Anda di halaman 1dari 12

ALAT INDUSTRI KIMIA

1. Fan
Fan atau kipas, adalah alat mekanika yang berfungsi untuk menghasilkan flow atau
aliran pada suatu fluida, biasanya berupa gas. Pada dunia industri, fan digunakan untuk
menghasilkan flow dari gas atau udara dalam jumlah besar yang digunakan sesuai dengan
kebutuhan dari industri tersebut.
Fan terdiri dari beberapa bagian yaitu, case, sudu (vane/blade), dan penggeraknya.
Vane/blade berputar untuk menghasilkan aliran udara yang diinginkan. Berbeda dengan
fungsi dari kompresor yang menghasilkan udara bertekanan dengan flow rendah, fan
menghasilkan aliran udara dengan flow tinggi dan tekanan yang rendah.
Di dunia industri, fan digunakan antara lain pada proses pembakaran, sistem HVAC,
transport, pendingin, pengering udara, dan lain sebagainya. Hampir kebanyakan pabrik
menggunakan fan untuk ventilasi dan untuk proses industri yang memerlukan aliran udara.
Fan secara luas digunakan di industri dan pengaplikasian komersial seperti ventilasi,
material handling, boiler, refrigerasi, dust collection, aplikasi pendingin dan lainnya. Pada
industri, fan pada umumnya digunakan untuk pasokan ventilasi atau udara pembakaran,
untuk mensirkulasi udara atau gas lainnya melewati alat dan untuk mengeluarkan udara atau
gas lainnya dari alat.
a. Klasifikasi Fan
Secara umum, fan dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
Fan sentrifugal, menggunakan impeler berputar untuk menggerakan aliran udara.
Fan aksial, menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan.
Fan Sentrifugal

Fan sentrifugal berfungsi untuk meningkatkan kecepatan aliran udara dengan impeler
berputar. Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian diubah ke
tekanan. Fan ini mampu menghasilkan tekanan tinggi yang cocok untuk kondisi operasi
yang kasar, seperti sistim dengan suhu tinggi, aliran udara kotor atau lembab, dan handling
bahan. Fan sentrifugal dikategorikan berdasarkan bentuk bladenya.

Gambar 1. Fan Sentrifugal


Jenis-jenis dari fan sentrifugal, yaitu :
1) Fan radial dengan blade datar

Gambar 2. Fan radial dengan blade datar

Keuntungan :
Cocok untuk tekanan statis tinggi (sampai1400 mmWC) dan suhu tinggi.
Rancangannya sederhana sehingga dapat dipakai untuk unit penggunaan khusus
Dapat beroperasi pada aliran udara yang rendah tanpa masalah getaran
Sangat tahan lama
Efisiensinya mencapai 75%
Memiliki jarak ruang kerja yang lebih besar yang berguna untuk handling padatan
yang terbang (debu, serpih kayu, dan skrap logam)
Kerugian :
Hanya cocok untuk laju aliran udara rendah sampai medium
2) Fan yang melengkung ke depan dengan blade yang melengkung ke depan

Gambar 3. Fan dengan blade melengkung

Keuntungan :
Dapat menggerakan volum udara yang besar terhadap tekanan yang relative
rendah.
Ukurannya relatif kecil
Tingkat kebisingannya rendah (disebabkan rendahnya kecepatan) dan sangat
cocok untuk digunakan untuk pemanasan perumahan, ventilasi, dan
penyejuk udara (HVAC)
Kerugian :
Hanya cocok untuk layanan penggunaan yang bersih, bukan untuk layanan kasar
dan bertekanan tinggi.
Keluaran fan sulit untuk diatur secara tepat.
Penggerak harus dipilih secara hati-hati untuk menghindarkan beban motor
berlebih sebab kurva daya meningkat sejalan dengan aliran udara.
Efisiensi energinya relative rendah (55-65%)
3) Backward inclined fan, dengan blades yang miring jauh dari arah perputaran (jenis
blade : datar, lengkung dan airfoil)

Gambar 4. Backward inclined fan

Keuntungan :
Dapat beroperasi dengan perubahan tekanan statis (asalkan bebannya tidak
berlebih ke motor).
Cocok untuk sistim yang tidak menentu pada aliran udara tinggi
Fan dengan blade datar lebih kuat, dengan blades lengkung lebih efisien (melebihi
85%), dengan blades air-foil yang tipis adalah yang paling efisien
Kerugian :
Tidak cocok untuk aliran udara yang kotor (karena bentuk fan mendukung
terjadinya penumpukan debu)
Fan dengan blades air-foil yang tipis akan menjadi sasaran erosi dan kurang stabil
karena mengandalkan pada pengangkatan yang dihasilkan oleh tiap blade.

