Anda di halaman 1dari 6

PEMBAHASAN

A. REAKSI FASA CAIR


Fasa adalah sejumlah zat yang homogen baik secara kimia maupun fisika, atau dapat juga
dikatakan bahwa sebuah sistem yang homogen.Secara umum telah dikenal tiga kelompok fasa
yaitu; fasa gas, fasa cair dan fasa padat. Sifat suatu fasa dinyatakan dengan properti-properti
intensif, dan biasanya properti-properti intensif yang diperhatikan adalah temperatur, tekanan,
dan konsentrasi.
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat.Zat yang
jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang
jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.
Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan,
sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau
solvasi.
Dalam larutan cair, antara partikel komponen larutan terdapat interaksi yang relative kuat.
Partikel zat terlarut bergerak bersama pelarut ke segala arah dalam bejana. Oleh karena itu, dua
jenis zat terlarut dapat bertabrakan dan menimbulkan reaksi.Reaksi kimia dapat terjadi dalam
larutan cair, contohnya dalam air laut, sungai, dan dalam organisme. Banyak zat kimia dapat
direaksikan dengan zat lain setelah dalam bentuk larutan. Dalam hal ini pelarut berfungsi sebagai
medium reaksi.
Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat
yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat
yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.
Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan,
sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan
atau solvasi.

B. KONSEP DASAR MEKANISME REAKSI FASA CAIR


Ciri khusus reaksi fasa cair digambarkan dalam persamaan reaksi berikut:
+ ( )
Mekanisme reaksi dapat direpresentasikan dengan proses berikut:
Aktivasi
K1
A + B AB
Deaktivasi
K1
AB A + B
Dekomposisi

K2
AB P
Suatu reaksi dikontrol oleh difusi atau pengaktifan molekul berdasrkan mekanisme yang ada :
1. Reaksi Dikontrol Oleh Diifusi
Proses difusi didefinisikan sebagai perpindahan molekul suatu zat yang dibawa oleh
gerakan molekular secara acak dan berhubungan dengan adanya perbedaan konsentrasi.
Dalam reaksi dengan energi aktivasi rendah tahap penentu laju bisa laju difusi dari molekul-
moleku; reaktan terhadap satu sama lain yang menyebabkan kolisi atau laju difusi dari
produk terhadap satu sama lain setelah kolisi. Reaksi demikian dikatakan difusi terkontrol
dan lajunya akan bergantung pada viskositas dari pelarut.hal ini terjadi Jika laju konversi
menjadi produk lebih besar dari deaktifasi atau K 2 K 1 Rumus laju :
V = K1 [A][B]
Dalam kondisi ini mengambarkan bahwa molekul pereaksi berdifusi bersama-sama
(reaksi dikontrolol ehdifusi).
2. Reaksi Dikontrol Oleh Pengaktivan
Pada reaksi dikontrol pengaktivan energi potensial dari dua reakstan mengalami reaksi
sampai tingkat maksimum . reaksi ini terjadi Jika laju konversi menjadi produk lebih kecil
dari deaktivasi atau K 2 K 1
Rumus laju :
K 2 K1 [A][B]
V=
K 1
Pada banyak reaksi, ada suatu substansi atau bahan atau zat yang bukan reakstan an juga
bukan produk, tetapi dapat dan bahkan sangat mempengaruhi kecepatan reaksinya. Substansi
inilah yang dinamakan katalis atau katalisator. Berzellius pada tahun 1835 merupakan
ilmuwan yang pertama kali menggunakan istilah katalis. Katalis merupakan suatu zat ata
substansi yang dapat mempercepat reaksi dan mengarahkan atau mengendalikannya, tanpa
terkonsumsi oleh reaksi, namun bukannya tanpa bereaksi. Katalis bersifat mempengaruhi
kecepatan reaksi, tanpa mengalami perubahan secara kimiawi pada akhir reaksi. Katalis
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa
mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Peristiwa / fenomena / proses yang
dilakukan oleh katalis ini disebut katalisis. Istilah negative catalyst (inhibitor) merujuk kepada
zat yang berperan menghambat atau memperlambat berlangsungnya reaksi.

