Anda di halaman 1dari 4

2.3.

8 Tahap Perkembangan Keluarga

Tahapan dan tugas perkembangan keluarga yang diadaptasi dari Duval adalah:
a. Pasangan Pemula Atau Pasangan Baru Menikah

Tahapan ini dimulai saat dua insan dewasa mengikat janji melalui pernikahan
dengan landasan cinta dan kasih sayang. Tugas pada tahapan perkembangan
keluarga pemula antara lain saling memuaskan antara pasangan, beradaptasi
dengan keluarga besar dari masing-masing pihak, merencanakan dengan matang
jumlah anak, memperjelas masing-masing peran pasangan.
b. Keluarga Dengan Child Bearing (kelahiran anak pertama)
Tahapan ini dimulai saat ibu hamil sampai dengan kelahiran anak pertama dan
berlanjut sampai dengan anak pertama berusia 30 bulan. Tugas keluerga pada
tahapan ini antara lain : mempersiapkan biaya persalinan, mempersiapakan
mental calon oransg tua dan mempersiapkan berbagai kebutuhan anak. Apabila
anak sudah lahir tugas keluarga antara lain : memberikan ASI sebagai kebutuhan
utama bayi (minimal 6 bulan), memberikan kassih sayang, mulai
mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan,
pasangan kembali melakukan adaptasi karena kehadiran anggota keluarga
termasuk siklus hubungan seks, mempertahankan hubungan dalam rangka
memuaskan pasangan.
c. Keluarga Dengan Anak Prasekolah
Dimulai saat anak pertama berusia 2,5 tahun dan berakhir saat anak berusia 5
tahun. Tugas yang dimiliki pada keluarga dengan anak prasekolah diantaranya :
menanamkan nilai-nilai dan norma kehidupan, mulai menanamkan keyakinan
beragama, mengenalkan kultur keluarga, memenuhi kebutuhan bermain anak,
membantu anak dalam bersosialisasi, dengan lingkungan sekitar, menanamkan
tanggung jawab dalam lingkup kecil, memperhatikan dan memberikan stimulasi
bagi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah.
d. Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah
Dimulai saat anak pertama berusia 6 tahun dan berakhir saat anak berusia 12
tahun. Tugas yang dimiliki keluarga dengan anak usia sekolah antara lain :
memenuhi kebutuhan sekolah anak baik alat-alat sekolah maupun biaya sekolah,
membiasakan belajar teratur, memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas-
tugas sekolahnya, memberikan pengertian pada anak bahwa pendidikan sangat
penting untuk mas depen anak, membantu anak dalam bersosialisasi lebih luas
dengan lingkungan sekitar.
e. Keluarga Dengan Anak Remaja
Dimulai saat anak pertama berusia 13 tahun dan berakhir saat anak berusia 19-20
tahun. Keluarga dengan anak remaja berada dalam posisi dilematis, mengingat
anak sudah mulai menurun perhatiannya terhadap orang tua dibandingkan dengan
teman sebayanya. Pada tahapan ini seringkali ditemukan perbedaan pendapat
antara orang tua dan anak remaja, apabila hal ini tidak diselesaikan akan
berdampak pada hubungan selanjutnya.Tugas keluarga pada tahapan ini antara
lain : memberikan perhatian lebih pada anak remaja, bersama-sama
mendiskusikan tentang rencana sekolah ataupun kegiatan diluar sekolah,
memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab, mempertahankan
komunikasi terbuka dua arah.
f. Keluarga Dengan Melepas Anak Ke Masyarakat
Remaja yang akan beranjak dewasa harus sudah siap meninggalkan kedua orang
tuanya untuk memulai hidup baru, bekerja, dan berkeluarga, sehingga tugas
keluarga pada tahapan ini antara lain : mempertahankan keintiman pasangan,
membantu anak untuk mandiri, mempertahankan komunikasi, memperluas
hubungan keluarga antara orang tua dengan menantu, menata kembali peran dan
fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak-anak.

g. Keluarga Dengan Tahapan Berdua Kembali


Tugas keluarga setelah ditinggal pergi anak-anaknya untuk memulai kehidupan
baru antara lain : menjaga keintiman pasangan, merencanakan kegiatan yang akan
datang, tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak dan cucu, mempertahankan
kesehatan masing-masing pasangan.
h. Keluarga Dengan Masa Tua
Masa tua bisa dihinggapi perasaan kesepian, tidak berdaya, sehingga tugas
keluarga pada tahapan ini adalah : saling memberikan perhatian yang
menyenangkan antara pasangan, memperhatikan kesehatan masing-masing
pasangan, merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti dengan
berolahraga, berkebun, mengasuh cucu. Pada masa tua pasangan saling
mengingatkan akan adanya kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini. (Santun
& Dermawan, 2008)

2.3.9 Nilai,Norma, dan Etika Dalam Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti


"anggota")adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,
memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di
antara individu tersebut.

