Anda di halaman 1dari 7

UNSURUNSUR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 05:41 Susilo tri atmojo 2

comments Beberapa unsur kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan banyak manfaat pula
yang telah kita peroleh dari unsur-unsur tersebut ! A. UNSUR-UNSUR LOGAM DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI Pada umumnya, logam-logam terkandung dalam batuan
sebagai senyawa yang disebut mineral/ bijih logam, contoh : Hematit (Fe2O3), Bauksit
(Al2O3.2H2O), Kalkopirit (CuFeS2). Untuk memperoleh logam dari bijihnya/ mineral,
dilakukan proses sebagai berikut : 1. Pemekatan bijih Yaitu pemisahan bijih logam dari batu-
batuan lain yang tidak berguna 2. Pemanggangan Yaitu mengubah logam menjadi oksidanya.
3. Reduksi Yaitu mengambil logam dari oksidanya dengan cara mereduksi 4. Pemurnian
(Refining) Logam yang diperoleh secara reduksi masih mengandung sedikit pengotor (belum
murni), untuk itu perlu dilakukan pemurnian dengan berbagai cara : elektrolisis, destilasi,
peleburan ulang, pemurnian zona 1. BESI (Fe) a. Terdapat dalam bijih : Hematit (Fe2O3),
Magnetit (Fe3O4), Siderit (FeCO3), Pirit (FeS2) b. Pengolahan : Pengolahan besi melalui
tahap pemanggangan (Untuk pengeringan dan mengubah bijih yang berupa karbonat dan
sulfida menjadi oksida) FeCO3 (s) FeO(s) + CO2 (g) 4 FeS2(s) + 11O2 (g) 2Fe2O3 (s) + 8
SO2 (g) dan tahap peleburan (reduksi). Peleburan besi dilakukan dalam suatu Tanur tinggi
yang disebut Tanur tiup. Hasil yang diperoleh dari proses tersebut berupa : Besi tuang,
diperoleh dengan cara mendinginkan besi kasar yang diperoleh dari tanur, dengan
memasukkannya ke dalam cetakan yang tersedia, biasanya besi tuang ini masih mengandung
2-4 % C, sehingga besi bersifat keras tapi rapuh (digunakan sebagai pipa ledeng, radiator).
Besi tempa diperoleh dengan cara mengurangi C sampai kadar karbonnya 0,02% (caranya
besi dipanaskan sehingga karbonnya teroksidasi menjadi CO2), sifatnya lebih lunak dari besi
tuang, tetapi lebih kuat (digunakan sebagai peralatan seperti cangkul, golok, baut, mur).
Baja, mengandung 0,02-2% C, sifatnya lebih keras dari besi tempa. Baja dibuat dengan
menambah logam lain, seperti Ni, Cr, Mn, V, Mo, sesuai dengan baja yang diinginkan. c.
Sifat sifat besi : Besi murni adalah logam yang berwarna putih mengkilap dan relatif lunak
Cukup reaktif sehingga mudah terkorosi dalam udara lembab Memiliki sifat logam dan
mudah berkarat. Karat besi, Fe2O3.nH2O sangat berpori dan selalu mengelupas. Oleh karena
itu perkaratan besi akan berlanjut sampai tuntas (besinya habis). d. Kegunaan Besi dalam
kehidupan sehari-hari : v Bahan bangunan Senyawanya : FeCl3 . 6H2O untuk pengecatan,
Fe(OH)3 sebagai bahan cat, FeSO4 sebagai bahan pembuatan tinta dan dalam bidang
kedokteran untuk menambah darah (sebagai zat besi), dll. v Besi Baja Jenis-jenis baja : - Baja
karbon, terutama terdiri dari besi dan karbon - Baja tahan karat (stainless steels), baja dengan
kadar karbon rendah dan mengandung sekitar 14% kromium - Baja aliase, yaitu baja spesial
yang mengandung unsur tertentu sesuai dengan sifat yang diinginkan Contoh Baja Jenis
Unsur Tambahan Sifat Kegunaan Baja mangan Baja Nikel Baja Crom-Vanadium Baja
Stainless Baja Wolfram 0,4-0,9% C dan 11-14% Mn 25 % Ni 1-10% Cr dan 0,15 % V 0,2-
0,4 % C, 14-18% Cr, dan 7-9% Ni 0,4 0,9 % C dan 5 % W Keras & kuat Kuat & tahan
