Anda di halaman 1dari 20

PENYELESAIAN CONTOH 15.

4 BUKU HIBBELER

(CHAPTER 15, BEAM ANALYSIS USING THE STIFFNESS METHOD)

ANALISIS STRUKTUR II

DOSEN :
I KETUT SUDARSANA, ST, Ph.D

OLEH :
I GEDE WANA WEDASTRA
1504105093

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA

2017
CONTOH SOAL 15.4 BUKU HIBBELER
ANALISIS STRUKTUR II
METODE KEKAKUAN (STIFFNESS METHOD)

PRASYARAT :

Untuk dapat memahami proses penyelesaian soal ini, maka harus mengetahui terlebih
dahulu prasyarat yang harus diketahui seperti perjanjian tanda positif (positive sign
convension) yang disajikan pada gambar berikut :

Yang harus diketahui pula, ketika menyelesaikan soal yang terdapat komponen beban
merata pada sepanjang tertentu segmen balok, maka beban merata tersebut harus diuraikan
menjadi beban-beban ujung (fixed-end element loading), berupa beban ujung lateral dan
momen ujung (fix-end momen).

Pada gambar a merupakan balok sepanjang L yang menerima beban merata sebesar w.
Gambar a tersebut diuraikan menjadi gambar b dan gambar c.

1
Pada gambar b, beban merata diuraikan menjadi beban-beban ujung (fixed-end element
loading) berupa beban ujung lateral yang dapat dicari dengan (w.L)/2 dan momen ujung (fix-
end momen) yang penyelesaiannya bisa menggunakan tabel Fix-End Momen yang
dilampirkan. Besar beban-beban ujung tersebut dilambangkan dengan -qo.

Gambar c merupakan beban-beban sesungguhnya (dalam hal ini adalah beban merata)
dan ditambah dengan reaksi-reaksinya. Reaksi-reaksi tersebut dilambangkan dengan qo yang
merupakan nilai positif dari -qo. Untuk membuat -qo (Gambar b) menjadi positif, maka arah-
arah beban pada gambar b dirubah menjadi arah-arah berlawanannya. Nilai beban-beban
ujung tersebut di superposisikan dengan beban-beban sesungguhnya.

Untuk dapat menentukan reaksi sesungguhnya yang merupakan hasil dari prinsip
superposisi, maka rumus dari reaksi-reaksi tersebut adalah sebagai berikut :
q = k.d + qo

Matriks kekakuan elemen dapat disusun sebagai berikut :

2
SOAL 15.4

Diketahui :
Sebuah balok seperti gambar dibawah ini, dengan E = 29. 10 3 ksi dan I = 510 in 4

Dimensi Balok :
w1 2
w2 12
L1 24
L2 8

Ec 29 10 3
I 510

Catatan :
Pada penyelesaian tidak dicantumkan satuannya, karena satuan pada mathcad tidak efektif
untuk menyelesaikan perhitungan.

Konversi satuan :
1 ft = 12 in

Hitung :
Reaksi pada setiap perletakan dan hitung gaya-gaya dalam disertai dengan gambar bidang
gaya momen (M) dan gaya lintang (D).

3
Jawab :

Gambar identifikasi balok.

Identifikasi :

Unconstrain DOF : 1, 2
Constrain DOF : 3, 4, 5, 6

Angka DOF terbesar : 6


Ukuran Structure Stiffness Matrix : 6 x 6

Catatan :

y Pada semua beban (beban merata maupun beban terpusat) tidak perlu memberikan penomoran DOF pada
beban tersebut, karena semua beban akan diuraikan menjadi beban-beban ujung.

4
Menghitung beban ujung (Gambar b).

Balok No. 1
w1 L1 w1 L1
V12 = 24 V21 = 24
2 2

w1 L1 2 w1 L1 2
M12 12 = 1.152 10 3 M21 12 = 1.152 10 3
12 12
Balok No. 2
w2 w2
V23 = 6 V32 = 6
2 2

w2 L2 w2 L2
M23 12 = 144 M32 12 = 144
8 8

Catatan :

y Untuk menghitung momen ujung dapat melihat rumusnya pada lampiran fix-end momen.
y Pada saat menghitung momen ujung, perlu dikalikan dengan 12 karena perubahan satuan dari k.ft menjadi
k.in.