Katalis dapat mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi reaksi. Energi
aktivasi reaksi merupakan banyaknya energi minimum yang dibutuhkan oleh reaksi agar reaksi
dapat berlangsung. Perhatikan gambar berikut ini (hubungan antara energy of reacting particles
versus reaction path untuk kasus reaksi eksotermik):

Keterangan gambar:
Ea1 energi aktivasi reaksi tanpa katalis
(kompleks atau intermediates yang mempunyai energi potensial yang tinggi mengakibatkan kecepatan
reaksi yang rendah).
Ea2 energi aktivasi reaksi dengan katalis
(barrier energy yang lebih rendah dibandingkan dengan reaksi tanpa katalis mengakibatkan kecepatan
reaksi yang makin tinggi)
Hr panas reaksi = H reaktan H produk reaksi
. Berdasarkan teori keadaan-transisi (atau teori kompleks aktif), katalis mampu
menurunkan hambatan energi potensial (potential energy barrier) yang harus dilalui oleh reaktan-
reaktan untuk membentuk produk-produk reaksi. Dengan peranan yang sangat penting ini, maka
katalis sangat di perlukan oleh tubuh dalam proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Fungsi
penting katalis ( enzim ) ini memberikan dampak besar terhadap kelancaran pencernaan makanan
di dalam tubuh. Misalnya saja adalah enzim amylase di dalam mulut (air liur) yang membantu
memecah amilosa. Selain peranan katalis di dalam tubuh, katalis juga berperan dalam proses
kimia lainnya.
C. MEKANISME REAKSI FASE CAIR DALAM PROSES KATALIS :
1. katalis asam dan basa
katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu,
tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan
dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.Katalis dibedakan menjadi 2:
a. Katalis Homogen
Senyawa yang memiliki fasa sama dengan reaktan ketika reaksi kimia berlangsung.
Mempunyai fasa sama dengan reaktan dan produk. Sebagian besar reaksi katalis
homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi hidrolisis dan ester atau mutarotasi
glukosa.
b. Katalis Heterogen
Katalis yang fasenya berbeda dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi
katalis. Sebagian besar reaksi katalis homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi
hidrolisis dari ester atau mutarotasi glukosa. Dengan mengaanggap S adalah suatu
substrat dengan suatu reaksi asam basa. Sedangkan mekanisme reaksi asam basa
menurut Bronsted-Lowry adalah asam dan basa sebagai salah satu dimana ada transfer
awal proton dari katalis asam untuk reaktan atau dari reaktan dengan katalis dasar.
Dimana asam Bronsted-Lowry sebagai donor proton (H+) dan basa Bronsted-Lowry
sebagai akseptor proton (H+).Contoh:
HA+H2O H3O++A-
A-+H2O HA+OH-
Maka laju reaksi katalik adalah:

r =Kkat [S]
Dimana Kkat= ko+kH+ [H3O]+ KOH[OH]+ kHA[HA]+ kA[A]
Dan ko adalah laju tanpa katalis sedang yang lain adalah laju dengan zatnya masing-
masing. Contohnya, reaksi etil asetat dengan air yang menghasilkan asam asetat dan
etanol biasanya berlangsung sangat lambat sehingga sukar diukur.

Tanpa kehadiran katalis, hukum lajunya ialah :

Laju = k [CH3COOC2H5]

Namun, reaksi dapat dikatalisis oleh asam dengan bantuan asam klorida, sehingga
lajunya menjadi :

Laju = Kc[CH3COOC2H5] [H+]

2. Katalis Enzim
Dari semua proses rumit yang ada dalam sistem mahluk hidup, tidak satu pun
yang lebih menarik atau lebih penting dari pada katalisis enzim. Enzim adalah suatu
biokatalisator organik berupa protein yang menjadi katalis suatu reaksi tanpa ikut
bereaksi yang sifatsifat kinetikanya sama dengan katalis heterogen atau sering kali
dikatakan mikroheterogen katalis. Enzim umumnya berukuran besar yang mengandung
satu atau lebih tapak aktif tempat terjadinya interaksi enzim dengan substrat. Tapak-tapak
ini memiliki struktur sesuai dengan molekulnya, sama seperti kunci yang sesuai dengan
gembok tertentu, seperti pada gambar 1.2.
Gambar 1.2
Kinetika katalisis enzim dinyatakan secara skematis lewat mekanisme reaksi
yaitu:
k
E+S 1 ES
k
ES 2 E+P
Disini E berarti enzim bebas, S adalah substrat, ES untuk kompleks yang terbentuk bila
substrat melekat pada daerah aktif, dan P adalah produk dari transpormasi kimia.
Reaksi metabolisme dalam tubuh makhluk hidup sangat banyak, karena itu jenis-
jenis enzim pun sangat banyak sebab setiap satu enzim hanya dapat mengkatalis satu
jenis reaksi saja. Sesuai peranannya dalam organisme, enzim merupakan suatu katalis
yang sangat berguna bagi tubuh manusia karena sangat diperlukan dalam proses
pencernaan dan berbagai proses kimia di dalam tubuh.