Anda di halaman 1dari 19
PWK 4146 Manajemen dan Administrasi Pembangunan Implikasi Sistem Pemerintahan Indonesia terhadap Sistem Manajemen

PWK 4146 Manajemen dan Administrasi Pembangunan

PWK 4146 Manajemen dan Administrasi Pembangunan Implikasi Sistem Pemerintahan Indonesia terhadap Sistem Manajemen

Implikasi Sistem Pemerintahan Indonesia terhadap Sistem Manajemen Pembangunan

Resti Dwi Agustiani 113 14 023

Sistem Manajemen Pembangunan Resti Dwi Agustiani 113 14 023 Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi dan
Sistem Manajemen Pembangunan Resti Dwi Agustiani 113 14 023 Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi dan

Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi dan Sains Bandung

1. PendahuluanOUTLINE

1. PendahuluanOUTLINE 2. Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk
1. PendahuluanOUTLINE 2. Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk
1. PendahuluanOUTLINE 2. Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk
1. PendahuluanOUTLINE 2. Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk

2. Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara

4. Implikasi Bentuk Pemerintahan

5. Implikasi Sistem Pemerintahan

Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk Pemerintahan 5. Implikasi Sistem Pemerintahan
Pemerintahan di Indonesia 3. Implikasi Bentuk Negara 4. Implikasi Bentuk Pemerintahan 5. Implikasi Sistem Pemerintahan
Fungsi Manajemen Pembangunan O A C Organizing Actuating Controlling P Planning

Fungsi Manajemen Pembangunan

O A C Organizing Actuating Controlling
O
A
C
Organizing
Actuating
Controlling
P Planning
P
Planning
Fungsi Manajemen Pembangunan O A C Organizing Actuating Controlling P Planning
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i

Sistem

Pemerintahan

Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a

GOVERNANCE

Sistem Ekonomi

Sistem Sosial

Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Sistem Pemerintahan GOVERNANCE Sistem Ekonomi S i s t e m S o s i a
Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi

Bentuk Negara

Bentuk Pemerintahan

Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi
Sisitem Pemerintahan
Sentralisasi
Desentralisasi
Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi
Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi
Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi
Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sisitem Pemerintahan Sentralisasi Desentralisasi
Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia Bentuk Sistem No Periode Bentuk Negara Konstitusi Pemerintahan

Periodisasi Sistem Pemerintahan di Indonesia

Bentuk Sistem No Periode Bentuk Negara Konstitusi Pemerintahan Pemerintahan 1 1945-1949 Kesatuan Republik
Bentuk
Sistem
No
Periode
Bentuk Negara
Konstitusi
Pemerintahan
Pemerintahan
1
1945-1949
Kesatuan
Republik
Presidensial
UUD 1945
2
1949-1950
Serikat (Federal)
Republik
Quasy Parlementer
Konstitusi RIS
3
1950-1959
Kesatuan
Republik
Parlementer
UUDS 1950
4
1959-1966
Kesatuan
Republik
Presidensial
UUD 1945
5
1966-1998
Kesatuan
Republik
Presidensial
UUD 1945
6
1998-sekarang
Kesatuan
Republik
Presidensial
UUD 1945
Bentuk Negara SERIKAT Pasal 1 ayat 1 Konstitusi RIS: ”Republik Indonesia Serikat yang merdeka dan

Bentuk Negara

SERIKAT

Pasal 1 ayat 1 Konstitusi RIS:

”Republik Indonesia Serikat yang merdeka dan berdaulatialah suatu negara hukum yang demokrasi dan berbentuk federasi”

1. Bentuk negara Indonesia berubah dari negara kesatuan menjadi negara serikat Ciri-ciri:

Tiap-tiap negara bagian mempunyai wewenang menyusun undang-undang dasar sendiri.

Pemerintah pusat mempunyai kedaulatan terhadap negara bagian dalam urusan dalam maupun luar. 2. Negara Indonesia terbagai menjadi beberapa negara bagian yang terdiri dari negara-negara bagian (diantaranya RI), satuan-satuan kenegaraan.

bagian (diantaranya RI), satuan-satuan kenegaraan. Fungsi manajemen Planning dan Organizing dilakukan negara

Fungsi manajemen Planning dan Organizing dilakukan negara bagian sedangkan fungsi Actuating dan Controlling dilakukan pemerintah pusat. Bentuk negara ini kurang sesuai dengan Dasar Negara Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan.

Bentuk Negara KESATUAN Pasal 1 ayat (1) Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
Bentuk Negara KESATUAN Pasal 1 ayat (1) Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
Bentuk Negara
KESATUAN
Pasal 1 ayat (1)
Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
CIRI UTAMA
IMPLIKASI
Negara Indonesia :
Hanya terdiri satu undang-undang dasar,
kepala negara, dewan menteri dan dewan
perwakilan rakyat.
Satu UUD (UUD 1945), Kepala negara
(Presiden) dibantu menteri, serta Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR)

Menganut dua sistem, yaitu sentralistik atau dari pusat dan desentralistik atau dari daerah

Negara Indonesia memiliki sistem sentralistik (pusat) dan desentralistik (otonomi daerah)

desentralistik atau dari daerah Negara Indonesia memiliki sistem sentralistik (pusat) dan desentralistik (otonomi daerah)
Bentuk Pemerintahan REPUBLIK OUTLINE Pasal 1 ayat (1) Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk

Bentuk Pemerintahan

REPUBLIK

OUTLINE

Pasal 1 ayat (1) Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.

Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
yang berbentuk Republik. Indonesia menganut demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Sistem Pemerintahan PRESIDENSIAL Presidensial Lama OUTLINE Kekuasaan presiden yang sangat besar, hampir semua kewenangan

Sistem Pemerintahan

PRESIDENSIAL

Presidensial Lama

OUTLINE

Kekuasaan presiden yang sangat besar, hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945
Kekuasaan presiden yang sangat besar, hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945
Kekuasaan presiden yang sangat besar, hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945

Kekuasaan presiden yang sangat besar, hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan persetujuan maupun pertimbangan DPR sebagai wakil rakyat.

Karena tidak adanya pengawasan dan persetujuan DPR, maka kekuasaan presiden cenderung mudah disalahgunakan.

wakil rakyat. Karena tidak adanya pengawasan dan persetujuan DPR, maka kekuasaan presiden cenderung mudah disalahgunakan.
Sistem Pemerintahan PRESIDENSIAL Presidensial Baru OUTLINE Pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi (Pemerintah

Sistem Pemerintahan

PRESIDENSIAL

Presidensial Baru

OUTLINE

Pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi (Pemerintah konstitusional).

Jaminan terhadap hak asasi manusia dan hak-hak warga negara.

Adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif (presiden).

Sistem Pemerintahan QUASY OUTLINE Variasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer • Presiden dalam

Sistem Pemerintahan

QUASY

OUTLINE

Variasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer

Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.

Parlemen mendapat kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang- undang dan hak anggaran (budget)

Presiden sewaktu-waktu bisa diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi, DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun tidak secara langsung.

Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu persetujuan dan pertimbangan DPR.

Sistem Pemerintahan PARLEMENTER OUTLINE - Parlemen memiliki peranan terpenting - Parlemen memiliki wewenang penuh

Sistem Pemerintahan

PARLEMENTER

OUTLINE

- Parlemen memiliki peranan terpenting - Parlemen memiliki wewenang penuh mengangkat kepala pemerintahan (Perdana Menteri)

- Parlemen memiliki peranan terpenting - Parlemen memiliki wewenang penuh mengangkat kepala pemerintahan (Perdana Menteri)

- Parlemen memiliki peranan terpenting - Parlemen memiliki wewenang penuh mengangkat kepala pemerintahan (Perdana Menteri)
Dari UUD OUTLINE Pasal 1 ayat (3) Negara Indonesia adalah negara hukum • Munculnya pembagian

Dari UUD

OUTLINE

Pasal 1 ayat (3) Negara Indonesia adalah negara hukum

Munculnya pembagian atau pemisahan kekuasaan dalam menjamin hak-hak

Pemerintah dijalankan menurut perundang-undangan hukum positif yang berlaku (UUD 1945 sebagai dasar, UU, Perda, dll)

Munculnya peradilan administrasi dalam mengatasi perselisihan antara rakyat dengan pemerintah

Kegiatan negara dikontrol oleh kekuasaan kehakiman efektif

Adanya pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) (UU Perlindungan HAM)

Dari UUD OUTLINE Pasal 33 ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung

Dari UUD

OUTLINE

Pasal 33 ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Kekayaan alam dikuasai oleh BUMN di mana setengah kepentingannya adalah untuk negara (kemakmuran rakyat) sedangkan setengah yang lain adalah kepentingan ekonoi demi keberlanjutan BUMN itu sendiri.

Sistem Sistem Sentralisasi OUTLINE 1. Fungsi pengarahan dan pengawasan lebih mudah 2. Fungsi planning dan

Sistem

Sistem Sentralisasi

OUTLINE

1. Fungsi pengarahan dan pengawasan lebih mudah 2. Fungsi planning dan organizing di daerah cenderung lebih pasif, bergantung pada pemerintah pusat 3. Kemungkinan ditemukan banyak ketidaksesuaian karena perbedaan kemampuan masing-masing daerah

Sistem Sistem Desentralisasi OUTLINE 1. Tanpa adanya campur tangan pemerintah pusat, pemerintah daerah menjadi lebih

Sistem

Sistem Desentralisasi

OUTLINE

1. Tanpa adanya campur tangan pemerintah pusat, pemerintah daerah menjadi lebih aktif 2. Fungsi pengawasan dalam manajemen sulit dilaksanakan, menimbulkan potensi kolusi, korupsi, nepotisme (KKN)

Namun, di Indonesia kebijakan pelaksanaan desentralisasi belum konsisten, dan justru menyebabkan terhambatnya perkembangan wilayah provinsi. Peran dan fungsi penting pemerintah provinsi tidak begitu jelas dijabarkan dalam undang-undang Pemerintahan Daerah. Hal ini menyebabkan proses perencanaan, penganggaran dan pengawasan belum sepenuhnya terkonsolidasi.

OUTLINE KESIMPULAN Setiap perubahan yang dialami Negara Indonesia baik dalam bentuk negara, bentuk pemerintahan maupun

OUTLINE

KESIMPULAN

OUTLINE KESIMPULAN Setiap perubahan yang dialami Negara Indonesia baik dalam bentuk negara, bentuk pemerintahan maupun

Setiap perubahan yang dialami Negara Indonesia baik dalam bentuk negara, bentuk pemerintahan maupun sistem pemerintahan memiliki implikasi terhadap fungsi manajemen pembangunan (POAC).

OUTLINE Thank You !

OUTLINE

Thank You !

OUTLINE Thank You !
OUTLINE Thank You !