Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan dan jawaban Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Akreditasi

RS Prima Pekanbaru

1.Bagaimana prosedur penggunaan APAR?

Prosedur penggunaan APAR (alat pemadam api ringan) :

1. Tarik keluar segel pengaman handle picu


2. Angkat nozel ke area bebas
3. Tekan handle picu sedikit sampai gas CO2 / powder keluar
4. Bawa APAR ke titik api
5. Arahkan nozel ke titik api dan tekan handle picu
6. Jarak APAR dengan titik api : 2 meter

2.Bagaimana jalur evakuasi?

Sesuai SPO yang telah ditetapkan dan petunjuk dari TIM

3.Jelaskan tentang prosedur evakuasi!

PROSEDUR EVAKUASI
Tetap tenang, jangan panik, jangan berlari, ikuti petunjuk arah evakuasi atau dari petugas evakuasi
Jangan mencoba mengambil barang yang tertinggal
Lepaskan sepatu hak tinggi
Gunakan tangga darurat terdekat menuju jalur evakuasi
Jangan gunakan lift, lift tidak bekerja sewaktu alarm berbunyi
Jangan merangkak menuju tangga darurat, bila lorong dipenuhi asap
Tutup hidung dan mulut dengan saputangan atau tissue yang telah dibasahi air guna menghindari dari
kemungkinan menghirup zat-zat beracun
Keluar menuju tempat berhimpun di halaman rumah sakit atau tempat lapang yang bebas dari bencana

4.Jelaskan tentang prosedur penggunaan APAR!

Prosedur penggunaan APAR:


Tarik keluar segel pengaman handle picu
Angkat nozel ke area bebas
Tekan handle picu sedikit sampai gas CO2 / powder keluar
Bawa APAR ke titik api
Arahkan nozel ke titik api dan tekan handle picu
Jarak APAR dengan titik api : 2 meter
Atau
Pull - Tarik jarum pengunci dari pegangan
Aim - Arahkan pemadam ke dasar api
Squeeze - Tekan pemicu yang ada di pegangan
Sweep - Sapu dari sisi ke sisi di dasar api

5.Bagaimana jika terjai gangguan listrik secara tiba-tiba?


Bila listrik terganggu dan padam maka dalam waktu maksimal 12 detik (jeda waktu) terhitung sejak waktu
pemadaman listrik, genset akan berfungsi dan listrik akan berfungsi kembali. Untuk beberapa lokasi seperti
ICU, OK, Laboratorium (alat-alat laboratorium) bila terjadi gangguan aliran listrik maka akan diback up dengan
UPS sehingga tidak terdapat jeda waktu

6.Bagaimana jika terjadi gangguan cadangan air?


Bila air terganggu maka cadangan air di bak penampungan akan dapat memenuhi kebutuhan air selama 1 hari
saja. Selama proses penggunaan cadangan air di bak penampungan tersebut maka kebutuhan air akan dikirim
oleh perusahaan air rekanan dengan estimasi waktu pengiriman 5-10 jam.

7.Jelaskan jika Anda menemukan api di dalam gedung


Segera terapkan R.A.C.E:
Rescue : Selamatkan orang dari bahaya api jika tidak membahayakan kehidupan anda sendiri
Alarm : Bunyikan alaram dengan menghubungi pos satpam, aktifkan alaram kebakaran gedung
Confine : Cobalah untuk membatasi api dengan menutup semua pintu dan jendela
Extinguish or Evacuate : Padamkan api jika mungkin dan gunakan APAR. Lakukan evakuasi jika api terlalu
besar untuk dipadamkan

8.Jelaskan jika terjadi gempa bumi


Segera setelah guncangan gempa bumi dimulai:
DROP : Rebahkan diri anda ke lantai dengan bertumpu pada lutut
COVER : Tutupi kepala dan leher (atau seluruh badan anda) dibawah meja yang kuat. Jika tidak ada meja
untuk berlindung, merebahlah dekat dinding untuk berlindung, merebahlah dekat dinding sisi bagian
dalam dan tutupi kepala dan leher anda dengan lengan dan telapak tangan anda
HOLD ON : Bertahanlah ditempat anda berlindung hingga guncangan berhenti. Bersiap-siaplah untuk
bergerak bersama tempat anda berlindung jika guncangan membuatnya bergeser

9.Jelaskan bagaimana cara evakuasi pasien


Bawa pasien / arahkan pasien & keluarga ke area titik kumpul
Setelah kumpul diarea berkumpul laporkan kondisi pasien kepada ketua K3

10.Jelaskan cara penyimpanan B3!

