Anda di halaman 1dari 17

BAB 11

SISTEM PELAPORAN
AKUNTANSI KEUANGAN BERDASAR USALI

Tujuan Pembelajaran:
1. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis dan bentuk laporan pada usaha perhotelan
2. Mahasiswa mampu menyimpulkan perbedaan laporan pada industri
perhotelan dan usaha lainnya.

Pokok Bahasan:
1. Jenis laporan keuangan usaha hotel
2. Laporan Neraca
3. Laporan Laba Rugi
4. Laporan Aliran Kas
5. Laporan Perubahan Modal
6. Catatan atas laporan keuangan

226
11.1 Laporan Akuntansi Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi
keuangan, kinerja, perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi
sebagian besar pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi
serta menunjukkan pertanggung-jawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan
sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan yang disusun
untuk tujuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pengguna laporan keuangan.
Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila
informasi disajikan dalam memenuhi syarat kualitatif infomasi keuangan, yaitu
dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan. Namun demikian, perlu disadari
bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum, laporan keuangan
menggambarkan informasi atau pengaruh transasksi keuangan dari kejadian masa lalu,
dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Dalam rangka penyajian laporan keuangan emiten (perusahaan publik), pihak
pengguna laporan yang harus dipertimbangkan adalah investor, manajer investasi. Dan
kreditor. Investor dan manajer investasi berkepentingan dengan risiko yang melekat dan
hasil pengembangan dari investasi mereka. Pihak-pihak tersebut membutuhkan
informasi dalam pengambilan keputusan untuk membeli, menahan atau menjual
investasi serta menilai kemampuan emiten atau perusahaan publik (perusahaan yang
terdaftar di bursa efek) untuk membayar dividen. Sementara itu, akses yang dimiliki oleh
investor dan manajer investasi terbatas untuk memperoleh informasi yang relevan untuk
kepentingan membuat keputusan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan transparansi informasi dalam laporan
keuangan perusahaan publik dan memenuhi ekspektasi para pengguna laporan keuangan,
maka perlu disusun suatu pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan.
Pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan diharapkan dapat memberikan
panduan untuk menyajikan laporan keuangan yang berkualitas dan transparan.

227
Pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik
dimaksudkan untuk memberikan suatu panduan penyajian dan pengungkapan yang
terstandarisasi dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip pengungkapan penuh (full
disclosure), sehingga dapat memberikan kualitas penyajian dan pengungkapan yang
memadai bagi pengguna informasi yang disajikan dalam pelaporan keuangan. Laporan
keuangan penting sebagai dasar untuk pertimbangan dan keputusan seorang pemakai
yang berpengetahuan. Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure) mengakui bahwa
penyajian jumlah dan sifat informasi dalam laporan keuangan harus memenuhi kaidah
keseimbangan antara biaya dan manfaat.
Tahun buku perusahaan mencakup periode satu tahun. Apabila, dalam keadaan luar
biasa, tahun buku perusahaan berubah dan laporan keuangan disajikan untuk periode
yang lebih panjang atau pendek dari periode satu tahun maka sebagai tambahan terhadap
periode cakupan laporan keuangan, perusahaan harus mengungkapkan:
a) Alasan perubahan tahun buku;
b) Alasan penggunaan tahun buku yang lebih panjang atau pendek dari periode satu
tahun; dan
c) Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat
diperbandingkan.
Penyusunan pedoman ini sejalan dengan tujuan pelaporan keuangan
yaitu: 1) Pengambilan keputusan investasi dan kredit
Laporan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
investor, calon investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan yang rasional
atas investasi dan kredit yang dilakukan. Informasi harus dapat dipahami oleh
pelaku bisnis dan ekonomi yang mencermati informasi yang disajikan dengan
seksama.
(a) Pihak investor, yang meliputi pemegang efek ekuitas, dan pemegang efek
hutang
(b) Pihak kreditur, meliputi pemasok, konsumen, karyawan yang memiliki klaim
atas perusahaan, dan lembaga pemberi pinjaman individual.
2) Menilai Prospek Arus Kas

