Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL

KEGIATAN
Inspeksi Sanitasi Supermarket

KELOMPOK 4 SANITASI LINGKUNGAN


MAHASISWA S1 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017

CP: 081234655550 (Dita)


DAFTAR ISI

COVER ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................................. 2
1.2.1 Tujuan Umum ........................................................................... 3
1.2.2 Tujuan Khusus .......................................................................... 3
1.3 Manfaat ............................................................................................... 3
BAB II DASAR TEORI .................................................................................. 4
2.1 Pengertian Sanitasi ............................................................................... 4
2.2 Peraturan Terkait dengan Sanitasi Supermarket .................................. 7
2.3 Indikator Kesehatan Supermarket ........................................................ 7
2.4 Penyakit dan Bencana yang Dapat Melanda Supermarket .................. 10
BAB III METODE INSPEKSI SANITASI ..................................................... 16
3.1 Rancangan Inspeksi Sanitasi ................................................................ 16
3.2 Lokasi dan Waktu Inspeksi .................................................................. 17
3.3 Populasi dan Sampel ............................................................................ 17
3.4 Teknik Pengambilan Data .................................................................... 3
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 63
LAMPIRAN ..................................................................................................... iv
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat,
hal itu tentu akan mempengaruhi aktivitas masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan mereka. Kebutuhan masyarakat bisa didapatkan melalui
berbagai sarana dan prasarana yang ada. Peranan pasar sangatlah penting
dalam pemenuhan kebutuhan. Salah satunya adalah pasar modern, atau
yang biasa dikenal dengan supermarket. Seiring dengan perkembangan
zaman, keberadaan pasar modern melonjak menjadi 449 pasar (75%)
sedangkan pasar tradisional tetap berjumlah 151 atau 25% dari total
pasar. (Pasar Jaya, 2006) Masyarakat cenderung menyukai pasar modern
yang menjual pangan dan peralatan rumah tangga dengan pelayanan yang
lebih baik, lebih bersih, aman, dan nyaman.
Pasar modern adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh
pemerintah, swasta, atau koperasi yang dalam bentuknya berupa pusat
perbelanjaan seperti Mall, Plaza, dan Shopping Centre serta sejenisnya.
Peranan pasar modern yang penting dipengaruhi oleh keberadaan
produsen hulu (penyedia bahan segar), pemasok, penjual, konsumen,
manajer pasar, serta petugas yang berhubungan dengan kesehatan.
Sehingga perlu komitmen dan partisipasi aktif para stakeholder untuk
dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan sehingga dapat
mengembangkan pasar sehat. Dalam menjamin hal tersebut, maka perlu
adanya upaya menjaga dan mengendalikan lingkungan dengan
memperhatikan sanitasi yang ada di supermarket tersebut.. Sanitasi
merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada
pengawasan teknik terhadap berbagai faktor lingkungan yang
mempengaruhi atau mungkin mempengaruhi derajat kesehatan manusia.
(Azwar, 1990)
Secara umum terdapat beberapa peraturan dan pedoman yang
mengatur terkait perlindungan dan penataan toko swalayan, pasar
tradisional, maupun pasar modern. Salah satunya adalah Peraturan
Daerah No. 3 Tahun 2008 tentang perlindungan, pemberdayaan pasar
tradisional, dan penataan pasar modern.Namun masih banyak dijumpai
supermarket yang tidak memenuhi persyaratan untuk sanitasi
supermarket yang telah dianjurkan. Sehingga perlu dilakukan observasi
untuk menilai apakah supermarket yang telah ada saat ini telah
memenuhi syarat kesehatan lingkungan, serta diharapkan supermarket
tersebut aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan pada pekerja
maupun masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut dan sebagai bentuk pemenuhan tugas
Sanitasi Lingkungan tentang Survei Pasar Modern, kami sepakat memilih
lokasi survei di Kota Surabaya, Giant Arief Rachman Hakim sebagai
obyek Pasar Modern. Penilaian sanitasi lingkungan di Supermarket guna
untuk mengendalikan faktor-faktor risiko terjadinya kecelakaan dan
penyakit.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Menilai sanitasi lingkungan di Supermarket Giant Arief
Rachman Hakim
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui kondisi mengenai lokasi Supermarket Giant
Arief Rachman Hakim
2. Mengetahui kondisi bangunan Supermarket Giant Arief
Rachman Hakim
3. Mengetahui kondisi sanitasi Supermarket Giant Arief
Rachman Hakim
4. Mengetahui kondisi perilaku hidup bersih dan sehat
pengelola, pekerja, dan pengunjung sanitasi Supermarket
Giant Arief Rachman Hakim
5. Mengetahui kondisi keamanan sanitasi Supermarket Giant
Arief Rachman Hakim
6. Mengetahui kondisi fasilitas lain dari Supermarket Giant
Arief Rachman Hakim yang berhubungan dengan
kesehatan lingkungan