karat Kuat & tahan terhadap beban Tahan Karat Sangat keras Rel kereta api, lapis baja,
kendaraan perang. Alat pengukur (meteran), kawat, persenjataan As kendaraan Alat-alat
rumah tangga dan industri Ujung alat pemotong 2. ALUMINIUM (Al) a. Terdapat dalam
bijih : Bauksit (Al2O3.2H2O), Kriolit (Na3AlF6) b. Pengolahan : melalui proses HALL,
yaitu elektrolisis larutan bauksit dalam kryolit cair Pengolahan aluminium dari bauksit terdiri
atas 2 tahap : Pemurnian bauksit : untuk mendapatkan alumina murni - bauksit + larutan
NaOH. Aluminium oksida akan larut membentuk NaAl(OH)4 Al2O3(s) + 2NaOH(aq) +
3H2O(l) 2NaAl(OH)4 (aq) - larutan disaring, kemudian filtrat yg mengandung NaAl(OH)3
diasamkan dengan mengalirkan gas karbondioksida. Aluminium mengendap sebagai
Al(OH)3 2NaAl(OH)4 (aq) + CO2 (g) 2Al(OH)3 (s) + Na2CO3 (aq) + H2O(l) - Endapan
Al(OH)3 disaring dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair 2Al(OH)3 (s) Al2O3
(s) + 3H2O (g) Peleburan atau reduksi alumina dengan elektrolisis Reaksi elektrolisis
menguraikan Al2O3 menjadi aluminium (di katode) dan oksigen (di anode). 2Al2O3 (l)
4Al(l) + 3O2 (g) Aluminium yang terbentuk berupa zat cair dan berkumpul di dasar wadah.
Kemudian dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapatkan aluminium
batangan (ingot). c. Sifat-sifat : Logam berwarna putih perak dan ringan (massa jenisnya 2,7
gr/cm-3) Aluminium murni relatif lunak dan tidak kuat. Akan tetapi, logam ini dapat dibuat
paduan (aliase) dengan logam lain sehingga menjadi kuat serta meningkatkan sifat
menguntungkan yang diinginkan Memiliki sifat umum logam Mudah bereaksi dengan O2,
lapisan oksidanya dpt melindungi logam dari perkaratan Bersifat amfoter, dapat bereaksi
dengan asam maupun basa d. Kegunaan : Peralatan rumah tangga, barang kerajinan
Lapisan pembungkus, aluminium foil, kaleng aluminium. Sebagai paduan logam, digunakan
untuk membuat badan pesawat, contoh magnalium (campuran Al dan Mg) Dalam
persenyawaannya : tawas / K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O untuk penjernihan air; Alumina
(Al2O3) untuk industri keramik, gelas, ampelas; Al(OH)3 dalam antasid digunakan utk
menetralkan asam klorida dalam lambung ; termit (campuran serbuk aluminium dengan
serbuk besi (III) oksida ) digunakan untuk mengelas baja di tempat, misalnya untuk
menyambung rel kereta api. Reaksinya sangat eksoterm sehingga panas yang dihasilkan dapat
melelehkan baja dan besi yang terbentuk akan menyambung baja yang dilas. Reaksinya : 2Al
+ Fe2O3 Al2O3 + 2Fe 3. TIMAH (Sn) a. Terdapat dalam bijih : Kasiterit (SnO2) b.
Pengolahan : Kasiterit direduksi dengan C, reaksinya : SnO2 (s) + 2 C(s) Sn(l) + 2 CO(g) c.
Sifat-sifat : Timah terdapat dalam 2 bentuk allotropi, yaitu timah putih dan timah abu-abu.
Timah putih berwarna putih perak dan dapat ditempa, stabil pada suhu di atas 13,20C jika di
bawah suhu tersebut timah putih berubah menjadi timah abu-abu yg berbentuk serbuk (seperti
melapuk). Pelapukan ini mula-mula berlangsung lambat. Akan tetapi, begitu terbentuk timah
abu-abu maka proses selanjutnya berlangsung cepat karena timah abu-abu yang terbentuk
dapat mengkatalisis proses selanjutnya. Relatif lunak, tahan karat, dan titik lelehnya rendah
Memiliki sifat umum logam Timah mengalami oksidasi (korosi) pada permukaannya.
