobanya,
konstruksi, desain bangunan, interior, hingga bisnis jaringan, namun tak satupun yang
memberikan hasil yang langgeng untuk mereka.

Mereka hidup dalam salah satu penjara kehidupan paling kejam, bernama belenggu
finansial. Rekreasi keluarga paling bagus yang mereka bisa berikan kepada si Kecil buah
hati mereka adalah jalan-jalan ke mall, tanpa membeli apa-apa. Pakaian baru untuk si
kecil seringkali berasal dari keluarga / orang tua mereka. Kendatipun demikian tokoh
kita satu ini tidak pernah menutup diri dari berbagai peluang. Seminar demi seminar
diikutinya. Hingga suatu ketika Sang Isteri menunjukkan sebuah iklan di koran Jawa
Pos dengan tema investasi di pasar modal.
Saat itulah ia pertama kali mengenal dunia investasi di Pasar Modal. Untuk pertama
kalinya ia mengenal Warren Buffett, seorang yang ketika masa kecilnya menjadi penjual
Coca-Cola kalengan, loper koran, dan melalui dunia investasi kini berhasil menjadi salah
satu orang terkaya di dunia. Sejak saat itu dia demikian haus akan berbagai ilmu
investasi / trading di Pasar Modal.

Kendatipun tidak memiliki background pendidikan finansial dari manapun, ia berusaha


mencerna semua ilmu yang didapatnya. Dengan menyamar sebagai mahasiswa
Fakultas Ekonomi Ubaya, maupun UK Petra, ia bisa menyelinap ke Perpustakaan kedua
Universitas tersebut, dan melalap habis buku-buku finansial dan investasi yang ada.
Semakin ditekuninya, semakin ia yakin bahwa ilmu trading dan investasi di pasar
keuangan adalah tiket kebebasannya untuk keluar dari belenggu penjara finansial yang
dialaminya saat ini.

Setiap kali ada seminar investasi baik di dalam maupun luar negeri diikutinya.
Keuntungan maupun kerugian secara silih berganti dialaminya, namun itu semua
dirasakannya sebagai suatu alunan symphony perjuangan hidupnya untuk keluar dari
belenggu finansial. Lambat laun ia berhasil membangun trading style-nya sendiri, yang
ia kombinasikan sendiri melalui pendekatan market analysis yang demikian mendalam
mulai dari makro fundamental hingga analisa teknikal, berbagai strategi derivatif, dan
manajemen keuangan yang secara disiplin dia gunakan dalam mengembangkan
investasinya.

Dalam perjalanan karirnya sebagai Professiona Trader, pernah suatu ketika ia


mengalami kerugian yang cukup besar. Segala keuntungan yang telah dibangunnya
selama bertahun-tahun, lenyap. Atas dukungan dan ketabahan sang isteri, perlahan-
lahan ia mulai bangkit lagi menyusun kembali semuanya dari awal. Butuh waktu tiga
tahun baginya untuk mengembalikan semua kerugian yang pernah dialaminya dulu.
Dari pengalamannya itu, ia memahami arti penting Money Management, yakni aspek
terakhir dari ketiga modal utama yang harus dimiliki Trader Professional 1.

Sejalan dengan itu, atas motivasi luar biasa dari motivator kondang Anthony Robbins
dan Bapak Tung Desem Waringin, serta tidak ketinggalan juga Bapak Adi W. Gunawan,
serta gemblengan yang diterimanya selama berjuang bersama rekan-rekannya semasa
ia menggeluti bisnis jaringan, ia memberanikan diri untuk tampil sebagai Pembicara di
berbagai seminar investasi.

1
Tiga Modal Utama yang harus dimiliki Trader Professional adalah Mindset, Methodology, dan Money
Management. Mengenai ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bab-bab selanjutnya.
Cerita di atas adalah kisah nyata seseorang yang sama sekali tidak memiliki background
finansial namun berhasil memperoleh tiket kebebasan finansial-nya melalui
pengetahuan dan skill trading dan investasi di pasar keuangan. Anda ingin tahu siapa
orang yang saya maksudkan di atas ? Hehehehe, betul sekali, orang yang saya
maksudkan di atas tidak lain adalah saya sendiri.

Tiket untuk bebas dari belenggu finansial, bisa diperoleh jika seseorang mempunyai
satu modal dasar yakni impian yang luar biasa kuat. Demikian kuatnya hingga seluruh
energi hidupnya ia fokuskan hanya untuk memperoleh tiket tersebut.

Sehubungan dengan itu, sekarang, tuliskan impian anda di bawah ini, tuliskan yang
jelas, kehidupan seperti apa yang benar-benar anda idam-idamkan :

_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
______________________________________________________

<Jika sudah, anda baca berulang-ulang dan pastikan bahwa itu adalah impian anda.
Silakan lompati paragraf yang berada dalam kotak biru di bawah ini, dan langsung
pindah ke halaman selanjutnya.>

Yang pertama saya ucapkan selamat atas investasi yang baru saja anda lakukan
dengan membeli buku ini. Selanjutnya lagi-lagi saya ucapkan selamat atas investasi
waktu yang sedang anda lakukan sekarang ini dengan membaca buku ini. Sebagai
seorang investor, saat ini anda bisa jadi sedang bertanya-tanya, berapa besar
keuntungan (imbal hasil) yang bisa anda harapkan atas investasi yang sedang anda
lakukan ini. Kemudian berapa besar resikonya?

Menjawab pertanyaan yang kedua jauh lebih gampang dibanding yang pertama. Resiko
anda adalah : beberapa ribu rupiah yang anda gunakan untuk membeli buku ini 2, juga
waktu anda yang bakal terbuang sia-sia dengan membaca buku ini, ketika ternyata
sama sekali tidak bermanfaat untuk anda. Pertanyaan yang pertama, jawabannya
sangat bervariasi. Keuntungan yang anda harapkan berada dalam suatu rentang yang
sangat lebar, yakni mulai dari hanya sekedar menambah pengetahuan, hingga suatu

2
Pada saat saya mengetik naskah buku ini, saya tidak tahu sama sekali, berapa harga buku ini sesudah diterbitkan.
Jangankan harganya, desain sampul, mau hard cover atau soft cover, berapa halaman, itu semua belum terpikirkan
sama sekali. Saya hanya menuangkan semua yang ada dalam benak saya, sebaik mungkin.
kehidupan merdeka, dimana untuk seterusnya anda tidak perlu lagi terbelenggu oleh
suatu penjara kehidupan bernama problem finansial3.

Tidak ada lagi kekhawatiran bagaimana membayar tagihan-tagihan yang walaupun


pengantarnya sudah diusir beberapa kali, tapi tetap saja datang lagi, datang lagi, ngga
pernah telat sekalipun. Belum lagi problem anak-anak, ketika melihat anak malas
belajar, darah tinggi langsung naik, stress, ketika anak rajin belajar, lulus, stress lagi
mikir mau disekolahin di sekolah nasional plus, biayanya mahal, dan seterusnya.

Sekarang, coba bayangkan suatu kehidupan dimana anda bisa terbebas dari belenggu
finansial ini. Suatu kehidupan dimana anda terbebas dari rasa khawatir. Suatu
kehidupan dimana anda berhak untuk memutuskan segala sesuatunya bukan melulu
hanya atas dasar kekhawatiran finansial semata, melainkan atas nilai-nilai luhur
kehidupan yang anda imani. Bayangkan suatu kehidupan dimana anda tidak pernah
khawatir akan tagihan-tagihan anda, tidak pernah khawatir akan biaya pendidikan buah
hati anda, tidak pernah khawatir akan biaya untuk kebutuhan rekreasi, dan bagi yang
memiliki problem keuangan type kedua (problem kelebihan uang), kini anda tidak perlu
khawatir lagi akan uang anda, kendatipun suku bunga sudah diturunkan hingga level
yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya, atau apapun segala bentuk
kekhawatiran finansial anda.

3
Problem finansial (problem keuangan) pada dasarnya digolongkan menjadi dua golongan utama, yakni problem
kekurangan uang dan yang kedua adalah problem kelebihan uang. Keduanya memiliki gejala yang sama, yakni
diliputi rasa khawatir.
I.1. TIGA MODAL UTAMA
Berikutnya, anda membutuhkan modal untuk menunjang karir trading anda.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa modal adalah sama dengan sejumlah uang
yang anda butuhkan untuk memulai trading anda. Namun sesungguhnya, uang
hanyalah sebagian kecil dari modal yang anda butuhkan. Dr. Alexander Elder,
mengemukakan bahwa untuk menjadi seorang trader / investor sukses, anda
membutuhkan 3 M, yakni MIND, METHOD and MONEY.

Mind (Pola Pikir) berarti, anda butuh untuk mengembangkan aturan-aturan psikologis
yang membuat anda tenang dalam menghadapi pasar, dan selalu disiplin terhadap
manajemen resiko anda. Method (Metode) adalah suatu system guna menganalisa
pergerakan harga, dan menghasilkan keputusan untuk beli / jual. Money (uang), yang
dimaksud sesungguhnya adalah Manajemen Keuangan (Money Management) , yakni
berarti menempuh resiko hanya sebagian kecil dari modal untuk suatu peluang trading
tertentu.

Anda memiliki potensi luar biasa untuk menjadi seorang treder / investor professional
sepanjang anda memiliki komitmen yang cukup untuk meraih kesuksesan anda. Sudah
dibuktikan berkali-kali, bahwa seseorang yang tidak punya pengalaman / latar belakang
finansial sama sekali, berhasil menjadi seorang trader / investor professional.

Seorang Arsitek gagal yang tidak punya background finance sama sekali, sudah berhasil
membuktikannya, anak mantan penjual koran dan Coca Cola kaleng bahkan berhasil
menjadi salah satu orang terkaya di dunia4, mantan pengacara di Montana, AS berhasil
menjadi pemegang trading record tertinggi di dunia yang hingga sekarang rekor
tersebut belum terpecahkan5.

4
Warren Buffett pada masa kecilnya pernah berprofesi sebagai penjual Coca Cola kalengan dan sebagai tukang
koran.
5
Mantan pengacara yang saya maksudkan di atas adalah Larry Williams, pencipta indikator Williams %R yang
sangat populer digunakan dalam Analisa Teknikal.
I.1.1. MIND / MINDSET
Mind atau Mindset adalah modal dasar pertama yang harus anda miliki jika anda ingin
sukses sebagai seorang trader / investor profesional. Menurut Bapak Adi W. Gunawan,
dalam bukunya yang berjudul The Secret of Mindset, Mindset didefinisikan sebagai
kepercayaan (belief), atau sekumpulan kepercayaan (a set of beliefs) atau cara berpikir
yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya
akan menentukan level keberhasilan hidupnya (baca : nasib) 6.

Salah satu pertanyaan yang peling sering saya terima setiap kali seminar adalah : Pak
Hary saya ini orang awam, bukan trader profesional dan saya tidak mengerti saham,
forex, option, sama sekali. Apa saya bisa jadi trader sukses ? Jawabnya tentu bisa, dan
satu-satunya cara adalah mengubah yang bersangkutan dari semula orang awam
menjadi Trader Profesional. Namun jangan pernah berharap jadi amatir tapi
memperoleh hasil profesional. Kalaupun itu dimungkinkan, itu hanya terjadi sesekali,
dan tidak ada konsistensinya sama sekali.

JALAN PINTAS MENUJU KEHANCURAN

Pak Hary, saya bukan professional, buta sama sekali tentang saham,
forex, derivatif, options, bukankah lebih aman dan nyaman jika saya
menginvestasikan dana saya pada berbagai produk investasi yang
ditawarkan Bank / Perusahan Asuransi seperti reksadana / unit link?

Pertanyaan diatas juga merupakan salah satu pertanyaan yang paling


sering saya terima. Namun sesungguhnya pertanyaan di atas adalah
pertanyaan yang sangat beresiko. Apapun bentuk investasi yang anda
lakukan baik itu saham, forex, derivatif, properti, anda harus betul-betul
paham secara detail sehubungan dengan investasi anda tersebut. Potensi
laba hanyalah salah satu dari 3 (tiga) faktor utama dalam mengambil
keputusan untuk berinvestasi. Sudahkah anda pelajari berapa besar
peluang keberhasilannya? Faktor berikutnya sudahkah anda pelajari resiko
maksimum yang harus anda pikul?

Coba buka Harian Bisnis Indonesia, ataupun website www.infovesta.com.


Anda akan temukan bahwa tidak ada satupun reksadana baik itu
campuran maupun saham yang mengalami keuntungan pada satu tahun
terakhir (2008-2009). Memang betul bahwa di tahun-tahun sebelumnya,

6
Diambil dari Buku The Secret of Mindset, karangan Adi W. Gunawan.
produk-produk investasi ini sangat menggiurkan, karena berhasil
memberikan keuntungan hingga di atas 30% setahunnya. Namun di tahun
2008, semuanya mengalami kerugian akibat jatuhnya indeks global
sehubungan dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan di AS.

Pernahkah anda ditawari untuk berinvestasi di reksadana ketimbang


membiarkan uang anda di tabungan anda ? Sepintas memang tawaran
seperti ini adalah tawaran yang enak didengar. Namun ketahuilah bahwa
menawarkan investasi reksadana sebagai alternatif investasi
terhadap tabungan sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat
menyesatkan. Kok bisa ? Karena investasi di reksadana adalah investasi
yang mengandung resiko, sementara investasi di tabungan adalah
investasi tanpa resiko. Jadi sudah barang tentu bahwa dari segi return,
Investasi di Reksadana bisa memberikan potensi keuntungan yang jauh
lebih besar ketimbang bunga yang anda peroleh dari tabungan anda.
Membandingkan potensi keuntungan reksadana saham dengan
bunga tabungan sungguh suatu tindakan yang menyesatkan
karena siapapun yang melakukannya, dia tidak membandingkan
dua investasi dengan tingkat resiko yang sama.

Ketahuilah bahwa dengan membaca buku ini, saya sesungguhnya sedang


mempersiapkan anda untuk bukan sekedar menjadi seorang trader / investor amatir,
melainkan menjadi seorang Trader / Investor profesional yang sukses.

Hingga saat ini entah sudah ada berapa seminar investasi, saham, options, forex yang
sudah saya ikuti. Kemampuan saya dalam memberikan analisa pasar, hingga
menemukan peluang investasi / trading yang terbaik, semua strategy trading, datang
dari berbagai buku serta seminar yang saya ikuti. Namun demikian saya juga
menemukan ada orang-orang yang sama-sama membaca buku dan mengikuti berbagai
seminar namun tidak membawa kesuksesan apa-apa dalam trading / investasi mereka.
Saya jadi menyadari bahwa bukan hanya buku ataupun seminar yang bisa membuat
kita mencapai tujuan kita melainkan KITA sendiri.

Ada empat type orang dengan mindset yang berbeda ketika membaca buku. Orang
yang pertama jelas-jelas meyakini bahwa apa yang dibacanya tidak akan berhasil, dan
tidak ada gunanya sama sekali. Yang kedua, berpendapat, mungkin dari buku ini ia bisa
memperoleh satu dua ide atau strategi trading. Ketika membaca buku ini, mereka
mungkin akan terhibur karena bisa menemukan beberapa strategi / ide-ide trading /
cara menganalisa pasar, namun merekat tidak akan melakukan apapun, apalagi
menerapkannya. Yang ketiga adalah orang yang ketika membaca buku ini, berpikir
tidak ada salahnya untuk dicoba. Mereka mencoba satu dua hal yang bisa didapat dari
buku ini, namun hanya itu sajalah yang mereka lakukan. Pertanyaannya adalah bisakah
mereka mengharapkan suatu hasil yang luar biasa jika cuma itu yang mereka lakukan?
Yang terakhir adalah orang yang dari semula memegang komitmen, saya akan larut
sepenuhnya, dengan penuh totalitas membaca buku ini, serta melatih prinsip-prinsip
yang diberikan dengan penuh antusias dan disiplin. Tidak berhenti disitu, sesudah
menyelesaikan buku ini ia melatihnya kembali secara berulang-ulang dan terus
menerus. Orang inilah yang bisa membuat perubahan besar dalam hidupnya, dan
memiliki peluang paling besar untuk mewujudkan impiannya.

Jadi dengan segala kerendahan hati, sebelum masuk ke pembahasan selanjutnya, saya
mohon anda memiliki komitmen besar untuk tidak hanya sekedar membaca buku ini
sebagai teman tidur, atau pengisi waktu luang, melainkan dengan penuh antusias
menggaris bawahi hal-hal penting, serta membuat berbagai catatan, dan
mempraktekan semua latihan-latihan yang ada, serta kemudian melatihnya secara terus
menerus.

I.1.2. METODE
Metode adalah SYSTEM TRADING yang anda kembangkan, termasuk di dalamnya
bagaimana menemukan peluang trading, membuat keputusan untuk entry maupun exit.
Sebagian besar penjelasan yang ada dalam buku ini adalah bertujuan menambah
wawasan serta khasanah pengetahuan guna mempertajam system trading anda.

I.1.3. MANAJEMEN KEUANGAN


Manajemen Keuangan adalah suatu sistem bagaimana anda bisa mengoptimalkan
keuntungan anda, sementara senantiasa membatasi potensi kerugian anda, sehingga
anda bisa melindungi modal anda guna merintis perjalanan anda, menuju tujuan jangka
panjang yang anda impikan selama ini.

Mengenai ini akan dibahas secara khusus pada bagian terakhir buku ini.
Saya ucapkan selamat bagi anda karena jika anda sudah mencapai halaman ini, berarti
anda sudah menunjukkan komitmen awal yang luar biasa. Aplaus besar untuk anda.
Sebelum anda sanggup menguasai modal dasar anda yang kedua, yakni METODE,
dimana kita akan mempelajari Market Analysis secara menyeluruh, maka ada satu pre-
requisite (Pra-Syarat) yang harus anda kuasai terlebih dahulu, yakni berbagai jenis
produk investasi maupun instrumen derivatif yang akan anda transaksikan.

Bagian berikut ini akan menjelaskan kepada anda berbagai produk investasi, serta
instrumen derivatif, yang akan anda investasi dan/atau anda trading-kan nantinya.
Sebagai seorang profesional, anda harus memahami mekanisme, cara kerja, aturan-
aturannya, serta berbagai variasi strategi yang bisa anda gunakan ketika anda trading
nantinya.
Bab II
TRADING / INVESTASI APA DAN
DIMANA?

Kebanyakan orang jarang sekali berpikir mengenai hal-hal terpenting dalam hidupnya.
Keputusan seperti tinggal di kota mana, bekerja dimana, termasuk trading apa dan
dimana, seringkali ditentukan hanya karena suatu pembatasan yang sesungguhnya
tidak ada. Anda bisa memilih untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia, ataupun Hong
Kong, Jepang, Australia, Eropa, bahkan Amerika Serikat.

Tapi Pak Hary, kita khan tinggal di Indonesia, jadi nggak kenal pasar di luar negeri
selain Bursa Efek Indonesia. Jadi daripada susah-susah harus mempelajari pasar luar
negeri mending saya fokus untuk investasi di BEI saja.

Kalimat di atas adalah salah satu kalimat yang paling sering saya dengar. Berhubung
sekarang anda sudah memiliki Mindset seorang Trader Profesional, saya kembalikan
lagi ke anda, menurut anda, apakah pola pikir seperti di atas mencerminkan pola pikir
seorang trader profesional ? Mindset seorang Trader / Investor profesional TIDAK
DIBATASI kondisi geografis, mindset seorang Trader / Investor Profesional adalah
sepenuhnya didasarkan pada tiga kriteria : probability of winning, potensi keuntungan
dan resiko.

Pilihan anda pun tidak hanya terbatas pada rekasadana, saham dan options, namun
pilihan anda terbuka lebar-lebar, selain rekasadana, saham dan options, masih ada ETF,
Futures Indeks, Forex, Futures Komoditas, Options on Futures, CFD, serta berbagai
instrumen derivative lainnya.

Pak Hary, mana yang lebih baik Options atau Forex? Ini adalah pertanyaan kedua
yang juga seringkali saya dengar setiap kali saya selesai seminar. Ada juga yang
kemudian bertanya seperti ini, Pak Hary, mana yang lebih gampang Options atau
Forex? Jika anda ingin mencapai kebebasan finansial melalui Pasar Finansial, maka
anda HARUS tahu semua instrumen Pasar Finansial, kemudian dasar pemilihan pasar
dan instrumen yang anda pilih bukanlah semata-mata didasarkan atas gampang /
susah. Melainkan anda bisa membanding-bandingkannya dan menurut anda mana yang
lebih sesuai untuk kondisi psikologis anda. Hanya anda yang bisa menjawab tepat,
mana yang paling sesuai untuk anda. Jika anda tanya saya, maka jawaban saya adalah
jawaban yang berlaku untuk saya. Mungkin saja benar untuk anda jika kondisi
psikologis anda sama dengan saya, atau bisa saja keliru bilamana kondisi psikologis
anda berbeda dengan saya.

Dalam hal pemilihan pasar selalu ingat bahwa semua produk investasi maupun
instrumen derivatif yang akan anda transaksikan haruslah memenuhi dua kriteria yakni
: Likuiditas dan Volatilitas.

Likuiditas tergantung pada volume transaksi rata-rata per hari. Semakin besar volume
perdagangan rata-rata tiap harinya, maka semakin likuid pula produk investasi /
derivative tersebut. Akibatnya hal ini akan mempermudah anda untuk membeli /
menjualnya.

Volatilitas adalah suatu besaran yang menunjukkan seberapa besar fluktuasi harga
yang terjadi pada suatu asset. Tergantung pada strategi dan produk investasi yang
anda transaksikan, anda bisa saja memanfaatkan asset yang memiliki volatilitas tinggi
ataupun rendah. Anda akan membutuhkan asset volatilitas yang cukup signifikan jika
anda membeli saham / options untuk short term trading misalnya.

II.1. SAHAM
Saham adalah sertifikat kepemilikan atas sebagian atau lebih suatu Perusahan. Jika
anda membeli 1.000 (seribu) lembar saham, yang menerbitkan 10 milyar lembar
saham, maka anda memiliki 1/10.000.000 (sepersepuluh juta) bagian atas Perusahan
tersebut. Anda menjadi salah seorang pemilik Perusahan tersebut. Jika orang lain
menginginkan saham tersebut, maka
mereka menawar saham tersebut
(bid), sebaliknya ketika anda ingin
menjualnya maka anda
menawarkan saham tersebut (offer
/ ask).

Dewasa ini, dunia mengenal New


York Stock Exchange sebagai bursa
saham terbesar di dunia. Hingga
Oktober 2008, total kapitalisasi
perusahan-perusahan yang terdaftar
di New York Stock Exchange
New York Stock Exchange (Sumber : www.suscc.edu)
mencapai USD 10.1 Triliun. Sebagai
bursa saham tertua di AS saat ini, bursa yang lahir pada tanggal 17 Mei 1792 melalui
suatu perjanjian yang dikenal dengan sebutan Buttonwood Aggreement
ditandatangani oleh 24 pialang saham di bawah sebuah pohon Buttonwood di jalan
Wallstreet #68 di kota New York pada mulanya hanya menempati sebuah ruangan
yang disewa dengan biaya USD 200.- sebulannya, di jalan Wallstreet #40, New York.
Namun dalam masa-masa berikutnya, volume transaksi di bursa ini mengalami
peningkatan pesat.

Saat ini, di AS, disamping NYSE, kita juga mengenal bursa NASDAQ
(National Association of Security Dealers Automated Quotations),
yakni bursa elektronis terbesar di dunia saat ini. Ada lebih dari 3200
saham perusahan yang diperdagangkan di NASDAQ secara
elektronis. Perusahan-perusahan publik di AS saat ini, pada dasarnya
digolongkan menjadi NYSE-listed stock atau NASDAQ-listed stock.

Nasdaq (Sumber : Di Indonesia sendiri transaksi


www.topnews.in) saham dilakukan melalui Bursa
Efek Indonesia (BEI), atau yang dahulu lebih dikenal
dengan sebutan Bursa Efek Jakarta, atau Jakarta
Stock Exchange (JSX). Melalui deregulasi perbankan
di Indonesia yang berlangsung antara tahun 1988
1990, JSX membuka diri terhadap investasi asing.
Sejak saat itu volume transaksi JSX meningkat pesat. Jakarta Stock Exhange (Sumber :
www.theage.com.au)
Pada tanggal 13 Juli 1992, JSX di-privatisasi dan
tanggal ini senantiasa diperingati sebagai hari jadi JSX hingga sekarang. Pada tanggal
22 Mei 2995 JSX pertama kali memperkenalkan sistem perdagangan elektronis, yang
dikenal dengan sebutan Jakarta Automated Trading System (JATS).

Hingga 31 Desember 2007, Bursa Efek Indonesia telah mencatat 383 emiten yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai USD
212 Miliar.

II.2. ETF
ETF adalah instrumen unit trust berisi portofolio yang didesain untuk mereplikasikan
saham-saham yang tergabung dalam index tertentu. Karena merupakan gabungan
saham alias index, maka begitu membeli ETF Anda sudah membeli sebuah portofolio
(kumpulan saham) yang terdiri atas semua saham yang tergabung dalam index
tertentu.
ETF juga bisa diperjualbelikan seperti layaknya sebuah saham. Kalau boleh
dibahasaindonesiakan, makna ETF kurang lebih adalah reksadana saham yang
diperjualbelikan di bursa.

Di Amerika Serikat sendiri saat ini kita mengenal ada 3 (tiga) indeks harga saham
gabungan yang paling populer digunakan sebagai acuan guna memantau kondisi pasar
modal AS, yakni Dow Jones Index, S&P 500 Index, dan Nasdaq 100 Index.

Dow Jones Index

Pertama kali diluncurkan pada posisi 40.96 pada tanggal 26 Mei 1896, saat itu dikenal
dengan sebutan Dow Jones Industrial Average. Index ini merupakan index tertua kedua
sesudah Dow Jones Transportation yang juga diciptakan oleh perusahan yang sama
yakni Dow Jones & Company, sebuah Perusahan Penerbit dan Penyedia Informasi
Keuangan Amerika Serikat, yang didirikan oleh 3 (tiga) orang wartawan senior, Charles
Dow, Edward Jones dan Charles Bergstresser.

S&P 500 Index

S&P500 Index adalah Index harga saham gabungan AS, yang terdiri dari 500 Perusahan
AS dengan kapitalisasi besar. Index ini adalah index yang paling popular digunakan
sebagai acuan atas kinerja Bursa AS serta kondisi ekonomi AS. Pertama kali index ini
diciptakan pada tanggal 4 Maret 1957 oleh Standard & Poors, salah satu Divisi McGraw-
Hill.
Semua saham komponen S&P500 Index diperdagangkan di dua bursa, yakni NYSE
(New York Stock Exchange), dan NASDAQ (National Association of Securities Dealers
Automated Quotations).

http://www2.standardandpoors.com/portal/site/sp/en/us/page.topic/indices_500/2,3,2,
2,0,0,0,0,0,2,3,0,0,0,0,0.html

Nasdaq-100 Index

Nasdaq-100 Index pertama kali diperdagangkan di bursa pada tanggal 31 Januari 1985.
Terdiri dari 100 perusahan Non Finansial AS maupun International terbesar yang
terdaftar di Bursa NASDAQ. Daftar lengkap 100 Perusahan komponen NASDAQ-100
Index dapat dilihat pada website berikut ini :

http://dynamic.nasdaq.com/dynamic/nasdaq100_activity.stm

Masing-masing index tersebut di atas memiliki ETF-nya sendiri.


Dow Jones ETF disebut DIA, S&P-500 ETF adalah SPY (dahulu bernama
Standard & Poors Depository Receipts atau SPDRs), dan Nasdaq-100 ETF
dikenal dengan simbol QQQQ.
Dengan demikian, jika Anda membeli SPY itu artinya Anda telah membeli 500 saham
Perusahaan Terbesar di AS yang tergabung dalam Index S&P 500.

Selain tiga ETF utama tersebut, dewasa ini ada ratusan ETF yang diperdagangkan di
Wall Street. Underlying-nya pun tidak terbatas hanya pada Index saham-saham AS
saja. Sejak 2003, bursa Asia yang tergolong emerging markets berhasil menunjukkan
kinerja luar biasa. Sejak itu pula lahirlah beragam ETF yang mengacu pada indeks atau
kumpulan saham unggulan suatu negara.

ETF DI BURSA EFEK INDONESIA

ETF pertama kali hadir di Bursa Efek Indonesia, tepatnya pada tanggal 18 desember
2007, melalui produk ETF pertama di Indonesia yakni Premier ETF-LQ45 (symbol : R-
LQ45X). ETF ini mereplikasikan kinerja indeks LQ-45, yakni indeks saham yang terdiri
atas 45 (empat puluh lima) saham-saham unggulan yang diperdagangkan di BEI.

Jika anda kesulitan memilih saham untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia, maka
Premier ETF-LQ45 ini bisa jadi merupakan alternatif yang paling mudah dan nyaman
untuk anda. Karena dengan berinvestasi di Premier ETF-LQ45 berarti anda sudah
berinvestasi pada sekaligus 45 (empat puluh lima) saham unggulan yang
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
II.3. OPTIONS
APA ITU OPTION ?
Option adalah suatu kontrak derivatif yang memberikan hak beli / hak jual atas asset
tertentu, pada suatu harga kesepakatan tertentu, dengan masa berlaku hingga jangka
waktu tertentu pula.

Dengan demikian berdasarkan definisi di atas ada 4 (empat) komponen dasar suatu
option, yakni :

1) Hak Beli / Hak Jual


Kontrak derivatif yang memberikan Hak Beli disebut Call Option, sementara
Kontrak derivatif yang memberikan Hak Jual disebut Put Option.

2) Asset Tertentu
Misalnya : Saham Apple Corporation (AAPL).

3) Harga Kesepakatan tertentu,


Lebih dikenal dengan istilah 'Strike Price'.

Misalnya : Jika anda membeli (buy) AAPL Aug 140 Call @ USD 11.- maka anda
sudah membeli suatu kontrak derivatif yang memberikan anda Hak Beli, atas
Saham AAPL pada harga USD 140 per lembarnya, dimana kontrak yang anda beli
ini memiliki masa berlaku hingga Jumat minggu ke-3 bulan Agustus 2007.

4) Masa Berlaku
Kontrak Opsi Saham (Stock Option) di Amerika memiliki masa berlaku hingga
Jumat minggu ke-3 bulan ybs. Dengan demikian jika anda membeli Option
dengan jangka waktu hingga September maka option tersebut akan berakhir
masa berlakunya hingga pk 16:00 E.S.T Jumat Minggu ke-3 bulan September
(Sabtu minggu ke-3 pk 04:00 WIB).

Definisi di atas kiranya bisa memberikan gambaran betapa fleksibel-nya option.


Anda bebas memilih option mana yang anda kehendaki, Call Option (Hak Beli) atau Put
Option (Hak Jual), selanjutnya anda bebas menentukan Option atas asset / saham yang
mana, anda juga bebas memilih strike price (harga kesepakatan) yang anda kehendaki,
juga anda bebas memilih jangka waktu yang anda inginkan.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, anda bisa lihat tabel option berikut ini.
Tabel ini diambil dari www.optionsxpress.com.
II.3.1. CALL OPTIONS
Call Options adalah Kontrak Derivatif yang memberikan Hak Beli atas Saham Tertentu
pada harga (Strike Price) tertentu, dengan masa berlaku hingga waktu tertentu.

Tabel 1.1 AAPL Aug Call Option Sumber : www.optionsxpress.com

Keterangan :

1. Tabel di atas adalah Tabel AAPL August Call Option. Perhatikan di pojok kiri atas
tertulis Symbol AAPL, diatasnya juga tertulis nama perusahaannya yakni Apple
Inc. Last = 143.75 menunjukkan bahwa AAPL terakhir ditutup pada harga USD
143.75 per lembarnya.
2. Tabel di atas adalah Call Option dengan masa berlaku hingga Jumat minggu ke-3
Agustus 2007. Catatan : Semua Stock Option berakir pada Jumat minggu ke-3
bulan yang bersangkutan.
3. Pada tabel di atas terdapat pilihan untuk jual / beli (trading) Option dengan
Strike Price 120, 125, 130, 135, 140, 150, 155, 160, 165. Catatan : Tersedia pula
Call Option dengan strike price di luar Strike Price di atas, hanya saja dalam tabel
di atas tidak ditampilkan.
4. Kolom no 4. adalah daftar harga untuk tiap-tiap Strike Price :
Last Traded Price adalah harga transaksi terakhir.
Ask Price adalah harga yang harus anda bayar jika anda ingin membeli
option tersebut, karena saat ini sudah ada seseorang yang ingin menjual di
harga tersebut. Ini sama halnya dengan KURS JUAL pada perdagangan valuta
asing.
Bid Price adalah harga yang anda terima bila anda menjual options tersebut,
karena sudah ada orang yang ingin membeli di harga tersebut. Ini sama
halnya dengan KURS BELI pada perdagangan valuta asing.
Catatan : Jika anda menawar dengan harga bid price, maka anda harus antre di
belakang orang-orang yang sudah menawar Option tersebut dengan harga bid
price sebelum anda. Jika anda membeli dengan harga Ask Price, maka
berhubung Ask Price adalah harga yang ditawarkan kepada anda, Option
tersebut langsung anda dapatkan tanpa harus menunggu.

Perhatikan bahwa tersedia Bid Price dan Ask Price, untuk semua Strike Price
Option, hal ini menunjukkan bahwa anda bisa beli / jual option tersebut.
Seringkali yang menjadi pertanyaan adalah jika Option yang saya beli sudah
menguntungkan, dan ingin saya jual, apakah pasti ada yang mau beli ? Selama
terdapat bid price dan ask price, anda akan selalu bisa menjual option anda pada
harga bid pada saat US Market Hours.

STRIKE PRICE
Berdasarkan Strike Price-nya, Call Option dikategorikan menjadi 3 (tiga), yakni :
In The Money (ITM),
At The Money (ATM), dan
Out of The Money (OTM)

Pada Tabel 1.1. di atas, AAPL terakhir kali ditutup pada harga USD 143.75 per lembar.
Call Option dengan Strike Price lebih kecil dari USD 143.75 adalah In The Money (ITM),
sementara Call option dengan Strike Price lebih besar dari USD 143.75 adalah Out of
The Money (OTM). Selanjutnya, At The Money (ATM) Call Option adalah Call Option
yang 'Strike Price'-nya sama dengan harga saham (143.75). Berhubung tidak ada
Option dengan Strike Price 143.75, maka untuk Tabel di atas, tidak ada Option yang At
The Money (ATM).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, untuk Call Option :

ITM (In The Money) Call Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE < HARGA SAHAM

ATM (At The Money) Call Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE = HARGA SAHAM

OTM (Out of The Money) Call Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE > HARGA SAHAM

STEP BY STEP DALAM MENENTUKAN ATM, ITM, OTM (Call)


Sekarang mari kita lihat Tabel Option di bawah ini :

Tabel 1.2 QQQQ Aug Call Option Sumber : www.optionsxpress.com


Tabel 1.2 adalah Tabel QQQQ (Nasdaq 100 ETF) August Call Options. Sekarang mari
kita tentukan, mana ATM, mana ITM, mana OTM.

STEP 1 : Tentukan ATM (At The Money)


ATM Call options adalah Option yang 'Strike Price'-nya = Harga ETF (QQQQ).
Saat ini QQQQ = USD 50.05 per lembar. Maka QQQQ ATM Call adalah Strike
Price 50.05. Berhubung tidak ada Strike Price 50.05, maka untuk QQQQ saat
ini tidak ada ATM Call Option.

STEP 2 : Tentukan ITM (In The Money)


In The Money (ITM) Call Option adalah Call option yang 'Strike Price'-nya <
Harga ETF (QQQQ). Dengan demikian, semua Call Option dengan Strike Price
< 50.05 adalah In The Money, dan itu adalah : 50, 49, 48, 47, 46, 45, 44, ...
Tips : Untuk memudahkan anda, OptionsXpress membedakan warna
'background', khusus untuk Option ITM, warna 'background'-nya kuning.

STEP 3 : Tentukan OTM (Out of The Money)


Out Of The Money (OTM) Call Option adalah Call option yang 'Strike Price'-
nya > Harga ETF (QQQQ). Dengan demikian, semua Call Option dengan
Strike Price > 50.05 adalah Out of The Money, dan itu adalah : 51, 52, 53,
54, 55, 56, ...
Tips : Untuk memudahkan anda, OptionsXpress membedakan warna
'background', khusus untuk Option OTM, warna 'background'-nya putih.

OPTION PREMIUM (Call Option)


Option Premium (harga option) selalu terdiri atas 2 (dua) komponen, yakni Nilai
Intrinsik (Gain Value) dan Nilai Ekstrinsik (Time Value). Dengan demikian :

OPTION PREMIUM = NILAI INTRINSIK + NILAI EKSTRINSIK


(GAIN VALUE) (TIME VALUE)

NILAI INTRINSIK (CALL OPTION) = HARGA SAHAM STRIKE PRICE,


dimana Nilai Intrinsik 0
Pada table 1.2, perhatikan salah satu ITM Call Option :
Harga terakhir QQQQ August 44 Call adalah USD 6.34; sementara
Harga terakhir dari QQQQ adalah USD 50.05 per lembar

Maka :
Dengan Anda memiliki QQQQ August 44 Call maka anda berhak untuk membeli
QQQQ diharga USD 44,- walaupun harga QQQQ saat itu USD 50.05.

Sehingga :
Intrisik Value = Harga Saham Strike Price
= 50.05 44
= USD 6.05
Ekstrisik Value = Options Premium Intrisik Value
= 6.34 6.05
= USD 0.29

Pada table 1.2, perhatikan salah satu OTM Call Option :


Harga terakhir QQQQ August 52 Call adalah USD 0.25; sementara
Harga terakhir dari QQQQ adalah USD 50.05 per lembar

Maka :
Dengan Anda memiliki QQQQ August 52 Call maka anda berhak untuk membeli
QQQQ diharga USD 52,- walaupun harga QQQQ saat itu USD 50.05.

Sehingga :
Intrisik Value = Harga Saham Strike Price
= 50.05 52
= USD 1.95 USD 0.
Siapapun orangnya yang memiliki Call Option ini tidak akan menggunakan
haknya, karena justru akan merugi sehingga apabila anda memiliki Call options
ini pun anda TIDAK AKAN menggunakan hak anda atas Option tersebut. Oleh
karena itu Nilai Intrinsik untuk OTM Option selalu 0 (Nol).
Oleh karena nilai Intrisik = 0 maka
Ekstriksik Value = Options Premium = Time Value
= USD 0.25
Tabel 1.3. ATM, ITM, OTM Call Options Sumber : www.optionsxpress.com

Kesimpulan :
1. Hanya ITM Call Option yang mempunyai Nilai Intrinsik, sementara Nilai
Intrinsik ATM dan OTM Call Option adalah 0 (Nol).
2. Karena Nilai Intrinsik ATM dan OTM Option adalah 0 (Nol) maka ATM dan
OTM Call Option hanya mempunyai Nilai Ekstrinsik (Time Value). ATM &
OTM Call Option Premium = Nilai Ekstrinsik (Time Value).
3. Pada Expiry Day, semua Nilai Ekstrinsik (Time Value) = 0 (Nol) karena
tidak ada waktu yang tersisa lagi. Dengan demikian pada Expiry Day,
semua ATM dan OTM option harganya 0 (Nol). Hanya ITM Option yang
ada harganya, dimana pada saat Expiry Day harga ITM Option = 'Nilai
Intrinsik (Gain Value)'-nya.
BUY CALL OPTIONS
Sekarang coba perhatikan Tabel Call Options IBM berikut ini :

Tabel Call Options IBM Sumber: Lumen Financial Navigator v2

Misalkan anda Bullish terhadap IBM (anda memprediksi bahwa IBM akan bergerak naik
/ uptrend). Berdasarkan analisa anda tersebut, anda bermaksud untuk membeli Call
Options IBM sebagai berikut :

BUY to OPEN IBM MAY 105 Call @ 3.20

Pada Expiration Day (hari terakhir option ini diperdagangkan), yakni tanggal 16 Mei
2009, anda mempunyai Hak untuk membeli saham IBM seharga USD 105.- per
lembarnya. Dengan demikian anda hanya akan mengalami keuntungan jika pada
Expiration Day, saham IBM diperdagangkan di atas 108.20 per lembarnya.

Break Even Point anda untuk transaksi option di atas (CALL OPTION) adalah :

Break Even (pada Expiration Day) = Strike Price + Premi Option


Dengan demikian, jika hingga Expiration Day, saham IBM diperdagangkan di bawah
108.20, anda akan mengalami kerugian, dimana kerugian maksimum anda adalah
premi option yang anda bayarkan yakni USD 3.20 per lembar.

Grafik Profit / Loss pada saat Expiry Day untuk posisi Buy to Open IBM May 105 Call @
3.20 Perhatikan Break Even = 108.20 Sumber : www.optionsxpress.com

Sekarang coba amati Grafik Profit / Loss diatas. Grafik di atas pada prinsipnya
menunjukkan bahwa posisi option anda, akan mengalami kerugian jika hingga
Expiration Day, saham IBM tidak bergerak naik melampaui USD 108.20. Dimana
kerugian maksimal anda adalah premi option yang anda bayarkan, yakni USD 3.20 per
lembarnya atau USD 320.- per lotnya. Namun sebaliknya jika saham IBM naik diatas
108.20, anda akan mengalami keuntungan. Semakin banyak saham IBM naik, maka
keuntungan anda juga bertambah besar.

KESIMPULAN :
JIKA ANDA MEMBELI CALL OPTIONS,

1. BREAK EVEN POINT (PADA SAAT EXPIRY DAY) = STRIKE


PRICE + PREMI OPTIONS,
2. SEMAKIN BANYAK HARGA SAHAM UNDERLYING NAIK,
ANDA AKAN SEMAKIN DIUNTUNGKAN.
II.3.2. PUT OPTIONS
Put Options adalah Kontrak Derivatif yang memberikan Hak Jual atas Saham Tertentu
pada harga (Strike Price) tertentu, dengan masa berlaku hingga waktu tertentu.

