Anda di halaman 1dari 25

PSAK 50 55 dan 60 (Instrumen Keuangan)

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Topik Khusus Dalam Akuntansi

Dosen Pembina:

Dudi Abdul Hadi, H., S.E., M.Si., Ak.

Disusun oleh:

Inten Rosmalina (0113U

Helma Aditia (0113U161)

Kelas A

PROGRAM STUDI AKUNTANSI S1


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PSAK 50 55 dan 60
(Instrumen Keuangan). Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Topik Khusus Dalam Akuntansi.

Untuk itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada
Bapak Dudi Abdul Hadi, H., S.E., M.Si., Ak. selaku dosen yang telah memberikan bimbingan
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan baik itu pengetahuan,


pengalaman maupun kemampuan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran maupun kritik
membangun yang bertujuan agar hasil makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi semua
khalayak.

Akhir kata kami berharap, semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi
pembaca. Semoga Allah SWT akan senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah serta taufik-
Nya kepada kita semua. Amin.

Bandung, Juni 2015


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan perkembangan instrumen yang semakin pesat, berkembang pula standar


akuntansi kompleks dan menuntut perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk segera
mengimplementasikan. Perbankan di Indonesia diwajibkan untuk mulai
mengimplementasikannya dari 1 Januari 2010, sedangkan non-bank diwajibkan untuk
mulai mengimplementasikannya dari tahun 2012. Perlakuan akuntansi atas instrumen
keuangan, baik instrumen aset keuangan, kewajiban keuangan, maupun instrumen ekuitas
didasarkan pada PSAK 50, 55, 60 dan perkembangan standar di lingkup internasional,
IAS 32, IAS 39, IFRS 7 dan IFRS 9.

Sebelum dikeluarkan PSAK 50 dan 55 (revisi 2006) yang merupakan adopsi dari IAS
32 dan IAS 39, perlakuan akuntansi terhadap instrumen keuangan mengacu pada PSAK
50 (1998) dan PSAK 55 (1999) yang diadopsi dari SFAS 115 dan SFAS 133. Beberapa
perbedaan mendasar dari standar tersebut antara lain yaitu definisi, klasifikasi, kewajiban
keuangan, pengakuan, pengukuran, reklasifikasi, penurunan nilai, dan pilihan nilai wajar.

1.2 Rumusan Masalah


1) Bagaimana definisi dan karakteristik PSAK 50 55 60 mengenai instrumen keuangan ?

2) Bagaimana penerapan pengakuan dan pengukuran terhadap PSAK 50 55 60 mengenai


instrumen keuangan ?

3) Bagaimana penerapan penyajian terhadap PSAK 50 55 60 mengenai instrumen


keuangan ?

4) Bagaimana penerapan pengungkapan terhadap PSAK 50 55 60 mengenai instrumen


keuangan ?

1.3 Tujuan Penulisan


1) Untuk mengetahui definisi Instrumen Keuangan serta Karakteristik Instrumen
Keuangan

2) Untuk mengetahui Pengakuan dan Pengukuran Instrumen Keuangan


3) Untuk mengetahui Penyajian dalam Instrumen Keuangan

4) Untuk mengetahui Pengungkapan dalam Instrumen Keuangan


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Karakteristik Instrumen Keuangan

Definisi Instrument Keuangan (Financial Instrument) menurut IAS 32 yaitu

merupakan kontrak yang mengakibatkan timbulnya asset keuangan bagi satu entitas dan

kewajiban keuangan atau instrument ekuitas bagi entitas lainnya.

PSAK revisi 2006 baru berlaku tahun 2008 tetapi penerapannya tahun 2010,

kemudian PSAK revisi 2010 merevisi PSAK 50 (sebelumnya mengenai instrumen

keuangan: penyajian dan pengungkapan yang diterbitkan tahun 2006). PSAK 50 (revisi

2010) diadopsi dari IAS 32 versi Oktober 2009. PSAK 50 (2014) membahas tentang :

Penghapusan pengaturan pajak penghasilan terkait dividen.

Penambahan persyaratan saling hapus aset dan liabilitas.

Penyesuaian definisi nilai wajar sesuai PSAK 68.

Isi dari PSAK 50 yang sudah direvisi yaitu tujuan, Ruang Lingkup, Penyajian
yang berisikan tentang Liabilitas dan Ekuitas, Instrumen Keuangan Majemuk, Saham
yang Diperoleh Kembali, Saham, Deviden, Kerugian dan Keuangan, Saling Hapus antar
Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (revisi 2013), Pedoman Penerapan yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PSAK 50. Berikut merupakan standar
akuntansi yang mengatur tentang instrumen keuangan :

1. PSAK 50 Instument Keuangan


2. PSAK 55 Instrument Keuangan

3. PSAK 60 Instrument Keuangan

Instumen keuangan, diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika tidak


memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan, atau
mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak
menguntungkan; dan jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas, instrumen
keuangan tersebut merupakan non derivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan
instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi, atau derivatif yang diselesaikan dengan
instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan
instrumen ekuitas entitas di masa depan).

