Anda di halaman 1dari 9

Makalah Unsur Hara Mikro Mn (Mangan)

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi tanaman

Nama-nama kelompok 1 :
Ayu Sholihat 150510160183
Dian Nurul Izzati 150510160012
Irsad Ridwanullah 150510160053
Rani Yolanda 150510160050
Rani 150510160

Kels F KTNT

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini berisi dampak
kekurangan dan kelebihan unsur hara Mangan serta unsur hara yang memiliki hubungan
secara antagonis maupun sinergis dengan unsur hara Mangan yang dijukan guna memenuhi
tugas mata kuliah Kesburan Tanah dan Nutrisi Tanaman.
Dalam penyusunan makalah ini kami sangat berterimakasih kepada bapak Eso Solihin
yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini serta teman-teman yang ikut
serta membantu. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kami selaku penulis
dan kepada semua orang yang membaca makalah ini.
Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami berharap kritik dan
saran dari pembaca yang bersifat membangun sehingga kami dapat memperbaiki makalah
kami dikemudian hari.

Sumedang, 8 november 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... 2
BAB I ...................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 3
1. 1 Latar Belakang ........................................................................................................................ 3
1. 2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 3
1. 3 Tujuan ..................................................................................................................................... 3
BAB II..................................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 4
2. 1 Unsur Hara Mangan (Mn) ................................................................................................... 4
Tanaman akan tumbuh kerdil ...................................................................................................... 5
Pembentukan biji-bijian kurang baik .......................................................................................... 5
2. 3 Unsur Hara yang Bersinergis dengan Unsur Hara Mn............................................................ 6
2. 4 Unsur Hara yang Antagonis dengan Unsur Hara Mn ............................................................. 6
Pemupukan Mn yang berlebihan menyebabkn defisiensi Mg, Ca, Fe........................................ 6
Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. ................. 6
Kekurangan Mn sering terjadi sebagai akibat pemupukan Fe berlebihan sehingga
menyebabkan Mn menjadi tidaktersedia............................................................................................. 6
BAB III ................................................................................................................................................... 6
PENUTUP .............................................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................. 8

2
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Setiap tanaman memiliki kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda. Unsur hara ini
terbagi menjadi dua yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri
dari Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S),
yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Sedangkan unsur hara mikro terdiri dari
Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn)
danKlor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), Nikel (Ni) yang dibutuhkan tanaman
dalam jumlah sedikit. Walaupun unsur hara mikro dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit,
namun keberadaannya harus tetap ada dan mempengaruhi pertumbuhan tanama jika tidak
tersedia bagi tanaman.
Baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro keberadaannya tidak dapat diganti
dengan unsur hara lain sehingga keberadaannya harus tetap ada. Kekurangan suatu unsur hara
dapat berakibat buruk terhadap pertumbuhannya sedangkan kelebihan unsur hara dapat
mengakibatkan keracunan bagi tanaman. Untuk menghindari kelebihan dan kekurangan unsur
hara maka harus diketahui gejala-gejala yang tampak secara visual dari tanaman tersebut,
sehingga jika terjadi masalah pada tanaman berupa kekurangan atau kelebihan unsur hara
dapat diatasi dengan baik dan benar.

1. 2 Rumusan Masalah
1. Apa itu unsur hara Mangan atau Mn ?
2. Bagaimana gejala kekurangan unsur hara Mn ?
3. Bagaimana gejala kelebihan unsur hara Mn ?
4. Adakah unsur hara yang bekerja sinergis dengan Mn ?
5. Adakah unsur hara yang bekerja antagonis dengan Mn ?

1. 3 Tujuan
Untuk mengetahui gejala kekurangan dan kelebihan unsur hara Mangan atau Mn serta
unsur hara lain yang bekerja secara sinergis dan antagonis dengan unsur hara Mn.

