Anda di halaman 1dari 15

TUGAS AKHLAK DAN TASAWUF

(PERKEMBANGAN TASAWUF DALAM


ISLAM)

Resensi Ini di Buat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akhlah dan Tasawuf
Dosen Pengampu : Gusnam Haris S.Ag., M.Ag.

Disusun oleh :
Nama : Hamdan Khoirul Warisin
NIM : 17103060069
No. HP : 08156828929

JURUSAN PERBANDINGAN MAZHAB KELAS B


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA
2017
PENDAHULUAN
Tradisi ilmu-ilmu keislaman warisan masa lalu yang tersimpan dalam
kitab-kitab yang di Indonesia terkenal dengan kitab kuning , adalah hasil
pemikiran para ulama besar pada Abad Tengah. Yakni zaman kebesaran
peradaban Baghdad dan Kordova masa silam. Zaman itu alam pikiran dan
peradaban masih di dominasi alam pikiran Yunani purba yang mengandalkan
renungan spekulatif, mengandalkan ketajaman logika. Maka pusat kegiatan
pemikiran para ulama masa dulu adalah penafsiran untuk merumuskan ajaran-
ajaran islam yang seharusnya menurutbpemahaman para ulama masa itu
terhadap al-Quran dan Sunah Rasulullah. Kegiatan ini menghasilkan bangunan
mazhab-mazhab agung baik dalam lapangan ilmu Akidah (ilmu kalam), ilmu
fiqih, ataupun ilmu tasawuf (sufisme).
Perkembangan dan kemajuan peradaban umat manusia
memperkenalkan pendekatan baru yang lebih ilmiah. Yaitu studi islam
(islamic study) atau kegiatan penelitian agama dengan perantaraan
pengamatan dan analisis terhadap kehidupan pemikiran dan pengalaman
agama. Pendekatan studi ini jauh berbeda dengan pelajaran agama atas dasar
membaca kitan dan menguasai doktrin-doktrin kitab itu. Studi adalah analisis
penelitian.
Yakni menganalisis mengapa selalu terjadi jarak atau jurang yang
kadang amat dalam Ajaran dalam kitab suci , dan yang dirumuskan para
ulama, apalagi dengan pemahaman dan pengamalan masyarakat yang
menganut agama itu. Jdi, menganalisis seberapa besar pengaruh limhkungan
sosial budaya setempat bagi pengamalan dan perwujudan kehidupan agama.
Dan kali ini saya akan meresensi 3 buku yang membahas tentang
perkembangan tasawuf dalam islam, dengan judul buku sebagai berikut:

1. Pengantar Ilmu Tasawuf


2. Ahklah dan Tasawuf
3. Tasawuf dan Perkembanganya Dalam Islam
IDENTIFIKASI BUKU
1. Judul : PENGANTAR ILMU TASAWUF
Ketua Penyusun : DRS. Usman Said
Cetakan : Pertama
Terbitan : Medan IAIN Sumatra Utara
Tahun Terbit : 1981
Jumlah Halaman : 292 halaman

2. Judul : AHKLAK DAN TASAWUF


Penyusun : 1. Dr. Alwan Khoiri,M.A.
2. Drs Tulus Musthofa, LC, M.Ag.
Perbitan : Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Tahun : 2005
Jumlah Halaman : 190 Halaman

3. Judul : TASAWUF DAN PERKEMBANNGANYA DALAM


ISLAM
Penulis : Simuh
Cetakan : Kedua
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Tahun : 1997
Jumlah Halaman : 282 Halaman
Desain cover : Endang
Dicetak : Radar Jaya Offset
PEMBAHASAN

1. PENGANTAR ILMU TASAWUF ( Buku Pertama )


Sebelum membahas ilmu taimiyah terhadap tasawuf yang lebih mendalam,
terlebih dahulu akan di kemukakan tentang pengertian tasawuf. Tidaklah mudah,
memberikan argumentasi tentang asal kata tasawuf. Mencari pengertian tasawuf
adalah merupakan sesuatu pekerjaan yang teramat sulit, karena pada umumnya
seseorang di dalam memberikan pengertian yang di maksutkan banyak berbeda
dalam pandangannya. Adakalanya di artikan secara harfiyah saja. Padahal
masalah tasawuf ini adalah ,merupakan masalah yang menyangkut aspek
batiniyah dalam melakukan hubungannya dengan Tuhan, sehingga untuk mencari
asal kata tasawuf saja beberapa ulama sufi beda-beda dalam berpendapat.