228
Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat
mendukung investor, kreditor dan pihak-pihak lain dalam memperkirakan jumlah,
saat dan ketidakpastian dalam penerimaan kas di masa depan atas dividen, bunga
dan hasil dari penjualan, pelunasan (redemption) dan jatuh tempo dari efek atau
pinjaman. Prospek penerimaan kas tersebut sangat bergantung dari kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajibannya yang telah
jatuh tempo, kebutuhan operasional, reinvestasi dalam operasi, serta pembayaran
dividen. Persepsi investor dan kreditor atas kemampuan perusahaan tersebut akan
mempengaruhi harga pasar efek perusahaan yang bersangkutan. Persepsi investor
dan kreditor dipengaruhi oleh harapan mereka atas tingkat pengembalian dan
risiko dari dana yang mereka tanamkan. Investor dan kreditor akan
memaksimalkan pengembalian dana yang telah mereka tanamkan dan akan
melakukan penyesuaian terhadap risiko yang mereka persepsikan atas perusahaan
yang bersangkutan.
3) Informasi atas sumber daya perusahaan, klaim atas sumber daya tersebut serta
perubahnnya.
Pelaporan keuangan bertujuan memberikan informasi tentang sumber
daya ekonomis perusahaan, kewajiban perusahaan untuk mengalihkan sumber
daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham, dampak transaksi dan
peristiwa yang mempengaruhi perubahan sumberdaya tersebut.
Pedoman dalam penyajian dan pengungkapan laporan akuntansi keuangan adalah:
a) Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang berhubungan dengan
akuntansi dan laporan keuangan industry khusus.
b) Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK).
c) International Accounting Standard (IAS).
d) Peraturan perundang-undangan yang relevan dengan laporan keuangan.
e) Praktek-praktek akuntansi yang berlaku umum, kesepakatan antar negara,
kebiasaan industri yang baru (di usaha hotel ada yang disebut USALI), dan
standar akuntansi negara lain.

229
Proses penyajian dan pengungkapan laporan akuntansi hotel secara garis besar
tidak berbeda dengan laporan akuntansi keuangan pada industri lain. Hal tersebut
disebabkan karena secara garis besar dilihat dari proses penyajian dan pengunkapan
perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu perusahaan dagang, perusahaan jasa, dan
perusahaan manufaktur. Masalah utama yang membedakan ke tiga jenis usaha adalah
masalah perhitungan harga pokok.
Hotel berskala besar secara umum mempunyai ruang lingkup kegiatan (subsektor)
meliputi penyediaan jasa di bidang perhotelan dengan segala fasilitas dan sarana
penunjangnya yang terdiri dari:
1) Akomodasi (ruang inap beserta seluruh kelengkapannya)

2) Perkantoran (ruang kantor beserta fasilitas komunikasi)


3) Pusat perbelanjaan (ruang toko beserta fasilitas penunjangnya)
4) Apartemen (ruang huni permanen beserta kelengkapannya)
5) Sarana rekreasi dan hiburan (contoh restoran, kafe, kolam renang, pusat
kebugaran, sauna, dan lain-lain)
6) Sarana penunjang lainnya (contoh areal parkir, binatu, banquet, jasa boga, pusat
layanan kegiatan bisnis, tranportasi, pemesanan tiket, perwakilan agen wisata, dan
lain-lain)
Oleh karena seluruh kegiatan tersebut, umumnya terintegrasi dalam satu lokasi,
maka pihak manajemen hotel biasanya menerapkan konsep responsibility center
untuk mengukur dan mengakui pendapatan dan bebannya. Secara umum, pihak
manajemen hotel membagi pengelolaan manajemen menjadi dua bagian, yaitu:
1) Penyedia jasa selaku profit center
2) Pemelihara sarana dan prasarana selaku cost center.

11.2 Bentuk Laporan Akuntansi Keuangan


Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan
Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan
keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, perubahan
ekuitas, dan arus kas perusahaan dengan disertai pengungkapan dalam catatan atas
laporan keuangan, sesuai dengan standart yang berlaku.

