Anda di halaman 1dari 27

PENGERTIAN

Globalisasi berasal dari kata globe yang berarti dunia. Secara harfiah globalisasi bisa
diartikan proses mendunia. Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya merupakan proses
sosialisasi & pertukaran budaya antar bangsa yang melintasi batas Negara.
Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli:
Pengertian Globalisasi menurut Selo Soemardjan
Globalisasi adalah sebuah suatu proses terbentuknya sistem komunikasi dan organisasi antar
masyarakat yang ada diseluruh dunia. Adapun tujuan globalisasi untuk mengikuti kaidah-kaidah
dan sistem tertentu seperti PBB dan OKI.
Pengertian Globalisasi menurut Achmad Suparman
Globalisasi adalah suatu proses untuk menjadikan benda atau perilaku sebagai penanda atau
ciri-ciri dan setiap individu dalam dunia ini tanpa dibatasi oleh suatu wilayah.
Pengertian Globalisasi menurut Thomas L. Friedman
Globalisasi mempunyai dimensi teknologi dan ideologi. Dalam dimensi teknologi berupa
teknologi informasi yang sudah menyatukan dunia, dan Dimensi Ideologi berupa pasar bebas dan
kapitalisme.
Pengertian Globalisasi menurut Malcom Waters.
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang memiliki akibat karena pembatasan geografisa
pada kondisi sosial budaya sudah tidak atau kurang penting lagi dan tidak menjadi dalam
kesadaran orang.
Pengertian globalisasi menurut Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan
Globalisasi adalah suatu proses yang mencakup kasus, penyebab dan konsekuensi dari
perpaduan transkultural dan transnasional pada kegiatan yang dilakukan oleh manusia dan
kegiatan yang dilakukan oleh mesin.
Pengertian Globalisasi menurut Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan dalam menyatukan masyarakat
yang sebelumnya terpencar-pencar dan tertutup dalam saling kebergantungan dan adanya
persatuan dunia.
Pengertian Globalisasi menurut Anthony Giddens
Globalisasi adalah intensifikasi hubungan masyarakat di seluruh dunia yang mengaitkan
seluruh daerah sehingga kejadian lokal dapat terbentuk dari peristiwa yang terjadi bermil-mil
jaraknya dan sebaliknya.
Pengertian Globalisasi menurut Martin Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses dimana penduduk dunia akan terhubung dalam sebuah
komunitas global dan dunia tunggal.
Pengertian Globalisasi menurut Princeton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang cepat atas keterhubungan dan ketergantungan antara
negara-negara yang ada di dunia dalam hal keuangan dan perdagangan.
Pengertian Globalisasi menurut Laurence E Rothenberg
Globalisasi adalah sebuah percepatan dan intensifikasi dalam interaksi dan perpaduan antara
perusahaan, pemerintah dan orang-orang dari negara yang berbeda.
Pengertian globalisasi menurut Scholte
Globalisasi adalah suatu proses meningkatnya jalinan internasional. Dalam hal ini semua
negara mempertahankan identitas kenegarannya, namun tetap bergantung pada antara satu
dengan yang lainnya.
Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara,
misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material
maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi
pengalaman seluruh dunia.
Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin
menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat
definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih
mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki
status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
DAMPAK GLOBALISASI
1. Dampak jangka pendek, yaitu;
Dampak negatif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak buruk yang dapat
dihindari sebelum itu terjadi.
Dampak positif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak positif/baik yang dapat
diperkirakan sebelum itu terjadi.
2. Dampak jangka panjang, yaitu;
Dampak negatif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak buruk yang tidak
diperkirakan dan tidak dapat dihindari sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari
setelah efek buruknya terjadi
Dampak positif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak positif/baik yang
tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari setelah
menguntungkan peradaban.
Dampak negatif globalisasi untuk waktu sekarang antara lain:
Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) sehingga kegiatan gotong
royong dan kebersamaan dalam masyarakat mulai ditinggalkan.
Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu
berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan,
kedudukan social atau jabatan. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara
golongan kaya dan miskin semakin lebar.
Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan
mengabaikan nilai-nilai agama.
Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam
masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
Informasi yang tidak tersaring
Perilaku konsumtif
Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
kualitas alam sekitar yang semakin merosot sebagai akibat terlalu mementingkan faktor
keuntungan.
Pembangunan yang tidak seimbang dan jurang perbezaan ekonomi yang semakin melebar
antara kawasan-kawasan di sesebuah negara dan antara sektor-sektor ekonomi.
Pengabaian keperluan asas hidup di kalangan rakyat termiskin di banyak negara
terutamanya negara-negara Selatan.
Modal jangka pendek yang keluar masuk pasaran seperti kilat sebagai akibat amalan baru
yang menjadikan wang sendiri sebagai komoditi keuntungan.
Pengangguran yang semakin memburuk dan jurang perbezaan pendapatan yang semakin
melebar di negara-negara Utara sendiri.
Kecenderungan ke arah pembentukan suatu budaya global yang homogen menerusi
peranan yang dimainkan oleh perbadanan transnasional dan media komunikasi global.
Penyebaran budaya pop Amerika yang menyegarkan pancaindera dan mematikan roh.