Salah satu ilmu yang dapat membantu terwujudnya manusia yang


berkualitas adalah ilmu tasawuf. Ilmu tersebut satu mata rantai dengan ilmi-ilmu
lainya dengan pada sisi luar yang dhahir yang tak ubahnya jasad dan ruh yang tak
dapat terpisah keduanya.1

A. Pendahuluan
1. Pengertian Tasawuf
Berasal dari kata suffah yang artinya segolongan sahabat-sahabat Nabi
yang menyisihkan dirinya di serambi masjid Nabawi, karena di serambi itu para
sahabat selalu duduk bersama-sama Rasulullah untuk mendengarkan fatwa-fatwa
beliau untuk disampaikan kepada orang lain yang belum menerima fatwa itu.
Dan masih banyak lagi pengertian tentang tasawuf karna ilmu tasawuf
mempunyai bermacam-macam arti dan pengertian

1 Said,Usman.Pengantar ilmu Tasawuf, IAIN Sumatra Utara. 1981/1982 Hal 2-3


2. Tasawuf dan Islam
Objek filsafat adalah mengetahui tentang hakikat sesuatu dari segala
macam baik fisika, matematika, atau metafisika dan termasuklah Allah SWT.
Objek ini lebih di arahkan kepada penelitian terhadap alam semesta sedang
masalah manusia di bahas dari segi akhlak dan politik.
Objek tasawuf adalah mengenal Allah baik dengan jalan ibadah syariaah atau
lewat lewat ilham dan perasaan. Oleh karena itu para sufi pada permulaanya yaitu
sejak akhir abad ke II dan selama abad ke III di sebut Ubbad, Zuhhad, dan Fuqaha
karena mereka lebih memperbanyak ibadah, zuhud, dan wara dari batas yang di
perintahnya syara.