Menentukan D known (Dk) dan Q known (Qk).

Superposisi pada DOF 2

Q2 M21 M23 = 1.008 10 3


0 3
0 4
M 144 1
Dk Qk 32 = 3
0 5 Q2 1.008 10 2
0 6

Catatan :

y Superposisikan DOF no. 2 karena terdapat 2 buah momen ujung akibat beban dari balok no. 1 dan no. 2.
y Q1 merupakan besar dari momen ujung yang hanya ada 1 buah momen ujung, sehingga tidak perlu
disuperposisikan.
y DOF no. 3 (constrain) besar bebannya masih belum diketahui, karena momen ujung yang telah didapatkan
pada perhitungan akan disuperposisikan nanti ketika hasil beban yang belum diketahui tersebut dapat
diketahui.
y Indentifikasi Dk dan Qk menggunakan gambar b, dengan arahnya sesuai positive sign convension.

5
Menghitung matriks kekakuan masing-masing elemen (Member Stiffness Matrices).

Balok No. 1
12 Ec I
A1 3
A1 = 7.429712
L1 12
6 Ec I
B1 2
B1 = 1.069878 10 3
L1 12
4 Ec I
C1 C1 = 2.054167 10 5
L1 12

2 Ec I
D1 D1 = 1.027083 10 5
L1 12

4 3 5 2

A1 B1 A1 B1 4

B C1 B1 D1 3
k1 1
A1 B1 A1 B1 5
B1 D1 B1 C1 2

4 3 5 2

7.429712 1.069878 10 3 7.429712 1.069878 10 3 4



1.069878 10 3 2.054167 10 5 1.069878 10 3 1.027083 10 5 3
k1 =
7.429712 1.069878 10 3 7.429712 1.069878 10 3 5
1.069878 10 3 1.027083 10 5 1.069878 10 3 2.054167 10 5 2

1 2 3 4 5 6

0 0 0 0 0 0 1
0 2.054 10 1.027 10 1.07 10 1.07 10 3
5 5 3
0
2
0 1.027 10 5 2.054 10 5 1.07 10 3 1.07 10 3 0
K1 3
0 1.07 10 3 1.07 10 3 7.43 7.43 0 4
3 3
0 1.07 10 1.07 10 7.43 7.43 0 5
0 0 0 0 0 0 6

6
Balok No. 2
12 Ec I
A2 3
A2 = 200.602214
L2 12
6 Ec I
B2 2
B2 = 9.628906 10 3
L2 12
4 Ec I
C2 C2 = 6.1625 10 5
L2 12

2 Ec I
D2 D2 = 3.08125 10 5
L2 12

5 2 6 1

A2 B2 A2 B2 5

B C2 B2 D2 2
k2 2
A2 B2 A2 B2 6
B2 D2 B2 C2 1

5 2 6 1

200.602214 9.628906 10 3 200.602214 9.628906 10 3 5



9.628906 10 3 6.1625 10 5 9.628906 10 3 3.08125 10 5 2
k2 =
200.602214 9.628906 10 3 200.602214 9.628906 10 3 6
9.628906 10 3 3.08125 10 5 9.628906 10 3 6.1625 10 5 1

1 2 3 4 5 6

6.163 10 5 3.081 10 5 0 0 9.629 10 3 9.629 10 3 1


5
3.081 10 6.163 10 5 0 0 9.629 10 3 9.629 10 3 2
0 0 0 0 0 0
K2 3
0 0 0 0 0 0 4
9.629 10 3 9.629 10 3 0 0 200.602 200.602
5
3 3

9.629 10 9.629 10 0 0 200.602 200.602 6

Catatan :

y Pada L perlu dikalikan 12 karena perubahan satuan dari ft menjadi in.