Prinsip Kerja
Fan sentrifugal, menggunakan impeler berputar untuk menggerakan aliran udara,
memiliki roda kipas yang terdiri dari sejumlah bilah kipas/blade dipasang di sekitarnya,
seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah ini, berputar pada poros yang melewati rumah
fans (housing). Gas masuk dari sisi roda kipas, ternyata 900 derajat dan mempercepat saat
melewati bilah kipas. Istilah, sentrifugal, mengacu pada lintasan aliran gas saat lewat
keluar dari rumah fan (housing).
Fan sentrifugal dapat menghasilkan tekanan tinggi meningkat dalam aliran gas.
Dengan demikian, mereka sangat cocok untuk proses industri dan sistem kontrol polusi
udara (untuk handling padatan yang terbentang ; debu serpih kayu, skrap logam).

Komponen utama dari sebuah fans sentrifugal khas termasuk roda kipas, rumah,
mekanisme drive, dan inlet dan oulet fan Dalam pengaturan drive langsung, roda kipas
dihubungkan langsung ke poros motor. Ini berarti bahwa kecepatan roda kipas identik
dengan kecepatan motor rotasi. Dengan jenis drive fan, kecepatan fan tidak dapat
bervariasi.

Pada Fan sentrifugal udara masuk pada mata rotor, berputar pada sudut tertentu,
dan berakselarasi dan ditekan oleh tekanan sentrifugal.
Fan Axial
Fan aliran aksial dirancang untuk menangani laju alir yang sangat tinggi dan tekanan
rendah. Fan aksial menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan. Cara kerja fan seperti
impeler pesawat terbang: blades fan menghasilkan pengangkatan aerodinamis yang menekan
udara. Fan ini terkenal di industri karena murah, bentuknya yang kompak dan ringan.

Gambar 5. Fan Axial

Jenis-jenis dari fan axial, yaitu :


1) Fan propeller

Gambar 6. Fan Propeller


Keuntungan :
Menghasilkan laju aliran udara yang tinggi pada tekanan rendah
Tidak membutuhkan saluran kerja yang luas (sebab tekanan yang dihasilkannya
kecil)
Murah sebab konstruksinya yang sederhana
Mencapai efisiensi maksimum, hampir seperti aliran yang mengalir sendiri, dan
sering digunakan pada ventilasi atap
Dapat menghasilkan aliran dengan arah berlawanan, yang membantu dalam
penggunaan ventilasi
Kerugian :
Efisiensi energinya relative rendah
Agak berisik
2) Fan pipa aksial, pada dasarnya merupakan fan propeller yang ditempatkan di bagian
dalam silinder

Gambar 7. Fan Pipa Aksial

Keuntungan :
Tekanan lebih tinggi dan efisiensi operasinya lebih baik daripada fan propeller

Cocok untuk tekanan menengah, penggunaan laju aliran udara yang tinggi, misalnya
pemasangan saluran HVAC

Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (karena putaran
massanya rendah) dan menghasilkan aliran pada arah berlawanan, yang berguna
dalam berbagai penggunaan ventilasi

Menciptakan tekanan yang cukup untuk mengatasi kehilangan di saluran dengan
ruang yang relatif efisien, yang berguna untuk pembuangan
Kerugian :
Relatif mahal