3
BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 Unsur Hara Mangan (Mn)
Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak
terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai
koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan
fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tunbuhan
yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan
mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam
pemecahannyamenjadi hidrogen dan oksigen.
Mangan dapat diperoleh tanaman dalam beberapa bentuk dan cara:
a) Mineral pirolusit diserap dalam bentuk (MnO2)
b) Manganit diserap dalam bentuk (MnO(OH))
c) Braunit diserap dalam bentuk (MnSiO2)
d) Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
Mangan diserap oleh tanaman sebagai ion Mn2+ bebas dari larutan tanah. Mangan mudah
menyatu kompleks dengan ligan organik tanaman dan mikroba sintetis. Namun, kompleks
yang terbentuk dengan mikroba sintetis umumnya dianggap lebih lambat diserap oleh akar
dari kation bebas. Penyerapan mangan oleh akar dicirikan oleh serapan bifase. Tahap awal
dan cepat serapan adalah reversibel dan nonmetabolic, dengan Mn2+ dan Ca2+ dipertukarkan
secara bebas. Pada tahap awal, mangan muncul untuk teradsorpsi oleh konstituen dinding sel-
sel akar ruang apoplastic. Tahap kedua adalah lambat; mangan kurang siap ditukar, dan
serapan yang tergantung pada metabolisme. Mangan diserap ke symplast selama fase ini
lebih lambat namun, ketergantungan persentqse penyerapan mangan pada metabolisme tidak
jelas.
Serapan dari mangan tidak muncul untuk dikontrol ketat, tidak seperti nutrisi utama ion.
Percobaan kinetik telah memperkirakan penyerapan mangan berada di tingkat 100 sampai
1000 kali lebih besar dari kebutuhan tanaman. Hal ini mungkin karena kapasitas yang tinggi
dan saluran pembawa ion dalam transportasi ion mangan melalui membran plasma dengan
kecepatan beberapa ratus hingga beberapa juta ion per detik per molekul protein.

2. 2 Pengaruh Mn terhadap pertumbuhan tanaman


Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein,
karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs,

4
dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan
dalam sintesis klorofil.
Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu unsur hara
bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak mudah membedakan
gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala
defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab.
Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari
mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal
gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. Kekurangan mangan
ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang
daun itu sendiir tetap berwarna hijau. Bagian yang menguning tersebut akan mati dan
meninggalkan lubang-lubang berbentuk memanjang. Kekurangan Mn sering terjadi sebagai
akibat pemupukan Fe berlebihan sehingga menyebabkan Mn menjadi tidak tersedia.
Mangan dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit (biasanya 50-250 ppm) dan dapat
meracun dalam konsentrasi yang berlebihan. Tingginya kadar mangan dapat menurunkan
kadar auksin melalui aktivitas oksidasi IAA yang berlebihan.
Dampak kekurangan unsur hara Mn bagi tanaman.
Mempengaruhi susunan kloroplasinaktivasi proses fotosintesis dalam fotosistem II
(Hill reaction)
Tanaman akan tumbuh kerdil
Pembentukan biji-bijian kurang baik
Pada daun: pada daun tua akan terjadi klorosis, sedangkan pada daun muda terdapat
bercak keabu-abuan sampai kecoklatan, menguningnya daun diantara tulang-tulang
daun sedangkan daun tetap berwarna hijau. Terlihat gejala berupa bintik nekrotik
pada daun, jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga bagian
tersebut mati,mengering, ada kalanya terus mengeriput dan ada pula yang jatuh
sehingga daun tampak menggerigi
-Pada tanaman berdaun lebar : klorosis pada daun mudanya mirip kekahatan Fe tapi
lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua.
- Pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis
pada bagian tengah dan pangkal daun muda

5
Gambar 1.1 Ciri visual daun pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mn

Gambar 1.2 Ciri visual daun tanaman kacang tanah yang kekurangan unsur hara Mn

2. 3 Unsur Hara yang Bersinergis dengan Unsur Hara Mn


2. 4 Unsur Hara yang Antagonis dengan Unsur Hara Mn
Pemupukan Mn yang berlebihan menyebabkn defisiensi Mg, Ca, Fe
Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat.
Kekurangan Mn sering terjadi sebagai akibat pemupukan Fe berlebihan sehingga
menyebabkan Mn menjadi tidaktersedia.

BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan

6
7
DAFTAR PUSTAKA

Rizaldy. 2009. Ketersediaan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) dalam Humic Dystrudept dan
Serapannya Akibat Pemberian Beberapa Bahan Organik padaBudidaya Tumpangsari
Tanaman Brokoli(Brassica oleraceae) dan Petsai (Brassica pekinensis). Institut
Pertanian Bogor.

Agustina, Lily. 2011. UNSUR HARA MIKRO I (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo dan Cl) Manfaat
Kebutuhan Kahat dan Keracunan: Edisi Pertama. Universitas Brawijaya.
Azzamy. 2015. Gejala Visual Kekurangan (Defisiensi) Unsur Hara Pada Tanaman.
http://mitalom.com/gejala-visual-kekurangan-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman/

Diakses: 10 November 2017

Azzamy. 2015. Gejala Kekurangan dan Kelebihan Unsur Hara Mikro.


http://mitalom.com/gejala-kekurangan-dan-kelebihan-unsur-hara-mikro/

Diakses: 11 November 2017