Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakag |satu paragraf = 3 kalimat; tanpa sitasi

1.2 Tujuan Praktikum


(+) Memahami dan mengetahui proses pemuaian pada zat padat dan gas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Ekspansi Termal |(2)
|| Thermal expansion is the dimensional changes inside a material as a result of
temperature changes. ||
||thermal expansion shows that some materials will incrase in size of length,
ample, and its volume as the||
||temperature changes. These thermal expansion changes differently for every
material in use. (Gates, 2008).
||
Ekspansi termal didefinisikan sebagai perubahan dimensi suatu material sebagai
akibat dari perubahan suhu.
Ekspansi thermal menunjukkan kecenderungan suatu materi untuk menambah ukura
panjang, luas, dan volumenya ketika
dipanaskan ataupun didinginkan. besar ekspansi pada suatu materi berbeda dengan
materi yang lainnya karena
nilai koefisien yang dimiliki materi tersebut (Gates, 2008).
Ekspansi termal adalah perubahan dimensi yang terjadi akibat adanya perubahan
temperatur. Perhitungan untuk
mendapatkan koefisien ekspansi termal dilakukan dengan mengamati perubahan panjang
sampel akibat terjadi
kenaikan temperatur. Besarnya koefisien ekspansi termal dipengaruhi oleh pori pada
suatu material (Iskandar, 2014).

2.2 Pengertian Koefisien Ekspansi Termal |(2)


Koefisien ekspansi termal adalah fraksi peningkatan volume zat per derajat
peningkatan suhu. Hokum Charles
memperlihatkan bahwa koefisien ini sama untuk gas dan besarnya yaitu 1/273,15 [0C-
1]pada 0 [0C] (Oxtoby, 2007).
Koefisien ekspansi termal adalah nilai yang dimiliki suatu material yang digunakan
untuk menentukan
pertambahan panjang material tersebut. Akan tetapi koefisien ini juga dapat
ditemukan dengan mengamati
perubahan panjang sampel akibat terjadi kenaikan temperatur yang terjadi (Iskandar,
2014).

2.3 Macam - Macam Koefisien Ekspansi Termal |(1) + penjelasan dan persamaan
masing2
2.3.1 Koefisien Ekspansi Linear ([alpha])
koefisien ekspansi linier atau koefisien ekspansi panjang merupakan
perubahan dimensi linier
dari suatu objek seperti panjang, lebar, atau tebalnya karena adanya kenaikan
temperatur 1[0C]. Jika
suatu objek memiliki panjang linier L pada temperatur T, maka perubahan
panjang yang berasal dari suatu
perubahan temperatur [delta T] adalah [delta L] yang dapat dituliskan sebagai
:
[delta L] = [alpha].L0.[delta T]
dengan [alpha] dinamakan koefisien ekspansi linier, mempunyai nilai yang
berbeda-beda pada
setiap bahan (Astuti, 2009)

2.3.2 Koefisien Ekspansi Luas ([Beta])


Koefisien ekspansi luas adalah pertambahan luas pada suatu bidang yang
mengalami perubahan suhu
berbanding lurus dengan luas mula-mula ([A0]), berbanding lurus dengan
perubahan suhu ([delta T])
dan berbanding lurus dengan koefisien muai luas ([beta]) yang dilihat melalui
dua dimensi. secara
matematis dapat dituliskan sebagai :
[delta A]= [beta].[A0].[delta T]
dengan [beta] dinamakan koefisien ekspansi luas memiliki jumlah dua kali
koefisien ekspansi linier
([beta]=2.[alpha]) (Kurniyati, 2010).

2.3.3 Koefisien Ekspansi Volumetrik ([Gamma])


Koefisien ekspansi volumetrik adalah pemuaian volume pada suatu benda yang
mengalami perubahan suhu
berbanding lurus dengan voleume mula-mula ([V0]), berbanding lurus dengan
perubahan suhu ([delta T])
dan berbanding lurus dengan koefisien muai volume ([gamma]) yang dilihat
melalui tiga dimensi. secara
matematis dapat dituliskan sebagai :
[delta V]= [gamma].[V0].[delta T]
dengan [gamma] dinamakan koefisien ekspansi volumetrik memiliki jumlah 3 kali
koefisien ekspansi linier
([gamma]= 3.[alpha]) (Kurniyati, 2010).

2.4 Nilai Koefisien Termal Setiap Bahan atau Zat |(1) tabel min. 5 bahan & zat
(Gozali, 2012)

2.5 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Koefisien Ekspansi |(1)

BAB III METODE PELAKSANAAN


3.1 Alat dan Bahan |gambar alat dan bahan tanpa sitasi
a. Termometer
b. Tabung erlenmeyer 100 ml
c. Slang silikon
d. Pembakar spirtus
e. Statif
f. Penghubung slang silikon
g. Boss head
h. Penjepit klem
i. Korek Api
j. Penggaris
k. Sumbat karet 2 lubang
l. Klem Universal
m. Pewarna Sintetis
n. Gelas Ukur
o. Beaker Glass
p. Siring 10 ml
q. Stopwatch
r. Manometer

3.2 Cara Kerja |Diagram Alir

3.3 Gambar Rangkaian Percobaan Praktikum Ekspansi Termal Volumetrik + Penjelasan


|(1) dan literatur

DAFTAR PUSTAKA (Min. 5)

Astuti, Edi Tri dkk. 2009. Menentukan Koefisien Ekspansi Linear Batang Kuningan
dengan Teknik ESPI. Tangerang:
Jurnal Fisika Himpunan Fisika Indonesia. Vol. 9, No. 1:32.
Gates, Stacy Dione. 2008. Kation influence on negative thermal expansion in the
A2M3O12 Family.
Whasington dc: UMI Microform.
Gozali, Rahmat. 2012. Alat Ukur Muai Panjang Logam. Depok: Universitas Indonesia
Iskandar, Soetyono. 2014. Perpindahan panas. Yogyakarta: Deepublish.
Kurniyati, Agnes. 2010. Penentuan Koefisien Muai Panjang Suatu Logam Dengan
Interfeometer Michelson. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.
Oxtoby, Davcid M. 2007. dkk. Prinsip prinsip kimia modern. Jakarta: Erlangga