Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Koperasi merupakan usaha bersama dari sekolompok orang yang mempunyai
kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi
merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi di
Indonesia saat ini telah berkembang dengan pesat karena para anggota-anggotanya yang terdiri
dari masyarakat umum telah mengetahui manfaat dari pendirian koperasi tersebut, yang dapat
membantu perekonomian dan mengembangkan kreatifitas masing-masing anggota. Upaya dari
pendirian koperasi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memahami
koperasi. Ciri utama dari koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya (non
koperasi) adalah posisi anggota. Dalam UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian
disebutkan bahwa, anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi.
Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha bukan semata-semata hanya pada
orientasi laba, melainkan juga pada orientasi manfaat . Karena itu, dalam banyak kasus
koperasi, manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebgai tujuan perusahaan karena
mereka bekerja didasari dengan pelayanan. Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan usaha
koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarkan dalam berbagai aspek program
oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan. Koperasi juga memberikan
kontribusi yang cukup besar terhadap pembentukan produk nasional, peningkatan ekspor,
perluasan lapangan kerja dan usaha, serta peningkatan dan pemerataan pendapatan.
Pada saat ini masih banyak orang yang kurang memahami betapa pentingnya peran koperasi
sebagai salah satu sector usaha perekonomian Indonesia. Mungkin masih banyak orang yang
menganggap koperasi hanyalah lembaga keuangan biasa. Namun kenyataannya koperasi
merupakan salah satu dari tiga sector usaha formal dalam perekonomian Indonesia. Dalam
kegiatannya, selain menekankan pada kepentingan social dan ekonomi, kegiatan ekonomi juga
menekankan pada kepentingan moral.
Pemerintah Indonesia sangat berkepentingan dengan Koperasi, karena Koperasi di
dalam sistem perekonomian merupakan soko guru. Koperasi di Indonesia belum memiliki
kemampuan untuk menjalankan peranannya secara efektif dan kuat. Hal ini disebabkan
Koperasi masih menghadapai hambatan struktural dalam penguasaan faktor produksi

1
khususnya permodalan. Dengan demikian masih perlu perhatian yang lebih luas lagi oleh
pemerintah agar keberadaan Koperasi yang ada di Indonesia bisa benar-benar sebagai soko
guru perekonomian Indonesia yang merupakan sistem perekonomian yang yang dituangkan
dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Koperasi sebagai lembaga di mana orang-orang yang memiliki kepentingan relatif homogen,
berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dalam pelaksanaan kegiatannya, koperasi
dilandasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mencirikannya sebagai lembaga ekonomi
yang sarat dengan nilai etika bisnis. Nilai-nilai yang terkandung dalam koperasi, seperti
menolong diri sendiri (self help), percaya pada diri sendiri (self reliance), dan kebersamaan
(cooperation) akan melahirkan efek sinergis. Efek ini akan menjadi suatu kekuatan yang sangat
ampuh bagi koperasi untuk mampu bersaing dengan para pelaku ekonomi lainnya. Konsepsi
demikian mendudukkan koperasi sebagai badan usah yang cukup strategis bagi anggotanya
dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomis yang pada gilirannya berdampak pada masyarakat
secara luas. Pada era Orde Baru (Orba), pembangunan koperasi sangat signifikan. Diwarnai
oleh kesuksesan gerakan para karyawan bank bjb yang tergabung dalam Koperasi Karyawan
bank bjb (Ziebar).
Sebuah Koperasi dikatakan berhasil atau sukses jika mampu meningkatkan kesejahteraan
anggotanya. Koperasi dapat mensejahterahkan anggotanya, karena ia menciptakan nilai
tambah dari usaha mereka. Dalam hal ini, semakin baik kinerja Koperasi, maka semakin besar
kemampuan Koperasi mensejahterakan anggotanya. Semakin besar peran Koperasi
memperbaiki kesejahteraan anggotanya, semakin tinggi partisipasi mereka dalam kegiatan
Koperasi. Jadi, hubungan antara kinerja Koperasi, partisipasi anggota dan kesejahteraan
anggota adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Anggota Koperasi mempunyai makna
yang sangat strategis bagi pengembangan Koperasi, anggota dapat berfungsi sebagai pemilik
dan sekaligus sebagai pengguna jasa sebagai karakteristik utama Koperasi yang tidak dimiliki
oleh bentuk perusahaan lain. Sebagai pemilik harus berpartisipasi dalam penyetoran modal,
pengawasan, dan pengambilan keputusan, dengan harapan akan memperoleh pembagian SHU
yang memadai, kesuksesan koperasi juga dapat dilihat dari kemampuan dalam
mempromosikan ekonomi anggotanya. Oleh karna itu dapat dikatakan bahwa peranan koperasi
sangat besar bagi anggotanya.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA


Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya
merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang
sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan
ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa
orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh
penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk
menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus mengintimidasi penduduk
pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat memprihatinkan. Di samping itu para
rentenir, pengijon dan lintah darat turut pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba mencari
keuntungan yang besar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga
tidak jarang terpaksa melepaskan tanah miliknya sehubungan dengan ketidakmampuan mereka
mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkak akibat sistem bunga yang diterapkan
pengijon.
Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh Patih di Purwokerto, Jawa
Tengah, R. Aria Wiraatmadja yang pada tahun 1896 mendirikan sebuah Bank untuk Pegawai
Negeri. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:


1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan
penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan
politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang
membahayakan pemerintah jajahan itu.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi
gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan
Verordening op de Cooperatieve Vereeniging. Dengan Undang-undang Koperasi tahun 1915,

3
rakyat tidak mungkin dapat mendirikan koperasi, karena:
1. Harus mendapat izin dari Gubernur Jenderal.
2. Harus dibuat dengan Akta Notaris dalam bahasa Belanda.
3. Membayar bea materai sebesar 50 gulden.
4. Hak tanah harus menurut Hukum Eropa.
5. Harus diumumkan di Javasche Courant, yang biayanya cukup tinggi.

Pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Isi UU Koperasi tahun 1927 tersebut
antara lain :
1) Akte pendirian tidak perlu Notariil, cukup didaftarkan pada Penasihat Urusan Kredit Rakyat
dan Koperasi, dan dapat ditulis dalam Bahasa Daerah.
2) Bea materainya cukup 3 gulden.
3) Dapat memiliki hak tanah menurut Hukum Adat.
4) Hanya berlaku bagi Golongan Bumi Putera.

Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan
kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai
Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha
koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu
mendirikan koperasi KUMIAI. Awalnya koperasi ini berjalan mulus, namun fungsinya
berubah drastic dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan dan menyengsarakan
rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia
mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan
sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta pernah
berkata : Bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang
Koperasi.

Hambatan-hambatan bagi pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal


berikut: :
1. Kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah
2. Pengalaman masa lampau mengakibatkan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi
3. Pengetahuan masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah

4
Untuk melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
a. Menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi
b. Memperluas pendidikan dan penerangan koperasi
c. Memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian
yang bermodal kecil.

Organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi sangat perlu diperbaiki. Para pengusaha
dan petani ekonomi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah darat. Cara
membantu mereka adalah mendirikan koperasi di kalangan mereka. Dengan demikian
pemerintah dapat menyalurkan bantuan berupa kredit melalui koperasi tersebut. Untuk
menanamkan pengertian dan fungsi koperasi di kalangan masyarakat diadakan penerangan dan
pendidikan kader-kader koperasi.

2.2 PENGERTIAN KOPERASI

a) Pengertian Koperasi Menurut Istilah

Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata co yang berarti bersama dan
operation (operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama. Sedangkan
pengertian umum, Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan
sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud
mensejahterakan anggota.

b) Pengertian Koperasi Menurut Undang Undang

UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia):


Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.

c) Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian koperasi menurut para ahli :


1. Dr. Fay ( 1980 )

5
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas
mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri
sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai
anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.

2. R.M Margono Djojohadikoesoemo


Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri
hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.

3. Prof. R.S. Soeriaatmadja


Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh
anggota yang juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar
laba atau dasar biaya.