Tabel 2.1 AAPL Aug Put Option Sumber : www.optionsxpress.com

Keterangan :

1. Tabel 2.1. di atas adalah Tabel AAPL August Put Option. Perhatikan di pojok kiri
atas tertulis Symbol AAPL, diatasnya juga tertulis nama perusahaannya yakni
Apple Inc. Last = 143.75 menunjukkan bahwa AAPL terakhir ditutup pada harga
USD 143.75 per lembarnya.
2. Tabel di atas adalah Put Option dengan masa berlaku hingga Jumat minggu ke-3
Agustus 2007.
3. Pada tabel di atas terdapat pilihan untuk jual / beli (trading) Option dengan
Strike Price 120, 125, 130, 135, 140, 150, 155, 160, 165. Catatan : Tersedia pula
Put Option dengan strike price di luar Strike Price di atas, hanya saja dalam tabel
di atas tidak ditampilkan.
4. Kolom no 4. adalah daftar harga untuk tiap-tiap Strike Price :
Last Traded Price adalah harga transaksi terakhir.
Ask Price adalah harga yang harus anda bayar jika anda ingin membeli
option tersebut, karena saat ini sudah ada seseorang yang ingin menjual di
harga tersebut. Ini sama halnya dengan KURS JUAL pada perdagangan valuta
asing.
Bid Price adalah harga yang anda terima bila anda menjual options tersebut,
karena sudah ada orang yang ingin membeli di harga tersebut. Ini sama
halnya dengan KURS BELI pada perdagangan valuta asing.
Catatan : Jika anda menawar dengan harga bid price, maka anda harus antre di
belakang orang-orang yang sudah menawar Option tersebut dengan harga bid
price sebelum anda. Jika anda membeli dengan harga Ask Price, maka
berhubung Ask Price adalah harga yang ditawarkan kepada anda, Option
tersebut langsung anda dapatkan tanpa harus menunggu.

Perhatikan bahwa tersedia Bid Price dan Ask Price, untuk semua Strike Price
Option, hal ini menunjukkan bahwa anda bisa beli / jual option tersebut.
Seringkali yang menjadi pertanyaan adalah jika Option yang saya beli sudah
menguntungkan, dan ingin saya jual, apakah pasti ada yang mau beli ? Selama
terdapat bid price dan ask price, anda akan selalu bisa menjual option anda pada
harga bid pada saat US Market Hours.

STRIKE PRICE
Berdasarkan Strike Price-nya, Put Option dikategorikan menjadi 3 (tiga), yakni :
In The Money (ITM),
At The Money (ATM), dan
Out of The Money (OTM)

Pada Tabel 2.1. di atas, AAPL terakhir kali ditutup pada harga USD 143.75 per lembar.
Put Option dengan Strike Price lebih tinggi dari USD 143.75 adalah In The Money (ITM),
sementara Put option dengan Strike Price lebih kecil dari USD 143.75 adalah Out of The
Money (OTM). Selanjutnya, At The Money (ATM) Put Option adalah Put Option yang
'Strike Price'-nya sama dengan harga saham (143.75). Berhubung tidak ada Option
dengan Strike Price 143.75, maka untuk Tabel di atas, tidak ada Option yang At The
Money (ATM).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, untuk Put Option :

ITM (In The Money) Put Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE > HARGA SAHAM

ATM (At The Money) Put Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE = HARGA SAHAM

OTM (Out of The Money) Put Option, adalah Option yang :


STRIKE PRICE < HARGA SAHAM

STEP BY STEP DALAM MENENTUKAN ATM, ITM, OTM (Put)


Sekarang mari kita lihat Tabel Option di bawah ini :

Tabel 2.2 QQQQ Aug Put Option Sumber : www.optionsxpress.com


Tabel di atas adalah Tabel QQQQ (Nasdaq 100 ETF) August Put Options. Sekarang mari
kita tentukan, mana ATM, mana ITM, mana OTM.

STEP 1 : Tentukan ATM (At The Money)


ATM Put options adalah Option yang 'Strike Price'-nya = Harga ETF (QQQQ).
Saat ini QQQQ = USD 50.05 per lembar. Maka QQQQ ATM Put adalah Strike
Price 50.05. Berhubung tidak ada Strike Price 50.05, maka untuk QQQQ saat
ini tidak ada ATM Put Option.

STEP 2 : Tentukan ITM (In The Money)


In The Money (ITM) Put Option adalah Put option yang 'Strike Price'-nya >
Harga ETF (QQQQ). Dengan demikian, semua Put Option dengan Strike Price
> 50.05 adalah In The Money, dan itu adalah : 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, ...
Tips : Untuk memudahkan anda, OptionsXpress membedakan warna
'background', khusus untuk Option ITM, warna 'background'-nya kuning.

STEP 3 : Tentukan OTM (Out of The Money)


Out of The Money (OTM) Put Option adalah Put option yang 'Strike Price'-nya
< Harga ETF (QQQQ). Dengan demikian, semua Put Option dengan Strike
Price < 50.05 adalah Out of The Money, dan itu adalah : 50, 49, 48, 47, 46,
45, ...
Tips : Untuk memudahkan anda, OptionsXpress membedakan warna
'background', khusus untuk Option OTM, warna 'background'-nya putih.

OPTION PREMIUM (Put Option)


Option Premium (harga option) selalu terdiri atas 2 (dua) komponen, yakni Nilai
Intrinsik (Gain Value) dan Nilai Ekstrinsik (Time Value). Dengan demikian :

OPTION PREMIUM = NILAI INTRINSIK + NILAI EKSTRINSIK


(GAIN VALUE) (TIME VALUE)

NILAI INTRINSIK (PUT OPTION) = STRIKE PRICE HARGA SAHAM,


dimana Nilai Intrinsik 0
Pada table 1.2, perhatikan salah satu ITM Put Option :
Harga terakhir QQQQ August 52 Put adalah USD 2.03; sementara
Harga terakhir dari QQQQ adalah USD 50.05 per lembar
Maka :
Dengan Anda memiliki QQQQ August 52 Put maka anda berhak untuk menjual
QQQQ diharga USD 52,- walaupun harga QQQQ saat itu USD 50.05.

Sehingga :
Intrisik Value = Strike Price - Harga Saham
= 52 - 50.05
= USD 1.95
Ekstrisik Value = Options Premium Intrisik Value
= 2.03 1.95
= USD 0.08

Pada table 1.2, perhatikan salah satu OTM Put Option :


Harga terakhir QQQQ August 49 Put adalah USD 0.47; sementara
Harga terakhir dari QQQQ adalah USD 50.05 per lembar

Maka :
Dengan Anda memiliki QQQQ August 49 Put maka anda berhak untuk menjual
QQQQ diharga USD 49,- walaupun harga QQQQ saat itu USD 50.05.

Sehingga :
Intrisik Value = Harga Saham Strike Price
= 49 - 50.05
= USD 0.95 USD 0.
Siapapun orangnya yang memiliki Put Option ini tidak akan menggunakan
haknya, karena justru akan merugi, sehingga apabila anda memiliki Put options
ini pun anda TIDAK AKAN menggunakan hak anda atas Option tersebut. Oleh
karena itu Nilai Intrinsik untuk OTM Option selalu 0 (Nol).
Oleh karena nilai Intrisik = 0 maka
Ekstrisik Value = Options Premium = Time Value
= USD 0.47
Tabel 2.3. ATM, ITM, OTM Put Option Sumber : www.optionsxpress.com

Kesimpulan :
1. Hanya ITM Put Option yang mempunyai Nilai Intrinsik, sementara Nilai
Intrinsik ATM dan OTM Put Option adalah 0 (Nol).
2. Karena Nilai Intrinsik ATM dan OTM Option adalah 0 (Nol) maka ATM dan
OTM Put Option hanya mempunyai Nilai Ekstrinsik (Time Value). ATM &
OTM Put Option Premium = Nilai Ekstrinsik (Time Value).
3. Pada Expiry Day, semua Nilai Ekstrinsik (Time Value) = 0 (Nol) karena
tidak ada waktu yang tersisa lagi. Dengan demikian pada Expiry Day,
semua ATM dan OTM option harganya 0 (Nol). Hanya ITM Option yang
ada harganya, dimana pada saat Expiry Day harga ITM Option = 'Nilai
Intrinsik (Gain Value)'-nya.
BUY PUT OPTIONS
Sekarang coba perhatikan Tabel Put Options IBM berikut ini :

Tabel Put Options IBM Sumber : Lumen Financial Navigator v2

Misalnya saat ini anda Bearish terhadap saham IBM (Anda memprediksi IBM bakal
terkoreksi turun), dimana anda bermaksud memanfaatkan peluang ini dengan membeli
Put Option sebagaiberikut :

BUY to OPEN IBM MAY 100 Put @ USD 4.50

Saham IBM sendiri saat ini diperdagangkan pada harga USD 101.19 per lembar.

Pada Expiration Day (hari terakhir option ini diperdagangkan), yakni tanggal 16 Mei
2009, anda mempunyai Hak untuk menjual saham IBM seharga USD 100.- per
lembarnya. Dengan demikian anda hanya akan mengalami keuntungan jika pada
Expiration Day, saham IBM diperdagangkan di bawah 95.50 per lembarnya.

Break Even Point anda untuk transaksi option di atas (PUT OPTION) adalah :
Break Even (pada Expiration Day) = Strike Price - Premi Option

Dengan demikian, jika hingga Expiration Day, saham IBM diperdagangkan di atas
95.60, anda akan mengalami kerugian, dimana kerugian maksimum anda adalah premi
option yang anda bayarkan yakni USD 4.50 per lembar atau USD 450,- per lotnya.

Grafik Profit / Loss pada saat Expiry Day untuk posisi Buy to Open IBM May 100 Put @
USD 4.50 Perhatikan Break Even = 95.50.

Sekarang coba amati Grafik Profit / Loss diatas. Grafik di atas pada prinsipnya
menunjukkan bahwa posisi option anda, akan mengalami kerugian jika hingga
Expiration Day, saham IBM tidak bergerak turun dibawah USD 95.50. Dimana kerugian
maksimal anda adalah premi option yang anda bayarkan, yakni USD 4.50 per
lembarnya atau USD 450.- per lotnya. Namun sebaliknya jika saham IBM turun ke
bawah USD 95.50, anda akan mengalami keuntungan. Semakin banyak saham IBM
turun, maka keuntungan anda juga bertambah besar.
KESIMPULAN :
JIKA ANDA MEMBELI PUT OPTIONS,

1. BREAK EVEN POINT (PADA SAAT EXPIRY DAY) = STRIKE


PRICE - PREMI OPTIONS,
2. SEMAKIN BANYAK HARGA SAHAM UNDERLYING TURUN,
ANDA AKAN SEMAKIN DIUNTUNGKAN.

Catatan : Sesungguhnya ada begitu banyak strategi options, seperti Vertical Spreads,
Calendar Spreads, Butterfly, Iron Butterfly, Iron Condor, Straddle, Stragle, Covered Call,
dan lain-lain. Namun mengenai ini saya rasa sebaiknya dibahas pada kesempatan lain,
atau pada buku yang terpisah.

Wah, masih tekun membaca rupanya. Luar Biasa ! Saya sungguh salut dengan
semangat belajar anda. Sebelum anda masuk ke materi berikutnya, alangkah baiknya
jika anda kembali mengulang materi yang berusan anda pelajari. Pastikan bahwa anda
betul-betul memahami semua materi yang sudah anda pelajari.

OK, sudah siap untuk masuk ke materi berikutnya ?

Materi berikut ini adalah seringkali dilewatkan oleh Options Trader pemula. Namun
didalamnya terkandung tiga (3) perangkap maut yang jika tidak benar-benar anda
pahami, maka seringkali seorang Options Trader akan terjebak dalam posisi yang jelek
/ sulit untung.

Supaya anda tidak terperangkap dalam tiga perangkap yang paling sering
menjebloskan para option trader diatas, alangkah baiknya sekarang anda
mempersiapkan energi dan konsentrasi anda guna mempelajari :
II.3.3. BLACK SCHOLES MODEL

Berikut ini adalah beberapa dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering saya terima
sepanjang karir saya sebagai Option Trainer :

Pak Hary, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan harga option naik / turun? Saya
Buy Call Option, dimana sahamnya sudah naik, namun kenapa premi Call Option saya
tidak naik malahan turun ?
Pak Hary, saya Buy Put Option, dimana harga saham sudah turun cukup banyak,
namun kenapa premi Put Option saya kok tidak naik-naik ?
Pak Hary, saya Buy Call Option dan Put Option sekaligus (Straddle), harga sahamnya
sedikit naik, namun anehnya kenapa kedua option saya kedua-duanya bisa untung ?

Ada banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang mirip, dimana jawaban untuk kesemua
pertanyaan di atas terletak pada Black Scholes Model.

Black Scholes Model adalah Option Model pertama yang diciptakan oleh kedua orang
Professor Matematika, yakni Professor Myron Scholes dan Professor Fischer Black, pada
tahun 1973. Kendatipun pada perkembangan selanjutnya diciptakan alternatif option
model seperti Binomial Model yang diciptakan oleh Cox, Ross dan Rubinstein di tahun
1979, perbedaan hasil Option Theoretical Value yang dihasilkan sangatlah kecil. Itu
sebabnya hingga sekarang Black Scholes Model tetap dipergunakan sebagai acuan
dalam menentukan Option Theoretical Value (Nilai Teoritis Option).

Berdasarkan Black Scholes Model, nilai (harga) teoritis suatu Option ditentukan oleh 5
(lima) variabel, yakni : Harga Saham (Underlying), Strike Price, Sisa waktu (hingga
Expiration Day), Volatilitas, dan suku bunga. Dari kesemuanya ini pada suatu option
tertentu, hanya Strike Price yang merupakan suatu konstanta (tidak pernah berubah).
Keempat variabel lainnya bisa berubah dari waktu ke waktu.

Supaya lebih jelas lagi, mari kita lihat contoh berikut ini :

Perhatikan Option IBM May 100 Call,


Tabel Call Options IBM Bulan Mei 2009 Sumber : www.optionsxpress.com

Harga SAHAM IBM = 101.70


Strike Price = 100.00
Sisa waktu = 32 hari
Implied Volatility = 25%
Interest Rate = 1%

Dengan menggunakan Black Scholes Model, Theoretical Value Option tersebut adalah
5.713. Sekarang, jika Harga Saham IBM kita rubah menjadi 102.70, dengan tanpa
merubah variabel lainnya, Option Theoretical Value IBM May 100 Call kini berubah
menjadi 6.327.
Tabel Call Options IBM Bulan Mei 2009 Sumber : www.optionsxpress.com

Dengan demikian jika harga saham IBM naik USD 1.-, harga option IBM May 100 Call
naik dari 5.713 menjadi 6.327, atau naik USD 0.614.

Dalam perdagangan Options, angka USD 0.614 diatas dikenal sebagai salah satu dari
lima komponen Greeks, yang disebut dengan DELTA (). Black Scholes Model
diciptakan untuk menghasilkan nilai Greeks tersebut.

THE GREEKS
Greeks atau Symbol Yunani, dalam option trading dikenal sebagai suatu ukuran yang
menentukan perubahan harga option untuk tiap-tiap variabel yang mempengaruhi
harga option. Ada 5 (lima) komponen Greeks, yakni Delta, Gamma, Thetta, Vega dan
Rho.

II.3.3.1. DELTA ()

Delta merupakan suatu ukuran yang menyatakan seberapa besar perubahan harga
option ketika harga saham (underlying) bergerak naik / turun sebanyak 1 satuan (US$
1.-). Delta Call Option berkisar antara 0 hingga mendekati 1,sementara Delta Put
Option berkisar antara 0 hingga mendekati -1.
Perhatikan bahwa semakin OTM nilai Delta Call pada tabel diatas semakin mendekati 0,
sementara semakin ITM nilai Delta Call semakin mendekati 1, sementara untuk Put
Option, semakin OTM nilai Delta Put pada tabel diatas semakin mendekati 0, sementara
semakin ITM nilai Delta Call semakin mendekati -1.
II.3.3.2. GAMMA ()
Gamma adalah ukuran yang menentukan seberapa besar perubahan yang terjadi pada
Delta apabila harga Underlying Asset bergerak 1 pts. Berbeda dengan Delta, nilai
Gamma terbesar ada pada Option yang ATM (At The Money), sementara semakin ITM
maupun semakin OTM, nilai gamma Option tersebut semakin kecil.

Nilai Gamma, baik untuk Call maupun Put Options, paling tinggi pada ATM, sementara
semakin ITM ataupun OTM, nilai Gamma semakin mengecil.
II.3.3.3. THETA ()
Theta adalah ukuran Time Decay (Penyusutan Waktu) yang terjadi pada harga Option
tertentu. Theta dinyatakan dalam angka negatif, artinya, jika Underlying Asset tidak
bergerak, setiap hari berselang, nilai / harga suatu option akan susut sebesar Theta.

Sekarang coba perhatikan nilai Theta untuk IBM April 100 Call pada Tabel dibawah ini.

Theta pada Tabel Call Option IBM Bulan April 2009 Sumber : Lumen Financial Navigator v2

Kemudian perhatikan nilai Theta pada IBM May 100 Call pada tabel di bawah ini.

Theta pada Call Option IBM Bulan Mei 2009 Sumber : Lumen Financial Navigator v2
Selanjutnya yang terakhir, perhatikan nilai Theta untuk IBM July 100 Call pada Tabel
berikut ini.

Theta pada Tabel Call Option IBM Bulan Juli 2009 Sumber : Lumen Financial Navigator v2

Nilai Theta untuk masing-masing Call Option tersebut di atas adalah sebagai berikut :

Theta IBM APRIL 100 Call = -0.1295 ; sisa waktu = 4 hari


Theta IBM MAY 100 Call = -0.0720 ; sisa waktu = 32 hari
Theta IBM JULY 100 Call = -0.0453 ; sisa waktu = 95 hari

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa semakin mendekati Expiration Day, atau semakin
sedikit sisa waktu yang tersedia, semakin besar penyusutan Time Value Option.

II.3.3.4. VEGA ()1


Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang Vega, alangkah baiknya kita mempelajari
dulu apa yang dimaksud dengan Volatilitas.

Volatility (Volatilitas) adalah : Suatu ukuran yang menyatakan seberapa besar tingkat
fluktuasi (perubahan harga) pada suatu asset tertentu. Suatu asset (saham) disebut
volatile jika saham tersebut memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi. Saham-saham seperti
itu sering mengalami perubahan harga yang sangat besar (signifikan) dalam waktu
singkat. Ada 2 (dua) macam Volatilitas, yakni :

Historical Volatility atau sering juga disebut sebagai Statistical Volatility, adalah
adalah suatu ukuran volatilitas yang dihitung secara statistik, berdasarkan
pergerakan harga historis atas saham tertentu.

1
Vega sesungguhnya bukanlah huruf Yunani. Huruf Yunani (nu) seringkali digunakan untuk Vega.
Implied Volatility, adalah persepsi Options Market atas volatilitas saham
tertentu untuk jangka waktu yang akan datang.

Charts diatas menunjukkan Statistical Volatility vs Implied Volatility RIMM (Researc in


Motion Ltd.). Charts merah adalah Statistical Volatility, sementara Charts biru adalah
Implied Volatility.

Catatan : Bagaimana menentukan Implied Volatility RIMM saat ini sedang tinggi atau
rendah ? Perhatikan sepanjang tahun 2008 2009, Implied Volatility RIMM bergerak
antara level 40% (terendah) hingga 120% (tertinggi). Saat ini Implied Volatility RIMM
berada di level 60% dengan demikian saat ini Implied Volatility RIMM relatif rendah.

Vega adalah salah satu variabel Greeks, yang menunjukkan besarnya perubahan harga
option atas terjadinya perubahan pada volatilitas (Implied Volatility). Untuk lebih
jelasnya coba perhatikan yang berikut ini.

Saat ini saham RIMM diperdagangkan pada harga USD 64.18 per lembar. Option RIMM
JUN 65 Call, memiliki Nilai Teoritis 7.408. Saat ini Implied Volatility RIMM adalah
64.25%.
Theoritical Value pada Tabel Call Options RIMM Bulan Juni 2009 dengan Implied Volatility
64.25% - Sumber : www.optionsxpress.com

Perhatikan apa yang terjadi jika kita merubah hanya Implied Volatility RIMM saja, dan
tidak merubah variabel lainnya sama sekali. Implied Volatility kita rubah menjadi 100%.

Theoritical Value pada Tabel Call Options RIMM Bulan Juni 2009 dengan Implied Volatility 100%
- Sumber : www.optionsxpress.com

Perhatikan walaupun harga saham RIMM tidak berubah, variabel lainnya juga tidak
berubah, hanya Implied Volatility saja yang naik menjadi 100%, dan hasilnya Nilai
Teoritis RIMM JUN 65 Call naik menjadi 11.243, atau naik 3.835 dari 7.408. Walaupun
saham tetap, hanya Implied Volatility saja yang naik, Nilai teoritis Option RIMM JUN 65
Call naik 51.77% !

Bagaimana jika Implied Volatility RIMM turun menjadi 40% ?


Theoritical Value pada Tabel Call Options RIMM Bulan Juni 2009 dengan Implied Volatility 40%
- Sumber : www.optionsxpress.com

Perhatikan tabel di atas, jika Implied Volatility RIMM turun menjadi 40%, Nilai Teoritis
option RIMM JUN 65 Call juga turun menjadi 4.782. Itu sebabnya penting sekali
memperhatikan Implied Volatility sebelum memutuskan untuk membeli suatu option
tertentu.

II.3.3.5. RHO ()
Rho adalah ukuran yang menyatakan besarnya pengaruh perubahan tingkat suku
bunga pada harga suatu option. Tingkat suku bunga yang dimaksudkan disini adalah
tingkat suku bunga jangka pendek, yang lazimnya diwakili oleh 90 days T-Bill rate.
Rho nilainya sangat kecil untuk Short Term Options, sehingga banyak short term trader
yang biasanya mengabaikan nilai Rho ini. Nilai Rho akan lebh berpengaruh jika anda
menggunakan Options jangka panjang seperti LEAPS (Long Equity AnticiPation
Securities)2.

Anda mungkin bertanya-tanya, untuk apa kita repot-repot mempelajari semuanya ini ?
Tujuan saya menjelaskan ini semua kepada anda, tidak lain agar supaya anda bisa
menghindari Tiga Perangkap Maut yang seringkali membuat seorang trader tergelincir.
Ingin tahu apa itu ?

2
LEAPS (Long Equity AnticiPation Securities) adalah Options yang memiliki jangka waktu di atas satu tahun.
II.4. TIGA PERANGKAP MAUT BAGI CALON PEMBELI
OPTIONS
Orang bijak adalah orang yang senantiasa belajar dari kesalahan orang lain,
Orang normal adalah orang yang senantiasa belajar dari kesalahannya sendiri,
Orang bodoh adalah orang yang tidak pernah belajar dari kesalahan orang lain
maupun dirinya sendiri. Pepatah Cina Kuno

Ada 3 (tiga) perangkap yang paling sering memakan korban dalam dunia Option
Trading, dan ketiganya itu adalah sebagai berikut :

II.4.1. MEMBELI OPTIONS YANG SANGAT OTM

Contoh Options yang sangat OTM Sumber : Lumen Financial Navigator v2


Perhatikan Option IBM May 125 Call (harganya hanya 0.08 atau hanya USD 8 per
lotnya) dan Option IBM May 70 Put (harganya hanya 0.15 atau hanya USD 15 per
lotnya). Kedua option diatas harganya sangat murah, sangat menggoda untuk dibeli.
Namun coba perhatikan Delta IBM May 125 Call hanya 0.0241, sementara Delta IBM
May 70 Put hanya -0.0165. Walaupun IBM bergerak naik atau turun sesuai yang anda
inginkan, harga option anda tetap tidak berubah, malahan digerogoti oleh Time Decay.

II.4.2. MEMBELI OPTIONS DENGAN JANGKA WAKTU KURANG DARI DUA


BULAN

Ingat pembahasan tentang Theta? Semakin dekat suatu option dengan Expiration Day-
nya, maka semakin besar pulalah Theta-nya. Akibatnya jika anda membeli option
dengan jangka waktu kurang dari dua bulan, anda akan menghadapi nilai Theta yang
cukup besar, dan semakin mendekati Expiration Day, nilai Theta ini semakin besar
menggerogoti premi option anda.

Grafik Time Decay Semakin dekat suatu Options dengan Expiration Day, semakin
besar pulalah Time Decay yang dialaminya.
II.4.3. MEMBELI OPTIONS PADA SAAT IMPLIED VOLATILITY SANGAT TINGGI

Masih ingatkah anda pembahasan kita tentang Vega?

Coba perhatikan contoh berikut ini :

Grafik Implied Volatility dari Dandreon Corporation Sumber : OptionVUE

Saham Dandreon Corporation (DNDN), sepanjang tahun 2008 2009, Implied Volatility
DNDN berkisar antara level 100% - 350%, saat ini Implied Volatility berada di kisaran
level 250%.

Saat ini harga saham DNDN diperdagangkan pada harga USD 6.30 per lembar, dan Nilai
Teoritis Option DNDN May 6 Call adalah USD 1.143. Saat ini Option tersebut
diperdagangkan pada harga USD 2.60,- per lembar, jauh di atas nilai teoritisnya. Option
DNDN saat ini benar-benar mahal, dan ini tidak lain karena Implied Volatility DNDN
yang sangat tinggi.

Perhatikan Tabel berikut ini, dan lihat apa yang terjadi seandainya Implied Volatility
DNDN drop ke level 100%.
Theoritical Value pada Tabel Call Options DNDN Bulan Mei 2009 dengan Implied Volatility 100
Sumber : www.optionsxpress.com

Lihat, Nilai Teoritis Option DNDN May 6 Call langsung anjlok menjadi 0.894 padahal
Saham DNDN tidak berubah sama sekali !

Demikianlah ketiga perangkap maut yang paling sering memakan korban dalam Option
Trading. Berhati-hatilah terhadap ketiganya, dan supaya bisa tetap ingat akan ketiga
perangkap diatas, alangkah baiknya jika kita simpulkan sebagai berikut :

KESIMPULAN :

1. JANGAN MEMBELI OPTION YANG FAR OTM !


2. JIKA ANDA INGIN MEMBELI OPTION, SELALU BELI OPTION
DENGAN JANGKA WAKTU DI ATAS 2 (DUA) BULAN !
3. HINDARI MEMBELI OPTION KETIKA IMPLIED VOLATILITY
SEDANG TINGGI-TINGGINYA !
II.5. BEBERAPA CONTOH LIVE TRADE
Sekarang, coba perhatikan contoh-contoh transaksi options di bawah ini :

II.5.1 STARBUCKS CORPORATION

Outlook : Bullish

Strategy : Buy Call Options

Saham Starbucks, sejak bulan September 2004


mengalami uptrend secara konsisten. Pada
tanggal 5 November 2004, saham Starbucks
Corporation (Symbol : SBUX) diperdagangkan
pada harga USD 54.75 per lembarnya. Kita
bisa saja memanfaatkan peluang ini dengan
cara membeli saham SBUX, dan untuk itu
diperlukan modal sebesar USD 5,475.- per
lotnya (1 lot = 100 lembar). Anda akan
membutuhkan modal sebesar USD 54,750.- jika anda ingin berinvestasi sebanyak 10 lot
(= 1.000 lembar saham).

Alternatif lain coba perhatikan apa yang saya lakukan pada saat itu :

Pada tanggal 05 November 2004, saya tidak membeli saham SBUX, melainkan yang
saya lakukan adalah membeli Call Option SBUX sebagai berikut :

Buy to Open 10 lots SBUX DEC 55 Call @ 2.-


Printout Transaksi Buy to Open 10 lots SBUX DEC 55 Call @ 2.- di OptionsXpress Sumber :
www.optionsxpress.com

Dengan membeli SBUX DEC 55 Call, maka hingga hari Jumat Minggu ke-3 bulan
Desember 2004, saya mempunyai hak untuk membeli Saham Starbucks Corporation
sebanyak 10 lot (10 ribu lembar), seharga USD 55.- per lembarnya, berapapun harga
saham SBUX diperdagangkan. Perhatikan bahwa untuk memiliki Call Option (hak beli)
ini saya hanya membutuhkan uang sebesar USD 2.000,-.

Jika ternyata prediksi saya keliru atau bahkan jikalau Starbucks bangkrut sekalipun,
maka kerugian maksimum yang saya pikul adalah total premi Call Option yang saya
bayarkan di atas (USD 2.000,-)3.

Pada tanggal 10 November 2004, SBUX diperdagangkan pada harga USD 56.21. atau
menguat hanya USD 1.46 dari harga pada saat kita membeli Call Option SBUX lima hari
sebelumnya. Saham SBUX hanya menguat 2.7%. Namun coba perhatikan SBUX Dec 55
3
Kita juga bisa membatasi kerugian kita dengan menggunakan Stop Loss Order misalnya, sehingga kerugian
maksimum bahkan bisa diperkecil menjadi 50% dari total premi yang anda bayarkan.
Call Option yang kita beli lima hari sebelumnya pada harga USD 2.- per lembar, kini
diperdagangkan pada harga USD 3.- per lembarnya. Call Option SBUX yang kita beli
menguat 50%!

Printout Transaksi Sell to Close 10 lots SBUX Dec 55 Call @ 3.- di OptionsXpress Sumber :
www.optionsxpress.com

Pada tanggal 10 November 2004, saya menutup posisi tersebut dengan cara menjual
Call Option tersebut di atas.

Sell to Close 10 lots SBUX Dec 55 Call @ 3.-

Selama lima hari (05 November 10 November 2004) transaksi di atas berhasil
membukukan keuntungan sebesar :

USD (3 2) x 10 lot x 100 = USD 1.000,-

ROI (Return on Investment) = USD 1.000,- / USD 2.000,- x 100% = 50%.

Lumayan bukan ?
II.5.2. APPLE INCORPORATED

Outlook : Bullish

Strategy : Buy Call Options

Dengan kesuksesan Apple iPod menjadi


MP3 player paling laris di dunia, saham
Apple Inc., (Symbol : AAPL) mengalami
Uptrend sejak bulan Juli 2006. Pada tanggal
18 Oktober 2006, AAPL kembali akan
mengumumkan laporan keuangannya.
Saham AAPL akan mengalami penguatan yang cukup signifikan jika laporan
keuangannya menunjukkan surprise positif melampaui target EPS yang ditetapkan oleh
para analis.

Grafik Saham AAPL Periode Februari 06 - November 2006 Sumber : Trade Navigator

Sama seperti contoh yang pertama, kita bisa mengambil peluang ini dengan membeli
saham AAPL, dan untuk itu dibutuhkan modal sebesar USD 74.29 x 100 = USD 7,429.-
per lotnya.

Namun disini yang kita lakukan adalah kita membeli Call Option AAPL sebagai berikut :
Buy to Open 5 lots AAPL NOV 72.50 Call @ USD 4.75

Modal yang dibutuhkan untuk transaksi di atas adalah : USD 4.75 x 100 x 5 lot = USD
2,375.-. Sekedar perbandingan, anda akan membutuhkan modal sebesar USD 74.29 x 5
x 100 = USD 37,145.- jika anda membeli sahamnya.

Screenshot Transaksi Buy to Open 5 lots AAPL NOV 72.50 Call @ USD 4.75 Sumber : Trader
Workstation

Keesokan harinya, pada tanggal 18 Oktober 2006, saham AAPL dibuka langsung
menguat 6% menyusul berita bahwa Apple Inc., membukukan laba per lembar saham
yang jauh di atas perkiraan para analis.

Perhatikan bahwa Call Option AAPL yang pada sehari sebelumnya dibeli dengan harga
USD 4.75 per lembar, kini ditransaksikan dengan harga USD 9.25 per lembarnya. Call
option tersebut kita jual (Close Position) dengan order sebagai berikut :

Sell to Close 5 lots AAPL NOV 72.50 Call @ 9.25

Screenshot Transaksi Sell to Close 5 lots AAPL NOV 72.50 Call @ 9.25 Sumber : Trader
Workstation

Dalam sehari (17 November 18 November 2006) transaksi di atas berhasil


membukukan laba sebesar :

(USD 9.25 USD 4.75) x 5 lots x 100 = USD 2.250,-

ROI = USD 2.250,- / USD 2.375,- x 100% = 94.74%


Anda perhatikan bahwa ada begitu banyak peluang yang tersedia di Pasar Modal,
dimana anda bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan keuntungan / income untuk
anda. Anda bisa memanfaatkan saham, etf, options, atau bahkan kombinasi dari dua
atau lebih instrumen. Untuk bisa menguasai instrumen-instrumen investasi ini dengan
baik, mulai dari menemukan peluangnya, menggunakan instrumen yang tepat untuk
berbagai kondisi pasar, serta pada akhirnya menghasilkan income yang konsisten
melalui system trading yang anda bangun, anda butuh menginvestasikan sebagian dari
waktu anda setiap hari. Latih dan asah terus kemampuan anda, karena sekali anda
berhasil menguasai keahlian yang satu ini, maka anda memiliki skill yang bisa anda
turunkan ke anak cucu anda kelak.

Setelah memiliki Mindset seorang Trader / Investor Profesional, maka anda perlu
membekali diri dengan kemampuan menganalisa pasar dan pada akhirnya memiliki skill
guna menemukan peluang di segala kondisi pasar. Selama bertahun-tahun telah terjadi
perdebetan yang tidak kunjung usai, antara kubu Analisa Teknikal di satu sisi, serta
kubu Analisa Fundamental si sisi yang lainnya. Goal kita disini adalah berhasil
menguasai cara menganalisa pasar dengan sebaik-baiknya sehingga berhasil
menemukan peluang di segala kondisi pasar kapanpun kita mau. Sehubungan dengan
itu kita tidak akan memperdebatkan mana yang lebih unggul, antara satu dengan yang
lainnya. Berbekal mindset seorang Trader / Investor Profesional kita tidak akan pilih-
pilih, mana yang lebih mudah kita pelajari, kita tidak pilih-pilih mana yang lebih
nyaman. Kita pelajari kedua-duanya!

Sekarang siapkan alat-alat tulis anda. Jangan lupa, buatlah catatan pensil, highlight
buku anda ini, dan jika anda benar-benar ingin memperoleh manfaat yang luar biasa
dari buku ini, siapkan koneksi internet dan pergilah ke berbagai website yang
ditunjukkan di buku ini.

OK, sudah siap semuanya ? Kalau sudah siap, mari kita lanjutkan pembahasan kita
mengenai .

TECHNICAL ANALYSIS
BAB III
TECHNICAL ANALYSIS
Technical analysis is the study of market reaction, primarily through the use of
charts, for the purpose of forecasting future price trends taken from Technical
Analysis of The Financial Markets by John J. Murphy.
Technical Analysis adalah Studi mengenai market action, terutama melalui
Charts, dengan tujuan untuk memprediksi Price Trend.

Seorang Technical Analyst meyakini bahwa segala hal yang bisa mempengaruhi
harga baik fundamental, politik, psikologis, atau apa pun juga sesungguhnya
sudah tercermin dalam harga.

Seorang Fundamentalist melakukan studi terhadap faktor-faktor penyebab


bergeraknya harga pasar, Technical Analyst melakukan studi terhadap akibatnya
(pergerakan harga).

III.1. FUNGSI TECHNICAL ANALYSIS

Suatu Analisa Teknikal yang memadai harus mampu menunjukkan ketiga hal berikut
ini:
1) TREND
2) Overbought / Oversold Zone,
3) Apa yang dilakukanolehProfesional.

Guna mengidentifikasi ketiga hal di atas, seorang Technical Analyst menggunakan


Charts atas pergerakan harga saham / index / komoditas yang akan dianalisa.

III.1.1. CHARTS

Ada 3 (tiga) jenis charts yang paling umum digunakan, yakni Line Charts, OHLC Bar
Charts, dan Candlestick Charts.

III.1.1.1.Line Charts
Jarang sekali digunakan untuk memantau pergerakan harga saham / indeks.
Kelemahannya adalah kita tidak bisa melihat pergerakan intraday (pada daily charts
yang digambarkan dengan menggunakan Line Charts).
Umumnya digunakan pada Indikator misalnya Volatility Index (VIX), atau mengukur
Relative Strength suatu sektor dengan sektor lainnya. (Pembahasan mengenai ini ada
pada bab-bab selanjutnya).

Line Chart (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.1.1.2. OHLC Bar Charts


OHLC adalah singkatan dari Open High Low Close. OHLC Bar Charts terdiri atas
batang-batang vertikal yang menunjukkan titik pembukaan pasar (Open), titik harga
tertinggi (High), titik harga terendah (Low), dan titik harga penutupan pasar (Close).

OHLC Chart (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)


Dengan demikian, berbeda dengan Line Charts, dimana kita sama sekali tidak bisa
memperoleh informasi mengenai aktifitas intra day, pada OHLC Bar Charts, kita bisa
melihat harga pembukaan (Open), harga tertinggi pada hari itu (High), harge terendah
pada hari itu (Low) dan harga penutupan (Close). Selanjutnya kita juga bisa
membedakan apakah bar tersebut Bullish (naik) atau Bearish (turun).

Bearish Bullish OHLC (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.1.1.3. Candlestick Charts


Kendatipun Bangsa Jepang telah menggunakan metode Candlestick ini selama berabad-
abad, namun metode ini baru populer di dunia barat pada 1-2 dekade terakhir ini saja.
Sama dengan OHLC Bar Charts, Candlestick juga mampu menunjukkan Open High
Low Close Price.

Candlestick Chart (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)


Bedanya dengan OHLC Bar Charts, adalah, Candlestick membedakan Bullish Bar /
Bearish Bar dengan cara membedakan warna Candle. Candle Putih (atau kosong)
adalah Bullish Candle, sementara Candle Hitam (atau berwarna) adalah Bearish Candle.

Bullish Bearish OHLC (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Setiap batang Candle terdiri atas Body dan sumbu di atas dan / atau dibawahnya yang
disebut Shadow.

III.1.1.4. CANDLESTICK PATTERN


Suatu pola Japanese Candle Stick adalah suatu gambaran psikologis atas mentalitas
trader pada suatu waktu tertentu. Suatu pola Japanese Candlestick bisa terdiri atas satu
buah Candle atau kombinasi dari beberapa Candle namun biasanya tidak lebih dari lima
Candle. Candlestick Pattern lebih sering digunakan untuk menentukan Reversal Point
(titik balik) pada pergerakan harga. Namun demikian, ada juga pola Candlestick Pattern
yang bersifat continuation.

Berikut ini adalah beberapa Pola Candlestick Reversal Pattern yang paling populer /
paling sering digunakan.
BULLISH REVERSAL PATTERN :
BEARISH REVERSAL PATTERN :
Ada banyak sekali Candlestick Pattern lain yang kurang pas rasanya jika dibahas secara
mendetail dalam buku ini. Salah satu karya / riset terbaik sehubungan dengan
CandleStick Pattern dan penggunaannya bisa didapat pada buku hasil karya Steve
Nisson, Japanese Candlestick Charting Techniques, dan Beyond Candlestick : New
Japanese Candlestick Charting Techniques.

Untuk mendapatkan semua Charts dan Technical Analysis yang anda butuhkan, ada
begitu banyak pilihan Software yang bisa anda gunakan, mulai dari Amibroker
(www.amibroker.com) yang bisa anda peroleh dengan USD 199.- (versi Standard) dan
USD 279 (versi Professional), hingga MetaStock (www.equis.com) atau bahkan Genesis
Trade Navigator (USD 2,495.- Platinum Version belum termasuk Data Service
Subscription) yang saat ini diakui sebagai Cadillac-nya Charting Software oleh para
Derivative Trainer / Trader Professional dunia seperti Larry Williams 1, Joe Ross2, John
Bollinger3, Ken Wood4, Steve Nison5, dan lain-lain.

Namun dari sekian banyak pilihan diatas salah satu alternatif yang paling murah meriah
(baca : Gratis) adalah website www.stockcharts.com6. Untuk menggunakan fasilitas
website ini, selengkapnya dijelaskan pada bagian belakang Bab ini, pada bagian
pembahasan mengenai Charting Software / Website.

1
Pencipta Indikator Williams% R Di tahun 1987 berhasil memecahkan rekor dunia dengan menjuarai Robins
Trading Championship Trading dengan Real Money Account sebesar USD 10,000.- di awal tahun menjadi USD
1,147,000.- dalam 12 bulan. Rekor tersebut hingga kini belum terpecahkan.
2
Pencipta Ross Hook dan 1-2-3 Reversal Pattern yang sangat populer dalam Day Trading.
3
Pencipta Indikator Bollinger Band.
4
Pencipta Indikator Commodity Channel Index (CCI).
5
Penulis Buku Japanese Candlestick Charting Techniques, dan Beyond Candlestick : New Japanese Candlestick
Charting Techniques Revealed
6
Catatan : Untuk bisa menggunakan fasilitas charts dari website maka komputer anda harus terkoneksi ke
internet, dan jika anda ingin melakukan analisa teknikal secara optimal maka, kami sarankan web browser anda
memiliki dukungan Java Runtime Environtment. Jika anda belum meng-install-nya, maka software Java bisa anda
download secara gratis melalui website http://java.com/getjava/.
III.2. DOW THEORY
Dua tahun sesudah Charles Dow dan partnernya Edward Jones mendirikan Dow Jones
& Company pada tahun 1882, tepatnya pada tanggal 03 Juli 1884, Dow menerbitkan
rata-rata harga saham gabungan yang terdiri atas sebelas saham, sembilan perusahan
kereta api, dan dua perusahan manufaktur. Kala itu, Dow merasa bahwa kesebelas
perusahan ini bisa memberikan indikasi atas kondisi ekonomi AS. Di tahun 1897, Dow
memutuskan bahwa dua index yang terpisah akan lebih baik lagi dalam
mengindikasikan kondisi eonomi AS, dan dibuatlah Industrial Index yang terdiri atas 12
saham, dan railroad Index yang terdiri atas 20 saham. Memasuki tahun 1928, telah
berkembang menjadi 30 saham, dan hingga kini dikenal dengan sebutan Dow Jones
Industrial Average.

Namun sayangnya, sepanjang hidupnya, Dow tidak


pernah menulis buku tentang teorinya. Semua ide-
idenya mengenai perilaku pasar ia tuangkan dalam
serangkaian editorial yang diterbitkan oleh koran
The Wall Street Journal pada masa itu. Pada tahun
1903, setahun sepeninggal Charles Dow, S.A.
Nelson mengkompilasi essay-essay tulisan Charles
Dow dalam sebuah buku berjudul The ABC of Stock
Speculation. Dalam buku itu untuk pertama kalinya
Nelson menggunakan sebutan Dow Theory.

Richard Russell yang memberikan Bagian


Pendahuluan atas edisi yang diterbitkan pada tahun
Charles Henry Dow Pencipta Dow Theory
Bersama-sama dengan Edward Jones dan 1978, mensejajarkan kontribusi Charles Dow pada
Charles Bergstresser mendirikan Dow Jones pasar modal dengan kontribusi Sigmund Freud pada
& Company pada tahun 1882.
dunia psikologi.