1.3 Manfaat
1. Manfaat bagi Pengelola Supermarket Giant Arief Rachman Hakim
Kegiatan inspeksi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan
dan evaluasi dalam upaya perbaikan serta peningkatan kondisi
Supermarket Giant Arief Rachman Hakim. Selain itu, inspeksi ini
dapat memacu supermarket agar dapat meningkatkan dan menjaga
kualitas sehingga termasuk dalam kategori Pasar Sehat.
2. Manfaat bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan, wawasan serta pengalaman mahasiswa
mengenai penilaian sanitasi di Supermarket Giant Arief Rachman
Hakim. Sehingga dapat meminimalisir dan mengidentifikasi bahaya
maupun kecelakaan yang dapat mengancam kesehatan masyarakat
sekitar.
3. Manfaat bagi Pembaca
Hasil laporan inspeksi ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
acuan dalam tindak lanjut dan referensi untuk penelitian di masa yang
akan datang.
BAB 2
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Sanitasi


Aspek sanitasi lingkungan sangat luas hampir mencakup sebagian
besar kehidupan manusia. Secara umum definisi sanitasi menurut WHO
adalah pengawasan penyediaan air minum masyarakat, pembuangan tinja
dan air limbah, pembuangan sampah, vektor penyakit, kondisi perumahan,
penyediaan dan penanganan makanan, kondisi atmosfer dan keselamatan
lingkungan kerja. Secara umum, sanitasi merupakan pencegahan
penyakit dengan mengurangi atau mengendalikan faktor faktor
lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit.
Pengertian lain dari sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit melalui
pengendalian faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan
penyakit.
Berdasarkan keterangan tersebut, secara garis besar bahwa sanitasi
lingkungan merupakan upaya pengendalian terhadap faktor faktor
lingkungan fisik manusia yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan
atau upaya kesehatan untuk memelihara dan melindungi kebersihan
lingkungan dari subyeknya, misalnya menyediakan air bersih untuk mencuci
tangan dalam memelihara dan melindungi kebersihan tangan, menyediakan
tempat sampah untuk membuang sampah dalam memelihara kebersihan
lingkungan, membangun jamban untuk tempat membuang kotoran dalam
memelihara kebersihan lingkungan dan menyediakan air minum yang
memenuhi syarat kesehatan dalam upaya memelihara dan meningkatkan
kesehatan masyarakat.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik


berupa benda hidup, benda mati, benda nyata atau abstrak, termasuk
manusialainnya serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi
diantara elemen elemen yang ada di alam (Soemirat, 2004). Lingkungan
yang sehat ini sangat penting, hal itu telah dibuktikan WHO dengan
penyelidikan penyelidikan di seluruh dunia dengan memperoleh hasil
bahwa angka kematian (Mortality), angka kesakitan (Morbidity) yang tinggi
serta seringnya terjadi epidemi, terdapat di tempat yang sanitasi
lingkungannya yang buruk, yaitu tempat dimana terdapat banyak lalat,
nyamuk, pembuangan kotoran dan sampah yang tidak teratur, air rumah
tangga dan perumahan yang buruk serta keadaan sosial ekonomi rendah.
Sebaliknya di tempat tempat yang kondisi sanitasi lingkungannya baik,
angka kematian dan kesakitan juga rendah (Entjang, 2000).

2.2 Pengertian Supermarket


Pasar modern sering juga dikenal dengan sebutan Supermarket,
Minimarket, ataupun Hipermart. Pasar modern merupakan pasar yang
dibangun oleh pihak pemerintah, swasta, dan koperasi yang dikelola secara
modern. Pada umumnya pasar modern menjual barang kebutuhan sehari-
hari dan barang lain yang sifatnya tahan lama, dapat berupa bahan pangan
atau peralatan dan kebutuhan rumah tangga. Selain itu modal usaha yang
dikelola oleh pedagang dalam jumlah yang besar. Dalam hal ini,
kenyamanan berbelanja bagi pembeli sangat diutamakan. Biasanya penjual
memasang label harga pada setiap barang. Contoh pasar modern yaitu
Plaza, Supermarket, Hipermart, maupun Shopping centre sejenis lainnya.