Kebisingan aliran udara sedang

Efisiensi energinya relative rendah (65%)
3) Fan dengan baling-baling aksial

Gambar 8. Vane Axial Fan

Keuntungan :
Cocok untuk penggunaan tekanan sedang sampai tinggi (sampai 500 mmWC),
seperti induced draft untuk pembuangan boiler
Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (disebabkan
putaran massanya yang rendah) dan menghasilkan aliran pada arah berlawanan,
yang berguna dalam berbagai penggunaan ventilasi
Kebanyakan energinya efisien (mencapai 85% jika dilengkapi dengan fan airfoil
dan jarak ruang yang kecil)
Kerugian : Relatif mahal dibanding fan impeller

Kipas angin biasanya terdiri dari baling-baling atau pisau tetap ke sebuah hub, biasanya
disebut impeller. Mekanisme penggerak seperti motor atau drive belt akan terhubung untuk
menciptakan gerak rotasi impeller. Mekanisme gerak bisa diatur sehingga alirannya bias
sentrifugal maupun aksial.
Fan aksial meniup gas sepanjang sumbu rotasi, dan biasanya digunakan sebagai
pendingin kipas di rumah tangga, mobil, dan bahkan di komputer. Struktur kipas yang lebih
besar digunakan di mesin turbojet, mesin pendingin udara industri, dan dalam terowongan angin,
untuk memberikan aliran volume gas yang besar.
Fan sentrifugal meniup gas radial keluar dari sumbu impeller. Gas tersedot dari rongga
hingga ke tengah impeller kemudian didorong keluar oleh gaya sentrifugal yang bekerja pada gas
karena gerak rotasi. Fan sentrifugal adalah jenis yang paling umum digunakan dalam perangkat
HVAC modern.
Sebuah kipas sentrifugal dengan rasio tekanan tinggi (output tekanan / input tekanan)
dikenal sebagai blower. Blower memberikan laju aliran volume transfer yang tinggi dengan rasio
tekanan yang relatif lebih besar. Rasio tekanan dari kipas angin di bawah 1,1 sedangkan blower
memiliki rasio tekanan 1,1-1,2. Fan menghasilkan aliran gas dengan sedikit tekanan dan volume
gas yang lebih besar, sementara blower menghasilkan rasio tekanan yang relatif lebih tinggi
dengan volume aliran gas yang lebih besar.
Pompa dan blower atau fan sentrifugal memiliki prinsip kerja yang mirip, yaitu
mengalirkan fluida serta mengubahnya dari tekanan rendah ke tekanan tinggi sebagai akibat
adanya gaya sentrifugal yang dialami oleh fluida tersebut. Bedanya, bila pompa untuk
mengalirkan cairan, blower atau fan untuk mengalirkan gas, udara misalnya. Yang dimaksud
kapasitas besar adalah yang pada umumnya menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya
dengan daya di atas 5 kW.
Hampir kebanyakan pabrik menggunakan fan dan blower untuk ventilasi dan
untuk proses industri yang memerlukan aliran udara. Sistim fan penting untuk menjaga
pekerjaan proses industri, dan terdiri dari sebuah fan, motor listrik, sistim penggerak, saluran
atau pemipaan, peralatan pengendali aliran, dan peralatan penyejuk udara (filter, kumparan
pendingin penukar panas, dll).

2. EXCHAUST
Alat ini berfungsi untuk menghisap udara panas di dalam ruang dan membuangnya ke
luar dan pada saat bersamaan menghisap udara segar di luar masuk ke dalam ruangan. Fungsi
lain exhaust fan adalah mengatur volume udara yang akan disirkulasikan pada ruang. Supaya
sehat setiap ruang butuh sirkulasi udara berbeda sesuai dengan fungsinya.
Misalnya, ruang tidur butuh pergantian udara 2 4 kali per jam, kamar mandi 6 10 kali, dan
dapur 10 15 kali. Untuk ruangan ber-AC, exhaust fan adalah pasangan yang saling melengkapi.
Yang satu menyejukkan, yang lain mengurangi kelembaban ruangan. Exhaust fan dapat dipasang
pada ruangan yang sirkulasi udara alaminya dianggap kurang memadai. Jadi, keberadaan exhaust
fan merupakan upaya buatan untuk meoptimalkan pergantian udara di ruangan.
2.1 Jenis Exchaust
Berdasarkan pemasangannya exchaust dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Wall Mount
Exchaust yang dipasang di didinding yang pada bagian belakang dinding
harus berhubungan langsung dengan udara luar untuk pembuangan udara.

