Anda di halaman 1dari 8

Full-Thickness Skin Grafts

Hendra Tarigan Sibero


Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Bandar Lampung

Abstrak
Skin grafts adalah tindakan memindahkan bagian dari kulit yang telah dipisahkan dari tempat suplai darah lokalnya ke lokasi
lain. Teknik ini telah dilakukan sejak 2.500 hingga 3.000 tahun lalu. Skin grafts dapat dibagi menjadi empat tipe yakni full-
thickness skin grafts (FTSG), split-thickness skin grafts (STSG), composite grafts, dan free cartilage grafts. Full-thickness skin
grafts terdiri atas pemindahan keseluruhan epidermis dan dermis, termasuk struktur adneksa seperti folikel rambut dan
kelenjar keringat. Prosedur skin grafts sering dilakukan di Divisi Tumor Bedah Kulit Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
terutama untuk terapi pasien dengan keganasan kulit yang tidak dapat atau sulit ditutup dengan tindakan bedah lain,
seperti flap. Prosedur Skin grafts yang sering dilakukan yaitu FTSG. Sari pustaka ini akan membahas mengenai FTSG secara
keseluruhan, baik indikasi, kontraindikasi, persiapan pra operasi, pemilihan daerah donor, teknik melakukan tindakan,
perawatan paska operasi, dan komplikasi paska operasi. Diharapkan sari pustaka ini dapat membantu pembaca agar
mampu melakukan penjelasan dan menjawab pertanyaan dan harapan pasien dengan benar, mampu memahami, mengerti
dan dapat melaksanakan prosedur FTSG. Mengetahui, memahami dan mampu melakukan tindakan FTSG sangat diperlukan
bagi seorang ahli kulit untuk membantu menyelesaikan masalah keganasan kulit yang semakin meningkat. [JuKe Unila
2015; 5(9):81-88]

Kata kunci: skin grafts, full-thickness skin grafts (FTSG)

Full-Thickness Skin Grafts


Abstract
Skin grafts are actions to move part of the skin that has been separated from the local blood supply to another location.
This technique has been done since 2.500 to 3.000 years ago. Skin grafts divided four types, full-thickness skin grafts
(FTSG), split-thickness skin grafts (STSG), composite grafts, and free cartilage grafts. Full-thickness skin grafts consist of the
removal of the entire epidermis and dermis, including adnexal structures such as hair follicles and sweat glands. Skin graft
procedure is often performed at the Division of Tumor Surgery Skin on departmen of dermatovenerology for the treatment
of patients with skin malignancy that can not be or is difficult to close with another surgical procedure, such as the flap. Skin
graft procedure which often performed is FTSG. This review will discuss the overall FTSG, including indications,
contraindications, preoperative preparation, selection of donor sites, engineering action, post-surgery care, post-surgery
complications.This review is expected may help the reader to be able to do the explanations and answer patients questions
and expectations correctly, able to comprehend, understand and can carry out the procedure FTSG. Know, understand, and
be able to act FTSG indispensable for dermatologist to help solve the problem of increasing skin malignancy. [JuKe Unila
2015; 5(9):81-88]

Keywords: skin grafts, full-thickness skin grafts (FTSG)

Korespondensi: dr. Hendra Tarigan Sibero, M. Kes, Sp.KK, alamat Jl. Soemantri Brodjonegoro No. 1, HP 0822324455554,
e-mail hendraikkel@yahoo.co.id

