Anda di halaman 1dari 20

13

Fluida sTaTiS
Fluida statis adalah fluida dalam keadaan diam atau fluida bergerak yang tidak terjadi --atau
diasumsikan tidak terjadi-- perbedaan kecepatan relatif antara lapisan-lapisan geser dalam fluida
tersebut.
Persamaan Dasar Fluida Statis
Pada fluida statis, nilai tekanan sama dalam semua arah. Tekanan (P) adalah gaya (F) per satuan
luas (A); dengan satuan N/m2 atau disebut Pascal (Pa). Jadi P = F/A. Suatu elemen fluida A yang
terendam dalam fluida diam akan mendapat gaya yang konstan, yang bekerja pada sisi-sisinya.
Gambar 1 di bawah ini dan penurunan rumusnya membuktikan bahwa tekanan dalam fluida statis
sama ke semua arah.
y

Ps cos s Pss

Px y y s Ps sin s
x

Py x
.xy

2
Gambar 1. Gaya Pada Elemen Fluida Statis
Fx = m.ax
x.y
Px.y Ps.sin .s = ..a x 0
2
= y

Px.y Ps.y = 0 Px = Ps

Fy = m.ay Px = Py = Ps Tekanan sama ke


.x.y x.y semua arah ( Hukum Pascal)
Py.x Ps.cos .s - = ..a y 0
2 2
= x 0

Py.x Ps.x = 0 Py = Ps

Variasi Tekanan Dalam Fluida Statis Akibat Gaya Gravitasi

p
P+ z
z
P
Z

p
P P+ x
x
X

.g.x.y.z
p
P+ y
z P
Y

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
14

p p
Arah sumbu X : P.y.z (P + .x).y.z = 0 =0
x x

p p
Arah sumbu Y : P.x.z (P + .y).x.z = 0 =0
y y
p
Arah sumbu Z : P.x.y (P + .z).x.y - .g.x.y.z = 0
z
p
- .z - .g.z = 0
z

p = - .g.z P P0 = - .g (z z0)

Jika z0 = 0 maka P = P0 - .g.z

Jika kedalaman dianggap sebagai ketinggian negatif; maka:

P = P0 + .g.z Rumus tekanan sebagai fungsi ketinggian

Tekanan total pada fluida statis merupakan penjumlahan dari tekanan atmosferik yang
bekerja pada permukaan fluida (P0) dan tekanan akibat gaya gravitasi pada ketinggian z.
P P0 = .g.z jika P = P P0 ; .g =

= Densitas = massa jenis fluida (kg/m3); = Specific weight = berat jenis (N/m3).

Penulisan yang lebih umum (dalam berbagai buku), ketinggian atau kedalaman dinyatakan
sebagai h. Densitas dikalikan konstanta gravitasi (.g ) = berat jenis (atau specific weight, ),
sehingga:

P = P0 + .g.h
Jika dinyatakan sebagai Tekanan
= P0 + . h Absolut atau Tekanan Mutlak

P - P0 = P = .g.h Jika dinyatakan sebagai Tekanan


=.h Relatif atau Tekanan Terukur

P - .z P/ + z = 0

Suku P/ disebut Pressure Head


P/ + z disebut Piezometric Head
Suku z disebut Potential Head

P2 P1
Persamaan di atas dapat ditulis = ( z 2 z1 ) yang menyatakan bahwa peningkatan

pressure head sama dengan penurunan potensial head.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
15

P1 P
Jika dituliskan + z1 = 2 + z 2 ; persamaan ini menyatakan bahwa Piezometric head

dalam zat cair diam yang homogen adalah konstan. Lihat gambar di bawah ini.

PB/ PA/ > PB/ ; zA < zB tapi piezometric head


PA/ keduanya sama.
B

ZB PA/ + zA = PB/ + zB ; sebagaimana ditunjukkan


A
ZA oleh tinggi kolom zat cair yang terhubung A
Bidang dan B sama.
datum Z=0

Jika dalam suatu wadah terdapat beberapa zat cair dengan yang berbeda dan tidak saling
bereaksi atau saling melarutkan maka akan terbentuk lapisan, dimana fluida dengan
tertinggi terletak paling bawah.
P1 = P0 + 1.g.h1
P1 h1

P2 P2 = P1 + 2.g.h2 = P0 + 1.g.h1+ 2.g.h2 ; dst.


h2

Piezometric head di semua lapisan tidak sama.