7
Matriks kekakuan struktur balok (Structure Stiffness Matrix).

N
K = ki
i=1

K K1 + K2

1 2 3 4 5 6

6.163 10 5 3.081 10 5 0 0 9.629 10 3 9.629 10 3 1


5
3.081 10 8.217 10 5 1.027 10 5 1.07 10 3 8.559 10 3 9.629 10 3 2
0 1.027 10 5 2.054 10 5 1.07 10 3 1.07 10 3 0 3
K=
0 1.07 10 3 1.07 10 3
7.43 7.43 0 4
3
9.629 10 8.559 10 3 3
1.07 10 7.43 208.032 200.602 5
9.629 10 3 9.629 10 3 0 0 200.602 200.602 6

Menghitung perpindahan dan beban (Displacements and Loads).

Persamaan kekakuan struktur (Structure Stiffness Equation).

Q = K.D
144 6.163 10 5 3.081 10 5 0 0 9.629 10 3 9.629 10 3 D1

1.008 10 3
3.081 10
5
8.217 10 5
1.027 10 5
1.07 10 3
8.559 10 3 9.629 10 3 D2

Q3 0 1.027 10 5
2.054 10 5
1.07 10 1.07 10
3 3
0 0
Q4 0 1.07 10 3 1.07 10 3 7.43 7.43 0 0

Q5 9.629 10
3
8.559 10 3 1.07 10 3 7.43 208.032 200.602 0
Q6 9.629 10 3 9.629 10 3 0 0 200.602 200.602 0

Mencari nilai D unknown (Du).

144 1
Qk = 3
1.008 10 2

1 2

6.163 10 5 3.081 10 5 1
K11 5 5
3.081 10 8.217 10 2

3 4 5 6

0 0 9.629 10 3 9.629 10 3 1
K12 3
1.027 10 1.07 10 8.559 10 9.629 10
5 3 3
2

8
0 3
0 4
Dk
0 5
0 6

Du K11 1 Qk K12 Dk

0.000467 1
Du = Dalam inch (in)
0.001402 2

Mencari nilai Q unknown (Qu).

1 2

0 1.027 10 5 3

0 1.07 10 3 4
K21
9.629 10 3 8.559 10 3 5
9.629 10 3 9.629 10 3 6

3 4 5 6

2.054 10 5 1.07 10 3 1.07 10 3 0 3


3
K22 1.07 10 7.43 7.43 0 4
1.07 10 3 7.43 208.032 200.602 5
0 0 200.602 200.602 6

0 3
0 4
Dk
0 5
0 6

Qu K21 Du + K22 Dk
143.974839 3
1.50003 4
Qu = Dalam k.in
7.500338 5
9.000368 6

9
Didapatkan semua nilai D dan Q

D1 0.000467 Q1 144
D2 0.001402 Q2 1.008 10 3
D3 0 Q3 144
D4 0 Q4 1.50003
D5 0 Q5 7.500338
D6 0 Q6 9.000368

Catatan :

y D dalam satuan in dan Q dalam satuan k.in.


y Arah Q sesuai dengan gambar c.

Menghitung besar reaksi dengan cara superposisi manual, berdasarkan gambar c.

Diketahui :

Balok No. 1
w1 L1 w1 L1
V12 = 24 V21 = 24
2 2

w1 L1 2 w1 L1 2
M12 12 = 1.152 10 3 M21 12 = 1.152 10 3
12 12
Balok No. 2
w2 w2
V23 = 6 V32 = 6
2 2

w2 L2 w2 L2
M23 12 = 144 M32 12 = 144
8 8

10
Maka :
Q3 + M12
M1 M1 = 108
12

Q2 M21 + M23
M2 M2 = 0
12
Q1 M23
M3 M3 = 0
12
V1 Q4 + V12 V1 = 25.50003

V2 Q5 + V21 + V23 V2 = 37.500338

V3 Q6 + V32 V3 = 3.000368

Catatan :

y Penomoran M1, M2, M3, V1, V2, V3 dihitung dari kiri ke kanan, dan tidak berdasarkan DOF

Hasil dapat dibulatkan dan disesuaikan dengan DOF menjadi :

q1 0
q2 0
1296
q3 = 108
12
q4 25.5
q5 37.5
q6 3

Catatan :

y Hasil dalam k untuk reaksi lateral dan k.ft untuk reaksi momen.

