Anda di halaman 1dari 9

makalah antivirus telusuri

19th May 2016 makalah antivirus

ANTIVIRUS
A. Pengertian Virus dan Anti Virus
Virus (Sansk, visham = racun) adalah microorganisme yang bersifat parasit
dengan menginfeksi atau memanfaatkan sel organisme biologis mahluk hidup
lainnya seperti manusia, hewan, tanaman sebagai inangnya. Virus tumbuh dan
berkembang biak di sel organisme biologis mahluk hidup lain karena virus hanya
terdiri dari selubung protein yang terbentuk dari DNA atau RNA saja dan tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi.
Karena ikatan yang erat pada replikasi virus dan metabolisme sel
inang, sehingga sulit sekali ditemukan obat yang selektif hanya kepada
virus. Hal ini membuat vaksin menjadI metode utama untuk mengontrol
infeksi virus. Misalnya poliomyelitis, rabies, yellow fever, measles, dan
rubella.
Siklus replikasi virus secara garis besar dapat dibagi menjadi
beberapa langkah:
1. adsorpi virus ke sel (pengikatan , attachment)
2. penetrasi virus ke sel
3. uncoating (dekapsidasi)
4. transkripsi tahap awal
5. translasi tahap awal
6. replikasi genom virus
7. trankripsi tahap akhir
8. assembly virus
9. penglepasan virus

Antivirus adalah sebuah agen yang membunuh virus dengan


menekan kemampuan untuk replikasi, menghambat kemampuan untuk
menggandakan dan memperbanyak diri. Misalnya, Amantadine
(symmetrel) adalah sintesis antivirus dimana kerjanya menghambat
multiplikasi vius influenza A. diberikan dalam waktu 24-48 jam mulai dari
gejala flu, dapat mengurangi kerasnya dari penyakit, terutama pada
individu beresiko tinggi seperti orang-orang yang immunosuppressed
atau di rumah sakit.

B. Penggolongan Obat Anti Virus


Klasifikasi penggolongan obat antivirus adalah
1. Antinonretovirus
a. Antivirus untuk herves
b. Antivirus untuk influenza
c. Antivirus untuk HBV dan HCV
2. Antiretrovirus
a. Nukleuside reverse transcriptase inhibiror (NRTI)
b. Nukleuside reverse transcriptase inhibiror (NRTI)
c. NNRTI (non Nukleuside reverse transcriptase inhibiror)
d. Protease inhibitor (PI)
e. Viral entry inhibitor

Beberapa obat antivirus diantaranya adalah sebagai berikut:


Nama obat Jenis virus Tipe kimia Target
Vidarabine Herpesviruses Analog Virus
nukleosida polymerase
Acyclovir Herpes simplex Analog Virus
(HSV) nukleosida polymerase
Gancyclovir and Cytomegalovirus Analog Virus
valcyte (CMV) nukleosida polymerase
Nucleoside- Retroviruses Analog Reverse
analog reverse (HIV) nukleosida transcriptase
transcriptase
inhibitor (NRTI) :
AZT
(Zidovudine),
ddl
(Didanosine),
ddC
(Zalcitabine),
d4T (Stavudine),
3TC
(Lamivudine)
Nono- Retroviruses Analog Reverse
nucleoside (HIV) nukleosida transcriptase
reverse
transcriptase
inhibitor
(NNRTI) :
Nevirapine,
Delavirdine
Protease HIV Analog HIV protease
inhibitor peptida
Saquinavir,
Ritonavir,
Indinavir,
Nelfinavir
Ribavirin Broad spectrum Triazole RNA mutagen
: HCV, HSV, carboxamide
measles,
mumps, Lassa
fever
Amantadine/ Influenza strains Tricyclic Matrix protein/
Rimantadine A amine haemagglitinin
Relenza and Influenza strains Neuraminic Neuraminidase
Tamiflu A and B acid mimetic inhibitor
Pleconaril Picornaviruses Small cyclic Blocks
attachment and
uncoating
interferons Hepatitis B and protein Cell defense
C proteins
activated