B. Sejarah dan Perkembangannya Tasawuf


1. Landasan dan Motivasi Lahirnya Tasawuf
Timbulnya tasawuf dalam islam bersamaan dengan kelahiran agama islam
itu sendiri, yaitu semenjak Muhammad SAW di utus menjadi Rassul untuk
segenap umat manusia dan seluruh alam semesta. Fakta sejarah menunjukan
bahwa pribadi Muhammad sebelum di angkat menjadi Rassul dan berulang kali
melakukan tahannus dan khalwat di Gua Hira di samping untuk mengasingkan
diri dari masyarakat Makkah yang sedang mabuk untuk memperturutkan hawa
nafsu keduniaan. Juga Muhammad berusaha mencari jalan untuk membersihkan
hati dan mensucikan jiwa dari noda yang menghinggapi masyarakat pada waktu
itu.
2. Rasulullah dan Kehidupan kerohaniaanya
Tahannuts yang di lakukan Muhammad di dalam Gua Hira merupakan
cahaya pertama dan utama bagi tasawuf atau itulah benih pertama bagi kehidupan
rohaniyah yang di sebut dengan ilham atau renungan rohaniyah.
Sehingga dapat kita pahami pola kehidupan Rasullah adalah pola kehidupan yang
palinmg ideal yang patut di tiru dalam segenap aspek kehidupan , baik dalam tata
cara peribadatan, maupun dalam tata cara berpakain dan sopan santun. Beramal
siang malam, makan dan berpakain dengan pola kehidupan sederhana dan
bersahaja. Sikapndan tingkah lakunya di kagumi oleh segenap kawan dan lawan,
pokoknya hidup Rasulullah merupakan Khazanah dan ibrah bagi kehidupan para
Sufi.
C. Pokok-Pokok Ajaran Tasawuf
Ada tiga tiga pokok ajaran tasawuf yaitu tasawuf akhlak, tasawuf amali,
tasawuf filsafat. Sikap istimewa kaum sufi adalah memberikan makna terhadap
institusi-institusi islam ajaran islam mereka pandang dari dua aspek, yaitu
lahiriyah dan aspek batiniyah. Hasrat untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah
tujuan pokok dari sufi dan keinginan manusiawi. Konsepsi ahli tasawuf tentang
tuhan merupakan perkembangan lanju dari pemikiran Mutakalimin dan filosuf.
Apabila pemekiran dan renungan Mutakalimin sekelompok rasionalisis
menyebabkan posisis Tuhan sebagai penguasa (Absolut) yang dapat berbuat
sehendaknya. Dilain pihak para filosof dengan iktikad baiknya ingin menjabatani
akidah islam dengan filsafat terpaksa memperetelisebagian dari sifat-sifat Tuhan
sehingga Tuhan seakan-akan tidak punya aktifitas lagi, maka kaum sufi tampil
dengan konsepnya yang khas
.
2. AKHLAH DAN TASAWUF ( Buku Kedua )
Akhlak memiliki peranan penting bagi perjalanan manusia, dimana akhlak
merupakan khazanah intlektual muslim yang kehadiranya hingga kini makin di
rasakan dan memandu perjalan hidup manusia agar selamat di dunia dan di
akhirat. Tidak berlebihan jika misi utama kerosullan Muhammad SAW adalah
untuk menyempurnakan akhlak mulia, dan sejarah mancatat bahwa faktor
pendukung keberhasilan dakwah beliau antara lain adalah akhlaknya yang mulai.2
Maka kajian tasawuf sangat di butuhkan untuk merespon dan memprediksi
masa depan tasawuf, maka kali ini saya akan membahas isi buku sebagai berikut:
A. Akhlak Tasawuf
Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya
timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang tanpa memerlukan
pemikiran dan pertimbangan. Maka bila sifat itu memunculkan perbuatan baik dan

2 Dr. Khoiri Alwan, Ahklak dan Tasawuf, Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005 Hal 4-5
terpuji menurut akal dan syariat maka sifat itu disebut akhlak yang baik, dan bila
yang muncul dari sifat itu perbuatanperbuatan buruk maka disebut akhlak yang
buruk.
Dalam pembahasan tentang akhlak sering muncul beberapa istilah yang
bersinonim dengan akhlak, yakni istilaj etika dan moral. Berikut ini akan dikupas
pengertian etika dan moral.

1. Etika
Jika dilihat dari kamus besar bahasa Indonesia, etika dijelaskan dengan
membedakan tiga arti: 1) nilai menegenai benar dan salahnya yang di anut suatu
golongan dan masyarakat, 2) kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan
akhlak, 3) ilmu tentang apa yamg baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak).

2. Moral
Bila dikatakan orang itu bermoral, maka artinya orang tersebut telah
mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang dipegangi oleh masyarakat yang
menilainya. Padahal sebetulnya pengertiannya tidak sesempit itu, karena secara
harfiah moral itu di artikan adat kebiasaan manusia dalam berperilaku maka ia
dapat dikonotasi positif maupun negatif, bisa baik dan bisa buruk tergantung sifat
perbuatan itu.

B. Sumber-Sumber Akhlak Tasawuf


Perlu diberikan penjelasan lebih dahulumengapa kitab suci al-quran dan
hadits dijadikan pokok sumber ajaran islam. Seperti diketahui, umat islam
memahami dan meyakini agama islam sebagai agama. Artinya ajaran agama islam
dibangun dan didasari dari pemikiran, penalaran, perenungan, penalaran,
perenungan dan semacamnya, melainkan berdasarkan wahyu. Wahyu dipahami
dan diyakini umat islam secara keseluruhan sebagai kalam Allah SWT yang
tersalurkan pesan-pesan yang dimuat didalamnya kepada umat manusia lewat
perantaraan utusan Allah SWT. Kalam Allah SWT ini tidak pernah dicampuri
manusia, dalam hal ini para utusan Allah, baik dari segi subtansi materi maupun
instrumen kebahasaanya.