Kecenderungan pusat-pusat pengajian tinggi untuk memberi keutamaan kepada kursus-
kursus ilmu pengurusan dan teknik dengan mengabaikan kursus-kursus ilmu
kemanusiaan dan kemasyarakatan.
Pembanjiran maklumat yang tidak berguna.
Pengantarabangsaan jenayah yang menyukarkan jenayah dibendung.
Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa
melalui media massa seperti tayangan-tayangan film yang mengandung unsur pornografi
yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-
situs pornografi di internet.
Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa
para wisatawan asing. Misalnya, perilaku seks bebas
Sedangkan dampak positif globalisasi antara lain:
Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
Mudah melakukan komunikasi
Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
Mudah melakukan komunikasi
Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
Memacu untuk meningkatkan kualitas diriMudah memenuhi kebutuhan
peranan pelaburan asing (FDI) dalam mewujudkan pekerjaan dan mengurangkan
kemiskinan di sebilangan negara.
peningkatan mobiliti sosial pengukuhan kelas menengah.
Komunikasi yang jauh lebih mudah dan juga murah.
peluang yang lebih luas untuk menzahirkan simpati dan rasa keperimanusiaan mereka
terhadap mangsa-mangsa berbagai jenis bencana alam dan tragedi buatan manusia di
seluruh dunia.
penonjolan idea-idea dan amalan pemerintahan yang baik seperti pertanggungjawaban
awam peraturan undang-undang dan hak-hak asasi manusia.
peluang yang lebih luas untuk mendapatkan maklumat dan menyebarkan ilmu
pengetahuan melalui teknologi baru komunikasi dan maklumat.
penonjolan hak-hak asasi wanita.
peluang yang lebih luas untuk manusia dari berbegai-bagai kumpulan etnik, budaya
agama berinteraksi.
Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
Mudah memenuhi kebutuhan
peranan pelaburan asing (FDI) dalam mewujudkan pekerjaan dan mengurangkan
kemiskinan di sebilangan negara.
peningkatan mobiliti sosial pengukuhan kelas menengah.
Komunikasi yang jauh lebih mudah dan juga murah.
peluang yang lebih luas untuk menzahirkan simpati dan rasa keperimanusiaan mereka
terhadap mangsa-mangsa berbagai jenis bencana alam dan tragedi buatan manusia di
seluruh dunia.
penonjolan idea-idea dan amalan pemerintahan yang baik seperti pertanggungjawaban
awam peraturan undang-undang dan hak-hak asasi manusia.
peluang yang lebih luas untuk mendapatkan maklumat dan menyebarkan ilmu
pengetahuan melalui teknologi baru komunikasi dan maklumat
penonjolan hak-hak asasi wanita.
peluang yang lebih luas untuk manusia dari berbegai-bagai kumpulan etnik, budaya
agama berinteraksi.
Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang
memudahkan kehidupan manusia.
Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan
efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih
efisien dan berkesinambungan.
Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa
Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain.

Dampak Positif Kebudayaan Barat

Pola pikir dan sikap masyarakat yang berubah seiringnya dengan globalisasi dan modernisasi
yang berkembang di Barat. Mengubah masyarakat menjadi berpikir rasional yang sebelumnya
berpikir irasional. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat yang memberikan
kemudahan bagi masyarakat sekaligus memotivasi masyarakat untuk maju dalam segala hal di
kehidupan bermasyarakat. Perkembangan industri barat dalam memproduksi berbagai alat
transportasi dan komunikasi yang canggih yang meningkatkan taraf hifup masyarakat dan
mengurangi pengangguran.

Dampak Negatif Kebudayaan Barat

Banyaknya produk impor yang menjadikan produk dalam negeri terpinggirkan. Adanya
kesenjangan sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat
masyarakat menjadi individu atau sudah tidak lagi butuh pertolongan antar masyarakat. Hal ini
memacu adanya individualisme. Berkembangnya gaya hidup ke barat-baratan, menjadikan hidup
bebas. Hal ini yang menyebabkan sudah hilangnya moral atau perilaku yang baik dalam
kehidupan bermasyarakat, dan malah menjadikan masyarakat menganut gaya hidup hedonis.
Mengatasi dampak pengaruh kebudayan asing dibutuhkan dukungan pemerintah dan tokoh
masyarakat serta masyarakat itu sendiri untuk mengendalikan kondisi moral agar teteap berada
pada nilai leluhur bangsa Indonesia

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial dan Budaya


Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia.
Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film
dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD. Dampak positif globalisasi di bidang
sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan
mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang
lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa generasi muda yang tidak siap akan adanya
informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti
adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain. Dengan
adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan orang lain
sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi di antaranya adalah informasi
yang dapat diperoleh secara mudah, cepat, dan lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan
dan wawasan manusia menjadi lebih luas. Akan tetapi dengan adanya arus globalisasi kadang-
kadang tidak disertai penyaringan. Semua informasi diterima apa adanya. Hal itu berakibat pada
perubahan pola hidup, pola pikir, dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma
kebudayaan bangsa Indonesia. Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak
negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu
memengaruhi pola bertindak dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya
membaca di kalangan pelajar, mereka lebih suka melihat televisi yang memperlihatkan tontonan
yang mengandung unsur kekerasan yang kemudian mereka tiru.
Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
Dampak positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan
inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-
produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif dan produktif.
Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan
generasi muda. Sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan zaman karena sudah terbiasa
menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa membuatnya. Globalisasi dan liberalisme
pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin
melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara
miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang
terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir
orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter
Internasional, WTO
Dampak Globalisasi di Bidang Budaya dan Politik
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para
pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk
mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan
kebebasan ).
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME DI KALANGAN
GENERASI MUDA
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda.
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah
membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini
ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda
sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang
cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang
memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut
jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat
beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi
identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan
pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat
diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-
hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika
tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang
menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet
saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi
tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan
cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut
kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya
adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu
ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa
jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis
antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada
rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi
muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa
nasionalisme?
1. Dampak positif :
Dampak Positif di Sektor Politik
Banyaknya partai politik dan meningkatnya kesadaran berpolitik oleh masyarakat.
Terjadinya suatu pergantian dari beberapa instansi negara. Seperti lahirnya MK, DPD dan
lain-lain di Indonesia.
Terjadinya pergantian sistem ketatanegaraan di berbagai negara.
Dampak Positif di Sektor Ekonomi
Menjalankan ekonomi kerakyatan seperti yang telah diamanatkan oleh Pancasila yaitu
sila keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia dan pasal 33 UUD 1945.
Meningkatkan volume ekspor untuk hasil produksi industrik kecil dan besar serta hasil
kerajinan rakyat.
Suku bunga bank yang rendah.
Membuka lapangan kerja yang memiliki keterampilan kerja.
Mendorong terjadinya percepatan perkembangan ekonomi nasional.
Memudahkan sistem pembangunan industri.
Rakyat secara mudah memperoleh barang konsumtif yang diperlukan.
Dampak Positif di Sektor Sosial Budaya
Semakin pesatnya perubahan teknologi dan informasi.
Terjadinya pergeseran nilai kehidupan yang ada di masyarakat.
Dampak Positif di Sektor HankaM
Dibutuhkan pasukan bersenjata untuk keperluan perdamaian negara-negara yang sedang
bergejolak.
Terjadinya hubungan kerja keamanan dan pertahanan.
2. Dampak negatif Globalisasi
Dampak Negatif di Sektor Politik
Berkembangnya kebiasaan dalam melakukan money politik pada kehidupan masyarakat.
Munculnya sikap arogansi dalam berpolitik.
Dampak negatif di Sektor ekonomi
Munculnya kebijaksanaan pemerintah yang tak menguntungkan petani
Matinya usaha kecil yang tidak bisa bersaing.
Dampak Negatif di Sektor Sosial Budaya
Semakin terjadi peningkatan budaya kekerasan yang akan berlangsung pada kehidupan
masyarakat.
Hilangnya rasa kebersamaan yang menjadikan kehidupan masyarakat bersifat
individualis.
Semakin mudahnya memperoleh beberapa barang ilegal seperti nar*koba dan
por*nografi.
Susahnya mengontrol dan menyeleksi masuknya budaya asing yang tak cocok atau
sesuai dengan kebudayaan bangsa indonesia.
Dampak Negatif di Sektor Hankam
Masyarakat dan bangsa Indonesia perlu menyiapkan diri supaya dapat memenangkan
arus globalisasi ini. Maksudnya yaitu untuk dapat memperoleh beberapa sisi positif dari
globalisasi dan bisa menghindari diri dari segala aspek negatif globalisasi.
Ada campur tangan dari pihak asing untuk membentuk keputusan di Indonesia.
Terjadinya sebuah pelanggaran teritorial negara republik Indonesia.
Terdapat tanda-tanda disintegrasi bangsa yang akan membahayakan persatuan dan
kesatuan bangsa serta negara kesatuan republik Indonesia.
Munculnya beberapa gerakan separatisme
1. Pengaruh Globalisasi di sektor Kehidupan
Pengaruh globalisasi dibidang ekonomi.
Adanya pasar bebas dimana segala produk yang ada di suatu negara akan dijual secara
bebas ke negara lain tanpa adanya pajak sehingga banyak produk-produk asing yang akan
masuk dalam negara kita.
Globalisasi perekonomian merupakan salah satu proses ekonomi dan perdagangan,
dimana semua negara di dunia menjadi satu kemampuan pasar yang semakin terpadu
dengan tidak ada lagi halangan batas wilayah negara. Globalisasi perekonomian
mengharuskan adanya suatu penghilangan semua batasan dan kendala pada arus modal,
layanan dan barang.
Ketika globalisasi ekonomi itu berlansung maka batas-batas satu negara akan bakal
menjadi samar-samar serta adanya keterikatan pada ekonomi nasional dengan
perekonomian internasional yang bakal semakin erat. Globalisasi perekonomian pada
satu pihak bakal akan membuka kesempatan pada produk yang berasal dari dalam negeri
mengarah ke pasar internasional secara kompetitif. Kemudian sebaliknya juga dapat
membuka kesempatan masuknya produk-produk global pada pasar domestik.