Lapisan oksida yang terbentuk menutupi seluruh permukaannya sehingga terlindungi dari
korosi selanjutnya. d. Kegunaan : Melapisi besi (membuat kaleng/tin plate) kemasan
berbagai macam produk. Besi yang dilapisi timah ini tidak mengalami korosi selama
lapisannya utuh (tidak tergores dan tidak bocor). Untuk paduan logam (perunggu : paduan
Cu, Sn, Zn dan solder : Sn, Pb) Dalam persenyawaannya, SnCl2 digunakan sebagai
pereduksi dalam pembuatan zat warna, SnF2 digunakan dalam pasta gigi yang mengandung
fluorin untuk menguatkan gigi karena SnF2 larut dalam air. 4. NIKEL (Ni) a. Terdapat dalam
bijih : Pentlandit (FeNi)S, Garnierit : H2(NiMg)SiO4 . 2 H2O Nikel Sulfida : NiS
Pengolahan : melalui proses oksidasi NiS, kemudian hasil oksidasinya direduksi dengan C
pada suhu tinggi, reaksi : 2NiS + 3 O2 2NiO + 2 SO2 NiO + C Ni + CO b. Sifat-sifat :
Berwarna putih perak (mengkilap) ,keras ,tahan korosi, dan sangat mengilap bila digosok
Memiliki sifat umum logam Lapisan oksidanya melindungi logam lain sehingga tidak
berkarat c. Kegunaan : Melapisi barang-barang yang terbuat dari besi, baja, tembaga, untuk
melindunginya terhadap korosi dan memperbaiki penampilan Karena sifat-sifatnya tersebut,
nikel digunakan untuk paduan logam : Monel (Ni, Cu, Fe) untuk alat rumah tangga & alat
transmisi listrik Nikrom (Ni, Fe, Cr) digunakan sebagai elemen pemanas listrik Alniko
(Al, Ni, Fe, Co) untuk membuat magnet. Magnet yang terbuat dari alniko ini sangat kuat
karena mampu mengangkat besi hingga 4000 kali massa magnetnya. Baja nikel ( Ni, Fe)
untuk meteran, kawat, & persenjataan Paltinit dan Invar merupakan paduan nikel yang
mempunyai koefisien muai yang sama dengan gelas. Digunakan sebagai kawat listrik yang
ditanam dalam kaca, misalnya pada bohlam lampu pijar. Serbuk nikel digunakan sebagai
katalisator, misalnya pada pembuatan margarin, hidrogenasi (pemadatan) minyak kelapa,
cracking minyak bumi. 5. TEMBAGA (Cu) Banyak terdapat dalam keadaan bebas a.
Terdapat dalam bijih : Kalkopirit /CuFeS; Malasit /Cu2(OH)2CO3 ; Kuprit /Cu2O; Kalkosit/
Cu2S b. Pengolahan : Bijih yang mengandung tembaga bebas mula-mula dihancurkan lalu
dipisahkan dari batu reja (gangue). Kemudian dipanaskan sehingga tembaga mencair dan
terpisah. Bijih yang berupa oksida atau karbonat biasanya dipisahkan dengan melarutkannya
dalam asam sulfat. Tembaga dipisahkan dari larutan Tembaga (II) Sulfat yang terbentuk
dengan elektrolisis. Bijih sulfida biasanya mengandung kurang dari 10% tembaga. Bijih
sulfida ini mula-mula dihancurkan, lalu senyawa tembaga dipisahkan dengan pengapungan
(floatasi). Bijih pekat tersebut dipanggang di bawah titik leleh untuk mengeringkan dan untuk
mengoksidasikan sebagian belerang. Campuran yang tersisa, yang mengandung Cu2S, FeS,
dan SiO2 kemudian dicairkan bersama-sama dengan CaCO3 sebagai fluks. Fluks ini akan
mengikat besi dan SiO2. CaCO3 + SiO2 CaSiO3 + CO2 FeS + SiO2 FeSiO3 + FeSiO3
CaSiO3 dan FeSiO3 yang terbentuk akan membentuk terak yang mengapung ke atas. Setelah
terak ini dikeluarkan, ditiupkan lagi udara ke dalam tanur yang akan mengubah Cu2S
menjadi Cu2O. Kemudian Cu2O yang terbentuk segera akan mereduksi Cu2S yang lain
membentuk tembaga. 2Cu2S + 3 O2 2Cu2O + 2SO2 2Cu2O + Cu2S 6Cu + SO2 Dari proses
di atas diperoleh tembaga tak murni batangan. Pemurnian selanjutnya dilakukan dengan
elektrolisis yang dapat menghasilkan tembaga 99,95%. Kotoran pada anoda mengandung Ag,
Au, dan Pt. c. Sifat-sifat : Tembaga murni berwarna kuning kemerahan, relatif lunak, mudah
dibengkokkan, dapat dibuat lembaran-lembaran tipis, serta penghantar panas dan listrik yang
baik Memiliki sifat umum logam Tergolong logam yang kurang aktif d. Kegunaan :
Penghantar (kabel) listrik dan komponen elektronika Peralatan rumah tangga Paduan