2.3 Peraturan terkait Sanitasi Supermarket


Pelaksanaan inspeksi sanitasi lingkungan supermarket didasarkan
pada aturan ataupun pedoman yang mengatur dan memiliki keterkaitan
terhadap kondisi kesehatan masyrakat dan kondisi supermarket itu sendiri.
Oleh karena itu, terdapat beberapa peraturan yang mengatur terkait hal
tersebut, yaitu :
1. Keputusan Menteri Kesehatan No. 288/Menkes/SK/III/2003 tentang
Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum
2. Keputusan Menteri Kesehatan No. 519 Tahun 2009 tentang Pedoman
Pasar Sehat
3. Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan,
Pemberdayaan Pasar Tradisional, dan Penataan Pasar Modern
4. Peraturan Daerah Surabaya No. 8 Tahun 2004 tentang Penataan Toko
Swalayan di Surabaya
5. Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan
Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern
Sehingga berdasarkan beberapa aturan dan pedoman yang telah
disebutkan mampu menjadi acuan sehingga mampu menilai kondisi sanitasi
lingkungan supermarket dan menjadi bahan evaluasi oleh pihak yang
bersangkutan.

2.4 Indikator Kesehatan Supermarket


1. Lokasi Supermarket
a. Sesuai Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten atau Kota,
dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten atau Kota, termasuk
pengaturan zonasinya (adanya izin bangunan dari pemerintah).
b. Tidak terletak pada daerah rawan bencana (seperti banjir, dll)
c. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan
d. Tidak terletak pada daerah bekas (seperti bekas TPA, dll)
e. Mempunyai batas wilayah yang jelas
2. Bangunan Supermarket
a. Penataan ruang dagang
i. Pembagian area sesuai dengan peruntukannya (zoning)
ii. Zoning dengan identitas lengkap
iii.Pestisida dan bahan berbahaya beracun terpisah dengan zona
makanan dan bahan pangan
b. Ruang kantor pengelola
i. Penggunaan AC sesuai dengan ketentuan dan cara penghitungan.
ii. Tingkat pencahayaan ruangan minimal 200 lux
iii.Tersedia toilet terpisah bagi laki-laki dan perempuan
iv. Tersedia tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan air
yang mengalir
c. Tempat penjualan bahan pangan basah
i. Alas pemotong tidak terbuat dari kayu, tidak beracun, kedap air
dan mudah dibersihkan
ii. Tempat penyimpanan bahan pangan dengan rantai dingin
(coldchain) bersuhu (4-10oC)
iii.Tersedia tempat pencucian bahan pangan dan peralatan
iv. Tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan air mengalir
v. Terdapat saluran pembuangan limbah
vi. Tempat sampah terpisah, kedap air, tertutup
vii. Bebas vektor penular penyakit dan tempat perindukannya.
3. Area Parkir Supermarket
i. Ada pemisah yang jelas dengan batas wilayah supermarket
ii. Parkir mobil, motor, sepeda dan kendaraan yang lain terpisah
iii. Tersedia area khusus bongkar muat barang
iv. Tidak ada genangan air
v. Tersedia tempat sampah setiap radius 10 meter
vi. Ada jalur dan tanda masuk dan keluar kendaraan yang jelas
vii. Ada tanaman penghijauan
viii. Adanya area resapan air
4. Kontruksi Supermarket
a. Atap
i. Atap kuat dan tidak menjadi tempat perindukan vektor
ii. Kemiringan atap cukup dan tidak memungkinkan genangan air
iii. Atap dengan ketinggian lebih 10 meter dilengkapi penangkal petir
b. Dinding
i. Keadaan dinding bersih, tidak lembab dan berwarna terang
ii. Permukaan dinding terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air
c. Lantai
i. Kedaan lantai kedap air, rata, tidak licin dan tidak retak, mudah
dibersihkan
ii. Lantai kamar mandi, tempat cuci dan sejenisnya mempunyai
kemiringan ke saluran pembuangan (tidak menimbulkan
genangan air)
d. Tangga
i.Tinggi, lebar, kemiringan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
ii.Terdapat pegangan tangan
iii.Kuat dan tidak licin
e. Pencahayaan
i.Intensitas pencahayaan dapat mempengaruhi objek sehingga
terlihat jelas dan pandangan tidak terganggu (pencahayaan ruangan
minimal 100 lux)
f. Pintu
i.Menggunakan pintu yang dapatmembuka dan menutup sendiri atau
tirai plastik untuk menghalangi binatang atau serangga penular
penyakit
5. Sanitasi Supermarket
a. Air bersih