Ruangan dingin dan berventilasi


Jauhkan dari bahan yang mudah terbakar
Jauhkan dari bahan yang mungkin mudah bereaksi
Beri tanda bahan beracun

11.Jelaskan cara menanggulangi bila terkena B3!

TUMPAHAN BAHAN KIMIA


Tumpahan asam dan bahan korosif?
Netralkan dengna abu soda atau natrium karbonat
Tumpahan zat alkali?
Taburkan pasir di atasnya
Tumpahan bahan kimia yang mudah terbakar?
Matikan semua api, gas dalam ruangan kejadian dan ruangan yang berdekatan
Buka semua jendela dan pintu
Nyalakan kipas angin penghisap (exhaustfan) jika aman untuk dilakukan
Bagi petugas penanganan jangan menghirup bau dari bahan yang tumpah
Bagi petugas laboratorium jika terkena tumpahan bahan kimia korosif dan iritasi upayakan pertolongan
pada bagian tubuh yang terkena dengan air mengalir sampai rasa sakit berkurang kemudian ke UGD
TUMPAHAN SPECIMEN
1. Tumpahan dan wadah ditutup dengan kain yang dibasahi dengan disinfektan (preset dan kaporit)
2. Buang / amankan tumpahan tersebut ke dalam tong sampah kemudian dibawa ke tempat pengolahan
limbah
3. Bersihkan tempat yang terkontaminasi oleh tumpahan dengan disinfektan kemudian berishkan dengan
air detergent
4. Petugas yang terkena tumpahan segera dibersihkan dengan kapas yang dibasahi desinfektan pada
bagian tubuh yang terkena tumpahan dan dibasahi lagi dengan air detergen
12. apa saja kode emergency di RS Prima Pekanbaru?

1.Code Blue

Code Blue (Kode Biru) merupakan kode yang dimana menunjukkan pasien yang membutuhkan resusitasi atau
membutuhkan pertolongan medis,paling sering sebagai akibat dari serangan pernapasan atau serangan jantung, jika
tombol Code Blue di tekan maka muncul lampu berwarna biru, dan layar display akan menunjukan tulisan berwarna
biru dan menunjukkan nomor kamar pasien. Di saat itu juga dokter atau suster terdekat akan melakukan
pertolongan pertama ke pada pasien.

2.Code Red
Selain Code Blue ada juga Code Red (Kode Merah) yang merupakan kode yang dimana menunjukkan adanya
kebakaran , di saat code red di tekan maka akan menunjukan adanya kebakaran ,dan segera mungkin melakukan
evakuasi dan pemadaman api, sehingga tidak melebar luas kobaran api tersebut.
3.Code Black
Code Black (Kode Hitam) berguna terhadap adanya Ancaman Bom yang terjadi di di suatu tempat. misalnya kita
mendapatkan laporan bahwa lokasi ini bakal di bom , maka code black harus di tekan , bertujuan untuk melakukan
evakuasi, dan tidak memakan korban.
4.Code Brown
Code Brown Button yang berfungsi untuk meminta bantuan Security. Kode di gunakan jika di lokasi adanya terjadi
keributan, atau tamu tidak di undang.
5.Code Pink
Dan Terakhir Code Pink (Kode Pink), kode ini biasanya sangat berguna di Rumah Sakit, atau ruang penitipan Bayi, jika
ada nya Bayi Hilang maka Code Pink harus di tekan , bertujuan untuk ada nya tim untuk mencari bayi yang hilang
tersebut.
6. Code brown
Adalah kode yang mengumumkan pengaktifan evakuasi pasien, pengunjung dan karyawan rumah sakit pada
titik-titik yang telah ditentukan. Pada intinya, menginisiasi tim evakuasi untuk melaksanakan tugasnya.
7. Code orange
Code Orange adalah kode yang mengumumkan adanya insiden yang terjadi di luar rumah sakit (emergensi
eksternal) misalnya kecelakaan massal lalulintas darat, laut, dan udara; ledakan, banjir, kebakaran, gempa
bumi, tsunami, dll.
8. Code Yellow
Adalah kode yang mengumumkan adanya situasi krisis internal (emergensi internal) rumah sakit yang meliputi:
kebocoran atau dugaan kebocoran gas termasuk gas elpiji; kebocoran dan tumpahan bahan kimia dan atau
bahan berbahaya; kegagalan sistem vital seperti kegagalan back-up daya listrik; boks pembagi daya
listrik;seseorang terjebak/terjerat; banjir; insiden radiasi; dan lain-lain.