P3
h3

Tekanan
F Tekanan (P) adalah gaya per satuan luas F
permukaan; dengan satuan SI N/m2 =
Pascal (Pa).

Sebuah balon dikenai gaya sebesar F,


dan di bawahnya ada sebatang paku.
Balon yang kedua juga dikenai gaya
sebesar F, tapi di bawahnya ada dua
buah paku. Anggap luas permukaan
paku tiap paku sama. Berdasar
F
persamaan P = , balon manakah
A
yang lebih dulu pecah?

Sebaliknya, gaya adalah tekanan


dikalikan luasan area dimana tekanan itu
bekerja. Gambar di samping memberi
ilustrasi: sejumlah beban kecil menempati
luasan tertentu maka akan menghasilkan
beban (gaya) yang besar. Jadi, untuk
tekanan tertentu, semakin besar luasan
(area), maka akan semakin besar gaya
yang terjadi.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
16

Hukum Pascal (Tahun 1650)


Tekanan diteruskan tanpa berkurang sedikitpun ke segala arah

Lihat Gambar berikut ini.


2. Gaya sebesar 10 lb bekerja
pada penutup botol yang
memiliki luasan 1 inci2......

3. Menimbulkan gaya sebesar 10 lb


1. Botol diisi
pada tiap 1 inci2 dinding botol
dengan fluida cair
inkompresibel.

4. Jika keseluruhan dinding


botol memiliki luasan 25 inci2,
maka secara keseluruhan botol
tersebut menerima gaya sebesar
250 lb!

1. 10 lb di sini .
2. Akan
diimbangi 100
100 lb di sini...
10

3. Jika lengan ini panjangnya 10 kali....


4. Lengan ini.

3. Tekanan tersebut mampu


mengangkat beban seberat100 lb,
jika luasan piston di sini 10 inci2
1. Input gaya 10 lb
pada 1 inci2 piston
.....

100
10
2. Menghasilkan tekanan 10
1 inci2
lb/inc2 di seluruh bagian kontainer 10 inci2

Input Output
4. Gaya sebanding dengan luas area.
10lb 100lb
=
1inc 2 10inc 2

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
17

Pengukuran Tekanan
Kebanyakan alat ukur tekanan menyatakan nilai tekanan relatif atau pressure gauge atau
selisih tekanan, yaitu selisih antara tekanan di titik yang diukur dengan tekanan atmosferik.
Jadi, Pgauge = 1 atm adalah sama dengan Pabs = 1 atm + 1 atm atau Pabs = 2 atm.

Tekanan atmosferik adalah tekanan lingkungan dimana pengukuran dilakukan. Keadaan


atmosfer standar berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Keadaan atmosfer
(udara) untuk standar Amerika ditunjukkan dalam Tabel di bawah ini.
Properti Simbol Nilai
o
Temperatur T 15 C
Tekanan P 101.3 kPa (abs)

3
Densitas 1.225 kg/m
-5
Kekentalan mutlak 1.781x10 kg/(m.s) atau(Pa.s)

Sifat atmosfer standar Amerika pada berbagai ketinggian disajikan dalam tabel berikut ini.

Nilai tekanan absolut (mutlak) dinyatakan sebagai berikut:


Tekanan absolut = Tekanan atmosfer Tekanan terukur

Tekanan absolut = tekanan mutlak adalah nilai tekanan yang sebenarnya pada titik yang
diukur; dengan acuan tekanan nol mutlak.
Tekanan atmosfer = tekanan lingkungan tempat pengukuran dilakukan.
Tekanan terukur = tekanan relatif = tekanan gauge = tekanan yang ditunjukkan oleh alat ukur
tekanan.
Jika anda membaca sifat-sifat atau parameter berbagai zat (misalnya air, uap air, Freon, dsb);
yang disajikan dalam tabel atau grafik sebagai fungsi tekanan; maka tekanan yang dimaksud
adalah tekanan absolut.

