Anda di halaman 1dari 10

Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan Hidup dan Biaya Rencana Pengelolaan

Lingkungan Hidup dan Biaya Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Studi


AMDAL Rumah Sakit di Surabaya

Achmad Ibnu Arobi dan M. Razif


Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia.

Abstrak
Valuasi ekonomi dampak lingkungan hidup dapat dihitung dengan menggunakan
beberapa pendekatan. Mulai pendekatan harga pasar dan pendekatan harga non pasar.
Pendekatan harga pasar sendiri juga dibagi lagi kedalam 2 pendekatan yakni pendekatan
produktivitas dan pendekatan modal manusia. Pada tugas akhir ini valuasi ekonomi akan
dihitung menggunakan pendekatan harga pasar melalui pendekatan modal manusia.
Melalui pendekatan ini, akan dihitung harga modal manusia yang terkena dampak akibat
perubahan kualitas lingkungan yang diakibatkan dari rumah sakit. Perhitungan harga
modal manusia dihitung berdasarkan dari pendapatan yang hilang, biaya pengobatan, dan
keefektifan biaya penanggulangan. Kemudian biaya dari Rencana Pengelolaan
Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan dihitung menggunakan analisa
Present Value. Nilai PV yang dihitung berjangka waktu 5 tahun.

I. PENDAHULUAN KEBERADAAN
Rumah sakit di kota Surabaya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk
meningkatkan sarana dan prasarana Kota di bidang kesehatan. Program Pemerintah Kota
di bidang kesehatan secara otomatis akan mengalami perkembangan dengan keberadaan
Rumah sakit. Oleh karena itu, dengan berdirinya Rumah sakit ini, diharapkan dapat
melayani masyarakat menengah keatas, agar tidak perlu lagi bersusah payah untuk
mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang lebih baik. Dalam proses operasi
Rumah sakit, diperkirakan akan menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap
lingkungan hidup di daerah sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dampak-dampak yang diperkirakan berpotensi terjadi adalah antara lain adanya limbah
B3/radioaktif dan potensi penularan penyakit. Dampak-dampak tersebut harus dikelola
untuk meminimisasi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.
Untuk melakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan membutuhkan biaya, karena
kegiatan pengelolaan dan pemantauan dampak membutuhkan suatu analisis. Biaya
kegiatan pengelolaan dampak lingkungan hidup meliputi biaya konstruksi yang
membutuhkan alat dan bahan untuk analisis, lalu biaya kompensasi bila menggunakan
pendekatan sosial ekonomi dan lain sebagainya. Sedangkan biaya yang digunakan untuk
memantau dampak lingkungan hidup lebih banyak lagi karena untuk memantau dampak
lingkungan hidup harus dengan periode dan jangka waktu tertentu. Biaya-biaya tersebut
seharusnya tercantum dalam dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup. Tetapi selama ini, perhitungan biaya RKL dan
RPL belum pernah dihitung. Demikian pula dokumen RKL dan RPL belum pernah
dilaporkan. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan biaya RKL dan RPL. Selain itu
perlu juga melakukan perhitungan nilai ekonomi dari dampak yang ditimbulkan dari
kegiatan rumah sakit. Perhitungan nilai ekonomi dapat dengan cara valuasi ekonomi.
Valuasi ekonomi dampak lingkungan hidup bertujuan untuk melakukan penilaian secara
ekonomi terhadap dampak yang ditimbulkan dari kegiatan Rumah sakit. Nilai valuasi
dampak dapat dijadikan acuan dalam memberikan kompensasi kepada masyarakat yang
terkena dampak. Metode valuasi ekonomi sudah di publikasikan oleh Kmentrian
Lingkungan Hidup, akan tetapi belum pernah dipraktekkan. Biaya RKL RPL dan nilai
valuasi dampak lingkungan hidup kemungkingan terdapat selisih nilai biaya.Oleh sebab
itu, pada tugas akhir kali ini penulis melakukan penelitian biaya yang dapat digunakan
dalam mengelola dampak.Apakah melakukan RKL RPL atau membayar kompensasi
kepada masyarakat terkena dampak yang ditentukan dengan valuasi ekonomi dampak
lingkungan hidup.