230
a) Neraca disajikan secara terpisah aktiva lancar dari aktiva tidak lancar dan
kewajiban lancar terpisah dari kewajiban tidak lancar. Aktiva lancar disajikan
menurut urutan likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh
temponya.
Saldo transaksi sehubungan dengan kegiatan operasi normal perusahaan,
disajikan pada neraca secara terpisah antara pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dengan pihak ketiga pada masing-masing akun.
b) Laporan Laba Rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang
menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian
secara wajar. Perusahaan menyajikan di laporan laba rugi, rincian beban dengan
menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada fungsi beban di dalam
perusahaan, sedangkan pada catatan atas Laporan Keuangan, beban tersebut
dirinci menurut sifatnya.
Setiap komponen laporan keuangan harus diidentifikasi secara jelas. Di samping
itu, informasi berikut ini disajikan dan diulangi pada setiap halaman laporan
keuangan:
(1) Nama perusahaan pelapor atau identitas lain
(2) Cakupan laporan keuangan, apakah mencakup hanya satu entitas atau;
konsolidasi;
(3) Tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mana yang lebih
tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;
(4) Mata uang pelaporan; dan
(5) Satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan
c) Laporan Arus Kas harus disajikan dengan menggunakan metode langsung
(direct method).
d) Catatan atas Laporan Keuangan (Calk) merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan. Sifat Calk sifatnya memberikan penjelasan
baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif terhadap laporan keuangan, sehingga
menghasilkan penyajian yang wajar.
Calk harus disajikan secara sistematis dengan urutan penyajian sesuai dengan
komponen utamanya. Setiap pos dalam Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan

231
Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas harus direferensi silang (cross-
reference) dengan informasi terkait dalam Calk, jika dilakukan pengungkapan.
Pengungkapan dengan menggunakan kata "sebagian" tidak diperkenankan untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah. Pengungkapan hal tersebut harus
dilakukan dengan mencantumkan jumlah atau persentase.
e) Perubahan estimasi, perubahan kebijakan atau metode akuntansi, dan kesalahan
mendasar harus diperlakukan sebagai berikut:
(a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Suatu estimasi direvisi jika ada perubahan kondisi yang mendasari estimasi
tersebut, atau karena adanya informasi baru, bertambahnya pengalaman atau
perkembangan lebih lanjut. Dampak perubahan ini harus diperlakukan secara
prospekti
(b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Perubahan kebijakan akuntansi dilakukan hanya jika penerapan suatu
kebijakan akuntansi yang berbeda diwajibkan oleh peraturan perundangan
atau standar akuntansi keuangan yang berlaku, atau jika diperkirakan bahwa
perubahan tersebut akan menghasilkan penyajian kejadian atau transaksi yang
lebih sesuai dalam laporan keuangan suatu perusahaan.
(c) Kesalahan Mendasar
Kesalahan mendasar mungkin timbul dari kesalahan perhitungan matematis,
kesalahan dalam penerapan kebijakan akuntansi, kesalahan interpretasi fakta
dan kecurangan atau kelalaian.
Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan
mendasar harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan
penyajian kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan
sebelumnya dan melaporkan dampaknya terhadap masa sebelum
periode penyajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal
periode. Pengecualian dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara
khusus diatur lain dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi
keuangan baru.

232
Bila perusahaan melakukan penyajian kembali (restatement) laporan
keuangan yang telah diterbitkan sebelumnya, maka penyajian kembali
tersebut berikut nomor catatan atas laporan keuangan yang
mengungkapkannya harus disebutkan pada neraca, laporan laba rugi, laporan
arus kas dan laporan perubahan ekuitas yang mengalami perubahan.
(d) Pada setiap halaman neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan
perubahan ekuitas harus diberi pernyataan bahwa catatan atas laporan
keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.
(e) Catatan atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan secara terpisah
jumlah dari setiap jenis transaksi dan saldo dengan para direktur, pegawai,
komisaris, pemegang saham utama, karyawan kunci, dan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
Ikhtisar terpisah tersebut diperlukan untuk piutang, hutang, penjualan atau
pendapatan dan beban. Apabila jumlah transaksi untuk masing-masing
kategori tersebut dengan Pihak tertentu melebihi Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah), maka jumlah tersebut harus disajikan secara terpisah dan
nama pihak tersebut harus diungkapkan.
Yang dimaksud dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
1. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau
dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan
fellow subsidiaries).
2. Perusahaan asosiasi (associated company)
3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung,
suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh
secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari orang perseorangan
tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah
mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi orang
perseorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor).
4. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan

233
kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris,
direksi, dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang
perseorangan tersebut.
5. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara
dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung (orang yang
diuraikan dalam angka 3 atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai
pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan
perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau
pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-
perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama
dengan perusahaan pelapor.