C. Fungsi Akhlak Tasawuf


1.Fungsi Umum
Secara umum fungsi akhlak tasawuf ini dapat dilihat dari dua aspek yaitu,
pertama menyangkut kesejahteraan akhlak tasawuf sejak lahir dan paradigmanya
masih tersisa sampai sekarang dan yang kedua memotret realitas fungsi akhlak
tasawuf yang di tangkap oleh manusia modern dewasa ini. Untuk fungsi yang
pertama mencuat karena setiap kali para elite pemerintahan dan perekonomian itu
di ingatkan lewat himbauan keakhlakan Rasulullah kebanyakan di dengar sambil
lalu. Fungsi yang kedua sebagai peneduh jiwa karena hilangnya kebermaknaan
hidup dalam zaman kemajuan ilmu dan tekhnologi.
2.Fungsi Khusus
Fungsi akhlak tasawuf secara khusus adalah berkaitan dengan kesehatan
nebtal atau jiwa manusia, diantaranya. Memebersihkan hati dalam berhubungan
dengan Allah, membersihkan jiwa dari pengaruh materi.

Hubungan manusia dengan Allah dalam bentuk ibadah tidak akan


mencapai sasaranya jika tidak dengan kebersihan hati dan selalu ingat dengan
sang Pencipta. Kebutuhan manusia itu bukan hanya pemenuhan tubuh materi saja,
tetapi dia mempunyai batin yang di sebut jiwa yang memerluka kebutuhan juga.
Kebutuhan lahiriyah manusia erat hubunganya dengan jiwanya.Keburuhan
lahiriyah ini timbul karena adanya dorongan jiwa untuk mempertahankan dan
melindungi tubuh dari berbagai ragam dan bahaya yang bisa merusaklnya, seperti
panas, dingin dan sebagaimana yang berasal dari makhluk hidup lainnya.
3. TASAWUF DAN PERKEMBANGANNYA DALAM
ISLAM ( Buku Ketiga )
Pendekatan yang baru ini dengan sendirinya menuntut kualitas keulamaan
yang mampu mengembangkan cara berpikir yang akademis. Kegagalan dalam
menyesuaikan dengan tuntunan baru ini berarti akan terpinggirkan dari arus induk
pemikiran zaman-zamannya. Zaman baru tidak bisa diatasi tanpa adanya
penelitian. Zaman baru tidak bisa dihadapi hanya dengan mengandalkan
pemikiran logis dan kitab-kitab kuning saja.3
Akan tetapi menuntut wawasan keilmuan islam yang makro, yang
meliputi aspek ajaran yang doktriner dan yang sosial historis. Jalanya dengan
harus mengubah cara berfikir, dari penelitian atas dasar kritik kesejarahan. Yakni
penerapan pendekatan sintesis yang oleh Prof.A.Mukti Ali di namakan
pendekatan ilmiah-cum-doktriner.Jadi yang harus di ubah cara atau penguasaan
metode berfikirnya.

A.Penelitian dan Pengkajian Tasawuf


Penelitian dan pengkajian dalam bidang ilmu tasawuf merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari penelitian dan penelitian dalam ilmu pengetahuan
agama islam. Oleh karena itu, perlu disinggung pula masalah penelitian agama
islam. Penelitian agama memang berbeda dengan penelitian ilmu-ilmu sosial pada
umumnya.

B. Tasawuf dan Pemunculanya Dalam Islam


Islam adalah agama yang sejak awal diturunkanya diterima dan diamalkan
oleh masyarakat urban, atau masyarakat perkotaan di Mekah dan di Madinah.
Yakni diterima suatu lapisan masyarakat yang mampu berpikir rasional dan logis,
mampu membedakan dan menarik garis pemisah yang tegas antara yang islan dan
yang bukan islam. Istilah-istilah musryikdan tauhid, islam dan kafir, yang islam
dan yang jahiliyah. Tasawuf atau mistik pada dasarnya adalah eksterm rohaniyah.