logam/aliase : Kuningan (60-82%Cu & 18-40%Zn), Perunggu (70-95%Cu, 1-25%Zn & 1-
18% Sn), Perunggu aluminium (90-98%Cu, 2-8%Al), Perak Jerman (50-60% Cu, 20% Zn,
20-25% Ni) Selongsong peluru dan komponen persenjataan yang lain Dalam
persenyawaannya, terusi/ blue vitriol CuSO4.5H2O, digunakan untuk membunuh jamur
(sebagai fungisida) 6. EMAS (Au) a. Dalam keadaan bebas sebagai butiran yang bercampur
dengan perak dan tembaga b. Pengolahan melalui 3 cara : Pasir yang mengandung emas
dicuci menggunakan pendulang, emas yang BJ nya besar akan tertinggal dalam pendulang
Emas yang tercampur kotoran dilarutkan dalam air raksa sehingga terbentuk amalgama,
untuk memisahkan emas dari larutannya maka air raksa diuapkan dengan cara destilasi Bijih
emas dilarutkan dalam larutan NaCN selama beberapa hari, kemudian emas diendapkan dari
larutannya dengan menambahkan serbuk seng. Campuran emas dan perak dapat dipisahkan
dengan melarutkan perak dalam asam nitrat. c. Sifat-sifat : Memiliki sifat umum logam
Logam yang lunak, berwarna kuning, logam yang paling dapat ditempa (paling malleable)
dan paling dapat mulur (paling ductile). Tidak berkarat karena tidak bereaksi dengan
oksigen dan tidak terkorosi di udara Unsur inert (sangat stabil) sehingga disebut logam
mulia Emas tidak larut dalam asam basa tunggal apapun, tetapi larut dalam aqua regia, yaitu
larutan HCl pekat dan HNO3 pekat dengan perbandingan 3 : 1 Au(s) + 3HCl(aq) +
HNO3(aq) HAuCl4(aq) + NO(g) + 2H2O(l) Emas juga larut dalam larutan natrium sianida
dan udara (sumber O2) Au(s) + 8CN-(aq) + O2(g) + H2O(l) 4 Au(CN)-2(aq) + 4OH-(aq)
Kemurnian emas dinyatakan dengan satuan karat, dimana emas murni berharga 24 karat yang
berisi 100% emas d. Kegunaan : - Mata uang - Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga
dicampur dengan tembaga atau perak atau logam lain). Emas kuning atau emas merah dibuat
dengan dicampur tembaga, emas putih mengandung paladium, nikel, atau seng. - Komponen
listrik kualitas tinggi - Sebagai jaminan moneter 7. PERAK (Ag) Sebagian besar ditemukan
dalam keadaan bebas sebagai butiran yang biasanya tercampur dengan emas dan tembaga. a.
Bijih Perak : Argentit, Ag2S b. Pengolahan : Pada umumnya untuk memperolah perak,
dilakukan bersama-sama dengan emas. Produksi perak pada umumnya diperoleh sebagai
hasil sampingan pada pengolahan logam lain. Pengolahan perak dari bijihnya sering
dilakukan dengan proses yang disebut hidrometallurgi, yaitu pemisahan suatu logam dari
campurannya dengan melarutkannya dalam air sebagai senyawa kompleks kemudian
mengendapkannya sebagai unsur bebas dengan suatu reduktor. Dengan adanya udara, perak
dan semua senyawa perak dapat larut dalam sianida logam alkali sebagai ion Ag(CN)2- :
disianoargetat (I) Contoh : 4 Ag(s) + 8CN-(aq) + O2 (g) + 2H2O(l) 4Ag(CN)2-(aq) + 4OH-
(aq) 4 Ag(s) + 8CN-(aq) + O2 (g) + 2H2O(l) 4Ag(CN)2-(aq) + 2 S(s) + 4OH-(aq) AgCl(s) +
2CN-(aq) Ag(CN)2-(aq) + Cl-(aq) Perak kemudian dibebaskan dengan menambahkan seng
atau aluminium sebagai reduktor 2Ag(CN)2-(aq) + Zn(s) 2 Ag(s) + Zn(CN)4-(aq) c. Sifat-
sifat : Perak murni berwarna putih dan sangat mengilap Penghantar listrik yang sangat
baik (Daya hantar listrik perak jauh lebih baik dibandingkan tembaga karena hambatan jenis
perak jauh lebih kecil dibandingkan tembaga. Akan tetapi, tembaga lebih banyak digunakan
sebab perak lebih mahal daripada tembaga) Tahan korosi, dan mudah ditempa Logam
yang tidak reaktif dan tidak teroksidasi oleh oksigen di udara d. Kegunaan : Mata uang,
medali, perhiasan, barang kerajinan Fotografi (Senyawa perak, yaitu AgBr dan AgI,
digunakan untuk membuat film foto dan kertas foto karena mudah diuraikan oleh cahaya). 2
AgX + cahaya 2 Ag + X2 (X = Br atau I) Endapan perak menghitamkan film sehingga
menghasilkan film negatif Bahan penambal gigi Industri penyepuhan (elektroplating).