Berkaitan dengan masalah investasi standar tersebut mengatur masalah aset


keuangan (financial asset) yang didefinisikan sebagai aset yang terdiri dari :
Kas
Intrumen ekuitas entitas lain
Hak kontraktual :
1) Untuk menerima kas atau asset keuangan lainnya dari entitas lain
2) Untuk menukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan dengan
entitas lain
Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dalam instrumen ekuitas entitas
sendiri dan merupakan :
Instrumen non-derivatif yang mewajibkan atau mungkin mewajibkan entitas
itu untuk menerima instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah variabel.
Instrumen derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain melalui
pertukaran kas atau asset keuangan lainnya dalam jumlah tetap dengan
instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah tetap. Untuk maksud ini,
instrumen ekuitas entitas sendiri tidak mencakup instrumen yang berupa
kontrak untuk menerima dan menyerahkan instrumen ekuitas entitas sendiri di
masa depan; instrumen ekuitas entitas sendiri juga tidak mencakup instrumen
keuangan yang dapat dijual dengan harga tertentu di masa depan (puttable
financial instrument).

Kewajiban keuangan (financial liability) mencakup:

Kewajiban kontraktual:

- Untuk menyerahkan kas atau asset keuangan lainnya kepada entitas lain;
- Untuk menukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan yang
persyaratan/kondisinya mungkin menguntungkan bagi perusahaan; atau
kontrak yang akan atau bisa diselesaikan dalam instrumen ekuitas entitas
sendiri dan berupa:

- Instrumen non-derivatif yang mewajibkan atau mungkin mewajibkan entitas


untuk menyerahkan instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah variabel

- Instrumen derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain melalui


pertukaran kas atau asset keuangan lainnya dalam jumlah tetap dengan
instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah tetap. Untuk maksud ini,
instrumen ekuitas entitas sendiri tidak mencakup instrumen keuangan yang
dapat dijual dengan harga tertentu di masa depan (puttable financial
instrument).

Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas asset
suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.

2.2 Pengakuan dan Pengukuran Instrumen Keuangan

Entitas harus mengakui aset keuangan ketika entitas tersebut menjadi bagian
dalam provisi kontrak dari instrumen keuangan tersebut. Hal ini berarti bahwa entitas
mengakui semua hak kontraktual yang menimbulkan aset keuangan dalam neracanya.
Transaksi yang direncanakan terjadi di masa datang meskipun dalam kemungkinan yang
sangat besar tidak dapat dicatat sebagai aset keuangan karena entitas tersebut belum
diakui sebagai bagian dari kontrak
Penghapusan :
Sesuai IAS 39 penghapusan aset keuangan dilakukan jika salah satu dari kriteria
berikut terpenuhi:
1. Hak kontraktual atas arus kas dari aset keuangan telah kadaluarsa, atau
2. Aset keuangan telah dialihkan (dijual) dan pengalihannya pengalihan
tersebut
memenuhi kriteria penghapusan yang didasarkan pada evaluasi pengalihan
risiko pengalihan dan imbalan dari kepemilikan atas aset keuangan.
Kriteria pertama di atas mudah untuk dilihat misalnya karena konsumen telah
membayar atau menggunakan opsinya, dll. Namun kriteria kedua lebih rumit karena
harus dilakukan penilaian atas pengalihan resiko dan imbalan (risk and reward) atas
kepemilikan aset. Apabila entitas secara substansial telah mengalihkan semua resiko dan
imbalan kepemilikan maka entitas akan melakukan penghapusan atas aset keuangan
perusahaan.
Pengukuran :
1) Pengukuran awal (initial measurement), yaitu :
Ketika aset keuangan diakui dalam neraca maka harus dicatat pertama kali
dengan nilai wajarnya. Nilai wajar merupakan harga transaksi actual atau yang
diestimasi pada saat berlangsungnya transaksi antara pihak-pihak yang tidak
memiliki hubungan istimewa yang memiliki pengetahuan yang cukup atas aset
keuangan yang diukur.
2) Pengukuran selanjutnya (subsequent measurement), yaitu :
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan menggunakan salah satu di antara
tiga metode yaitu metode biaya (cost), biaya teramortisasi (amortized cost) dan
nilai wajar (fair value).
Subsequent measurement menggunakan metode cost ketika suatu instrumen tidak
dapat diukur pada nilai wajarnya sehingga laba rugi yang belum terealisasi tidak akan
dicatat/diakui namun laba/rugi akan diakui ketika investasi dalam kategori ini dijual atau
dihapus.