Pendahuluan ke lokasi lain. Skin grafts dapat dibagi menjadi


Prosedur skin grafts telah dilakukan empat tipe, yakni full-thickness skin grafts
sejak 2.500 hingga 3.000 tahun lalu, ketika ahli (FTSG), split-thickness skin grafts (STSG),
bedah Hindu mengganti hidung yang composite grafts, dan free cartilage grafts. Full-
diamputasi sebagai hukuman terhadap pencuri thickness skin grafts terdiri atas tindakan
dengan kulit yang berasal dari daerah glutea. pemindahan keseluruhan epidermis dan
Berdasarkan sejarahnya, tahun 1969 Reverdin dermis, termasuk struktur adneksa seperti
melakukan pinch grafting untuk ulkus kaki, folikel rambut dan kelenjar keringat. Split-
Ollier dan Thiersch melakukan split-thickness thickness skin grafts terdiri atas full thickness
skin grafting, serta Wolfe dan Krause epidermis dan sebagian dermis. Composite
melakukan full-thickness skin grafting.1 graft terdiri atas dua bagian jaringan berbeda,
Skin grafts adalah tindakan umumnya kulit dan kartilago. Free cartilage
memindahkan bagian dari kulit yang telah graft terdiri atas cartilago dengan
dipisahkan dari tempat suplai darah lokalnya perikondrium yang melapisi.1-3
Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

Prosedur skin grafts sering dilakukan di Sebuah evaluasi pra operasi menyeluruh
Divisi Tumor Bedah Kulit Bagian Ilmu yang mencakup pertanyaan tentang
Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit kecenderungan perdarahan, penggunaan
Umum Pusat M. Hoesin Palembang, terutama alkohol, penggunaan obat antikoagulan
untuk terapi pada pasien dengan keganasan (termasuk aspirin dan obat anti peradangan
kulit yang tidak dapat atau sulit ditutup dengan non-steroid) dan riwayat hipertensi dapat
tindakan bedah lain, seperti flap. Prosedur skin membantu mengurangi risiko perdarahan yang
grafts yang sering dilakukan yaitu FTSG. berlebihan dan pembentukan gumpalan
Mengetahui, memahami dan mampu bekuan di bawah donor paska operasi.
melakukan tindakan FTSG sangat diperlukan Diabetes mellitus, kekurangan gizi atau
bagi seorang ahli kulit untuk membantu merokok dapat meningkatkan risiko kegagalan
menyelesaikan masalah keganasan kulit yang skin grafts, dan setiap riwayat ini harus
semakin meningkat saat ini. diidentifikasi sebelum operasi. Obat
Sari pustaka ini akan membahas imunosupresif juga dapat mengganggu
mengenai FTSG secara keseluruhan, baik penyembuhan luka, sehingga meningkatkan
indikasi, kontraindikasi, persiapan pra operasi, risiko kegagalan Skin grafts.1,7,8
pemilihan daerah donor, teknik melakukan
tindakan, perawatan paska operasi, komplikasi
paska operasi. Diharapkan sari pustaka ini
dapat membantu pembaca agar mampu
melakukan penjelasan dan menjawab
pertanyaan dan harapan pasien dengan benar,
mampu memahami, mengerti, dan dapat
melaksanakan prosedur FTSG.