Munculnya globalisasi ekonomi itu ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas
geografis dari kegiatan pasar atau ekonomi dengan cara regional dan nasional. Dengan
hal tersebut, akan banyak negara yang mengikut serta untuk menjadi satu sistem global
atau mendunia untuk mengikuti kemampuan pasar global sampai tidak ada konsisi yang
berasal dari pemerintah.
Globalisasi ekonomi merupakan perpaduan ekonomi nasional banyak bangsa menjadi
satu sistem ekonomi global. Semua segi perekonomian, bahan mentah, supply keinginan,
tenaga kerja keuangan, distribusi aktivitas pemasaran dan transportasi akan menyatu dan
berpadu serta tersambung menjadi jalinan yang sama-sama memiliki ketergantungan
yang bertaraf internasional.
Pengaruh globalisasi di bidang politik
Semakin besarnya pengaruh sistem demokrasi dalam masyarakat sehingga dapat berturut
aktif dalam mengadakan kehidupan bersama, menghargai hak dan kewajibab, dan
menghormati hak asasi manusia.
Globalisasi akan mempengaruhi pelaksanaan kekuasaan, kedaulatan negara, organisasi
internasional dan hubungan internasional. Termasuk juga yang didalamnya yakni
perbatasan dari antara negara tetangga atau bentuk beberapa perihal atau kesepakatan
hubungan internasional. Seperti hubungan indonesia dan malaysia yang pada awalnya
menjalin persahabatan, kemudian berselisih hanya karena permasalahan TKI ilegal,
lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan dari wilayah indonesia yang menjadi wilayah
kekuasaan malaysia dan penyelundupan kayu logging yang berasal dari Malaysia.
Pengaruh globalisasi di bidang budaya.
Semakin besarnya pengaruh kebudayaan asing yang sudah menyentuh dalam setiap
lapisan masyarakat dan semua orang, seperti adanya perubahan pola perilaku dengan cara
berpakaian dan berbahasa karena pengaruh musik dan film yang ada dinegara lain,
semisal korea.
Globalisasi telah mempengaruhi semua dimensi yang ada pada masyarakat, termasuk
salah satunya yaitu budaya. Kebudayaan dapat kita simpulkan menjadi nilai-nilai atau
values yang telah diyakini oleh banyak orang maupun persepsi yang dimiliki oleh warga
masyarakat terhadap berbagai macam hal.
Dampak globalisasi pada budaya begitu menyeluruh yang diantaranya yaitu baju.
Informasi yang berasal dari media massa saja dapat kita buka oleh siapapun yang pada
akhirnya bisa membawa perubahan tata busana yang berkembang dimana awalnya masih
berdasarkan nilai-nilai budaya itu sendiri yang sekarang ini semakin beralih mengarah ke
barat-baratan. Tata busana yakni salah satu contoh globalisasi yang menjadi bagian dari
sosial budaya. Adapun contoh yang lainnya yaitu budaya bicara, berfikir dan
konsumerisasi.
Dengan beragamnya kondisi seperti itu maka diakui atau tidak bahwa pada masa
globalisasi ini terdapat fakta yang tidak dapat kita sangkal yakni ada pertarungan antara
peradaban atau pertarungan antar budaya timur dengan barat. Kelihatannya, yang menjadi
pemenang dari pertarungan tersebut dimenangkan oleh budaya barat. Hal semacam ini
bisa kita lihat dari banyaknya tanda-tanda yang menggandrungi budaya import yang
berasal dari barat.
Pengaruh globalisasi di bidang social
Lahirnya sebuah kesadaran global dimana manusia selalu merasa menggantungkan diri
dan saling membutuhkan.
Pengaruh globalisasi di bidang ekologi
Semakin meningkatnya kebutuhan pada manusia pada sumberdaya alam sehingga terus
melakukan eksploitasi secara berlebihan.
Pengaruh Globalisasi di sektor hukum
Globalisasi telah meningkatkan interdependensi antar negara dimana salah satunya
mempunyai bentuk yakni berlakunya beberapa standard baku internasiona dari beberapa
bagian kehidupan, melemahnya ikatan nasional, etnosentrisme, dan primordial yang
lantas berpengaruh pada sektor hukum. Indonesia tidak terlepas dari pengaruh globalisasi
hukum. Pada fenomena ini terlihat dari adanya kecenderungan pergantian sektor hukum
yang telah dipengaruhi oleh globalisasi yakni diratifikasinya sebagian piranti konvensi
hukum internasional yang menjadi hukum nasional indonesia.
Pengaruh Globalisasi di Sektor Agama dan Kepercayaan
Pada sistem globalisasi yang berdimensi secara global dapat menyentuh kebiasaan
beragama yang mempunyai kekuatan nilai, norma serta arti yang memberikan dasar
norma untuk kehidupan dari masyarakat. Akan tetapi, akibat dari perubahan teknologi
komunikasi dan informasi dapat menyebabkan terjadinya suatu pergeseran agama,
budaya dan nilai. Pengaruh negatif yang memang mungkin saja berlangsung dapat
membuat orang-orang mencari suatu alternatif spritual lain untuk memperoleh makna
hidup yang sebenarnya.