Subsequent measurement menggunakan metode amortized cost untuk


mendapatkan tingkat bunga yang konstan selama masa manfaat aset. Aset keuangan yang
diukur dengan cara ini adalah Investasi yang ditahan sampai jatuh tempo & Pinjaman
dan Piutang. Apabila Investasi yang ditahan sampai jatuh tempo & Pinjaman dan Piutang
dijual maka keuntungan dan kerugian yang terealisasi akan dicatat dalam laporan laba
rugi. Metode amortisasi yang digunakan dalam metode ini adalah effective interest rate
method.

Subsequent measurement menggunakan metode fair value untuk aset keuangan


kategori Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi & Aset keuangan yang tersedia
untuk dijual. Investasi yang termasuk dalam kategori ini termasuk investasi dalam
instrumen utang dan ekuitas. Pengukuran dengan fair value tidak dapat dilakukan ketika
instrumen ekuitas tidak memiliki nilai pada pasar aktif dan tidak dapat diukur secara
andal pada nilai wajarnya. Untuk kategori Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba
rugi semua perubahan dalam nilai wajarnya dilaporkan dalam laporan laba rugi namun
untuk kategori Aset keuangan yang tersedia untuk dijual semua perubahannya dilaporkan
sebagai komponen yang terpisah dari ekuitas sampai terealisasi dimana ketika realisasi
itu terjadi (melalui penjualan) maka akan dicatat dalam laporan laba rugi.

2.3 Penyajian Instrumen Keuangan

Kewajiban dan Ekuitas


Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus mengklasifikasikan
instrumen tersebut atau komponen-komponennya sebagai kewajiban keuangan, aset
keuangan atau instrumen ekuitas sesuai substansi perjanjian kontraktual dan definisi
kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas. Disebut intrumen ekuitas jika
dan hanya jika memenuhi persyaratan:
a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual
b) Diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas berupa
derivatif dan non-derivatif.
Fitur penting yang membedakan antara instrumen kewajiban dan instrumen
ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual satu dari pihak instrumen keuangan untuk
menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang berpotensi tidak menguntungkan
penerbit.
Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk hukum berupa ekuitas tetapi
secara substansi merupakan kewajiban dan bentuk lainnya mungkin berupa kombinasi
dari fitur instrumen ekuitas dan fitur instrumen kewajiban. Contoh:
a. Saham Preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli kembali saham
tersebut dengan harga atau harga pada tanggal yang dapat ditetapkan.
b. Instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk
menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik secara kas atau secara
aset keuangan lainnya. Contoh reksadana terbuka, perwalian, persekutuan dan
persekutuan yang tergabung dalam kerjasama operasi.
Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyelesaian
kewajiban kontraktualnya berupa penyerahan kas atau aset keuangan lainnya, maka
termasuk kewajiban keuangan. Contoh jika entitas terbatas untuk memenuhi kewajiban
kontraktualnya tidak membatalkan kewajiban kontraktual entitas tersebut dan bergantung
pada pelaksanaan hak untuk menembus kembali oleh pihak lawan.
Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menciptakan kewajiban
kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya dapat secara tidak
langsung menciptakan kewajiban melalui persyaratandan kondisi yang ada padanya.
Contoh: dalam kewajiban non-keuangan, jika entitas dapat menghindari kewajiban untuk
mentransfer kas atau aset keuangan lainnya hanya dengan menyelesaikan kewajiban non-
keuangannya dan jika dalam penyelesaiannya, entitas akan menyerahkan kas atau aset
keuangan lainnya dan saham yang diterbitkan entitas. Dalam situasi apapun, pemegang
instrumen secara substansi memperoleh jaminan untuk menerima suatu jumlah yang
minimal.
Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas semata-mata karena kontrak
tersebut menyebabkan penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas. Hak atau kewajiban kontraktual tersebut dapat berupa nilai yang ditetapkan atau
nilai yang fluktuatif, misalnya harga komoditas, tingkat suku bunga, atau harga
instrumen keuangan. Contoh: Kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas senilai
UMU 100 atau senilai 100 ons emas. Kontrak jenis ini merupakan kewajiban keuangan
bagi entitas walaupun entitas tersebut dapat menyelesaikan dengan instrumen
ekuitasnya.Kontrak tersebut tidak memberikan hak nilai residual atas aset entitas setelah
dikurangi seluruh kewajibannya.
Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan penyerahan instrumen
ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti aset keuangan
lainnya atau kas merupakan istrumen ekuitas. Contoh opsi saham yang diterbitkan
kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan yang memberi hak kepada
pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan entitas dalam jumlah yang telah
ditetapkan dengan harga yang telah ditetapkan atau untuk membeli obligasi dengan nilai
pokok yang telah ditetapkan. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak akan diakui
di dalam laporan keuangan.
Kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali instrumen ekuitasnya
baik dengan kas atau aset keuangan lainnya akan menambah kewajiban keuangan entitas
sebesar nilai kini dari nilai penebusannya(contoh sebesar nilai kini dari harga pembelian
kembali kontrak forward, contoh membeli instrumennya secara kas, harga pelaksanaan
opsi atau atau nilai penebusan lainnya). Ketentuan ini berlaku sekalipun kontrak ini
adalah instrumen ekuitas.Jika kontrak jatuh tempo tanpa ada penyerahan maka nilai
tercatat dari kewajiban direklasifikasi menjadi ekuitas.
Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan menyerahkan atau menerima
instrumen ekuitas dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset
keuangan lainnya dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset keuangan atau
kewajban keuangan. Contoh kontrak yang mewajbkan entitas menyerahkan 100 lembar
instrumen ekuitas sebagai pengganti kas setara dengan 100 ons emas.