Pada tahun 1922, William Peter Hamilton (associate Charles Dow dan penerusnya di
Wall Street Journal), memilah-milah dan menerbitkan prinsip-prinsip Dow tadi dalam
bukunya yang berjudul The Stock Market Barometer. Di tahun 1932, Robert Rhea
kemudian mengembangkan teori tersebut lebih jauh lagi dalam bukunya yang berjudul
Dow Theory (New York: Barrons).
III.2.1. PRINSIP-PRINSIP DASAR
1. The Averages Discount Everything (Indeks/Pasar memperhitungkan
segalanya),

Total jumlah dan kecenderungan dari seluruh transaksi di Pasar Modal


mencerminkan segala hal yang diketahui WallStreet baik itu berkaitan dengan segala
hal yang sudah lampau ataupun yang saat ini sedang berlangsung, dan diaplikasikan
langsung untuk memperhitungkan masa depan. Dengan demikian tidak perlu
menambahkan kommpilasi data yang lebih kompleks (seperti Commodity Price
Index Number, Bank Clearings, Fluktuasi di Pasar Modal, volumen transaksi foreign
dan domestik atau yang lainnya), pada Indeks, sebagaimana yang dilakukan oleh
para ahli Statistik. Wall Street sudah memperhitungkan semuanya 7.

Ide bahwa Pasar merefleksikan segala faktor yang bisa berpengaruh terhadap
keseluruhan supply and demand adalah salah satu premis dasar Technical Analysis
Theory8.

2. Pasar memiliki tiga tren

Dow membagi Tren menjadi tiga bagian, yakni Primer, Sekunder, dan Minor,
dimana ia menganalogikannya dengan gelombang, ombak, dan riak di lautan.
Primer dianalogikan sebagai gelombang, sementara Sekunder adalah ombak yang
membentuk gelombang, dan yang terakhir minor adalah riak-riak yang terjadi pada
ombak.

Berbeda dengan gelombang samudra yang bisa berakhir hanya dalam beberapa
jam saja, Dow melihat Tren Primer memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun, dan
bahkan ada kemungkinan untuk bertahan hingga beberapa tahun.

Tren Sekunder, atau intermediate, merupakan koreksi atas tren primer dan
biasanya berakhir tiga minggu hingga tiga bulan. Koreksi intermediate ini pada
umumnya bergerak berlawanan dengan tren primer antara sepertiga hingga dua per

7
Dikutip dan diterjemahkan dari The Stock Market Barometer William Peter Hamilton, halaman 40-41. Kutipan
diambil dari Technical Analysis of The Financial Markets John J Murphy, halaman 24-25.
8
Ada tiga premis dasar yang menjadi landasan pendekatan Technical Analysis, yakni 1) Market action discounts
everything, 2) Price move in trends, 3) History repeat itself Technical Analysis of The Financial Market John J
Murphy, halaman 2.
tiga pergerakan tren sebelumnya dan paling sering adalah separuh atau 50% dari
tren sebelumnya.

Menurut Dow, Minor (Tren Jangka Pendek) biasanya memiliki jangka waktu
kurang dari tiga minggu. Tren Jangka Pendek ini merupakan fluktuasi yang terjadi
pada intermediate trend.

3. Major Trend memiliki tiga phase

Dow memfokuskan perhatiannya pada Tren Primer atau Major Trends, dimana
menurut pengamatannya biasanya berlangsung melalui tiga tahapan / tiga fase :
Fase Akumulasi, Fase Partisipasi Publik, dan Fase Distribusi.

Fase Akumulasi mewakili kalangan investor yang paling canggih, dan memiliki
akses ke sumber informasi yang paling cepat dan paling lengkap. Jika Tren Pasar
sebelumnya adalah Bearish maka para investor canggih ini mengenali bahwa Pasar
sudah mengasimilasi semua berita buruk yang ada.

Fase Partisipasi Publik adalah dimana sebagian besar Technical Trend Follower
mulai berpartisipasi, terjadi ketika harga-harga saham mulai bergerak naik dan
berita-berita mulai membaik.

Fase distribusi terjadi ketika koran-koran dan media masa secara serempak
menyuarakan optimisme pasar, berita mengenai betapa bullish-nya pasar, dimana
berita perkembangan ekonomi jauh lebih baik daripada sebelumnya; dan ketika
volume spekulatif dan partisipasi publik melonjak pesat. Pada saat inilah para
investor yang sudah mengakumulasi semenjak awal (ketika Bear Market mendekati
Bottom), mulai melakukan distribusi alias menjual sahamnya secara bertahap,
sebelum orang lain mulai melakukannya.

4. Indeks-indeks harus saling mengkonfirmasi satu sama lain

Dow, mengacu pada Industrian and Rail Averages, menerangkan bahwa semua
Sinyal Bull Market dan / atau Bear Market yang penting hanya valid apabila kedua-
duanya memberikan sinyal yang sama, dengan demikian saling mengkonfirmasi satu
dengan yang lain. Ketika yang terjadi adalah kedua Indeks bergerak berlawanan
arah (divergence) maka Dow mengasumsikan bahwa tren lama masih tetap terjaga.
5. Volume transaksi harus mengkonfirmasi tren

Dow mengenali Volume sebagai faktor sekunder namun penting dalam


mengkonfirmasi Price Signal. Sederhananya, volume harus meningkat sejalan
dengan arah pergerakan Tren Primer / Major Trend. Pada saat Major Trend Bullish
misalnya, volume haruslah meningkat sejalan dengan naiknya harga, dan menurun
ketika koreksi terjadi. Sebaliknya pada saat Major Trend Bearish volume meningkat
ketika harga turun, dan volumen justru turun ketika Pasar rebound.

6. Suatu Tren diasumsikan tetap eksis hingga tren tersebut memberikan


sinyal bahwa Tren sudah berubah

Prinsip ini membentuk sebagian besar fondasi Technical Trend Following modern.
Prinsip ini adalah hukum Fisika-nya pergerakan pasar, yang menyatakan bahwa
suatu obyek (benda) bergerak cenderung untuk bergerak terus hingga ada gaya
eksternal yang mengakibatkannya berubah haluan 9. Ada banyak Technical tools
yang bisa anda gunakan untuk mendeteksi sinyal reversal, support & resistance,
reversal pattern, trendlines, moving averages.

9
Analogikan dengan Hukum Newton Pertama (Hukum Kelembaman) : Setiap benda akan tetap bergerak lurus
beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu.
III.2.2. KRITIK ATAS DOW THEORY
Kendatipun Dow Theory dinilai cukup berhasil dalam mengidentifikasi Major Bull and
Bear Market, namun tetap saja tidak luput dari kritikan. Rata-rata, Dow Theory terlewat
sekitar 20-25% dari pergerakan harga, sebelum menghasilkan sinyal. Banyak trader
yang menganggap ini sebagai sesuatu yang sangat terlambat. Suatu sinyal beli (buy
signal) yang didasarkan atas Dow Theory biasanya terjadi pada fase sekunder, ketika
pasar bergerak melampaui puncak Tren Sekunder (intermediate) sebelumnya. Pada
saat inilah juga sebagian besar Trend-Following Technical System mulai
mengidentifikasi dan berpartisipasi pada pergerakan Tren yang baru.

Sebagai tanggapan atas kritikan, seorang trader harus ingat bahwa Dow TIDAK
PERNAH berusaha untuk MENGANTISIPASI tren; melainkan yang dilakukannya adalah
berusaha MENGENALI dimulainya Major Bull / Bear Market dan menangkap porsi
terbesar pergerakan pasar.
III.3. TREN
Konsep Tren sangatlah penting dalam Analisa Teknikal. Semua tools yang
dipergunakan oleh seorang Technical Analyst, - Level Support & Resistance, pola
pergerakan harga (Price Patterns), Moving Averages, Trendlines, dll, - bertujuan untuk
mengukur tren pergerakan harga suatu saham / pasar dengan tujuan agar bisa turut
berpartisipasi dalam tren pergerakan tersebut. Kita sering mengenal pepatah-pepatah
seperti : Trend is your friend, Always trade in the direction of the trend.

Sederhananya, Tren didefinisikan sebagai : arah pergerakan ke mana suatu saham /


pasar bergerak. Namun demikian, patut diingat bahwa pasar tidak pernah bergerak
dalam satu garis lurus, melainkan pergerakan pasar seringkali terdiri atas gerakan zig-
zag. Gerakan zig-zag ini yang menghasilkan rangkaian puncak dan dasar. Arah
pergerakan dari serangkaian puncak dan dasar inilah yang menentukan Tren Pasar.

Berdasarkan arahnya, Trend dibagi menjadi 3 (tiga) golongan, yakni, Uptrend (bullish),
Downtrend (Bearish), dan Sideways. Uptrend (Bullish) didefinisikan sebagai serangkaian
puncak dan dasar yang senantiasa lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sementara
Downtrend (Bearish) adalah sebaliknya, serangkaian puncak dan dasar yang cenderung
turun. Serangkaian puncak dan dasar yang bergerak dalam suatu batas range (Trading
Range) tertentu disebut Sideways Price Trends10.

Selanjutnya, Tren juga biasanya diklasifikasikan dalam 3 (tiga) kategori, yakni Major,
Intermediate, dan Trend jangka pendek (Minor). Menurut Dow Theory, Major Trend
adalah Trend jangka panjang dengan Time Frame satu tahun ke atas, Intermediate
Trend didefinisikan sebagai Trend Jangka menengah dengan Time Frame diatas 3 (tiga)
minggu hingga beberapa bulan, sementara Trend Jangka Pendek adalah time frame di
bawah 3 (tiga) minggu.

Tiap Trend menjadi bagian atas Trend berikutnya yang skalanya lebih besar. Misalnya,
suatu intermediate Trend adalah koreksi dalam suatu Major Trend. Jika Major Trend
suatu pasar Bullish, maka pasar bisa berhenti (seringkali malah turun) untuk sekian
lama, untuk kemudian melanjutkan bullishnya kembali.

10
Salah satu keunggulan Options adalah, dengan options, seorang Trader bisa mengambil peluang baik ketika
pasar bullish, bearish ataupun sideways.
III.3.1.SUPPORT & RESISTANCE

Support adalah suatu level atau area pada charts dimana minat beli investor
cenderung meningkat dalam menghadapi tekanan jual yang terjadi di pasar, sedemikian
hingga pasar berbalik arah menjadi bullish (uptrend). Sebaliknya Resistance adalah
suatu level atau area pada charts dimana tekanan jual melampaui tekanan beli
sehingga pasar berbalik arah menjadi bearish (downtrend).

Setiap kali suatu resistance diuji, saham yang sedang uptrend tersebut berada
dalam zona kritis. Ke-tidak-mampu-an dalam melampaui puncak sebelumnya seringkali
merupakan sinyal awal bahwa uptrend tersebut berpotensi untuk berbalik arah.

Resistance 2

Resistance 1 Support 2

Support 1

Support dan Resistance pada Uptrend (Bullish) Market

Resistance 1

Support 1 Resistance 2

Support 2

Support dan Resistance pada Downtrend (Bearish) Market


Pada saat Uptrend (Bull Market) setiap kali Resistance berhasil di-break-out (ditembus),
maka Resistance tersebut berubah menjadi Support baru, demikian pula sebaliknya
pada saat Downtrend (Bear Market) setiap kali Support berhasil di-break-out (ditembus)
maka Support tersebut berubah menjadi Resistance.

Saham Apple Inc. (AAPL), Bull Run 2004 2007 Perhatikan bagaimana Resistance yang di-breakout
berubah menjadi Support baru. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
Indeks Harga Saham Gabungan - Bursa Efek Indonesia Bull Market 2004 2007 Perhatikan
bagaimana Resistance yang di-breakout berubah menjadi Support baru. (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)

III.3.2. TRENDLINE
Sesudah memahami prinsip kerja Support dan Resistance, kita juga perlu memahami
konsep Trendline. Trendline sendiri merupakan salah satu tools Technical Analysis yang
paling sederhana namun merupakan salah satu yang paling berguna. Cara
menggambar Trendline, adalah sangat sederhana, yakni pada bull market, hubungkan
bottom (dasar) yang satu dengan bottom (dasar) yang lain. Sebaliknya pada bear
market hubungkan peak (puncak) yang satu dengan peak (puncak) yang lain.

Pada bull market anda memerlukan minimal 2 (dua) bottom untuk menarik garis trend
line, dan anda memerlukan bottom yang ketiga untuk menetapkannya sebagai trend
line yang valid. Sebaliknya pada bear market anda memerlukan minimal 2 (dua) puncak
untuk menarik garis trendline, dan anda memerlukan puncak yang ketiga untuk
menetapkannya sebagai Trendline yang valid.
S&P500 Index Bull Market 2004-2007 Terkadang kita perlu menggambarkan Trend Line baru dengan
sudut kemiringan yang lebih naik (percepatan) seperti yang ditunjukkan pada Charts di atas. (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)
Saham American Insurance Group (AIG) 2007 - Agustus 2008 - beberapa kalangan saat itu menyarankan
untuk membeli saham ini karena sudah murah (USD 20.-). Membeli Saham yang sedang Downtrend
seperti ini sama dengan mencari masalah. Saham yang murah bukan berarti harganya akan naik.
Membeli saham yang SEDANG downtrend seperti ini sama dengan bergerak melawan Trend. Belum lagi
jika anda mempelajari secara fundamental berapa kerugian perusahan yang diderita AIG sehubungan
dengan krisis finansial di AS ? (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.3.3. PRICE GAPS


Secara sederhana, Price Gaps dapat dijelaskan sebagai sebuah area kosong pada bar
charts / candlestick charts, dimana tidak ada trading / transaksi yang terjadi pada
kisaran level harga tersebut. Misalnya, suatu saham harganya dibuka diatas highest
price hari sebelumnya, menghasilkan ruang kosong / gap yang tidak terisi pada hari itu.
Saham Research In Motion (RIMM) Oct 2007 Oct 2008 (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Saham Intuitive Surgical (ISRG) Jan 08 Aug 08 (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
TIGA TYPE GAPS
John J. Murphy dalam bukunya berjudul Technical Analysis for The Financial Market
mengungkapkan bahwa ada tiga jenis Gap, yakni : Breakaway, Runaway (Measuring),
dan Exhaustion Gap11.

III.3.3.1. Breakaway Gaps.

Breakaway Gaps biasanya terjadi pada saat terselesaikannya suatu pola pergerakan
harga yang penting, dan biasanya memberikan sinyal dimulainya suatu tren baru yang
signifikan. Breakaway Gaps biasanya dibarengi dengan lonjakan volume.

Research In Motion (RIMM) Dec 01 Jan 04 : Saucer (Rounding Bottom) dan Breakaway Gap. (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)

11
John J Murphy Technical Analysis for The Financial Market New York Institute of Finance Halaman 94
Breakaway Gaps cenderung tidak terisi kembali, maksudnya adalah ketika terjadi Bullish
breakout seperti diatas, maka jika suatu saat Saham turun kembali, batas atas Gap
akan menjadi Support, dan area Gap-nya sendiri tetap tidak terisi. Tambah besar
lonjakan Volumen yang terjadi pada saat Breakaway gaps, tambah kecil kemungkinan
Gap tersebut akan terisi kembali.

Pada saat uptrend, sangatlah penting bahwa harga saham tidak jatuh kembali dibawah
gaps. Suatu Closing Price yang berada di bawah harga Gap merupakan pertanda tren
yang melemah.

III.3.3.2. Runaway atau Measuring Gaps

Sesudah harga bergerak sekian lama, suatu saat disekitar pertengahan pergerakan
harga, saham lompat dan membentuk gap type kedua (atau bisa juga terjadi beberapa
gap berturutan), yang disebut Runaway Gap.

AAPL Mar 06 Jul 07 : Runaway Gaps (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Sama seperti halnya Runaway Gap, pada saat saham Bullish seperti di atas, Closing
Price dibawah runaway gaps adalah pertanda pertanda negatif.
III.3.3.3. Exhaustion Gaps

Gaps type terakhir terjadi mendekati akhir tren suatu saham. Sesudah semua target
harga tercapai, dimana kedua type Gaps yang sebelumnya telah terjadi, maka terbuka
peluang terjadinya type gaps yang terakhir, yakni Exhaustion Gaps. Sesudah saham
naik secara signifikan, mendekati berakhirnya tren, saham untuk terakhir kalinya lompat
(gap) namun harga saham mulai turun kembali dengan cepat sesudah beberapa hari
atau seminggu. Ketika harga saham ditutup dibawah Gap yang terakhir, biasanya itu
merupakan suatu konfirmasi bahwa Exhaustion Gap sudah terjadi. Kejadian ini
sekaligus merupakan suatu contoh klasik dimana penurunan harga dibawah Gap
memberikan implikasi Bearish.

Apple Inc., (AAPL) Oct 07 : Exhaustion Gap (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.3.3.4. Island Reversal

Terkadang sesudah Exhaustion Gap (Up) terjadi, harga saham bergerak dalam kisaran
sempit selama dua hari hingga dua minggu sebelum akhirnya gapping down (terjun
bebas). Situasi tersebut membuat bagian puncak Charts terlihat seperti island (pulau)
yang dikelilingi air. Exhaustion Gap naik yang kemudian diikuti oleh sebuah breakaway
Gap Down, akibatnya lengkaplah sudah pola Island Reversal ini, dan biasanya
memberikan indikasi pembalikan arah (trend Reversal) yang cukup kuat.

Petrochina Co. Ltd. Adr (PTR) Oct Nov 07 : Island Reversal Pattern (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
III.4. PRICE PATTERN
Adalah suatu kekeliruan jika mengasumsikan bahwa hampir semua perubahan Tren
terjadi secara sangat mendadak. Pada kenyataannya, suatu perubahan besar pada Tren
biasanya memakan suatu periode transisi. Masalahnya periode-periode transisi ini tidak
selalu memberikan sinyal akan terjadinya pembalikan arah. Kadang-kadang periode
transisi ini hanyalah merupakan suatu fase istirahat sebelum pasar bergerak ke arah
trennya mula-mula.

Sehubungan dengan itu, pola-pola pergerakan harga yang terjadi pada fase transisi ini
dapat dikategorikan menjadi dua golongan besar, yakni Reversal Pattern (pola-pola
pergerakan harga yang mendahului pembalikan arah tren), dan Continuation Pattern
(pola-pola pergerakan harga yang merupakan suatu fase istirahat sebelum pasar
kembali bergerak sesuai dengan trennya mula-mula).

Beberapa Prasyarat Utama Sehubungan Dengan Validitas Semua Reversal Pattern

Sebelum memulai pembahasan mengenai Major Reversal Pattern, harap diingat


beberapa prasyarat pendahuluan bagi semua Reversal Pattern yang akan dibahas
kemudian.

1. Suatu prasyarat atas semua Reversal Pattern adalah eksistensi / adanya tren
yang mendahului Reversal Pattern tersebut,

2. Sinyal pertama akan adanya Reversal Pattern seringkali merupakan berakout


atas suatu Trendline penting,

3. Semakin besar Pattern-nya, maka semakin besar pulalah pergerakan yang akan
terjadi,

4. Topping Pattern, biasanya memakan waktu lebih pendek dan lebih volatile
dibandingkan Bottom Pattern,

5. Bottom Pattern biasanya memiliki rentang pergerakan harga yang lebih sempit
dan memakan waktu lebih lama,

6. Volume biasanya jauh lebih penting pada saat Bottom Pattern (bullish reversal
pattern).
III.4.1. MAJOR TREND REVERSAL PATTERN
Ada lima Major Trend Reversal Pattern, yakni : Head and Shoulder, Tripple Top &
Bottoms, Double Top & Bottoms, Spike (V) Top and Bottom, dan Rounding (Saucer)
Pattern.

III.4.1.1. HEAD & SHOULDER TOP


Pola Head and Shoulder Top Typikal, terjadi pada Major US Index beberapa waktu
terakhir ini. Untuk memudahkan penjelasan mengenai Pola ini mari kita lihat Charts
Dow Jones Industrial Average berikut ini.

S&P500 Head and Shoulder Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Pada bulan July 2007, S&P500 Index naik ke Point A, dengan peningkatan volume
transaksi. Suatu hal yang sangat normal pada Bullish Market.

Kasus Bear Stern Corporation sebagai kasus Subprime Mortgage pertama yang mencuat
ke permukaan mengakibatkan Indeks terkoreksi ke Point B. Koreksi ini disertai dengan
penurunan Volume. Hal ini lagi-lagi normal, koreksi pada Bull Market memang biasanya
terjadi dengan volume turun.

Sesudah The Fed menurunkan suku Bunga Diskonto (Discount Rate) 50 bps untuk
pertama kalinya, di bulan Agustus 2007, Pasar mulai bergerak naik kembali ke Point C.
Namun Rally ini terjadi justru dengan Penurunan Volume . Hal ini merupakan pertanda
awal bahwa ada yang tidak normal.

Kemudian Dow Jones kembali turun dan kali ini yang sangat mengganggu adalah Pasar
turun melampaui puncak sebelumnya (Point A). Ingat bahwa dalam suatu Uptrend,
ketika Pasar bergerak melampaui Point A (ke Point C), maka Point A tersebut kini
berfungsi sebagai Support. Kini Support tersebut ditembus bahkan turun ke titik
terendah sebelumnya (level Point B), yakni Point D. Hal ini merupakan warning kedua
bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan uptrend yang telah berlangsung sejak
2003 ini.

Dow Jones kemudian bergerak naik lagi menuju Point E, namun kali ini lagi-lagi tidak
disertai peningkatan Volume, dan tidak sanggup menembus puncak sebelumnya (Point
C). Rally terakhir dari Point D ke Point E biasanya 1/3 atau 2/3 jarak Point C ke Point D.
Saat ini Uptrend Line sudah di-breakout.

Breakout Pada Neckline Melengkapi Pola Head and Shoulder Top

Pada saat ini, Trendline yang lebih datar bisa digambarkan, yakni menghubungkan 2
(dua) titik terendah sebelumnya yakni Point B dan Point D, garis ini selanjutnya disebut
Neckline. Faktor penentu apakah pergerakan harga yang terjadi ini benar-benar
membentuk Pola Head and Shoulder Top adalah terjadinya Breakout yang cukup
signifikan menembus garis Neckline. Volume seharusnya naik ketika breakout pada
neckline terjadi.

Kendatipun demikian peningkatan tajam pada volume sesungguhnya bukanlah


merupakan sesuatu yang penting / kritis pada saat awal-awal Top Reversal. Namun
perhatikan Charts Dow Jones di atas, penigkatan Volume terjadi ketika Pasar bergerak
menembus neckline (dari Point E ke Point F).

Gerakan Rebound

Biasanya rebound terjadi ke Point G yakni Garis Neckline yang kini menjadi Overhead
Resistance. Gerakan rebound ini haruslah dalam volume rendah, sebaliknya gerakan
turun sesudah rebound dibarengi dengan naiknya volume.
Mengacu pada Dow Theory, Aturan ke-empat, dimana Indeks-indeks saling
mengkonfirmasi, maka seharusnya Indeks yang lain juga mengalami hal yang sama.
Mari kita lihat S&P500 Index.

(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Semenjak tahun 2003 S&P500 Bullish,


Di Bulan July 2007, Indeks naik ke Point A dengan Volume naik, diikuti dengan
penurunan ke Point B,
Rally menuju ke Point C dengan Volume turun,
Penurunan melampaui Point A menuju ke Point D,
Rally menuju ke Point E dengan Volume turun, dan gagal mencapai Point E,
Selanjutnya di awal Januari 2008 S&P500 turun dan menembus Neck Line,
Terjadi Rebound menuju Point G, dan diikuti oleh New Low.
Jelas bahwa S&P500 juga mengalami hal yang sama. Dengan demikian jelaslah sudah
bahwa Bull Market yang dialami Amerika sejak tahun 2003 sudah berakhir di bulan
Januari 2008.
MENENTUKAN TARGET HARGA
Target Harga ditentukan oleh seberapa tinggi jarak vertical dari Point C ke Neckline.
Pasar biasanya bergerak turun dari neckline kurang lebih sama dengan jarak vertikal
yang ditempuhnya di atas neckline.

Jarak Vertikal dari Point B (Neckline) ke Target Harga adalah sama dengan Jarak Vertikal Point B
(Neckline) ke Point C. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Faktor-faktor lainnya dalam menentukan Target Harga


Penggunaan metode diatas dalam menentukan Target Harga adalah satu metode yang
dapat digunakan, namun ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan. Di level
berapakah Support-support berikutnya? Bagaimana dengan Percentage Retracement 12?
Maximum target adalah 100% retracement dari Bull Market sebelumnya, namun
bagaimana dengan 50% Retracement? Bagimana dengan 66% Retracement Level?

12
Penjelasan mengenai Percentage Retracement akan dibahas lebih mendetail dan lebih mendalam pada
Pembahasan mengenai Elliott Wave Theory dan Ratio Fibonacci
Fibonacci Support & Resistance13 pada Dow Jones Industrial Average Pasar akhirnya bergerak
mendekati 100% Retracement Level, yakni mencapai 2003 Low, hampir mencapai 2002 Low. (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)

13
Pembahasan mengenai Fibonacci Support & Resistance akan dibahas lebih mendetail dan mendalam pada bab-
bab selanjutnya.
III.4.1.2.HEAD AND SHOULDER BOTTOM
Head and Shoulder Bottom, disebut juga sebagai Inverted Head anda Shoulder Pattern.

Memasuki awal tahun 2005, untuk pertama kalinya Jepang mengumumkan angka PPI dan CPI positif,
tanda-tanda mengenai ini sudah terjadi semenjak tahun sebelumnya. Bersamaan dengan itu Charts
Nikkei juga menunjukkan adanya pola Inverted Head and Shoulder Pattern, atau Head and Shoulder
Bottom. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Pada Inverted Head and Shoulder Pattern ini, ada tiga bottom, dimana yang tengah
(Head) lebih rendah dibandingkan kedua Shoulder yang mengapitnya. Breakout (Up)
pada neckline sangatlah penting untuk mengkonfirmasi terselesaikannya pola Inverted
Head and Shoulder ini. Ada kecenderungan pasar akan terkoreksi kembali menuju
neckline, sesudah terjadinya bullish breakout.

Sebagaimana semua Bottoming Pattern pada umumnya, peranan Volume untuk


mengkonfirmasi pola ini sangatlah besar. Pada saat Market Bottom, Pasar
membutuhkan tekanan beli yang disertai peningkatan volume yang signifikan, untuk
memulai Bull Market yang baru.
Volume pada bagian Head lebih kecil dibandingkan Left Shoulder. Rally dari Head
menuju neckline, haruslah disertai peningkatan volume. Penurunan dari neckline ke
Roght Shoulder lagi-lagi dibarengi dengan penurunan volume. Titik kritis adalah
Breakout Point pada neckline. Sinyal ini haruslah dibarengi dengan peningkatan volume
yang signifikan untuk memastikan validitas breakout ini.

(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Derajad kemiringan (Slope) Neckline

Jika pada Head and Shoulder Top neckline cenderung horisontal atau agak naik, maka
sebaliknya pada Head and Shoulder Bottom, neckline biasanya memiliki kecenderungan
agak turun.
III.4.1.3. DOUBLE TOP
Sama seperti Head and Shoulder Pattern, Double Top dan Double Bottom adalah pola
yang sangat populer dan sangat mudah dikenali.

Molex Incorporated Sep 05 Mar 07 : Double Top Reversal Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)

Sesudah Uptrend, Pasar / Saham mencapai Point A, biasanya diikuti dengan


peningkatan Volume, kemudian turun ke Point B dibarengi dengan penurunan Volume.
Kesemuanya ini adalah kondisi yang normal dalam suatu uptrend. Rally berikutnya ke
Point C, ternyata tidak berhasil melampaui Point A. Akibatnya terjadilah Potential
Double Top Pattern. Penggunaan kata Potential disini berhubung bahwa Double Top
barulah komplit jika Support pada point B di-breakout. Breakout ini juga biasanya
dibarengi dengan peningkatan volume.
Autodesk, Inc. (ADSK) Apr 07 Feb 08 : Double Top Reversal Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)

MENENTUKAN TARGET HARGA

Target harga bisa didapat dengan cara mengukur Jarak Vertikal dari Point A ke Support
B, kemudian memproyeksikannya ke bawah.
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.4.1.4. DOUBLE BOTTOM
Kebalikan Double Top, harga turun hingga mencapai titik terendah (Point A) kemudian
Rally menuju Point B. Point B kini menjadi resistance. Selanjutnya harga kembali turun
namun tidak mampu melampaui titik terendah di Point A, melainkan Rally kembali dan
bahkan menembus Resistance B. Resistance B yang sudah dibreak-out kini menjadi
Support. Koreksi kembali ke Breakout Point lebih sering terjadi pada Double Bottom.

CRB Index (Indeks kumpulan berbagai komoditas) 1999 2005 : Double Bottom Reversal Pattern,
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.4.1.5. TRIPLE TOP
Mirip seperti Head and Shoulder Pattern, namun ketiga puncak sama tinggi.

Apolo Group Inc. Apr 07 Feb 08 : Triple Top Reversal Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
III.4.1.6. TRIPLE BOTTOM
Kebalikan dari Triple Top.

S&P500 Index, Mar 02 Aug 03 : Triple Bottom Reversal Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
III.4.1.7. SAUCER (ROUNDING BOTTOM)
Kendatipun tidak sesering yang lain, pola reversal, terkadang bisa terjadi dalam bentuk
Saucer (pinggan) / Rounding Bottom. Saucer Bottom terbentuk secara perlahan, dari
tren yang semula turun kemudian sideways, dan akhirnya naik.

(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Seringkali Saucer (Rounding Bottom) Pattern, disertai koreksi terlebih dahulu, sebelum
akhirnya break out resistance dan pasar bullish sesudah itu. Oleh William ONeil, pola
seperti ini dinamai Cup and Handle.
III.4.1.8. V TOP
Spikes adalah pola yang paling sulit untuk diikuti, karena Spike terjadi dalam waktu
yang sangat singkat, dan terjadinya juga sangat mendadak. Pola seperti ini biasanya
terjadi ketika ada suatu saham yang terlampau bullish, kemudian mendadak ada berita
yang mengakibatkan saham tersebut berbalik arah secara mendadak.

(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)


III.4.2. CONTINUATION PATTERN
Berbeda dengan Reversal Pattern, Continuation Pattern merupakan suatu pola yang
mengindikasikan adanya pergerakan harga yang Non-Trending / Sideways, dimana
kondisi ini merupakan suatu fase dimana Pasar untuk sementara memasuki fase
konsolidasi sebelum kemudian melanjutkan kembali Tren mula-mulanya.

III.4.2.1. TRIANGLE
Ada tiga type Triangle, yakni Symmetrical (simetris) Ascending (naik) dan
Descending (turun). Kemudian, beberapa pakar Analisis Teknikal menambahkan satu
type lagi yakni Expanding Triangle atau Broadening Formation.

Symmetrical Triangle

Symmetrical Triangle biasanya merupakan Continuation Pattern. Jika Trend sebelumnya


adalah Bullish, maka Symmetrical Triangle mempunyai implikasi Bullish. Sebaliknya jika
Tren sebelumnya adalah Bearish, maka Symmetrical Triangle mempunyai implikasi
Bearish.

Pada pola Triangle minimum terdapat empat turning points (reversal point), namun
seringkali pola Triangle memiliki enam turning points.

Coba kita perhatikan apa yang terjadi pada Charts Nikkei di bawah ini :
Nikkei Index 2001 2005 : Sesudah membentuk Head and Shoulder Bottom sejak tahun 2001 hingga
2004, Nikkei menunjukkan pola Triangle yang merupakan Continuation Pattern di tahun 2004. (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)
Pada akhir 2004, sesudah membentuk pola Symmetrical Triangle sejak awal 2004, Nikkei untuk pertama
kalinya breaking out resistance dari Pola Triangle-nya. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
Sesudah membentuk formasi Double Top dan breakout support pada sekitar Bulan July 2007, saham
Merryl Lynch membentuk Symmetrical Triangle, sebelum breakout support Trianglenya pada bulan
Oktober 2007 dan melanjutkan Bearish Trend-nya. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.4.2.2. FLAGS & PENNANTS,


Pola Flags terbentuk seperti sebuah segi empat / jajaran genjang yang tersusun atas
dua garis trend line sejajar yang cenderung membentuk arah berlawanan dengan Tren
sebelumnya. Pada bullish market Flags cenderung mengarah turun, sementara Pada
bearish market, Flags cenderung mengarah naik.
BIDU April 2006 Sep2007 : Flags terjadi pada bulan Juli-Agustus 2007. (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)

Berbeda dengan Flags, Pennants mengambil bentuk segitiga dengan ukuran lebih kecil
dan time frame yang lebih pendek dibandingkan Triangle Pattern.

Baik Flags maupun Pennants mengambil time frame hanya sekitar 2 3 minggu saja.

Baik Flags maupun Pennants, biasanya disertai penurunan Volume transaksi.


AAPL April 2004 Sep 2005 : Pennants terjadi sekitar bulan Mei Juni 2005. (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)

III.4.2.3. WEDGE FORMATION


Wedge mengambil bentuk mirip sekali dengan Triangle Pattern. Satu-satunya
perbedaan yang mudah dilihat adalah adanya slope apakah itu menurun atau naik.
Wedge yang mengarah turun, pada suatu Bullish Market merupakan suatu Continuation
Pattern, dimana Pasar konsolidasi sejenak, sehingga membetuk pola Falling Wedge
sebelum kemudian melanjutkan Bullish Trend-nya kembali. Sebaliknya Wedge yang
mengarah naik, pada suatu Bearish Market, merupakan suatu periode konsolidasi,
dalam bentuk Raising Wedge sebelum kemudian melanjutkan Bearish Trend-nya
kembali.

III.4.2.4. WEDGE REVERSAL PATTERN


Kendatipun Wedge secara umum merupakan Continuation Pattern, namun terkadang
Wedge juga bisa terjadi sebagai Reversal Pattern, kendatipun hal demikian, lebih jarang
terjadi. Pada suatu Bullish Market (Uptrend) suatu ketika terjadi suatu pola Raising
Wedge. Raising Wedge pada suatu Bullish Market adalah Reversal Pattern, bukan
Continuation Pattern.

RISING WEDGE (BEARISH REVERSAL)

AUD/USD : Falling Wedge Pattern (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

FALLING WEDGE (BULLISH REVERSAL)

Jika pada suatu Bear Market (Downtrend) terjadi pola Falling Wedge, maka Falling
Wedge ini merupakan pola pembalikan arah (reversal pattern) bukan continuation
pattern.
Rowan Cos, Inc. : Falling Wedge Pattern, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Dengan demikian secara umum bisa disimpulkan bahwa Rising Wedge memiliki
kecenderungan Bearish, sementara Falling Wedge justru memiliki kecenderungan
Bullish.
III.5. VOLUME DAN OPEN INTEREST
Kebanyakan Technical Analyst, pada pasar keuangan menggunakan pendekatan
multidimensi dalam melakukan analisa pasar, yakni dengan memantau pergerakan
ketiga hal penting yakni : Harga, Volume dan Open Interest.

III.5.1. VOLUME
Volume adalah jumlah total volume transaksi yang terjadi pada suatu waktu. Jika kita
memantau Daily Charts, maka Volume yang tampil pada Charts kita adalah Daily
Volume.

Apple Inc., Apr 06 Apr 07 : Volume meningkat setiap kali harga saham naik. Artinya Volume
mengkonfirmasi kenaikan harga, dan kondisi seperti ini adalah Bullish. (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)

III.5.2. OPEN INTEREST


Disamping Volume, kita juga bisa memantau Open Interest untuk semua kontrak
futures yang diperdagangkan di AS. Bahkan kita bisa memantau posisi open interest
dengan lebih terinci lagi dengan memanfaatkan data dari Commitment of Traders
Report yang diterbitkan oleh CFTC setiap minggunya.
III.5.2.1. COMMITMENT OF TRADERS (COT) INDEX
SEKILAS TENTANG CFTC (www.cftc.gov)

CFTC adalah singkatan dari Commodity Futures Trading Comission, merupakan suatu
Lembaga independen yang didirikan pada tahun 1974 oleh Congress dan memperoleh
mandat untuk meregulasi Pasar Futures dan Option Komoditas di Amerika Serikat.

Salah satunya adalah mengharuskan seseorang / institusi yang melakukan transaksi


dalam jumlah sangat besar untuk melaporkan posisinya kepada CFTC setiap
minggunya. Sehubungan dengan itu CFTC setiap Jumat sore pukul 15:30 EST (Eastern
Standard Times) menerbitkan suatu Laporan yang dikenal dengan sebutan Commitment
of Traders (COT) Report. Isinya adalah breakdown Open Interest tiap-tiap komoditas /
index. Dari sini dapat dilihat jelas aktifitas para Trader yang bertransaksi di bursa
Indekx dan Komoditas AS.

Selanjutnya para Trader ini oleh CFTC digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan utama,
yakni : Commercial Traders yakni orang-orang yang memang memproduksi /
menggunakan komoditas tersebut dalam kegiatan bisnisnya, Non-Commercials (Large
Speculators) yakni para Commodity Funds atau individual trader besar dan Non
Reportable Position (Small Speculators) yakni trader kebanyakan (publik).

III.5.2.2. COMMERCIAL TRADERS, LARGE SPECULATORS dan SMALL


SPECULATORS

Commercial Trader didefinisikan sebagai Trader yang diharuskan melaporkan posisinya


kepada CFTC dimana mereka menggunakan posisi mereka di Commodity Futures dan /
atau Option Market sebagai hedging atas aktifitas bisnis mereka yang memang
berkaitan langsung dengan komoditas daripada Futures / Options yang mereka
transaksikan di bursa. Kelompok ini adalah kelompok yang paling penting untuk
diperhatikan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki analis yang terbaik di
bidangnya serta memiliki dana yang sangat besar untuk bertransaksi di bursa.

Large Speculator adalah semua Trader yang diharuskan melaporkan posisinya kepada
CFTC, namun mereka tidak terdaftar sebagai Commercial (tidak memiliki aktifitas bisnis
yang berkaitan langsung dengan komoditas daripada Futures / Options yang mereka
transaksikan di bursa).

Sisanya, Small Speculator adalah semua Trader yang tidak memiliki kewajiban apapun
untuk melaporkan posisinya ke CFTC.

Jika dalam minggu ini Commercial Trader punya posisi beli sebanyak 3500 lot, dan
posisi jual sebanyak 2500 lot untuk suatu komoditas / index tertentu, maka yang
nampak dalam COT Report adalah Net Buy (Long) sebanyak 1000 lot. Banyak orang
menyangka bahwa jika Commercial Net Buy (Long), maka Pasar akan bergerak naik.
Namun seringkali yang terjadi adalah ketika Commercial Net Buy (Long) harga
komoditas tersebut justru turun.

Harap diingat bahwa Commercial Traders seringkali Buy on Weakness, dan ketika harga
tambah turun lagi, mereka melakukan pembelian lebih banyak lagi. Mengapa demikian
? Bayangkan seorang Commercial Traders yang memiliki Pabrik Permen Coklat
misalnya. Ketika harga Gula turun, maka dia akan melakukan pembelian yang lebih
banyak lagi. Sehingga dengan demikian net production cost dia akan semakin turun. Itu
sebabnya Commercial Traders memiliki kecenderungan untuk melawan arah
(Contrarian), yakni buying on weakness, dan ketika pasar turun beli tambah banyak
lagi, atau sebaliknya sell on rallies, dan ketika pasar naik jual lebih banyak lagi.

Commercial bukanlah seorang Spekulator. Tujuan mereka adalah hedging terhadap


aktifitas bisnis mereka. Kita adalah para trader yang ingin mengambil peluang dari
situasi ini, yakni beli pada saat harga mulai naik / jual pada saat harga mulai turun.

Data aktifitas trading Commercial hanyalah penting untuk kita hanya ketika mereka
berada pada kondisi ekstrem Net Buy (Long) atau ekstrem Net Sell (Short).

Perhatikan COT Index14 diatas. Posisi dimana Commercial Traders Ekstrem Net Buy (Long) diberi tanda
bulatan warna hijau Sumber : Trade Navigator

14
Dari kesemua Professional Charting Software yang dijelaskan diatas, hanya GENESIS yang memiliki fasilitisa
untuk menampilkan Commitment of Traders Report (COT) Index.
III.5.2.3. CARA MEMANTAU COT INDEX SECARA GRATIS

Anda ingin tahu cara murah meriah (baca : Gratis) untuk mendapatkan COT Index,
tanpa harus mengeluarkan ribuan dollar untuk membeli Genesis Trade Navigator
Platinum ? Caranya mudah sekali :

Silakan buka web browser anda dan pergi ke alamat website: www.timingcharts.com.
Selanjutnya ikuti dan lakukan langkah-langkah berikut ini.

LANGKAH KE-1 : Pergi ke website : http://www.timingcharts.com

(sumber : www.timingcharts.com)

LANGKAH KE-2 : Pilih Kontrak Futures yang ingin anda lihat (misal : S&P500)

(sumber : www.timingcharts.com)
(sumber : www.timingcharts.com)

S&P500 Index dan COT Index (sumber : www.timingcharts.com)


Sebagai bahan perbandingan berikut ini adalah tampilan dari Genesis Trade Navigator
Platinum :

(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Catatan : Genesis secara default menggunakan warna Biru untuk COT Large Speculator Index ,
dan warna Hijau untuk Commercial Index. Sementara TimingCharts menggunakan warna Hijau
untuk COT Large Speculator Index, dan warna Biru untuk Commercial Index. Namun selain
daripada itu anda mendapatkan informasi dan Charts yang sama persis dengan Genesis Trade
Navigator Platinum15 secara GRATIS melalui website TimingCharts Sumber : Trade Navigator

15
Sebagai perbandingan,
III.6. ELLIOTT WAVE & FIBONACCI
RETRACEMENT

Konsep ini pertama kali diciptakan dipublikasikan pada


tahun 1938 oleh Charles J Collins dalam sebuah
monograph-nya yang berjudul The Wave Principle, yang
didasarkan atas naskah asli hasil karya Ralp Nelson (R.N)
Elliott.

Elliot sangat dipengaruhi oleh Dow Theory, yang memiliki


banyak kesesuaian dengan The Wave Principle
ciptaannya.

Pada tahun 1946, dua tahun sebelum meninggal, Elliott


menuliskan semua hasil karyanya sehubungan dengan
Ralph Nelson Elliott (1871 1948) The Wave Principle, dalam bukunya yang berjudul
Pencipta Teori Elliott Wave Natures Law The Secret of The Universe.

Pada tahun 1953, Hamilton Bolton menerbitkan ide-ide Elliott tersebut dalam bukunya
yang berjudul The Elliott Wave Supplement, kepada para Bank Credit Analyst, yang ia
lakukan tiap tahun. Sepeninggal Hamilton Bolton, pada tahun 1967, A.J. Frost
berkolaborasi dengan Robert Prechter mengambil alih The Elliott Suplement dan
menuangkannya dalam Elliott Wave Principle.

III.6.1.PRINSIP-PRINSIP DASAR ELLIOTT WAVE


Ada tiga aspek penting, sehubungan dengan Wave Theory, yakni : Pattern, Ratio dan
Waktu (time). Pattern mengacu pada wave pattern atau formasi yang merupakan
elemen terpenting dari teori ini. Ratio Analysis dalam hal ini sangat berguna dalam
menentukan Retracements Points dan Price Objectives (Target Harga) dengan
mengukur hubungan antara waves yang satu dengan yang lain. Yang terakhir, Time
relationship bisa digunakan untuk mengkonfirmasi Wave pattern dan Ratio, namun
beberapa kalangan pengusung Teori ini menganggap kurang reliable untuk digunakan
dalam memprediksi pasar.