II. DASAR TEORI


A. Pengertian Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan Hidup
Valuasi dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menyatakan nilai moneter dalam
perangkat dan pelayanan lingkungan dari sumber daya alam (Mburu, 2007). Tujuan dari
valuasi adalah menentukan pertimbangan manusia menentukan Willing To Pay (WTP).
Valuasi merupakan aturan penting dalam pengembangan lingkungan dan manajemen
kegiatan. Penggunaan metode valuasi ekonomi untuk menilai dampak lingkungan dari
proyek-proyek telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, valuasi
lingkungan tampaknya telah dikembangkan secara mandiri dari peraturan dan praktek
penilaian dampak lingkungan (AMDAL), meskipun manfaatnya potensinya untuk proses
AMDAL. Valuasi ekonomi dampak lingkungan mungkin berguna dalam menilai
pentingnya dampak, menentukan tingkat mitigasi, membandingkan alternatif dan
umumnya memungkinkan analisis yang lebih obyektif pengorbanan (Lindhjem, 2007).

B. Metode Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan Hidup


Berdasarkan Permen LH nomor 15 tahun 2012, metode dalam melaksanakan valuasi
ekonomi dampak sumber daya alam dan lingkungan hidup (SDALH) hidup terdapat 2
macam metode, yaitu 1. Pendekatan Harga Pasar

I. Pendekatan Produktivitas
a. Pendekatan Perubahan Produktivitas (Change of Productivity) Tahapan
pelaksanaannya, yaitu:Menggunakan pendekatan langsung dan menuju sasaran.
Menentukan perubahan kuantitas SDA yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu.
Memastikan bahwa perubahan merupakan hal yang berkaitan dengan perubahan
lingkungan yang terjadi. Mengalikan perubahan kuantitas dengan harga pasar.

b. Pendekatan Biaya Pengganti (Replacement Cost) Tahapan pelaksanaannya:


Mengidentifikasi fungsi SDA yang hilang karena perubahan kualitas lingkungan.
Menentukan pengganti fungsi SDA yang hilang/terganggu. Menyiapkan data fisik
termasuk harga pasar untuk masing-masing komponen yang dibutuhkan sehubungan
dengan fungsi pengganti. Menghitung jumlah nilai moneter untuk menciptakan semua
fungsi dan manfaat yang diganti.

c. Pendekatan Biaya Pencegahan (Prevention Cost Expenditure) Tahapan


pelaksanaannya: Menentukan cara untuk melakukan pencegahan (meminimkan dampak),
baik cara preventif secara fisik maupun perilaku menghindari risiko. Mengestimasi biaya
tenaga kerja dan material yang dibutuhkan, biaya investasi yang diperlukan untuk
pemulihan dampak lingkungan. Mengidentifikasi data dan harga pasar untuk setiap
komponen data yang dibutuhkan. Menjumlahkan semua nilai pengeluaran untuk
melaksanakan upaya pencegahan tersebut.

II. Pendekatan Modal Manusia (Human Capital)


a. Pendapatan yang Hilang (Forgone/Loss of Earning)
Tahapan pelaksanaannya:
Memastikan bahwa terjadi dampak yang signifikan terhadap kesehatan manusia akibat
adanya perubahan fungsi lingkungan sehingga menyebabkan seseorang kehilangan
kesempatan untuk memperoleh pendapatan.Mengidentifikasi sumber pendapatan yang
hilang akibat terganggunya kesehatan masyarakat, misalnya upah hilang selama
sakit.Mengetahui lamanya waktu yang hilang akibat gangguan kesehatan yang terjadi.
Menghitung seluruh potensi hilangnya pendapatan.

b. Pendekatan Biaya Pengobatan (Medical Cost/Cost of Illness)


Tahapan pelaksanaannya:
Mengetahui bahwa telah terjadi gangguan kesehatan yang berakibat perlunya biaya
pengobatan dan atau kerugian akibat penurunan produktifitas kerja. Mengetahui biaya
pengobatan yang dibutuhkan sampai sembuh.Mengetahui kerugian akibat penurunan
produktifitas kerja, misal dengan pendekatan tingkat upah atau harga produk yang
dihasilkan.Menghitung total biaya pengobatan dan penurunan produktifitas kerja.

c. Pendekatan Keefektifan Biaya Penanggulangan (Cost of Effectiveness Analysis of


Prevention)
Tahapan pelaksanaannya: Menetapkan target tingkat perubahan kualitas, misalnya tingkat
kerusakan tanah maksimum atau batas minimum populasi suatu spesies, yang dapat
diterima.Menetapkan berbagai alternatif untuk mencapai target.Mengevaluasi berbagai
alternatif dan memilih alternatif biaya yang terkecil.
III. Pendekatan Biaya Kesempatan (Opportunity Costs) Tahapan pelaksanaannya:
Mengidentifikasi kesempatan yang hilang karena suatu kegiatan lain/perubahan. Menilai
besaran setiap jenis manfaat ekonomi yang hilang.Menjumlahkan besaran semua manfaat
ekonomi yang hilang.