Ketentuan Peyelesaian Kontinjensi


Instrumen keuangan dapat mewajibkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lainnya atau jika tidak, menyelesaikannya seperti jika instrumen tersebut
berupa kewajiban keuangan dalam situasi di mana terjadi atau tidaknya suatu peristiwa
yang tidak pasti di masa depan yang berada di luar kendali penerbit maupun pedagang
instrumen tersebut, misalnya perubahan dalam indeks pasar modal, indeks harga
konsumen, suku bunga atau ketentuan perpajakan. Instrumen keuangan merupakan
kewajiban keuangan bagi penerbit kecuali jika
a. Bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang mensyaratkan
penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lainnya tidak
sah.
b. Penerbit dapat diwajibkan untuk menyelesaikan kewajibannya secara kas atau
penyerahan aset keuangan lainnya dalam kondisi penerbit dilikuidasi.
Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak pilihan cara
penyelesaian, maka instrumen tersebut merupakan aset keuangan atau kewajiban
keuangan kecuali jika seluruh alternatif yang ada menjadikan sebagai instrumen ekuitas.
Contoh : Opsi saham.
Instrumen Keuangan Majemuk
Penerbit instrumen keuangan non-derivatif mengevaluasi persyaratan instrumen
keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen
ekuitas dan kewajiban.Komponen tersebut harus diklasifikasikan secara terpisah sebagai
kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas. Entitas mengakui secara
terpisah komponen-kompnen instrumen keuangan yang:
a) Menimbulkan kewajiban keuangan bagi entitas
b) Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk menkonversi instrumen
keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.
Contoh obligasi konversi yang dapat dikonversi oleh para pemegangnya
menjadi menjadi saham biasa yang telah ditetapkan.
Instrumen ini dibedakan menjadi dua komponen, antara lain kewajiban keuangan
dan instrumen ekuitas. Ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk
dialokasikan pada komponen ekuitas dan kewajiban, maka komponen ekuitas yang
dialokasikan adalah nilai sisa dari nilai wajar instrumen keuangan secara keseluruhan
dikurangi dengan nilai komponen kewajiban yang ditetapkan secara terpisah. Tidak ada
keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengakuan awal komponen-komponen
instrumen secara terpisah.
Nilai tercatat komponen kewajiban ditentukan dengan mengukur nilai wajar
kewajiban serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas. Nilai tercatat instrumen
ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengonversi instrumen tersebut menjadi saham
biasa ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar kewajiban keuangan dari nilai
wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan.
Saham yang Diperoleh Kembali (Treasury Stock)
Jika entitas memperoleh kembali instrument ekuitasnya, instrumen- instrumen
tersebut harus dikurangkan dari ekuitas.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari hasil
penjualan, pembatalan, pembelian dan penerbitan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak
dapat diakui dalam laporan laba rugi.Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki
oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lainnya .Dalam kelompok usaha yang
dikonsolidasi.Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung dalam
ekuitas.
Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, baik dalam
neraca maupun dalam catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan PSAK No. 1 tentang
Penyajian Laporan Keuangan.Jika saham treasuri dibeli dari pihak-pihak yang memiliki
hubungan istimewa dengan entitas, maka entitas mengungkapkan berdasarkan PSAK
No.7 Pengungkapkan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa.
Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
Bunga, Dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen
keuangan atau komponen yang merupakan kewajiban keuangan diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen
ekuitas didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak
penghasilan yang terkait.Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, selain biaya
penerbitan instrumen ekuitas yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan
badan usaha (yang dalam hal ini dicatat berdasarkan PSAK No.22), dicatat sebagai
pengurang ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait.
Dividen atas saham yang sepenuhnya diakui sebagai kewajiban, diakui sebagai
beban sebagaimana pembayaran bunga atas obligasi.Dengan penebusan atau pembiayaan
kembali kewajiban keuangan diakui dalam laporan laba rugi, sedangkan penebusan atau
pembiayaan kembali instrumen ekuitas diakui sebagai perubahan ekuitas.Perubahan nilai
wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan.
Membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen
ekuitasnya. Biaya tersebut antara lain berupa biaya registrasi dan komisi lain yang
ditetapkan, biaya yang dibayarkan kepada penasehat hukum, akuntan, dan penasehat
profesional lainnya, biaya percetakan dan materai. Biaya transaksi yang timbul dari
transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurangan ekuitas (setelah dikurangi manfaat pajak
penghasilan terkait), sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas.
Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan majemuk
dialokasikan pada komponen kewajiban dan ekuitas dari instrumen secara proposional
dengan alokasi hasil yang diperoleh.Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu
transaksi (misalnya biaya yang timbul dari penawaran atas sejumlah saham dan
pencatatan saham lainnya secara bersamaan di bursa) dialokasikan pada seluruh transaksi
tersebut dengan menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan
transaksi serupa.
Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam suatu