Ilustrasi
Ilustrasi ini hanya merupakan contoh. Oleh karena itu apabila
terdapat perbedaan antara ilustrasi dengan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan, maka yang menjadi
acuan adalah Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan. Tujuan dari ilustrasi iniadalah untuk membantu
memahami ketentuan-ketentuanyang ada dalam Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan.

234
A. Neraca
THE LEGEND HOTEL
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
Fiscal Years-Ended 2xx1 and 2xx2

ASSETS Current Year Prior Year


CURRENT ASSETS
Cash
Cash on Hand
Cash on Bank
Demand Deposit
Temporary Cash investment
TOTAL CASH
Short Term Invesment
Receivable
Account Receivable
Notes Receivable
Current Maaturities of Noncurrent Maturities
Other
TOTAL RECEIVABLE
Less Allowance for Doubtful Accounts
NET RECEIVABLE
Inventories
Prepaid Expenses
Deferred Income Taxes, Current
Other
TOTAL CURRENT ASSETS
NONCURRENT ASSETS
INVESTMENTS
PROPERTY AND EQUIPMENT
Land
Buildings
Leaseholds and Leasehold Improvement
Furnishings and Equipment
Constructions in progress
China, Glassware, Silver, Linen, and Uniforms
TOTAL PROPERTY AND EQUIPMENT
Less Accumulated Depreciation and Amortization
NET PROPERTY AND EQUIPMENT

235
OTHER ASSETS Current Year Prior Year
Goodwill
Cash Surrender Value For Life Insurance
Deferred Charges
Deferred Income Tax-Nonincome
Other
TOTAL OTHER ASSETS
TOTAL ASSETS

LIABILITIES AND OWNERS EQUITY


Banks
Others
TOTAL NOTES PAYABLE
Account Payable
Accrued Expenses
Advance Deposits
Income Taxes Payable
Deferred Income Taxes-Current
Current Maturities of Long-Term Debt
Other
TOTAL CURRENT LIABILITIES
LONG TERM DEBT, Net of Current Maturities
Mortgage Notes, Other Notes, And Similar Liabilities
Obligations Under Capital Leases
OTHER LONG TERM LIABILITIES
DEFERED INCOME TAXES-Noncurrent
COMMITMENT AND CONTIGENCIES
OWNERS EQUITY (subsidiary ledger)
TOTAL LAIBILITIES AND OWNERS EQUITY

236
B. Perubahan Modal

THE LEGEND HOTEL


CONSOLIDATED STATEMENTS OF SHAREHOLDERS (DEFICIT) EQUITY
Fiscal Years 2xx1 and 2xx2

Preferred Stock Common Stock Treasury Stock


Number Number Additional Number unrealized Total
of share of share Paid in Retained of gain/loss on Stock
outstanding Amount outstanding Amount Capital Earnings Share Amount marketable holder
securitas Equity
Balance at
Beginning of prior year
Add (Deduct)
Net Income
Dividends Declared
Change in unrealized
gains (loss)
Net Proceeds from
Sale stock
Treasury stock acquired
Others

BALANCE AT THE END OF PRIOR YEAR


Add (Deduct)
Net Income
Dividends Declared
Change in unrealized
gains (loss)
Net Proceeds from
Sale stock
Treasury stock acquired
Others
BALANCE AT THE END OF CURRENT YEAR

237
C. STATEMENT OF INCOME
THE LEGEND HOTEL
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
Fiscal Years 2xx1 and 2xx2
THE LEGEND HOTEL
Current Year Prior Year
REVENUE
Rooms
Food & Beverage
Other Operated Departements
Miscellaneous Income
TOTAL OPERATING REVENUE
DEPARTEMENTAL EXPENSES
COST AND EXPENSES
RoomsS
Food & Beverage
Other Operated Departements
TOTAL DEPARTEMENTAL EXPENSES
TOTAL DEPARTEMENTAL INCOME
UNDISTRIBUTED OPERATING EXPENSES
Administrative and General
Information and Telecommuincations Systems
Sales & Marketing
Proprti Operations and Maintenance
Utilities
TOTAL UNDISTRIBUTED EXPENSES
GROSS OPERATING PROFIT
Management Fees
INCOME BEFORE NON-OPERATING INCOME AND EXPENSES
NON-OPERATING INCOME AND EXPENSES
Income
Rent
Property and other Taxes
Insurance
Other
TOTAL NON OPERATING INCOME AND EXPENSES
EBITDA (Earning before interest, taxes, depreciations, and amortizations)
Interest
Depreciation & Amortization
TOTAL INTEREST, DEPRECIATIONS, AND AMORTIZATIONS
INCOME BEFORE INCOME TAXES
INCOME TAXES
Current & Deferred
TOTAL INCOME TAXES
NET INCOME