b. Window Mount
Exchaust yang dipasang di jendela kaca (ketebalan 3 7 mm). Bila
dipasang di antara ruang dalam satu ruangan besar, pastikan ada akses keluar
masuk udara pada ruangan besar itu.
c. Ceiling Mount
Exchaust yang dipasang di plafon tapi hanya berfungsi melepas udara dari
ruangan keluar. Pada tipe ini ada jenis ventilating fan yang dilengkapi pipa
penyalur udara ke luar. Maspion misalnya, untuk tipe itu melansir produk baru
yang dilengkapi lampu (fitting lamp).

Selain tiga jenis exhaust diatas, ada exhaust fan model baling-baling (propeler fan)
untuk hunian, ada juga yang sirocco fan (sentrifugal seperti cara kerja baling-baling
AC) untuk bangunan komersil dan industri.
2.2 Karakterisktik Exchaust
Exchaust dapat bekerja secara optimal dengan kondisi sebagai berikut :
a) Tidak menghalangi udara masuk atau sumber udara pengganti.
b) Operasi alat dijalankan di area masukan udara.
c) Sistem ventilasi dapat bekerja dengan baik dan tidak rusak.
d) Sistem ventilasi harus sesuai dengan material yang digunakan sebagai contoh,
fume hoods tertentu harus digunakan untuk perchloric acid untuk mencegah
terbentuknya ledakan berbahaya di ductwork.
Exchaust digunakan pada saat kontaminan bersifat toksik atau korosif (asap
timah, kabut asap, dan uap pelarut), pada saat konsentrasi kontaminan tinggin, lokasi
pekerja di sekitar emisi, emisi kontaminan setiap waktu atau kecepatan emisi
berubah-ubah terhadap waktu, lamanya durasi pekerja terekspos kontaminan, dan
sebagai proses pengeluran panas, serta adanya perundang-undangan yang
mengharuskan adanya ventilasi pembuangan gas.
Penggunaan Exchaust pada industry dinilai sangat efektif karena dapat
meminimasi pekerja yang terpengaruh kontaminan, mengurangi volume alat
pembuangan, kontaminan dapat dikumpulkan sebagai pembuangan atau recovery,
dan sebagai pelindung di linkungan kerja dari panas dan zat-zat kimia yang korosif.

2.3 Cara Kerja Exchaust


a) Kita asumsikan Exhaust terpasang pada suatu ruangan dengan ukuran
proporsional, satu ruang dengan luas 12 meter persegi akan memadai dengan 1
Exhaust Fan ukuran 10 inchi, tentunya perlu diperhatikan bahwa di ruangan
tersebut harus ada ventilasi/lubang udara yang lain.
b) Exhaust Fan akan berfungsi pada mode exhaust atau menghisap, bukan pada
mode fan seperti kipas angin biasa.
c) Saat Exhaust Fan diaktifkan maka Exhaust Fan akan menghisap udara dari dalam
ruangan dan membuangnya keluar ruangan.
d) Udara yang dihisap dan terbuang adalah udara kotor yang sebelumnya berada di
dalam ruangan.
e) Dengan terhisap dan terbuang tentu volume/jumlah udara kotor di dalam ruangan
akan berkurang.
f) Setiap kali udara (kotor) terhisap keluar maka udara bersih dari luar ruangan akan
masuk ke ruangan melalui lubang ventilasi, begitu seterusnya, hal tersebut
dimungkinkan karena saat udara terhisap ke luar maka tekanan udara total di
dalam ruangan menjadi lebih kecil dari tekanan udara di luar ruangan, dengan
demikian maka ruangan akan mendapatkan supply udara dari luar ruangan.
g) Hal ini akan terus berulang selama EF dalam keadaan ON. Dengan demikian
maka udara di dalam ruangan akan terasa lebih segar dan tentu saja sejuk, karena
volume udara kotor selalu terhisap keluar dan digantikan dengan udara yang
bersih setiap saat.
.