periode diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK No.1 tentang Penyajian Laporan
Keuangan.Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui secara langsung dalam ekuitas
dimasukkan dalam jumlah agregat pajak penghasilan periode berjalan dan pajak
penghasilan tangguhan yang ditambahkan atau dibebankan pada ekuitas, yang
diungkapkan berdasarkan PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan.
Dividen yang diklasifikasikan sebagai beban dapat disajikan dalam laporan laba
rugi bersama dengan bunga atas kewajiban lainnya atau dusajikan sebagai item yang
terpisah.Sebagai tambahan dari ketentuan dalam persyaratan ini, pengungkapan beban
bunga dan dividen tunduk pada ketentuan dalam PSAK No.1 tentang Penyajian Laporan
Keuangan dan PSAK No.31 tentang Akuntansi Peerbankan. Dalam beberapa kondisi,
Karena adanya perbedaan antara beban bunga dan dividen yang terkait dengan hal-hal
seperti pengurangan pajak (tax deductibility), maka akan lebih baik jika keduanya
diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi. Pengungkapan pengaruh pajak
dilakukan sesuai dengan PSAK No.46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan.
Kewajiban keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba
rugi meskipun keduanya berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak residual atas
asset entitas dalam pertukaran dengan kas atau asset keuangan lainnya.
Risiko Tingkat Bunga
Untuk setiap klasifikasi asset keuangan dan kewajiban keuangan, entitas
mengungkapkan informasi mengenai eksposur risiko sku bunga, termasuk:
Tanggal penyesuaian atau tanggal jatuh tempo kontraktual, mana yang lebih
dahulu; dan
Suku bunga efektif, jika memungkinkan.
Entitas menyediakan informasi tentang eksposur atas pengaruh perubahan suku
bunga yang berlaku di masa depan. Informasi mengenai tanggal jatuh tempo (atau
tanggal penyesuaian jika lebih awal) mengindikasikan masa berlakunya suku bunga yang
telah ditetapkan dan informasi mengenai suku bunga efektif mengindikasikan penetapan
suku bunga yang ditetapkan tersebut.
Untuk melengkapi informasi mengenai tanggal penyesuaian dan tanggal jatuh
tempo kontraktual, entitas dapat memilih untuk mengungkapkan informasi mengenai
tanggal penyesuaian dan tanggal jatuh tempo yang diperkirakan, jika tanggal-tanggal
tersebut berbeda secara signifikan dari tanggal-tanggal yang ditetapkan dalam kontrak.
Entitas mengindikasikan asset keuangan dan kewajiban keuangan yang:
Terekspos terhadap risiko suku bunga atas nilai wajar, misalnya asset
keuangan dan kewajiban keuangan dengan suku bunga tetap;
Terekspos terhadap risiko suku bunga atas arus kas, misalnya aset keuangan
dan kewajiban keuangan dengan suku bunga mengambang yang disesuaikan
ketika terjadi perubahan suku bunga pasar; dan
Tidak secara langsung terekspos terhadap risiko suku bunga, misalnya
beberapa investasi dalam instrumen ekuitas.
Ketentuan dalam paragraf 63 (b) berlaku untuk obligasi, surat utang, pinjaman,
dan instrumen keuangan serupa yang melibatkan pembayaran di masa depan sebagai
bentuk pengembalian investasi pada pemegang instrumen keuangan tersebut dan sebagai
biaya bagi penerbit yang mencerminkan nilai waktu dari uang.
Entitas dapat terekspos risiko suku bunga sebagai akibat dari transaksi yang tidak
menimbulkan pengakuan asset keuangan atau kewajiban keuangan dalam neraca.Dalam
situasi tersebut, entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna
laporan keuangan untuk memahami sifat dan cakupan eksposur tersebut.
Sifat bisnis suatu entitas dan cakupan aktivitas entitas tersebut dalam instrumen
keuangan akan menentukan apakah informasi risiko suku bunga akan disajikan dalam
bentuk narasi, tabel, atau kombinasi dari keduanya.
(a) Nilai tercatat instrumen keuangan yang terekspos risiko suku bunga dapat
disajikan dalam bentuk tabel, berdasarkan kelompok jatuh tempo sesuai
kontrak atau kelompok yang akan disesuaikan dalam kurun waktu berikut ini
setelah tanggal neraca:
Satu tahun atau kurang;
Lebih dari satu tahun tapi tidak lebih dari dua tahun;
Lebih dari dua tahun tapi tidak lebih dari tiga tahun;
Lebih dari tiga tahun tapi tidak lebih dari empat tahun;
Lebih dari empat tahun tapi tidak lebih dari lima tahun; dan
Lebih dari lima tahun
(b) Jika kinerja entitas dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat eksposur risiko
suku bunga atau perubahan tingkat eksposur tersebut, maka dianjurkan untuk
mengungkapkan informasi yang lebih rinci.
Satu bulan atau kurang setelah tanggal neraca;
Lebih dari satu bulan tapi tidak lebih dari tiga bulan setelah tanggal
neraca; dan
Lebih dari tiga bulan tapi tidak lebih dari dua belas bulan setelah
tanggal neraca.
(c) Sejalan dengan hal tersebut, entitas dapat mengindikasikan eksposur risiko
suku bunga atas arus kas melalui tabel yang mengindikasikan nilai tercatat
agregat suatu kelompok asset keuangan dan kewajiban keuangan dengan suku
bunga mengambang yang akan jatuh tempo pada waktu yang bervariasi di
masa depan.
(d) Informasi suku bunga dapat diungkapkan untuk instrumen keuangan
individual. Sebagai alternatif, suku bunga rata-rata tertimbang atau rentang
suku bunga dapat disajikan untuk setiap kelompok instrumen keuangan.
Entitas dapat mengelompokkan secara terpisah kelompok instrumen keuangan
yang didenominasikan dalam mata uang yang berbeda atau memiliki risiko kredit yang
berbeda secara substansial, jika faktor-faktor tersebut menyebabkan instrumen memiliki
suku bunga efektif yang berbeda secara substansial.
Dalam situasi tertentu, entitas dapat menyediakan informasi yang berguna mengenai eksposur
risiko suku bunga dengan cara menjelaskan pengaruh perubahan hipotesis atas suku bunga
pasar terhadap nilai wajar instrumen keuangan dan keuntungan atas kerugian serta arus kas di
masa depan.