Elliott Wave Theory pada mulanya diaplikasikan pada beberapa Indeks Utama,
terutama Dow Jones Industrial Average. Pada dasarnya, teori ini mengatakan bahwa
Pasar Modal bergerak mengikuti suatu pola berulang yang terdiri atas lima wave naik,
dan diikuti oleh tiga wave turun.

Elliott, kemudian mengkategorikan sembilan level trend mulai dari suatu Grand
Supercycle dengan jangka waktu dua ratus tahun hingga level subminuette yang
memiliki jangka waktu hanya beberapa jam saja. Yang penting untuk dipahami adalah
bahwa basis siklus delapan wave (wave 1 wave 2 wave 3 wave 4 wave 5
wave a wave b wave c) tetap konstan tidak peduli di level mana tren yang sedang
dianalisa.
Tiap wave dibagi lagi menjadi delapan wave dengan level yang lebih rendah. Perhatikan
gambar di atas, Wave terbesar (level pertama), yakni Wave 1 dan 2 dapat dibagi
menjadi delapan wave (level kedua) yakni wave (1) (2) (3) (4) (5) (A) (B) (C).

Wave 1 (level pertama) terdiri atas lima wave (level kedua), yakni wave (1) (2) (3) (4)
(5), yang selanjutnya terbagi atas 21 wave level ketiga. Wave 2 (level kedua) terdiri
atas tiga wave (A) (B) (C), yang juga terbagi atas 13 wave level ketiga. Dengan
demikian Total Wave 1 dan 2 (level pertama) terdiri atas 34 wave level ketiga
(13+21). Jika diteruskan lagi, maka ke-34 wave level ketiga diatas dapat dipecah lagi
ke level berikutnya dan menghasilkan 144 wave level ke-empat.

Semua angka yang digunakan sejauh ini 1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144, bukanlah


angka acak. Angka tersebut merupakan bagian dari barisan bilangan Fibonacci 16, yang
memberikan dasar matematis atas Elliott Wave Theory.

Perhatikan kembali gambar diatas : Penentuan apakah suatu wave dibagi menjadi lima
wave atau tiga wave, ditentukan oleh arah dari wave level diatasnya . Contoh : Wave
(1), (3), (5) dibagi menjadi lima wave, karena wave level pertama, yakni Wave 1 -
adalah Bullish (naik). Sementara Wave (2) dan (4) dibagi menjadi tiga wave.

Sekarang perhatikan Wave (A), (B), (C), yang merupakan bagian dari Wave 2 (Wave
Koreksi atas Wave 1 ). Sekarang perhatikan bahwa Wave Bearish (turun), wave (A)
dan (C), dibagi menjadi lima wave. Hal ini dikarenakan keduanya bergerak searah
dengan Wave level diatasnya yakni Wave 2 (turun). Sementara Wave (B) karena
bergerak melawan Wave 2 , maka Wave (B) dibagi menjadi tiga Wave.

Suatu wave akan dibagi menjadi lima wave apabila bergerak searah dengan Wave
level diatasnya. Suatu wave akan dibagi menjadi tiga wave apabila bergerak
berlawanan dengan Wave level diatasnya.

Suatu koreksi tidak akan pernah terdiri atas lima wave . Jika Major Trend Bullish, maka
semua koreksi turun terdiri atas tiga wave, demikian juga ketika Major Trend Bearish,
maka semua koreksi naik terdiri atas tiga wave.

16
Di dunia barat, barisan ini pertama kali dipelajari oleh Leonardo da Pisa (1175 1250), yang juga dikenal sebagai
Fibonacci (sekitar 1200), ketika membahas pertumbuhan ideal dari populasi kelinci.
III.6.2. CORRECTIVE WAVES
Sejauh ini kita sudah membahas Major Trend, namun pembahasan mengenai Elliott
Wave Theory tidak akan lengkap tanpa pembahasan yang lebih detail mengenai
Corrective Waves (koreksi atas Major Trend). Ada tiga klasifikasi Corrective Waves,
yakni : Zig Zag, Flats dan Triangles.

ZIG ZAGS

Zig-zag adalah Correction Pattern 3 (tiga) waves, yang bergerak berlawanan dengan
Major Trend, dan terbagi menjadi sikuens 5-3-5.

FLATS

Yang membedakan Flats dengan Zig-Zag adalah Flat mengikuti pola 3-3-5. Secara
umum, Flats lebih merupakan suatu konsolidasi ketimbang koreksi, dan dianggap
sebagai suatu pertanda kuatnya Bull Market yang sedang berlangsung.

TRIANGLES

Triangles (Segitiga) biasanya terjadi pada Wave Keempat, dan mendahului Wave
Terakhir dalam sebuah Major Trend. Terkadang juga bisa terjadi pada wave b dalam
suatu koreksi a-b-c.

DALIL ALTERNASI (THE RULE OF ALTERNATION)

Berlandaskan pada asumsi bahwa pasar biasanya tidak mengambil pola yang sama dua
kali berturut-turut. Jika dahulu pernah terjadi suatu Pola Top Reversal atau Bottom
Reversal terjadi, maka tidak akan terjadi pola yang sama lagi sekarang. Dalil Alternasi
pada prinsipnya tidak memberitahukan kita perihal apa yang akan terjadi, melainkan
memberitahukan kita akan apa yang kemungkinan tidak akan terjadi.

Pada prakteknya jika koreksi Wave 2 berupa koreksi a-b-c sederhana, maka Wave 4
biasanya mengambil pola kompleks seperti Triangle atau Flats. Sebaliknya jika Wave 2
berupa pola kompleks, maka biasanya Wave 4 adalah pola sederhana.

Dow Jones Index 2003-2006 : Elliott Wave Corrective Wave, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
S&P500 Index 2003-2009 : Elliott Wave Counts, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
S&P500 Index : Oct 2002 Mar 2005 : Elliott Wave Counts, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

S&P500 Index : Aug 2004 Sep 2005 : Elliott Wave Counts, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
S&P500 Index : Mar 2005 Oct 2007 : Elliott Wave Counts, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.6.3. FIBONACCI RATIO DAN RETRACEMENTS

III.6.3.1. BARISAN FIBONACCI


Elliott mengungkapkan bahwa dasar matematis dari Teori-nya
adalah suatu barisan bilangan yang ditemukan oleh Leonardo
da Pisa atau Fibonacci, dan dikenal dengan sebutan barisan
bilangan Fibonacci. Barisan bilangan tersebut adalah : 0, 1, 1,
2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dan seterusnya.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami sehubungan dengan


barisan bilangan ini :
Leonardo of Pisa alias
Leonardo Fibonacci (1170
1250), Pencipta Barisan
Bilangan Fibonacci.

1. Jumlah kedua bilangan yang berturutan adalah bilangan yang berikutnya.

f(n) = f(n-1) + f(n-2) ;n>0

Misalnya : 3 dan 5, 3+5 adalah angka berikutnya yakni 8, sementara 13 adalah hasil
penjumlahan dua angka sebelumnya, yakni 8 dan 5.

2. Ratio dari bilangan yang satu dengan bilangan berikutnya (sesudah 4 bilangan
pertama) mendekati 0.618.

3. Ratio dari bilangan yang satu dengan bilangan sebelumnya mendekati 1.618 atau
kebalikan dari 0.618 (1/0.618).

4. Ratio dari bilangan yang satu dengan dua bilangan berikutnya mendekati 0.382,
sementara Ratio dari bilangan yang satu dengan dua bilangan sebelumnya
mendekati 2.618 atau kebalikan dari 0.382 (1/0.382).
FIBONACCI RATIO
f(n) f(n)/f(n+1) f(n+1)/f(n) f(n)/f(n+2) f(n+2)/f(n)

0 0.0000 #DIV/0! 0.0000 #DIV/0!


1 1.0000 1.0000 0.5000 2.0000
1 0.5000 2.0000 0.3333 3.0000
2 0.6667 1.5000 0.4000 2.5000
3 0.6000 1.6667 0.3750 2.6667
5 0.6250 1.6000 0.3846 2.6000
8 0.6154 1.6250 0.3810 2.6250
13 0.6190 1.6154 0.3824 2.6154
21 0.6176 1.6190 0.3818 2.6190
34 0.6182 1.6176 0.3820 2.6176
55 0.6180 1.6182 0.3819 2.6182
89 0.6181 1.6180 0.3820 2.6180
144 0.6180 1.6181 0.3820 2.6181
233 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
377 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
610 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
987 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
1597 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
2584 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
4181 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
6765 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
10946 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
17711 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
28657 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
46368 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
75025 0.6180 1.6180 0.3820 2.6180
121393 0.6180 1.6180 #DIV/0! 0.0000
196418 #DIV/0! 0.0000 #DIV/0! 0.0000

Tabel Fibonacci Ratio


III.6.3.2. GOLDEN SECTION
Angka perbandingan atau proporsi dari 1 terhadap 0.618 ini selanjutnya seringkali
dikenal dengan sebutan Golden Section atau Golden Ratio / Golden Mean.
Sebagaimana diungkapkan oleh tulisan William Hoffer pada Majalah Smithsonian, bulan
Desember 1975, Proporsi Golden Section / Golden Ratio ini adalah proporsi matematis
pada berbagai bentuk yang terjadi di alam semesta, mulai dari kuil Parthenon,
cangkang kerang, spiral galaksi di luar angkasa, bunga matahari, hingga proporsi tubuh
manusia. Orang Yunani kuno yang pertama kali mengungkapkan fenomena ini, dan
yang pertama kali memberikan istilah golden mean.

Alam semesta, Spiral Galaksi, Proporsi tubuh manusia, semuanya mengikuti proporsi
Golden Ratio.

Perhatika spiral bunga matahari di atas. Formasi bentuk bunga matahari juga mengikuti
barisan fibonacci dan golden ratio.
Kuil Parthenon di atas, juga mengikuti proporsi Golden Section / Golden Ratio.

Pertanyaan selanjutnya adalah, lantas apa gunanya kita mempelajari Fibonacci Ratio ini
dalam kaitannya dengan Technical Analysis yang sedang kita pelajari saat ini ? Untuk
menjawab pertanyaan itu mari kita lihat bagaimana peng-aplikasi-an Fibonacci Ratio ini
pada bagian berikut ini.

III.6.3.3. FIBONACCI RATIO DAN RETRACEMENT


Berikut ini adalah yang paling sering dilakukan seorang Technical Analyst sehubungan
dengan Fibonacci Ratio :

1. Salah satu dari ketiga wave utama (Wave 1, 3, 5), terkadang mengalami
perpanjangan. Dua yang lain biasanya sama dalam hal waktu dan besarannya. Jika
Wave 5 mengalami perpanjangan, maka wave 1 dan 3 kurang lebih sama. Jika
Wave 3 mengalami perpanjangan, maka Wave 5 dan Wave 1 cenderung sama.

2. Minimum target puncak daripada Wave 3 bisa didapat dengan mengalikan kenaikan
Wave 1 dengan 1.618, dan menambahkannya pada bottom wave 2.

3. Puncak dari Wave 5 bisa diperkirakan dengan mengalikan Wave 1 dengan 3.236 (2
x 1.618) dan menambahkan nilai tersbut pada bottom Wave 1 untuk mendapatkan
target minimum / maksimum.

4. Ketika Wave 1 dan Wave 3 kurang lebih sama, maka puncak dari perpanjangan
Wave 5 bisa didapat dengan mengalikan jarak dari Bottom Wave 1 ke puncak Wave
3, dan mengalikannya dengan 1.618, dan kemudian menambahkannya ke Bottom
(dasar) Wave 4.

5. Untuk wave koreksi, pada suatu wave koreksi normal, koreksi zig-zag 5-3-5, wave c
biasanya kurang lebih hampir sama dengan wave a.

6. Kemungkinan lain dalam menentukan wave c, adalah dengan cara mengalikan 0.618
pada jarak wave a dan kemudian mengurangkan hasilnya pada bottom wave a.

7. Pada kasus dimana terjadi koreksi Flat 3-3-5, dimana wave b berhasil melampaui
puncak wave a, wave c kurang lebih sama dengan 1.618 kali jarak wave a.

8. Pada suatu segitiga simetris (Symetrical Triangle), semua wave berikutnya kira-kira
0.618 kali wave sebelumnya.

Fibonacci Percentage Retracement


Ratio-ratio diatas berguna untuk membantu menentukan target harga, baik pada wave
impulsif maupun korektif. Cara lain dalam menentukan target harga, adalah dengan
menggunakan Percentage Retracement. Angka yang paling sering digunakan dalam
analisa Retracement adalah 61.8% (biasanya dibulatkan menjadi 62%), 38% dan 50%.
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
Penting untuk diingat : Wave Theory asalnya diciptakan untuk diterapkan pada Indeks
Harga Saham Gabungan (Stock Market Averages). Dengan demikian, teori ini tidak akan
bekerja dengan baik pada Saham tunggal / Saham Individual. Dengan demikian teori ini
juga kemungkinan besar tidak bisa diterapkan pada pasar komoditas yang volume
transaksinya kecil, karena psikologi massa adalah salah satu fondasi terpenting yang
menjadi landasan teori ini.

Ada kalanya ketika gambaran Elliott wave ini begitu jelasnya terlihat pad pergerakan
pasar, namun ada kalanya pula tidak begitu jelas. Mengabaikan teori-teori yang lainnya
hanya sekedar untuk memaksakan gambaran Elliott Wave adalah suatu tindakan yang
sangat tidak bijaksana. Penting juga untuk diingat bahwa penggunaan Elliott Wave
Theory ini haruslah sebagai pelengkap atas teori-teori analisa teknikal lainnya, dengan
demikian bisa semakin mempertajam analisa kita dan dengan demikian tentunya
meningkatkan kemungkinan keberhasilan kita.
III.7. TECHNICAL INDICATORS
Anda juga bisa menampilkan berbagai Technical Indicator yang anda butuhkan dengan
menggunakan fasilitas gratis dari www.stockcharts.com, dengan cara sebagai berikut :

III.7.1. TRENDING MARKET INDICATORS

III.7.1.1. MOVING AVERAGES


Bisa jadi Moving Average adalah Technical Indicators yang paling populer di kalangan
para Trader. Sesuai namanya, Indikator ini nilai rata-rata atas Closing Price pada suatu
periode tertentu. Misalnya, 100 Day Moving Average, adalah harga rata-rata atas 100
Closing Price terakhir. Disebut Moving, karena selalu digunakan harga rata-rata yang
terakhir.

Pada saat Bull Market 2004-2007, MA-100 berfungsi sebagai support S&P 500 Index Weekly Charts
Sumber : Trade Navigator. (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
DOUBLE CROSSOVER METHOD

Dengan memanfaatkan 2 (dua) Moving Average yang memiliki periode berbeda, kita
bisa menghasilkan BUY / SELL SIGNAL. Perhatikan Charts di bawah ini :

AAPL Sep07 Sep08 : Double Crossover Method Sumber : Trade Navigator, (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)
III.7.1.2. BOLLINGER BANDS

Tehnik ini ditemukan oleh Jon Bollinger pada awal 1980. John
Bollinger meletakkan dua garis Standard Deviasi17 mengapit sebuah
Moving Average (biasanya digunakan Moving Average 20). Dengan
menggunakan dua buah Standard Deviasi, memberikan gambaran
bahwa 95% kemungkinan harga akan terjadi diantara kedua
trading bands tersebut.
John Bollinger Pencipta
Bollinger bands.

FUNGSI BOLLINGER BANDS

1. Bollinger Bands dapat digunakan sebagai Short term target. Misalnya


ketika harga menyentuh Lower Band, kemudian rebound dan menembus MA20,
maka target harga selanjutnya adalah Upper band. Begitu juga sebaliknya, ketika
suatu ketika, saham berbalik arah, dimana sesudah menyentuh Upper Band, saham
berbalik turun dan menembus MA 20, maka target harga selanjutnya adalah Lower
Band.

2. Lebar Bands menggambarkan Tingkat Volatilitas. Pada saat volatilitas saham


meningkat, maka Bollinger Band menjadi melebar, sebaliknya ketika volatilitas
saham turun, maka lebar band menjadi mengecil (menyempit).

Ketika lebar Bollinger Band melebar secara drastis, seringkali itu merupakan suatu
pertanda awal bahwa tren yang sedang berlangsung saat ini sedang mencapai titik
kulminasinya, dan sebentar lagi akan berakhir. Ketika lebar Bollinger Bands
menyempit secara ekstrem, seringkali hal ini merupakan suatu pertanda awal bahwa
Saham tersebut akan memulai Tren-nya yang baru (Bullish / Bearish).

17
Standard Deviasi adalah suatu pengukuran statistik yang menggambarkan penyebaran data / distribusi data di
sekitar suatu nilai rata-rata.
AAPL Sep07 Sep08 : Perhatikan bahwa setiap kali Bohlinger menyempit, merupakan suatu pertanda
akan dimulainya suatu Tren yang baru, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.7.2. INDIKATOR ALTERNATIF KETIKA PASAR NON


TRENDING
Harap diingat bahwa Moving Average adalah Trending Market Indicators yakni indikator
yang bekerja dengan baik pada kondisi Pasar Trending. Indikator ini tidak akan bekerja
dengan baik pada kondisi Pasar Non Trending (yakni ketika Pasar Sideways, atau
berada pada kisaran Trading Range tertentu). Namun untungnya, ada indikator yang
justru bekerja dengan efektif pada saat pasar sedang berada dalam kondisi Non-
Trending seperti itu. Indikator yang dimaksud adalah OSCILATOR.
III.7.2.1. OSCILATORS

Pada bab ini kita akan membahas Indikator Alternatif yang justru berfungsi efektif pada
saat pasar sedang berada dalam kondisi Non trending atau bergerak dalam kisaran
Trading range tertentu selanjutnya indikator ini dikenal dengan sebutan Oscillator.

Dow Jones Industrial Average Jan07 May08 : Candlestick Charts Momentum Oscillator Stochastic,
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

Ada tiga situasi dimana Oscillator sangat berguna :

1. Oscillator sangat berguna ketika nilainya mencapai suatu pembacaan yang


sangat ekstrem mendekati batas atas atau batas bawah. Pasar disebut berada
dalam kondisi Overbought (Jenuh Beli) ketika oscillator berada pada tingkat
ekstrem batas atas dan Oversold (Jenuh Jual) ketika oscillator berada pada
tingkat ekstrem batas bawah. Hal ini memberikan peringatan awal bahwa tren
pasar sudah overextended dan rentan.

2. Terjadinya Divergence antara Oscillator dan pergerakan harga, ketika Oscillator


berada pada posisi ekstrem, biasanya merupakan peringatan penting akan
terjadinya perubahan tren.

3. Crossing pada zero line (garis nol/garis horisontal tengah), dapat memberikan
Sinyal Trading sesuai dengan arah pergerakan pasar.

Dow Jones Industrial Average Aug06 Aug07 : Perhatikan bahwa semua Trend Reversal selalu didahului
oleh terjadinya Divergence antara pergerakan harga dan MACD, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
III.7.2.1.1. MOMENTUM INDICATOR
Konsep momentum merupakan aplikasi yang paling mendasar dari analisa oscillator.
Momentum mengukur kecepatan perubahan harga dibandingkan dengan harga
aktualnya. Untuk menggambarkan garis 10 day Momentum, caranya kurangkan closing
price 10 hari lalu dengan closing price terakhir, dan hasil pengurangan ini baik positif
maupun negatif diplot pada sekitar garis nol (Zero Line).
Formula untuk Momentum Indicator adalah :

M = C - Cn

dimana P = Closing Price terakhir, dan Cn = Closing Price pada n hari yang lalu.
Jika Closing Price terakhir lebih besar dibandingkan dengan Closing Price 10 hari lalu
(Market Bullish), maka angka positif akan digambarkan diatas Zero Line, sementara jika
Closing Price terakhir lebih kecil dibandingkan dengan Closing Price 10 hari lalu (market
Bearish), maka angka negatif akan digambarkan dibawah Zero Line.

S&P500 Index SEP06 JAN08 : 10 day Momentum Oscilator Perhatikan bahwa 10 day Momentum
Oscillator sangat sensitif dan akibatnya banyak sinyal keliru (whipsaw), (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)
S&P500 Index SEP06 JAN08 : 40 day Momentum Oscilator Perhatikan dengan merubah Parameter
dari 10 day menjadi 40 day, memberikan sinyal yang lebih jelas, dan perhatikan bagaimana Bearish
Divergence antara Charts dan 40 Day Momentum Indicator memberikan Sell Signal yang sangat akurat,
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.7.2.1.2. RATE OF CHANGE


Guna mengukur Rate of Change (ROC) digunakan formula sebagai berikut :

ROC = 100 (C/Cn)

dimana C = Closing Price terakhir, dan Cn = Closing Price pada n hari yang lalu.

Cara penggunaan ataupun interpretasi Rate of Change kurang lebih sama dengan
Momentum Indicator.
S&P500 Index JUN06 NOV07 : Bearish Divergence antara S&P500 dan ROC, secara konsisten
memberikan Sell Signal sebelum terjadinya Crash, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)

III.7.2.1.3. COMMODITY CHANNEL INDEX


Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Donald R. Lambert, dimana ia
membandingkan harga saat ini dengan suatu Moving Average pada jangka waktu
tertentu biasanya 20 hari. Dia kemudian menormalisasi nilai oscillator dengan
menggunakan suatu angka pembagi yang didasarkan pada deviasi rata-rata. Hasilnya,
CCI berfluktuasi pada suatu range yang konstan antara +100 pada bagian atas, dan -
100 pada bagian bawah.

Angka diatas +100 adalah Overbought (Jenuh Beli) sementara angka di bawah -100
adalah Oversold (Jenuh Jual)18.

18
Harap dicermati penggunaan Overbought / Oversold ini, haruslah dengan memperhatikan kekuatan Tren. Pada
saat Tren Pasar demikian kuatnya, Pasar bisa bergerak Overbought / Oversold dalam jangka waktu lama.
Sehubungan dengan itu penggunaan Overbought / Oversold ini haruslah dibarengi dengan memantau kekuatan
Tren dengan menggunakan Indikator ADX.
S&P500 Index JUN06 NOV07 : Kendatipun CCI pada awalnya diciptakan untuk Pasar Komoditas,
namun kini CCI juga sering digunakan untuk memantau Zona Overbought / Oversold pada Indeks seperti
S&P500 Index, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.7.2.1.4. RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
RSI pertama kali dikembangkan oleh J. Welles Wilder, Jr. pada tahun 1978 dalam
bukunya yang berjudul New Concepts in Technical Trading System. Sebagaimana kita
pahami bersama, bahwa salah satu permasalahan utama dalam menggunakan
Momentum Line (menggunakan perbedaan harga) seringkali disebabkan oleh
perubahan harga ekstrem yang terjadi dalam waktu singkat, yang mengakibatkan
perubahan yang signifikan pada garis momentum, kendatipun harga saat ini
menunjukkan hanya perubahan kecil saja. Problem kedua, adalah dibutuhkan suatu
range yang konstan jika kita ingin melakukan perbandingan antara satu peridode
dengan periode lainnya. Relative Strength Index, tidak saja menyelesaikan problem
yang pertama, melainkan secara bersamaan juga menciptakan suatu range konstan
antara 0 hingga 100. RSI sendiri dihasilkan dengan formula sebagai berikut :

Untuk menghitung Average of n days up closes, jumlahkan seluruh kenaikan yang


terjadi pada Bullish Day dalam suatu periode (biasanya 14 hari), kemudian bagi dengan
14. Demikian pula untuk menghitung Average of n days down closes, jumlahkan
seluruh penurunan yang terjadi pada Bearish Day dalam suatu periode (14 hari),
kemudian bagi dengan 14.

Relative Strength (RS) kemudian dihasilkan dengan membagi Average Up, dengan
Average Down. Nilai RS ini kemudian dimasukkan pada formula RSI.

Wilder memperkenalkan konsep ini pertama kali dengan menggunakan periode 14 hari.
Namun sebagaimana dengan Oscillator yang lain, kunci keberhasilan menggunakan RSI
secara efektif terletak pada adjustment yang kita lakukan pada parameter periode
tersebut. Tambah pendek periode yang kita pakai, akan membuat bertambah
sensitifnya oscillator ini, dan amplitudonya juga semakin melebar.

Jika anda ingin oscillator ini lebih sensitif, maka anda bisa memperkecil periodenya,
sebaliknya jika anda ingin oscillator ini lebih smooth anda bisa memperbesar
periodenya.
S&P500 Index SEP05 DEC07 : 14 days - Relative Strength Index (RSI) Sumber : AMIbroker
Perhatikan bagaimana dengan mengubah periode menjadi 28 hari, membuat RSI menjadi lebih Smooth.
Perhatikan juga bahwa Bearish Divergence antara S&P500 Index dan RSI mampu secara akurat
memberikan alarm sebelum terjadinya crash Sumber : AMIbroker

MENGGUNAKAN LEVEL 70 DAN 30 UNTUK MENENTUKAN OVERBOUGHT DAN


OVERSOLD, SERTA MENGHASILKAN TRADING SIGNAL

Level 70 dan 30 pada RSI sering digunakan para Trader untuk menentukan Overbought
dan Oversold Zone. Zona di atas Level 70 adalah Overbought, sementara Zona di
bawah 30 adalah Oversold. Misalkan pasar bergerak turun secara signifikan, seorang
trader berupaya memperoleh kesempatan untuk mulai melakukan pembelian pada saat
pasar mulai berbalik arah. Pada saat kondisi pasar tertekan ke bawah Level 30, sering
terjadi formasi double bottom pada Charts, dimana RSI juga menunjukkan adanya
Bullish Divergence. Crossing ke atas Level 30 merupakan konfirmasi akan adanya Buy
Signal. Sebaliknya, pada suatu pasar yang Overbought, Crossing ke bawah Level 70
seringkali merupakan suatu Sell Signal.
Pada Charts di atas, Level 30 pada RSI dapat memberikan Buy Signal yang cukup akurat sementara
Bearish Divergence antara RSI dan Price Charts dapat memberikan warning awal sebelum terjadinya
Crash Sumber : AMIbroker

III.7.2.1.5. STOCHASTICS
Oscillator ini pertama kali diperkenalkan oleh George Lane
(President dari Investment Educators, Inc., Watseka, IL). Oscillator
ini didasarkan pada observasi bahwa pada saat pasar naik, harga
saham cenderung untuk ditutup mendekati ujung atas price range,
sementara pada saat pasar turun, harga saham cenderung untuk
ditutup mendekati ujung bawah price range. Ada dua garis yang
digunakan pada Stochastic, yakni garis %K dan garis %D. %D lebih
penting dimana kebanyakan Major Signal dihasilkan oleh garis ini.
George Lane President Tujuan indikator ini adalah menentukan apakah closing price
of Investment Educators,
Inc., Watseka, IL. terakhir berhubungan dengan kisaran harga pada Time Period yang
digunakan. Empat belas hari adalah Time Period yang paling lazim
digunakan untuk Oscillator ini.
Guna menentukan garis %K, yakni garis yang lebih sensitif / peka dibandingkan %D,
kita bisa menggunakan formula berikut ini :

Dimana C = Closing Price terakhir, L14 = Lowes Low (Harga terendah) selama 14
periode terakhir, dan H14 = Highest High selama 14 periode terakhir. Periode disini bisa
berarti hari, minggu, bulan, atau menit, jam, dan seterusnya.

Indikator ini akan bergerak dalam basis prosentase yakni antara 0 100, dimana
pembacaan diatas 80 disebut Overbought, sementara pembacaan dibawah 20 disebut
Oversold.

Garis yang kedua (%D) adalah 3 days moving average dari garis %K. Formula ini
menghasilkan Fast Stochastic. Dengan menambah 3 periode lagi pada average %D, kita
bisa menghasilkan suatu versi Stochastic yang lebih halus yang dikenal dengan sebutan
Slow Stochastic. Kebanyakan Trader lebih suka menggunakan Slow Stochastic, karena
seringkali bisa menghasilkan sinyal yang lebih akurat.
S&P500 Index Mar 2007 Feb 2009 : Fast Stochastic vs Slow Stochastic Sumber :
www.stockcharts.com
S&P500 Index 2004 2007 : Perhatikan Buy Signal yang dihasilkan oleh Slow Stochastic, (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)
III.7.2.1.6. LARRY WILLIAMS %R
Larry Williams19 menggunakan konsep yang mirip dalam mengukur
harga penutupan terakhir dalam kaitannya dengan rentang
pergerakan harga selama beberapa hari terakhir. Closing Price hari ini
dikurangkan dari harga tertinggi pada rentang harga selama
beberapa hari terakhir, kemudian selisihnya dibagi dengan total range
pada periode tersebut. Cara menginterpretasikan Williams %R, pada
prinsipnya sama dengan indikator-indikator lain yang telah dijelaskan
sebelumnya.
Larry Williams Pencipta Indikator
Williams %R dan Ultimate Oscillator

S&P500 Index April 2006 Feb 2009 Weekly Charts : Cara Interpretasi Indikator Williams %R adalah
sama dengan Oscillator lainnya. Sumber : AMIbroker

19
Larry Williams adalah penulis buku How to Prosper in the Coming Good Years, yakni buku yang berhasil
memprediksi US Bull Market terhebat sepanjang sejarah. Buku ini diterbitkan pada tahun 1982, ketika banyak
kalangan justru memprediksi kemunduran / perlambatan ekonomi. Pada tahun 1987, Larry Williams berhasil
menjuarai World Cup Championship of Futures Trading yang disponsori oleh Robbins Trading Company, dimana
dia memulai trading dengan USD 10,000.- (Real Money) menjadi USD 1,147,000.- dalam 12 bulan. Pada tahun 1997
putrinya, Michelle Williams pada usia 16 tahun berhasil memenangkan lomba yang sama. Belakangan Michelle
Williams lebih dikenal sebagai aktris yang membintangi Dawson Creek dan Brokeback Mountain.
III.7.2.1.7. MOVING AVERAGE CONVERGENCE DIVERGENCE
(MACD) & MACD HISTOGRAM
Oscillator yang dikembangkan oleh Gerald Appel ini, pada prinsipnya
menggunakan dua Exponential Moving Averages, dan yang
membuatnya menjadi sangat berguna adalah karena indikator ini
mengkombinasikan beberapa prinsip oscillator yang telah dijelaskan
sebelumnya dengan pendekatan dual moving average crossover.

Indikator ini terdiri atas dua garis, yakni faster line atau disebut
juga MACD line adalah selisih dua EMA (Exponential Moving
Average) dari harga penutupan (biasanya memakai periode 12 dan 26 hari / minggu).
Slower Line (atau biasa disebut sebagai Signal Line) adalah rata-rata bergerak
eksponensial atas garis MACD.

Kebanyakan trader menggunakan parameter default 12, 26, dan 9, baik untuk harian
maupun mingguan.

Apple Inc. (AAPL) Dec-06 Jan-08 : Perhatikan Buy Signal yang dihasilkan oleh MACD Crossover,
(Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
MACD HISTOGRAM
Suatu Histogram bisa dihasilkan dengan menghitung selisih antara dua garis moving
average. Dengan menggunakan teknik tersebut, kedua garis MACD juga bisa kita
tampilkan dalam bentuk MACD Histogram. Sebuah Histogram terdiri atas batang-batang
vertikal yang menunjukkan perbedaan antara kedua garis MACD. Ketika garis MACD
bergerak positif, (faster line berada di atas slower line), maka histogram berada pada
teritorial positif (di atas garis horisontal nol). Sebaliknya ketika MACD faster line
bergerak menembus MACD Slower Line dari atas ke bawah, mengakibatkan MACD
faster line kini di bawah MACD Slower line, maka Histogram juga bergerak menembus
garis horisontal nol ke bawah. Dengan demikian maka Buy Signal maupun Sell Signal
dapat dihasilkan dengan mengamati apakah Histogram bergerak menembus Horisontal
Nol-nya dari bawah ke atas, atau sebaliknya.

Apple Inc. (AAPL) Nov-06 Dec-07 : Perhatikan Buy Signal yang dihasilkan oleh MACD Histogram, dan
perhatikan bagaimana Bearish Divergence yang terjadi antara Charts dan MACD Histogram mampu
memberikan sinyal awal akan terjadinya koreksi yang signifikan pada saham ini, (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)
III.7.3. MECHANICAL TRADING
SYSTEM
Dalam bukunya yang berjudul New Concepts in Technical
Trading Systems, J. Welles Wilder Jr., mengemukakan berbagai
studi guna menyusun suatu sistem trading mekanis, yakni suatu
sistem trading yang cukup mengikuti BUY / SELL signal yang
didasarkan pada suatu atau kombinasi atas berbagai tehnical
indicator. Kedua sistem dibawah ini, yakni Parabolic System
(SAR) serta Directional Movement System (DMI) sangat menarik
untuk dicermati.
J. Welles Wilder Jr.
Pencipta RSI, Parabolic
SAR, ADX/DMI

III.7.3.1. PARABOLIC SYSTEM (SAR)


Wilders Parabolic System (SAR) adalah suatu sistem reversal yang senantiasa terhadi di
Pasar. SAR merupakan singkatan dari Stop And Reverse, artinya posisi trading
langsung dibalik ketika Protective Stop kena (got filled). Sistem ini adalah Trend
Following System, dan diberi nama Parabolic System sehubungan dengan sistem
Trailing Stop yang seringkali mengambil bentuk seperti kurva parabola.

Welles Wilder mengembangkan suatu faktor yang disebut sebagai faktor akselerasi
dalam Parabolic SAR yang diciptakannya. Setiap hari, titik (posisi) STOP dipindahkan
searah dengan bergeraknya tren yang sedang berlangsung. Pada mulanya pergerakan
titik STOP ini berjalan secara perlahan, dan ketika tren baru mulai terbentuk, sejalan
dengan peningkatan faktor akselerasi, titik STOP ini akan bergerak lebih cepat,
mengejar pergerakan harga. Jika tren harga mulai goyah, atau bahkan gagal
melanjutkan trennya, maka, harga akan menembus titik STOP dan hal ini sekaligus
menghasilkan STOP and REVERSE (SAR) Signal.
Contoh Parabolic SAR dengan Buy dan Sell Signal serta pengaturan Acceleration Factor, (Sumber:
Genesis Trade Navigator Platinum)

Sebagai Trend Following System, maka system ini efektif pada saat Pasar Trending,
sebaliknya ketika Pasar bergerak dalam Trading Range / Non Trending Periods, maka
sistem ini senantiasa memberikan signal yang keliru (whipsaw).
Dow Jones Industrial Average Oct06 Oct07 : Parabolic SAR : Perhatikan bahwa sistem ini tidak bisa
bekerja dengan baik pada saat Pasar memasuki periode Non-Trending, (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)

III.7.3.2. ADX/DMI
Pernahkah anda menemukan suatu ketika saham tertentu mengalami kondisi
Overbought, namun koreksi tidak terjadi, malahan saham justru naik terus, sehingga
Oscilator (Stochastic / RSI) bisa berada dalam kondisi Overbought dalam jangka waktu
yang lama ? Atau sebaliknya suaktu ketika Pasar Crash, mengakibatkan Oscilator
berada dalam kondisi Oversold namun Pasar tida rebound malahan Crash berlanjut,
sehingga Oscilator berada dalam kondisi Oversold untuk Jangka Waktu lama.

Ketika Tren (Bullish / Bearish) demikian kuatnya maka Oscilator baik itu Stochastic, RSI,
Williams %R atau lainnya, akan berada dalam kondisi Overbought / Oversold dalam
jangka waktu lama. Pasar baru akan terkoreksi / rebound ketika kekuatan Tren mulai
melemah. Untuk mengukur kekuatan Tren tersebut anda bisa menggunakan Indikator
ADX/DMI sebagaimana ditunjukkan pada Charts berikut ini.
ADX/DMI terdiri dari 2 (dua) bagian, yakni ADX menyatakan ukuran kekuatan Tren,
sedangkan DMI terdiri atas 2 (dua) garis, yakni DMI+ (warna biru) dan DMI- (warna
merah). Ketika ADX menembus level 40, maka tren saat itu baik Bullish / Bearish sangat
kuat. Bullish / Bearish ditunjukkan dengan posisi DMI+ dan DMI-. Ketika pasar Bullish,
maka DMI+ berada diatas sementara DMI- dibawah, sebaliknya ketika Pasar Bearish,
maka DMI- berada di atas sementara DMI+ ada di bawah.

Ketika ADX (Garis Hitam) melampaui level 40 kekuatan Tren (baik itu Bullish ataupun Bearish) sangatlah
tinggi. Pada kondisi itu jika pasar Bullish, maka Oscilator bisa berada pada kondisi Overbought pada
jangka waktu lama, sebaliknya bila Bearish, maka Oscilator bisa berada pada kondisi Oversold pada
jangka waktu lama, (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
III.7.4. SENTIMENT INDICATORS
III.7.4.1. VOLATILITY INDEX (VIX)
Volatility Index (VIX) yang pada mulanya diciptakan untuk mengukur Implied
Volatility daripada Option OEX (S&P100 Index) pertama kali diperkenalkan pada tahun
1993. Di tahun 2003, CBOE mengubah fungsi VIX dari semula megukur Implied
Volatility OEX Option, menjadi S&P 500 Index (SPX) Option. VIX yang lama berubah
nama menjadi VXO, dimana hingga kini masih digunakan untuk mengukur Implied
Volatility OEX Option.

Pasar modal memiliki karakteristik bahwa ketika Uptrend (Bullish), pasar bergerak naik
secara perlahan dan stabil, sebaliknya ketika Downtrend (Bearish), hampir selalu
disertai dengan penurunan tajam yang sangat signifikan, berupa Market Crash. Itu
sebabnya Pasar Bullish hampir selalu ditandai dengan penurunan Volatilitas, sementara
Pasar Bearish ditandai dengan peningkatan Volatilitas.

S&P500 Index Bull Market Dec 2003 Jan 2005 : Puncak pada VIX berarti Bottom pada S&P500 Index,
sebaliknya Bottom pada VIX berarti Puncak pada S&P500 Index, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
Hal yang sama juga terjadi pada periode Dec 04 Jan 06 (atas) dan
Jan 06 Jan 07 (bawah), (Sumber: Genesis Trade Navigator Platinum)
Pada bulan Agustus 2007 VIX untuk pertama kalinya mengalami Breakout menembus Level 20,
tanda-tanda awal Volatilitas S&P500 bergerak di luar batas normal Sumber : Trade Navigator
S&P500 Index Long Term Charts 1999 2009 : Pada Bear Market 2000 2003, VIX bergerak di kisaran
20 hingga 40, VIX kemudian mengalami penurunan sejak tahun 2003 dan bergerak di kisaran sempit
hanya antara 10 20, sejalan dengan Bull Market yang kita alami antara tahun 2003 hingga 2007. Bear
Market yang dimulai pada akhir tahun 2007, membuat VIX kembali melonjak, namun kali ini VIX bergerak
ke luar batas level 40, yang merupakan trading range-nya pada Bear Market 2000 2002. Hal ini
menunjukkan bahwa betapa dahsyatnya Bear Market yang dimulai pada akhir 2007 ini, (Sumber: Genesis
Trade Navigator Platinum)
III.7.5. SEASONALITY
III.7.5.1. SEASONAL PATTERN
Ada begitu banyak teori dan riset mengenai Seasonal Pattern / Seasonal Tendency,
namun problem utama yang seringkali dihadapi Trader adalah kenatipun Seasonal
Pattern seringkali sangat akurat dalam menjelaskan apa yang sudah terjadi, namun
kenyataannya tidak selalu demikian untuk apa yang akan terjadi pada periode yang
akan datang. The future is never the same as the past. Namun demikian, studi
mengenai Seasonal bisa membantu kita dalam melakukan Analisa Teknikal.

Yang penting adalah gunakan Seasonal Pattern ini hanya sebagai alat konfirmasi. Ketika
Commercial Ekstrem Buy (Net Long), pada saat yang bersamaan Pasar juga uptrend /
ada pola Bullish reversal pattern tertentu, sementara Seasonal Pattern juga
mengkonfirmasi akan terjadinya Rally (Uptrend), maka ini sudah memberikan signal
untuk BUY / Bullish Position.

Gold memiliki Seasonal Pattern untuk memulai Rally pada pertengahan Agustus, (Sumber: Genesis Trade
Navigator Platinum)
Perhatikan bahwa setiap kali Commercial Traders dalam kondisi ekstrem bullish, beberapa minggu
kemudian Gold melanjutkan Bull Runnya. Dipadukan dengan Seasonality Study (dot biru), maka sinyal
yang diberikan menjadi lebih akurat lagi. Pelemahan US Dollar, Commercial Ekstrem Bullish, dipadukan
dengan seasonality study, serta adanya Breakout dari pola Triangle / penant pada Charts Gold diatas,
memberikan indikasi untuk mengambil Posisi Bullish pada Gold, (Sumber: Genesis Trade Navigator
Platinum)
III.7.5.2. CARA MENDAPATKAN CHARTS SEASONALITY SECARA
GRATIS
Cara murah meriah (baca : gratis) untuk mendapatkan Seasonal Charts, adalah melalui
website berikut ini : http://seasonalfuturescharts.com/1SeasonalCharts.aspx

Crude Oil : Charts Seasonality


(Sumber: http://seasonalfuturescharts.com/1SeasonalCharts.aspx)
III.8. CHARTING SOFTWARE / WEBSITE
III.8.1. PROFESSIONAL CHARTING SOFTWARE
Hampir semua charts yang digunakan dalam buku ini dihasilkan dengan menggunakan
Charting Software Genesis Trade Navigator Platinum (www.genesisft.com) dan
Amibroker Professional (www.amibroker.com). Disamping itu ada juga software-
software lain yang juga bisa anda pertimbangkan, seperti misalnya MetaStock
(www.equis.com), atau TradeStation (www.tradestation.com).

Semua charting software professional memiliki fitur dan fasilitas bagi penggunanya
untuk menciptakan suatu System Trading Mekanis sendiri, dimana kita bisa melakukan
uji Back Test terhadap semua System Trading Mekanis yang kita buat. Semua Charting
Software Professional menyediakan platform untuk pemrograman mulai dari
menciptakan suatu indikator baru, hingga menghasilkan Buy / Sell Signal Otomatis
dalam suatu System Trading Mekanis yang lengkap. TradeStation misalnya
menyediakan bahasa pemrograman TradeStation Easy Language, sementara Amibroker
menyediakan Amibroker Formula Language (AFL), dan dari kesemuanya itu Genesis
menyediakan bahasa pemrograman yang paling mudah digunakan (user friendly), yakni
Genesis Tradesense yang mengkombinasikan rumus matematika yang digunakan dalam
suatu indikator dengan bahasa sehari-hari.

