Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN 2

Pendanaan Eksternal

Disusun Oleh
Kelompok 4

No. Nama No. Absen NIM

1 Iasha Putri Ayu H 10 1441160030

2 M Rizal Fanani 14 1441160060

3 Pradhita Gandha Septian 18 1441160026

Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital


Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Malang
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebelum memulai suatu usaha, kita membutuhkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan kebutuhan usaha. Salah satu kebutuhan yang sangat penting yaitu modal, karena
dengan adanya modal kita bisa merealisasikan usaha apa yang akan kita jalankan.
Sebagian besar orang memiliki persepsi bahwa modal usaha selalu dalam bentuk uang,
padahal sebenarnya modal yang kita butuhkan dalam memulai usaha tidak selalu dalam
bentuk yang bisa dilihat, tetapi juga bisa dalam bentuk yang tidak terlihat. Modal yang bisa
dilihat bisa dicontohkan seperti uang.
Cara memperoleh uang untuk modal usaha bisa dengan berbagai macam cara, dan juga
jumlah modal yang perlu disiapkan sebelum memulai suatu usaha harus dipertimbangkan
terlebih dahulu jenis modal yang akan kita pilih, karena pastinya dalam setiap kebijakan yang
kita ambil ada kelebihan dan ada kekurangannya.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud modal usaha ?
1.2.2 Jenis-jenis sumber dana menurut asalnya ?
1.2.3 Pihak-pihak pemberi sumber dana eksternal ?
1.2.4 Apa pentingnya pendanaan Bagi Perusahaan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Memahami pengertian modal usaha
1.3.2 Memahami pengertian pendanaan eksternal
1.3.3 Mengetahui pentingnya pendanaan bagi perusahaan
BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian Modal Usaha


Modal usaha tidak selalu berupa uang, sebagaimana dikatakan oleh Bob Sadino. Modal
ada yang bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang, atau disebut modal tangible. Ada modal yang
tidak bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang seperti modal keberanian, kemauan, dan tekad.
Rupanya Bob Sadino lebih mengandalkan modal yang tidak kelihatan, yaitu tekad dan
semangat yang tinggi, lalu modal berikutnya, yaitu kaki, tangan, terus melangkah dan terus
berbuat. Namun demikian, modal kelihatan dan tidak kelihatan keduanya sama-sama penting.
Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan
tenaga (keahlian). Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan
usaha, mulai dari biaya pra-investasi, pengurusan izin-izin, biaya investasi untuk pembelian
aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian dan
kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha.
Modal usaha adalah segala seuatu yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk
membiayai pendirian perusahaan (pra-investasi), mulai dari persiapan yang diperlukan
sampai perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha). Contoh biaya awal yang harus
dikeluarkan adalah biaya survei lapangan, biaya pembuatan studi kelayakan, izin-izin, dan
biaya pra-investasi lainnya.
Setelah biaya pra-investasi dikeluarkan, selanjutnya adalah biaya untuk membeli
sejumlah aktiva (harta) tetap. Biaya ini dikeluarkan untuk mengoperasikan perusahaan atau
sebagai tempat atau alat untuk melakukan kegiatan, seperti pembelian tanah, pendirian
bangunan, pembelian mesin-mesin, dan peralatan kantor. Disamping itu, modal juga
diperlukan untuk membiayai operasi usaha pada saat bisnis tersebut dijalankan. Jenis biaya
ini misalnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya.