Pengaruh Globalisasi di Sektor Komunikasi dan Informasi
Komunikasi dan informasi yang telah disupport adanya pemanfaatan teknologi yang
dapat dikerjakan secara efisien dan gampang. Pada teknologi komunikasi dan informasi
telah memberikan efektivitas dan efisiensi yang sangat begitu bermakna untuk kehidupan
umat manusia. Beberapa media massa seperti berita, film, surat, tv dan radio sekarang ini
telah disupport teknologi yang mutakhir dimana dapat menangani jarak untuk penerima
dan pengiriman pesan.
Media Massa itu dapat digunakan dalam melakukan komunikasi antar warga dan
menciptakan saling pengertian serta kerjasama antar bangsa. Pada fenomena tersebut
telah memperlihatkan bahwa kalau teknologi komunikasi lewat media massa bisa
mempengaruhi pola fikir dari setiap masyarakat dan individu.
Bagi Bangsa Asia, Masuknya Budaya Barat dapat menyebabkan:
1. Cultur Shock
Biasanya ditandai dengan perubahan budaya maupun kebiasaan dalam masyarakat. Norma
masyarakat yang sebelumnya menjadi pedoman bagi seseorang bertindak perlahan-lahan
berubah menjadi longgar.Misalnya kebiasaan memberikan salam dan mencium tangan pada
orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda.
Pudarnya budaya atau kebiasaan pada masyarakat seperti memberikan salam dan mencium
tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda sebagian besar disebabkan oleh
masuknya budaya Barat.
Memberi salam atau mencium tangan orang tua sudah tergantikan oleh Cipika-Cipiki yang
diperkenalkan budaya Barat. Padahal ini tidak sesuai dengan Bangsa Timur yang lebih
mengedepankan etika dalam bermasyarakat. Terlebih dalam Agama Islam Cipika-Cipiki
dianggap dosa bila dengan lawan jenis.
2. Sikap Meniru
a. Meniru perilaku yang buruk
Banyak sekali adegan dalam film Barat yang tidak sepatutnya dicontoh oleh kaum muda.
Misalnya perkelahian antarpelajar dan pelajar yag terintimidasi dalam sekolah.
b. Meniru Idola
Seseorang yang mengidolakan suatu tokoh, pasti ingin sama persis menjadi seperti idolanya,
setidaknya dalam hal bergaya atau berpakaian. Kita ambil contoh, siapa yang tak kenal Lady
Gaga? Ia adalah salah satu dari banyak contoh penyanyi papan atas dari luar negri yang banyak
dikagumi. Tak sedikit kaum muda yang mengidolakannya dan mengikuti gaya serta
penampilannya. Cara berpakaian yang tak lazim bahkan mungkin dapat dikatakan gila serta
lirik lagunya yang satanic. Tapi semua itu seolah tak berarti, dan tetap diikuti.
3. Style dari Bangsa Barat.
Barat yang identik dengan liberalisme, sangat bebas dalam berpakaian. Dan karena trend
pakaian dunia berkiblat pada bangsa Barat, maka style/cara berpakaian bangsa Barat pun
perlahan masuk dalam budaya kita dan berpakaian sangat sexy dengan rok pendek sudah mejadi
hal yang lumrah.
4. Cultur lag (Kesenjangan Budaya)
Cultur lag ditandai dengan kebiasaan anggota masyarakat melanggar aturan atau hukum. Hal
yang tidak biasa dalam masyarakat kini telah menjadi lazim untuk dilakukan. Hal ini akibat
kebebasan yang diajarkan budaya Barat sehingga dirasa terlalu bebas tanpa disertai tanggung
jawab.
5. Sekularisme/Sekulerisme
Merupakan Ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari
agama atau kepercayaan. Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya di
anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa
sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan
keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi kegamaan tetap penting
di dalam sebagian dari negara-negara ini.
Meningkatnya pengaruh sekularisme menyebabkan menurunnya pengaruh agama di
dalam Negara. Orang-orang akan mulai beralih kepada ilmu pengetahuan dan rasionalisme dan
menjauh dari agama dan takhayul.
Selain Masuknya Budaya Barat yang menjadi akar dari semua dampak negatif Globalisasi
bidang sosial budaya, ada unsur lain yang ikut berperan dalam hal ini yaitu Kemajuan
IPTEK. Kemajuan IPTEK adalah dampak positif dari globalisasi dalam bidang Teknologi,
namun ini sedikit banyak membawa dampak negatif bidang Sosial Budaya yang diantaranya:
Gaya hidup yang mewah
Suatu gaya hidup yang mengedepankan merk dari barang-barang yang dikonsumsinya.
Segala sesuatunya haruslah mewah denga harga yang menakjubkan.
Individualistis
Dulu sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun
mengobrol. Namun dizaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet,
bahkan kita bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar dari
individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. Hal ini akan sangat fatal
karena menciptakan seseorang dengan sikap yang tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.
Pragmatisme
Pragmatisme adalah sikap yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri
sendiri. Padahal menolong tanpa pamrih adalah pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi
semakin majunya jaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan tolong-
menolong. Individu lebih mengarahkan pada kegiatan yang menguntungkan saja.
Matrealisme
Suatu paham yang menilai segala sesuatunya dengan materi dan selalu berusaha memperkaya
diri dengan materi berlebih. Gaya hidup seperti ini sepatutnya dihindari karena tidak semua
barang dapat dinilai secara materi.