2.4 Pengungkapan Instrumen Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 60: Instrumen Keuangan:


Pengungkapan terdiri dari paragraf 1- 45. PSAK 60 dilengkapi dengan Pedoman
Implementasi yang bukan merupakan bagian dari PSAK 60. Seluruh paragraf dalam
PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf
tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama.PSAK 60 harus dibaca dalam konteks
tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika
tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-
unsur yang tidak material.

Tujuan

Tujuan Pernyataan ini adalah mensyaratkan entitas untuk menyediakan


pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk
mengevaluasi:

Signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas; dan
Jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana
entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan
bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.
Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip-prinsip untuk
pengakuan, pengukuran dan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam
PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dan PSAK 55 (revisi 2006):
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Laporan Posisi Keuangan Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Nilai tercatat untuk setiap kategori berikut, sebagaimana didefinisikan dalam


PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
diungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan:

i. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah:

ii. Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi pada saat pengakuan awal; dan

iii. Aset keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan


sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).

iv. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;


v. Pinjaman yang diberikan dan piutang;

vi. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah;

vii. Liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan

viii. Liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan


sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).

ix. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Aset Keuangan atau Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui
Laporan Laba Rugi

Jika entitas telah menetapkan pinjaman yang diberikan atau piutang (atau
kelompok pinjaman yang diberikan atau kelompok piutang) untuk diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, maka entitas mengungkapkan:

o Jumlah derivatif kredit yang terkait atau instrumen serupa yang


mengurangi eksposur maksimum terhadap risiko kredit tersebut.

o Eksposur maksimum terhadap risiko kredit dari pinjaman yang diberikan


atau utang pada akhir periode pelaporan

o Jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar


pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang
diberikan atau piutang) yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko
kredit atas aset keuangan yang ditentukan diantara:

- sebagai jumlah perubahan nilai wajar yang tidak dapat diatribusikan

pada perubahan-perubahan kondisi pasar yang meningkatkan risiko


pasar; atau

- menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih

menggambarkan secara jujur jumlah perubahan nilai wajar yang dapat


diatribusikan pada perubahanperubahan risiko kredit atas aset.
Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat meningkatkan risiko
pasar termasuk perubahan suku bunga yang diobservasi (acuan), harga
komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks dari harga atau
tarif.