2.2 Sumber Modal Menurut Asalnya


Sumber dana yang ditinjau dari asalnya pada dasarnya dibedakan menjadi sumber intern
(internal sources) dan sumber dana extern (external sources).
1. Sumber Intern
Dana yang berasal dari sumber intern adalah dana atau modal yang dibentuk atau
dihasilkan sendiri dalam perusahaan seperti laba ditahan (retained earning) , dan
penyusutan(depreciation). Besarnya laba ditahan /cadangan dipengaruhi oleh besarnya
laba yang diperoleh selama periode tertentu , devident policy dan plowing back policy
yang dijalankan oleh perusahan. Meskipun jumlah laba yang diperoleh selama periode
tertentu besar, tetapi oleh karena perusahaan mengambil kebijakan bahwa sebagian besar
dari laba tersebut dibagikan sebagai deviden, maka bagian laba yang ditahan akn kecil
jumlahnya, dan sebaliknya laba ditahan akan cenderung besar kalau perusahaan
mengambil kebijakan penanaman kembali dalam perusahaan yang besar.
Sumber intern selain berasal dari laba ditahan/cadangan juga berasal dari depresiasi.
Besarnya depresiasi setiap tahunnya tergantung pada metode depresiasi yang digunakan
oleh perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebelum depresiasi tersebut digunakan
untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti, dapat digunakan untuk membelanjai
perusahaan meskipun waktunya terbatas sampai pada penggantian aktiva tetap tersebut.
Selama waktu itu, depresiasi merupakan sumber dana atau modal didalam perusahaannya
sendiri.
2. Sumber Extern
Sumber ekstern (external sources) adalah sumber dana yang berasal dari luar
perusahaan. Dana yang berasal dari sumber ekstern adalah dana yang berasal dari para
kreditur dan pemilik, peserta atau pengambil bagian didalam perusahaan. Dana atau
modal yang berasal dari para kreditur merupakan hutang bagi perusahaan yang
bersangkutan dan modal yang berasal dari kreditur disebut sebagai modal asing. Metode
pembelanjaan dengan menggunakan modal asing disebut pembelanjaan asing atau
pembelanjaan dengan hutang ( debt financing).
Dana atau modal yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil bagian dalam
perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan dalam perusahaan yang
bersangkutan, dan dana ini akan menjadi modal sendiri dalam perusahaan tersebut.
Metode pembelanjaan dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik atau calon
pemilik tersebut disebut pembelanjaan sendiri (equity financing). Dengan demikian maka
dana yang berasal dari sumber ekstern adalah terdiri dari modal asing dan modal sendiri.
BAB III
PEMBAHASAN

1. Sumber Pendanaan Eksternal

Pembelanjaan di satu pihak dipandang sebagai masalah penarikan modal, dan lain pihak
dapat dipandang sebagai masalah penggunaan modal. Bagi perusahaan yang membutuhkan
dana, perusahaan yang meminta atau menarik modal, masalahnya ialah bagaimana
perusahaan tersebut dapat memperoleh modal yang dibutuhkan dengan syarat-syarat yang
paling menguntungkan. Menurut Bambang Riyanto (2001:209) Sumber Dana Eksternal
(External Resource) Sumber modal yang berasal dari luar perusahaan dapat berasal dari
kreditur dan pemilik, peserta atau pengambilan bagian di dalam perusahaan. Modal yang
berasal dari kreditur adalah yang merupakan hutang bagi perusahaan yang bersangkutan dan
disebut dengan modal asing. Sedangkan dana yang berasal dari pemilik, peserta atau
pengambil bagian di dalam perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan
dalam perusahaan yang bersangkutan dan disebut dengan modal sendiri.
Alasan perusahaan menggunakan sumber dana eksternal adalah :
- Jumlah dana yang digunakan tidak terbatas
- Dapat di cari dari berbagai sumber
- Dapat bersifat fleksibel