i. Air bersih selalu tersedia dalam jumlah yang cukup (min. 40L)
ii. Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan (tidak boleh berasa,
berwarna dan berbau, tidak keruh, suhu sekitar 10-15oC, tidak
mengandung zat padat)
b. Kamar mandi dan toilet
i. Harus tersedia toilet laki-laki dan perempuan yang terpisah
dilengkapi dengan tandan atau simbol yang jelas dengan proporsi
yang sesuai
ii.Tersedia bak dan air bersih dengan jumlah cukup dan bebas jentik
iii. Toilet dengan leher angsa
iv. Tersedia tempat cuci tangan dan sabun
v. Tersedia tempat sampah yang tertutup
vi. Tersedia septic tank dengan lubang peresapan yang memenuhi
syarat kesehatan
vii. Letak toilet minimal 10 meter dari tempat penjualan makanan dan
bahan pangan
viii. Lantai kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan dan dengan
kemiringan cukup (tidak menimbulkan genangan air)
c. Pengelolaan sampah
i. Tersedia tempat sampah basah dan kering
ii. Tempat sampah yang terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah
berkarat, kuat, tertutup dan mudah dibersihkan
iii. Tersedia alat pengangkut sampah yang kuat dan mudah
dibersihkan
iv. Tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang
kuat, kedap air, mudah dibersihkan dan mudah dijangkau\
v. TPS tidak menjadi tempat perindukan binatang penular penyakit
vi. Sampah diangkut minimal 1 x 24 jam
d. Drainase
i. Tertutup dengan kisi-kisi, terbuat dari logam dan mudah
dibersihkan
ii. Limbah cair mengalir lancar
iii. Limbah cair harus memenuhi baku mutu
iv. Tidak ada bangunan di atas saluran
v. Pengujian kualitas limbah cair berkala setiap 6 bulan sekali
e. Tempat cuci tangan
i. Lokasi mudah dijangkau
ii. Dilengkapi sabun
iii. Tersedia air mengalir
f. Binatang penular penyakit atau vektor
i. Tempat makanan siap saji dan bahan pangan harus bebas dari
vektor penular penyakit
ii. Angka kepadatan lalat maksimal 30 pergril net di tempat sampah
dan drainase
6. Kualitas Supermarket
a. Makanan dan bahan pangan
i. Tidak basi
ii. Tidak mengandung bahan berbahaya
iii. Tidak mengandung residu pestisida di atas ambang batas
iv. Kualitas makanan siap saji sesuai dengan peraturan
v. Makanan dalam kemasan tertutup disimpan dalam suhu 4-10oC
vi. Ikan, daging, dan olahannya disimpan dalam suhu 0 s/d 4oC
vii. Sayur dan buah disimpan dalam suhu 10oC, telur, susu dan
olahannya disimpan dalam suhu 5-7oC
viii. Penyimpanan bahan makanan dengan jarak 15 cm dari lantai, 5 cm
dari dinding, dan 60 cm dari langit-langit
b. Desinfeksi
i. Dilakukan secara menyeluruh satu hari dalam sebulan
ii. Bahan desinfeksi tidak mencemari lingkungan
c. Pegawai supermarket
i. Pegawai menggunakan alat pelindung diri bagi yang memerlukan
(penutup mulut bagi pemotong daging, dll)
ii. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui observasi
dalam jangka waktu tertentu
iii. Dilakukan pemeriksaan rutin kesehatan bagi pegawai secara
berkala minimal 6 bulan sekali (mempunyai sertifikat sehat dan
cek kesehatan berkala)
iv. Pegawai makanan siap saji tidak sedang menderita penyakit
menular
d. Pengunjung
i. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui observasi
dalam jangka waktu
ii. Cuci tangan dengan sabun setelah memegang daging atau ikan
e. Pengelola
i. Memahami dan mempunyai keterampilan tentang higiene sanitasi
dan keamanan pangan
f. Pemadam kebakaran
i. Akses bagi pemadaman kebakaran untuk lingkungan permukiman
1 pos kebakaran/ 90.000 jiwa 2 mobil kapasitas 4.000 lt/pos jaga
ii. Satu orang satlakar per 1000 penduduk
iii. Hidran kota pada setiap jarak 200 m di tepi jalan atau berupa
tandon air (kolam, air mancur, sungai dan reservoir, dsb)
iv. Letak peralatan pemadaman kebakaran mudah dijangkau dan ada
petunjuk arah penyelamatan
v. Adanya SOP penggunaan alat pemadam kebakaran
g. Keamanan
i. Ada pos
ii. Ada petugas keamanan
7. Fasilitas lain
a. Sarana ibadah
i. Tersedia tempat ibadah yang bersih, dan tempat wudu
ii. Tersedia air dengan jumlah yang cukup
b. Tersedia pos P3K
i. Tersedia ruang/pos pelayanan kesehatan dan Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (P3K) dengan isi standar