Penghitungan tekanan absolut mempunyai 2 kemungkinan; tergantung pada keadaan titik


yang diukur, apakah di bawah atau di atas tekanan atmosfer.

a. Tekanan di titik pengukuran lebih rendah dari tekanan atmosfer.


Pabs = Patm - Pgauge
Patm

Tekanan terukur di A (bernilai negatif atau vacuum)


Pabs
A

Tekanan Nol Mutlak

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
18

Misal, tekanan yang terukur di titik A adalah 0.2 atm (vacuum) (= - 0.2 atm), maka
tekanan di titik A dapat dinyatakan sebagai berikut:
PA(abs) = 1 - 0.2 = 0.8 atm(abs)
PA(gauge) = - 0.2 atm
PA(gauge) = 0.2 atm (vacuum)

b. Tekanan di titik pengukuran lebih tinggi dari tekanan atmosfer.

Pabs = Patm + Pgauge


Misal tekanan terukur di titik B
Pabs adalah 0.2 atm; maka tekanan
B Tekanan terukur di B
Patm B dapat dinyatakan sbb:
PB(abs) = 1 + 0.2 atm (abs)
= 1.2 atm (abs)
PB(gauge) = 0.2 atm

Tekanan Nol Mutlak

Satuan Tekanan
1 atmosfer = 1 atm , menyatakan nilai standar tekanan di permukaan laut.
bar , merupakan singkatan dari barometer.
Tekanan dinyatakan sebagai gaya per satuan luas.
P = F/A = N/m2 = Pascal ; lbf/inc2 dsb.
kPa (abs) artinya kilo pascal absolut atau tekanan absolut dalam satuan kPa.
kPa (gauge) artinya tekanan gauge (relatif) dalam satuan kPa.
ata artinya atmosfer absolut.
psia artinya pound square inc absolute = tekanan absolut dalam lbf/inc2.
psig artinya pound square inch gauge.
psfa artinya pound square feet absolute ( lbf/ft2 abs).
psfg artinya pound square feet gauge.

Konversi Satuan
1 bar 100000 Pa 100 kPa 105 N/m2
1 atm 1.01325 x 105 Pa 14.7 lbf/inc2 (=psi) 760 mmHg

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
19

Contoh Soal
Batas kedalaman yang aman bagi seorang penyelam adalah 50 meter. Berapa intensitas
tekanan pada kedalaman tersebut dalam air tawar dan air laut (SG air laut = 1.025).
Pair tawar = .g.h = 1000 kg/m3 . 9.81 m/s2 . 50 m
= 4.91x105 Pa
Nilai tekanan tersebut merupakan nilai tekanan relatif. Untuk mendapatkan nilai tekanan
absolut harus dijumlahkan dengan tekanan atmosfer (1 atm = 1.01325 x 105 Pa) yang bekerja
pada permukaan air.
Pair laut = 1.g.h dimana 1 = .SGair laut
= 1.025 . 1000 . 9.81 . 50
= 5.03 x 105 Pa (gauge)

Soal-soal open-ended terkait tekanan (open-ended artinya tidak memiliki batas jawaban
yang ditetapkan; soal-soal ini bisa dibahas seluas-luasnya untuk memperkuat pemahaman
pada topik terkait.)