Hedonisme
Hedonisme menjiwai para pengusaha lokal yang hidup di beberapa negara miskin. Mereka
meraih keuntungan yang banyak dengan cara menggali sumber daya alam tanpa batas. Tangan-
tangan merekalah yang telah menggunduli hutan, mengotori sungai, mencemari ekosistem laut,
dan penebar racun di udara. Para pengusaha lokal tersebut memperkaya diri mereka demi sebuah
kesenangan hidup. Padahal secara tidak langsung, mereka telah menghancurkan keseimbangan
alam dan menghilangkan mata pencaharian bagi orang-orang yang bergantung pada alam.
Permisif
Suatu paham yang membiarkan sesuatu hal yang dianggap tabu untuk diperlihatkan. Contoh
dari pemahaman ini adalah Bangsa Barat yang mengajarkan untuk bertelanjang dada untuk pria
bahkan sebagian wanita Barat yang ekstrem ikut bertelanjang dada. Sikap permisif tersebut
berangsur-angsur mulai tumbuh dikalangan kaum pria. Tapi untuk kaum wanita kebanyakan
tentunya tidak melakukan hal demikian. Terlebih aturan beberapa negara terutama bangsa Timur
yang sangat membatasi.
Konsumerisme
Konsumerisme merupakan paham atau aliran atau ideologi dimana seseorang atau kelompok
melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang barang hasil produksi
secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Dan inilah hal yang
paling sering terjadi seperti berbelanja pakaian terlalu banyak. Padahal pakaian tersebut tidak
semuanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap yang Serba Instant
Era Globalisasi membuat mudah segala sesuatunya. Ingin makan mie, cukup menyeduh mie
instant. Ingin makan bubur, cukup menyeduh bubur instant. Ingin makanan dalam waktu singkat,
cukup pesan fast food. Serba instant yang hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Namun
bukan berarti hal tersebut bagus. Sikap yang serba instant akan mengantarkan pada sifat yang
tidak sabaran. Terlebih semua makanan yang instant berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
Malas & Lalai
Seiring berkembangnya zaman, masyarakat beralih dari penggunaan Radio menjadi TV atau
bahkan Internet. Hiburan yang disajikan begitu mengasyikan dan seru hingga membuat kita
menjadi lalai dan malas.Bukan hanya berpengaruh pada kelalaian mengerjakan tugas namun juga
dapat menyebabkan lalai dalam beribadah bahkan cenderung malas.
CARA MENGATASI DAMPAK NEGATIF DARI
GLOBALISASI
1. Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia
Dampak negatif globalisasi merupakan sebuah realita yang mau tak mau harus dihadapi bila
Bangsa Indonesia ingin tetap hidup sebagai bangsa yang berdaulat di dunia.
Cara untuk menghadapi dampak negatif globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik-
baiknya melalui pendidikan. Melalui pendidikan yang optimal, bangsa Indonesia dapat
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dapat bersaing di kancah dunia
Internasional.
2. Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan Moralitaas Masyarakat
Dampak negatif globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi. Karenanya
keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai keimanan dan
moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai-nilai keimanan dan moralitas itulah yang mampu
mengatasi dampak negatif dari globalisasi.
Sebagai kaum Muslim, kita hendaknya menanamkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari.
Kita hendaknya menjalankan syariat Islam. Mengetahui mana yang halal dan haram. Sehingga
kita dapat memilah-milah pengaruh dari luar.
Moralitas bangsa juga harus ditingkatkan. Di dalam dampak negatif globalisasi ini, moralitas
bangsa cenderung menurun kualitasnya. Ini tidak lepas dari tanggung jawab orang tua, guru, dan
pemerintah. Salah satu solusinya adalah melaksanakan pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan.
3. Mendorong dan Mendukung Upaya Memperjuangkan Keadilan Antar Bangsa
Salah satu dampak negatif globalisasi adalah saling berkaitannya antara satu negara dengan
negara lainnya. Baik dalam bentuk kerjasama ataupun persaingan global.
Pemerintah Indonesia harus berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan keadilan dan
keseimbangan antarbangsa. Upaya pemerintah tersebut harus selalu didorong dan didukung oleh
setiap warga negaranya.
Sebagaimana yang kita ketahui, Indonesia merupakan 1 diantara 2 negara yang memberikan
permohonan agar Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza. Ini membuktikan kepedulian
bangsa kita terhadap perdamaian dan peradilan antarbangsa. Maka sebagai warga negara,
hendaknya kita mendukung upaya pemerintah.
4. Mendorong dan Mendukung Negara Maju untuk Memberikan Dana Perbaikan
Lingkungan
Negara maju sangat diuntungkan dengan adanya globalisasi, sebab negara maju banyak yang
memiliki perusahaan transnasional. Perusahaan tersebut biasanya berdiri di berbagai negara
terutama di negara berkembang, termasuk di Indonesia.
Aktifitas perusahaan tersebut membuat lingkungan hidup menjadi rusak oleh pencemaran
limbah atau asap pabriknya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah negara-negara maju
menyisihkan uang guna mendanai upaya-upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup.