Jadi, Koperasi adalah suatu badan atau lembaga melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-
prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui
perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

2.3. KINERJA KOPERASI DI INDONESIA


Pengembangan koperasi di Indonesia terus membaik meski belum sempurna, oleh
karena itu ekonomi kerakyatan tersebut harus didorong secara optimal untuk menjadi kekuatan
nasional berbasis akar rumput.Frans Meroga, Direktur Operasional Koperasi Simpan Pinjam
(KSP) Nasari, mengatakan kekuatan berbasis kerakyatan itu harus didukung, karena selama ini
masih banyak aksi kapitalisme dan neoliberalisme di Indonesia.3Praktek-praktek kapitalisme
di Indonesia bahkan lebih liberal dibandingkan dengan negara-negara yang selama ini memang
benar-benar menganut sistem kapitalisme, katanya kepada BIsnis, hari ini, Jumat (26/10).
Di kawasan negara-negara Barat bahkan melakukan proteksi terhadap produknya,
karena memiliki kepentingan kepada rakyat. Sebaliknya di Indonesia yang bukan menganut
sistem kapitalisme, semua mekanismenya diserahkan kepada pasar. Inilah menurutnya sudah
keluar dari nilai-nilai Pancasila. Dengan alasan itu dia meminta pemerintah mendukung
gerakan masyarakat koperasi, meski support itu sudah diberikan melalui lahirnya Undang-
undang Perkoperasi terbaru yang menggantikan Undang-undang Koperasi Nomor 25 Yahun
1992.
Apalagi dalam undang-undang terbaru itu mempertegas pendirian lembaga penjaminan

6
simpanan dan pengawasan. Kelahiran kedua lembaga itu akan meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga koperasi. Namun dia belum puas, karena selama ini arsitektur
pembiayaan terhadap mikro belum tertata dengan benar. Peraturan Bank Indonesia (PBI)
tentang pembiayaan mikro masih cenderung ditandai terjadinya kanibalisasi antara
perbankan dan koperasi.

1. Variabel Kinerja
Secara umum, variabel kinerja koperasi yang diukur untuk melihat perkembangan atau
pertumbuhan (growth) koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumblah koperasi per
provinsi, jumblah koperasi per jenis / kelompok koperasi, jumblah koperasi aktif dan nonaktif),
keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset, dan sisa hasil usaha. Variabel variabel
tersebut pada dasarnya belumlah dapat mencerminkan secara tepat untuk dipakai melihat
peranan atau pangsa (share) koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Demikian pula
dampak dari koperasi (cooperative effect) terhadap peningkatan kesejahteraan anggota atau
masyarakat belum tercermin dari variabel-variabel yang disajikan. Dengan demikian, variabel
kinerja koperasi yang diuraikan pada bab ini cenderung hanya dijadikan sebagai salah satu alat
untuk melihat perkembangan koperasi sebagai badan usaha.
2. Jumlah Koperasi
Penataan kelembagaan koperasi dilakukan pada awal Kabinet Refolmasi
Pembangunan, yaitu bulan Juni 1998. penataan kelembaggan yang dimaksud ialah pendataan
ulang atau pemutakhiran data koperasi yang ada. Dalam pendataan ulang tersebut
diidentifikasikan koperasi yang terdaftar, kemudian dikelompokan manjadi 2kelompok besar
yaitu (1) koperasi yang aktif dan (2) koperasi yang tidak aktif. Koperasi tidak aktif adalah
koperasi yang dalam dua tahun terakhir secara berturut-turut tidak melakukan Rapat Anggota
Tahunan (RAT) dan atau tidak malakukan kegiatan usaha.
3. Anggota Koperasi
Jumlah anggota koperasi aktif tahun 1998 adalah 20,127 juta atau meningkat 2,14
persen dari tahun 1997. Pada bulan Juni 1999, jumlah tersebut berkembang menjadi
21.959.118, yang berarti meningkat 9,65 persen dari tahun sebelumnyaatau 14,43 persen dari
tahun 1997.Rata-rata pertumbuhan total anggota koperasi primer selama 3 tahun terakhir (
1997-1999) adalah sebesar 6,7 persen per tahun. Sedangkan untuk koperasi sekunder rata-rata
pertumbuhannya cukup besar, yaitu sebesar 42,13 persen per tahun.