Software-software diatas hanya anda perlukan jika anda ingin menciptakan suatu
System Trading Mekanis sendiri. Disamping semua software professional di atas, bagi
pemula, sudah tersedia cukup banyak website gratis, yang menyediakan fasilitas Charts
termasuk berbagai indikator yang dijelaskan dalam buku ini.
III.8.2. FREE CHARTING WEBSITES
III.8.2.1. STOCKCHARTS (www.stockcharts.com)

Gambar halaman awal situs www.stockcharts.com (sumber : www.stockcharts.com)

Akan tampil sebuah charts di layar komputer anda. Namun sayangnya Charts tersebut
berukuran kecil dan hanya meliputi periode 3 (tiga) bulan terakhir saja. Tidak perlu
khawatir, silakan Scroll down mouse anda, dan ikuti langkah-langkah berikut ini :
Pengaturan parameter tampilan Chart pada situs www.stockcharts.com

Jika web browser anda memiliki dukungan Java Runtime Environtment, (JRE) maka
akan muncul satu jendela web browser baru, yang akan menampilkan charts anda
tersebut, dimana kali ini anda bebas menarik garis Trend Line, maupun Support dan
Resistance.
Tampilan interaktif chart pada situs www.stockcharts.com. Pada tampilan ini anda bisa menggambar
garis Trend Line, Support maupun Resistance

Kesemua Technical Indicators di atas juga bisa anda dapatkan melalui


www.stockcharts.com. Silakan anda coba buka web browser anda seperti sebelumnya,
namun kali ini, sebelum anda klik Anotate, scroll down terlebih dahulu, dan perhatikan
di bagian bawah ada pilihan untuk memasukkan Technical Indicators yang anda
inginkan20.

20
Sayangnya www.stockcharts.com memiliki keterbatasan maksimum 3 (tiga) technical indicators (oscilator) dan 3
(tiga) trend indicators yang bisa anda letakkan langsung pada Candlestick Charts anda (Overlays). Namun dalam
batas-batas tertentu, fasilitas yang disediakan stockcharts ini cukup memadai. Terlalu banyak oevrlays dan
indicators pada charts anda juga bisa membuat charts anda menjadi ruwet dan susah dianalisa. Lagipula harap
diingat bahwa fasilitas yang disediakan StockCharts di atas adalah gratis.
www.stockcharts.com menyediakan fasilitas untuk memilih Technical Indicator dan Oscillator yang
dinginkan dan akan ditampilkan pada chart.

III.8.2.2. BIGCHARTS (www.bigcharts.com)

Alternatif lainnya selain StockCharts adalah BigCharts. Untuk menggunakan fasilitas


Charts gratis dari bigcharts, ikuti langkah-langkah berikut ini :
Halaman awal situs www.bigcharts.com

Maka tampillah Charts seperti berikut ini21 :

Perhatikan website BigCharts terdiri atas tiga bagian, sebagai berikut :

21
Jika tidak tampil apa-apa pada bagian Charts, coba periksa apakah web browser anda memiliki dukungan Java.
Jika belum, plugins Java RunTime bisa anda download secara Gratis melalui website : www.java.com/getjava/
Tampilan pemilihan parameter chart pada situs www.stockcharts.com

Sampai saat ini, anda sudah mempelajari Technical Analysis. Cobalah mempraktekan
ilmu yang barusan anda pelajari melalui website-website yang menyediakan fasilitas
charting secara gratis seperti yang disebutkan dalam bab ini. Seringkali dalam
mengamati pergerakan pasar, anda akan bertanya-tanya, apa yang membuat pasar
bisa bergerak sedemikian rupa. Untuk itu, tiba saatnya kita mempelajari ..

FUNDAMENTAL ANALYSIS
BAB IV
ANALISA FUNDAMENTAL

Analisa Fundamental merupakan Analisa Pasar yang paling Vital yang harus dilakukan
sebelum anda Trade. Kesalahan umum Trader pemula adalah berusaha mencari
sesuatu yang instan (baca : cari gampang), dan celakanya segala sesuatu yang instan
ini tersedia dengan sangat mudah pada Analisa Teknikal. Namun sekali lagi harap
diingat bahwa : Bukan Charts anda yang menggerakkan Pasar, melainkan ada
berita (fundamental) tertentu yang membuat Pasar bereaksi, sehingga
menghasilkan Charts1. Analisa Teknikal kita gunakan untuk mengkonfirmasi Kondisi
Fundamental suatu asset tertentu, baik itu index, saham, forex, komoditas, atau
lainnya.

Fundamental Analysis pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua golongan utama,


yakni Macro Fundamental Analysis (meliputi Business Cycle, Intermarket Analysis), dan
Micro Fundamental Analysis (meliputi beberapa Kriteria seperti P/E, EPS, Dividend Yield,
dll).

IV.1. TINGKAT PENGANGGURAN DAN INFLASI - BUAH


SIMALAKAMANYA EKONOMI MAKRO

IV.1.1 KERUGIAN EKONOMI AKIBAT


PENGANGGURAN

Tidak ada gambaran yang lebih baik dalam


menggambarkan kejamnya tingkat pengangguran
di Amerika Serikat selain daripada The Great
Depression (1929-1933). Pada masa itu kehilangan
pekerjaan tidak saja berarti kehilangan
penghasilan, namun juga mengarah pada
terjadinya kelaparan, kedinginan, sakit, bahkan
kematian. Berikut ini adalah kutipan surat dari
seseorang mantan pekerja yang memohon
bantuan pada Gubernur Pennsylvania :
Warga US memasang iklan mencari
pekerjaan di badannya. (Sumber : Saya punya enam orang anak yang harus saya
www.barsoomfishrap.org) hidupi. Saya telah kehilangan pekerjaan sejak
satu tahun setengah. Tiga belas bulan lalu saya

1 Larry Williams Cracking The Money Code


memperoleh peringatan dari Pemilik pondokan dimana kami tinggal, jika saya tidak
membayarnya sebelum tanggal 1 Januari 1932, kami sekeluarga harus keluar, dan
kemanakah kami harus pergi di tengah musim dingin seperti ini bersama dengan anak-
anak saya? Jika Bapak bisa menolong saya, demi Tuhan, dan anak-anak saya, mohon
bantulah kami. Saya bisa melakukan pekerjaan apa saja, jika saya bisa memperolehnya
sekarang. Malam Thanksgiving hanyalah secangkir kopi pahit dan roti, dan kami sangat
bersyukur bisa mendapatkannya. Isteri saya sedang di rumah sakit saat ini. Kami tidak
punya sepatu yang bisa pergunakan; hampir tidak ada pakaian yang layak kami pakai.
Atas perhatiannya, saya sangat berterima kasih.2

IV.1.1.1. UNEMPLOYMENT INSURANCE SYSTEM (UNEMPLOYMENT BENEFIT)

Sehubungan dengan kehancuran yang


timbul akibat Great Depression 1929-
1933, adalah Negara Bagian Wisconsion
yang pertama kali pada tahun 1932,
mengemukakan gagasan tentang
perlunya suatu Unemployment
Insurance System (Asuransi
Pengangguran). Kini semua negara
bagian di AS memiliki Unemployment
Insurance (Asuransi Pengangguran).
Melalui Social Security Act 19353,
Pemerintah Federal AS, secara efektif
berhasil membuat seluruh negara
bagian memberlakukan program Warga US antri donut dan kopi. (Sumber :
perlindungan terhadap pengangguran. www.tribbleagency.com)

Kendatipun kini telah ada Unemployment Insurance System, atau yang lebih dikenal
dengan sebutan Unemployment Benefit atau Jobless Claim, namun tetap saja tingginya
tingkat pengangguran dapat memicu berbagai problem psikologis, mulai dari problem
rumah tangga, bunuh diri, maupun kriminalitas. Berbagai studi bahkan menunjukkan
adanya korelasi yang cukup signifikan antara tingginya jumlah pengangguran dengan
tingkat kriminalitas.

2 Diterjemahkan dari Buku Brother, Can You Spare a Dime? The Great Depression 1929-1933, karya Milton
Meltzer, halaman 103.
3 Unemplyment Insurance System, adalah salah satu tameng yang dibuat oleh Pemerintah AS sejak tahun

1933 guna mencegah terjadinya kembali The Great Depression.


IV.1.1.2. KERUGIAN EKONOMI ATAS TINGGINYA JUMLAH PENGANGGURAN

Unemployment insurance, sesuai dengan namanya insurance / program asuransi,


tidak akan pernah bisa mencegah terjadinya kehancuran (akibat resesi), program
asuransi hanyalah bisa meratakan beban akibat kehancuran yang ada pada semua
orang.

Bayangkan suatu asuransi mobil. Jika seseorang mobilnya dilindungi oleh asuransi,
dimana suatu ketika yang bersangkutan mengalami kecelakaan. Si pemilik mobil
mungkin akan mengalami kerugian ekonomis kecil, karena sebagian besar kerugian
yang ada ditutup oleh perusahan asuransi. Pertanyaannya adalah dari mana uang untuk
menutup kerugian tersebut berasal? Tentunya Perusahan Asuransi tidak bisa menyulap
uang untuk membayar kerusakan yang terjadi. Melainkan mereka harus membayarnya
dari pemegang polis yang lain, yang senantiasa membayar premi asuransi namun tidak
mengalami kecelekaan. Dengan demikian kerusakan satu mobil akibat kecelakaan
sebesar Rp. 10.000.000,- misalnya ditutup oleh pembayaran premi asuransi dari 20
(dua pulung) pemegang polis asuransi lainnya, yang membayar Rp. 500.000,-
setahunnya. Namun demikian tetap saja ada kerusakan yang terjadi, lampu, bemper,
kaca depan, spion, baik material maupun tenaga kerja yang telah dikeluarkan tetap saja
lenyap.

Suatu Polis Asuransi TIDAK AKAN BISA mencegah terjadinya KERUGIAN RIIL atas suatu
barang dan / atau jasa. Hal yang sama juga terjadi pada Unemployment Insurance /
Benefit. Seluruh tenaga kerja dan pemberi kerja di AS membayar membayar premi
asuransi dalam bentuk pajak yang ditarik pemerintah melalui Pajak Penghasilan. Ketika
terjadi pengangguran, maka Unemployment Insurance hanya memeratakan biaya
ekonomis yang timbul akibat pengangguran pada seluruh masyarakat. Namun
Unemployment Insurance tidak bisa meniadakan biaya ekonomis yang timbul.

Ketika ekonomi tidak sanggup menyerap jumlah tenaga kerja yang ada, negara
kehilangan berbagai sumber berharga. Hitung saja berapa jumlah tenaga kerja yang
seharusnya bisa menyumbangkan tenaganya untuk berkarya / berproduksi, hitung
berapa banyak mesin dan kapasitas produksi yang terbengkalai, karena pabrik-pabrik
tutup, dan akibatnya sudah jelas, penurunan total output barang dan jasa (GDP).
IV.1.2 KERUGIAN EKONOMI AKIBAT INFLASI

IV.1.2.1. INFLASI dan SUKU BUNGA

Mana yang lebih mahal, meminjam uang dengan bunga 6% ataukah meminjam uang
dengan bunga 14%? Pertanyaan diatas kelihatannya sangat mudah untuk dijawab,
namun sesungguhnya, tidaklah demikian.

Pada sekitar tahun 1960-an, Bank-bank di AS mengucurkan dana pinjaman (KPR) pada
pembeli rumah, pada tingkat suku bunga 6% setahun. Dua puluh tahun kemudian,
tingkat suku bunga ini telah naik menjadi 14%. Namun para ekonom akan mengatakan
bahwa sesungguhnya lebih murah meminjam uang di tahun 1980 (14%) dibandingkan
tahun 1960 (6%). Kok bisa ?

Mari kita analisa contoh kasus diatas satu per satu. Misalkan seseorang meminjam USD
100.- di tahun 1980 dengan tingkat suku bunga = 14% per tahun sementara tingkat
inflasi = 12%. Pada akhir tahun, ia harus mengembalikan pinjamannya sebesar USD
114.- (termasuk bunga). Dengan demikian Pihak yang meminjamkan, akan menerima
USD 100.- ditambah bunga USD 14.-. Namun berhubung tingkat inflasi = 12% setahun
maka, ia kehilangan daya beli uangnya sebesar USD 12.-, sehingga sesungguhnya
Pihak yang meminjamkan hanya memperoleh keuntungan USD 2.- dari uang yang ia
pinjamkan atau dengan kata lain hanya 2% saja.

Sementara itu, seseorang yang meminjam USD 100.- di tahun 1960, akan
mengembalikan USD 100.- plus bunga USD 6.- di akhir tahun pertama kepada si pemilik
modal. Dengan tingkat inflasi hanya 1% per tahun maka si Pemilik Modal memperoleh
keuntungan USD 5.- atau 5% keuntungan bersih atas uang yang ia pinjamkan.

IV.1.2.2. SUKU BUNGA NOMINAL vs SUKU BUNGA RIIL

Secara umum bisa dikatakan bahwa ketika Inflasi bergerak naik, maka peminjam uang
akan lebih diuntungkan, karena ia harus mengembalikannya kelak ketika nilai uang
sudah bertambah turun dibandingkan ketika ia meminjamnya pertama kali.

Ketika INFLASI bergerak naik, PEMINJAM lebih diuntungkan,


karena ketika ia harus mengembalikannya, nilai riil uang sudah
turun dibandingkan pada saat ia meminjamnya dulu.

Misalkan suatu ketika, Si A ingin berhutang pada Si B sebesar USD 1,000.-, jika
keduanya memiliki prediksi bahwa inflasi akan naik 6% tahun depan, maka Si B akan
berpikir bahwa jika ia meminjamkan uangnya pada si A, maka sekurang-kurangnya dia
akan meminjamkannya dengan bunga sebesar 4% diatas tingkat inflasi saat ini, atau
dengan kata lain ia hanya akan bersedia meminjamkan uangnya dengan bunga minimal
10% per tahun. Sementara itu si A juga berpikir bahwa jika inflasi = 0% ia akan
bersedia membayar bunga 4% kepada si B atas uang yang dipinjamnya dari si B, maka
tentunya ia hanya akan bersedia membayar bunga sebesar 4% diatas tingkat inlasi
alias 10% per tahunnya. Sehubungan denga itu akhirnya keduanya sepakat untuk
menetapkan suku bunga 10% per tahun.

Dari contoh diatas, suku bunga 4% yang disepakati oleh keduanya (bilamana Inflasi =
0%) disebut Suku Bunga Riil, karena itulah sesungguhnya keuntungan yang diterima
oleh si Pemilik Modal. Sementara suku bunga sebesar 10% yang disepakati keduanya,
disebut Suku Bunga Nominal.

Jika Inflasi ternyata sesuai perkiraan, maka dalam hal ini kedua belah pihak tidak ada
yang diuntungkan, dan tidak ada yang dirugikan. Sementara jika Inflasi ternyata lebih
tinggi dari perkiraan, maka Pemilik Modal akan dirugikan, sementara Peminjam akan
lebih diuntungkan. Begitu pula sebaliknya jika Inflasi ternyata lebih rendah dari
perkiraan, maka Pemilik Modal akan diuntungkan, sementara Peminjam akan dirugikan.
Ketahuilah bahwa sungguh bukanlah suatu tugas yang mudah untuk memprediksi
tingkat inflasi.

IV.1.2.3. INFLASI DAN SISTEM PERPAJAKAN

Jadi salah satu biaya ekonomis


yang timbul akibat inflasi adalah
dikarenakan demikian sulitnya
memprediksi tingkat inflasi. Yang
kedua adalah masalah
perpajakan. Semua sistem
perpajakan yang berlaku adalah
sistem yang sesungguhnya
didesain untuk suatu kondisi
ekonomi bebas inflasi, dimana
sistem ini tidak akan bekerja
dengan baik pada saat inflasi
demikian tingginya.
Kantor IRS Sumber : www.film.dc.gov.

Sistem perpajakan yang ada hanya diperhitungkan terhadap Suku Bunga Nominal, dan
tidak pernah memperhitungkan Suku Bunga Riil. Untuk lebih jelasnya mari kita kembali
pada contoh di atas :

Ketika Inflasi = 0%, Si A berhutang pada Si B sebanyak USD 1,000.-, dimana kedua
belah pihak sepakat untuk menetapkan suku bunga sebesar 4% per tahunnya (Suku
Bunga Nominal = 4%). Dengan demikian maka si B berhak atas bunga sebesar USD
40.-. Atas bunga yang diperolehnya ini, si B dikenakan pajak penghasilan sebesar 50%
dari yang diterimanya atau sebesar USD 20.-. Penghasilan Bersih si B sesudah dipotong
pajak adalah USD 20.- atau 2% dari USD 1,000.- yang ia pinjamkan. Tingkat pajak
efektif si B dengan demikian adalah 50% dari pendapatan riil yang ia terima (USD 40.-).

Sekarang mari kita lihat jika Inflasi = 6%, maka keduanya sepakat atas Suku Bunga
Nominal sebesar 10% per tahun. Si B memperoleh bunga USD 100.- dimana ia harus
membayar Pajak Penghasilan sebesar USD 50.-. Dengan demikian ia hanya
memperoleh bunga efektif sebesar USD 50.- (pendapatan bersih sesudah dipotong
pajak) dikurangi USD 60.- (karena Inflasi) = - USD 10.-. Dengan demikian pendapatan
riil si B sekarang adalah USD 10.-. Tingkat suku bunga riil yang diterimanya sesudah
dipotong pajak adalah -1%! Tingkat pajak efektif yang dibayarnya adalah USD 50.-
terhadap pendapatan riil yang diterimanya yakni USD 40.- = 125% !

Perhatikan bahwa problem serupa juga terjadi pada pajak atas dividen, keuntungan
perusahan, dan lain-lain. Banyak ekonom yang melihat bahwa tingginya tingkat inflasi
akan cenderung men-discourage tingkat simpan pinjam, investasi, dan bahkan pada
akhirnya berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

IV.1.2.4. INFLASI TERKENDALI vs LONJAKAN INFLASI

Pada bagian awal telah dijelaskan bahwa


sesungguhnya jika tingkat inflasi mudah
diprediksi, maka hal ini tidak akan
memberikan pengaruh apa-apa, karena baik
peminjam maupun pemilik modal tidak ada
yang dirugikan ataupun diuntungkan.
Pertanyaannya adalah bilamanakah inflasi
menjadi paling mudah diprediksi ? Jawabnya
adalah bila tingkat inflasi dari tahun ke tahun
tetap sama alias tingkat inflasi stabil (baca :
terkendali). Adalah tugas Bank Sentral di
negara masing-masing untuk menjaga
stabilitas tingkat inflasi dari tahun ke tahun.

Pada tahun 1920-an, Anak-anak Jerman ini


membangun rumah-rumahan dari Uang
Kertas Jerman, dimana nilainya tidak lebih
dari pasir atau bata yang digunakan anak-
anak di belahan dunia lainnya Sumber :
http://www.bitsofnews.com.
Selain daripada itu Inflasi bisa berkembang ke arah lonjakan inflasi alias tak terkendali,
dimana inflasi bergerak naik secara sangat luar biasa signifikan hanya dalam waktu
singkat. Sejarah mencatat, Jerman sesudah Perang Dunia I, mengalami Inflasi paling
parah yang pernah ada dalam sejarah dunia. Harga barang-barang melonjak 140% di
tahun 1921 dan mengalami lonjakan super dahsyat 4100% di tahun 1922. Pada tahap
ini lonjakan inflasi ini sudah benar-benar tidak terkendali dan pada Bulan Desember
1922 November 1923 harga barang-barang (Wholesale Price) di Jerman naik hingga
100 juta persen!

Ingin tahu Hyper-Inflation yang jauh lebih


dahsyat lagi ? Yang satu ini sering disebut-
sebut sebagai Raja-nya Hyper-Inflation,
yakni Hyper-Inflation yang terjadi di
Hungaria antara tahun 1945-1946, dimana
dalam setahun tingkat inflasi rata-rata
mengalami kenaikan sebanyak 20.000
persen, dan pada bulan yang terakhir,
harga barang-barang sudah mengalami
kenaikan hingga 42 kuadrilliun persen!

Orang disebelah sibuk menyapu Uang


kertas Hongaria yang berserakan di jalan
Sumber : http://en.wikipedia.org

Uang kertas pecahan 1 Millyar Pengo


Sumber : http://en.wikipedia.org
Ingin tahu pecahan terbesar mata uang yang pernah ada di dunia? Gambar diatas ini
adalah Pecahan satu juta milyar Pengo alias 100 kuintilyun (1020) Pengo Sumber :
www.3833.com.

Rekor Hyper-Inflation Hongaria yang sering disebut-sebut sebagai Raja-nya Hyper-


Inflation, ternyata berhasil dipecahkan pada tahun 2008 oleh Zimbabwe.

Hyper-Inflation yang paling terakhir terjadi di Zimbabwe, dimana pada bulan Juni 2007
tingkat inflasi disana telah mencapai 11.000%. Pada tanggal 5 Mei 2008, Bank Sentral
Zimbabwe menerbitkan uang baru pecahan ZWD 100 juta dan ZWD 250 juta. Sepuluh
hari kemudian, pada tanggal 15 Mei diterbitkan denominasi ZWD 250 juta. Lima hari
kemudian, pada tanggal 20 Mei, diterbitkan denominasi ZWD 5 Milyar, ZWD 25 Milyar,
dan ZWD 50 Milyar. Sebagai tambahan pada tanggal 21 Juli, diterbitkan ZWD 100
Milyar. Sementara itu inflasi telah melampaui 2.200.000% dimana beberapa analis
mengestimasi suatu angka yang melampaui 9 juta persen. Pada awal November 2008,
inflasi ternyata telah mencapai 516 kuintilyun persen dengan inflasi bulanan rata-rata
13,2 milyar persen, jauh lebih besar dibandingkan inflasi Hongaria (1945-1946).
Pada bulan Januari 2009, Zimbabwe menerbitkan denominasi ZWD 100 Triliun
Sumber : http://en.wikipedia.org.
Demikianlah dua momok besar Makro Ekonomi, DEPRESI (Tingkat Pengangguran luar
biasa tinggi) di satu sisi, dan HYPER-INFLATION (Lonjakan Inflasi tak terkendali) di sisi
lainnya. Adalah tugas Bank Sentral (The Fed) dan Pemerintah untuk menjaga
pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran di satu sisi, sembari
tetap menjaga stabilitas tingkat inflasi di sisi lainnya. Seringkali disebut buah
simalakama, karena kebijakan moneter yang dilakukan Bank Sentral (The Fed) untuk
menanggulangi yang satu hampir selalu membawa efek negatif pada yang lainnya.

Jika ditelusuri lebih jauh lagi, pertumbuhan ekonomi selalu bergerak bolak balik
diantara kedua kutub inflasi dan resesi ini. Ingin tahu detail siklus ini secara lebih
mendalam? Ikuti penjelasannya dalam bab berikut ini : Siklus Bisnis.
IV.2. ANALISA MAKRO FUNDAMENTAL
IV.2.1. SIKLUS BISNIS
Dalam bukunya yang berjudul Business Cycle, Joseph Schumpeter mengkombinasikan
apa yang diyakininya sebagai 3 (tiga) siklus yang paling dominan, yakni Kondratieff,
Juglar, dan Kitchin menjadi sebuah siklus jangka panjang.

IV.2.1.1. SIKLUS JANGKA PANJANG (KONDRATIEFF


WAVE)

Pada tahun 1920, Pemerintah Komunis Rusia,


menugaskan seorang ahli ekonomi Rusia bernama
Nikolai Kondratieff untuk melakukan riset ilmiah guna
membuktikan bahwa Ideologi Kapitalisme tidak
mungkin berhasil. Hasil riset Kondratieff, menunjukkan
bahwa ternyata System Kapitalisme, bukan saja jauh
dari dugaan tidak mungkin berhasil. Malahan System
Kapitalisme terbukti mempunyai kemampuan untuk
pembersihan (cleansing) dan pembaharuan (renew),
dan kemudian berkembang menjadi lebih kuat. Atas
kesimpulannya yang sangat berani, dan jujur ini,
Pemerintah komunis Rusia menghadiahi Kondratieff
Kerja Paksa seumur hidup di Kamp Siberia.
Prof. Nikolai Dmyitriyevich
Kondratyev (or Kondratieff)

Dalam perkembangan selanjutnya, hasil riset Nikolai Kondratieff memberikan sebuah


dasar pemahaman yang sangat kuat untuk memahami berbagai kejadian siklus
ekonomi global termasuk siklus naik turunnya Bursa Global yang seringkali mengalami
suatu perubahan yang sangat dramatis. George Soros sendiri menyebutnya dengan
istilah Boom-Bust Cycle untuk menggambarkan ekstrem-nya perubahan yang dapat
terjadi di Pasar Modal.

Dari hasil observasinya, Nikolai Kondratieff mengemukakan bahwa ekonomi kapitalis


memiliki siklus jangka panjang yang memakan waktu 50 54 tahun per siklus. Siklus ini
ditandai dengan adanya suatu gelombang pasang surut aktivitas bisnis, yang diawali
dengan berbagai penemuan baru serta perkembangan teknologi. Siklus tersebut juga
ditandai dengan pergerakan jangka panjang pada harga-harga dan tingkat suku bunga,
sehubungan dengan pertarungan antara kekuatan inflasi dan kekuatan deflasi.
Selanjutnya, menurut Kondratieff satu business cycle terdiri atas 3 (tiga) fase, yakni :
IV.2.1.1.1 UPWAVE PERIOD
Upwave, berlangsung sekitar 15 20 tahun dan biasanya disertai dengan diadopsinya
berbagai teknologi baru yang ditemukan pada siklus sebelumnya. Sebagai akibatnya,
terjadilah peningkatan pada aktifitas ekonomi akibat adanya perkembangan teknologi,
serta pulihnya kepercayaan bisnis. Kesemuanya ini secara umum bisa meningkatkan
taraf hidup masyarakat pada akhirnya.

Namun ini semua juga berakibat terjadinya peningkatan akan bahan baku dan tenaga
kerja, dan ini berakibat menigkatnya harga barang-barang dan jasa, alias inflasi.

PERTUMBUHAN EKONOMI selalu disertai dengan


NAIKNYA INFLASI

Ketika INFLASI bergerak naik, PEMINJAM lebih diuntungkan, karena ketika ia harus
mengembalikannya, nilai riil uang sudah turun dibandingkan pada saat ia meminjamnya
dulu. Pada periode ini, pelaku bisnis, pengusaha pada umumnya, mulai berbondong-
bondong meningkatkan pinjamannya dan mencapai puncaknya ketika sistem sarat
dengan hutang.

Pada periode menjelang akhir Upwave Period, biasanya juga disertai dengan
banyaknya keputusan ekspansi besar-besaran yang didasarkan atas hutang, karena
pada umumnya kebanyakan orang (pengusaha) mendasari keputusannya hanya
didasarkan atas cemerlangnya pertumbuhan bisnis yang terjadi di tahun sebelumnya,
dan menggunakannya sebagai asumsi untuk target masa yang akan datang. Sebagai
akibatnya, titik puncak Upwave Period juga ditandai dengan adanya kelebihan Kapasitas
Produksi, terutama pada sektor-sektor pertambangan dan energi, yang biasanya paling
diuntungkan memasuki tahap-tahap akhir periode Upwave ini.

TITIK PUNCAK Upwave Period ditandai dengan adanya


kelebihan Kapasitas Produksi, terutama pada sektor-sektor
Pertambangan dan Energi

Pada kenyataannya, perkembangan ekonomi terdiri atas berbagai sektor industri yang
seringkali bergerak ke arah yang berbeda satu dengan yang lainnya. Contoh klasik
sehubungan dengan ini misalnya : Guna mengendalikan kenaikan inflasi, Bank Sentral
memberlakukan kebijakan pengetatan uang (Tight Money Policy), yakni dengan cara
menaikkan tingkat suku bunga. Pada tahap ini, industri komoditas, seperti
pertambangan maupun perkebunan cenderung masih bisa berkembang. Namun industri
yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, properti misalnya, merupakan sektor
pertama yang biasanya mengalami penurunan. Demikian pula sebaliknya ketika
keseluruhan aktifitas bisnis masih mengalami penurunan, properti adalah sektor
pertama yang mencapai dasar, dan mulai rebound.

IV.4.2.1.1.2 DOWNWAVE PERIOD


Downwave juga berlangsung sekitar 15 hingga 20 tahun, dan biasanya dipicu oleh kian
bertambahnya problem kredit (hutang) macet. Periode ini juga seringkali diasosiasikan
dengan adanya tren penurunan harga komoditas serta pemangkasan tingkat suku
bunga, sejalan dengan meningkatnya ancaman deflasi dan bertambahnya
pengangguran akibat kelebihan kapasitas produksi yang tidak tersalurkan.

Downwave ditandai dengan meningkatnya ancaman deflasi /


resesi, dan bertambahnya pengangguran, akibat kelebihan
kapasitas produksi. Periode ini juga diasosiasikan dengan
Pemangkasan TINGKAT SUKU BUNGA serta Tren PENURUNAN
HARGA-HARGA KOMODITAS.

IV.4.2.1.1.3 THE PLATEAU PERIOD


Seringkali juga disebut sebagai Middle Phase, yakni merupakan suatu fase perantara,
sesudah Upwave, dan sebelum Downwave. Plateau Period, adalah suatu periode
dimana seringkali disebut-sebut sebagai periode pertumbuhan ekonomi yang langgeng.
Pada pertengahan 1990-an sempat populer suatu istilah Goldilocks Economy4, yakni
suatu kondisi dimana ekonomi bertumbuh secara perlahan tapi pasti. Seringkali
berbagai kebijkan moneter yang diluncurkan oleh Bank Sentral tidak lain hanyalah
memperpanjang Plateau Period ini. Namun kesemuanya ini tidak berlangsung lama,
ketika overcapacity sudah demikian kronisnya, sementara kredit macet yang
terakumulasi pada periode sebelumnya tidak lagi bisa dipertahankan, maka dimulalilah
Downwave Period

4 Goldilocks Economy = A term developed in the mid 1990s to describe the positive performance of the
economy as not too hot (causing inflation), not too cold (recession), just right. dari Financial Dictionary
Copyright 2004 Campbell R. Harvey.
Business Cycle Diagram (Sumber Lumen Options Workbook)

Catatan : Dalam era Bernanke, guna mencegah Ekonomi jatuh ke fase Resesi Deflasi,
The Fed telah mulai memangkas suku bunga sejak sebelum terjadinya Resesi. The Fed
pertama kali memangkas suku bunga Discout Rate 50 bps di luar jadwal FOMC, yakni
pada tanggal 16 Agustus 2007, dan pertama kali memangkas Fed Fund Rate 50 bps
menjadi 4.75% pada FOMC 18 September 2007.

Patut diingat bahwa Kondratieff melakukan obeservasinya pada tahun 1920-an, dan
pada saat itu berhasil mengidentifikasi dua siklus penuh pasang surut pertumbuhan
ekonomi AS. Kendatipun perkembangan siklus ekonomi selanjutnya secara umum
menunjukkan banyak kesesuaian dengan teori ini, namun tetap saja diperlukan analisa
yang lebih teliti dan mendalam. Banyak perubahan kebijakan ekonomi yang terjadi
terutama sesudah The Great Depression 1929-1933. Unemployement Insurance
misalnya, adalah produk perundang-undangan yang justru lahir sebagai reaksi
Pemerintah AS setelah kejadian The Great Depression.

Reaksi The Fed dalam mengkontrol arus likuiditas saat ini juga berbeda. The Fed
sekarang (era Bernanke) tidak lagi menunggu hingga terjadinya resesi / tanda-tanda
deflasi, namun jauh sebelum itu The Fed sudah mulai melakukan pemangkasan suku
bunga.

Kondratieff Wave in action Beberapa kalangan Market Analyst membagi Kondratieff


Wave menjadi 4 (empat) musim yakni : Kondratiev Spring (improvement plateau),
Summer (acceleration prosperity), Kondratiev Fall (recession plateau) dan Winter
(acceleration depression) pada periode downwave Sumber :
http://www.oextradingresources.com
IV.2.1.2. SIKLUS EMPAT TAHUNAN KITCHIN
CYCLE

Kitchin Cycle juga lebih populer dikenal dengan sebutan Presidential Cycle kerena
mengambil jangka waktu 4 (empat) tahunan, yang tidak lain merupakan masa jabatan
seorang Presiden AS.

Pada kenyataannya, siklus ekonomi terdiri atas pergerakan berbagai sektor dan industri
yang berbeda, yang bergerak ke arah yang berbeda. Dengan naiknya suku bunga,
sektor yang sensitif terhadap suku bunga akan terkena dampaknya terlebih dahulu. Itu
sebabnya pada fase resesi, sektor perumahan adalah yang biasanya terpukul terlebih
dahulu. Namun demikian, seringkali juga, sektor perumahan adalah sektor yang paling
pertama mencapai dasar, biasanya ketika aktifitas bisnis masih mengalami kontraksi. Di
lain pihak, sektor-sektor yang terkait komoditas, seperti pertambangan dan
perkebunan, biasanya masih bisa bertumbuh pada periode awal fase resesi.

Dalam bukunya yang berjudul The Right Stock at The Right Time, Larry Williams
mengemukakan temuannya yang benar-benar membuka wawasan, sehubungan
dengan siklus empat tahunan sebagai berikut :

S&P500 Index 1941 1968 : Four Year Presidential Cycle Sumber : Trade Navigator.
S&P500 Index 1967 - 1988 : Four Year Presidential Cycle. Perkecualian terjadi pada
1986, dimana Major Correction terjadi setahun berikutnya, yakni 1987, dimana terjadi
Stock Market Crash terbesar sepanjang sejarah, yang dikenal dengan sebutan Black
Monday. (Sumber : Trade Navigator)

S&P500 Index 1983 - 2009 : Four Year Presidential Cycle. (Sumber : Trade Navigator)
PELUANG 2010 :

Mari kita lihat kenyataan di atas; setiap empat tahun sekali kita menemukan Market
Bottom. Yang terakhir adalah tahun 2006. Kendatipun tidak se-dramatis Market Bottom
tahun 2002, namun pertengahan tahun 2006 adalah major buy point terakhir hingga
S&P500 mencapai titik tertingginya di tahun 2007 dan mulai bearish di akhir 2007
hingga sekarang (2009).

S&P500 Index 2006 2007 Sumber : Trade Navigator

Jika kita tambahkan 2006 dengan empat tahun maka, kita menemukan tahun 2010.
Jika tahun 2002 adalah akhir Bear Market yang dimulai sejak tahun 2000 (Nasdaq Buble
Burst), maka 2010 bisa jadi memberikan peluang terjadinya bottom Bear Market yang
dimulai sejak akhir 2007 ini (Credit Crunch).

Berdasarkan fenomena di atas, maka tahun-tahun selanjutnya, 2010, 2014, 2018,


2022, 2026, 2030, 2034, 2038, 2042, 2046, dan seterusnya, menyimpan potensi
akan adanya major market bottoms (Buy Point).
IV.2.2. BERBAGAI BERITA EKONOMI YANG
MEMPENGARUHI PASAR

Semua Trader/Investor Professional (Ekuitas, Bonds, Komoditas, Forex, serta derivatif)


senantiasa memantau berada pada tahap manakah siklus ekonomi saat ini, serta akan
mengarah kemanakah perkembangan situasi dan kondisi ekonomi yang akan datang.
Guna memantau kesemuanya itu, kita memantau berbagai indikator ekonomi serta
berita-berita ekonomi yang diumumkan secara berkala.

Ada 3 (tiga) kelompok besar berita ekonomi yang senantiasa menjadi pusat perhatian
investor maupun trader profesional, dan memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan
pasar, yakni :

1. INDIKATOR PERTUMBUHAN EKONOMI AS

Terdiri atas 4 (empat) kategori utama, yakni :


EMPLOYMENT
Terdiri atas 3 (tiga) indikator, yakni :
Initial Claims / Jobless Claim,
Unemployment Rate, dan
Non Farm Payroll

CONSUMER SPENDING & CONFIDENCE, terdiri dari :


Consumer Confidence,
Personal Income dan Spending,
Retail Sales serta Retail Sales ex Auto

HOUSING & CONSTRUCTION


Housing Startsm & Building Permits,
Existing Home Sales
New Home Sales

NATIONAL OUTPUT & INVENTORIES


GDP
Industrial Production,
Durable Goods Order,
ISM Manufacturing Index, dan
ISM Non Manufacturing (Service) Index,

2. INDIKATOR INFLASI AS

Tingkat inflasi AS biasanya dipantau dengan menggunakan kedua indikator inflasi


berikut ini :
PRODUCER PRICE INDEX (PPI), dan
CONSUMER PRICE INDEX (CPI)

3. PERNYATAAN, TESTIMONY, SERTA KEPUTUSAN THE


FED

Ada 3 (tiga) berita yang perlu diamati yakni :


Fed Chairman Speaks, meliputi pernyataan serta testimony seorang Fed
Chairman di depan Kongres / Senat,
Fed Beige Book,
FOMC (Federal Open Market Committee).
IV.2.2.1. INDIKATOR PERTUMBUHAN EKONOMI AS

IV.2.2.1.1. EMPLOYMENT NUMBER

INITIAL CLAIMS / JOBLESS BENEFITS


Dampak ke market : Tinggi

Definisi : mencatat jumlah orang baru yang mengajukan asuransi pertanggungan


untuk pengangguran (jobless claims).

Jam Keluar : 8.30 AM (ET) hari Rabu untuk setiap minggu.

Frekuensi : 1 minggu.

FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH


Pada awal-awal pertumbuhan, dimana Inflasi Rendah, maka Peningkatan Initial Claims
(Penurunan Tenaga Kerja) dipandang sebagai indikasi belum stabilnya pertumbuhan
ekonomi, sehingga Peningkatan Initial Claims pada fase ini dapat memberikan respons
pasar sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Demikian pula sebaliknya penurunan Initial Claims (Peningkatan Jumlah Tenaga Kerja),
akan direspons Pasar sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE PERTUMBUHAN, INFLASI TINGGI, THE FED = INFLATION


FIGHTER
Ketika ekonomi sedang berada pada fase bertumbuh, dimana inflasi menjadi ancaman,
maka peranan The Fed adalah sebagai Inflation Fighter, peningkatan Initial Claims
(yang berarti Penurunan Tenaga Kerja) berarti penurunan Consumer
Spending, dan ini juga berarti menurunnya tekanan inflasi . Dengan demikian
pasar merespons kemungkinan kecil bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga guna
meredam inflasi. Akibatnya reaksi pasar adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR


Demikian pula sebaliknya penurunan Initial Claims (Peningkatan Jumlah Tenaga Kerja),
akan direspons Pasar sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Sebaliknya ketika ekonomi sedang dilanda resesi atau bahkan deflasi, dimana peranan
The Fed adalah sebagai Recession Fighter, maka The Fed melakukan pemangkasan
suku bunga secara agresif. Ketika Fed Fund Rate telah dipangkas mendekati 0 (Nol),
investor pasar modal sangat menantikan adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi,
yang ditandai dengan menurunnya jumlah pengangguran / menurunnya Iniial Claims.
Akibatnya peningkatan Initial Claims berarti usaha The Fed belum
menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, sehingga reaksi pasar yang terjadi
adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

MENGAPA KETIKA EKONOMI AS MEMBURUK, US DOLLAR


JUSTRU MENGUAT ?
Ketika The Fed berperan sebagai Recession Fighter, dimana The Fed sudah
memangkas suku bunga mendekati 0 (Nol) maka, semakin memburuknya
perekonomian AS akan berdampak semakin memburuknya perekonomian
negara-negara yang lain, dan ini berarti penurunan suku bunga pada Bank
Sentral yang lain - sementara AS sendiri sudah memangkas hingga
mendekati 0 (Nol) - mengakibatkan mata uang EUR, GBP, AUD, NZD
melemah terhadap USD.

Jika upaya The Fed ternyata menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, yakni dengan
adanya penurunan Initial Claims (Penurunan Jumlah Pengangguran), maka reaksi pasar
yang terjadi adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR


UNEMPLOYMENT RATE
Dampak ke market : Sangat Tinggi

Definisi : Jumlah angka tingkat pengangguran di US

Jam Keluar : 8.30 AM (ET) diumumkan pada hari Jumat pertama pada awal bulan untuk
setiap bulan.

Frekuensi : 1 bulan

Grafik historical tingkat penggangguran mulai bergerak naik pada Bulan Mei 2008,
menunjukkan kondisi tenaga kerja AS, dimana terjadinya mass layoff (pemecatan
massal) masih berlanjut Sumber : Lumen Financial Navigator 2.
Dow Jones Index tahun 2007 2009 Sumber : Trade Navigator.
Berhubung tingkat pengangguran berbanding lurus dengan initial claims, maka reaksi
pasar yang terjadi adalah sama seperti yang terjadi pada Initial Claims, yakni :

FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH


Pada awal-awal pertumbuhan, dimana Inflasi Rendah, maka Peningkatan Angka
Pengangguran dipandang sebagai indikasi belum stabilnya pertumbuhan ekonomi,
sehingga Peningkatan Angka Pengangguran pada fase ini dapat memberikan respons
pasar sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Demikian pula sebaliknya penurunan tingkat pengangguran, akan direspons Pasar


sebagai pertanda pulihnya kondisi ekonomi yang semakin membaik.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER


Pada Fase ini, Inflasi sudah menjadi momok bagi The Fed. Dimana Peningkatan
Unemployment Rate (Peningkatan Tingkat Pengangguran) = Penurunan Jumlah Tenaga
Kerja = Penurunan Tekanan Inflasi. Akibatnya reaksi pasar adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Penurunan Unemployment Rate (Penurunan Tingkat Pengangguran) = Peningkatan


Jumlah Tenaga Kerja = Penurunan Tekanan Inflasi. Akibatnya reaksi pasar adalah
sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Peningkatan Unemployment Rate = Peningkatan Jumlah Pengangguran = Resesi
bertambah parah, upaya The Fed belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya jika upaya The Fed ternyata menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, yakni
dengan adanya penurunan Unemployment Rate (Tingkat Pengangguran), maka reaksi
pasar yang terjadi adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

NON FARM PAYROLL


Dampak ke market : Sangat Tinggi

Definisi : Menunjukkan perubahan dari jumlah orang yang bekerja pada bulan lalu,
tanpa industri pertanian.

Jam Keluar : 8.30 AM (ET) diumumkan pada hari Jumat Pertama pada awal bulan untuk
setiap bulan.

Frekuensi : 1 bulan
Non Farm Payroll juga mengalami penurunan drastis - Sumber : Lumen Financial
Navigator 2.

FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH


Pada awal-awal pertumbuhan, dimana Inflasi Rendah, maka Peningkatan Non Farm
Payroll adalah berita yang sangat bagus bagi investor Pasar Modal. Naiknya Non Farm
Payroll merupakan konfirmasi bahwa Ekonomi SUDAH MULAI pulih dan bergerak ke
arah yang sehat.

BONDS STOCKS DOLLAR

Demikian pula sebaliknya penurunan Non Farm Payroll, akan direspons Pasar sebagai
pertanda masih belum stabilnya kondisi ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER


Peningkatan Non Farm Payroll = Peningkatan Tenaga Kerja = Inflasi semakin tinggi.
Akibatnya reaksi pasar adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Penurunan Unemployment Non Farm Payroll = Penurunan Jumlah Tenaga Kerja =


Penurunan Tekanan Inflasi. Akibatnya reaksi pasar adalah sebagai berikut :
BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Peningkatan Non Farm Payroll = Peningkatan Tenaga Kerja = Pasar menemukan
harapan bahwa upaya The Fed mulai menghasilkan tanda-tanda pemulihan ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya jika Non Farm Payroll semakin terpuruk, maka itu berarti upaya The Fed
selama ini belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Akibatnya, reaksi pasar
menjadi :

BONDS STOCKS DOLLAR

IV.2.2.1.2. CONSUMER SPENDING & CONFIDENCE

CONSUMER CONFIDENCE
Dampak ke market : Sedang, tapi bisa Tinggi pada perubahan fase dalam ekonomi

Definisi : melaporkan bagaimana pendapat konsumen mengenai jobs, ekonomi dan


pengeluaran.

Jam Keluar : 10 AM (ET) diumumkan Selasa terakhir dari bulan.

Frekuensi : 1 bulan.

FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER


Peningkatan Consumer Confidence = Inflasi semakin tinggi. Akibatnya reaksi pasar
adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Penurunan Consumer Confidence = Penurunan Tekanan Inflasi. Akibatnya reaksi pasar


adalah sebagai berikut :
BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Peningkatan Consumer Confidence = Pasar menemukan harapan bahwa upaya The Fed
mulai menghasilkan tanda-tanda pemulihan ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya jika Consumer Confidence semakin terpuruk, maka itu berarti upaya The Fed
selama ini belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Akibatnya, reaksi pasar
menjadi :

BONDS STOCKS DOLLAR

PERSONAL INCOME DAN SPENDING


Dampak ke market : Sedang

Definisi : Melaporkan pendapatan yang diterima warga Amerika, berapa banyak yang
mereka konsumsi, dan berapa yang ditabung.

Jam Keluar : 8.30 A.M (ET) data dipublikasikan 4 / 5 minggu setelah laporan terakhir.

Frekuensi : 1 bulan

FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH


Peningkatan Personal Income menunjukkan peningkatan aktifitas bisnis, dengan
demikian merupakan pertanda bahwa pertumbuhan ekonomi semakin stabil, sementara
The Fed belum mengkhawatirkan ancaman inflasi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya penurunan Personal Income menunjukkan pertumbuhan aktifitas bisnis yang


belum stabil.

BONDS STOCKS DOLLAR


FASE PERTUMBUHAN, INFLASI TINGGI, THE FED = INFLATION
FIGHTER
Peningkatan Personal Income = Inflasi semakin tinggi. Akibatnya reaksi pasar adalah
sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Penurunan Personal Income = Penurunan Tekanan Inflasi. Akibatnya reaksi pasar


adalah sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Peningkatan Personal Income adalah hal yang positif untuk pemulihan ekonomi. Pada
fase ini, naiknya Personal Income melampaui prediksi analis bisa memberikan reaksi
sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya penurunan Personal Income merupakan hal yang negatif, sehingga


penurunan Personal Income pada fase ini bisa membuat saham-saham semakin
tertekan.

BONDS STOCKS DOLLAR

RETAIL SALES BERIKUT RETAIL SALES EX AUTO


Dampak ke market : Tinggi

Definisi : Laporan mengenai konsumsi konsumen

Jam keluar : 8.30 AM (ET) tersedia 2 minggu setelah akhir bulan

Frekuensi : 1 bulan.

Dampak pengumuman Retail Sales terhadap Pasar, kurang lebih sama dengan Personal
Income.
IV.2.2.1.3. HOUSING & CONSTRUCTION

HOUSING STARTS AND BUILDING PERMITS


Dampak ke market : Sedang

Definisi : Mencatat jumlah rumah baru yang sudah dibangun dan ijin untuk mendirikan
bangunan (IMB)

Jam Keluar : 8.30 AM (ET); diumumkan 2 / 3 minggu dalam 1 bulan

Frekuensi : 1 bulan

FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH


Sesudah suatu periode resesi terjadi, jika ada peningkatan pada sektor perumahan,
baik itu Existing Home Sales, ataupun New Home Sales, maupun Housing Start, maka
hal ini merupakan cikal bakal pemulihan ekonomi. Reaksi pasar yang bisa diharapkan
memiliki kecenderungan sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya penurunan pada sektor perumahan, berarti menunjukkan pertumbuhan


aktifitas bisnis yang belum stabil.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE PERTUMBUHAN, INFLASI TINGGI, THE FED = INFLATION


FIGHTER
Pada fase pertumbuhan tingkat lanjut, dimana musuh besar The Fed saat ini adalah
Inflasi, maka Peningkatan di sektor perumahan bisa diartikan pasar sebagai ancaman
Inflasi yang semakin tinggi. Akibatnya reaksi pasar bisa menjadi sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya penurunan sektor perumahan justru dapat diartikan sebagai Penurunan


Tekanan Inflasi dan pada saat seperti ini, investor pasar modal biasanya menyambut
positif berita ini :
BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Dalam tahap ini kecil sekali kemungkinannya mengharapkan adanya peningkatan
Existing Home Sales. Sebagaimana telah dijelaskan di depan, sesudah suatu periode
resesi, adanya peningkatan data perumahan, adalah khabar baik untuk pertumbuhan
ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya penurunan pada sektor perumahan merupakan hal yang negatif, sehingga
penurunan housing start pada fase ini dapat membuat saham-saham kembali tertekan.

BONDS STOCKS DOLLAR

EXISTING HOME SALES


Dampak ke market : Sedang

Definisi : Mengukur penjualan tiap bulan dari rumah tangga.

Jam Keluar : 10.00 AM (ET); diumumkan 4 minggu setelah laporan terakhir

Frekuensi : 1 bulan.

Reaksi pasar untuk Existing Home Sales, maupun New Home Sales kurang lebih sama
dengan Housing Starts dan Building Permits.

NEW HOME SALES


Dampak ke market : Sedang

Definisi : Mencatat jumlah penjualan rumah baru

Jam Keluar : 10.00 AM (ET); dikeluarkan 4 minggu setelah bulan laporan terakhir.
Frekuensi : 1 bulan.

Reaksi pasar untuk Existing Home Sales, maupun New Home Sales kurang lebih sama
dengan Housing Starts dan Building Permits.

IV.2.2.1.4. NATIONAL OUTPUT & INVENTORIES

GROSS DOMESTIC PRODUCT (GDP)


Dampak ke market : Sedang sampai Tinggi

Definisi : Laporan kesehatan ekonomi, GDP menunjukkan seberapa cepat / lambat


ekonomi bertumbuh.

Jam Keluar : 8.30 AM (ET); estimasi GDP diumumkan minggu terakhir dari Januari,
April, Juli dan Oktober.

Frekuensi : 1 quarter (3 bulan).

Sumber : Bureau of Economic Analysis, Commerce Department.

PENGARUHNYA PADA PASAR :


INFLASI RENDAH
Pada saat Inflasi bukan menjadi ancaman bagi The Fed, maka kenaikkan GDP adalah
hal positif bagi ekonomi, karena hal ini memberitahukan adanya peningkatan total
aktifitas ekonomi AS secara keseluruhan. Akibatnya, reaksi pasar akan cenderung
seperti berikut ini :

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya jika GDP ternyata hasilnya mengecewakan, maka reaksi pasar akan
cenderung seperti berikut ini :

BONDS STOCKS DOLLAR


INFLASI TINGGI
Pada fase pertumbuhan tingkat lanjut, dimana musuh besar The Fed saat ini adalah
Inflasi, maka kenaikkan GDP yang signifikan akan diinterpretasikan sebagai ancaman
inflasi yang semakin besar. Investor pasar modal (saham) dihinggapi kekhawatiran
bahwa The Fed tidak segan-segan untuk menaikkan suku bunga pada FOMC yang akan
datang. Hal ini bisa memicu terjadinya aksi profit taking pada saham.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya kenaikkan GDP yang stabil / cenderung sedikit melemah adalah kondisi yang
diharapkan oleh para investor.

BONDS STOCKS DOLLAR

INDUSTRIAL PRODUCTION
Dampak ke market : Sedang

Definisi : Mencatat output industri US

Jam Keluar : 9.15 AM (ET); diumumkan sekitar tanggal 15.

Frekuensi : 1 bulan.

Dalam kondisi dimana ekonomi bertumbuh secara stabil, dimana inflasi bukan menjadi
ancaman, angka Industrial Production yang lebih kuat dibandingkan dengan
estimasinya, bisa memberikan reaksi pasar sebagai berikut :

BONDS STOCKS DOLLAR

DURABLE GOODS ORDERS


Dampak ke market : Tinggi

Definisi : Indikator untuk aktivitas produksi pabrik.

Jam Keluar : 8.30 AM (ET) diumumkan 3-4 minggu setelah bulan laporan terakhir.
Frekuensi : 1 bulan.

PENGARUHNYA PADA PASAR :


INFLASI RENDAH
Pada saat Inflasi bukan menjadi ancaman bagi The Fed, maka angka Durable Goods
Order yang lebih tinggi dari perkiraan merupakan hal positif bagi ekonomi, karena hal
ini memberitahukan adanya peningkatan total aktifitas industri AS untuk ke depannya.
Akibatnya, reaksi pasar akan cenderung seperti berikut ini :

BONDS STOCKS DOLLAR

INFLASI TINGGI
Pada fase pertumbuhan tingkat lanjut, dimana musuh besar The Fed saat ini adalah
Inflasi, maka lonjakan Durable Goods Order yang signifikan akan diinterpretasikan
sebagai ancaman inflasi yang semakin besar. Investor pasar modal (saham) dihinggapi
kekhawatiran bahwa The Fed tidak segan-segan untuk menaikkan suku bunga pada
FOMC yang akan datang. Hal ini bisa memicu terjadinya aksi profit taking pada saham.

BONDS STOCKS DOLLAR

ISM MANUFACTURING INDEX


Dampak ke market : Sangat Tinggi

Definisi : Laporan awal bulan dengan fokus pada produksi.

Jam Keluar : 10.00 AM (ET); diumumkan hari bisnis pertama dari bulan yang
dilaporkan.

Frekuensi : 1 bulan.

Bila nilai dari ISM Manufacturing Index di atas 50, maka berarti sektor
manufaktur sedang berkembang. Di bawah 50 berarti sedang menyusut
(kontraksi).
PENGARUHNYA PADA PASAR :
FASE AWAL PERTUMBUHAN, INFLASI RENDAH
Pada awal-awal pertumbuhan, dimana Inflasi Rendah, maka angka ISM diatas 50,
adalah berita yang sangat bagus bagi investor Pasar Modal. Angka ISM di atas 50
memberikan gambaran bahwa Industri Manufaktur AS sedang berkembang.

BONDS STOCKS DOLLAR

Demikian pula sebaliknya angka ISM yang mengecewakan, akan direspons Pasar
sebagai pertanda masih belum stabilnya kondisi ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER


Jika angka ISM jauh lebih kuat di atas perkiraan dan bergerak jauh di atas angka 50,
investor pasar modal dapat menginterpretasikan berita ini sebagai ancaman inflasi yang
semakin besar. Aksi profit taking bisa terjadi pada Bonds dan Saham, sementara US
Dollar cenderung menguat sebagai antisipasi pasar atas kemungkinan The Fed
menaikkan suku bunga pada pertemuan yang akan datang.

BONDS STOCKS DOLLAR

Pada fase ini, angka ISM Index di atas 50, namun tidak terlampau kuat adalah yang
paling ideal bagi Investor Saham.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE KONTRAKSI, THE FED = RECESSION FIGHTER


Pada fase ini sulit sekali mengharapkan ISM Manufacturing Index bergerak ke atas level
50 (ekspansi / bertumbuh). Angka ISM Manufacturing Index yang jauh lebih baik
dibandingkan perkiraan, akan direspons positif oleh Pasar Modal, dan seringkali
diinterpretasikan sebagai harapan akan adanya pemulihan dari resesi ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR


Sebaliknya jika ISM Manufacturing Index semakin terpuruk, maka itu berarti upaya The
Fed selama ini belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Akibatnya, reaksi pasar
modal menjadi sangat negatif. Investor cenderung mengalihkan investasinya ke Bonds /
Obligasi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Pada bulan Agustus September 2008, ISM Manufacturing Index turun ke angka 43.5,
dengan demikian jelas bahwa sektor manufaktur AS mengalami kontraksi, jauh lebih
parah dibandingkan perkiraan - Sumber : Lumen Financial Navigator 2
Dow Jones Industrial Average : Crash paling parah di tahun 2008 terjadi pada September
Oktober 2008. Sumber : Trade Navigator.

ISM NON MANUFACTURING (SERVICE) INDEX


Dampak ke market : Sedang

Definisi : Gambaran pertama mengenai sektor jasa

Jam Keluar : 10 A.M (ET) diumumkan pada hari bisnis ketiga dari bulan yang
dilaporkan.

Frekuensi : 1 bulan.
Gambar Chart Historikal ISM Non-Manufacturing Composite Sumber : Lumen Financial
Navigator 2.

Pengaruh ISM Non Manufacturing Index pada pergerakan pasar relatif lebih kecil
dibandingkan ISM Manufacturing Index. Hal ini mengingat bahwa sektor Jasa memang
lebih tidak sensitif terhadap perubahan siklus bisnis secara keseluruhan.
IV.2.2.2 INFLASI

IV.2.2.2.1 PRODUCER PRICE INDEX (PPI)


Dampak ke market : Sangat Tinggi

Definisi : Mengukur tingkat perubahan harga barang-barang di tingkat produsen.

Jam Keluar : 8.30 AM (ET); diumumkan 2 minggu setelah bulan laporan terakhir.

Frekuensi : 1 bulan.

PENGARUHNYA PADA PASAR


FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER
Pada Fase ini, Inflasi sudah menjadi momok bagi The Fed. Kenaikan PPI yang jauh
melampaui perkiraan, akan langsung membuat saham terkoreksi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya ketika PPI ternyata jauh di bawah perkiraan, investor akan melihatnya
sebagai kondisi ekonomi bertumbuh secara stabil dengan inflasi rendah, reaksi positif
akan terjadi baik di saham maupun bonds.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE DEFLASI / FASE AWAL PERTUMBUHAN,


THE FED = RECESSION FIGHTER
Sesudah periode Deflasi (harga barang-barang turun akibat resesi berkepanjangan),
The Fed akan berusaha me-reflasi ekonomi AS dengan cara memangkas suku bunga
serta meng-injeksi likuiditas. Inflasi pada kondisi seperti ini dipandang sebagai hal yang
positif. Dalam periode ini jika PPI positif (naik), bisa diinterpretasikan bahwa penurunan
harga barang-barang sudah mencapai dasar, dimana merupakan berita positif untuk
ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR


IV.2.2.2.2 CONSUMER PRICE INDEX (CPI)
Dampak ke market : Sangat Tinggi

Defini : Ukuran tingkat inflasi pada barang-barang ritel dan jasa.

Jam Keluar : 8.30 AM (ET); diumumkan minggu kedua / ketiga dari bulan yang
dilaporkan.

Frekuensi : 1 bulan.

PENGARUHNYA PADA PASAR


FASE PERTUMBUHAN, THE FED = INFLATION FIGHTER
Pada Fase ini, Inflasi sudah menjadi momok bagi The Fed. Kenaikan CPI yang jauh
melampaui perkiraan, akan langsung membuat saham terkoreksi.

BONDS STOCKS DOLLAR

Sebaliknya ketika CPI ternyata jauh di bawah perkiraan, investor akan melihatnya
sebagai kondisi ekonomi bertumbuh secara stabil dengan inflasi rendah, reaksi positif
akan terjadi baik di saham maupun bonds.

BONDS STOCKS DOLLAR

FASE DEFLASI / FASE AWAL PERTUMBUHAN,


THE FED = RECESSION FIGHTER
Sesudah periode Deflasi (harga barang-barang turun akibat resesi berkepanjangan),
The Fed akan berusaha me-reflasi ekonomi AS dengan cara memangkas suku bunga
serta meng-injeksi likuiditas. Inflasi pada kondisi seperti ini dipandang sebagai hal yang
positif. Dalam periode ini jika CPI positif (naik), bisa diinterpretasikan bahwa penurunan
harga barang-barang sudah mencapai dasar, dimana merupakan berita positif untuk
ekonomi.

BONDS STOCKS DOLLAR


IV.2.2.3. CARA MEMANTAU INDIKATOR EKONOMI AS
DENGAN MENGGUNAKAN LUMEN FINANCIAL
NAVIGATOR

Cara mudah untuk memantau Indikator-indikator ekonomi di atas adalah dengan


memanfaatkan Software Lumen Financial Navigator. Untuk lebih mudahnya, silakan
ikuti panduan berikut ini :

LANGKAH KE-1 :
Klik Macro Economic.

Gambar Tampilan Menu Utama Sumber : Lumen Financial Navigator

LANGKAH KE-2 :
Sesudah itu akan tampil jendela baru seperti di bawah ini : (tampilan yang ada bisa jadi
berbeda sehubungan dengan data makro ekonomi berbeda),
Gambar tampilan modul makro ekonomi Sumber : Lumen Financial Navigator

KLIK Update untuk mendapatkan data-data yang terbaru.

IV.2.2.4. PERNYATAAN, TESTIMONY SERTA


KEPUTUSAN FEDERAL RESERVE

Yang berikutnya, dan tidak kalah pentingnya adalah berbagai pernyataan, testimony
serta keputusan The Fed, meliputi :

Federal Reserve Chairman Speaks


Federal Reserve Beige Book
FOMC (Federal Open Market Committee)

Kesemua data diatas bisa diperoleh melalui situs resmi The Fed, yakni
www.federalreserve.gov.
IV.2.2.4.1 FEDERAL RESERVE CHAIRMAN SPEAKS

Ketika seorang Fed Chairman berbicara, semua


trader maupun investor mendengarkannya dengan
seksama. Sebagai Pimpinan Bank Sentral AS, seorang
Fed Chairman memiliki pengaruh yang luar biasa
besar terhadap pergerakan US Dollar, serta US Major
Index (S&P500, Dow Jones, Nasdaq) dibandingkan
siapapun juga. Trader maupun Investor di seluruh
dunia berupaya menafsirkan ucapannya karena
seringkali tersirat berbagai petunjuk sehubungan
dengan kebijakan moneter yang akan datang,
ataupun perubahan suku bunga.
Kalangan trader / investor memiliki istilah unik dalam
menginterpretasikan ucapan seorang Fed Chairman /

Ben Bernanke, Fed Chairman Fed Governors lainnya. Ketika seorang Fed Chairman
Sumber : wikipedia.org mengungkapkan kekhawatirannya akan inflasi, maka
kalangan trader / investor menyebutnya Hawkish.
Sebaliknya ketika seorang Fed Chairman mengkhawatirkan Resesi, maka pidatonya
disebut Dovish.

Sebagaimana telah dijelaskan di depan, bahwa tantangan terberat The Fed adalah
menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sembari pada saat yang sama juga
mengkontrol laju inflasi. Sehubungan dengan itu ketika ekonomi sedang bertumbuh
(Upwave Period Market Bullish), maka pidato yang bersifat Hawkish diinterpretasikan
sebagai petunjuk bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada FOMC yang akan
datang. Menaikkan suku bunga bisa berakibat biaya kredit (bunga kredit) naik dan
tentunya mengurangi keuntungan perusahan. Itu sebabnya, pidato yang bersifat
Hawkish bisa memberikan reaksi Bearish pada US Major Index, namun Bullish untuk US
Dollar. Sebaliknya pidato yang bersifat Dovish bisa memberikan reaksih Bullish pada US
Major Index, namun Bearish untuk US Dollar.

Namun hal ini perlu dicermati dengan lebih mendalam, Hawkish = Bearish untuk Index,
dan Bullish untuk USD, sebaliknya Dovish = Bullish untuk Index, dan Bearish untuk
USD, hanya berlaku ketika ekonomi berada dalam Periode Upwave, dimana peluang
The Fed untuk menaikkan / menurunkan suku bunga masih terbuka lebar.
Pada saat Downwave sudah terjadi, seorang Fed Chairman akan berupaya semaksimal
mungkin mengembalikan kepercayaan dan antusiasme pasar. Trader tidak lagi
berupaya menginterpretasikan ucapan seorang Fed Chairman dalam kerangka berpikir
Fed Fund Rate lagi. Pada saat ini Suku Bunga suda diturunkan hingga mendekati Nol,
tidak bisa diturunkan lagi, sementara dengan kondisi resesi yang semakin parah, tidak
mungkin juga menaikkan suku bunga.

Pada periode ini pelaku pasar menantikan berbagai gagasan, serta pandangan seorang
Fed Chairman ke depan, sehubungan dengan kapan Target The Fed dalam mengakhiri
krisis yang sedang berlangsung.

IV.2.2.4.2 FEDERAL RESERVE BEIGE BOOK

Dua minggu sebelum anggota FOMC bersidang, mereka menerima


3 (tiga) buah buku, yakni Beige Book, Blue Book, dan Green Book.
Green book berisikan prediksi ekonomi, Blue Book berisikan analisa
atas berbagai alternatif kebijakan moneter, sementara Beige Book
berisikan berbagai perubahan kondisi ekonomi yang terjadi pada
kedua belas distrik Federal Reserve (New York, Boston,
Philadelphia, Richmond, Cleveland, Chicago, Atlanta, St. Louis, Dallas, Minneapolis,
Kansas City, San Francisco).

Dari ketiga buku tersebut, hanya Beige Book yang dirilis ke publik, dan oleh karenanya
selain daripada Pidato Fed Chairman, maka Beige Book adalah satu-satunya informasi
yang tersedia sebelum FOMC.

IV.2.2.4.3 FOMC (FEDERAL OPEN MARKET COMMITTEE)


FOMC (Federal Open Market Committee) adalah badan pembuat kebijakan terpenting
dalam tubuh Federal Reserve System. FOMC bertanggung jawab untuk
memformulasikan suatu kebijakan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
penyerapan tenaga kerja, stabilitas harga, serta stablitas perdagangan internasional.

Federal Reserve (The Fed) mengatur 3 (tiga) perangkat kebijakan moneter, yakni :
Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operations)5 Suku Bunga Diskonto (Discount

5Open Market Operations meliputi menjual dan membeli US Treasury (obligasi) serta Federal Agency
Securities. Sasaran jangka pendek dari Open Market Operations ini dicapai melalui sidang FOMC, yakni
Rate)6 serta Dana Cadangan Wajib (Reserve Requirements)7. Selanjutnya, Dewan
Gubernur (Board of Governors) Federal Reserve bertanggung jawab atas Discount Rate
dan Reserve Requirements, sementara FOMC bertanggung jawab atas Open Market
operations.

Keputusan FOMC untuk merubah Fed Fund


Rate (bisa memangkas / menaikkan suku
bunga), akan berpengaruh pada suku bunga
jangka pendek lainnya, suku bunga jangka
panjang, suku bunga forex (Overnight Swap),
jumlah uang beredar dan kredit, dan
selanjutnya berbagai variabel ekonomi lainnya
termasuk diantaranya tenaga kerja, total
output barang dan jasa, serta harga-harga

Suasana FOMC Meeting Sumber : barang dan jasa.


www.philadelphiafed.org
FOMC terdiri atas 12 (dua belas) anggota,
yakni :
7 (tujuh) berasal dari Dewan Gubernur Federal Reserve System,
Presiden Federal Reserve Bank of New York,
4 (empat) orang lagi diambil dari Presiden masing-masing kesebelas Federal
Reserve Bank lainnya (selain New York), dengan masa jabatan satu tahun, dan
dipilih secara bergilir, dimana giliran diambil dari masing-masing grup Federal
Reserve Bank yang dikelompokkan menjadi 4 (empat) grup. Satu orang Fed
President dipilih dari tiap-tiap grup, yakni :
Grup pertama : Boston, Philadelphia, dan Richmond,
Grup kedua : Cleveland dan Chicago,
Grup ketiga : Atlanta, St. Louis, dan Dallas,
Grup keempat : Minneapolis, Kansas City, dan San Francisco.
Catatan : Presiden Federal Reserve Bank yang sedang tidak mendapat giliran
(nonvoting), tetap menghadiri sidang FOMC, berpartisipasi, dan memberikan
kontribusinya pada diskusi-diskusi FOMC sehubungan dengan kondisi ekonomi
dan kebijakan yang akan diambil.

menentukan berapa besaran yang dikehendaki sehubungan dengan tingkat suku bunga Fed Fund Rate (Suku
bunga Bank Sentral AS).
6 Suku Bunga Diskonto adalah suku bunga yang diterapkan kepada Bank Komersial atau Institusi Deposito

lainnya atas pinjaman yang diterimanya melalui fasilitas pinjaman Federal Reserve Bank.
7 Reserve requirement adalah jumlah dana dimana suatu institusi perbankan harus menyediakan sejumlah

dana simpanan wajib (giro wajib minimum) terhadap kewajiban depositonya, dalam bentuk uang tunai atau
deposito pada Federal Reserve Bank (Bank Sentral).
FOMC bersidang 8 (delapan) kali dalam setahun tanpa menutup kemungkinan
diadakannya sidang tambahan di luar jadwal resmi. Jadwal FOMC selengkapnya bisa
anda lihat pada website berikut ini :
http://www.federalreserve.gov/monetarypolicy/fomccalendars.htm

Jadwal FOMC Meeting 2009, Sumber :


http://www.federalreserve.gov/monetarypolicy/fomccalendars.htm
IV.3.3. BUSINESS CYCLE IN ACTION 2003-
2008

Semenjak Krisis Asia pada tahun 1997, tren Intermarket menunjukkan gejala Deflasi.
Selama itu, kendatipun pasar sudah mengindikasikan akan adanya ancaman Deflasi,
namun berbagai kalangan termasuk The Fed sendiri menganggap bahwa tren
penurunan inflasi dan penurunan suku bunga adalah kondisi yang kondusif untuk
ekonomi AS8. Namun, pada musim semi 2003 The Fed menyatakan akan adanya
ancaman akibat penurunan harga-harga barang dan jasa. Pada hari Selasa, 06 Mei
2003, The Fed mengumumkan keputusannya untuk tetap mempertahankan suku bunga
pada level 1.25%. Yang mengejutkan adalah adanya sinyal bahwa The Fed siap untuk
memangkas suku bunga kembali guna menanggulangi kejatuhan harga barang-barang
dan jasa (suatu kondisi yang dikenal dengan istilah Deflasi).

Sejak Desember 2002, angka PPI9 (Producer Price Index) menunjukkan penurunan
sebesar -0.3%. Core wholesale price (sebagaimana diukur oleh PPI) drop 0.4% pada
tahun itu, yang mana merupakan yang pertama sejak 28 tahun sejak AS mengalami
penurunan pada wholesale price.

Pada musim semi 2007, Personal Consumption (tidak termasuk makanan dan energy)
menunjukkan penurunan hingga 1%. Ini adalah level terendah sejak 40 tahun. Dalam 2
minggu sejak saat itu The Fed mengumumkan kekhawatirannya akan penurunan drastis
pada inflasi. Pada bulan April PPI dilaporkan drop -1.9%, suatu penurunan terbesar
sepanjang sejarah. Keesokan harinya CPI drop -0.3% di bulan April. Peningkatan
sebesar 1.5% per tahun adalah yang terendah sejak 1996.

Sejak saat itu keinginan The Fed akan Zero Inflation berubah menjadi kekhawatiran
akan deflasi. Pada bulan Mei 2003, IMF memberikan warning akan adanya penigkatan
resiko deflasi di Jerman, Taiwan, dan Hong Kong, serta deflasi yang semakin parah di
Jepang10.

8 Periode pertengahan 1990-an justru populer dengan sebutan Goldilocks Economy, dimana pertumbuhan
ekonomi tidak terlalu agresif, juga tidak terlalu lamban, justru stabil dan langgeng. Its not too hot, not to
cold. Its just right!
9 PPI = Producers Price Index menunjukkan tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa di tingkat

produsen. Angka negatif mengindikasikan adanya penurunan harga-harga barang dan jasa di tingkat
produsen.
10 Jepang sendiri sudah mengalami Deflasi sejak 1990.
Kondisi Deflasi jauh lebih sulit ditanggulangi dibandingkan inflasi, apalagi dengan
kondisi Fed Fund Rate yang sudah berada pada level 1.25%. Kendatipun The Fed tidak
lagi memangkas suku bunga, namun ada satu hal yang dilakukan The Fed, yakni
membiarkan USD melemah terhadap mata uang lainnya. Hal ini dikonfirmasi dengan
statement US Treasury Secretary saat itu (John Snow) dua minggu sesudah The Fed
menemukan akan adanya ancaman deflasi, bahwa US Treasury memberikan indikasi
Pemerintah AS tidak lagi mengukur nilai USD dengan menggunakan harga pasar
terhadap mata uang lainnya. Forex Trader menafsirkan hal ini sebagai pertanda bahwa
Pemerintah AS menginginkan US Dollar melemah guna me-reflasi (me-reinflasi)
ekonomi AS.

IV.3.1. LOW INTEREST RATE LOW INFLATION (2002-2003)

Usaha ini pada kenyataannya mulai membuahkan hasil. AS berhasil menghindarkan diri
dari ancaman Deflasi. Secara perlahan inflasi mulai pulih, dan stabilitas ekonomi
terkendali. Trend angka pengangguran menurun, pertumbuhan jumlah tenaga kerja
meningkat, dan ini mudah sekali dipantau melalui data tenaga kerja (Job Number)
yakni Unemployment Rate dan Non Farm Payroll yang diumumkan setiap awal bulan.
Ini sangat mudah dipahami. Sebagai seorang pengusaha, ketika kondisi ekonomi
bertumbuh, barang dagangan lancar, bisnis sedang lagi moncer-moncernya, maka
hanya ada satu hal dalam benak seorang pengusaha, yakni Ekspansi Usaha.

Ekspansi usaha yang paling mudah dilakukan adalah menambah jam kerja alias lembur,
namun ini tentu sangat terbatas. Selanjutnya sangat mudah ditebak, menambah jumlah
tenaga kerja dan mulai saat itu pabriknya / usahanya bekerja 2 (dua) shift, atau bahkan
3 (tiga) shift, alias round clock.

Kesemuanya ini berakibat kebutuhan bahan baku industri, serta kebutuhan energi
(Listrik, BBM) meningkat pesat. Tingginya permintaan mengakibatkan harga komoditas
termasuk energi (BBM) meningkat. Kendatipun beberapa ekonom menyebut inflasi
sebagai kondisi akibat peningkatan suplai uang (money supply), yang seringkali juga
disebut sebagai inflasi moneter, namun dalam perkembangan selanjutnya Inflasi
didefinisikan sebagai peningkatan harga-harga barang dan jasa dalam suatu periode
tertentu. Inflasi juga bisa didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi tren
penurunan atas daya beli uang.

Ingat bahwa ada 2 (dua) tugas utama Bank Sentral, yakni :

1) Menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, dan


2) Mengkontrol laju inflasi.

Perhatikan Charts berikut ini :


Ini adalah Charts CRB (Commodity Research Bureau) Index, yakni suatu Indeks
kumpulan berbagai komoditas, mulai perkebunan (Jagung, Kedelai, Gandum), hingga
barang tambang seperi logam (Emas, Perak, Aluminium, Tembaga, dll), juga energy
(Minyak Bumi, Bensin, Gas Alam, dll). Sejak terjadinya Double Bottom Reversal Pattern
pada CRB Index, mulai tahun 2002 dan seterusnya, CRB Index mengalami Uptrend.

Ini menunjukkan gejala pulihnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2003, dan hal ini
mengakibatkan terjadinya Bull Market (UpTrend) berkepanjangan pada harga-harga
komoditas. Jika pada pertengahan 2003 The Fed mengkhawatirkan akan adanya
ancaman Deflasi, maka memasuki tahun 2004, dengan naiknya harga-harga komoditas,
ancaman Deflasi sudah lewat, dan kini tugas The Fed berubah, yakni mengendalikan
INFLASI.

IV.3.2. HIGHER INTEREST RATE GUNA MENGENDALIKAN INFLASI (2004-


2007)

Pada pertengahan 2004, tepatnya tanggal 30 Juni 2004, untuk pertama kalinya sejak
tahun 1999, The Fed di bawah komando Alan Greesnpan menaikkan suku bunga Fed
Fund Rate sebesar 25 bps dari 1% menjadi menjadi 1%.
Sejak saat itu, The Fed secara konsisten menaikkan suku bunga bahkan hingga masa
tongkat komando Fed Chairman berpindah ke Bernanke di tahun 2005, The Fed masih
menaikkan suku bunga hingga Juni 2006, dimana The Fed untuk terakhir kalinya
menaikkan suku bunga dari 5% menjadi 5%.

Pada periode 2004 2006, pertumbuhan ekonomi AS masih terjaga. Saat itu
kekhawatiran The Fed adalah lonjakan inflasi akibat naiknya harga-harga komoditas.
Kondisi ini diperparah dengan kebangkitan ekonomi Asia yang dimotori oleh Raksasa
Ekonomi baru dunia, yakni China.

Grafik Pertumbuhan GDP Sumber : U.S. Bureau of Economic Analysis

Grafik diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) AS


antara tahun 2004 hingga pertengahan 2006 stabil berada pada kisaran 2.5% hingga
4.5%. Namun kali ini pertumbuhan ekonomi ini juga dibarengi dengan kebangkitan
ekonomi China, ditambah dengan proyek-proyek raksasa yang dibangun untuk
menyambut Beijing Olympic Games di tahun 2008.

Kesemuanya ini mengakibatkan terjadinya Bull Run pada CRB Index (Komoditas)
terutama barang tambang dan energy.

Kendatipun pada bulan Mei 2006 kekhawatiran bahwa The Fed menaikkan suku bunga
terlampau jauh yang dapat mengakibatkan terjadinya resesi di kemudian hari, namun
pada kenyataannya harga-harga komoditas masih tetap bertahan dimana laju inflasi
tetap bertahan di atas ambang batas yang diinginkan The Fed. Sesudah terjadinya
kejatuhan Pasar (Crash) pada bulan Mei 2006 sebagai reaksi atas langkah The Fed
menaikkan suku bunga Fed Fund Rate dari 4.75% menjadi 5%, pada tanggal 29 Juni
2008, The Fed kembali menaikkan suku bunga dari 5% menjadi 5.25%.

Gambar Index Dow Junes dari 2005 2008 (Sumber : Trade Navigator)

Walaupun kedua langkah The Fed yang terakhir ini berakibat terjadinya koreksi yang
cukup tajam pada indeks-indeks utama AS (Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq), namun
langkah ini ternyata cukup efektif guna meredam harga komoditas kendatipun pada
akhirnya hal ini ternyata hanya untuk sementara. Sejak pertengahan Juli 2006, harga
Crude Oil (minyak mentah) di bursa Nymex, mengalami penurunan dari level
tertingginya di tahun 2006, yakni USD 93.95 per barrel, turun hingga dibawah USD 60.-
per barrel di bulan Januari 2007.

Penurunan harga komoditas terutama energi pada Q3-Q4 2006, berdampak positif
terhadap keinginan The Fed untuk meredam laju inflasi. Langkah The Fed menaikkan
suku bunga pada 29 Juni 2006, ternyata adalah langkah terakhir The Fed menaikkan
suku bunga.

Namun demikian, sebuah problem baru mulai muncul ke permukaan. Banyak kalangan
termasuk Lumen Capital Resources sendiri sadar betul bahwa memasuki tahun 2007,
The Fed berada dalam kondisi yang sangat terjepit. Di satu pihak The Fed harus
mengkontrol laju inflasi, sementara di pihak lain The Fed juga bertugas menjaga
stabilitas pertumbuhan ekonomi AS.
Di satu pihak suku bunga sudah dinaikkan hingga 5.25%, namun ternyata sejalan
dengan pertumbuhan ekonomi China yang sangat luar biasa di tahun 2007, harga-
harga komoditas secara perlahan tapi pasti mulai merangkak naik kembali. Nymex
Crude tidak pernah kembali lagi ke kisaran USD 60.- per barrel. Level tersebut ternyata
adalah level terendah Nymex Crude di tahun 2007.

Gambar Harga Crude Oil pada tahun 2007 (Sumber : Trade Navigator)

Dalam kondisi seperti ini, The Fed terjepit diantara resiko Inflasi, dan resiko akan
terjadinya perlambatan ekonomi yang suatu saat bisa mengarah ke terjadinya resesi.
Tingginya harga komoditas, dan tingginya laju inflasi membuat The Fed tetap
mempertahankan Fed Fund Rate pada posisi 5.25%.
IV.3.3. SUBPRIME MORTGAGE PROBLEM 2007

Penurunan suku bunga yang dilakukan The Fed pada tahun 2001 2003 (Era Alan
Greenspan) hingga 1%, sebagai reaksi atas kekhawatiran The Fed akibat Dot Com
Crash, dan musibah 911, mengakibatkan suku bunga T-Bill, bagi kalangan investor
(Hedge Fund, Mutual Funds, Sovereign Funds, Pension Fund, dll) menjadi sangat tidak
menarik. Dengan pemangkasan suku bunga yang dilakukan The Fed, membuat suku
bunga global juga terpengaruh, Jepang bahkan sudah terlebih dahulu memangkas suku
bunganya akibat tekanan deflasi yang dialaminya. Hal ini mengakibatkan suplai kredit
yang melimpah, dan mempermudah Bank untuk mendapatkan kredit.

Pada masa itu, properti diyakini sebagai suatu produk yang dalam jangka panjang,
harganya naik terus. Ketika seseorang ingin membeli rumah, ia membayar sejumlah
Down Payment, dan sisanya dibayar melalui Kredit Pemilikan Rumah / KPR (mortgage).
Selanjutnya si Pemilik Rumah, memiliki kewajiban untuk membayar cicilan (bunga dan
pokok pinjaman) kepada Bank Penyedia KPR (Mortgage Lender).

Sehubungan dengan suplai kredit yang demikian mudah, Investment Banks seperti
Merrill Lynch, Bear Stern, Lehman Brothers, dll dengan mudahnya mendapatkan kredit
yang kemudian digunakan untuk membeli mortgage-mortage tersebut dari Mortgage
Lender. Mortgage-mortgage inilah yang kemudian diubah menjadi produk yang dikenal
dengan sebutan CDO (Colaterallized Debt Obligations). Rendahnya suku bunga Fed
Fund membuat imbal hasil yang bisa diperoleh dari T-Bill menjadisangat tidak atraktif.
Dengan demikian CDO kini hadir sebagai alternatif fixed income investment yang jauh
lebih menarik dibanding T-Bill.

Investment banker selanjutnya membagi-bagi CDO ini menjadi tiga kategori, yakni
konservatif (aman), moderat, dan beresiko. Setiap bulan para pemegang CDO ini
menerima bunga dari para pemilik rumah (Home Owners), dimana CDO konservatif
adalah yang paling diprioritaskan menerima dana terlebih dahulu, sesudah itu moderat,
dan beresiko. Rating Agency kemudian memberikan peringkat pada masing-masing
kategori CDO ini. CDO dengan kategori konservatif diberi peringkat AAA, sementara
moderat BBB, dan seterusnya. CDO dengan peringkat AAA menerima bunga paling kecil
namun paling aman, BBB memperoleh bunga lebih tinggi dengan resiko berimbang,
sementara sisanya lebih beresiko namun juga memperoleh bunga yang paling tinggi.

Dengan adanya CDO, Investment Banker berhasil menjembatani kalangan investor


dengan home owner melalui mortgage. Semuanya berjalan lancar-lancar saja, dan
jelas dalam hal ini investor menerima keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan
dengan T-Bill. CDO semakin diminati.

Dengan maksud untuk menjawab kebutuhan pasar akan CDO yang demikian tinggi,
Investment Banker berupaya membeli semakin banyak mortgage dari Mortgage Lender,
selanjutnya Mortgage Lender juga berupaya mendapatkan pelanggan baru, namun
tidak ada lagi calon Home Owner baru yang memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan
KPR / mortgage, atau dikenal dengan sebutan Prime Mortgages. Tanpa adanya Prime
Mortgages baru, berarti penjualan (omzet) Mortgage Broker merosot, dan itu berarti
omzet Mortgage Lender juga merosot, demikian pula halnya dengan Investment Bank.

Sejak tahun 1993, disamping Prime Mortgage, juga dikenal Subprime Mortgage, yakni
hutang yang diberikan kepada seseorang dengan resiko gagal bayar tinggi. Para
Mortgage Lender beranggapan bahwa hutang Subprime Mortgage sesungguhnya sudah
dijamin dengan jaminan properti mereka, dimana harga properti selalu naik, maka
bilamana para debitur Subprime ini gagal bayar, maka pemegang Mortgage berhak
mengajukan foreclosure alias menyita properti si Debitur Subprime tadi. Berhubung
harga properti selalu naik, maka Mortgage Holder bisa menjual properti tersebut dan
tetap tidak mengalami kerugian sama
sekali.

Sama seperti skema di atas, kini


Investment Bankers membeli subprime
mortgage tadi dalam jumlah besar,
mengemasnya kembali dalam bentuk
CDO, dan menjualnya kepada investor.

Namun apa yang terjadi, sejak tahun 2006


ada begitu banyak foreclosure yang terjadi
di AS, mengakibatkan kini sebagian besar
subprime mortgage tadi sudah berubah Rumah yang dijual dikarenakan menunggak
menjadi properti. Berhubung ada begitu (Sumber : www.eforclosuremagazine.com)
banyak properti yang harus dijual, maka
pasar properti AS over suplai, dan hukum ekonomi kembali bekerja, tidak ada satupun
di dunia ini yang harganya selalu naik dan tidak bisa turun. Harga properti kini tidak lagi
naik, malahan turun. Investment Banker kini berada dalam kondisi terjepit, berupaya
menjual CDO-nya kepada Investor, adalah suatu upaya yang sia-sia, karena investor
juga tahu bahwa CDO tersebut kini sudah berubah menjadi properti, dimana harga
properti turun akibat over suplai. Jangan lupa bahwa sebelumnya kalangan investor
sudah sempat membeli CDO Subprime dari Investment Bankers. Kini kedua institusi
baik Investment Banker maupun Investor sama-sama memegang CDO Subprime yang
tidak lain adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Sementara itu Mortgage Lender tetap menerima permohonan Subprime Mortgage baru,
dan berupaya menjualnya kepada Investment Banker. Kini kesemua mata rantai mulai
dari Mortgage Lender, Investment Banks, dan Investor (Pension Funds, Mutual Funds,
Sovereign Funds, Hedge Funds, dll) semuanya memegang bom waktu bernama CDO
Subprime Mortgage.