Logam yang akan disepuh digunakan sebagai katode (kutub negatif) dan perak sebagai anode
(kutub positif), sedangkan elektrolit yang digunakan adalah Na[Ag(CN)2] B. UNSUR-
UNSUR NON LOGAM DALAM KEHIDUPAN 1. OKSIGEN (O) a. Terdapat : - Dalam
keadaan bebas di udara (O2) sebesar 20 % volume - Dalam persenyawaan : air (H2O), pasir
(SiO2), silika (SiO32-), dan oksida logam lainnya. b. Pembuatan : Penguraian Katalitik
H2O2 MnO2 2 H2O2(l) 2H2O(l) + O2(g) Pembuatan gas oksigen dalam laboratorium dapat
dilakukan dengan cara memanaskan senyawa oksidanya, seperti yang dilakukan Priesley. 2
HgO (s) 2Hg (s) + O2(g) 2 KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g) Secara alami terbentuk melalui
proses fotosintesis CO2 + H2O C6H12O6 + O2 Secara komersial, oksigen (bersama dengan
nitrogen) dibuat melalui Destilasi Udara Cair. Proses : udara bersih dimasukkan ke dalam
kompresor untuk dicairkan dengan tekanan tinggi, kemudian udara cair didinginkan dan
dilakukan penyaringan untuk menghilangkan CO2 dan hidrokarbon yang terdapat
didalamnya. Udara cair yang sudah bersih selanjutnya dialirkan ke dalam kolom destilasi
untuk memisahkan Nitrogen, Argon, dan Oksigen. Pemisahan ini didasarkan pada perbedaan
titik didih gas-gas tsb. Titik didih Nitrogen : -195,8 0C, Argon : -185,70C, Oksigen : -1830C
(karena ttk didih nitrogen paling rendah, maka nitrogen akan menguap lebih dahulu dan
ditampung, diikuti dengan argon dan oksigen c. Sifat-sifat : Pada suhu kamar tidak
berwarna, tidak berbau, tidak berasa, titik didih : -1830C dan titik beku : -218,40C. Berupa
molekul diatomik Oksigen tidak terbakar, tetapi merupakan komponen yg diperlukan dalam
pembakaran Pada suhu dan tekanan normal oksigen tidak begitu reaktif, tetapi menjadi
sangat reaktif pada suhu tinggi. Kelarutan dalam air : 5 ml O2 dapat larut dalam 100 ml air.
Oksigen yang larut inilah yang membuat berbagai organisme hidup dalam air. d. Kegunaan :
Pernafasan makhluk hidup Bersama gas asetilena digunakan untuk memotong dan mengelas
logam (baja) Oksigen cair bersama dengan hidrogen cair digunakan sebagai bahan bakar
roket untuk mendorong pesawat ruang angkasa. Oksigen juga digunakan dalam berbagai
industri kimia untuk mengoksidasi berbagai zat. Digunakan untuk pembakaran atau reaksi
kimia tertentu Proses pengolahan limbah (aerasi) Pembuatan ozon (O3) 3 O2(g) 2 O3(g) 2.