2.5 Penyakit dan Bahaya di Lingkungan Supermarket


2.5.1 Penyakit di Lingkungan Supermarket
Penyakit merupakan salah satu hal yang banyak dijumpai di
lingkungan sekitar, termasuk di dalam supermarket. Supermarket
erat kaitannya sebagai tempat yang dipergunakan masyarakat
umum melakukan kegiatan jual-beli. Dalam hal ini, sebagian besar
masyarakat banyak dijumpai melakukan kontak secara langsung
terhadap kebutuhan yang ingin dibeli, yaitu makanan. Makanan
menjadi perhatian yang penting bagi para ahli lingkungan karena
tubuh selalu membutuhkan bahan-bahan dari luar untuk memenuhi
fungsinya baik dalam perannya untuk tumbuh, berkembang,
reproduksi maupun kesejahteraan.
Makanan harus dimasak, disimpan, disajikan menurut selera yang
beraneka ragam, sehingga ada hubungan yang lebih erat antara
bahan makanan dengan para penanganan makanan (food handlers).
Secara umum agar faktor makanan ini tidak berbahaya bagi
kesehatan, maka perlu tindakan-tindakan terhadap makanan (food
protection). Untuk itulah makanan yang dijual di supermarket baik
makanan basah, kering maupun siap saji, maka harus mengandung
gizi yang cukup, jumlah atau ukurannya seimbang, bersih dan tidak
terkontaminasi. Penyakit yang disebabkan karena buruknya
sanitasi antara lain diare, infeksi Salmonella yang dapat
menyebabkan keracunan pada makanan, dan penyakit sejenisnya.
Menurut hasil pemeriksaan The National Institute of
Occupational Safety and Health (NIOSH), disebutkan terdapat 5
sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu (Aditama, 2002) :
1. Pencemaran dari alat-alat di dalam gedung seperti asap rokok,
pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
2. Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya gas buangan
kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang
terletak di dekat gedung, dimana kesemuanya dapat terjadi
akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
3. Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran
formaldehid, lem, asbes, fibreglass dan bahan-bahan lain yang
merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
4. Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur,
protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di
saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
5. Pencemaran lain yang dipengaruhi oleh kondisi fisik
bangunan, sehingga terjadi gangguan ventilasi udara berupa
kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi
udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.
Kualitas udara di dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan
lingkungan ruang kerja.
Kualitas udara yang buruk akan membawa dampak negatif
terhadap pekerja/karyawan berupa keluhan gangguan
kesehatan. Dampak pencemaran udara dalam ruangan terhadap
tubuh dapat terjadi terutama pada daerah tubuh atau organ
tubuh yang kontak langsung dengan udara. Hal tersebut dapat
mengakibatkan iritasi selaput lendir, iritasi mata, iritasi hidung
seperti bersin, gatal, iritasi tenggorokan seperti sakit menelan,
gatal, batuk kering serta adanya gangguan neurotoksik seperti
sakit kepala, lemah/capai, mudah tersinggung, sulit
berkonsentrasi. Tak hanya itu, karyawan/pekerja juga dapat
mengalami gangguan paru dan pernafasan, gangguan kulit,
serta gangguan lainnya seperti gangguan perilaku, gangguan
saluran kencing, dll.

