Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Nama Kegiatan : Penyuluhan Kesehatan


2. Judul Penyuluhan : ISPA
3. Waktu : 09.00 09.30 WITA
4. Hari/Tanggal : Kamis/ 06 November 2014
5. Sasaran : Pengunjung Poli Anak RS. Dr. H.Moch Ansari Saleh
6. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat mengetahui dan memahami
tentang ISPA.
7. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengetahui penyuluhan ini selama 20 menit, diharapkan peserta dapat:
1. Menjelaskan tentang pengertian ISPA.
2. Menyebutkan 2 dari tanda dan gejala ISPA.
3. Menyebutkan 2 dari penyebab ISPA.
4. Menyebutkan 2 dari cara penanganan ISPA.
5. Menyebutkan cara pencegahan ISPA.

8. Materi
1. Pengertian ISPA
2. Penyebab ISPA
3. Tanda dan Gejala ISPA
4. Cara Penanganan ISPA
5. Cara Pencegahan ISPA
6. Komplikasi ISPA

9. Metode : Ceramah dan tanya jawab


10. Media : - LCD, Mic/Pengeras suara, Leaflet
11. Kegiatan :
NO KEGIATAN WAKTU PENYAJI SASARAN
1. - Pembukaan. 5 Menit - Memberi - Membalas
- Perkenalan. salam. salam.
- Menggali - Memperkenalk - Mendengarkan
pengetahuan klien an diri. dan memperhatikan.
- Memberi - Menjawab
pertanyaan pertanyaan

2. Isi 20 Menit
- Penyajian bahan - Mendengarkan
tentang. - Memberi dan memperhatikan.
o Penger penyuluhan tentang
tian ISPA. ISPA.
o Penye
bab ISPA.
o Tanda
dan Gejala ISPA.
o Cara
penanganan
ISPA.
o Cara
Pencegahan
3. ISPA.
o Kompl 5 Menit
ikasi ISPA. - Mengajukan
- Memberi pertanyaan
Penutup kesempatan untuk
- Evaluasi bertanya - Mendengarkan
- Menyimpulkan - Menyimpulka serta menyimpulkan
bersama n materi tentang materi tentang ISPA
ISPA

12. Evaluasi : a. Apa yang dimaksud dengan ISPA?


b. Apa penyebab ISPA?
c. Apa tanda dan gejala ISPA?
e. Sebutkan cara penanganan ISPA?
g. Sebutkan cara pencegahan ISPA?

13. Lampiran:
- Materi tentang ISPA (leaflet)
MATERI PENYULUHAN
ISPA
1. Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini
diadaptasi dari istilah dalam bahasa inggris Acute Respiratory Infections (ARI).
Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut (Indah,
2005)

ISPA adalah infeksi pada bagian organ pernafasan yang disebabkan oleh
masuknya kuman atau mikroorganisme kedalam tubuh manusia yang berlangsung
sekitar 14 hari.

2. Penyebab ISPA
Penyebab ISPA kebanyakan disebabkan oleh virus dan mikroplasma yang terdiri
dari 300 lebih jenis bakteri, virus dan jamur. Bakteri penyebab ISPA misalnya
Streptokokus, dan Pnemokokus.

3. Tanda dan Gejala ISPA


1. Gejala ISPA ringan seperti: batuk, serak, pilek, panas atau demam
2. Gejala ISPA sedang seperti: pernafasan cepat,suhu lebih 39 derajat,
tenggorokan merah, bercak pada kulit, telinga sakit atau mengeluarkan nanah,
pernafasan berbunyi mendengkur dan mencuit cuit.
3. Gejala ISPA berat seperti: bibir atau kulit membiru, kesadaran menurun,
pernapasan bunyi mengorok, gelisah, sela iga tertarik kedalam pada waktu
bernafas, tenggorokan berwarna merah.

4. Penanganan ISPA
1. ISPA ringan
Jika ada yang menderita ispa ringan maka perawatan cukup dilakukan
dirumah, tidak perlu di bawa kedokter atau puskesmas dirumah dapat diberi
obat penurun panas seperti obat paracetamol (yang mudah didapatkan
dipasaran) tetapi jika dalam 2 hari gejala belum hilang maka anak harus
dibawa ke dr atau puskesmas terdekat.

Penanganan ISPA mandiri dirumah yaitu


a. Memberi makan yang cukup dan bergizi untuk menghindari penurunan
berat badan yang akan menyebabkan malnutrisi;
b. Pemberian cairan atau minuman untuk menghindari dehidrasi dan
membantu mengencerkan dahak;
c. Mengatasi batuk;
d. Memberikan obat tradisional seperti jeruk nipis dan kecap ( 1 sdm untuk
dewasa, dan 1 sdt untuk bayi)
e. Menjaga kelancaran pernapasan dengan cara mengajarkan anak agar bila
dia batuk lendirnya dikeluarkan;
f. Membersihkan hidung, dengan memakai kain bersih dan lunak untuk
membersihkan lubang hidung;
g. Berikan istirahat yang cukup karena dengan istirahat gejala bisa
berkurang.

2. ISPA sedang
Jika ada yang menderita ispa sedang ini , perlu hati hati, sedangkan badan
panas lebih dari 39 derajat penderita ispa sedang harus mendapat pertolongan
dari petugas kesehatan.

3. ISPA berat
Penderita ispa berat harus di rawat di rumah sakit atau puskesmas karna perlu
mendapatkan perawatan khusus seperti oksigen dan usus.

5. Pencegahan ISPA
1. Pentingnya pemberian makanan bergizi
2. Pentingnya pemberian imunisasi
3. Pentingnya kebersihan lingkungan

6. Komplikasi
1. Asma;
2. Kejang demam;
3. Meningitis;
4. Syok;
5. Dan kematian.
SUMBER PUSTAKA

Corwin, Elizabeth J. (2000). Buku Saku patofisiologi. Jakarta. EGC.

Husodo, Sosro., Sugiyo, Teha. (1985). Penyakit Menular, cara Pencegahan dan cara
pengobatannya. Bandung : Alumni.

Ronald. (2006). Obat-obatan ramuan tradisional. Bandung : Yrama widya (diakses


26 Juni 2011).
A.