11
Menghitung besar reaksi dengan superposisi matriks, berdasarkan gambar c.

Persamaan :

q k d + q0

Balok No. 1

q4 7.429712 1.069878 10 3 7.429712 1.069878 10 3 0 24


3 5 3 5 1152
q

3 1.069878 10 2.054167 10 1.069878 10 1.027083 10 0
+
q5 7.429712 1.069878 10 3 7.429712 1.069878 10 3 0 24
q 1.069878 10 3 1.027083 10 5 1.069878 10 3 2.054167 10 5 0.001402 1152
2

q4 25.499969

q
3= 1.295997 10 3

q5 22.500031
q2 864.005787

Balok No. 2

q5 200.602214 9.628906 10 3 200.602214 9.628906 10 3 0 6


3 5 3 5
9.628906 10 6.1625 10 9.628906 10 3.08125 10 0.001402 + 144
q2
3 3
0
q6 200.602214 9.628906 10 200.602214 9.628906 10 6
q 9.628906 10 3 3.08125 10 5 9.628906 10 3 6.1625 10 5 0.000467 144
1

q5 15.003027

2 = 864.088125
q
q6 3.003027
q1 0.2025

Total Momen dan Gaya Geser


q1 q1
0.2025 0.2025

q2
864.005787 + 864.088125 0.082338
q2
3
q3 1.295997 10 q3 1.295997 10 3
q 25.499969 q = 25.499969
4 4

q5 22.500031 + 15.003027 q5 37.503058
3.003027
q6 q6 3.003027

12
Hasil dapat dibulatkan dan disesuaikan dengan DOF menjadi :

q1 0
q2 0
1296
q3 = 108
12
q4 25.5
q5 37.5
q6 3

Catatan :

y Hasil dalam k untuk reaksi lateral dan k.ft untuk reaksi momen.
y q1, q2 dan q3 perlu dibagi 12 untuk merubah k.in menjadi k.ft
y Menentukan tanda qo berdasarkan gambar c.

Besar reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

13
Gambar bidang M dan D :

Bidang D

Bidang M

Hasil metode kekakuan ini sesuai dengan hasil dari penyelesaian soal dengan
menggunakan metode slope deflection yang telah dilampirkan.

Disusun oleh : I Gede Wana Wedastra

14
588 CHAPTER 15 B E A M A N A LY S I S U S I N G THE STIFFNESS METHOD

EXAMPLE 15.4
Determine the moment developed at support A of the beam shown in
Fig. 1511a. Assume the roller supports can pull down or push up on
the beam. Take E = 2911032 ksi, I = 510 in4.