Isi
Full-thickness skin grafts sering dilakukan
untuk memperbaiki defek wajah akibat proses Gambar 1. Full-thickness skin graft. Full-thickness
operasi keganasan kulit. Prosedur ini dapat skin graft diambil dari regio preaurikular untuk
digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada memperbaiki defek daun telinga kanan bagian
hampir bagian manapun, sepanjang bagian atas (A). Hasil setelah delapan pekan paska
1
resipien memiliki suplai vaskular cukup kaya operasi (B).
untuk mempromosikan pertumbuhan kembali
kapiler, serta fibroblas yang menghasilkan Pemilihan daerah donor untuk FTSG
kolagen untuk perlekatan donor. Daerah lebih tergantung pada warna, tekstur, ketebalan,
besar jaringan avascular, termasuk tulang, dan kualitas sebasea pada kulit sekitar defek
tulang rawan, tendon atau saraf tanpa (Tabel 1 & 2). Donor sebagian besar diambil
periosteum, perichondrium, perineurium tidak dari daerah terpajan sinar matahari di atas
dapat dilakukan FTSG. Prosedur ini tidak dapat bahu yang warna, pola vaskular, tekstur,
ditempatkan di atas jaringan avaskular distribusi, dan kualitas struktur adneksa terbaik
tersebut.1,2,4,5 sesuai dengan kulit sekitar defek wajah. Donor
Dalam kondisi yang tepat, FTSG dapat tertipis biasanya diambil dari kelopak mata
memberikan warna yang sangat baik, tekstur atas atau sulkus post aurikular. Donor
dan ketebalan sesuai untuk defek wajah karena ketebalan sedang sering diambil dari daerah
FTSG termasuk seluruh ketebalan epidermis preauricular dan servikal, sementara donor
dan dermis. Kontraksi luka diminimalkan tebal dapat diambil dari wilayah supraklavikula
karena ketebalan dermis penuh, dan struktur atau klavikularis atau lipatan nasolabial.
adneksa kulit tetap utuh. Full-thickness skin Penting untuk menyadari bahwa ketebalan
grafts dapat sangat berguna untuk kosmetik daerah donor bervariasi dari satu pasien ke
dan fungsional perbaikan defek pada ujung, pasien lain, dan karena itu penting untuk
punggung, dan sisi lateral luar hidung, serta memilih semua daerah donor dengan hati-hati
kelopak mata bawah dan telinga (Gambar untuk menemukan jaringan paling cocok.
1).1,3,6 Pendekatan ini akan memastikan pemilihan