NITROGEN (N) a. Terdapat : - Dalam keadaan bebas di udara sebanyak 78% - Dalam
persenyawaan : Sendawa (KNO3), dan Sendawa Chili (Na2CO3) b. Pembuatan : Dalam
laboratorium dibuat dengan memanaskan larutan NH4Cl dan larutan NaNO2 NH4Cl(aq) +
NaNO2(aq) NaCl(aq) + 2 H2O(l) + N2(g) Dapat juga dibuat dengan reaksi : 2NH3 (g) +
3CuO 3Cu(s) + 3H2O(l) + N2(g) 2Cu( s) + 2 NO(g) 2CuO + N2(g) Secara komersial,
nitrogen dibuat bersama-sama dengan oksigen dengan cara destilasi bertingkat udara cair c.
Sifat-sifat : Pada suhu kamar, tidak berbau, tidak reaktif, tidak berwarna Titik didih : -
195,80C dan titik leleh : -2100C Sukar bereaksi karena ikatannya yang kuat (energi
ikatannya sangat besar). N2 hanya bereaksi pada suhu tinggi d. Kegunaan : Pengisi bola
lampu pijar Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin untuk membuat suhu yang sangat
rendah Nitrogen digunakan untuk melepaskan oksigen (atmosfer inert) untuk berbagai
industri yang terganggu oleh oksigen karena sifat nitrogen yang kurang reaktif. (penyimpanan
buah-buahan dan sayuran sehingga tidak cepat busuk dalam kemasan kaleng, pembuatan
larutan injeksi, industri elektronika yang menginginkan udara tanpa oksigen, penyimpanan
produk yang mudah terbakar). Bahan baku pembuatan amoniak (Proses Haber-Bosch) N2(s)
+ 2H2(g) 2NH3(g) Dalam persenyawaan : - Amonia (NH3) : gas yang tidak berwarna,
berbau merangsang, dan mudah mencair, titik didih 330C dan titik beku 780C. Digunakan
untuk : pembuatan pupuk urea dan ZA (zwavel amonia) , pembuatan NH4Cl pada baterai,
pembuatan asam nitrat (HNO3) pendingin dalam pabrik es, pembuatan hidrasin (N2H4) yang
digunakan sebagai bahan bakar roket, sebagai bahan dasar pembuatan : (bahan peledak,
kertas, plastik, dan detergen). - HNO3 Pembuatan asam nitrat dengan proses Oswald.
4NH3(g) + 5 O2(g) 4NO)g) + 6H2O(g) 2NO(g) + O2(g) 2NO2 (g) 4NO2(g) + O2(g) +
2H2O(l) 4HNO3(g) HNO3 digunakan untuk pembuatan pupuk amonium nitrat (NH4NO3),
bahan peledak seperti (TNT /trinitrotoluena, nitrogliserin dan nitroselulosa), sebagai nitrasi
senyawa organik yang digunakan untuk produksi zat warna, obat-obatan, pestisida, dan
detergen. - Siklus nitrogen Senyawa organik yang khas dari nitrogen adalah protein. Nitrogen
masuk ke dalam rantai makanan melalui tumbuhan. Tumbuhan umumnya memperoleh
nitrogen dari dalam tanah berupa mineral yang larut dalam air, yaitu nitrat dan amonium.
Hanya tumbuhan polong-polongan (legum) yang dapat mengikat nitrogen dari udara berkat
bantuan sejenis bakteri yang terdapat pada bintil akar tumbuhan tersebut. Nitrogen dalam
tanah berasal dari fikasasi nitrogen atmosfer atau dari hasil perombakan senyawa nitrogen
organik (sisa organisme) oleh kerja bakteri. Fiksasi nitrogen terjadi menurut dua jalur, yaitu
karena pengaruh petir dan bakteri. Petir dapat melangsungkan reaksi nitrogen dengan oksigen
membentuk nitrogen monoksida (NO) N2(g) + O2(g) 2NO(g) NO tersebut teroksidasi lebih
lanjut membentuk nitrogen dioksida. Nitrogen dioksida dalam air hujan membentuk asam
nitrat. 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) 3NO2(g) + H2O(g) 2HNO3(g) + NO(g) 3. KARBON (C) a.
Terdapat : dalam senyawa organik, anorganik, dan dalam keadaan bebas b. Pengolahan :
Karbon yang paling murni diperoleh melalui pemanasan gula pasir (sukrosa) tanpa udara
C12H22O11(s) 12C(s) + 11H2O(g) c. Sifat-sifat & kegunaan : Karbon ditemukan dalam
bentuk Allotropi yaitu Intan (kristal karbon dengan struktur tetrahedral, bersifat isolator, titik
leleh sangat tinggi, digunakan untuk perhiasan dan alat pemotong kaca, pengebor, pengasah).