- jumlah perubahan nilai wajar dari derivatif kredit yang terkait atau

instrumen sejenis yang terjadi selama periode dan secara kumulatif


sejak pinjaman yang diberikan atau piutang ditetapkan.

Jika entitas telah menetapkan suatu liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi sesuai PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran paragraf 8, maka entitas mengungkapkan:

(a) jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar liabilitas
keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas liabilitas yang
ditentukan diantara:

a. sebagai jumlah perubahan dalam nilai wajar yang tidak dapat diatribusikan
pada perubahan kondisi pasar yang meningkatkan risiko pasar (lihat Lampiran
B paragraf B4)

b. menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih menggambarkan


secara jujur jumlah perubahan dalam nilai wajar yang dapat diatribusikan
pada perubahan risiko kredit atas liabilitas. Perubahan-perubahan kondisi
pasar yang dapat meningkatkan risiko pasar termasuk perubahan suku bunga
acuan, harga instrumen keuangan entitas lain, harga komoditas, nilai tukar
mata uang asing, atau indeks harga atau tarif. Untuk kontrak yang memiliki
fitur unit-link, perubahan kondisi pasar termasuk perubahan kinerja yang
terkait dengan dana investasi internal atau eksternal.

c. perbedaan antara jumlah tercatat liabilitas keuangan dan jumlah yang


disyaratkan secara kontraktual bagi entitas untuk membayar pada saat jatuh
tempo kepada pemegang kewajiban tersebut.

Entitas mengungkapkan:

Metode yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pada paragraf 9(c) dan 10(a).
Jika entitas meyakini bahwa pengungkapan yang memenuhi persyaratan pada
paragraf 9(c) atau 10(a) tidak menyajikan secara jujur perubahan nilai wajar aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko
kredit, alasan-alasan yang menghasilkan kesimpulan tersebut dan faktor-faktor
relevan yang dipercayai entitas.

Reklasifikasi

Jika entitas telah mereklasifikasi aset keuangan (sesuai dengan paragraf 52-55
PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) dengan satu
pengukuran:

Pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, dan bukan nilai wajar; atau

Pada nilai wajar; dari pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, maka
entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori dan
alasan reklasifikasi

Penghentian-Pengakuan

Entitas mungkin telah mentransfer aset keuangan sedemikian rupa sehingga


sebagian atau semua aset keuangan tidak memenuhi kualifikasi penghentian-pengakuan
(lihat paragraf 15-37 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran). Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan:

1. jenis aset;

2. jenis risiko dan manfaat atas kepemilikan yang tetap berada pada entitas;

3. saat entitas melanjutkan pengakuan seluruh aset jumlah nilai tercatat aset dan
liabilitas yang terkait

4. saat entitas melanjutkan pengakuan aset sejauh keterlibatanberkelanjutannya, total


nilai tercatat dari aset awal, jumlah aset dimana entitas melanjutkan pengakuan, dan
jumlah tercatat liabilitas yang terkait .

Agunan

Entitas mengungkapkan:
a) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk liabilitas atau
liabilitas kontinjensi, termasuk jumlah yang telah direklasifikasi sesuai dengan
paragraf 37(a) PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran;

b) syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut.

Ketika entitas memiliki agunan (aset keuangan atau aset nonkeuangan) dan
diijinkan untuk penjual atau menjaminkan kembali tanpa didahului wanprestasi oleh
pemilik agunan, maka entitas mengungkapkan:

A. nilai wajar agunan yang dimiliki;

B. nilai wajar dari setiap agunan yang dijual atau dijaminkan kembali, dan apakah entitas
berkewajiban untuk mengembalikan agunan tersebut; dan

C. syarat dan kondisi yang terkait dengan penggunaan agunan tersebut.

Penyisihan Kerugian Kredit

Ketika aset keuangan mengalami penurunan nilai karena kerugian kredit dan
entitas mencatat penurunan nilai dalam pos terpisah (misalnya pos penyisihan digunakan
untuk mencatat penurunan nilai individual atau pos serupa yang digunakan untuk
mencatat penurunan nilai kolektif atas aset keuangan) daripada secara langsung
mengurangi nilai tercatat

aset keuangan, maka entitas mengungkapkan suatu rekonsiliasi perubahan pada


akun tersebut selama periode untuk setiap kelompok aset keuangan.