Tindakan ini sangat pantas diambil oleh Indonesia, karna buktinya banyak sekali hutan yang
dijadikan perindustrian. Lahan hijau pun semakin sulit ditemukan di saerah perindustrian. Untuk
memulihkan keadaan, Indonesia butuh dana dari perusahaan asing tersebut.
5. Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan, Kesatuan, Serta Nasionalisme
Adanya dampak negatif globalisasi menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara
berkembang yang belum maju dan kuat. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan
semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah dipermainkan
oleh negara-negara maju. Oleh karna itu, semangat dan jiwa persatuan, kesatuan dan
nasionalisme harus terus ditingkatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Bila jiwa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme telah tertanam dengan kuat pada
setiap warga negara Indonesia tidak akan mudah dipermainkan oleh negara-negara yang kuat dan
maju.
6. Melestarikan Adat Istiadad dan Budaya Daerah
Dampak negatif globalisasi juga membuat budaya luar dapat dengan mudah kita ketahui.
Pengetahuan akan budaya luar terkadang membuat masyarakat lebih menyukainya daripada
budaya daerah sendiri.
Menyukai kebudayaan luar adalah hal yang wajar. Namun kita harus tetap melestarikan
kebudayaan kita sendiri. Jangan sampai kebudayaan kita punah begitu saja seiring dengan waktu.
Apalagi kebudayaan itu seenaknya saja diambil oleh bangsa lain.
Walaupun zaman kini telah serba modern, kita harus tetap berpegang teguh kepada adat
istiadat. Apalagi kita sebagai masyarakat Minangkabau, dimana adat basandi syarak, syarak
basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai.
7. Menjaga Keasrian Objek Wisata Dalam negeri
Salah satu ciri-ciri dampak negatif globalisasi adalah perjalanan dan perlancongan antarbangsa
yang semakin meningkat. Indonesia sebagai begara yang kaya akan objek-objek wisata yang
indah hendaknya memanfaatkannya dengan seoptimal mungkin. Salah satu usaha adalah
menjaga keasrian objek wisata tersebut.
Sebenarnya selain Bali, banyak lagi pulau-pulau di Indonesia yang memiliki tempat yang
sangat indah untuk dikunjungi. Namun banyak lokasi yang tidak terjaga keasriannya sehingga
tidak menarik untuk dikunjungi. Maka seharusnya masyarakat selalu menjaga keasrian objek
wisata di daerah masing-masing misal wisata garut dan taman matahari di bogor.
Cara-cara menjaga keasrian objek wisata dalam negeri seperti tidak membuang sampah
sembarangan, tidak mencoret-mencoret tembok, melakukan penghijauan disekitar pegunungan,
tidak membuang sampah ke sungai yang nantinya bermuara ke laut, melestarikan terumbu
karang, dan sebagainya.

1. Cara Mengantisipasi Dampak negatif Globalisasi


Berusaha membuat pemerintahan bersikap demokratis dan transparan.
berusaha senantiasa untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan dan jati diri nasional.
Berusaha menumbuhkan budaya dan sikap hidup global seperti terbuka, optimis,
menghormati karya, kreatif dan mandiri.
Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti
sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi,
sosial budaya bangsa.
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan bangsa kita dapat diserap sehingga akan
memperkaya nilai budaya bangsa kita, sedangkan yang kita tinggalkan untuk itu, hal-hal
yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kesetiaan kita kepada ideologi nasional (Pancasila).
Mengembangkan sikap kekeluargaan dan gotong royong.
Mengenali dan mengembangkan nilai seni budaya.
Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara
mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeriDengan
adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh
globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak
akan kehilangan kepribadian bangsa
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk
dalam negeri.
2. Cara untuk menyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa
dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan
yaitu :
Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran
budaya bangsa
Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing
khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita,
hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya
yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga
pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang
merupakan jati diri bangsa kita
3. Cara-cara untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa adalah sebagai berikut:
Jati diri harus berbasis kepada budaya dan kepribadian bangsa.
Jati diri yang telah tersusun harus berbasis kepada budaya dan kepribadian bangsa Indonesia,
antara lain:
Religius
Naturalis
Terbuka
Demokratis
Integrasi dan Harmoni
Nasionalisme dan Patriotisme
Berkomitmen Terhadap Kebenaran
Jujur dan Adil
Profesional
Ber-IPTEK
Mandiri
Etis dan Moralis
Kepatuhan Kepada Hukum
Berjiwa Kemasyarakatan
Berjiwa Kultural
Berjiwa Seni dan Estetika.
Humanis
Memiliki Loyalitas Terhadap NKRI.
Hubungan antar suku bangsa Indonesia belum harmonis karena masih ada suku bangsa yang
mendominasi suku bangsa lain yang lebih kecil. Globalissi dan keterbukaan saat ini telah
memperkuat paham etnosentrisme danprimordialisme sehingga beberapa suku bangsa di
Indonesia ingin mendirikan negara merdeka baru. Tentu saja keinginan ini mengancam
eksistensi NKRI, yang akhirnya akan memunculkan konflik sosial dengan kekerasan.
Hendaknya semua pihak meyakini bahwa pembangunan jati diri bangsa Indonesia memiliki
tujuan akhir, yaitu memperoleh persatuan dan kesatuan bangsa. Jati diri inilah yang membangun
dan mengembangkan bangsa agar memiliki identitas diri secara komprehensif sebagai pribadi
yang percaya kepada diri sendiri, percaya akan potensi dengan kemampuan sendiri,
mempertahankan harga diri, bersikap terbuka dan moderat.
Memiliki Komitmen Tinggi Untuk Pelestarian Unsur dan Nilai Sosial.
Kita harus menyadari bahwa setiap masyarakat akan menghadapi masalah perubahan sosial
yang selalu terjadi sebagai dampak dari proses-proses sosial, seperti modernisasi dan
industrialisasi
Menurut Anthony Giddens, dampak dari modernisasi ada yang positif dan ada yang negatif.
Modernisasi itu membawa perubahan-perbuhan menuju kemajuan sekaligus juga membawa
perubahan yang bersifat negatif seperti runtuhnya institusi sosial dan pudarnya budaya lokal.
Tradisi dan budaya lokal dapat hilang secara perlahan-lahan karena ditinggalkan oleh
masyarakatnya sendiri.
Bangsa dan negara Indonesia akan menjadi bangsa dan negara besar. Oleh karena itu harus
memiliki identitas diri dan jati diri yang khas yang berbeda dengan bangsa dan negara
lainnya. Sehingga bangsa Indonesia akan memberikan sumbangan besar bagi peradaban umat
manusia dikemudian hari.
4. Cara Mempertahankan Kebudayaan Indonesia Pada Era Globalisasi Saat Ini
Nilai budaya yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar
nilainya, akan tetapi seiring perkembangan zaman upaya pelstariannyapun mulai luntur yang
dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal masyarakat itu sendiri, Coba berikan
argumentasi saudara disertai dengan bukti yang kongkrit uapaya apa saja yang bisa dilakukan
oleh kaum generasi muda saat ini terutama dalam melestarikan dan menjaga eksistensi nilai
budaya itu agar tidak luntur!
Pelestarian adalah suatu proses atau tehnik yang didasarkan pada kebutuhan individu itu
sendiri. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu harus dikembangkan pula.
Melestarikan suatu kebudayaan pun dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui
tentang budaya itu sendiri. Mempertahankan nilai budaya,salah satunya dengan mengembangkan
seni budaya tersebut disertai dengan keadaaan yang kita alami sekarang ini. Yang bertujuan
untuk menguatkan nilai-nilai budayanya.
Sebagai warga negara Indonesia,kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri
agar tidak luntur atau hilang. Contohnya seperti tarian,makanan khas,baju daerah,dan
sebagainya. Karena budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu
Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki berbagai macam suku dan adat tetapi tetap saja itu
semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Upaya melestarikan budaya antara lain :
Paling tidak kita mengetahui tentang budaya jaman dahulu didaerah kita sendiri.
Membiasakan hal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya seperti memakai
batik atau bahkan belajar membuat batik,karena pelestarian bisa terjadi karena kita telah
terbiasa dengan kebudayaan tersebut.
Kebudayaan Lokal Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu
segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan
indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. Peranan
budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan
budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif
melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada
ranah masyarakat pendukungnya. Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga
Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas
keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.
Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi :
perlindungan; merawat, memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan
oleh manusia dan alam.
pengembangan; melaksanakan penelitian, kajian laporan, pendalaman teori kebudayaan
dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian.
pemanfaatan; melaksanakan kegiatan pengemasan produk, bimbingan dan penyuluhan,
kegiatan festival dan penyebaran informasi.
pendokumentasian; melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang
dilengkapi dengan foto dan audio visual.
Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa
kita pahami, kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya
bangsa. Hal ini terkait dengan citra, harkat, dan martabat bangsa. Ketika pengelolaan
kekayaan budaya dikelola dengan baik, maka akan muncul suatu keterjaminan,
kelestarian dan Kekokohan akan budaya bangsa kita
Kemudian mendalami kebudayaan itu.Setelah itu kita wajib memperkenalkan kepada
orang lain atau yang belum tahu tentang kebudayaan tersebut syukur-syukur sampai ke
negara lain.
CIRI GLOBALISASI
Ciri Ciri dari Dampak Negatif Globalisasi
inilah ciri cirinya.
Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti
telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global
terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme
memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung
sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh
perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization
(WTO).
Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi,
film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang
melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan
makanan.
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia.
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan
antarmanusia di seluruh dunia
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai
akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan
multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi,
film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang
melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan
makanan.
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain.Perubahan dalam Konstantin ruang dan
waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan
internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara
melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal
dari budaya yang berbeda.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada ,
sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan
bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam
sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa
ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin
terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman
transformasi sosial.
Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan:
Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu
individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
Berkembangnya turisme dan pariwisata.
Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
Teori
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi
teoretis yang dapat dilihat, yaitu:
Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki
konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan.
Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa
kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak
memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan
semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat
dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena
negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk
penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk
budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar
dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk
menentang globalisasi (antiglobalisasi).
Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat
bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-
besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah
fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini
hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju
bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun,
mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep
ini. Posisi teoretis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai
"seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan,
yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses
ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.