Intan buatan dibuat dari grafit melalui pemanasan pada suhu sekitar 30000C dan tekanan
sekitar 125.000 atm. Grafit (kristal karbon dengan pola berlapis-lapis dan berbentuk
heksagonal yang simetri, bersifat konduktor, digunakan untuk elektrode batu baterai,
pelumas, dan inti pensil yang merupakan campuran grafit dengan tanah liat). Serta dalam
bentuk Amorf (bersifat lebih rapuh), yaitu Batubara (terbentuk dari fosilisasi tumbuhan,
digunakan sebagai bahan bakar dan bahan baku untuk pembuatan senyawa hidrokarbon
dengan proses gasifikasi batu bara. Batubara C(s) + CH4(g) C(s) + H2O(g) CO(g)+ H2(g)
CO(g) + 3H2(g) CH4(g)+ H2O(g) C(s) + 2H2(g) CH4(g) Kokas (di buat dari pemanasan
batubara pada suhu tinggi tanpa udara/ destilasi destruktif) digunakan sebagai reduktor pada
pengolahan berbagai jenis logam seperti besi, timah dan nikel, Arang (dibuat dari kayu atau
serbuk gergaji dengan pemanasan pada suhu tinggi tanpa udara), arang merupakan kristal
halus dengan struktur seperti grafit. Ruang antarlapisan atom dalam arang yang dibubuk
halus dapat menyerap (mengadsorpsi) atom atau molekul lain sehingga zat itu mempunyai
daya adsorpsi yang besar. digunakan untuk mengadsorpsi zat warna dan bahan polutan
lainnya pada pengolahan air, adsorpsi zat warna yang terdapat dalam air tebu pada
pengolahan gula, sebagai obat sakit perut atau keracunan. Karbon hitam (merupakan jelaga
yang dibuat dari pembakaran hidrokarbon dengan oksigen yang terbatas) digunakan untuk
vulkanisai karet pada industri ban, dan sebagai pigmen warna hitam, tinta cetak. Karbon
dalam persenyawaan : - CO (karbon monoksida) : gas yang sangat beracun karena dapat
mengikat hemoglobin dalam darah sehingga menghalangi fungsi utama hemoglobin sebagai
pengangkut oksigen, terbentuk pada pembakaran tak sempurna bahan bakar yang
mengandung karbon seperti kayu dan bensin, karena sifatnya yang dapat terbakar dan
menghasilkan panas, maka gas ini digunakan sebagai bahan bakar gas, sebagai reduktor pada
pengolahan logam, membuat metanol. - CO2 (karbon dioksida) : gas yang tidak berwarna dan
tidak berbau, tidak beracun, tetapi dapat mengusir oksigen sehingga jika kadarnya terlalu
besar (10-20% volume) dapat membuat orang pingsan dan mengganggu pernafasan,
terbentuk pada pembakaran sempurna bahan bakar yang mengandung karbon dan dari
pernapasan makhluk hidup, digunakan untuk membuat es kering (dry ice) yaitu CO2 padat
yang digunakan sebagai pendingin, untuk memadamkan kebakaran (tabung pemadam
kebakaran berisi CO2 cair dengan tekanan 60 atm. Jika katupnya dilepas maka CO2 cair akan
langsung menjadi gas dan menghalangi oksigen masuk kelokasi yang sedang terbakar
sehingga api padam), untuk minuman bersoda. - NaHCO3 (natrium hidrogen karbonat)
disebut juga natrium bikarbonat yang dalam sehari-hari disebut soda kue yang digunakan
sebagai pengembang adonan, digunakan sebagai bahan pembuat kaca, bahan pembuat
natrium silikat yang digunakan untuk pembuatan kertas, proteksi logam, dan detergen, serta
untuk menghilangkan kesadahan air 4. POSFORUS (P) a. Terdapat sebagai fosfat dalam
berbagai mineral. Mineral terpenting adalah fluoroapatit / 2 Ca3(PO4).CaF2 b. Pengolahan :
Unsur fosfor diproduksi dari batuan fosfat dengan dipanaskan bersama-sama silika dan kokas
dalam tanur listrik 2 Ca3(PO4)2(s) + 10 C(s) + 6 SiO2(s) 6CaSiO3(l) + 10 CO(g) + P4(g)
Fosfor yg terbentuk adalah fosfor putih, kemudian terkondensasi dan akhirnya terkumpul di
bawah air sebagai padatan c. Sifat-sifat : Pada suhu biasa fosfor mempunyai beberapa
bentuk allotropi, yaitu fosfor putih, fosfor merah, dan fosfor hitam Fosfor putih bersifat
lunak (berwujud padat seperti lilin), titik leleh rendah (44,10C), sangat reaktif (menyala
spontan bila bersinggungan dengan udara), tidak larut dalam air, larut dalam CS2, sangat
beracun, bahan fosforesen yang berpendar dalam gelap. Jika fosfor putih dipanaskan sampai
4000C akan berubah menjadi fosfor merah Fosfor merah merupakan serbuk merah coklat
(padat), kurang reaktif, dan relatif tidak beracun Fosfor hitam, bentuknya paling stabil,
terbentuk dari fosfor putih melalui pemanasan dengan katalis Hg pada tekanan tinggi.