Yang luar biasa adalah penurunan drastis harga properti di AS membuat debitur yang
sesungguhnya mampu menunaikan kewajibannya merasa dirugikan karena tidak masuk
akal bagi mereka membayar cicilan atas rumah mereka yang kini harganya tinggal
sepertiganya.
Prosentase kasus Subprime Mortgage di tiap-tiap negara bagian AS, pada Bulan
Desember 2007 Sumber : New York Times data diperoleh dari First American
CoreLogic, Loan Performance.

IV.3.4. KASUS PERTAMA : BEAR STERN CORPORATION

Dengan posisi Fed Fund Rate pada level 5.25%, sejak Q1 2007, mulai timbul
kekhawatiran baru. Sejak bulan Pebruari 2007, harga perumahan di AS mengalami
penurunan yang cukup tajam.

Pada tanggal 22 Juni 2007, untuk pertama kalinya, problem kredit perumahan AS mulai
mencuat ke permukaan. Bear Stern Corporation (ticker : BSC), sebuah perusahan
raksasa financial AS, yang didirikan oleh Joseph Bear, Rober Stern dan Harold Mayer
pada tahun 1923, menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menyuntik dana
segar sebesar USD 3.2 Miliar untuk menebus salah satu Fund mereka yakni Bear
Stearns High-Grade Structured Credit Fund, sementara itu pada saat yang bersamaan
mereka sedang bernegosiasi dengan Bank lain untuk meminjam dana dengan jaminan
Fund mereka yang lain yakni Bear Stearns High-Grade Structured Credit Enhanced
Leveraged Fund. Kesemua Fund tersebut diinvestasikan pada Collateralized Debt
Obligations (CDO) yang ternyata bernilai jauh dibawah mark to market value-nya.
Sejak Februari 2007, Philadelphia Housing Index mengalami penurunan (Sumber : Trade
Navigator)

Insiden di atas langsung memicu kekhawatiran investor akan terjadinya problem yang
sama pada asset-aset serupa pada portfolio yang dimiliki Bear Stern. Pada tanggal 29
Juni 2007, Richard A Marin, Senior Executive Bear Stern Asset Management yang
bertanggung jawab atas kedua fund tersebut digantikan oleh Jeffrey B. Lane mantan
Vice Chairman Lehman Brothers, salah satu kompetitor Bear Stern.

Pada pertengahan Juli 2007, Bear Stern mengumumkan bahwa kedua Fund mereka
tersebut, telah kehilangan hamper seluruh nilainya, sehubungan dengan kejatuhan
pasar Subprime Mortgage11.

Pada tanggal 01 Agustus 2007, melalui firma hukum Jake Zamansky & Associates, dan
Rich & Intelisano, para investor kedua Fund Bear Stern tersebut melayangkan gugatan
hukum. Untuk pertama kalinya Bear Stern menghadapi gugatan hukum dari para
investornya.

Sejak saat itu, nasib Bear Stern benar-benar di ujung tanduk. Co-President, Warren
Spector terpaksa mengundurkan diri pada tanggal 05 Agustus 2007, akibat kolapsnya
kedua Fund Bear Stern tersebut. Tidak berhenti di situ saja, pada tanggal 21 September

11Subprime Mortgage adalah suatu kegiatan hutang piutang dimana si Penghutang memiliki resiko gagal
bayar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Penghutang pada umumnya, dan karenanya dikenakan bunag
yang lebih tinggi pula.
2007, Laporan di New York Times mencatat Bear Stern mengalami penurunan laba
sebesar 61% akibat kedua hedge fund tersebut.

Kasus ini telah membuat Major US Index (Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq) mengalami
penurunan tajam (Crash) sejak pertengahan Juli 2007.

Gambar harga saham Bear Stern (BSC) tahun 2007 Sumber : Trade Navigator

Sejak pertengahan Juli 2008 hingga tanggal 17 Agustus 2007, Dow Jones Index telah
tertekan 1500 point lebih. Di luar jadwal resmi FOMC12, The Fed mengumumkan
kebijakannya yakni memangkas Discount Rate sebesar 50 bps. Kendatipun The Fed
masih mempertahankan Fed Fund Rate pada level 5% namun langkah ini oleh
banyak kalangan investor, maupun ekonom, sebagai pertanda The Fed mulai
melonggarkan likuiditas dengan memangkas suku bunga.

12FOMC = Federal Open Market Committee adalah sidang berkala yang dilakukan The Fed sebanyak 8
(delapan) kali dalam setahun. Namun tidak tertutup akan adanya sidang tambahan bilamana diperlukan.
Index Harga Dow Jones pada tahun 2007 (Sumber : Trade Navigator).

Sentimen pasar langsung berbalik atas berita ini. Pada tanggal 17 Agustus 2007,
setelah sempat tertekan pada sesi awal, Dow Jones Index berhasil ditutup mendekati
level pembukaannya, menghasilkan Long Legged Doji pada Charts Dow Jones Index.
Namun sebaliknya, akibat pengumuman The Fed ini nilai kurs USD yang sudah
mengalami Down Trend sejak Oktober 2005 semakin tertekan. Sesudah sempat
mengalami rebound pada awal Agustus, pengumuman The Fed memangkas Discount
Rate 50 bps membuat USD Index13 kembali melanjutkan Down Trend-nya.

Penurunan USD Index secara tidak langsung dapat kembali memicu kenaikkan harga-
harga komoditas. Di tahun 2007 ini The Fed benar-benar dihadapkan pada buah
simalakama terhebat yang pernah dialaminya. Di satu pihak melonggarkan likuiditas
dapat berakibat ancaman inflasi kembali mencuat, di pihak lain ancaman resesi mulai
mucul ke permukaan.

13USD Index adalah produk bursa NYBOT (New York Board of Trade), yakni Indeks gabungan kurs hard
currency lain terhadap USD, yakni Euro, Japanese Yen, Pound Sterling, Canadian Dollar, Swedish Krona, dan
Swiss Franc.
Semenjak awal tahun 2007, angka pengangguran AS, cenderung mengalami
peningkatan (Uptrend), sementara Non Farm Payroll14 mengalami downtrend.

US Unemployment Growth Perhatikan peningkatan angka pengangguran sejak 2007,


dan bertambah pesat sejak awal 2008, Sumber : Lumen Financial Navigator Nusa2.

US NonFarm Payroll Mulai turun sejak 2007, dan memasuki 2008 langsung anjlok,
Sumber : Lumen Financial Navigator Nusa2

14 Non Farm Payroll = Angka yang menunjukkan perubahan jumlah tenaga kerja dari bulan ke bulan.
Kendatipun Dow Jones masih mengalami penguatan sebesar 355 point sejak
pembukaan di awal Januari 2007 pada level 12459.5, pada akhir Desember 2007
ditutup pada level 13364.2, alias menguat 904.7 point, namun Sektor Finansial AS
benar-benar terpuruk. Sejak dibuka pada posisi 36.96 di awal Januari 2008, XLF ditutup
pada level 28.85 di akhir Desember 2007.

Chart Harga saham XLF pada tahun 2007 (Sumber : Trade Navigator)

Jelas bahwa langkah-langkah penyelamatan The Fed yang dimulai sejak tanggal 17
Agustus 2007, dan dilanjutkan pada FOMC 18 September 2007 (memangkas Fed Fund
Rate dan Discount Rate 50 bps), FOMC 31 Oktober (memangkas Fed Fund Rate &
Discount Rate 25 bps), FOMC 11 Desember (memangkas Fed Fund Rate & Discount
Rate 25 bps), kendatipun berhasil menyelamatkan Dow Jones, namun tetap tidak
berhasil menyelamatkan Sektor Finansial AS.

Sejauh ini The Fed masih beranggapan bahwa langkah-langkah yang diambil masih
mampu mencegah menjalarnya krisis di sektor finansial AS pada sektor-sektor yang
lain. Tahun 2007 akhirnya ditutup dengan bayang-bayang kekhawatiran akan seberapa
parah dampak krisis Subprime Mortgage AS.

Jelas bahwa siklus ekonomi telah beralih dari fase pertumbuhan ekonomi dan inflasi
rendah di tahun 2003, bergeser menjadi fase pertumbuhan ekonomi dan ancaman
inflasi di tahun 2004 2006, yang direspons oleh The Fed dengan menaikkan suku
bunga. Kemudian bergeser lagi pada perlambatan laju pertumbuhan ekonomi
(Economic Slow Down) di tahun 2007, dan berlanjut pada krisis Subprime Mortgage
yang jika menjalar pada sektor lainnya, akan berdampak pada terjadinya Resesi.

IV.3.5. RESESI AS 2008

Memasuki tahun 2008, pada tanggal 02 Januari 2008, ISM Manufacturing Index 15 untuk
pertama kalinya menunjukkan angka di bawah 50 yakni 47.7. Selanjutnya pada tanggal
04 Januari 2008, angka Non Farm Payroll dibacakan hanya 18,000. Sangatlah kecil bila
dibandingkan dengan ekspektasi analis yang berada di kisaran 50,000. Jelas sekali
bahwa krisis finansial AS sudah berimbas ke sektor lainnya (baca : industri
manufaktur). Ancaman Resesi semakin nyata. Siklus Ekonomi benar-benar bekerja
secara alamiah.

Trend ISM Manufacturing Index di tahun 2008 menunjukkan penurunan dan hampir
selalu konsisten berada di bawah level 50 Sumber : Lumen Financial Navigator
Nusa2 v. 2.007

15Institute of Supply Management (ISM) Manufacturing Index menunjukkan aktivitas manager pembelian
dari sektor industri, dengan hasil diatas 50 mengindikasikan perkembangan. Untuk menghasilkan nilai ini,
manager pembelian disurvey pada sejumlah pertanyaan termasuk lapangan pekerjaan, produksi, order baru,
pengiriman supplier dan inventori. Trader mengamati survey ini dikarenakan manager pembelian memiliki
akses ke data mengenai kinerja perusahaan, yang dapat menjadi indikator dari kinerja ekonomi.
Lumen Capital Resources secara kontinu meneriakkan alarm tanda bahaya akan kondisi
di atas, ditambah lagi dengan adanya potensi Head & Shoulder Reversal pattern 16 pada
US Major Index, yang terbentuk sejak Q3 2007 hingga awal 2008.

Potensi Head & Shoulder Pattern pada S&P500 di awal 2008 Sumber : Lumens
Market Outlook edisi 04 Januari 2008.

Di awal Januari 2008, Citigroup mencatatkan kerugian terbesarnya semenjak berdirinya


Citigroup. Kasus Subprime Mortgage yang dialami Bear Stern, terbukti bukan cuman
sekedar masalah Bear Stern semata. Krisis ini jauh lebih besar daripada yang semula
dibayangkan orang.

Disamping itu, angka Retail Sales Desember yang semestinya cukup baik mengingat
Desember adalah holliday season, ternyata justru -0.4% suatu angka yang sangat
mengecewakan. Tanda-tanda ke arah resesi semakin hari semakin nyata.

16Head and Shoulder Pattern = Suatu pola yang mengindikasikan akan terjadinya tren pembalikan ke arah
yang sebaliknya.
Di bulan Pebruari 2008, untuk pertama kalinya ISM Non-Manufacturing Index17, anjlok
ke level 44.6. Di tahun 2007 The Fed berharap agar krisis Subprime Mortgage tidak
akan menjalar ke sektor lainnya, namun di awal tahun 2008, krisis finansial AS sudah
menjalar ke sektor Industri Manufaktur. Sektor Jasa (Service/Non Manufacture) yang
selama ini jauh lebih tahan terhadap krisis, ternyata sudah terjangkit wabah krisis
finansial yang bermula dari Krisis Subprime Mortgage.

Kendatipun ISM Non Manufacturing secara umum lebih kecil pengaruhnya dibandingkan dengan
ISM Manufacturing, namun dengan angka ISM Manufacturing yang merosot tajam, ISM Non
Manufacturing kini turut menjadi sorotan, karena kini ekonomi AS diharapkan bisa bertahan dari
sektor jasa. Namun coba perhatikan memasuki tahun 2008, bahkan sektor jasa pun ikut
terpukul Sumber : Lumen Financial Navigator-Nusa2 (v.2.007)

Pada tanggal 17 Maret 2008, Bear Stern Companies, Incorporated, raksasa finansial AS
yang di tahun 2005-2007 mendapat gelar Most Admired Securities Firm dari survey
Majalah Fortune Americas Most Admired Companies terpaksa diakuisisi oleh JP
Morgan Chase. Semula JP Morgan Chase mengajukan penawaran USD 236 Juta, atau
USD 2.- per lembar saham. Namun untuk meredam kamarahan para pemegang saham
BSC, kemudian menaikkan penawarannya menjadi USD 10.- per lembar. Pada tanggal

17ISM Non Manufacturing Index = Institute of Supply Management (ISM) Non-Manufacturing Index
menunjukkan aktivitas dari manager pembelian pada sektor services (jasa. Untuk menghasilkan nilai ini,
manager pembelian disurvey pada sejumlah pertanyaan termasuk lapangan pekerjaan, produksi, order baru,
pengiriman supplier dan inventori. Trader mengamati survey ini dikarenakan manager pembelian memiliki
akses ke data mengenai kinerja perusahaan, yang dapat menjadi indikator dari kinerja ekonomi.
30 Mei 2008 proses akuisisi ini rampung dengan harga USD 10.-. Salah satu raksasa
finansial AS yang berusia 85 tahun telah tumbang akibat Krisis Subprime Mortgage.

Pertanyaan selanjutnya adalah : Akan adakah korban berikutnya ? Apa tindakan The
Fed untuk mencegah tumbangnya perusahan finansial yang lain ?

Kembali ke awal January 2007, terjadi


Inverted Yield Curve pada US Treasuries
Yield. Inverted Yield Curve adalah suatu
kondisi dimana Yield jangka pendek (T-Bill
/ 2 Yrs Note) berada pada posisi lebih
tinggi dibandingkan Yield jangka panjang
(30 Yrs T-Bond). Indikasi awal bahwa The
Fed sudah over-tigthening
(mempertahankan suku bunga tinggi pada
jangka waktu yang sangat lama,
sementara potensi pelemahan ekonomi
semakin besar).
US Yield Curve Sumber : StockCharts
Sejak pertengahan 2005, Bonds dan S&P500 cenderung decouples (berlawanan arah).
US Treasury Bonds mengalami penurunan dan formasi Double Bottom terjadi pada Q3
2007. Akan tetapi S&P500 Index justru berlawanan, kendatipun terjadi koreksi namun
long term charts S&P500 hingga Q3 2007 masih uptrend.

Pada tanggal 25 Juli 2007, Bill Gross pendiri PIMCOs Total Return Fund (Bond Fund
terbesar di dunia, dan saat ini menduduki peringkat kelima Reksadana terbesar di
dunia), mengemukakan ulasannya pada CNBC "We've had a dramatic earthquake of
about 8.0 magnitude in the high-yield market in the
last six weeks and ultimately equities are going to
have to take cognizance of that. Sehubungan dengan
kolapsnya pasar Corporate Bonds selama 6 (enam)
minggu sebelum itu, Bill Gross mengemukakan bahwa
Pasar Modal mau tidak mau akan mengalami dampak
yang serupa. Ini adalah warning awal akan terjadinya
penurunan tajam pada Pasar Modal. Bill Gross (Sumber :
money.cnn.com)
Kenyataan bahwa US Treasury Bonds mengalami
penurunan dan mencapai Bottom pada Q3 2007, merupakan warning awal akan
terjadinya penurunan yang signifikan (sesudah Bonds Bottom, giliran Indeks Saham
yang bottom).

Gambar perbandingan Bonds dan S&P500 (Sumber : Trade Navigator)


Memasuki Q1 tahun 2008, ketika ISM Index baik Manufacturing maupun Non-
Manufacturing index mengalami kontraksi, The Fed sadar betul akan bahaya Resesi
yang menghadang.

Pada tanggal 21 Januari 2008, di luar jadwal resmi FOMC, The Fed kembali melakukan
Emergency Cut rate sebesar 75 bps menjadi 3.5%. Beberapa hari sesudahnya pada
FOMC 29-30 Januari 2008 The Fed kembali memangkas suku bunga sebesar 50 bps
menjadi 3%.

Pada tanggal 10 Maret 2008, di luar jadwal resmi FOMC, The Fed mengumumkan untuk
melakukan ekspansi atas program bantuan pinjaman bagi sekuritas primer, dan
menginjek USD 200 Milliar ke sistem finansial AS. Pada FOMC 18 Maret 2008, The Fed
kembali memangkas suku bunga sebesar 75 bps menjadi hanya 2 bps.

Pada FOMC berikutnya 29-30 April 2008, The Fed kembali memangkas suku bunga
sebesar 25 bps menjadi 2%.

Dengan demikian dalam kurun waktu 8 bulan, sejak pertama kali memangkas Fed Fund
Rate di bulan September 2007, hingga April 2008, The Fed telah memangkas suku
bunga dari 5.25% menjadi hanya 2%. Harap diingat bahwa itu semua dilakukan TANPA
mempedulikan lagi potensi bahwa harga Oil Price (dan komoditas lain) bisa kembali
membumbung tinggi sebagai reaksi akibat pelemahan USD akibat pemangkasan suku
bunga dan injeksi likuiditas yang dilakukan The Fed.

Kontras sekali dengan Statement The Fed yang dirilis pada bulan Desember 2007,
Readings on core inflation have improved modestly this year, but elevated energy and
commodity prices, among other factors, may put upward pressure on inflation. In this
context, the Committee judges that some inflation risks remain, and it will continue to
monitor inflation developments carefully.
Gambar Perbandingan Indeks Dollar terhadap Harga Oil (Sumber : Trade Navigator)

Pada kenyataannya, memasuki Q1 2008, The Fed sudah melupakan statement yang
dibuatnya pada bulan sebelumnya (Desember 2007). Tanpa mempedulikan potensi
pelemahan USD maupun kenaikan harga komoditas (dan energi), The Fed secara
agresif memangkas suku bunga hingga 2%. Hanya selang sebulan, The Fed langsung
membalik ucapannya sendiri. Sangatlah logis jika anda bertanya kenapa demikian ?

Jawabannya hanya satu : Bernanke dkk, benar-benar panik ! The Fed benar-benar
khawatir akan terjadinya resesi yang sangat sulit untuk dielakkan. Selama masih bisa
dihindari, sebaiknya dihindari. Lupakan Inflasi, yang penting jangan sampai resesi. Hal
ini sangat dimaklumi mengingat, kembali pada siklus ekonomi, saat ini ancaman resesi
sudah di depan mata, dan jika siklus ekonomi bekerja secara normal, resesi tidak
terelakkan, maka ada ancaman yang jauh lebih berbahaya. Coba lihat kembali Business
Cycle yang sudah kita pelajari bersama. Tahap berikutnya yang benar-benar ditakutkan
The Fed adalah Deflasi.

Memasuki bulan Q2-Q3, malapetaka krisis finansial AS memasuki tahapan yang lebih
dahsyat. Kali ini korbannya bukan hanya 1 (satu) seperti kasus Bear Stern.
COUNTRYWIDE FINANCIAL

Countrywide Financial adalah salah satu Bank penyedia kredit perumahan (Mortgage
Lender). Sehubungan dengan krisis Subprime Mortgage, sejak pertengahan Agustus
2007, Countrywide sudah dirundung masalah. Pada tanggal 16 Agustus 2007
Countrywide sudah menyatakan kekhawatirannya sehubungan dengan likuiditas
perusahan. Perusahan yang berdiri sejak tahun 1969 inipun akhirnya diambil alih oleh
Bank of America pada bulan September 2008.

FANNIE & FREDIE

Pada tanggal 07 September 2008, James Lockhart, Direktur Federal Housing Finance
Agency (FHFA), mengumumkan bahwa pemerintah Federal mengambil alih Federal
Nastional Mortgage Association (FNMA, atau lebih dikenal dengan sebutan Fannie Mae),
dan Federal Home Loan Mortgage Association (FHLMC, atau lebih dikenal dengan
sebutan Freddie Mac). Ini adalah rangkaian dari sekian banyak kasus subprime
mortgage yang pertama kali mencuat di tahun 2007 melalui kasusu Bear Stern.

MERRIL LYNCH

Pada bulan November 2007, Merrill Lynch mengumumkan untuk mencatatkan


kerugiannya sebesar USD 8.4 Milliar sehubungan dengan krisis perumahan AS dan
memberhentikan E. Stanley ONeal sebagai Chief Executive. Pada bulan July 2008, CEO
Merrill Lynch yang baru, John Thain mengumumkan kerugian USD 4.9 Milliar
sehubungan dengan bad investment decision pada krisis mortgage AS. Dalam setahun
mulai July 2007 hingga July 2008 Merrill Lynch membukukan kerugian USD 19.2 Milliar,
atau rata-rata lebih dari USD 52 juta per hari.

Pada bulan September 2008, Bloomberg melaporkan bahwa Merrill Lynch telah
mengalami kerugian sebesar USD 51.8 Milliar pada mortgage back securities sebagai
bagian dari krisis subprime mortgage.

Pada tanggal 14 September 2008, Bank of America mengumumkan bahwa mereka


sedang dalam pembicaraan untuk mengambil alih Merrill Lynch, sebuah raksasa
finansial AS yang didirikan oleh Charles E. Merrill pada tahun 1914.

AMERICAN INSURANCE GROUP (AIG)

Pada tanggal 16 September 2008, AIG mengalami krisis likuiditas sesudah downgrade
atas credit rating AIG. The Fed kemudian mengumumkan fasilitas kredit hingga USD 85
milliar. Ini adalah bailout The Fed terbesar sesudah sebelumnya mem-bail-out Fannie &
Fredie. Pada tanggal 09 Oktober 2008, AIG meminjam tambahan USD 37.8 Milliar
melalui Federal Reserve Bank of New York. Mulai pertengahan September hingga awal
November 2008.

Saham AIG yang pada kisaran USD 60-70.- pada akhir Desember 2007, telah drop lebih
dari 95% menjadi hanya USD 3.75 pada tanggal 16 September 2008.

Pada tanggal 22 September 2008, AIG secara resmi dikeluarkan dari Dow Jones
Industrial Average. Tambahan pinjaman sebesar USD 37.8 milliar dilakukan pada bulan
Oktober, dimana per tanggal 24 Oktober 2008 AIG sudah menarik USD 90.3 milliar
emergency loan dari total yang dicadangkan USD 122.9 Milliar.

Saham AIG (warna hitam), mengalami penurunan dari harga USD 70.- di tahun 2007
menjadi hanya USD 1.57 di tahun 2008. Charts Dow Jones Index (warna ungu) juga
turut ditampilkan sebagai perbandingan.
LEHMAN BROTHERS

Korban berikutnya adalah Lehman Brothers, raksasa finansial AS yang memiliki sejarah
sejak 1844.

Sejak awal September, melihat kenyataaan bahwa Saham Lehman (Ticker : LEH) telah
ter-erosi hingga 50% Investor Lehman mempertanyakan keamanan Lehman Brothers.
Pada tanggal 09 September 2008, Dow Jones crash 300 point akibat sentimen negatif
yang terjadi sehubungan dengan Lehman Brothers. Pemerintah AS menyatakan tidak
akan mengambil tindakan apapun sehubungan dengan Lehman Brothers.

Keesokan harinya, mengumumkan kerugian USD 3.9 Milliar, dan berencana untuk
menjual sebagian besar kepemilikannya atas bisnis manajemen investasi termasuk
Nuberger Berman. Saham tersebut langsung drop 7% hari itu.

Pada hari Sabtu, 13 September


2008, Timothy F Geithner yang kala
itu menjabat sebagai President
Federal Reserve Bank of New York
(saat ini US Treasury Secretary di
bawah Kabinet Obama,
menggantikan mantan US Treasury
Secretary Henry Paulson),
mengundang meeting sehubungan
dengan masa depan Lehman
termasuk likuidasi emergensi atas
Kantor Pusat Lehman Brother di Manhattan (Sumber aset-aset Lehman. Manajemen
: www.modusoptimus.com)
Lehman mengatakan bahwa mereka
sedang berupaya menjual perusahannya kepada Bank of America dan Barclays. Namun
pada kenyataannya baik Bank of America maupun Barclays, tidak bersedia untuk
mengakuisisi seluruh perusahan.

Pada hari Senin, 15 September 2008, menjelang pukul 01:00 am dini hari, di New York,
Lehman Brothers Holdings mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan Chapter 11
alias pailit, lebih lanjut menyatakan hutang Bank sebesar USD 613 Miliar, USD 155
Miliar hutang dalam bentuk obligasi, dan total aset perusahan senilai USD 639 Milliar.

Kebangkrutan Lehman Brothers adalah yang terbesar di dunia sejak skandal Drexel
Burnham Lambert 18 tahun silam.
Daftar ini tidak berhenti sampai disini, Washington Mutual, Wachovia Securities,
Sovereign Bank, National City Bank, Commerce Bancorp, adalah daftar Bank yang
bermasalah dan akhirnya diakuisisi oleh Perusahan lain.

ISM Manufacturing Index di bulan September tambah hancur ke level 43.5, sementara
Non Farm Payroll menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan -284,000.

Non Farm Payroll -284000 di bulan September Sumber : Lumen Financial Navigator
(Nusa Dua) v 2.007.
ISM Manufacturing Index drop ke level 43.5 di bulan September 2008 Sumber :
Lumen Financial Navigator (Nusa Dua) v 2.007.

Jelas bahwa kepanikan Bernanke dkk sejak awal 2008, dengan agresifnya memangkas
suku bunga belum lagi menginjek USD 200 Milliar ke US Financial System, sangatlah
logis. Namun segala upaya yang telah dilakukan The Fed terbukti tidak berhasil
menghentikan kehancuran pada system perbankan AS.

Pada tanggal 21 September 2008, US Treasury Secretary Henry Paulson mengajukan


proposal dimana US Treasury akan mengambil alih hingga USD 700 Milliar mortgage-
backed securities. Proposal tersebut langsung disetujui oleh Presiden George W Bush.

Pada tanggal 23 September 2008,


rancangan tersebut dipresentasikan
oleh Henry Paulson dan Bernanke di
hadapan Senate Banking Committee,
yang kemudian menolak rancangan
tersebut.

Keesokan harinya George W Bush


membuka siaran pers melalui televisi,
mengemukakan seberapa besar krisis
finansial yang akan dihadapi jika

Ben Bernanke dan Henry Paulson di acara tanya


jawab Senate (Sumber : www.cnbc.com)
Congress tidak segera mengambil tindakan atas proposal tersebut. Pada hari yang
sama, Calon Partai Republican, John McCain, dan Calon Partai Demokrat, Barrack
Obama (kini Presiden AS), mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa
Usaha perlindungan ekonomi AS tidak boleh gagal.

Proposal yang diajukan pada tanggal 20 September oleh US Treasury Secretary Henry
Paulson kemudian diberi sebutan Troubled Asset Relief Program, namun belakangan
lebih populer dikenal dengan sebutan Paulson Plan atau The 700 Billion Bail-Out Plan.
Bagian utama Proposal ini adalah Rencana Pemerintah Federal untuk membeli hingga
USD 700 Milliar mortgage backe securities (MBS) dengan tujuan meningkatkan likuiditas
pasar mortgage sekunder, dan mengurangi potensi kerugian yang akan dihadapi oleh
institusi finansial yang memiliki asset-asset tersebut.

Pada tanggal 07 Oktober 2008 di luar jadwal FOMC, The Fed kembali memangkas suku
bunga sebesar 50 bps menjadi 1.50%, kemudian pada FOMC 28-29 Oktober 2008, The
Fed kembali memangkas suku bunga menjadi 1%. Jika The Fed telah memangkas suku
bunga hingga 1%, bagaimana dengan negara lain?
IV.3.6. DEFLASI & GLOBAL RECESSION
Pada awal Desember 2008 AS secara resmi menyatakan diri Resesi. National Bureau of
Economic Research (NBER) menyatakan bahwa AS sudah memasuki Resesi sejak
Desember 2007. Pada saat yang bersamaan, muncul bahaya yang lebih besar. Segala
upaya Bernanke dkk yang dimulai sejak September 2007, ternyata tidak berhasil
menghindarkan AS dari Resesi. Jika demikian maka fase berikutnya adalah :

Demands for Commodities Falling,


Higher Unemployment, dan
Price are falling (DEFLATION).

IV.3.6.1. ANCAMAN RESESI GLOBAL18 MEMICU TUMBANGNYA COMMODITY


BULL MARKET

ZONA EROPA

Memasuki Q3 2008, benua Eropa merasakan dampak krisis finansial AS. Pada tanggal
11 September 2008, sesudah seminggu sebelumnya ECB mempertahankan suku bunga
pada level 4.25%, Policy Makers ECB mengakui bahwa Zona Eropa bisa ikut terseret ke
jurang resesi tahun ini. Pernyataan Jean Claude Trichet, President ECB bahwa ECB lebih
mengkhawatirkan akan ancaman resesi ketimbang inflasi, diterjemahkan sebagai sinyal
bahwa ECB akan mengikuti jejak AS dalam memangkas suku bunga pada sidang yang
akan datang. Atas pernyataan tersebut EUR/USD mengalami penurunan tajam. Hal ini
bisa dipahami mengingat jika Zona Eropa mengikuti jejak AS terperosok ke jurang
resesi, maka ruang gerak ECB untuk memangkas suku bunga masih sangat terbuka
lebar, mengingat saat ini suku bunga ECB masih di level 4.25%.

ECB kemudian memangkas suku bunga 50 bps pada tanggal 08 Oktober 2008 (menjadi
3.75%), 50 bps lagi pada 06 November 2008 (menjadi 3.25%). Sehubungan dengan
data PMI (Purchasing Manager Index) drop ke level 42.5 di bulan November, sementara
Retail Sales turun 0.8% di bulan November dan 2.1% di bulan Oktober, ECB
memutuskan untuk memangkas 75 bps pada 04 Desember 2008 (menjadi 2.5%).

Pada tanggal 13 November 2008 : Jerman, ekonomi terbesar di Eropa mengalami


kontraksi 0.5% pada Q3, sesudah sebelumnya turun 0.4% di Q2.

18Data-data mengenai Resesi diambil dari Reuters, sebagaimana dikompilasi oleh Gillian Murdoch, Singapore
Editorial Reference Unit, dan diedit oleh Tomasz Janowski melalui
http://uk.reuters.com/article/marketsNewsUS/idUKSP8831720081223
ENGLAND

Mengikuti jejak AS dan Zona Eropa, Bank of England mulai memangkas suku bunga
sebesar 50 bps pada tanggal 22 Oktober 2008 menjadi 4.5%. Kemudian kembali
memangkas suku bunga sebesar 150 bps menjadi 3% pada tanggal 06 November 2008,
dan kembali memangkas suku bunga 100 bps menjadi 2% pada sidang BOE (bank of
England) pada tanggal 04 Desember 2008. Krisis Finansial AS telah menjalar ke seluruh
daratan Eropa. Kini seluruh daratan Eropa dilanda resesi.

ASIA-PACIFIC

Tanggal 26 September 2008, New Zealand secara untuk pertama kalinya sejak lebih
dari satu dekade, secara resmi mengumumkan resesi, segera sesudah data GDP Q2
drop -0.2%. Quarter sebelumnya GDP New Zealand drop -0.3%.

Tanggal 10 Oktober 2008, Singapura adalah negara Asia pertama yang mengakui
Resesi sejak Krisis Finansial AS mencuat. Ekonomi Singapura yang sangat bergantung
pada kinerja ekspor, telah mebgalami kontraksi 6.8% pada Q3, sesudah Quarter
sebelumnya sudah mengalami kontraksi sebesar 6%. Ini adalah resesi pertama
Singapura sejak tahun 2002.

Tanggal 14 November 2008, Hong Kong menjadi negara Asia kedua yang menyatakan
diri resesi sesudah GDP Q3 drop 0.5% sesudah quarter sebelumnya drop 1.4%.

Tanggal 17 November 2008, Jepang, Ekonomi terbesar kedua di dunia kembali


menghadapi resesi sesudah pada tahun 2005 menyatakan diri terbebas dari resesi. GDP
drop 0.1% pada bulan July-September, sementara quarter sebelumnya kontraksi 0.9%.

Dengan global ekonomi kini menghadapi resesi, maka pertumbuhan ekonomi China pun
melamban. Krisi Finansial AS telah menjalar menjadi Krisis Global. Resesi AS telah
menjalar menjadi Resesi Global. Ekonomi China juga akibatnya mengalami pelambatan.
Jika di tahun 2007 pertumbuhan ekonomi China melesat di angka fantastis 11.4%,
maka di tahun 2008 ekonomi China melamban hingga 7-8%.

Kini tidak hanya AS, namun seluruh dunia menghadapi ancaman resesi, sementara
ekonomi China sendiri juga mengalami pelambatan. Maka kebutuhan bahan baku
industri dan energi otomatis menurun tajam.

Setelah sempat menembus level USD 150.- per barell pada pertengahan July 2008,
Nymex Crude bersamaan dengan bursa komoditas kollaps. Kejatuhan bursa komoditas
ini begitu dramatis, Oil Price yang sempat terbang ke atas 150-an turun ke menembus
level psikologis USD 40.- per barrel hanya dalam waktu kurang dari 5 bulan.
Demands for Commodities Falling, Oil Price dan CRB Index Crash sejak July 2008.
Kondisi ini membuat saham-saham berbasis komoditas mengalami penurunan tajam
pada Q3 2008.

Siklus Ekonomi berjalan persis seperti siklus alamiahnya. Bonds bearish dan mencapai
bottom pada pertengahan 2007. US Major Index bearish sejak Oktober 2007, dan
akhirnya Komoditas bearish sejak July 2008. Resesi tidak bisa dihindarkan, tingkat
pengangguran membumbung tinggi, demand akan komoditas kollaps, berarti tahap
berikutnya adalah ..

IV.3.6.2 HARGA BARANG-BARANG TURUN (DEFLASI)

Sebetulnya ada satu dasar pemikiran yang belum kita ungkapkan sehubungan dengan
keputusan The Fed secara agresif (baca : panik) memangkas suku bunga sejak
September 2007. Ada satu alasan utama kenapa The Fed begitu mengkhawatirkan
Resesi. Kenapa US Treasury Henry Paulson, Bernanke, dkk berupaya untuk
menghindarkan terjadinya resesi.

Jika Resesi tidak dapat dielakkan, maka kekhawatiran The Fed adalah ekonomi AS
memasuki periode DEFLASI, dimana harga barang-barang turun. Dan memang yang
dikhawatirkan Bernanke dkk, benar-benar terjadi PPI19 Bulan September 2008
menunjukkan angka -0.9%. Untuk pertama kalinya sejak Desember 2002, angka PPI
negatif, dimana ini mengindikasikan harga barang-barang turun.

Gambar Historikal PPI (Sumber : Lumen Financial Navigator 2)

Kondisi deflasi adalah kondisi yang sangat berbahaya. Berbeda dengan Low Inflation
dimana merupakan suatu kondisi dimana harga barang dan jasa mengalami kenaikan
secara perlahan. Deflasi adalah suatu kondisi dimana harga barang-barang dan jasa
cenderung turun (drop). Dalam kondisi seperti ini Perusahan-perusahan tidak akan bisa
menaikkan harga. Akibatnya, mereka terpaksa memangkas biaya operasi, dan
mengakibatkan pemangkasan tenaga kerja dan meningkatnya jumlah pengangguran.
Deflasi sangat sulit di tanggulangi dibandingkan Inflasi, apalagi mengingat bahwa The
Fed sudah memangkas suku bunga hingga 1% pada FOMC 28-29 Oktober 2008.

Pada bulan November 2008, PPI kembali drop -2.8% jauh lebih parah dibandingkan
bulan sebelumnya (Oktober) -0.4%. Dengan demikian PPI secara berturut-turut, sejak
September 2008 sudah negatif.

FOMC 15-16 Desember 2008 sesungguhnya merupakan pengakuan resmi bahwa AS


memasuki periode Deflasi. Kendatipun mereka tidak secara resmi menggunakan kata

19PPI = Producers Price Index menunjukkan tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa di tingkat
produsen. Angka negatif mengindikasikan adanya penurunan harga-harga barang dan jasa di tingkat
produsen.
Deflasi, namun untuk pertama kalinya The Fed memangkas suku bunga menjadi hanya
0.25%. Kondisi Zero Interest rate Policy hanya digunakan apabila negara yang
bersangkutan menghadapi ancaman Deflasi.

Kondisi Deflasi jauh lebih sulit ditanggulangi ketimbang inflasi, apalagi setelah The Fed
menerapkan Zero Interest Rate Policy. Dengan diterapkannya Zero Interest Rate Policy,
The Fed telah kehabisan satu peluru andalannya guna menghadapi Deflasi, yakni
Keleluasaan untuk Memangkas Suku Bunga.

Jika kondisinya demikian maka apapun usaha The Fed untuk keluar dari kondisi Deflasi
yang sudah terlanjur terjadi di AS, bukan lagi memangkas suku bunga. Pilihan untuk itu
sudah habis, semenjak FOMC 16 Desember 2008. The Fed bisa saja menambah injeksi
likuiditas, kendatipun ini bisa berakibat pelemahan USD kembali. Hal ini bisa dilakukan
dengan cara melakukan pembelian Treasury Notes secara besar-besaran. Dengan
demikian The Fed membanjiri system perbankan dengan likuiditas.

Melihat langkah Bernanke demi menyelamatkan pertumbuhan ekonomi AS, di awal


tahun 2008 yang secara agresif memangkas suku bunga tanpa mempedulikan
pelemahan USD, nampaknya strategi menginjeksi likuiditas ini akan terus dilakukan The
Fed hingga The Fed confident bahwa ekonomi AS sudah mulai pulih kembali.

IV.3.7. HABIS GELAP TERBITLAH TERANG


Semua kehancuran pasar modal yang terjadi pada tahun 2008, memang sungguh suatu
kejadian yang sangat mengerikan dalam sejarah pasar modal selama ini. Ada begitu
banyak Institusi Keuangan berusia ratusan tahun yang tumbang di tahun 2008. Bursa
global rontok, bursa komoditas juga terseret.

Sebagaimana yang terjadi dalam sebuah Bear Market seperti ini, pada penghujung Bear
Market selalu tercipta peluang luar biasa langka yang belum tentu bisa kita temukan
setiap dekade. Kehancuran bursa AS di tahun 2008 sudah membuat harga-harga saham
di seluruh bursa global tertekan hingga ke level yang sangat rendah, dan ini berarti
bakal terciptanya suatu peluang dahsyat di pasar modal, yakni ketika harga-harga
saham masih rendah, dan ekonomi AS mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Latihan : Sesudah selesai mempelajari bab ini, selama sebulan penuh, cobalah untuk
mengamati berbagai berita ekonomi yang diumumkan. Anda bisa menggunakan
berbagai situs seperti http://finance.yahoo.com, http://finance.google.com, atau jika
anda memiliki akses jaringan TV Cable, anda bisa masuk ke channel CNBC. Anda juga
bisa menggunakan Lumen Financial Navigator Macro Economy untuk mendapatkan
hasil indikator ekonomi yang terbaru. Coba perhatikan reaksi pasar pada saat berita
diumumkan. Menganalisa macro fundamental sangatlah penting, karena sentime pasar
secara keseluruhan sangatlah berpengaruh pada tiap-tiap saham yang diperdagangkan
di bursa. Belajarlah menganalisa pasar secara makro terlebih dahulu. Gunakan Analisa
Teknikal yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya untuk mengkonfirmasi analisa
anda.

Pada Bab selanjutnya kita akan belajar menemukan kandidat saham yang bisa kita
gunakan untuk Trading, baik sahamnya maupun option-nya. Analisa pasar secara
makro sangatlah diperlukan guna menentukan apakah kita akan mencari kandidat
saham yang memiliki fundamental kuat atau saham yang secara fundamental lemah.

Untuk itu, mari kita lanjutkan pembahasan kita guna mempelajari

BAGAIMANA MENEMUKAN KANDIDAT SAHAM


IV.4. MENGGUNAKAN STOCK SCREENER GUNA
MENEMUKAN SAHAM KANDIDAT

Bursa saham AS adalah bursa saham yang terbesar di dunia, ada ribuan emiten yang
diperdagangkan di sana. Mustahil kita bisa menganalisa saham-saham tersebut satu per
satu. Stock Screener adalah sebuah Tools yang bisa kita gunakan untuk menyaring
ribuan saham yang ada, sehingga kita cukup menganalisa 10 20 kandidat saham yang
memenuhi kriteria yang sudah kita tetapkan sebelumnya.

Saat ini ada begitu banyak pilihan Stock Screener Professional yang bisa anda
pergunakan.Ada 2 (dua) Stock Screener Professional yang memiliki fitur dan fasilitas
sangat lengkap, serta bisa anda pergunakan secara gratis, yakni :

YAHOO! FINANCE STOCK SCREENER, dan

MSN MONEY DELUXE STOCK SCREENER


IV.4.1 YAHOO! FINANCE STOCK SCREENER
1. Browse ke http://finance.yahoo.com

2. Masuk ke investing dan pilih stocks

3. Lihat bagian Research Tools, pilih stock screener.

4. Pilih Launch Yahoo! Finance Stock Screener


5. Setelah itu keluar windows Yahoo stock screener.
Sekarang coba klik Click to add Criteria di atas, dan satu per satu masukkan kriteria
berikut ini :

Market Cap >= 1 Billion


PEG Ratio <= 1
Earnings Growth Past 5 Year >=20
Sector = Technology

Kemudian anda click Run Screen

Catatan : Kriteria diatas bisa anda gunakan untuk menemukan kandidat Growth Stock,
yakni saham-saham yang berpotensi memberikan Earnings diatas rata-rata. Biasanya
Growth Stocks sudah berada dalam kondisi Uptrending, karena itu Growth Stocks cocok
untuk kita gunakan untuk keperluan short term trading kita.
YAHOO! FINANCE PRESET SCREENS

Anda juga bisa menggunakan beberapa Preset Screens yang disediakan oleh Yahoo
Finance. Namun sebelumnya perhatikan dahulu kriteria saham yang anda kehendaki.
Untuk mendapatkan Preset Screen tersebut, silakan kembali ke bagian awal sebelum
kita menjalankan Yahoo! Finance Stock Screener.
IV.4.2. MSN MONEY DELUXE STOCK SCREENER
Untuk dapat menggunakan MSN Money Deluxe Stock Screener, syaratnya adalah anda
harus menggunakan Microsoft Internet Explorer. Kemudian ikuti prosedur berikut ini :

1. Buka browser INTERNET EXPLORER, JANGAN gunakan browser lainnya.


2. Browse ke http://moneycentral.msn.com
3. Lihat di bagian paling kiri, klik stock research.

4. Lihat di bagian Find Stock, kemudian klik Stock Screener.


5. Di bagian paling bawah kanan, klik Deluxe Stock Screener.

6. Cari bagian Next Step di tengah bawah. Kemudian klik download MSN Money
Investment Toolbox.

Pada tampilan berikutnya, anda harus men-download dan meng-install software


MSN Money Investment Toolbox sebagai berikut :

Sekarang perhatikan :
Di bagian atas browser anda akan keluar menu warna kuning, kemudian klik menu
tersebut dan pilih Install ActiveX Control.

Akan muncul pop up windows, silakan klik Instal.

Akan tampil Pop Up Windows baru yang menampilkan progres download MSN Money
Investment Toolbox. Tunggu sampai proses download selesai.
Sesudah itu akan tampil Pop Up Windows baru yang menampilkan proses instalasi MSN
Money Investment Toolbox. Tunggu sampai proses instalasi selesai.

Apabila proses installasi berhasil maka chart akan muncul, dan lanjutkan dengan klik "I
See the Chart".
Selamat! MSN Deluxe Screener kini siap anda gunakan.

Sekarang coba masukkan kriteria-kriteria berikut ini :

Market Capitalization >= USD 1,000,000,000.-


ROE: 5 Year Average >= 20%
Annual EPS Growth Rate >= 25%
EPS Growth Next Year >= 35%
Rating >= 7

Akan tampil beberapa Growth Stocks, yang memiliki Market Capitalization di atas USD
1,000,000,000.- (Medium to Large Size Companies), dengan rata-rata ROE selama lima
tahun terakhir 20% ke atas, Tingkat pertumbuhan Laba per lembar saham minimal
25% per tahunnya, dimana para analis Wall Street memiliki ekspektasi pertumbuhan
EPS pada tahun berikutnya akan mengalami peningkatan menjadi minimal 35%, serta
memiliki Rating (berdasarkan Stock Scouter Rating) minimal 7.
MSN MONEY STOCK POWER SEARCHES
Sama seperti Yahoo! Finance, MSN juga menyediakan Preset Screens, yakni MSN
Money Stock Power Searches. Untuk menggunakan fasilitas MSN Money Stock Power
Searcher, anda tinggal meng-klik Stock Power Searches, pada daftar menu di sebelah
kiri bawah MSN Deluxe Stock Screener anda.

Berbeda dengan Yahoo! Finance, MSN Deluxe Stock Screener tidak saja menyediakan
Preset Screens yang didasarkan atas kriteria Fundamental Analysis, melainkan juga
menyediakan fasilitas Preset Screens yang didasarkan pada Technical Analysis.
Sesudah kita menemukan saham kandidat yang sesuai dengan kriteria kita, jangan lupa
gunakan Tehcnical Analysis untuk menentukan Buy Signal (misalkan : Bullish Price
Pattern, Breakout Resistance, Buy Signal dari Technical Indicators, seperti Stochastic,
MACD, dan seterusnya).

Dengan demikian, lengkaplah sudah proses Market Analysis yang kita lakukan, dimulai
dari Analisa Pasar secara keseluruhan, baik Technical maupun Macro Fundamental
Analysis, kita kemudian menentukan sektor industri yang paling berpotensi untuk
leading dibandingkan sektor lainnya, hingga menentukan saham-saham kandidat.

Semua materi yang kita telah pelajari hingga tahap ini, bertujuan untuk menemukan
peluang investasi / trading di pasar modal, serta tentunya menghasilkan keuntungan.
Namun seorang Trader Professional tidak hanya melulu berorientasi pada peluang /
keuntungan. Seorang Trader Professional juga senantiasa melindungi portofolionya
dengan membatasi resiko maksimal yang bisa dialaminya.

Sehubungan dengan itu tibalah saatnya bagi kita untuk mempelajari ..

MONEY MANAGEMENT
Bab V
MONEY MANAGEMENT

In a man-to-man fight, the winner is he who has one more round in his magazine -
Erwin Rommel

Sampai tahap ini untuk sejenak mari kita tengok segala hal yang sudah kita pelajari
bersama. Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai 3 (tiga) modal dasar yang
harus dimiliki seorang Trader Profesional, yakni MINDSET, METHOD, dan MONEY
MANAGEMENT. Sesudah itu kita mempelajari berbagai instrumen untuk Trading /
Investasi, yakni Saham, ETF, dan Options. Kita juga sudah mempelajari berbagai
karakteristik Options, strategi membeli options, Black Scholes Model, serta bagaimana
kita menghindari Tiga Perangkap Maut bagi Pembeli Option. Selanjutnya kita
mempelajari METHOD, yakni bagaimana menganalisa pasar, serta menemukan peluang
trading / investasi melalui Technical Analysis dan Fundamental Analysis. Kini sampailah
kita pada bagian terakhir dari buku ini, sekaligus merupakan satu bagian yang
terpenting bagi seorang Trader Profesional, yakni MONEY MANAGEMENT. Kesuksesan
seorang Trader Profesional didasarkan atas 3 M, yakni MINDSET, METHOD, dan MONEY
MANAGEMENT. MINDSET adalah psikologi trading, serta sikap mental anda sebagai
seorang Trader Profesional, METHOD adalah market analysis atau analisa pasar, dan
yang terakhir Money Management mengacu pada manajemen resiko. M yang terakhir
ini adalah KUNCI keberhasilan anda sebagai Trader / Investor Profesional.

Money management adalah system guna mengelola modal trading anda. Beberapa
orang menyebutnya sebagai seni, ada juga yang menyebutnya sebagai science, namun
sesungguhnya money management adalah kombinasi dari keduanya, dengan titik berat
pada science. Tujuan utama Money management adalah mengembangkan account
trading anda dengan cara mengurangi kerugian, dan memaksimalkan keuntungan pada
posisi trading yang menang. Dengan demikian sesungguhnya ada 2 (dua) sasaran
Money Management, yakni survival dan properity. Prioritas utama selalu terletak pada
survival, yakni bagaimana kita melindungi modal kita, bagaimana kita bisa melanjutkan
perjalanan trading kita. Sesudah itu dengan system trading yang kita miliki, kita bisa
menghasilkan keuntungan yang konsisten, dan yang terakhir kita gunakan sebagian
kecil dari keuntungan yang kita kumpulkan untuk trading yang sifatnya lebih spekulatif
guna menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar lagi. Banyak orang yang
mengawali karir tradingnya dengan prioritas yang terbalik, berupaya menghasilkan
keuntungan spektakuler terlebih dahulu, namun tidak pernah memikirkan suatu sumber
penghasilan yang konsisten secara jangka panjang.

V.1. RESIKO BISNIS vs RESIKO GAMBLER


Pernahkah anda mendengar seseorang yang bangkrut gara-gara trading forex, saham,
futures ataupun options? Tahukah anda kenapa bisa demikian? Jawabannya hanya
satu, karena yang bersangkutan BUKAN Trading melainkan Gambling alias Judi. Lho,
kok bisa? Guna menjelaskan beda antara Trading dengan Gambling, saya punya satu
cerita yang saya sadur dari buku Dr. Alexander Elder Come Into My Trading Room,
suatu cerita tentang seorang Pedagang Buah. Ingin tahu ceritanya? OK, silakan simak
baik-baik cerita berikut ini dan ambil intisarinya.

Suatu hari di suatu kota kecil dekat Venesia, ada seorang pedagang buah yang memiliki
sebuah kios buah-buahan segar di tepi jalan. Luigi namanya. Setiap hari ia berjualan
Apel, Jeruk, Pisang, Strawberry, Anggur, Mellon dan Cherry. Penduduk kota itu selalu
membeli buah di kios itu. Luigi selalu memperoleh pasokan buah-buahan segar dari
Pedro, sahabatnya yang tinggal di Venezia. Pedro adalah pemasok dan sekaligus
importir buah segar di Venezia. Seluruh toko buah di Venezia dan sekitarnya
mendapatkan pasokan dari dirinya.

Suatu hari, Pedro memperoleh penawaran yang sangat menarik. Atas dukungan gencar
dari Pemerintah Thailand, produksi buah Durian Thailand benar-benar melimpah.
Akibatnya para pengusaha Durian di Thailand kini gencar untuk mengekspor duriannya
ke seluruh dunia. Akibatnya, Pedro kini memperoleh penawaran Durian Monthong dari
Thailand dengan harga miring kualitas super. Pedropun segera menghubungi
sahabatnya, Luigi si pemilik kios buah.

Atas penawaran dari Pedro, Luigi tidak langsung memborong Durian Monthong yang
ditawarkan Pedro, dengan harapan jika orang-orang di kotanya menyukai buah Durian
tersebut, maka dia akan untung besar. Yang dilakukannya adalah cukup membeli 1 2
kotak saja, sehingga jika ternyata pelanggannya tidak menyukai buah tersebut,
kerugian yang dialaminya tidak akan membuat tokonya bangkrut. Perhatikan bahwa
pilihan ini adalah resiko bisnis pada umumnya.

Bedanya seorang Trader Profesional dengan seorang Gambler adalah, seorang Trader
Profesional melihat trading sebagai bisnis. Ia tahu betul resiko bisnis yang
dilakukannya. Ia tahu betul bagaimana membatasi resiko bisnis yang dihadapinya
sehingga jika bisnisnya mengalami kerugian tidak akan membuat bisnisnya macet total
alias bangkrut. Beda antara resiko bisnis dengan resiko gambler terletak pada
seberapa besar resiko tersebut terhadap total account trading anda .

Resiko bisnis normal akan menghadapkan anda pada suatu fluktuasi nilai asset normal.
Namun suatu resiko gambler, memberikan ancaman akan survival dan prosperity
anda. Sekali kena hantam, habislah account anda, dan tamatlah riwayat perjalanan
karir trading anda. Seorang penjudi akan mempertaruhkan seluruh uangnya, dengan
harapan untung besar sekali cukup, jika rugi habis semua. Pada kenyataannya memang
ada banyak sekali hal yang dalam kehidupan kita bisa dijadikan ajang judi seperti ini.
Bukan hanya pasar modal, option, futures maupun forex. Tapi coba perhatikan, mulai
dari ayam sampai sepak bola, pacuan kuda, pacuan anjing, bahkan billiar ataupun golf
semuanya bisa dijadikan ajang judi. Trading di pasar modal, forex, futures, ataupun
options adalah murni aktifitas bisnis. Beberapa pelaku bisnisnyalah yang kemudian
menjadikannya sebagai ajang judi.

Lantas bagaimana membuat Trading di pasar modal, forex, futures ataupun options
bukan sebagai ajang judi melainkan Trading secara profesional? Jawabnya hanya satu,
yakni dengan menggunakan Money Management.

V.2. SEORANG TRADER PROFESIONAL TIDAK PERNAH YAKIN


AKAN TRADINGNYA
Suatu ketika selesai Seminar, ada sekitar 7-8 orang yang asyik bergerombol di
belakang, dan nampaknya sedang berdikusi serius. Karena sudah diperingati oleh pihak
manajemen hotel bahwa acara kita harusnya sudah selesai sejak sejam yang lalu,
dimana ruangan seminar harus segera dikosongkan untuk acara yang lain, saya
terpaksa nimbrung untuk mengajak 7-8 orang tadi melanjutkan diskusinya di luar.
Begitu saya mendekat, satu orang kemudian dengan malu-malu bilang ke saya, Pak
Hary, kita kalau ngikut tradingnya Pak Hary, dijamin untung ya Pak? Selidik punya
selidik, ternyata mereka bermaksud untuk patungan dan mengirim salah seorang untuk
mengikuti Workshop Mastering the Stock Market Lumen Capital Resources, sesudah itu
orang yang ikut workshop, punya tanggung jawab untuk setiap hari Rabu dan Jumat
menunggu posisi trading yang saya lakukan1, dan segera men-sharing-kan order
trading tersebut ke teman-temannya yang lain lewat sms atau Yahoo Messenger.

Dalam hati saya tersenyum, berarti mereka beranggapan bahwa dengan secara buta
seperti itu mengikuti trading saya, mereka pasti akan memperoleh performance yang
sama dengan saya? Berikut ini adalah kutipan dari Dr. Alexander Elder : . Good
market analysis alone will not make you a winner. The ability to find good trades will
not guarantee success. Analisa pasar yang baik semata bukan jaminan anda akan
menjadi pemenang. Kemampuan menemukan peluang-peluang Trading yang baik
bukan jaminan keberhasilan anda.

Berkali-kali, bukan hanya sekali dua, saya ketemu seorang trader yang tidak pernah
loss selama 20 kali, 30 kali, bahkan lebih, namun ternyata tetap saja berakhir dengan
kerugian. Ketika seorang trader sedang profit seperti itu ia akan mudah sekali terlena,
dan gampang sekali untuk lalai akan resiko bisnisnya. Cukup satu loss besar bisa
membuat malapetaka bagi account-nya.

Suatu system trading yang baik, ditunjang analisa pasar yang tajam, akan memberikan
keunggulan tersendiri dalam mengembangkan trading account anda, namun ada begitu
banyak ke-tidakpasti-an di pasar keuangan. Suatu ketika pada saat chatting bersama
dengan partisipan Lumen Capital, seperti biasa saya menyampaikan order trading yang
sedang saya lakukan. Seperti biasa saya juga mengemukakan dasar pemikirannya.
Seorang partisipan tiba-tiba bertanya, Yakin untung Coach ? Jawab saya adalah, Ya,
Jelas TIDAK. Kalau yakin, saya PASTI sudah gadaikan rumah saya untuk trading itu.
Ngapain pula saya musti pasang STOP Loss ? Seorang Trader Professional, sekali lagi,
melihat Trading adalah Bisnis, dan dia tahu betul resiko bisnis yang sedang
dihadapinya. Dia tahu betul bagaimana membatasi resikonya.

1
Sebagai Trainer Workshop Mastering The Stock Market, saya memang selalu memberitahukan semua transaksi
Saham / Option yang sedang saya lakukan kepada seluruh partisipan Lumen Capital Resources melalui media
chatting online dengan menggunakan fasilitas server dan software Lumen Discussion yang dibagikan secara GRATIS
kepada seluruh Partisipan Lumen Capital Resources. Keesokan harinya posisi tersebut langsung dimuat di website
Lumen Capital Resources (www.lumenoptions.com), sehingga semua Track Record saya bisa terlihat jelas di
website, yang untung maupun yang rugi. Ada beberapa kritik yang saya terima sehubungan dengan hal di atas,
bahwa Trainer Lumen Capital cenderung spoon feeding alias menyuapi partisipannya, dan tidak mendidik.
Namun tujuan saya membuka semua posisi trading saya kepada semua Partisipan secara online, dan real time
bukanlah untuk menyuapi partisipan, namun lebih kepada integritas selaku Derivative Trainer. Saya ingin
partisipan benar-benar melihat bahwa segala hal yang saya berikan baik di workshop, gathering, maupun pada
kesempatan lainnya, benar-benar saya terapkan dalam trading saham maupun options secara nyata. Bukan hanya
sekedar teori belaka tanpa praktek. Semua trdaing tersebut bukanlah rekomendasi, melainkan contoh nyata mulai
dari teori, pola pikir sampai mendapatkan peluang trading dan tidak hanya berhenti samapai disitu, namun benar-
benar diterapkan secara nyata. Harapan saya partisipan bisa lebih memiliki panduan, dan pada akhirnya bisa
mencontoh pola pikir yang saya gunakan setiap kali saya trading.
V.3. SOLUSI 2%
BATASI KERUGIAN ANDA MAKSIMUM 2% DARI TOTAL ACCOUNT ANDA

Misalkan di account anda tersedia uang sebesar USD 30,000.-. Anda bermaksud untuk
membeli AAPL JUL 120 Call @ 10, dengan STOP LOSS di USD 7.-2. Dengan demikian
per lot, kerugian anda adalah USD 3.- x 100 = USD 300.-. Jika anda membatasi
kerugian maksimal hanya 2% dari Total Account anda, berapa lot option yang bisa anda
beli?

Jawab :

Total Account = USD 30,000.-


Resiko Maksimum berdasarkan SOLUSI 2% = USD 30,000 x 2% = USD 600.-
Resiko Maksimal per Transaksi = USD 300.-
Jumlah Lot = (2% x Total Account) / Resiko Maksimal per Transaksi
= USD 600.- / USD 300.- = 2 lot.

Banyak orang terutama Terutama Trader Pemula akan beranggapan bahwa jumlah lot
di atas terlalu kecil. Namun coba perhatikan, jika anda memiliki system trading yang
baik, dan accoun anda sesudah beberapa bulan berkembang menjadi USD 45,000.-
misalnya. Anda kini bisa menempuh resiko USD 45,000.- x 2% = USD 900.-, dengan
kata lain anda kini bisa bertransaki dengan jumlah lot yang lebih besar lagi.

2
Saya sendiri menggunakan STOP LOSS berkisar antara 30 % hingga maksimum 50% dari premi Option yang saya
beli.
V.4. ATURAN 6%
JIKA TOTAL EQUITY ACCOUNT (NET LIQUIDTION VALUE) ANDA DROP
DIBAWAH 6% DARI TOTAL EQUITY (NET LIQUIDATION) AKHIR BULAN
LALU, STOP TRADING HINGGA AKHIR BULAN INI.

Perhatikan Total Equity (Net Liquidation Value) Account3 anda setiap hari. Perhatikan
juga total cash atau cash equivalent4, margin requirements (jika anda memiliki short
option position atau transaksi futures atau forex), serta sisa uang anda atau free
margin atau seringkali juga disebut sebagai excess liquidity. Hentikan trading anda
segera ketika Total Equity anda drop dibawah 6% dari Total Equity anda pada akhir
bulan lalu. Close semua posisi anda yang masih open, dan berhentilah trading hingga
akhir bulan. Sementara itu tetap amati pergerakan pasar, monitor indeks, makro
ekonomi, beberapa saham favorit anda, indikator, trend line, dan silakan lakukan virtual
trading jika anda mau. Ini adalah saat-saat terbaik untuk me-review ulang system
trading anda. Masih valid-kah system trading anda? Pelajari dan analisa ulang apa yang
membuat system trading anda kali ini drop? Analisa pasar secara menyeluruh. Adakah
berita ekonomi yang menggerakkan pasar secara signifikan? Anda punya kesempatan
hingga akhir bulan untuk menganalisa, dan bilamana diperlukan memperbaharui system
trading anda. Awal bulan berikutnya anda bisa mulai trading kembali.

Perhatikan, jika seorang trader menggunakan SOLUSI 2% serta ATURAN 6% diatas,


mungkinkah dia bangkrut gara-gara trading saham, forex, futures ataupun options ?

V.5. DUA RANJAU PALING BERBAHAYA DALAM DUNIA TRADING


Ada dua ranjau yang sangat banyak menelan korban dalam dunia trading. Kedua ranjau
ini sangat erat hubungannya dengan Money Management yang sedang kita pelajari ini.
Ingat bahwa seorang Trader Professional membutuhkan tiga modal utama guna
menunjang kesuksesannya dalam bisnis trading yang digelutinya, yakni MINDSET,
METHOD, dan MONEY MANAGEMENT. MINDSET anda butuhkan supaya anda memiliki
karakter yang dibutuhkan untuk sukses. MINDSET akan memberikan anda semangat

3
Total Equity atau seringkali juga disebut Net Liquidation Value atau Current Market Value adalah Total Uang anda
ditambah / dikurangi floating profit / loss dari semua posisi anda. Floating Profit / Loss adalah Profit / Loss yang
belum anda realisasikan (posisinya masih open, belum ditutup / di-close).
4
Total Cash / Cash Equivalent adalah Total uang yang tersedia di account anda, termasuk total cash uang anda
sendiri ditambah premi short option position anda bilamana ada. Short Option adalah suatu strategi option dimana
kita menjual option terlebih dahulu dengan harapan option tersebut preminya turun atau bahkan expired
worthless. Strategi-strategi options memang tidak banyak dibahas dalam buku ini, namun akan dibahas dalam
kesempatan lainnya.
sehingga secara kontinyu selalu berupaya mempelajari, membangun dan
mengembangkan trading method anda. Trading METHOD yang baik akan memberikan
anda keunggulan dalam menemukan peluang trading / investasi di pasar modal, serta
memberikan panduan dalam hal timing entry ataupun exit anda. Banyak trader yang
beranggapan bahwa Trading METHOD adalah segala-galanya. Selama memiliki suatu
Trading METHOD yang akurat, maka Trading tidak akan pernah loss. Itu sebabnya ada
begitu banyak trader yang selalu berupaya untuk meriset / mencari suatu system
trading yang benar-benar sempurna. Pada kenyataannya, tidak pernah ada, dan tidak
akan pernah ada suatu system yang benar-benar sempurna dan bertahan selamanya5.

Begitu anda menyadari bahwa tidak ada satu system trading yang sempurna dan
sanggup bertahan selamanya, anda akan menyadari bahwa MONEY MANAGEMENT
adalah modal yang terpenting bagi seorang trader professional. Jika TRADING METHOD
memberikan anda peluang untuk menghasilkan keuntungan dari Pasar Modal, MONEY
MANAGEMENT akan melindungi keuntungan yang anda kumpulkan tidak lenyap
kembali, serta sekaligus menghindarkan anda dari resiko kebangkrutan (account anda
habis).

Coba bayangkan ada suatu kesebelasan sepak bola, dimana mereka hanya bermain
dengan lima orang penyerang, dan tiga orang gelandang, tanpa pemain belakang
(back) maupun kiper. Secanggih apapun penyerangnya, mereka akan sangat kesulitan
memenangkan pertandingan tersebut. Dalam dunia Trading, Money Management
adalah barisan defense (pertahanan) anda. Money Management akan menghindarkan
anda dari dua ranjau paling mematikan dalam dunia trading berikut ini.

OVERTRADING
Jika anda mematuhi solusi 2%, maka anda akan melihat bahwa jumlah lot yang bisa
anda ambil hanya sedikit. Pada saat ini kebanyakan dari kita selalu punya keinginan
untuk menambah jumlah lot, karena dengan demikian profit yang dihasilkan akan jauh
lebih besar. Satu hal yang kebanyakan orang lupa, jika potensi profit bertambah besar,
maka resikonya juga bertambah besar.

Ini adalah salah satu ranjau klasik yang paling banyak memakan korban dan hal ini
sangatlah bisa dipahami. Hingga saat ini sudah hampir lima tahun saya berkiprah
sebagai Stock Market & Derivative Trainer. Selama kurun waktu tersebut, saya

5
Ada suatu pepatah dalam dunia trading yang berbunyi There is no Holly Grail. Pepatah ini bisa diterjemahkan
sebagai Tidak ada suatu system sempurna yang tidak ada matinya.
menemukan suatu fakta, bahwa kita semua memiliki kecenderungan hanya mau
melihat / mendengar apa yang kita suka, bukan realita / kebenaran. Kita suka melihat
profitnya, dan tidak suka melihat loss-nya, sehingga ketika kita yakin akan suatu
peluang, kita cenderung kurang memperhatikan resikonya.

Fakta yang lebih menarik lagi adalah bahwa hal ini bukan hanya terjadi di dunia trading,
melainkan terjadi pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Dalam seminar saya
seringkali bertanya adakah diantara peserta seminar yang merokok. Beberapa orang
langsung mengacungkan tangan. Sekedar informasi, sembilan tahun lalu saya juga
adalah seorang perokok. Saya lantas bertanya, Setiap kali anda membeli rokok, tulisan
apakah yang tercantum pada bungkusnya? Yang tercantum adalah peringatan bahwa
merokok dapat membahayakan kesehatan, dan seterusnya, bukan? Namun setiap kali
membaca tulisan tersebut, dalam benak kita tiba-tiba ada yang bersuara, Urusan hidup
mati khan urusan Tuhan, buktinya tuh, tetangga saya si A, merokoknya kayak kapal
api, tapi sekarang masih sehat-sehat aja, sementara sahabat saya si B yang notabene
tidak merokok, bulan lalu malah mati ketabrak kereta.

NO RISK LIMIT
Mungkin ada yang pernah membaca artikel menarik tentang teknik
berburu monyet di hutan-hutan Afrika, Caranya begitu unik. Sebab, teknik
itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-
hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab,
monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau
binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan


toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah
diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan
menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu
melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-
monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok,bisa ? Tentu kita bisa menduga jawabannya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-
kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-
monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan
kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu
berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke
mana-mana!

Di akhir tahun 2008, setiap kali selesai seminar, selalu saja ada orang yang mendatangi
saya, dan meminta untuk berkonsultasi mengenai saham PT BUMI Resources, Tbk
(BUMI) yang dibelinya. Ia membeli saham ini pada harga Rp. 6.000,- per lembar, dan
kemudian turun hingga dibawah Rp. 1.000,- per lembarnya. Hal ini terjadi karena ia
tidak ingin melepas sahamnya sama sekali. Padahal jika aturan Money Management
(Aturan 6%) benar-benar ia terapkan, ia tidak akan mengalami kerugian sebesar itu. Ia
mempertaruhkan kelangsungan karir tradingnya demi saham yang digenggamnya.
BAB VI. PENUTUP

Sampai tahap ini anda mungkin bertanya-tanya, mengapa ada begitu banyak hal yang
kita musti pelajari? Tidak bisakah kita cukup mempelajari satu strategi / formula saja,
dan kemudian langsung trading? Mengapa harus mempelajari technical analysis,
fundamental analysis, hingga money management dengan demikian mendetail?

Jawabnya adalah karena rahasia pertama kesuksesan seorang trader / investor terletak
pada mindset yang dimilikinya. Apakah ia memiliki mindset seorang trader / investor
professional atau hanya sekedar amatir? Tahukah anda apa bedanya seorang
professional dengan seorang amatir?

Berikut ini adalah definisi Professional yang diambil dari WordNet


(http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn)

S: (adj) professional (engaged in a profession or engaging in as a profession or


means of livelihood) "the professional man or woman possesses distinctive
qualifications"; "began her professional career after the Olympics"; "professional
theater"; "professional football"; "a professional cook"; "professional actors and
athletes"

Bandingkan dengan definisi Amateur yang diambil dari sumber yang sama, yakni
WordNet (http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn)

S: (adj) amateur, recreational, unpaid (engaged in as a pastime) "an amateur


painter"; "gained valuable experience in amateur theatricals"; "recreational
golfers"; "reading matter that is both recreational and mentally stimulating";
"unpaid extras in the documentary"

Dari definisi diatas bisa dilihat bahwa seorang profesional adalah seorang yang benar-
benar ahli di bidangnya dan mengandalkan keahliannya tersebut sebagai mata
pencahariannya. Sedangkan amatir adalah seseorang yang mengerjakan sesuatu yang
bersifat rekreasi / hobi, dan tidak memperoleh penghasilan atas apa yang
dikerjakannya tersebut.

Dengan demikian tidak ada jalan lain, kalau mau sukses di bidang apapun, maka kita
harus menjadi seorang yang profesional dan bukan hanya sekedar amatir.
VI.1. TRADER PROFESSIONAL vs TRADER AMATIR
Sama seperti bisnis lainnya, jika anda ingin sukses di bisnis ini, maka jadilah seorang
yang profesional di bidangnya, dan bukan hanya sekedar amatir. Kebanyakan Trader
Amatir memulai trading hanya dengan trading plan yang tidak jelas, kebanyakan
bahkan hanya sekedar menunggu tips trading dari orang lain, atau bahkan hanya
sekedar nekad. Seringkali komplain yang saya terima adalah : mengapa kok harus
belajar makro fundamental? Mengapa harus belajar analisa teknikal? Tidak cukupkah
hanya mempelajari satu indikator teknikal saja?

Ingat impian yang anda bangun di depan. Jika kita ingin terbebas dari penjara finansial,
maka lupakan bayangan Trader Amatir, karena anda sekarang dalam perjalanan
menjadi seorang trader professional yang sukses. Sekarang coba bandingkan kedua
kamera di bawah ini :

Kamera yang sebelah kiri adalah kamera saku diperuntukkan bagi fotografer amatir,
dan tidak dibutuhkan pengetahuan / keahlian fotografi profesional, seringkali juga
disebut point & shoot camera, karena hanya itulah fitur yang tersedia untuk anda.
Kamera yang sebelah kanan adalah kamera professional diperuntukkan bagi seseorang
fotografer professional. Untuk bisa menggunakannya secara optimal minimal diperlukan
pengetahuan dasar fotografi yang memadai. Fitur-fiturnya sangat banyak, dan ada
berbagai istilah fotografi yang harus anda pahami terlebih dahulu, seperti : Apperture,
Shutter Speed, Focal length, ISO Speed, crop factor , dan seterusnya. Pada
kenyataannya, untuk menjadi seseorang professional minimal anda harus menguasai
skill / pengetahuan dasar fotografi yang memadai.

Sekarang, misalkan sekarang kita ditugasi untuk pergi ke Alaska. Maka kita perlu
membuat berbagai persiapan. Saya yakin banyak di antara kita yang segera
mempersiapkan jaket tebal, selimut tebal banyak-banyak. Namun sesungguhnya,
berapapun selimut tebal, jaket, baju hangat yang kita bawa, mungkin kita hanya bisa
bertahan hidup selama beberapa hari saja.

Orang Indonesia adalah Iceman Amatir di tanah Alaska.


Orang Eskimo adalah Iceman Professional. Tahukah anda,
suku eskimo memiliki lebih dari 32 (tiga puluh dua) kata
yang berbeda untuk salju?1

Orang Eskimo memiliki istilah yang berbeda-beda untuk


salju / es. Ada es yang tetap tidak akan mencair walupun
kena panas, dan ini mereka gunakan untuk membangun
iglo / rumah mereka, ada es yang ketika anda berjalan di
atasnya, anda hanya bisa melangkah maksimum tiga
langkah sebelum akhirnya pecah dan anda tenggelam dan
terseret arus di bawah es dan tidak akan pernah kembali
lagi ke permukaan, sementara ada juga es yang memang
untuk dicairkan untuk air minum.

Yang membedakan seorang professional dengan amatir, tidak lain adalah seberapa
detail yang bersangkutan menguasai bidangnya. Seorang professional menguasai
bidangnya hingga ke hal yang paling detail, seorang amatir hanya sekedar tahu. Atas
keahliannya, seorang professional memperoleh hasil yang jauh lebih baik dibandingkan
amatir.

Hal yang sama juga berlaku dalam dunia trading. Salah satunya adalah pada
kenyataannya, semua software trading yang digunakan oleh para trader professional,
adalah software yang penuh dengan fitur dan berbagai fasilitas. Mengapa kok tidak
diciptakan saja software simpel yang hanya didasarkan pada satu dua strategi
berdasarkan analisa teknikal saja, khan yang penting pokoknya bisa untung? Karena
sekali lagi mindset seorang professional tidaklah demikian, seorang trader profesional
senantiasa melakukan pengujian-pengujian terhadap strateginya, melakukan analisa
pasar secara menyeluruh, detail dan lengkap. Ia benar-benar ingin tahu secara detail,
resiko yang akan ditempuhnya, potensi keuntungan yang diharapkannya, serta peluang
keberhasilan atas peluang trading yang akan diambilnya.

Istilah-istilah seperti inflasi, deflasi, resesi, fed fund rate, Non Farm Payroll, stochastic,
RSI, MACD, Moving Average, Call options, Put Options, strike price, black scholes
1
Sekedar catatan : Istilah yang lebih tepat sebetulnya bukan kata, melainkan lexeme, dimana mereka memiliki
sekitar 280 variasi nada (inflections) untuk tiap noun lexeme, dan lebih dari 1000 variasi nada (inflections) untuk
verb lexeme.
model, delta, gamma, vega, thetta, rho, implied volatility , dll, adalah bahasa sehari-hari
seorang trader professional. Pertanyaan selanjutnya : Mengapa atau bagaimana
seseorang bisa menjadi seorang professional di bidangnya? Kemungkinan pertama
adalah karena dia tidak punya pilihan, misalnya orang eskimo tadi, sejak lahir dia sudah
dilahirkan di Alaska. Kemungkinan kedua adalah karena dia sangat mencintai bidang
yang ia tekuni tadi. Kenapa seseorang menjadi fotografer professional, kendatipun tidak
pernah saya survey namun saya punya keyakinan kuat bahwa rata-rata jawabnya
adalah karena mereka mencintai fotografi, karena hobby fotografi.

Khabar baik untuk anda, apapun alasan anda, baik karena anda tidak punya pilihan
karena anda tidak punya peluang untuk menggeluti bidang keahlian yang lain misalnya,
ataupun karena anda mencintai / menyukai trading / investasi di pasar keuangan, salah
satu dari keduanya adalah compelling reason yang cukup untuk membangun
komitmen anda menjadi Trader Professional. Langkah berikutnya adalah melatih semua
hal yang sudah anda pelajari dalam buku ini.

VI.2. BAGAIMANA MEMULAI


Ada 3 (tiga) prinsip sukses yang saya peroleh dari berbagai seminar Tung Desem
Waringin, yang pertama adalah belajar dari yang terbaik, yang kedua adalah ketika
belajar, kita harus larut sepenuhnya, alias totalitas, dan yang terakhir adalah
pengulangan. Dari apa yang saya amati selama ini, kunci sukses ketiga yang paling
sering tidak dilakukan, padahal justru kunci yang ketiga ini adalah yang terpenting dari
ketiganya. Kunci sukses yang pertama akan mampu menunjukkan strategi sukses dari
orang-orang yang sudah sukses. Kunci sukses yang kedua akan mengantarkan anda
untuk memahami dan menguasai ilmunya. Namun tanpa kunci sukses yang ketiga
maka ilmu yang anda peroleh hanya bersifat sementara.

Saat ini Tiger Woods dikenal sebagai juara golf sejati. Pertanyaannya adalah mengapa
hingga saat ini Tiger Woods masih rutin berlatih swing di Driving Range? Karena kunci
sukses yang ketiga inilah yang bisa membuat anda senantiasa berada pada Top
Performance. Kunci sukses yang ketiga inilah yang membuat ilmu yang anda miliki
tidak hanya bersifat sementara.

Sehubungan dengan itu kita harus mempersiapkan sarana latihan anda.


VI.2.1. VIRTUAL TRADING ACCOUNT

Yang pertama, anda membutuhkan Virtual Trading Account, atau Demo Account. Anda
sangat beruntung, karena dewasa ini Virtual Trading Account bisa anda peroleh secara
gratis.

Berikut ini adalah beberapa Sekuritas / Pialang yang menyediakan fasilitas Virtual
Account secara gratis.

US STOCK & OPTION MARKET

www.optionsxpress.com

OptionsXpress adalah saah satu broker Stock dan Option Amerika, yang memberikan
fasilitas Virtual Trading secara gratis. Keunggulan lainnya adalah, banyak orang yang
berpendapat bahwa platform OptionsXpress jika dibandingkan dengan platfor-platform
broker lainnya adalah yang paling user-friendly.

Untuk memperoleh fasilitas Virtual Account secara gratis dari OptionsXpress, anda perlu
membuka Account terlebih dahulu. Silakan klik Open an Acount di atas, dan ikuti
instruksi-instruksi selanjutnya. Sesudah anda membuka Account secara online, fasilitas
virtual trading bisa langsung anda pergunakan.

www.thinkorswim.com

Banyak yang berpendapat bahwa platform thinkorswim, jauh lebih canggih


dibandingkan OptionsXpress. Fasilitas charts-nya juga jauh lebih kompleks dan lengkap.

Untuk membuka account di thinkorswim, anda cukup klik Open an Account, selanjutnya
ikuti semua petunjuk / instruksi yang ada di layar monitor anda.
SEKURITAS BURSA EFEK INDONESIA

Dewasa ini ada cukup banyak pilihan jika anda ingin melakukan Online Trading atas
saham-saham Bursa Efek Indonesia. Beberapa diantaranya adalah PT. Indo Premier
Securities dengan Platform IPOT (Indo Premier Online Trading) yang bisa anda
download melalui website www.ipotindonesia.com, PT. Etrading Securities dengan
platform HOTS version 2, yang bisa anda download secara gratis melalui website
www.etrading.co.id, dan ada banyak lagi lainnya yang kini juga menyediakan fasilitas
online trading yang bisa anda peroleh secara gratis.

VI.2.2. MARKET ANALYSIS SOFTWARE

CHARTING SOFTWARE

Anda pasti akan membutuhkan charting software untuk melakukan technical analysis.
Dewasa ini ada begitu banyak pilihan charting software, baik yang bersifat web based
ataupun software yang terinstall langsung pada platform Windows di komputer anda.

Untuk saham-saham Amerika, indeks, komoditas, anda bisa menggunakan StockCharts,


yang bisa anda akses melalui website : www.stockcharts.com.

Anda cukup memasukkan symbol saham yang anda perlukan, dan klik Go!. Stockcharts
bersifat web based, dan untuk menjalankannya, anda memerlukan dukungan java
platform. Untuk itu pastikan web browser anda memiliki fasilitas java. Jika tidak Java
versi terbaru bisa anda download secara gratis melalui website :
www.java.com/getjava/.

Solusi yang lebih komplit dan canggih bisa anda dapatkan dengan menggunakan
software Amibroker. Trial Version (berlaku 30 hari) Amibroker bisa anda download
secara gratis melalui website www.amibroker.com.
STOCK SCREENER

Untuk keperluan menemukan kandidat saham anda bakal memerlukan Stock Screener.
Yahoo Finance Stock Screener, sejauh ini adalah salah satu Stock Screener dengan
fasilitas paling lengkap dan canggih. Yahoo Stock Screener bisa anda akses secara
gratis melalui website http://screener.finance.yahoo.com/newscreener.html.

Alternatif lainnya, adalah anda bisa menggunakan fasilitas MSN Deluxe Stock Screener
dari MSN Money, yang bisa anda akses melalui website http://moneycentral.msn.com.
Petunjuk lengkap bisa anda lihat pada Bab IV.

LUMEN FINANCIAL NAVIGATOR

Software ini menyediakan solusi yang terintegrasi meliputi fasilitas charting, stock
screener (menggunakan MSN Deluxe Stock Screener), serta analisa fundamental makro.
Klik Icon ini untuk Klik Icon ini untuk
mengetahui menampilkan Klik Icon ini untuk
Average True daftar Saham yang menampilkan
Range (Volatilitas) sedang di-Upgrade daftar Saham yang
suatu Saham. / Downgrade akan Stock Split.

Link ke MSN
Deluxe Stock
Icon ini Screener langsung
memberikan bisa diakses
jadwal EPS melalui icon ini.
serta sekaligus
menampilkan
data Klik Icon ini untuk
fundamental melakukan analisa Klik Icon ini untuk
Perusahan Makro mendapatkan data
Fundamental fundamental suatu
Perusahan

BONUS !
Sampai tahap ini, anda sudah membuktikan komitmen anda yang luar biasa!
Saya ucapkan selamat untuk anda. Sehubungan dengan itu, saya punya bonus
spesial untuk anda. Software Lumen Financial Navigator diatas, pertama kali
diluncurkan dengan harga USD 1.999,- kini bisa anda gunakan secara GRATIS
untuk selamanya!

Caranya mudah, cukup ikuti petunjuk instalasi dan aktifasinya pada buku manual
Lumen Financial Navigator yang disisipkan dalam buku ini. Anda juga bisa
mempelajari cara penggunaannya pada buku manual tersebut.
Gambar Tampilan fasilitas Makro Fundamental Lumen Financial Navigator

Tampilan MSN Deluxe Stock Screener yang diakses langsung dari Lumen Financial
Navigator
VI.3. KONSISTENSI
Indikator keberhasilan anda adalah konsistensi. Latih terus kemampuan anda. Analisa
pasar secara keseluruhan, gunakan pendekatan makro fundamental, kemudian lakukan
technical analysis atas ketiga indeks utama Amerika, kemudian gunakan Stock Screener
untuk menemukan saham-saham kandidat anda, gunakan technical analysis untuk
mempertajam entry / exit point anda, dan yangterakhir pasang order anda dengan
menggunakan fasilitas virtual account yang anda miliki. Catat posisi anda dalam sebuah
buku jurnal, dan tuliskan alasan anda mengambil posisi tersebut. Kemudian ulangi lagi
seluruh proses diatas keesokan harinya.

Lakukan terus, dan jangan pernah berhenti. Ingat lebih baik babak belur dahulu di
Virtual Account anda daripada anda terkapar ketika menggunakan real account / live
account. Indikator keberhasilan anda terletak pada konsistensi.
DAFTAR PUSTAKA
John J. Murphy Technical Analysis of The Financial Market : A Comprehensive Guide
to Trading Methods and Applications, New York Institute of Finance, 1999

John J. Murphy Intermarket Analysis : profiting from Global Market Relationships,


Willey Trading, 2004

Martin J Pring Technical Analysis Explained : The Successful Investor's Guide to


Spotting Investment Trends and Turning Points, McGraw-Hill Professional, 2002

Marc H. Gerstein - Screening the Market: A Four-Step Method to Find, Analyze, Buy and
Sell Stocks, John Wiley & Sons, 2002

Harry Domash, Fire Your Stock Analyst: Analyzing Stocks On Your Own (Definitive
Guides), Financial Times Press, 2002

Lawrence G. McMillan - McMillan on Options, Second Edition, John Wiley and Sons,
2004

Lawrence G. McMillan - Options as a Strategic Investment, Prentice Hall Press, 2003

Larry Williams - Trade Stocks & Commodities with the Insiders: Secrets of the COT
Report, John Wiley and Sons, 2005

Larry Williams - Long-Term Secrets to Short-Term Trading, John Wiley and Sons, 1999

Larry Williams - The Right Stock at the Right Time: Prospering in the Coming Good
Years, John Wiley and Sons, 2003,

Larry Williams Cracking The Money Code

J. Frost, Robert R. Prechter Jr., and Charles J. Collins- Elliott Wave Principle: Key to
Market Behavior, Elliott Wave International Inc., 1998

Dr. Alexander Elder - Trading for a Living: Psychology, Trading Tactics, Money
Management, John Wiley and Sons, 1993

Dr. Alexander Elder - Come Into My Trading Room: A Complete Guide to Trading, John
Wiley and Sons, 2002

Martin J. Pring - The Investor's Guide to Active Asset Allocation, McGraw-Hill, 2006
Campbell McConnell, Stanley Brue, and Sean Flynn Macroeconomics, McGraw-Hill
Economics, 2008

George A. Fontanills and Tom Gentile - The Volatility Course, Workbook: Step-by-Step
Exercises to Help You Master The Volatility Course, John Wiley and Sons, 2003

Martin J. Pring - Investment Psychology Explained: Classic Strategies to Beat the


Markets,

Gerald Appel Technical Analysis: Power Tools for Active Investors,

Adi W. Gunawan, The Secret of Mindset, - PT Gramedia Pustaka Utama, 2008