Anda di halaman 1dari 7

MIKROSKOP MULTI MEDIA

OLEH : IMAN SOFYANI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pokok bahasan alat optik pada mata pelajaran fisika berisi materi yang memperkenalkan
alat optik sederhana, seperti lup, mikroskop, teropong dan kamera pada peserta didik.
Piranti tersebut banyak digunakan sebagai alat bantu pada kegiatan praktikum dan juga
untuk penggunaan kegiatan pengamatan, pengambilan gambar dan penelitian.

Pada umumnya alat-alat optik sederhana seperti itu tersedia walau dalam jumlah yang
terbatas dan kualitas yang berbeda-beda. Frekuensi penggunaan alat-alat tersebut
terbilang tinggi karena digunakan oleh beberapa mata pelajaran terutama mata pelajaran
yang tergolong pada rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Pengalaman
penulis, banyak siswa yang tertarik atau memberikan perhatian yang lebih pada pokok
bahasan ini, hal ini disebabkan siswa diajak langsung mengamati dan mempergunakan
alat yang memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan mengekpresikan gagasan
yang ada dalam pikirannya, namun demikian belum cukup bagi siswa untuk dapat
memahami konsep secara utuh dengan menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang
menuntut guru untuk dapat menjelaskan alat-alat optik yang beragam bentuk dan jenis di
sekitar lingkungannya.

Pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar dan mekanisme kerja alat melalui bedah alat
secara langsung disertai percobaan-percoban sederhana untuk merekontruksi alat sangat
membantu siswa dalam memahami alat-alat sejenis yang lebih komplek. Hal ini berkaitan
dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi multimedia yang dalam keseharian telah
menjadi penunjang utama kehidupan manusia. Alat-alat optik telah menjelma menjadi
alat-alat praktis yang sarat dengan teknologi tinggi dengan fungsi yang telah melebihi
fungsi awalnya.

Pendekatan pengajaran dengan menghadirkan alat-alat sederhana disertai dengan prinsip-


prisip pengembangan, baik fungsi maupun keterpakaian alat diharapkan mendekatkan
peserta didik dengan situasi perkembangan teknologi yang sedang terjadi, disamping itu
pemahaman konsep melalui pengamatan mekanisme kerja alat akan memperkuat
kemampuan anak untuk bernalar.

Khusus untuk mikroskop yang pada mata pelajaran Fisika dibahas mengenai cara kerja
beserta perhitungan pembesarannya, alat ini juga banyak dipergunakan untuk pengamatan
pada praktikum Biologi. Penggunaan yang berulang dengan lama waktu pengamatan
yang panjang memerlukan keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Banyak peserta didik
yang tak dapat melakukan pekerjaan seperti ini, yang pada akhirnya mengurangi kualitas
pembelajaran.

Penggabungan mikroskop dengan kamera mini yang dirancang untuk menampilkan,


mengedit, mereproduksi dan menyimpan gambar hasil pengamatan dapat membantu
mempertinggi kualitas pengamatan, disamping aspek keterkaitan pokok bahasan dengan
teknologi informatika yang demikian berkembang.

B. Tujuan

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan :

1. Melengkapi peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran

2. Memperkenalkan teknologi informatika secara dini dengan mengaitkan pokok bahasan


optika pada perkembangan teknologi multi media yang sedang terjadi

3. Memotivasi peserta didik untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan optik


menjadi suatu keterampilan yang dapat membekali kehidupannya (lifeskill).

C. Manfaat

Mikroskop yang dilengkapi kamera mini dan perangkat komputer dapat dimanfaatkan
oleh beberapa mata pelajaran secara bersama-sama sebagai :

1. alat bantu pengamatan

2. media reproduksi gambar

3. media penyimpanan gambar

4. media presentasi

BAB II

PERANCANGAN ALAT

A. Mikroskop

Mikroskop sederhana terdiri atas susunan dua buah lensa positif yang diletakan dalam
satu sumbu utama. Jarak antara dua lensa diatur sedemikian hingga memperoleh gambar
yang tajam dan pembesaran yang diinginkan. Lensa cembung pertama yang diletakan
dekat benda yang diamati dinamai Lensa Objectif dan lensa cembung kedua yang
diletakan dekat mata dinamai Lensa Okuler. Jarak focus okuler dibuat lebih besar dari
jarak focus objectif.
Benda diletakan di ruang II atau diantara titik focus objektif dengan titik tengah lensa
objektif. Bayangan yang dihasilkan akan jatuh diruang III atau antara diantara titik focus
objektif dan titik sejauh 2 kali jarak focus objektif. Bayangan ini yang bersifat nyata,
terbalik dan diperbesar akan menjadi objek bagi lensa okuler, dan diletakan diantara titik
focus okuler dengan titik tengah lensa okuler. Bayangan akhir yang dihasilkan akan jatuh
diruang IV lensa okuler dengan sifat maya, tegak dan diperbesar. Bayangan ini dapat
dilihat langsung oleh mata.

Pembesaran mikroskop terjadi dua kali yaitu pertama oleh lensa objektif sebesar,

, dimana = jarak bayangan dari lensa objektif

= jarak benda dari lensa objektif,

dan kedua oleh lensa okuler sebesar

, dimana = jarak titik dekat mata

= jarak focus lensa okuler,

untuk mata tak berakomodasi,

dan untuk mata berakomodasi maksimum. Sehingga perbesaran totalnya adalah .

Pada mata tak berakomodasi bayangan akhir diletakan di titik yang sangat jauh di depan
mata (mendekati tak berhingga), dalam keadaan ini mata tidak cepat lelah karena melihat
dengan cara yang rilek, dan untuk mata berakomodasi maksimum bayangan akhir
diletakan pada titik dekat mata.
Jalannya sinar pada
mikroskop dilukis seperti gambar gb-1 berikut ini,
PENDAHULUAN

Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang
berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang
organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan
obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop
tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop
dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

A. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai


kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop
cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa
okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler).
Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop
yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor
berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang
dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor.
Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop
modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.

Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa
obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai
apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua
benda yang terpisah.

Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung,
berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan
yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara
4 - 25 kali.

Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang
akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan
kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.

B. Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda
yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali.
Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen
utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa
okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1)
ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati,
(2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran
lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom
dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30
kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa
obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek
terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas
pengatur fokus.

C. Mikroskop Elektron

Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini.
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan
sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop
elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan
untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati
secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal
sel.

D. Mengatur Besarnya Obyek

Perbesaran bayangan dari suatu obyek dapat diketahui dari angka perbesaran lensa
obyektif dan lensa okuler. Ukuran suatu benda dapat diketahui dengan membandingkan
terhadap ukuran bidang pandang. Hal ini dapat dikerjakan dengan beberapa langkah
berikut: letakkan penggaris plastik berskala mm diatas meja obyek dan perkirakan
diameter bidang pandang tersebut, dan catat perbesaran lensa obyektifnya. Ubahlah lensa
obyektif dengan lensa obyektif perbesaran kuat dan tentukan diameter bidang
pandangnya dengan rumus berikut:

ok = ol x pl/pk dimana :

ok = diameter bidang pandang dengan obyektif perbesaran kuat.

ol = diameter bidangpandang dengan obyektif perbesaran lemah

pk = perbesaran lensa obyektif kuat, pl = perbesaran lensa obyektif lemah

http://bima.ipb.ac.id/~tpb-ipb/materi/bio100/Materi/mikroskop.html

www.googel.com