SOLUTION
Notation. Here the beam has two unconstrained degrees of
freedom, identified by the code numbers 1 and 2.
The matrix analysis requires that the external loading be applied at
the nodes, and therefore the distributed and concentrated loads are
replaced by their equivalent fixed-end moments, which are determined
from the table on the inside back cover. (See Example 112.) Note that
15 no external loads are placed at and no external vertical forces are
placed at since the reactions at code numbers 3, 4 and 5 are to be
12 k
2 k/ft
unknowns in the load matrix. Using superposition, the results of the
matrix analysis for the loading in Fig. 1511b will later be modified
by the loads shown in Fig. 1511c. From Fig. 1511b, the known
C
A B displacement and load matrices are
0 4
Qk = c d
24 ft 144 1
4 ft 4 ft Dk = C 0 S 5
1008 2
(a) 0 6
Member Stiffness Matrices. Each of the two member stiffness
matrices is determined from Eq. 151.
Member 1:
12EI 1212921103215102
4 5 6 = = 7.430
2 L3 [241122]3
3 1 6EI 612921103215102
1 1 2 = = 1069.9
2 2 3 L2 [241122]2
96 kft 12 k ft 1008 k in.
412921103215102
12 k ft 144 k in.
4EI
= = 205 417
beam to be analyzed by stiffness method L 241122
212921103215102
(b)
2EI
= = 102 708
L 241122
4 3 5 2
7.430 1069.9 -7.430 1069.9 4
k1 = 1069.9 205 417 -1069.9 102 708 3
24 k
2 k/ft
24 k
6 k 12 k 6 k D T
- 7.430 -1069.9 7.430 -1069.9 5
1069.9 102 708 -1069.9 205 417 2
C
A 96 k ft 1152 k in. B Member 2:
12 k ft 144 k in.
12EI 1212921103215102
beam subjected to actual load and = = 200.602
fixed-supported reactions L3 [81122]3
(c) 6EI 612921103215102
= = 9628.91
Fig. 1511 L2 [81122]2
15.4 APPLICATION OF THE STIFFNESS METHOD FOR BEAM ANALYSIS 589

4EI 412921103215102
= = 616 250
L 81122
2EI 212921103215102
= = 308 125
L 81122
5 2 6 1
200.602 9628.91 -200.602 9628.91 5
k2 = 9628.91 616 250 -9628.91 308 125 2
D T
-200.602 -9628.91 200.602 -9628.91 6
9628.91 308 125 -9628.91 616 250 1
Displacements and Loads. We require
15
Q = KD
1 2 3 4 5 6
144 616 250 308 125 0 0 9628.91 - 9628.91 D1
1008 308 125 821 667 102 708 1069.9 8559.01 - 9628.91 D2
Q3 0 102 708 205 417 1069.9 - 1069.9 0 0
F V = F V F V
Q4 0 1069.9 1069.9 7.430 - 7.430 0 0
Q5 9628.91 8559.01 -1069.9 - 7.430 208.03 -200.602 0
Q6 - 9628.91 - 9628.91 0 0 - 200.602 200.602 0
Solving in the usual manner,
144 = 616 250D1 + 308 125D2
1008 = 308 125D1 + 821 667D2
D1 = - 0.4673110-32 in.
D2 = 1.40203110-32 in.
Thus,
Q3 = 0 + 102 70811.402032110-32 = 144 k # in. = 12 k # ft
The actual moment at A must include the fixed-supported reaction of
+96 k # ft shown in Fig. 1511c, along with the calculated result for Q3.
Thus,
MAB = 12 k # ft + 96 k # ft = 108 k # ftg Ans.
This result compares with that determined in Example 112.
Although not required here, we can determine the internal moment
and shear at B by considering, for example, member 1, node 2,
Fig. 1511b. The result requires expanding
q1 = k1d + 1q021
4 3 5 2
q4 7.430 1069.9 - 7.430 1069.9 0 24

T 110 2 + D
q3 1069.9 205 417 - 1069.9 102 708 0 -3 1152
D T = D T D T
q5 -7.430 - 1069.9 7.430 - 1069.9 0 24
q2 1069.9 102 708 - 1069.9 205 417 1.40203 - 1152
462 CHAPTER 11 DISPLACEMENT METHOD OF A N A LY S I S : S L O P E - D E F L E C T I O N E Q U AT I O N S

EXAMPLE 11.2
Draw the shear and moment diagrams for the beam shown in Fig. 1111a.
EI is constant.
2 k/ft 12 k

C
A B
4 ft
24 ft 8 ft
(a)
Fig. 1111
SOLUTION
Slope-Deflection Equations. Two spans must be considered in this
problem. Equation 118 applies to span AB. We can use Eq. 1110 for
span BC since the end C is on a roller. Using the formulas for the
FEMs tabulated on the inside back cover, we have