C. Zat Anti Virus


Zat antivirus yang telah ditemukan antara lain adalah:
a. Isatin beta-thiosemikarbason (IBT)
IBT merupakan zat kimia yang kuat menghambat reproduksi
poxvirus denga cara menghambat formasi salah satu protein
inti sehingga DNA menjadi hancur. Obat ini hanya efektif untuk
tindakan profilaksis.
b. 2-Hidroksibensilbensimidasol (HBB) dan Guanidin
HBB dan guanidine dapat menghambat secara in vitro banyak
enterovirus termasuk poliovirus. Zat ini dapat menghambat
proses replikasi RNA berserat tunggal.
c. Rifampisin
Rifampisin adalah hasil peragian oleh Strepcomyces
mediterranei. Pada konsentrasi sangat tinggi, obat ini dapat
menghambat proses reproduksi poxvirus dan adenovirus.
d. Cytarabine
Suatu analog pirimidin yang dapat menghambat sintesis DNA
virus dan sel dengan cara bergabung dengan DNA dan
menghambat DNA polymerase.
e. Dactinomycin
Dactinomycin (Actinomycin) dapat menghambat sintesis RNA
yang bergantung pada DNA, jadi menghambat reproduksi
sebagian kecil virus DNA dan menghambat reproduksi
beberapa myxovirus. Obat ini toksik untuk sel hewan.
f. Asam fosfonoasetat
Dapat menghambat replikasi virus herves simplex. Selain itu
dipakai sebagai obat kemoterapeutika yangkhas bagi infeksi
herves virus.
g. Amantadine dan Rimantadine
Amantadine adalah derivate 1 amino dari adamantane,
sedangkan rimantadine adalah derivate alfa metal dari
adamantane. Keduanya bekerja menghambat proses awal
infeksi atau morfogenesis virus. Selain itu juga menghambat
kembang biak virus rubella dan beberapa arenavirus tertentu.
h. Vidarabine
Bekerja dengan menghambat sintesis DNA virus dengan dosis
jauh lebih rendah daripada untuk menghambat sintesis DNA
sel.
i. Acyclovir
Aktivitasnya terutama terhadap virus herpes ssimplex dan
varicella-zoster.
Obat antivirus ini paling banyak digunakan karena efektif terhadap virus
herves
Mekanisme kerja : acyclovir, suatu analog guanosin yang tidak
memounyai gugus glukosa, mengalami monofosforilasi dalam sel oleh
enzim yang di kode herves virus, timidin kinase. Karena itu, sel-sel yang
di infeksi virus sengat rentan.
Mekanisme kerja analog purin dan pirimidin : acyclovir dimetabolisme
oleh enzim kinase virus menjadi senyawa intermediet. Senyawa
intermidiet acyclovir (dan obat-obat seperti dosuridin, sitarabin,
vidaradin, dan zidovudin) dimetabolisme lebih lanjut oleh enzim kinase
sel hospes menjadi analognukleotida, yang bekerja menghambat
replikasi virus.
j. Gancyclovir
Bekerja dengan mengganggu sintesis DNA oleh DNA
polimerasa.
Mekanisme kerja dari gancyclovir adalah gancyclovir diubah menjadi
ancyclovirmonofosfat oleh enzim fospotranverase yang dihasilkan oleh
sel yang terinfeksi sitomegalovirus.
k. Zidovudine
Bekerja dengan menghambat enzim reverse transcriptase.
Aktivitasnya terjadi setelah AZT mengalami foforilasi oleh
enzim sel.
l. Ribavirin (Virazole)
Merupakan analog guanosin sintetik aktif terhadap macam-
macam virus RNA dan DNA.
m. Fosfonoformat
Menghambat kerja DNA polimerasa virus herpes simplex,
cytomegalovirus dan hepatitis B. menghambat reverse
transcriptase retrovirus.
n. Analog Timidin
Mekanisme kerjanya terjadi melalui inkorporasi obat ke dalam
DNA virus sehingga proses transkripsi dan translasi genom
terganggu.
o. Didanosin
Mekanisme kerja dari didanosin adalah Obat ini bekerja pada HIV RT
dengan cara menghentikan pembentukan rantai DNA virus.