3 Simuh,Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam, PT Rja Grafindo Persada,Jakarta 1997 Hal 7
Maka penerapan ajaran mistik untuk memahami islam tentu membawa perubahan
besar. Aspek-aspek kerohanian islam yang mereka tekankan dan dikembangkan
dengan penafsiran dengan pemahaman dari sudut ajaran tasawuf.

C. Pengalaman Kejiwaan Dalam Tasawuf


Tujuan utama orang yang menempuh jalan tasawuf itu ingin mendapatkan
penghayatan makrifat pada zat Allah. Makrifat disini bukan tanggapan rasio dan
indera, akan tetapi pengalaman atau penghayatan kejiwaan. Yakni penghayatan
yang di alami sewaktu dalam keadaan ecstay.
Dalam ajaran tasawuf penghayatan fana ini salah satunhal dari berbagai
penghayatan shufiyah. Maka dalam menempuh perjalanan rohani ini para sufi
mengalami perubahan perasaan dan pengalaman kejiwaan, Pengalaman dan
perasaan kejiwaan yang berubah dan di alami secara tiba-tiba, tanpa diikhtiyari
yakni di luar usaha manusia ini mereka namakan ah-wal. Karena ahwal ini terjadi
diluar usaha, maka mereka pandang sebagai hibah atau anugrah Allah. Jadi hal
berbeda dengan maqam, karena maqam harus diusahakan,

D. Konsep Makrifat Dalam Tasawuf


Tujuan utama yang menjadi inti ajaran tasawuf adalah mencapai
penghayatan makrifat pada Dzatullah. Makrifatibini dalam tasawuf adalah
penghayatan Dzat Allah bukan pikiran ataupanca indera, namun hati atau kulbu.
Oleh karena itu dalam ajaran tasawuf hati atau kulbu ini organ yang sangat
penting, karena dengan mata hatilah mereka merasa bisa menghayati segala
rahasia yang ada dalam alam ghaib dan puncaknya adalah penghayatan makrifat
kepada Dzatullah.
Adapun alat untuk mencapai penghayatan makrifat adalah kulbu, bukanya
anggota badan lainnya. Maka hati iyulah yang alim terhadap Allah dan dia pula
yang bertaqarup pada Allah, dan dia pula yang beramal untuk Allah, dan dia pula
yang berusaha menuju Allah, dan dia pula yang pembuka tabir untuk menghayati
alam ghaib yang berada disisi Allah. Adapun anggota badan adalah khadamnya
dan alatnya yang di pergunakan oleh hati, atau laksana gembala menghalau yang
di gembalanya, atau sang tukang mempergunakan perlengkapanya. Maka hati
akan diterima Allah apabila bersih dari apa yang selain Allah, dan hati itu akan
terdinding dari Allah apabila tertimbuni apa yang selain Allah. Maka hati itulah
yang di suruh mencari Tuhan, dan hati pula yang diperintahkan untuk ibadah dan
yang tercelanya. Hati itu yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, maka
berbahagialah bila hatinya bersih, dan sebaliknya.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. Pengantar Ilmu Tasawuf (Buku pertama)

Kelebihan:
1. Buku pengantar ilmu tasawuf ini dapat memahamkan pembaca tentang
isi, dasar-dasar mempelajari tasawuf.
2. buku ini di lengkapi dengan bahasa-bahasa yang mudah di pahami dan
bahasa yang di gunakan tidak ruwet,

Kekurangan:
1.Didalam buku ini memiliki kelemahan yaitu, dalam pengetikanya ada
kata-kata atau kalimatnya yang salah dan di ulang-ulang sehingga
menyebabkan pembaca agak kurang memahami isi buku.
2.penulisan hadist dan ayat-ayat alquran tidak diharakati sehingga yang
belum tau cara membaca alquran tanpa harakat menjadi kesusahan.