2.5.2 Bahaya di Lingkungan Supermarket


1. Lantai licin yang mengakibatkan terpeleset
2. Troli yang bermuatan penuh yang sulit terkendali.
Dari kedua hal tersebut, dapat diambil beberapa pencegahan
diantaranya:
a. Memastikan bahwa semua alat di supermarket mempunyai
kendali, termasuk troli yang mempunyai kunci.
b. Semua agent fisik berapa kelembapan dan licinnya lantai
menjadi faktor utama kecelakaan yang mengakibatkan
terpeleset, sehingga perlunya cek keamanan dan
kebersihan lantai secara berkala.
BAB 3
METODE INSPEKSI SANITASI

3.1 Rancangan Inspeksi Sanitasi


3.2 Lokasi dan Waktu Inspeksi
Hari : Senin-Selasa
Tanggal: 10-11 April 2017
Tempat: Supermarket Giant Arief Rachman Hakim
Jl. Arief Rachman Hakim No.155, Sukolio, Surabaya, Jawa Timur

Gambar 3.2 Lokasi Supermarket Giant Arief Rachman Hakim

3.3 Populasi dan Sampel


3.4 Teknik Pengambilan Data
DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Keputusan Menteri


Kesehatan RI Nomor 288 Tahun 2039 Tentang Pedoman Penyehatan
Sarana dan Bangunan Umum. Jakarta

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Keputusan Menteri


Kesehatan RI Nomor 519 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pasar Sehat. Jakarta

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur. 2008. Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Timur Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar
Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur.
Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2008 Seri E. Surabaya

Peraturan Daerah Kota Surabaya. 2014. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor
8 Tahun 2014Tentang Penataan Toko Swalayan di Surabaya. Surabaya
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri
Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2008 Tentang Pedoman
Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisonal, Pusat Perbelanjaan dan Toko
Modern. Jakarta

Peraturan Presiden Republik Indonesia. 2007. Peraturan Presiden Republik


Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar
Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Jakarta
Lampiran 1