2. Pihak-Pihak Pemberi Sumber Dana Eksternal


a. Supplier
Supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang
secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1 tahun), maupun jangka menengah
(lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun). Penjualan kredit atau barang dengan jangka
waktu pembayaran kurang dari satu tahun terjadi pada penjualan barang dagang dan
bahan mentah oleh supplier kepada langganan. Supplier atau manufaktur (pabrik) sering
pula menjual mesin atau peralatan lain hasil produksinya kepada suatu perusahaan yang
menggunakan mesin atau peralatan tersebut dalam jangka waktu pembayaran 5 sampai
10 tahun.
b. Bank
Bank adalah lembaga kredit yang mempunyai tugas utama memberikan kredit
disamping pemberian jasa-jasa lain di bidang keuangan baik untuk jangka pendek, jangka
menengah maupun jangka panjang ( lebih dari 10 tahun).
c. Pasar Modal
Pasar modal (capital market) adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi,
termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang
keuangan , serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam artian sempit,
pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna
memperdagangkan saham-saham, obligasi dan jenis surat berharga lainnya dengan
memakai jasa para perantara pedagang efek.
Pasar modal merupakan sumber dana ekstern bagi perusahaan , dimana pasar modal
secara abstrak mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang
kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) disatu pihak dengan
emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain pihak,
atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya penawaran dan
permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang.
Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit
ekonomi yang mempunyai surplus tabungan (saving surplus unit) kepada unit ekonomi
yang mempunyai deficit tabungan (saving deficit unit). Dalam pasar modal dibedakan
antara pasar perdana dan pasar sekunder.

3. Modal Asing
Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara
bekerja di dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut
merupakan utang, yang pada saatnya harus di bayar kembali.
Jenis-jenis modal asing :
Utang Jangka Pendek
Utang jangka pendek atau Short-Term Debt adalah modal asing yang jangka
waktunya paling lama satu tahun. Adapun jenis-jenis yang termasuk ke dalam modal
asing jangka pendek adalah :
a. Kredit Rekening Koran
Merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada perusahaan dengan batasan
tertentu dimana perusahaan mengambilnya tidak sekaligus melainkan sebagian
demi sebagian sesuai dengan kebutuhannya, dan bunga yang di bayar hanya untuk
jumlah yang telah di ambil saja, meskipun sebenarnya perusahaan meminjamnya
lebih dari jumlah tersebut.
b. Kredit dari Penjual
merupakan kredit perniagaan (trade-credit) dan kredit ini terjadi apabila penjualan
produk dilakukan dengan kredit. Apabila penjualan dilakukan dengan kredit
berarti bahwa penjual baru menerima pembayaran dari barang yang dijualnya
beberapa waktu kemudian setelah barang diserahkan. Selama ini pembeli atau
langganan dapat dikatakan menerima kredit penjual dari penjual atau produsen.
Selama waktu itupun berarti penjual atau produsen memberikan kredit penjual
kepada pembeli atau langganan. Pada umumnya perusahaan yang memberi kredit
penjual adalah perusahaan industri, sedangkan perusahaan yang menerima adalah
perusahaan perdagangan.
c. Kredit Wesel
terjadi apabila suatu perusahaan mengeluarkan surat pengakuan utang yang
berisikan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak
tertentu dan pada saat tertentu (surat promes/ notes payables), dan setelah
ditandatangani surat tersebut dapat di jual atau diuangkan pada bank. Dari surat
tersebut diperoleh uang sebesar apa yang tercantum dalam surat utang tersebut
dikurangi dengan bunga sampai hari jatuh temponya. Dengan demikian maka ini
berarti bahwa pihak yang mengeluarkan surat utang tersebut menerima kredit
selama waktu mulai diuangkannya sampai saat dimana utang tersebut harus di
bayar. Bagi bank atau pihak yang membeli promes tersebut (pembeli kredit), surat
utang tersebut merupakan tagihan atau wesel tagih (notes receivables), dan bagi
pihak yang mengeluarkan surat utang, surat utang tersebut merupakan utang
wesel (notes payables).
Utang Jangka Menengah
Utang jangka menengah atau Intermediate-Term Debt adalah utang yang jangka
waktunya lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Bentuk utama dari kredit
jangka menengah. Bentuk utama dari kredit jangka menengah adalah ;
a. Term Loan
Merupakan kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10
tahun. Pada umumnya term loan dibayar kembali dengan angsuran tetap selama
suatu periode tertentu (amorization payment), misalkan pembayaran angsuran
dilakukan setiap bulan, setiap kuartal atau setiap tahun. Term loan ini biasanya
diberikan oleh bank dagang, perusahaan asuransi, supplier atau manufaktur.
b. Leasing
Apabila kita ingin memiliki suatu aktiva, tetapi hanya menginginkan service dari
aktiva tersebut, kita dapat memperoleh hak penggunaan atas suatu aktiva itu tanpa
disertai dengan hak milik, dengan cara mengadakan kontrak leasing untuk aktiva
tersebut. Dengan demikian leasing adalah suatu alat atau cara untuk mendapatkan
service dari suatu aktiva tetap yang pada dasarnya sama seperti halnya kalau kita
menjual obligasi untuk mendapatkan service dan hak milik atas aktiva tersebut
dan bedanya pada leasing tidak disertakan hak milik. Lebih khususnya leasing
adalah persetujuan atas dasar kontrak dimana pemilik dari aktiva (lessor)
menginginkan pihak lain (lessee) untuk menggunakan jasa atas aktiva tersebut
selama suatu periode tertentu. Ada tiga bentuk utama dari leasing yaitu sale and
leaseback, services leases dan financial lease.
Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang atau Long-Term Debt adalah utang yang jangka waktunya
adalah panjang, umumnya lebih dari 10 tahun. Utang jangka panjang umumnya
digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari
perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang
besar. Adapun jenis atau bentuk-bentuk utama dari utang jangka panjang adalah :
a. Obligasi
Merupakan pinjaman uang untuk jangka waktu yang panjang, untuk mana si
debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu.
Pembayaran kembali pinjaman obligasi dapat dijalankan secara sekaligus pada
hari jatuh temponya atau berangsur setiap tahunnya. Apabila pelunasan sekaligus,
maka sistem ini disebut shinkin funf system sedangkan jika secara berangsur
disebut amortization system. Ada tiga macam jenis obligasi yaitu obligasi biasa,
obligasi pendapatan dan obligasi yang dapat ditukarkan.
b. Pinjaman Hipotek
pinjaman jangka panjang dimana pemberi uang (kreditur) di beri hak hipotik
terhadap suatu barang tidak bergerak, agar supaya bila pihak debitur tidak
memenuhi kewajibannya, barang itu dapat di jual dan dari hasil penjualan tersebut
dapat digunakan untuk menutup tagihannya.