Setiap keluarga pada umumnya mendambakan adanya kesejahteraan dalam


rumah tangganya ,setiap pasanagn suami-istri mendambakan adanya keharmonisan
dalam kehidupan kehidupan keluarganya, sehingga dalam sebuah keluarga di
terapkan nilai, norma etika dan moral yang di berlakukan dalam suatu keluarga
untuk mencapai keluarga yang sejahtera, oleh karena itu peran keluarga dalam
membentuk keperibadian anak sangat berpengaruh besar,di dalam semua masyrakat
yang pernah di kenal ,hampir semua orang hidup terikat dalam kewajiban dan hak
keluarga yang di sebut hubungan peran , karya etika dan moral yang tertua
,menerankan bahwa masyarakat kehilangan kekuatan jika anggotanya gagaldalam
melaksanakan tanggung jawab keluaraganaya.

Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat
oleh adanya hubungan perkawinan atau darah , kelurga yang terdiri dari ayah ibu
dan anak , ayah dan anak anak aau ibu dan anak yang sering di sebut keluarga inti,

Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma ,aturan ynag
terkandung di dalanmya,,Nilai nilai itu seperti keagamaan , Sopan santun (Tata
krama) Kejujuran dan lainya.meskipun kadang kala penerapan nilai itu mengalami
kesulitan atau hambatan,akan tetapi ilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu
keluarga dalam memprsiapakan dan mewujudkan sumber daya yang berkualitas.

Dalam keluarga ,penerapan nilai dan norma serta etika dan moral , Tak
terlepas dari penerapan
a. Kegamaan :
Menurut suyono agama adalah sikap masyarakat atau kelompok manusia
terhadap kekuatan dan kekuasaan mutlak yang di nggap atau di yakini sebagai suatu
yang menentukan atau berperan menentukan kepentingan nasib kelompok manusia
itu sendirin, yang kemudian menjadi suatu sistem untuk mengatur hubungan antara
manusia dengan tuhanya .duania gaib, dan anatara sesama manusia sera
lingkunganya,

pada kehidupan kelurga , orang tua pada umumnya mrngharapakan supaya


anakanya tumbuh berkembang menjadi anak ynag baik, soleh dan solehah anak di
harapkan tidak terjerumus pada perbutan perbuatan yang yang nista,dalam sebuah
penelitian sebagian besar responding menyatakan bahawa sebaikanya pendidikan
agam mulai di tanamkan sejak masih anak-anak , hal ini juga di nyatakan oleh
beberpa informan seperti priyatno dan suparjan , mereka menggap sebaiknya
penenaman nilai agama terhadap anak-anaknya pada saat masih anak-anak.

Dalam kelurga saya agama adalah hal ynag sanagta di junjug tinggi adanya,
penerapan agama sangat kental dalam kelurga sya, seperti contoh kewajiban
menunaikan shalat sudah menjadi norma dalam keluraga saya, juka salah stu
anggota keluraga saya lalai dalam melakasanakn maka akan mendapatkan saknsi
baik berupa teguran dari orang tua ,
b. Tata krama

Tata krama ataupun sering di sebut sospan santun merupakan aturan yang berlaku
dalam kehidupan atau pergaulan dalam masyarakat , yang sudah berlaku secara
turun temurun, dalam kelurga saay cara menenmakan anggota kelurga sejak usia dini
yaitu mash balita karena usia itu anak akan mudah diatur , diarahkan pada hal-haln
yanng bersifat kebaikan, selain itu di maksudkan pula supaya anak terbiasa punya
tata krama dalam bergaul, sehinng kalau dudah dewasa sudah mampu untuk
menghorti yang lehih tua.oleh kerena itu kelurga masih sangat
mempertahankan pada norma yang berlaku yang mengutamakan tata krama.,