2. Pendekatan Harga Non Pasar

1.Teknik Tidak Langsung


a. Pendekatan Nilai Hedonis (Hedonic Pricing) Tahapan pelaksanaannya: Menentukan
fungsi hedonic pricing Pada tahap ini melibatkan beberapa variable karakteristik yang
mempengaruhi, yaitu: P = Permintaan Q = Kualitas Lingkungan N = Tingkat Kebisingan
A = Tingkat Kemudahan Akses Semua variable diatas dapat ditulis dalam persamaan
sebagai berikut: Ph= f (Qj,Nk,Aj) Dari persamaan ini akan diperoleh fungsi permintaan
kualitas lingkungan yang implisit. Dengan menurunkan fungsi di atas terhadap variable
Q, akan diperoleh: Ph/Qj = f (Qj,Nk,Aj)/ Qj fungsi ini juga bisa kita sebut sebagai
fungsi permintaan terbalik (inverse demand curve) bagi kualitas lingkungan.
Menentukan Fungsi Permintaan Menentukan fungsi permintaan dari kualitas lingkungan
berdasarkan informasi yang diperoleh pada tahap pertama. Responden mengetahui
dengan baik tentang karakteristik properti yang ditawarkan dan mempunyaikebebasan
untuk memilih alternatif lain tanpa ada kekuatan lain yang mempengaruhi.Responden
harus merasakan kepuasan maksimum atas properti yang dibelinya dengan kemampuan
keuangan yang dimiliki (transaksi terjadi pada kondisi equilibrium).Menanyakan
willingness to pay (WTP) responden sebagai kesatuan atas pengaruh variabel harga
struktural (bentuk, ukuran, luas,dan lain-lain) dan variable kualitas lingkungannya.

b. Pendekatan Biaya Perjalanan


Tahapan pelaksanaannya:Membuat kuesioner untuk survey. Menentukan responden
dengan memastikan bahwa perjalanan dimaksudkan harus merupakan tujuan utama dari
responden, apabila tidak, maka tidak dapat diikutkan dalam penghitungan.
Mengidentifikasi dan membagi tempat rekreasi dan kawasan yang mengelilinginya ke
dalam zona konsentrik dengan ketentuan semakin jauh dengan tempat rekreasi semakin
tinggi biaya perjalanannya. Melakukan survei dengan menentukan zona asal, tingkat
kunjungan, biaya perjalanan dan berbagai karakteristik biaya ekonomi. Meregresi tingkat
kunjungan dengan biaya perjalanan dan berbagai variabel ekonomi lainnya.

II. Teknik Langsung


a. Pendekatan Valuasi Kontingensi
Tahapan valuasi pendekatan ini adalah:Menyiapkan kuesioner untuk survei tentang
manfaat SDALH. Melakukan survei terhadap sejumlah responden tertentu. Dalam survei,
pertanyaan diolah menjadi variabel-variabel pasar, yaitu WTP mereka yang dinyatakan
dalam bentuk nilai uang dan juga berapa kompensasi yang mewakili manfaat apabila
SDA dan jasa lingkungan tersebut hilang manfaatnya.Mengolah hasil survei secara
ekonometri sebagai langkah derivasi kurva permintaan rata-rata penilaian per responden
atas SDALH.Mengestimasi nilai rata-rata per individu atau rumah tangga pada
responden, lalu diekstrapolasi dengan populasi agar dapat diketahui total benefit dari
suatu jasa lingkungan.

b. Pendekatan Benefit Transfer


Langkah-langkah dalam benefit transfer:Menyeleksi sekaligus menelaah pustaka yang
nilai dan analisisnya akan digunakan dalam kajian yang sedang dilakukan, jika
dimungkinkan dikaji pula lokasi dan penduduk sekitar studi kasus. Hal ini diperlukan
berkaitan dengan nilai ekonomi (langsung dan tidak langsung), yang menggambarkan
preferensi yang mungkin akan berbeda dengan perbedaan sosial ekonomi dan nilai-nilai
lain. Menyesuaikan nilai-nilai misalnya mengubah nilai moneter pada satu nilai jasa
ekosistem, melakukan penyesuaian dengan tingkat sensitivitas. Kalkulasi nilai per unit
dari waktu. Kalkulasi total nilai yang didiskonto, selama jangka waktu manfaat proyek
tersebut akan ada.

C. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)


Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup yang disingkat RKL adalah upaya penanganan
dampak penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha
dan atau kegiatan. Bagian terpenting dari RKL adalah penjelasan tentang pendekatan
teknis yang akan digunakan dalam mengelola lingkungan akibat adanya kegiatan.
Menurut permen LH no 32 tahun 2009, ada 3 pendektan yang dapat dilakukan, yaitu: a.
Pendekatan Teknologi Pendekatan ini adalah cara-cara atau teknologi yang digunakan
untuk mengelola dampak penting lingkungan hidup.

b. Pendekatan Sosial Ekonomi Pendekatan ini adalah langkah-langkah yang akan


ditempuh pemrakarsa dalam upaya menanggulangi dampak penting melalui tindakan-
tindakan yang berlandaskan pada interaksi sosial, dan bantuan peran pemerintah.

c. Pendekatan Institusi Pendekatan ini adalah mekanisme kelembagaan yang akan


ditempuh pemrakarsa dalam rangka menanggulangi dampak penting lingkungan hidup.
Pelaporan hasil pengelolaan lingkungan hidup secara berkala kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.

D. Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)


Rencana Pemantauan lingkungan hidup merupakan upaya pemantauan lingkungan hidup
yang terkena dampak penting akibat suatu rencana dan atau kegiatan. Pemantauan
lingkungan hidup dapat dipakai untuk memahami fenomena yang terjadi pada berbagai
tingkatan mulai dari proyek (untuk memahami perilaku dampak yang timbul akibat usaha
dan atau kegiatan) sampai ke tingkat kawasan atau bahkan regional tergantung pada skala
keacuhan. Ada 2 kata kunci yang membedakan pemantauan dangen pengamatan secara
acak atau sesaat, yakni merupakan kegiatan yang bersifat berorientasi pada data
sistematik, berulang dan terencana (Raharjo, 2007).

E. Metode Perhitungan Biaya RKL dan RPL


Perhitungan biaya RKL dan RPL menggunakan metode Present Value dengan jangka
waktu 5 tahun.Perhitungan Present Value digunakan menghitung harga pada saat ini bila
aliran kas seragam sebessar A terjadi pada tiap akhir periode selama N periode dengan
tingkat bunga 1% (Pujawan, 2008).

III. METODE PENELITIAN


A. Perhitungan Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan hidup Perhitungan Valuasi
Ekonomi Dampak Lingkungan Hidup pada Rencana Pengelolaan Lingkungan dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Rumah sakit dilakukan menggunakan pendekatan yang
berbeda. Pendekatan yang digunakan menyesuaikan dengan dampak yang dikelola dan
dipantau di dokumen RKL dan RPL. Pemilihan pendekatan dilakukan menggunakan
teknik pemilihan pendekatan yang ada pada permen LH nomer 15 tahun 2012.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan Hasil Studi Amdal yang telah dilakukan, terdapat beberapa dampak
lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan pengoperasian rumah sakit. Pada tugas akhir
ini, akan mengkaji dampak yang dihasilkan selama proses pengoperasian rumah sakit
yaitu selama 5 tahun. Dampak yang akan dikaji adalah dampak negatif yang dikelola dan
dipantau pada dokumen RKL dan RPL. Adapun dampak yang dihasilkan selama proses
pengoperasian dari kegiatan yang menimbulkan dampak adalah sebagai berikut
1. Peningkatan kebisingan
2. Bau
3. Peningkatan Pemakaian Air PDAM
4. Gangguan Distribusi PDAM
5. Peningkatan Pemakaian Air Tanah
6. Gangguan Air Sumur Penduduk
7. Genangan Air
8. Kemacetan Lalu Lintas
9. Timbulnya Vektor Penyakit
10. Infeksi Nosokomial
11. Sampah Padat Medis
12. Sampah Padat Non Medis
Pada masing-masing dampak tersebut, dihitung biaya valuasi dan juga biaya RKL dan
RPL. Kemudian dari hasil perhitungan biaya tersebut, dibandingkan antara biaya valuasi
dengan biaya RKL dan RPL.

V. KESIMPULAN/RINGKASAN
1. Nilai Valuasi Ekonomi dari dampak penting dan dampak besar dari Rencana
Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Rumah sakit adalah sebesar Rp.
23.031.219.127
2. Biaya Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan sebesar 3.121.576.599
3. Dari perhitungan diatas menunjukkan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan
kompensasi lebih besar dari pada biaya melakukan Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan. Hal tersebut menandakan kefektifan biaya dalam melakukan Pengelolaan
dan Pemantauan Lingkungan sudah terlaksana.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim. 2009. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Anonim.2012. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyususnan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
3. Anonim.2012. Permen LH Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Panduan Valuasi Ekonomi
Ekosistem Hutan.
5. Baderan.D.W.K.2013. Model Valuasi Ekonomi Sebagai Dasar Untuk Rehabilitasi
Kerusakan Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Kecamatan Kwandang Kabupaten
Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Yogyakarta: Universitas UGM.