1. Mengapa air sumur bisa keluar dari sumber namun tidak naik secara sampai tumpah; apa
yang menahannya?
2. Tekanan 1 atm 1.03 kgf/cm ; kurang lebih seperti beban massa 1 kg di ujung jempol jari
2
2
kita. Jika tiap cm bagian tubuh kita menerima beban sebesar itu, kenapa kita tidak
merasakannya? Sebenarnya, seberapa besar dan berat tekanan atmosferik itu?
3. Sama seperti keadaan nomor 2; tekanan semakin besar di kedalaman lautan. Apakah
ikan-ikan dalam ukuran kecil juga menerima tekanan yang sangat besar itu?
4. Setelah melakukan penyelaman dan menerima tekanan tinggi di kedalaman, tubuh
manusia harus menjalani dekompresi agar pembuluh darahnya tidak pecah; mengapa?
5. Isi sebuah botol dengan air penuh; buat 3 lubang di ketinggian yang berbeda. Lubang
yang mana yang menghasilkan semprotan air terjauh?
6. Dalam standar kesehatan, tekanan darah 110/80 dikatakan normal; apa maksud tekanan
darah 110/80 tersebut? Bagaimana mengukurnya?
7. Pada saat tertentu kita mengeluarkan air mineral dari galon, terjadi gelembung-
gelembung udara dalam galon. Bagaimana bisa terjadi?
8. Jika kita berada di pegunungan tinggi, tekanan udara lebih rendah atau lebih tinggi
dibanding di dekat pantai? Jika kemudian kita memasak, air akan lebih cepat mendidih
atau lebih lambat? Jika memasak daging, lebih cepat masak atau lebih lambat?
9. Berapa tekanan standar ban sepeda motor atau mobil? Bagaimana tekanan itu bisa
menahan beban penumpang yang sangat berat?
10. Mengapa kita bisa menggerakkan dongkrak dan mengangkat mobil dengan tenaga yang
ringan saja?

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
20

Contoh kasus: Tekanan pada tabung atau tangki

EXAMPLE # 1
Force = pressure multiplied by area so:
12 X 12
Square Door
10
psig
1,440 Pounds of Force

10 psi pressure on a 12x12 square surface area (144 square inches) is


1,440 pounds of force!
Calculation: 144 X 10=1,440 lbs of force.
This is equivalent to an object that weighs 1,400 lbs.

And you can bet the door weighs less than 1,400 lbs -- if suddenly
released it goes flying.

EXAMPLE # 2
Force = pressure multiplied by area so:

24 X 24 Square Door
10 psig

5,760 Pounds of Force

10 psi pressure on a 24x24 square surface area (576 square


inches) is 5,760 pounds of force!
Calculation: 576 X 10= 5,760
This is equivalent to an object that weighs 5,760 lbs.

Merupakan hal yang sederhana dan


mudah dipahami bahwa tekanan tinggi
memerlukan kehati-hatian untuk
menanganinya karena tekanan tinggi
bisa membahayakan kita.
Bisakah tekanan yang sangat rendah
(vacuum) membahayakan atau
merugikan kita???

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
21

BE AWARE
Can you get hurt with low pressure?

ABSOLUTELY !
And be especially careful with large surfaces
like man ways. 1/2 psi may not even register
on the gauge but its enough to send a hatch
flying if all the bolts are removed and the
gasket is stuck.

Low Pressure Hazard


This door had the
equivalent of 1915 lbs of
force on it. And at only
2.8 psi.
The door only weighs
about 15 pounds -- much
less than the 1915 lbs of
force on it. Therefore,
when it came loose, it
slammed open seriously
injuring one of our
coworkers.

VACUUM SAFETY
The same concepts apply to Atmospheric Pressure
vacuum
However, in vacuum
systems the pressure is
pushing inward, not
outward.
The pressure comes from Vacuum
the atmosphere -- we dont
feel it but a tank does when
you pull vacuum on it.

Atmospheric Pressure (at sea level) is about 14.7 psi,


therefore full vacuum is -14.7 psi.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
22

VACUUM SAFETY
If a tank is not designed for vacuum, odds are it will be
damaged if placed under vacuum.
Low pressure storage tanks and railcars are particularly
susceptible to damage.
This is why those low pressure switches on the suctions
of blowers are so important -- you cant manually shut
the blower down fast enough to avoid damage if the
blower pulls vacuum on a tank.
Not only is the equipment damaged but the hydrocarbon
contents may also be released.

Covered Vent
This tank collapsed while being pumped out! Painters
had covered the vent with plastic sheeting. The steel
tank collapsed before the plastic sucked through.

Railcars
No match for a closed vent while pumping
out the car.
Dont you figure the person standing here
got a sinking feeling.

Cant Happen Here!


Or Can It??

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
23

Alat Ukur Tekanan


Pengukur Bourdon merupakan alat ukur yang mengukur tekanan relatif, ditunjukkan
dengan jarum penunjuk tekanan yang bekerja secara mekanis.

(a). Pengukur Bourdon; (b). Elemen dalam manometer Bourdon. Bentuk C pipa Bourdon
yang menggerakkan jarum penunjuk ditunjukkan pada gambar (b) sebelah kiri; sedang (b)
kanan menunjukkan koil pipa seerti pegas yang digunakan untuk mengukur tekanan tinggi
sampai 1000 psi.

Tube tends to straighten


under pressure causing
pointer to rotate

Pressure inlet
Cara kerja jarum Pengukur Bourdon

Alat ukur yang menggunakan panjang kolom fluida


Barometer air raksa, digunakan untuk mengukur Patm lokal

Uap Hg

Hg cair hR

hA = hV + hR ; hV = tekanan uap dinyatakan dalam mmHg. Jika fluida manometer yang


digunakan air raksa (Hg) maka pada tekanan atmosfer tinggi yang ditunjukkan
sebesar 760 mm; sedangkan jika fluidanya diganti air maka tinggi yang ditunjukkan
sebesar 10.33 meter. Ini dikarenakan berat jenis Hg 13.5 kali lipat berat jenis air. Hal
ini jugalah yang menyebabkan fluida manometer untuk range pengukuran yang besar
lebih praktis jika menggunakan air raksa (Hg).

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
24

Manometer : mengukur perbedaan tekanan

h SG1

A A A h2
h1
fluida A
SG2
hA = h x SGA hA = - h x SGA
hA + h2SG1 - h1SG2 = 0
SG = specific gravity PA + h21 h12 = 0
SG1 = SG fluida 1

SG3 Prosedur perhitungan:


SG1 +B Titik A sebagai acuan.
Tanda + jika posisi ketinggian
+A h3 fluida berikutnya lebih rendah
dari acuan sebelumnya; dan
h1 sebaliknya.
h2
Gambar bulat atau kotak pada titik
pengukuran A atau B menyatakan
penampang melintang pipa atau
saluran yang diukur tekanannya.
SG2

Jika tekanan di A dan B dinyatakan dalam panjang kolom air, maka dapat ditulis
sebagai berikut:
PA + h11 h22 h33 = PB
PA PB = - h11 + h22 + h33 atau
hA hB = -h1S1 + h2S2 + h3S3 (S = SG = Specific gravity ; = .g)

Manometer U dengan
fluida air, yang salah
satu ujungnya
terbuka ke atmosfer;
dalam gambar ini
digunakan untuk
mengukur tekanan
aliran gas.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
25

Manometer U yang
kedua ujungnya
dihubungkan pada
aliran udara dalam
saluran persegi pada 2
titik yang berbeda;
digunakan mengukur
beda tekanan antara
dua titik atau bisa juga
untuk mengukur
kecepatan aliran.

Mikromanometer (manometer mikro).

Inclined manometer (manometer miring).

Dihubungkan dengan selang


ke 2 titik pada saluran/pipa
dimana beda tekanan ingin
diukur.

Manometer miring

Mengapa Air Raksa (Hg) sangat


populer dalam pengukuran tekanan?
Pada tahun 1643, di Florence, Italia,
Evangelista Torricelli berkeyakinan
bahwa tekanan atmosfer yang 14.7 lb/inc2
itu harus mampu menekan air dalam
tabung kosong sampai ketinggian tertentu,
dan ketinggian itu bisa dijadikan ukuran
untuk tekanan atmosfer.
Kemudian Torricelli membuat apa yang di
kemudian hari disebut BAROMETER.
Dengan demikian Torricelli-lah penemu
barometer pertama di dunia.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
26

Air Raksa (Hg) dalam pengukuran


tekanan
Barometer Torricelli itu seperti ini:
Air Raksa

h Patm

Ketinggian kolom (h) yang ditunjukkan,


itulah nilai tekanan atmosfer.
Berapa tinggi (h) yang ditemukannya ???

Air Raksa (Hg) dalam pengukuran tekanan


Ternyata yang ditemukannya, tekanan
atmosfer bisa mengangkat air dalam
kolom sampai sekitar 4 feet atau 10 meter.
Barometer ini terlalu panjang/besar.
Kemudian dicari zat cair yang lebih berat,
dan ketemulah Air Raksa; yang pada hari-
hari biasa akan terangkat setinggi 29.92
inchi atau sekitar 760 mm dalam sebuah
tabung.
Jadi, 1 atm = 24.7 lb/inc2 = 10 m H2O =
760 mm Hg = 29.92 inc Hg

Bahwa panjang kolom fluida (Hg, H2O maupun fluida lain)


bisa menyatakan tekanan dapat dipahami dari penjelasan
konversi satuan antara Pascal (N/m2) danpanjang kolom
fluida berikut ini.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
27

Lihat kontainer di samping ini. Dengan dimensi tiap rusuk 1 m;


maka volume kontainer = 1 m3. Jika kontainer tersebut penuh
1m terisi air, dan air 1000 kg/m3; maka massa air dalam kontainer
tersebut adalah

1m
kg
[ ]
Massa air = = air 3 xVolumeair m 3 = 1000 x1 = 1000 kg
m
1m
Selanjutnya, gaya berat yang bekerja akibat massa air tersebut:
W = m x g = 1000 x 9.81
= 9810 N

Tekanan yang bekerja pada dasar kontainer sebesar:


W F 9810 N
P= = = = 9810 Pa 9.810 kPa 10 kPa
A A 1 m2

Dari gambar terlihat bahwa tinggi kolom air 1 m menghasilkan tekanan 10 kPa pada dasar kontainer.
1 m 10 kPa
Tekanan 10 kPa ini bekerja pada seluruh luasan dasar kontainer; sekalipun jika luasan diperkecil maka
tekanan yang bekerja tetap 10 kPa.

Jika luasan 1 m2 dibagi 4; maka tiap luasan menjadi 0.5x0.5 = 0.25 m2;
Gaya akibat massa air dengan volume 0.5x0.5x1 = 0.25 m3 ( 250 kg)
0.25 m2 adalah sebesar 2452.5 N; dan
W 2452.5
P= = = 9.810 kPa 10 kPa
A 0.25

Demikian seterusnya, sekalipun luasan diperkecil sampai berapapun,


tekanan yang bekerja tetap sebesar 10 kPa.
1m
Jika ketinggian ditambah, maka tekanan pada dasar akan bertambah
besar. Pada kontainer di samping, ketinggian 2 m kolom air,
1m menghasilkan tekanan sebesar 20 kPa.

1m 1m

Kolom berisi udara


atmosfer

Bumi merupakan dasar dari kolom berisi udara dengan


tekanan sebesar 1 atm 14.7 psia 105 Pa pada dasarnya
(permukaan air laut); sehingga semakin tinggi dari
permukaan bumi tekanan semakin berkurang.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
28

Contoh Soal Manometer

Air mengalir melalui pipa A dan B. Oil dengan SG 0.8 berada pada bagian atas pipa
manometer pada sisi yang berbentuk U terbalik. Air raksa (SG = 13.6) berada pada
bagian bawah bengkokan manometer. Hitung PA PB !

B Lihat gambar di samping:


h1 = 250 mm
A H2O
Oil h5 h2 = 75 mm
h3 = 100 mm
h1 H2O h4 = 125 mm
h5 = 200 mm
h2 h4
h3

Hg
Dengan mengikuti prosedur di atas, kita peroleh:
PA + H2O.g.h1 - Hg.g.h2 + Oil.g.h3 - Hg.g.h4 - H2O.g.h5 = PB
PA - PB = g (-H2O.h1 + 13.6.H2O.h2 0.8H2O.h3 + 13.6.H2O.h4 + H2O.h5)
= g. H2O (-h1 + 13.6. h2 0.8.h3 + 13.6.h4 + h5)
= g. H2O [(-250 +1020 80 + 1700 + 200)mm]
= 9.81 m/s2 x 1000 kg/m3 x 2.59 m
= 25.4 kPa

Jadi : PA - PB = 25.4 kPa

Lihat manometer di bawah ini. Jika SG liquid A sebesar 1.6 hitunglah beda tekanan
p1-p2 (kPa).
P1 P2

Air
X
X + 10.2 mm

10.2 mm Liquid A

Definisikan panjang X seperti tampak dalam gambar di atas, maka perhitungan


tekanan dapat dilakukan sebagai berikut.
P1 + air g (X + 0.0102) - A g (0.0102) - air g X = P2
P1 P2 = air g X + A g (0.0102) - air g (0.0102) - air g X = 0
= A g (0.0102) - air g (0.0102)
= [(1.6 x 1000) (1000)] x 9.81 x 0.0102
60 Pascal 60 Pa

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
29

Lihat tangki di bawah ini.

Pengukur tekanan A menunjukkan angka 1.5

kPa (gage). Hitung ketinggian ZB dan ZC pada

tabung !

Data-data: udara = 12 N/m3 ;


gasoline = 6670 N/m3
glycerin = 12360 N/m3

Z=0
Definisikan H, Y, ZB, dan ZC seperti tampak dalam gambar di bawah ini.

Aplikasikan persamaan hidrostatik untuk manometer dari titik A ke titik B:

1500 N/m2 + (12 N/m3)x(2 m) + 6670x(1.5-H) 6670x(ZB-H-1) = PB

PB = Tekanan atmosferik = 0 (gage)

Sehingga ZB = 2.73 m, atau 23 cm di atas batas Gasoline-Udara.

Aplikasikan persamaan hidrostatik untuk manometer dari titik A ke titik C:

1500 + (12 x 2) + (6670 x 1.5) + [12360 x (1 Y)] [12360 x (ZC Y)] = PC =0

Sehingga ZC = 1.93 m, atau 93 cm di atas batas glyserin-gasoline.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
30

SOAL TUGAS

Sebuah piston berdiameter 8 cm menekan oil ke dalam pipa inclined manometer. Jika
berat W ditambahkan terhadap piston, oil naik sebesar 10 cm dalam pipa. Berapa W,
dalam Newton?

10 cm W
D = 8 cm
Piston

Meriam red
oil, SG = 0.827
d = 7 mm
15o

Pengukur tekanan A menunjukkan angka 15


2
lbf/inc . Jika pada pengukur tekanan B terukur 1.25
psi lebih kecil daripada C, hitunglah oil dan
tekanan yang terbaca pada C !

Data: udara = 0.0767 lbf/ft3

Sistem Hidrolik
Istilah sistem hidrolik ini dipakai untuk sistem bertekanan sangat tinggi, sehigga
variasi tekanan hidrostatik dapat diabaikan. (Hati-hati dengan istilah hidrolika yang
dipakai dalam civil engineering maupun mechanical engineering yang lebih condong ke
sistem saluran terbuka atau open channel flow, seperti bendungan, irigasi, dsb.)

Contoh. Rem hidrolik mobil 10 MPa


Silinder hidrolik 30 MPa
Dongkrak 70 Mpa
Jika fluida yang digunakan udara sistem tersebut disebut Sistem Pneumatik.
Pembahasan mekanika fluida terkait dengan sistem hidrolik ini biasa disebut Fluid
Power.

Contoh Sistem Hidrolik (Fluid Power).

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
31

Power brake system

Aircraft landing gear.

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana
32

Power steering control system.

Dalam perkuliahan, jangan


Tips..!. terpaku pada buku; biasakan
mencatat hal-hal detail yang
dijelaskan dosen yang tidak ada
dalam buku/diktat.
Periksa dengan hati-hati dan
sangat teliti satuan, dan
sistem satuan yang
digunakan dalam soal yang anda
hadapi.
Mulai dari data yang diketahui,
dan dengan memakai persamaan
yang ada, hitunglah apa yang
ditanyakan.
Setelah selesai, pertimbangkan
dulu apakah jawaban/angka itu
masuk akal.
Terakhir, cek satuannya, sesuai
apa tidak dengan apa yang
ditanyakan dalam soal !

Mekanika Fluida 1
Fluida Statis
TeKNik MeSIn Universitas Udayana