238
D. Aliran Kas
THE LEGEND HOTEL
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Fiscal Years 2xx1 and 2xx2
Current Prior
Year Year
CASH FLOWS FROM OPRATING ACTIVITIES:
Guest receipts
Other receipts Payroll
Disbursement Interest
paid Franchise Fees
Paid
NET CASH PROVIDED BY (USED BY) OPERATING ACTIVITIES
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES:
Capital Expenditures
Decrease (increase) in Restricted
Cash Proceeds from asset dispositions
Proceeds from asset investment
Purchase investment
NET CASH PROVIDED BY (USED BY) INVESTING ACTIVITIES
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES:
Proceeds from debt or equity investment
Debt repayment
Dividends payment
Distribution to owners/partners
NET CASH PROVIDED BY (USED BY) FINANCING ACTIVITIES
CASH AND TEMPORARY INVESMENTS, BEGINNING OF PERIOD
CASH AND TEMPORARY INVESMENTS, END OF PERIOD
CASH PAID FOR INTEREST
CASH PAID FOR INCOME TAXES
(supplement information related to noncash investing and financing activities,
disclose significant items separately)

239
E. Catatan atas Laporan Keuangan
THE LEGEND HOTEL
NOTE TO THE FINANCIAL STATEMENT
Fiscal Years 2xx1 and 2xx2

1. Description of Business
2. Earnings per Share
3. Stock-Based of Compensation
4. Use of Estimated
5. The Explanation of the Financial statement item/account:
a) Cash & temporary cash investments
b) Inventory methods and valuation
c) Accounting for investment, including the valuation of marketable securities
d) Property, plant, and equipment
e) Depreciation and amortization policies
f) Intangibles-Goodwill
g) Accounting for deferred charges
h) Advertising cost
i) Accounting for pensions
j) Revenue recognitions
k) Accounting for income taxes
l) Fair value of financial instruments
m) Capitalization
n) Lease disclosure
o) Computation of net income (loss) per share (only public companies)
p) Foreign currency translations
q) Concentration of credit risk
Kejadian-kejadian yang perlu di jelaskan dalam catatan atas laporan keuangan adalah:
(a) Change of accounting methods
(b) Long-term debt agreements
(c) Pensions and / or profit-sharing plans
(d) Other post-retirement and post-employment benefits
(e) Income taxes
(f) Long-terms contracts
(g) Extraordinary items of income or expense
(h) Significant long-term commitments, including leases
(i) Foreign operations
(j) Related party transactions
(k) Contingent liabilities, including pending litigations
(l) Subsequent events
(m)Stockholders equity transactions
(n) Financial instrument (including derivatives)
(o) Impairment or disposal of long-lived assets
(p) Restructuring costs
(q) Extinguishment of debt

240
(r) Discontinued operations
(s) Business Combinations
(t) Accumulated other comprehensive income (loss)
(u) Business segment information (public companies only)
(v) Quarterly financial information (public companies only)
(w) Organization (geographic and nature of business)
(x) Subsequent events
(y) Major customers

241
Pertanyaan dan soal-soal.
1. Jelaskan bagaimana laporan pada industri perhotelan disusun.
2. Berikan contoh format laporan keuangan pada industri perhotelan.
3. Jika terjadi perbedaan cara penyajian dari aturan pasar modal, aturan industry, dan
standart akuntansi keungan, mana yang akan pakai sebagai dasar penyajian dalam
laporan keuangan?

Kasus dan Latihan


1. Cari di web pasar modal mengenai surat edaran ketua badan pengawas pasar modal
tentang penyajian dan pengungkapan emiten atau perusahaan publik untuk industri
hotel.
2. Cari di web pasar modal mengenai surat edaran ketua badan pengawas pasar modal
tentang penyajian dan pengungkapan emiten atau perusahaan publik untuk industri
restaurant.
3. Cari laporan keuangan sebuah hotel (murni usaha hotel) di internet! Analisis laporan
keuangan tersebut dan bandingkan penyajian dan pengungkapannya dengan aturan
penyajian dan pengungkapan pasar modal (soal sebelumnya).

242