FORMULIR INSPEKSI SANITASI LINGKUNGAN

SUPERMARKET GIANT ARIEF RACHMAN HAKIM

NILAI
NO. VARIABEL UPAYA BOBOT KOMPONEN YANG DINILAI MAX NILAI SKOR
A. Lokasi
1. Sesuai Rencana Umum Tata Ruang
(Mendapat Perijinan Bangunan)
2. Tidak terletak pada daerah rawan
bencana (misal: banjir, dll)
3. Tidak terletak pada daerah rawan
kecelakaan
4. Tidak terletak pada daerah bekas
(dekat/bekas TPA)
5. Mempunyai batas wilayah yang
jelas
6. Lokasi tidak berdekatan dengan
pasar tradisional
7. Lokasi terdapat pada akses jalan
arteri / kolektor dengan
memperhatikan kebutuhan daerah
BANGUNAN
B. SUPERMARKET
1. Konstruksi Bangunan Luas area toko 400-5000 m2
2. Penataan Ruang
Dagang
1. Pembagian area sesuai dengan
peruntukannya (zoning)
2. Zooning dilengkapi dengan
identitas lengkap
3. Adanya pemisahan zoning jenis
pestisida, B3 dengan bahan pangan
3. Tempat Penjualan
Bahan Pangan dan
Makanan
3.1 Tempat
Penjualan
Bahan
Pangan
Basah
1. Rak tempat penjualan tahan karat,
rata, kemiringan, tinggi minimal 60cm
2. Alas pemotong (telenan) tidak
terbuat dari kayu, tidak beracun,
kedap air, dan mudah dibersihkan
3. Alat pemotong tidak karatan
4. Tempat penyimpanan bahan
pangan dengan rantai dingin (cold
chain) bersuhu 4-10C
5. Tersedia tempat pencucian bahan
pangan dan peralatan
6. Tempat cuci tangan dilengkapi
sabun, air mengalir, dan alat
pengering
7. Terdapat tempat sampah terpisah
(basah&kering), kedap air, dan
tertutup
8. Terdapat daftar harga tertulis
3.2 Tempat
Penjualan
Bahan
Pangan
Kering
1. Rak tempat penjualan tahan karat,
rata, kemiringan, tinggi minimal 60cm
2. Terdapat tempat sampah terpisah
(basah&kering), kedap air, dan
tertutup
3. Terdapat daftar harga tertulis
3.3 Tempat
Penjualan
Makanan
Matang /
Siap Saji
1. Meja tempat penjualan tahan
karat, rata, kemiringan, tinggi
minimal 60cm
2. Tersedia tempat cuci tangan
dilengkapi sabun, air mengalir, dan
alat pengering
3. Tempat cuci peralatan kuat, aman,
tidak berkarat, dan mudah
dibersihkan
4. Terdapat tempat sampah terpisah
(basah&kering), kedap air, dan
tertutup
5. Terdapat daftar harga tertulis
6. Terdapat alat pembunuh
insektisida (listrik) misalnya
penangkap lalat, nyamuk, dll
4. Area Parkir
1. Area parkir paling sedikit seluas
kebutuhan parkir 1 unit roda empat
untuk setiap 60 m2 luas lantai
penjualan supermarket
2. Tersedia area khusus bongkar
muat yang terpisah dari parkir
pengunjung
3. Parkir terpisah berdasarkan jenis
(roda 2/roda 4)
4. Ada jalur tanda masuk dan keluar
kendaraan yang jelas
5. adanya area resapan air / tidak ada
genangan air
6. Adanya garis/batasan yang jelas
untuk parkir kendaraan
7. Adanya lampu penerangan di area
parkir
8. Terdapat tempat sampah
(basah&kering) di sekitar area
parkir/pintu masuk
9. Terdapat jalan kemiringan untuk
mengangkut barang menggunakan
trolly ke area parkiran
5. Konstruksi
5.1 Atap
1. Atap harus kuat, tidak bocor, dan
tidak menjadi breeding place
binatang penular penyakit
2. Kemiringan atap harus
dipertimbangkan agar tidak terjadi
genangan air pada atap-atap langit
3. Ketinggian atap sesuai ketentuan
yang berlaku
4. Atap yang memiliki ketinggian 10
m atau lebih harus dilengkapi dengan
penangkal petir
5.2 Dinding
1. Keadaan dinding bersih, tidak
lembab, berwarna terang, dan rata
2. Permukaan dinding yang selalu
terkena percikan air terbuat dari
bahan yang kuat dan kedap air
3. Pertemuan lantai dengan dinding
harus lengkung
5.3 Lantai
1. Keadaan lantai kedap air, rata,
tidak licin, tidak retak, dan mudah
dibersihkan
2. Lantai dibagian tempat penjualan
makanan basah, kamar mandi,
tempat cuci, dan sejenisnya
diusahakan untuk tidak basah
3. Lantai kamar mandi, tempat cuci,
dan sejenisnya mempunyai
kemiringan ke saluran pembuangan
5.4 Tangga
1. Tinggi, lebar, dan kemiringan anak
tangga sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
2. Ada pengangan tangan di kanan
dan kiri tangga
3. Terbuat dari bahan yang kuat dan
tidak licin
4. Memiliki pencahayaan minimal 100
lux
5.5 Ventilasi
1. Minimal 20% dari luas lantai
5.6 Pencahayaan
1. Intensitas pencahayaan cukup
untuk melakukan pekerjaan
pengelolaan dan pembersihan
makanan
2. Pencahayaan cukup terang dan
dapat melihat barang dagangan
dengan jelas minimal 100 lux
5.7 Pintu
1. Terdapat pintu masuk dan keluar
yang terpisah dengan ketinggian rata-
rata disertai simbol/tanda yang jelas
C. SANITASI
1. Air
Bersih
1. Tersedia air bersih
2. Kualitas air bersih, diperiksa
minimal 6 bulan sekali
3. Jarak sumber air bersih dengan
pembuangan limbah minimal 10 m
4. Tersedia tandon air yang menjamin
ketersediaan air, dilengkapi dengan
kran yang tidak bocor
2. Toilet dan Kamar
Mandi
(Pegawai/Pengunjung)
1. Toilet harus terpisah antara laki-
laki dan perempuan, serta dilengkapi
dengan simbol/tanda yang jelas
2. Tersedia bak dan air bersih dengan
jumlah cukup dan bebas jentik
3. Terdapat tempat untuk BAB
(Buang Air Besar)
4. Tersedia tempat untuk BAK (Buang
Air Kecil)
5. Tersedia tempat cuci tangan
dilengkapi sabun, air mengalir, dan
alat pengering
6. Terdapat tempat sampah terpisah
(basah&kering), kedap air, dan
tertutup
7. Letak toilet terpisah minimal 10
meter dengan tempat penjualan
bahan makanan atau sejenisnya
8. Lantai kedap air, dan tidak licin
serta mudah untuk dibersihkan
9. Dinding terbuat dari ubin keramik,
gysum tahan air, atau bata dengan
lapisan tahan air
3. Pengelolaan Sampah
1. Tersedia tempat sampah yang
terpisah (basah&kering)
2. Tempat sampah terbuat dari bahan
kedap air, tidak mudah berkarat,
kuat, tertutup, dan mudah
dibersihkan
3. Tersedia alat pengangkut sampah
yang kuat, dan mudah dijangkau
4. TPS tidak menjadi tempat
perindukan binatang penular
penyakit
5. TPS tidak di jalur utama dan
berjarak minimal 10 meter dari
bangunan toko
6. Sampah diangkut minimal 1 x 24
jam
4. Drainase
1. Draise tertutup dan terbuat dari
logam yang mudah dibersihkan
2. Tidak ada bangunan diatas
drainase
3. Saluran drainase memiliki
kemiringan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku sehingga mencegah
genangan air
5. Tempat Cuci Tangan
1. Mudah untuk dijangkau
2. Dilengkapi dengan sabun, tersedia
air mengalir, dan alat pengering
3. Terdapat tempat sampah terpisah
(basah&kering)
6. Kualitas Makanan dan
Bahan Pangan
1. Makanan dalam kemasan tertutup,
tidak kadaluarsa, dan berlabel jelas
2. Ikan, daging, dan olahannya
disimpan dalam suhu 0 s/d 4C
3. Sayur, Buah, dan Minuman
disimpan dalam suhu 10C
4. Telor, susu,dan olahannya
disimpan dalam suhu 5-7C
PERILAKU HIDUP
D. BERSIH DAN SEHAT
1. Pekerja/Karyawan
1. Kondisi pekerja dengan personal
hygiene yang baik, tidak
terserang/berpotensi terserang
penyakit infeksi
2. Adanya pemeriksaan kesehatan
berkala minimal 6 bulan sekali
3. Menggunakan APD yang benar dan
baik
4. Memiliki waktu/jam kerja yang
sesuai dengan peraturan yang
berlaku
2. Pengelola
1. Memiliki dan memahami
keterampilan tentang hygiene
sanitasi dan keamanan pangan
(pernah mengikuti kursus/pelatihan
di bidang sanitasi atau sejenisnya)

3. Pengunjung
1. Berperilaku hidup bersih dan sehat
2. Cuci tangan dengan sabun setelah
memegang bahan pangan mentah
seperti daging, ikan atau sejenisnya
E. KEAMANAN
1. Pemadam Kebakaran
1. Berlokasi di tempat yang mudah
dijangkau dengan jumlah yang cukup,
serta terdapat SOP penggunaan APK
2. Berfungsi dengan baik, tidak
kadaluarsa, dan terdapat prosedur
penggunaan
2. Keamanan
1. Terdapat pos keamanan
2. Terdapat personil/petugas
keamanan
F. FASILITAS LAIN
1. Tempat Ibadah
1. Tersedia tempat ibadah disertai
tempat wudhu yang bersih
2. Tersedia air dengan jumlah yang
cukup dan terpisah dari jamban
3. Lantai bersih dari sampah,
permukaan rata, dan tidak lembab
4. Dinding kedap air
2. Pos Pelayanan
Kesehatan dan
Pertolongan Pertama
pada Kecelakaan (P3K)
1. Tersedia ruang/Pos pelayanan
kesehatan dan P3K
3. Gudang
1. Dinding terang (minimal 100 lux
untuk melihat barang dengan jelas)
serta tidak lembab
2. Lantai gudang berubin, rata, tidak
licin, dan tidak retak serta mudah
dibersihkan
3. Terdapat ventilasi (alami/buatan)
4. Terdapat label atau simbol yang
jelas mengenai gudang
5. Terdapat FIFO (Label Tanggal)
sehingga tidak ada penimbunan
barang kadaluarsa
6. Penyimpanan barang di gudang
dengan jumlah yang wajar
7. Terdapat SOP penataan barang
8. Penataan barang sesuai dengan
jenisnya
4. CCTV Tersedia CCTV
Tempat Titik Kumpul
5. Evakuasi Tersedia tempat titik kumpul
6. Emergency Exit Tersedia emergency exit
7. Keterangan Denah Terdapat keterangan denah
Menyediakan Fasilitas Tersedia fasilitas lain selain
lain untuk usaha lain supermarket tersebut, seperti kios
8. kecil, dll
Pos Pengaduan
Konsumen/Informasi
9. Terdapat pos pengaduan konsumen
Ruang Kantor Pencahayaan minimal ruang kantor
10. Pengelola pengelola minimal 200 lux
11. Keterangan Lantai Licin Terdapat keterangan lantai licin