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 82


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

daerah donor terbaik untuk setiap individu Kulit preaurikular lebih fleksibel, dan
pasien dan defek bedah.1,3,9 dapat digunakan untuk memperbaiki defek
Pendekatan regional kadang digunakan hidung, karena ketebalan dan tingkat paparan
untuk mendapatkan donor terbaik untuk sinar matahari daerah ini cenderung sama.
defek. Donor yang diambil dari kulit kelopak Parut daerah donor dapat dengan mudah
mata atas dapat digunakan untuk memperbaiki dikamuflase, seperti dalam operasi facelift,
defek kelopak mata bawah, memberikan untuk memberikan hasil kosmetik yang
warna yang baik dan sesuai tekstur, serta parut diinginkan. Bahkan orang berjenggot memiliki
minimal. Donor digunakan untuk defek kelopak zona berbulu 1-2 cm di wilayah preauricular.
mata bawah harus lebih besar 100-200% untuk Perhatian untuk tidak mengambil kulit
memungkinkan kontraksi dan menghindari berambut dari daerah ini untuk donor. Daerah
kemungkinan efek samping ektropion. Karena kulit berambut dari daerah temporoparietal
ukuran yang relatif besar dan lokasi mencolok, dapat digunakan untuk memperbaiki defek di
kulit postaurikular juga dapat berguna sebagai alis, unit folikel setelah transplantasi dapat
daerah donor utama untuk defek kelopak mata membantu untuk menghasilkan hasil kosmetik
(termasuk canthus medial), serta untuk defek yang lebih unggul. Kulit dari lipatan nasolabial
aurikularis. Karena kulit postaurikular relatif kadang dapat digunakan untuk graft cacat kecil
tidak terkena sinar matahari, donor dari daerah ujung hidung.1,3
tersebut tidak dapat memberikan warna yang Dahi dan bagian verteks skalp, daerah
baik atau tekstur cocok untuk defek wajah di supraklavikula atau leher lateral dapat
daerah lain.1,3 digunakan sebagai donor. Sekali lagi, harus
berhati-hati untuk tidak mengambil daerah
Tabel 1. Daerah Donor yang Diperhatikan untuk rambut yang tidak diinginkan bersama dengan
1
Full-Thickness Skin Grafts. donor. Daerah donor seringkali lebih sulit
Daerah Donor yang Diperhatikan untuk Full- untuk kamuflase, dan harus hati-hati terutama
Thickness Skin Grafts di daerah yang tidak tertutup oleh pakaian,
Pola pajanan sinar matahari seperti leher lateral. Meskipun perbandingan
Warna warna dan tekstur mungkin tidak optimal, area
Pola pembuluh darah
di bawah leher, lengan bagian atas, daerah
Tekstur
inguinal, dapat digunakan sebagai donor.1-3
Kualitas sebaseous
Berbagai teknik untuk mengambil dan
Ketebalan kulit
Konsistensi kulit
menempatkan donor sudah dijelaskan.
Ketersediaan jaringan untuk didonorkan Sebelum melakukan FTSG, cetakan donor
Kemampuan untuk kamuflase parut pada pertama kali dibuat, menggunakan bahan
bagian donor fleksibel, seperti kain kasa, aluminium foil,
yang dapat dibentuk sesuai dengan defek
Tabel 2. Ringkasan Kemungkinan Bagian Donor tersebut. Setelah menandai tepi dari daerah
1
Full-Thickness untuk Defek pada Lokasi Berbeda resipien dengan pena tanda, bahan cetakan
Ringkasan Kemungkinan Bagian Donor Full- ditekan pada donor, dan garis batas tinta
Thickness untuk Defek pada Lokasi Berbeda berfungsi sebagai panduan untuk memotong
Bagian Defek Bagian Donor cetakan sesuai defek (Gambar 2A, 2B). Cetakan
Dorsum nasi, Regio prearikular, dipindahkan ke daerah donor, dan tinta
dinding samping, supraklavikular atau leher menandai di sekitarnya (Gambar 2C). Donor
ujung lateral (jika besar)
harus 3-5% lebih besar dari cetakan untuk
Ujung dan ala nasi Regio preaurikular, konkha,
memungkinkan kontraksi dan penyusutan
lipatan nasolabial
Telinga Sulkus postaurikular, donor setelah dipisahkan dari daerah donor.
preaurikular Seringkali, dengan cara memotong pada bagian
Skalp Regio supraklavikular, leher luar tanda tinta untuk ekstra kulit. Untuk defek
lateral, lengan atas bagian kelopak mata, cangkokan harus lebih besar,
dalam untuk meminimalkan risiko ektropion.
Dahi Regio supraklavikular, leher Penandaan daerah donor sebelum anestesi
lateral, lengan atas bagian lokal mencegah kesalahan ukuran karena
dalam peregangan jaringan dari infiltrasi lidokain.1-3,10

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 83


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

Setelah daerah donor ditandai, anestesi pembuluh darah baru antara donor dan dasar
lokal dapat disuntikkan ke daerah donor dan resipien.1,9
resepien. Daerah resipien dan donor kemudian Ketika defatting dilakukan, donor
diusap dengan preparat antibakterial. Daerah tersebut ditempatkan dalam posisi sisi kulit di
donor dieksisi dengan pisau bedah hingga jari atau di telapak tangan. Semua lemak dikikis
tingkat lemak subkutan. Donor ditempatkan dari bawah dengan menggunakan gunting yang
dalam mangkuk atau cawan petri steril berisi tajam. Lemak dinyatakan hilang ketika semua
normal salin, dapat bertahan sampai 1-2 jam. bahan globular kuning hilang, dan tampak
Donor dapat digunakan hingga 24 jam setelah permukaan berkilau putih dermis. Jika
diangkat jika didinginkan atau disimpan di es. diperlukan, bagian dari dermis juga dapat
Sebelum donor tersebut dijahit pada dikikis untuk menyesuaikan perbedaan
tempatnya, defatting harus dilakukan (Gambar ketebalan dari daerah resipien, meskipun
3). Ini merupakan langkah penting, karena struktur adneksa dapat hilang dalam proses
kontak langsung antara donor dan daerah tersebut, sehingga berpotensi mengubah hasil
resipien memungkinkan untuk koneksi antara kosmetik. Jaringan donor kemudian
pembuluh darah yang ada serta pertumbuhan dimasukkan ke dalam daerah resipien dan
pembuluh darah baru dan dukungan nutrisi dipotong jika perlu, untuk menyesuaikan
dari dasar defek. Jaringan adiposa yang ukuran (lihat Gambar 4A). Sementara satu
melekat pada donor memiliki vaskularisasi dokter menyelesaikan donor pada daerah
buruk dan karena itu bukan merupakan media resipien, dokter lain mungkin menutup daerah
jaringan yang baik untuk pertumbuhan donor, umumnya dengan cara jahitan berlapis
linier (Gambar 4B).1,3,9

Gambar 2. Penempatan Full-Thickness Skin Graft. Sebuah Defek 1.7 X 2.0 cm pada Ujung Nasi Terbentuk
setelah Operasi Karsinoma Sel Basal (A). Suatu Donor Preaurikular Memiliki Kesesuaian Terbaik dalam Kasus
ini untuk Warna, Kualitas Sebaseus, dan Ketebalan. Setelah Menandai Tepi Daerah Resipien dengan Pena,
Bahan Cetakan Dicetak pada Defek (B). Cetakan Dicetak ke Daerah Donor, dan Pena Ditandai di Sekitar
Cerajan (C). Tanda Dibuat Sebelum Anestesi Lokal untuk Mencegah Ketidaksesuaian Ukuran karena
1
Peregangan Jaringan Akibat Infiltrasi Lidokain.

1
Gambar 3. Defatting Donor dengan Hati-Hati hingga Tampak Permukaan Dermis Putih Berkilau.

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 84


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

berbagai bahan seperti kasa Xeroform


(Sherwood-Daris & Geck, St Louis, MO), bola
kapas, karet busa, spons, manik-manik plastik
(Gambar 5E, 5F). Tekanan membantu untuk
imobilisasi donor selama periode kritis
revaskularisasi dan membantu mencegah
pembentukan hematoma atau seroma. Balutan
ringan yang terdiri dari Telfa dan Hypafix
(Hy-Tape Corporation, Yonkers, NY) dapat
ditempatkan di atas donor tersebut. Donor
ditutup dengan pembalut tekanan 24 jam.1,11,12
Setelah pembalut tekanan dibuka,
dokter harus mengikuti instruksi perawatan
luka dengan hati-hati. Satu metode adalah
untuk membersihkan dengan hati-hati donor
dan daerah sekitar penekan langsung dengan
hidrogen peroksida diikuti dengan aplikasi
salep antibiotik atau petrolatum (Vaseline)
dua kali sehari. Penekan tidak diganggu sampai
jahitan diangkat dalam 1 pekan.1,3,9 Tahap
penyembuhan Skin grafts terdiri atas 3 tahap
(Tabel 3).13
Donor ideal adalah warna pink ketika
penekan diangkat. Warna donor tersebut
Gambar 4. Full-Thickness Skin Graft Dirapikan mungkin bervariasi, dari merah muda atau
dengan Gunting untuk Menyesuaikan Ukuran (A); merah ke biru gelap atau ungu, tergantung
1
Jahitan Simpel Linear pada Daerah Donor (B). pada tingkat revaskularisasi donor. Pasien
harus diperingatkan tentang perubahan warna
Jahitan tergantung pada ukuran donor sebelumnya, sehingga mereka tidak akan
tersebut, benang ukuran 4-0, 5-0 atau 6-0 terkejut. Sebuah tanda kebiruan mungkin
absorbable atau nonabsorbable dapat merupakan tanda echymosis kegagalan
ditempatkan pada ujung yang berlawanan cangkok. Sebuah tanda nekrosis donor hitam
dengan pinggiran donor (misalnya di jam 3, 6, 9 dan tidak diinginkan. Ada kemungkinan bahwa
dan 12). Sebuah jahitan sederhana, seluruh permukaan epidermis dapat menjadi
menggunakan benang kromik ukuran 6-0 hitam dan nekrotik, dan kemudian mengelupas
(Gambar 5A-F), kemudian ditempatkan di tanpa mempengaruhi bagian dermis donor
sekeliling donor tersebut. Perawatan yang baik tersebut, re-epitelialisasi dapat terjadi dari
penting untuk mencapai penyembuhan luka struktur adneksa dan ujung epitel, dengan hasil
sempurna. Kontak maksimal antara donor dan kosmetik baik. Oleh karena itu, eschars tidak
daerah resipien sangat penting. Jahitan boleh didebridemen, karena mereka dapat
sederhana menggunakan benang kromik berfungsi sebagai perban alami, dimana
ukuran 6-0 dapat ditempatkan di bagian penyembuhan akan mengakami kemajuan.
tengah untuk menstabilkan donor tersebut, Setelah jahitan diangkat, pembersihan hati-hati
terutama untuk donor besar untuk dengan hidrogen peroksida dianjurkan, diikuti
memberikan dukungan tambahan terhadap oleh lapisan tipis Vaseline atau salep
gerakan, serta untuk donor yang ditempatkan antibiotik. Pasien harus diingatkan bahwa
pada permukaan cekung di mana tenting dari pasokan vaskular donor tersebut masih rapuh
donor tersebut mungkin dapat terjadi.1,9 selama beberapa pekan. Untuk alasan ini,
Imobilisasi donor di atas permukaan trauma, seperti mandi air langsung ke daerah
resipien dapat dimaksimalkan dengan tersebut, dan aktivitas yang berlebihan harus
penggunaan pembalut tekanan, untuk dihindari untuk 1 sampai 2 pekan kemudian.1,3,9
memastikan kontak langsung antara donor dan
permukaan resipien. Penekan dapat terdiri dari

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 85


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

A B

C D

E F

Gambar 5. Full-Thickness Skin Grarft Disesuaikan dengan Daerah Resipien (A); Dilakukan Deep Basting
Sutures (B); Skin grafts Dijahit Lengkap pada Resipien (C); Crossover Bolster Sutures (D); Xeroform Diletakkan
9
untuk Menekan Donor (E); Telfa Dilapisan Atas dan Tie-Over Bolster Sutures untuk Imobilisasi (F).

13
Tabel 3. Tahap, Proses, Tanda dan Durasi Penyembuhan Skin grafts.
Tahap Proses Skin grafts Durasi
Imbibition Ischemic period nutrisi melalui warna gelap, 24-48 jam
osmosis (bantalan meningkatkan edematos
osmosis)
Inosculation Anastomosis pembuluh darah yang Pink 48-72 jam
ada. (hingga 10 hari)
Neovascularization Pertumbuhan kapiler baru ke graft dari Hipopigmentasi, 6-7 hari
dasar luka sedikit edem

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 86


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

Komplikasi FTSG dapat dibagi menjadi sebelum FTSG bahwa hasil penyembuhan
masalah jangka pendek kegagalan donor dan memerlukan waktu berbulan-bulan untuk
masalah fungsional dan kosmetik jangka mencapai hasil natural. Konseling pra operasi
panjang. masalah jangka pendek meliputi dapat membantu untuk meringankan
infeksi, hematoma, seroma, dan pergeseran kekhawatiran tentang penampilan kosmetik
berlebihan donor di atas permukaan resipien. donor selama pekan pertama setelah penekan
Infeksi setelah Skin grafts defek wajah, diangkat. Make-up dapat diterapkan 3-4 pekan
khususnya, tidak sering ditemukan, dan setelah penempatan cangkok. Penting untuk
antibiotik oral tidak secara rutin diberikan dicatat bahwa FTSG sering terdepresi selama 2-
paskaoperasi. Namun demikian, penting untuk 4 pekan pertama. Depresi ini akan pulih sendiri
bersikap hati-hati menangani jaringan dalam waktu 4-6 pekan. Meskipun pemilihan
intraoperatif, dan harus meminimalkan lokasi donor yang cermat akan meminimalkan
kematian jaringan akibat elektrokauter, untuk warna, tekstur, dan kontur defek yang dapat
meminimalkan risiko infeksi. antibiotik terjadi, kepuasan pasien dan dokter dengan
profilaksis oral yang mencakup spesies hasil kosmetik mungkin tidak tercapai.
Staphylococcus dan Streptococcus mungkin Menunda pencangkokan kulit untuk 7-14 hari
membantu pada pasien tertentu, terutama jika kehilangan jaringan yang dalam, seperti di
pasien dengan diabetes mellitus, imunosupresi, ujung hidung, dapat memungkinkan jaringan
atau waktu intraoperatif lama.1,3 Kegagalan granulasi mengisi cacat sehingga akhirnya
Skin grafts dapat karena:13 sebuah kontur yang lebih baik dapat dicapai.
1. Kekurangan asupan nutrisi dan darah: Spot dermabrasion atau laser resurfacing dapat
penggunaan nikotin, defisiensi nutrisi, dilakukan setelah 6 pekan sampai 6 bulan
collagen vascular disease. untuk memperbaiki perbedaan elevasi antara
2. Kontak graft dengan dasar luka buruk: Skin grafts dan kulit sekitarnya, serta untuk
pergerakan graft berlebihan (aktifitas, meningkatkan kesesuaian warna dan tekstur.
trauma, kurang imobilisasi), Hiperpigmentasi dari donor tersebut dapat
hematoma, seroma. diobati dengan terapi singkat hydroquinone
3. Infeksi: imunosupressi, diabetes, topikal dan/atau tretinoin.1,14,15
penyakit sistemik, perawatan luka yang
buruk. Ringkasan
4. Teknik dokter: defatting tidak Skin grafts adalah tindakan
sempurna, tegangan terlalu tinggi memindahkan bagian dari kulit yang telah
karena ukuran tidak sesuai. dipisahkan dari tempat suplai darah lokalnya
Hematoma dan pembentukan seroma ke lokasi lain. Full-thickness skin grafts dapat
dapat dihindari dengan hemostasis cermat untuk memperbaiki kerusakan, sepanjang
intraoperatif, pembalut tekanan, dan bagian resipien memiliki suplai vaskular untuk
perawatan hati-hati paska operasi. Pasien mempromosikan pertumbuhan kembali
dianjurkan menghindari aspirin selama 10 hari kapiler, dan fibroblas menghasilkan kolagen
sebelum operasi, obat anti-inflamasi non- untuk perlekatan donor. Pemilihan daerah
steroid selama 5 hari sebelum operasi, dan donor untuk FTSG tergantung warna, tekstur,
alkohol untuk 2 hari sebelumnya dan 2 hari ketebalan, & kualitas sebasea. Full-thickness
setelah operasi. Warfarin dapat dihentikan 2 skin grafts harus dilakukan dengan hati-hati,
hari sebelum operasi dan dilanjutkan beberapa mulai dari pembuatan cetakan hingga
hari setelah operasi berdasarkan rekomendasi perawatan paska operasi. Komplikasi FTSG
dari internis pasien atau kardiolog. Pasien mencakup masalah jangka panjang dan
disarankan untuk tidak melakukan kegiatan pendek.
berat, mengangkat berat minimal 1-2 pekan
setelah operasi. Tindakan terakhir membantu Simpulan
menghambat pergerakan donor dan Full-thickness skin grafts adalah salah
meminimalkan gangguan asupan ke donor dari satu tipe teknik skin grafts yang dapat
permukaan resipien.1,3 diterapkan untuk menangani kasus kulit yang
Komplikasi jangka panjang FTSG terdiri sulit diatasi dengan cara flap. Pemahaman
dari masalah kosmetik dan fungsional. Hal ini mengenai FTSG secara keseluruhan, baik
penting untuk menekankan kepada pasien indikasi, kontraindikasi, persiapan pra operasi,

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 87


Hendra Tarigan Sibero | Full-Thickness Skin Grafts

pemilihan daerah donor, teknik melakukan 8. Goldminz D, Bennett RG. Cigarette smoking
tindakan, perawatan paska operasi, dan and flap and full-thickness graft necrosis.
komplikasi paska operasi adalah hal penting Arch Dermatol. 1991; 127(7):1012-5.
untuk mendapatkan hasil yang baik. 9. Adams DC, Ramsey ML. Grafts in
dermatologic surgery: review and update
Daftar Pustaka on full- and split-thickness skin grafts, free
1. Ratner D. Grafts. Dalam: Bolognia JL, cartilage grafts, and composite grafts.
Jorizzo JL, Rapini RP, editor. Dermatology Dermatol Surg. 2005; 31(8 Pt 2):1055-67.
volume 2. Edisi ke-2. Philadelphia: Elsevier 10. Robinson JK, Dillig G. The advantages of
Limited; 2008. delayed nasal full-thickness skin grafting
2. Robinson JK. Excisional surgey and repair, after mohs micrographic surgery. Dermatol
including flaps and grafts. Dalam: Wolff K, Surg. 2002; 28(9):845-51.
Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller 11. Adams DC, Ramsey ML, Marks VJ. The
AS, Leffell DJ, editor. Fitzpatrics running bolster suture for full-thickness
dermatology in general medicine. Edisi ke- skin grafts. Dermatol Surg. 2004; 30(1):92-
7. New York: McGraw-Hill; 2008. 4.
3. Lawrence CM, Walker NPJ, Telfer NR. 12. Pulvermacker B, Chaouat M, Seroussi D,
Dermatological surgery. Dalam: Burns T, Mimoun M. Tie-over dressing in full-
Breathnach S, Cox N, Griffiths C, editor. thickness skin grafts. Dermatol Surg. 2008;
Rooks textbook of dermatology volume 2. 34(1):40-4.
Edisi ke-7. Massachusetts: Blackwell 13. Mann MW, Berk DR, Popkin DL, Bayliss SJ.
Publishing; 2004. Handbook of dermatology a practical
4. Kirsner RS, Falanga V, Eaglstein WH. The manual. Oxford: Blackwell Publishing;
biology of skin grafts. Arch Dermatol 1993; 2009.
129(4):481-3. 14. Green HA, Burd EE, Nishioka NS, Compton
5. Lane JE, Symington M. Repair of large CC. Skin graft take and healing following
surgical defects with a donor skin-sparing 193-nm excimer, continuous-wave carbon
full-thickness skin graft. Dermatol Surg. dioxide (co2), pulsed co2, or pulsed
2009; 35(2):240-4. holmium:yag laser ablation of the graft
6. Jacobs MA, Christenson LJ, Weaver AL, bed. Arch Dermatol. 1993; 129(8):979-88.
Appert DL, Phillips PK, Roenigk RK, et al. 15. Otley CC, Gayner SM, Ahmed I, Moore EJ,
Clinical outcomes of cutaneus flaps versus Roenigk RK, Sherris DA. Preoperative and
full-thickness skin grafts after mohs surgery postoperative topical tretinoin on high-
on the nose. Dermatol Surg. 2010; tension excisional wounds and full-
36(1):23-30. thickness skin grafts in a porne model: a
7. Weng AA, Natarajan S, Velangi S, Langtry pilot study. Dermatol Surg. 1999;
JAA. Preoperative monitoring of warfarin in 25(9):716-21.
cutaneus surgery. Brit J Dermatol. 2003;
149(2):386-9.

Juke Unila | Volume 5 | Nomor 9| Maret 2015 88