12212422 = - 96 k # ft
wL2 1
1FEM2AB = - = -
12 12
12212422 = 96 k # ft
wL2 1
1FEM2BA = =
12 12
= - 18 k # ft
3PL 31122182
1FEM2BC = - = -
16 16
Note that 1FEM2AB and 1FEM2BC are negative since they act
counterclockwise on the beam at A and B, respectively. Also, since the
supports do not settle, cAB = cBC = 0. Applying Eq. 118 for span
AB and realizing that uA = 0, we have
I
MN = 2E a b12uN + uF - 3c2 + 1FEM2N
L
I
MAB = 2E a b[2102 + uB - 3102] - 96
24
MAB = 0.08333EIuB - 96 (1)
I
MBA = 2E a b[2uB + 0 - 3102] + 96
24
MBA = 0.1667EIuB + 96 (2)
Applying Eq. 1110 with B as the near end and C as the far end, we have
I
MN = 3E a b1uN - c2 + 1FEM2N
L
I
MBC = 3E a b1uB - 02 - 18
11 8
MBC = 0.375EIuB - 18 (3)
Remember that Eq. 1110 is not applied from C (near end) to B
(far end).
11.3 ANALYSIS OF BEAMS 463

Equilibrium Equations. The above three equations contain four VBL MBC
B
unknowns. The necessary fourth equation comes from the conditions
of equilibrium at the support B. The free-body diagram is shown in MBA VBR
Fig. 1111b. We have By

d+ MB = 0; MBA + MBC = 0 (4) (b)

To solve, substitute Eqs. (2) and (3) into Eq. (4), which yields
144.0
uB = -
EI
Since uB is negative (counterclockwise) the elastic curve for the
beam has been correctly drawn in Fig. 1111a. Substituting uB into
Eqs. (1)(3), we get
MAB = - 108.0 k # ft
MBA = 72.0 k # ft
MBC = - 72.0 k # ft
Using these data for the moments, the shear reactions at the ends
of the beam spans have been determined in Fig. 1111c. The shear
and moment diagrams are plotted in Fig. 1111d.
48 k 12 k
VBL 22.5 k VBR 15 k
VA 25.5 k

Cy 3.0 k
108 k ft 12 ft 12 ft 72 k ft 72 k ft
4 ft 4 ft

V (k) (c)

25.5
15
3 x (ft)
12.75 24 28 32

22.5
M (k ft)
54.6

24 28 32 x (ft)
12.75
12

11
72
108
(d)
Fixed End Moments
P P

A B A B
L L L
L

2 2
PL 2 2 PL
(FEM)AB = (FEM)BA = 3PL
(FEM)'AB =
8 8 16
P P
a b a b
A B A B
L L
Pb2a
(FEM)AB = Pa 2b
(FEM)BA = P a2b
2a +
L2 L2 (FEM)'AB = () (b )
L2 2
P P P P

A B B
L L L A
L
L
L

3 3 3 3 3 3
2PL
(FEM)AB = 2PL
(FEM)BA = PL
9 9 (FEM)'AB =
3
P P P P P P

A B A B
L L L L L L L L

4 4 4 4 4 4 4 4
5PL
(FEM)AB = 5PL
(FEM)BA = (FEM)'AB = 45PL

16 16 96
w w

A B A B
L L
wL2
(FEM)AB = wL2
(FEM)BA = wL2
(FEM)'AB =
12 12 8

w w
B
A L L B A L L

2 2 2 2
2 2 2
(FEM)AB = 11wL
(FEM)BA = 5wL
(FEM)'AB = 9wL

192 192 128
w w

A B A B
L L
2 2 2
(FEM)AB = wL
(FEM)BA = wL
(FEM)'AB = wL

20 30 15
w w

B
A L L B A L
L

2 2
2 2
2 2 2
(FEM)AB = 5wL
(FEM)BA = 5wL
(FEM)'AB = 5wL

96 96 64

A A
B
B
L L

(FEM)AB = 6EI
(FEM)BA = 6EI
(FEM)'AB = 3EI

L2 L2 L2