2. Akhlak dan Tasawuf (Buku Kedua)

Kelebihan:
1. Mampu memberikan informasi tentang akhlak tasawuf, mulai dari
pengertiannya secara umum sehingga kita dengan mudah untuk
memahami isi nuku tersebut.
2. Penjelasan yang sangat rinci
3. Dalam penjelasanya memberikan pengertian-pengertian secara teolohis
dan dapat menggambarkan sejarah-sejarahnya.
4. Dilengkapi dengan concept map sehingga bisa di pahami dengan mudah
dan cepat di tarik kesimpulanya.
Kekurangan:
1. Ayat-ayat al-quran dan lafadz hadist tidak berharakat,sehingga yang
belum bisa baca sulit akan di pahaminya.
2. Masih ada kesalahan dalam penulisanya,baik segi kata-katanya atau
kalimatnya kurang huruf atau kelebihan huruf.
3. Biografi pengarang tidak di cantumkan.
4. Bahasanya agak sulit di pahami dalam segi pengertianyya.

3. Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam (Buku Ketiga)

Kelebihan:
1. Sangat baik untuk dipelajari karna isinya membahas tentang tasawuf
secaragaris besar
2. Materi yang disajikan sangat banyak sehingga pembaca dapat
memperbanyak ilmu pengetahuan
3. Terdapat arti dari bacaaan ayat-ayat alquran sehingga mempermudaah
pembaca memahami isi kandungannya.

Kekurangan:
1. Penulis banyak menggunakan bahasa tidak baku
2. Masih banyak menggunakan ejaan lama
3. Dalam susunan penulisan tidak sesuai bahasa ilmiyahnya.
PENUTUP
Tasawuf merupakan dasar pokok kekuatan batin, pembersih jiwa,
pemupuk iman mencari keridhaan Tuhan memperkuat daya juang dengan sifat-
sifat sabar dan syukur. Membina tata hidup dan penghidupan, terutama untuk
membina mental pembangunan atas dasar-dasar ajaran tasawuf, maka islam akan
lebih mampu membangun kemajuan dunia dan terutama pada pembangunan
Nasional kita saat ini.
Tasawuf merupakan salah satu bagian dari ajaran islam, yang secara
keilmuan lahir di kemudian hari melalui proses yang panjang dengan dinamika
sendiri. Kemunculan sebagai perwujudan dari pemahaman al-quran dan hadist,
sesuai dengan konteks zamannya. Tasawuf adalah bagian dari syariat islamiyah
memiliki tanggung jawab terhadap permasalahan sosial.
Untuk kalangan mahasiswa, buku-buku seperti ini sangat perlu karna mahasiswa
yang cara berfikirnya sudah kritis, ingin mempelajari suatu ilmu pengetahuan.
Maka semoga dengan adanya buku-buku seperti ini dapat memudahkan kita para
mahasiswa khususnya untuk memperoleh jawaban tentang pertanyaan apa dan
bagaimana tasawuf itu.
Ahklak tasawuf memeliki kaitan yang sangat erat dalam kehidupan sehari-
hari yakni untuk mencapai akhlak yang mulia diperlukan proses-proses yang
biasanya di lakukan oleh pengamal tasawuf. Begitupun sebaliknya belum dikatakn
bertasawuf dengan benar apabila pencapaian ahklak yang mulia belum terpenuhi.
Didalamnya juga terdapat ruang lingkup ahklak, sumber kajian tasawuf, dan
manfaat mempelajari ahklak tasawuf.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Hamdan Khoirul Warisin


Tempat : Malang
Tanggal lahir : 01 November 1998
Alamat tinggal : jl Moh Said NO 283 Pujon Malang
Riwayat pendidikan : SDN BENDOSARI II MALANG
MTs WAHID HASYIM YOYAKARTA
SMA SAINS ALQURAN WAHID HASYIM YOGYAKARTA
Cita-cita : Pengusaha,Hakim
Motto hidup : Be exstra ordinary is ordinary

Daftar Pustaka:

1. Said,Usman. Pengantar Ilmu Tasawuf. Institut Agama Islam Negri


Sumatra Utara, 1981/1982.
2. Dr.Khoiri Alwan,.M.Ag. Ahklak dan Tasawuf. Pokja Akademik UIN
Sunan Kalijaga,Yogyakarta,2005.
3. Simuh. Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta,1997.