p. Penghambat sintesis protein


Berguna untuk menghambat siklus replikasi virus pada
berbagai tingkatan.
q. Famcyclovir
Spectrum antivirus sama dengan gancyclovir tetapi wakyu ini disetujui
hanya untuk pengobatan herpes zoster akut.
r. Foskarmet
Foskarnet bekerja dengan menghamabat polimerese DNA & RNA secara
reversible, yang mengakhiri elongasi rantai. Mutasi struktur polymerase
menyebabkan resistensi virus.
s. Trifluridin
Trifluridin telah menggantikan obat terdahulu yaitu idoksuridin pada
pengobatan topical keratokonjungtivitis yang disebabkan virus herpes
simpleks
t. Stavudine, Abakavir
Obat ini bekerja pada HIV RT dengan cara menghentikan pembentukkan
rantai DNA virus.
u. Interferon
Merupakan zat antivirus yang dikeluarkan oleh sel hospes yang
mengalami preinfeksi. Sifat-sifat utama interferon adalah:
1. Merupakan suatu protein yang secara biologi luar biasa
aktif. Sifat utama untuk membedakan interferon dengan
protein lain adalah ketahanan terhadap PH rendah.
2. Interferon bersifat khas spesies tetapi tidak khas virus.
Interferon dikeluarkan oleh sel manusia akan menghambat
reproduksi setiap virus di dalam sel manusia tetapi tidak di
dalam sel organism lainnya, interferon hewan hanya akan
efektif untuk hewan tersebut.
3. Interferon tidaklah merupakan protein yang menghambat
reproduksi virus, akan tetapi akan melindungi sel bila
sintesis RNA dan protein sel diperkenankan berlangsung.
Interferon dipakai dalam pengobatan berbagai infeksi oleh
virus maupun dalam pengobatan keganasan.
4. Berdasarkan suasana kimia dan keantigenannya interferon
manusia terdiri dari tiga jenis yaitu leukosit, interferon
fibroblast, dan interferon kebal.
v. Obat lain
Obat anti virus lain untuk hewan dan manusia adalah Levamisol
dan isoprinosin (inosiplex) yang bekerja bukan sebagai suatu
anti metabolit tetapi sebagai suatu imunostimulan.

D. Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh virus


1. Infeksi HIV atau AIDS
Pengobatan anti-viral pada dasarnya menyerang virus HIV di
salah satu dari dua tempat:
a. Menjaga virus tetap berada di luat sel-T yang sehat.
b. Mencegah sel-T yang terinfeksi untuk melepaskan sel virus
baru.
Perawatan lain, adalah termasuk meningkatkan system
kekebalan alami, supaya bisa melawan HIV. Ini disebut
modulasi kekebalan.
Obat antivirus/antiviral untuk HIV atau AIDS terbagi menjadi 4
kelas, yaitu:
1. Penghambat fusi, seperti Enfuvirtide
2. Penghambat nukleosida pengubah transcriptase, seperti
Didanosine, Lamivudine, Stavudine, Zidovudine.
3. Penghambat HIV Protease, seperti Ritonavir.
4. Penghambat Non-nukleosida pengubah transcriptase,
seperti Nevirapine.

2. Infeksi virus herpes


Infeksi ini dapat menyerang kulit, mulut, dan alat kelamin
(herpes genetalis)
a. Infeksi HSV (virus herpes simplex) tipe 1
b. Infeksi HSV tipe 2: tipe ini biasanya menimbulkan herpes
genetalis.

3. Infeksi virus Varicella-zoster


Infeksi ini sering disebut sebagai cacar air. Cacar hanya
mengidap pada manusia sekali selama hidup. Disarankan untuk
menjaga kekebalan tubuh untuk menghindari virus ini.

4. Infeksi Cytomegalovirus (CMV)

5. Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis a, b, non a
dan non b. hepatitis dikenal dengan penyakit kuning atau liver karena
virus ini menyerang hati. penyebab penyakit hepatitis adalah terinfeksi
virus, adanya gangguan metabolisme tubuh, mengkonsumsi alkohol,
autoimun, komplikasi karena penyakit lain, terlalu banyak dan sering
mengkonsumsi obat-obatan dll.

6. Poliovirus
Poliovirus merupakan virus penyebab polio. Polio
menyebabkan kelumpuhan bagian tubuh, terutama kaki. Virus
ini masuk melalui mulut kemudian menginfeksi saluran usus,
masuk aliran dara han menyerang saraf pusat hingga
menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam.
polio menular melalui kontak antar manusia, feces yang
terkontaminasi virus.

7. Common influenza
Biasa disebut flu penyebabnya adalah Virus influenza. Virus ini
medah menular dan ditularkan oleh sipenderita melalui udara.

8. Virus Ebola
Sesuai namanya, virus ini menyebabkan penyakit ebola.
Penyakit ini sangat mengerikan karena tubuh si penderita akan
mengalami pendarahan di seluruh tubuh pasien. Penularan
penyakit ini melalui kontak langsung antara kulit dengan kulit. Belum
ditemukan obat atau vaksin untuk penyakit ebola.

9. Rubeola
Disebut jagu campak 10 hari atau campak merah, adalah suatu infeksi
saluran nafas atas yang disebabkan oleh paramiksovovirus.

10. Gondong
Gondong/beguk dikenal dalam istilah medis sebagai parotitis epidemik
atau juga mumps. Gondong disebabkan oleh virus mumps yang
menyerang kelenjar-kelanjar air liur di mulut, utamanya menyerang
kelenjar-kelenjar parotis yang terletak pada tiap-tiap sisi wajah bawah
dan di depan telinga.