Mempunyai struktur kristal berlapis seperti grafit, tetapi lapisan-lapisannya terikat kuat.
Bersifat semikonduktor d. Kegunaan : Sebagian besar fosfor putih digunakan untuk
pembuatan asam fosfat (fosforus putih direaksikan dengan udara berlebihan, lalu disiram
dengan air) P4(s) + 5O2(g) P4O10 O10 + 6 H2O(l) 4H3PO4(aq) Fosfor merah digunakan
untuk pembuatan korek api Digunakan untuk menjadi pupuk Fosfor termasuk unsur makro,
yaitu unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang cukup banyak. Sementara itu
fosfor di alam terutama terdapat sebagai batuan fosfat yang tidak larut dalam air sehingga
tidak diserap oleh tumbuhan. Oleh karena itu batuan fosfat direaksikan dengan asam sulfat
atau asam fosfat, dimana batuan fosfat di ubah menjadi kalsium hidrogenfosfat atau kalsium
fosfat primer Ca(H2PO4)2 yang Jika ada amilum, maka ketika larutan dipanaskan dan
ditambah iodin akan menjadi biru Larut dalam air. Ca3(PO4)2 + 2H2SO4 2CaSO4 +
Ca(H2PO4)2 Ca3(PO4)2 + 4H3PO4 3Ca(H2PO4)2 Pupuk yang mengandung Ca(H2PO4)2
dan CaSO4 disebut pupuk superfosfat karena mudah larut dalam air. Pupuk TSP (tripel super
fosfat) yang mempunyai kadar fosfat tinggi dibuat dengan cara menambahkan asam fosfat ke
dalam gerusan batuan fosfat Ca3(PO4)2. Juga ada pupuk campuran fosfat dan nitrogen yang
dikenal sebagai pupuk nitrofos, yaitu : Ca(H2PO4)2 + Ca(NO3)2 Senyawanya : Natrium Tri
Poli Fosfat (STTP), Na5P3O10 digunakan sebagai bahan penunjang dalam detergen, yaitu
untuk mengikat ion kalsium/ magnesium dari air sadah sehingga tidak mengganggu (tidak
mengendapkan) deterjen. Pembuatan aliase logam (perunggu tertentu) Campuran untuk
bom asap Racun serangga (pestisida) 5. IODIN (I) a. Pengolahan : Reduksi natrium iodat
(NaIO3), yang terdapat dalam sendawa chili (NaNO3). Sebagai reduktor digunakan natrium
bisulfit (NaHSO3) 2NaIO3(aq) + 5NaHSO3(aq) I2(aq) + 3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(aq) +
H2O(l) Iodin yang terbentuk dimurnikan dengan cara sublimasi. b. Sifat-sifat : Unsur
nonlogam (golongan VII A) Tidak dijumpai dalam keadaan bebas di alam. Iodin terdapat
dalam sendawa chili NaNO3 yang mengandung NaIO3 (natrium iodat) Pada suhu kamar
berwujud padat berwarna hitam, mudah menyublim Berbentuk molekul diatomik Uap
iodin berwarna ungu (Iodin berasal dari bahasa Yunani, iodes yang artinya ungu) Larut
dalam alkohol disebut Iodin tinktur c. Kegunaan : Sebagai antiseptik, seperti iodium tinktur
(I2 dalam alkohol) Mencegah penyakit gondok. Untuk itu ke dalam garam dapur (NaCl)
ditambah NaIO3 Sebagai indikator, untuk menguji apakah ada amilum dalam suatu larutan
(campuran). Jika ada amilum, maka ketika larutan dipanaskan dan ditambah iodin akan
menjadi biru AgI untuk fotografi Posted in: Materi Kimia SMA XII Cheap Offers:
http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap