Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

PERCOBAAN III

PENENTUAN KADAR BESI (Fe) DALAM SAMPEL AIR LIMBAH

DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-Vis

OLEH :

NAMA : HABRIN KIFLI HS.

STAMBUK : F1C1 15 034

KELOMPOK : II (DUA)

ASISTEN : NUR MALA FAARIU

LABORATORIUM KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai besar yang

tersebar di empat kabupaten dan sebagian besar bermuara ke pesisir timur

Perairan Kendari dan Laut Banda. Sungai-sungai tersebut antara lain adalah

Sungai Lasolo, Sungai Roraya, Sungai Sampolawa, Sungai Wandasa, Sungai

Kabangka Balano, Sungai Wanggu, dan Sungai Laeya. Aliran sungai-sungai

tersebut melintasi berbagai kawasan, antara lain kawasan permukiman, pertanian

dan industri, pertambangan, sehingga banyak membawa lumpur atau sedimen dan

kontaminan yang bersifat toksik ke Perairan Kendari. Salah satu dari kontaminan

tersebut adalah logam berat. Logam berat yang terakumulasi di perairan dapat

mengkontaminasi manusia melalui rantai makanan. Logam berat dalam kadar

yang rendah dibutuhkan oleh organisme perairan, namun dalam kadar tinggi yang

melebih nilai ambang batas dapat bersifat racun dan mengganggu kesehatan.

Salah satu daerah perairan yang terkontaminasi oleh logam berat yakni

daerah kawasan perairan jembatan triping kota Kendari. Diperkirakan logam berat

yang banyak terkontaminasi pada daerah perairan sungai kawasan perairan

jembatan triping kota Kendari adalah logam Pb(II), Cd(II), Hg(II), Cr(III), Fe(II),

dan lain-lain. Kadar besi dalam sampel air sungai wanggu dapat ditentukan

dengan beberapa teknik, salah satunya adalah teknik spektrofotometri. Teknik

spektrofotometri adalah teknik untuk mengukur serapan sinar monokromatis oleh

suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan

menggunakan monokromator prisma yang berfungsi untuk mengubah sinar


polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai dengan yang dibutuhkan.

Keuntungan penggunaan metode ini yaitu dapat menentukan kadar besi yang

konsentrasinya sangat kecil. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan

percobaan penentuan kadar besi dengan menggunakan metode spektrofotometri

UV-Vis untuk menentukan kadar besi dalam sampel air.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan ini adalah bagaimana cara

menentukan kadar besi (Fe) dalam sampel air sumur dengan menggunakan

spektrofotometer UV-Vis?

C. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai pada percobaan ini adalah untuk

menentukan kadar besi (Fe) dalam sampel air sumur dengan menggunakan

spektrofotometer UV-Vis.

D. Manfaat

Manfaat yang diperoleh pada percobaan ini adalah dapat menentukan

kadar besi (Fe) dalam sampel air sumur dengan menggunakan spektrofotometer

UV-Vis.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Air konsumsi adalah air yang memenuhi persyaratan sebagaimana

ditetapkan Kepmenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tanggal 29 Juli 2002

tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum yaitu kadar Fe sebesar

0,3 mg/l. Secara kualitas, ditemukan beberapa penyimpangan terhadap parameter

kualitas air bersih, baik kualitas fisik, kimia, biologi, ataupun radioaktif.

Penurunan kualitas air diantaranya diakibatkan oleh adanya kandungan besi yang

sudah ada pada tanah karena lapisan-lapisan tanah yang dilewati air mengandung

unsur-unsur kimia tertentu, salah satunya adalah persenyawaan besi. Besi

merupakan salah satu unsur pokok alamiah dalam kerak bumi. Keberadaan besi

dalam air tanah biasanya berhubungan dengan pelarutan batuan dan mineral

terutama oksida, sulfida karbonat, dan silikat yang mengandung logam-logam

tersebut (Poerwadio dkk, 2017).

Besi (Fe) merupakan mineral makro dalam kerak bumi, tetapi dalam

sistem biologi tubuh merupakan mineral mikro. Besi dalam tubuh berasal dari tiga

sumber, yaitu hasil perusakan sel-sel darah merah (hemolisis), dari penyimpanan

di dalam tubuh, dan hasil penyerapan pada saluran pencernaan. Dari ketiga

sumber tersebut, Fe hasil hemolisis merupakan sumber utama. Bentuk-bentuk

senyawa yang ada ialah senyawa heme (hemoglobin, mioglobin, enzim heme) dan

poliporfirin (tranfirin, ferritin, dan hemosiderin). Sebagian besar Fe disimpan

dalam hati, limpa, dan sumsum tulang. Zat besi dalam tubuh berperan penting

dalam berbagai reaksi biokimia, antara lain dalam memproduksi sel darah merah.

Sel ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Zat besi berperan sebagai pembawa oksigen, bukan saja oksigen pernapasan

menuju jaringan, tetapi juga dalam jaringan atau dalam sel (Arifin, 2017).

Secara fisiologis Fe berperan ganda sebagai logam esensial tetapi juga bisa

toksik. Batas pemisahnya adalah konsentrasinya. Fe terutama terdapat sebagai

heme dari molekul hemoprotein, transferin (protein pengangkut) dan ferritin

(gudang besi). Intake Fe yang terlalu besar bisa menyebabkan logam ini

terakumulasi sebagai ferritin. Senyawaan ini sangat toksik karena berbentuk

Fe(OH)3, sumber besi untuk reaksi (Rahman dan Budi, 2017).

Spektrofotometri adalah suatu metode analisis yang dapat digunakan untuk

menentukan unsur-unsur dalam suatu bahan/cuplikan dengan kepekaan, ketelitian

serta selektifitas yang tinggi. Metoda analisis ini banyak dipakai untuk

menentukan kadar unsur logam dalam suatu bahan. Penggunaan spektrofotometri

untuk analisis unsur logam memberikan keuntungan berupa sensitivitas yang

cukup tinggi, waktu analisa relativ singkat ketelitian dan ketepatan dapat

dipercaya dan tanpa pemisahan dari logam-logam pengganggu lainnya (Asminar

dkk, 2013).

Metode spektrofotometri dapat digunakan untuk penetapan kadar

campuran dengan spektrum yang tumpang tindih tanpa pemisahan terlebih dahulu.

Karena perangkat lunaknya mudah digunakan untuk instrumentasi analisis dan

mikrokomputer, spektrofotometri banyak digunakan di berbagai bidang analisis

kimia terutama farmasi (Karinda, 2017).

Spektra UV-VIS dapat digunakan untuk informasi kualitatif dan analisis

kuantitatif. Dari aspek kualitatif, jika digabung dengan cara lain seperti
spektroskopi inframerah, resonansi magnet inti, dan spektroskopi massa, maka

dapat digunakan untuk maksud identifikasi/ analisis kualitatif suatu senyawa. Data

yang diperoleh dari spektroskopi UV dan VIS adalah panjang gelombang

maksimal, intensitas, efek pH, dan pelarut. Sedangkan dari aspek kuantitatif, suatu

berkas radiasi dikenakan pada cuplikan (larutan sampel) dan intensitas sinar

radiasi yang diteruskan diukur besarannya. Radiasi yang diserap oleh cuplikan

ditentukan dengan membandingkan intensitas sinar yang diteruskan dengan

intensitas sinar yang diserap jika tidak ada spesies penyerap lainnya. Intensitas

atau kekuatan radiasi cahaa sebanding dengan jumlah foton yang melalui satu

satuan luas penampang perdetik (Gandjar dan Rohman, 2014).


III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum penentuan kadar besi (Fe) dengan metode spektrofotometri UV-

Vis dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2017 pukul 13.10 17.10 WITA dan

bertempat di Laboratorium Kimia Analitik, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah spektrofotometer UV-

Vis,labu ukur 100 mL dan 25 mL, pipet ukur 10 mL , 1 mL dan 5 mL, pipet tetes,

botol gelap, batang pengaduk, botol semprot, corong plastik dan gelas kimia 100

mL.

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah garam Fe(NH4)2(SO4)2,

larutan hidroksilamin-HCL 5%, larutan 1,10-fenantrolin 0,1%, larutan

CH3COONa 5%, H2SO4 2 M, sampel air sungai wanggu dan aquades.