11. Flavivirus
Virus ini penyebab penyakit demam kuning. Kerusakan yang dilakukan
pada hati dari virus berakibat pada jaundice yang parah yang
menguningkan kulit. Makanya, "kuning" dalam "demam kuning."demam
kuning dapat dicegah dengan vaksinasi.

12. SARS
Sars adalah penyakit sindrom saluran pernafasan akut yang disebabkan
oleh virus, yaitu virus sars.

13. Rotavirus
Virus ini menyebabkan diare pada bayi.

14. Human papilloma Virus (HPV)


Kutil merupakan suatu jaringan yang tumbuh dan terinfeksi oleh Human
Papilloma Virus (HPV) pada sel kulit, sehingga menyebabkan sel
tersebut tumbuh dengan cepat dan membentuk tonjolan yang tidak
menyenangkan untuk dilihat. Untuk menghilangkan kutil, dapatb
digunakan konsep atau cara alami.

15. Common Cold


Common Cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi inflamasi saluran
pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus Rhinovirus.

16. Molluscum contagiosum (MC)


Molluscum contagiosum (MC) adalah infeksi virus pada kulit atau
kadang-kadang pada membran mukosa. MC hanya menjangkiti manusia,
seperti cacar.

17. Lymphocytic chroriomeningitis (LCM)


Lymphocytic choriomeningitis (LCM) adalah infeksi arenavirus pada
membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang dan dari
cairan cerebrospinal. Lymphocytic choriomeningitis merupakan virus
RNA dan merupakan sepupu ringan dalam keluarga yang berisi
arenaviruses jauh lebih mengancam jiwa yang menyebabkan demam
hemorrhagic.

18. Virus Zika


Virus Zika merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus
flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Virus ini dapat
menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai
demam Zika atau penyakit Zika.

[https://www.blogger.com/null]

E. Contoh obat antivirus


Zat aktif Nama patent Diproduksi oleh
acyclovir Acifar cr/tb PT. IFARS
Zovirax cr Glaxo Smith Kline
(GSK)
Methisoprinol Isoprinol tb/sirup Novell
Isoprinosine Darya-varia
tb/sirup Indonesia
Rotavirus Rotarix vaksin Glaxo Smith Kline
(GSK)
Sofosbuvir sovaldi GILEAD
Zidovudin Retrovir Glaxo Smith Kline
(GSK)
Gancyclovir Cymevene Roche
Fancyclovir Famvir Novartis Indonesia
Lamivudine Epivir Glaxo Smith Kline
(GSK)

F. DAFTAR PUSTAKA
Farmakologi dan terapi ed.5 FKUI 2007 jakarta.

Drs.Tan Hoan Tjay dan Drs. Kirana Rahardja. 2007. Obat-obat Penting ed.
6 depkes RI. Jakarta.

Mary J. Mycek, Ph.D. dkk. 1995. Ed. 2. Farmakologi Ulasan bergambar.


Jakarta.

Anonymous, 2009. Obat-Obatan Antivirus. http://blog.spot.co.id.obat-


obatan antivirus//dokumenhtml diakses pada tanggal 28 November 2014

Anonymous, 2009. Farmakologi dan terapi obat antivirus.


http://blog.rileks.com.//farmakologi-dan-terapi/obat//antivirus diakses
pada tanggal 28 November 2014

Drs.Tan HoanTjay dan Drs. Kirana Rahardja. 2007. Obat-obat Penting ed. 6
depkes RI. Jakarta.

Gunawan, Suilistia Gan. Dkk. 1995. edisi 4. Farmakologi dan Terapi.


Jakarta;Gaya baru

Gunawan, Suilistia Gan. Dkk. 2007. edisi 5. Farmakologi dan Terapi.


Jakarta;Gaya baru

Kee, Joyce L dan Hayes, Evelyn R. 1996. Farmakologi Pendekatan Proses


Keperawatan. Jakarta; EGC

Mary J.Mycek, Ph.D. dkk. 1995. Ed. 2. Farmakologi Ulasan bergambar.


Jakarta;EGC

Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. 2006. Patofisiologi Edisi 6. EGC:


Jakarta.

Priyanto. 2010. Farmakologi Dasar Untuk Mahasiswa Farmasi &


Keperawatan. Leskonfi : Jakarta.

Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja. 2002. Obat- Obat Penting. Gramedia:
Jakarta

Diposting 19th May 2016 oleh Miftachul Jannah

0 Tambahkan komentar