4. Pentingnya Pendanaan Bagi Perusahaan


Pendanaan sangat penting bagi perusahaan karena merupakan unsur utama dalam sistem
keuangan perusahaan untuk melakukan kegiatan operasional, dimana perusahaan harus
mempunyai sejumlah dana yang digunakan untuk meningkatkan jumlah aktiva perusahaan,
meningkatkan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek, dengan modal yang
mencukupi perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena kesulitan dalam
memperoleh kebutuhan-kebutuhan operasi yang dibutuhkan mudah didapatkan, selain itu
dengan tersedianya modal yang memadai ini perusahaan dapat bertahan walaupun
perekonomian dalam keadaan krisis seperti yang dialami sekarang ini.
BAB IV

KESIMPULAN

Sumber Ekstenal (External Resource) Sumber modal yang berasal dari luar perusahaan
dapat berasal dari kreditur dan pemilik, peserta atau pengambilan bagian di dalam
perusahaan.
Yang tergolong sumber ekstern perusahaan adalah supplier, bank dan pasar modal.
Modal asing merupakan modal dari luar perusahaan yang bersifat sementara bekerja di
dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan
utang(harus di bayar kembali)
DAFTAR PUSTAKA
1. https://amirhamzah010293.blogspot.co.id/2013/10/makalah-sumber-dan-penggunaan-
modal.html
2. http://raeanawula.blogspot.co.id/p/blog-page.html
3. file:///D:/Iasha/Semester%207/KWU/Man%20Jadda%20Wa%20Jadda_%20SUMBER%
20DANA%20PERUSAHAAN.html
4. file:///D:/Iasha/Semester%207/KWU/Dari%20Dhana_%20MENCARI%20SUMBER-
SUMBER%20PENDANAAN%20USAHA.html