Instrumen Keuangan Majemuk Dengan Beberapa Derivatif melekat

Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung komponen liabilitas dan


ekuitas (lihat PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian paragraf 31) dan
instrumen tersebut memiliki beberapa derivatif melekat yang nilainya saling btergantung
satu sama lain (seperti callable convertible debt instrument), maka entitas
mengungkapkan keberadaan fitur tersebut.

Wanprestasi dan Pelanggaran


Untuk pinjaman diterima (loan payable) yang diakui pada akhir periode
pelaporan, entitas mengungkapkan:

a) rincian setiap wanprestasi selama periode dari pokok, bunga, dana pelunasan (sinking
fund), atau syarat penarikan atas pinjaman diterima tersebut;

b) jumlah tercatat pinjaman diterima yang mengalami wanprestasi pada akhir periode
pelaporan

c) apakah wanprestasi telah diselesaikan, atau syarat pinjaman diterima telah dinegosiasi
ulang, sebelum laporan keuangan secara resmi diterbitkan.

Jika, selama periode, terdapat pelanggaran atas syarat perjanjian pinjaman selain
yang diuraikan pada paragraf 18, maka entitas mengungkapkan informasi yang sama
seperti yang disyaratkan pada paragraf 18 jika pelanggaran tersebut memungkinkan
pemberi pinjaman untuk meminta percepatan pembayaran kembali (kecuali pelanggaran
telah diselesaikan, atau syarat pinjaman telah dinegosiasi ulang, pada atau sebelum akhir
periode pelaporan).

Laporan Laba Rugi Komprehensif Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau


Kerugian

Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian


berikut ini pada laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan keuangan:

(a) Laba atau rugi neto pada:

Aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui

laporan laba rugi, yang menunjukkan secara terpisah aset keuangan atau liabilitas

keuangan yang telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi pada saat pengakuan awal, dan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55
(revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;

Aset keuangan tersedia untuk dijual, yang menunjukkan secara terpisah jumlah

keuntungan atau kerugian yang diakui pada pendapatan komprehensif lain selama
periode, dan jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi

untuk periode tersebut;

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;

Pinjaman yang diberikan dan piutang; dan

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

b) Total pendapatan bunga dan total beban bunga (dihitung dengan menggunakan

metode suku bunga efektif) untuk aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;

c) Pendapatan dan beban imbalan (selain jumlah yang termasuk dalam penentuan suku

bunga efektif) yang timbul dari:

- Aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi

- Aktivitas wali amanat dan aktivitas gadai lainnya yang mengakibatkan kepemilikan
atau investasi aset atas nama individu, wali amanat, program manfaat pensiun, dan
institusi lain;

d) Pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru

sesuai dengan paragraf PA109 PSAK 55

e) jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelompok aset keuangan.

Pengungkapan Lain Kebijakan Akuntansi

Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf


114, entitas mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan, dasar
pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi
lain yang relevan untuk pemahaman suatu laporan keuangan.

Akuntansi Lindung Nilai


Entitas mengungkapkan hal-hal berikut secara terpisah untuk setiap jenis lindung
nilai yang diuraikan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran (yaitu lindung nilai atas nilai wajar, lindung nilai atas arus kas, dan
lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri):

(a) uraian setiap jenis lindung nilai;

(b) uraian instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan nilai

wajarnya pada akhir periode pelaporan

(c) jenis risiko yang dilindung nilai.


BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi Instrument Keuangan (Financial Instrument) menurut IAS 32 yaitu
merupakan kontrak yang mengakibatkan timbulnya asset keuangan bagi satu entitas dan
kewajiban keuangan atau instrument ekuitas bagi entitas lainnya.
Pada tahun 2006 diberlakuan revisi pada PSAK mengenai Instrument keuangan
ini namun pada pelaksanaanya PSAK 50, 55,60 baru berlaku tahun 2008 tetapi
penerapannya tahun 2010, kemudian PSAK revisi 2010 merevisi PSAK 50 (sebelumnya
mengenai instrumen keuangan: penyajian dan pengungkapan yang diterbitkan tahun
2006). PSAK 50 (revisi 2010) diadopsi dari IAS 32 versi Oktober 2009.
Isi dari PSAK 50 yang sudah direvisi yaitu tujuan, Ruang Lingkup, Penyajian
yang berisikan tentang Liabilitas dan Ekuitas, Instrumen Keuangan Majemuk, Saham
yang Diperoleh Kembali, Saham, Deviden, Kerugian dan Keuangan, Saling Hapus antar
Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (revisi 2013), Pedoman Penerapan yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PSAK 50.
DAFTAR PUSTAKA

http://rizanirwansyah.blogspot.com/2011/05/normal-0-false-false-false.html
http://pecintakamar.blogspot.com/2011/05/psak-no60-instrumen-keuangan.html
http://trihariyana.blogspot.com/2011/06/instrumen-keuangan-penyajian-dan.html