7
4. Volume Usaha Koperasi
Volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang atau jasa pada
suatu periode atau tahun buku yang bersangkutan. Dengan demikian, volume usaha koperasi
adalah akumulasi nilai penerimaan barang dan jasa sejak awal tahun buku ( Januari ) sampai
dengan akhir tahun buku ( Desember). Pada hakekatnya, aktivitas ekonomi koperasi dapat
dilihat dari besaran volume usaha koperasi itu sendiri.
Volume usaha koperasi pada tahun 1997 adalah sebesar Rp 14.643,5 milyar dan turun 11,55
persen menjadi Rp12.952 milyar pada tahun 1998. Penurunan ini terutama sebagai akibat
penurunan usaha koperasi dalam tata niaga cengkeh dan tebu rakyat intensifikasi (TRI). Sejalan
dengan upaya pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan koperasi, di mana di antaranya
diadakan pelonggaran prosedur dan peningkatan alokasi kredit serta meningkatkan plafon
berbagai skema kredit, khususnya Kredit Usaha Tani ( KUT), maka volume usaha koperasi
pada tahun 1999 diproyeksikan menjadi Rp26.104,9 milyar, meningkat 101,55% dari tahun
1998, atau menigkat 78,27% dari tahun 1997.
5. Aset Koperasi
Aset koperasi pada tahun 1997 adalah Rp9.254,6 milyar, menigkat 2,14 persen menjadi
Rp 9.452,8 milyar pada tahun 1998. Pada Juni 1999, aset koperasi adalah Rp14.588,2 milyar,
yang berarti naik 54,33% dari tahun 1998 dan naik 57,63% dari tahun 1997.

Fungsi Koperasi / Koprasi :


1.Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2.Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3.Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4.Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi

Peran dan Tugas Koperasi / Koperasi :


1.Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2.Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3.Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan,
membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada

8
2.4. Kinerja Koperasi Di SUL-SEL

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengevalusi program
kerja tahun 2010-2015. Evaluasi program kerja tersebut digelar pada kegiatan Rapat
Koordinasi Forum SKPD dalam Rangka Sinkronisasi Program Tahun 2016 di Hotel Grand
Town Makassar, Kamis (12/11/2015).
Rapat koordinasi yang dihadiri 80 orang dibuka oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin
Nu'mang. Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Syamsul Alam
Ibrahim.
Syamsul mengatakan rapat koordinasi diadakan setiap tahun. Namun, pada rapat kali
ini, Dinas Koperasi dan UMKM mengudang mengundang para kepala Dinas dan UMKM
Kabupaten/Kota se-Sulsel, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi
Sulsel, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda), Kabupaten/Kota Sulsel, dan Kepala
Bappeda Kabupaten/Kota Suksel.
Evaluasi untuk beragam program, diantaranya bantuan sosial, bantuan pasar modal
kerja, sarana dan prasarana, serta jumlah koperasi dan tidak aktif. Hal tersebut, agar ada
sinkronisasi untuk program kerja pemerintah Sulsel tahun 2016 mendatang.
Hingga saat ini, jumlah UMKM mencapai 916 ribu. Koperasi sebanyak 8.556, namun 2.500
diantaranya tidak aktif.

Presiden Jokowi akan menempatkan Koperasi sebagai salah satu instusi ekonomi
rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu dalam momentum
peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 tahun 2017, Jokowi mengajak seluruh insan koperasi
untuk kembali menggelorakan semangat gerakan koperasi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam puncak peringatan Harkopnas ke-70 di Lapangan
Karebosi, Makassar, Sulsel, Rabu (12/7/2017). Peringatan kali ini mengangkat tema "Koperasi
Menuju Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan untuk Memperkokoh
NKRI".

Turut hadir dalam acara itu, Menteri Koperasi Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubenrur
Sumsel Sahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Muhammad Ramdan Pomanto, dan Ketua
Umum Dekopin - Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid. Serta dihadiri ribuan pegiat

9
koperasi dari seluruh tanah air, dan para pemangku kepentingan dari Kemenkop UKM, dan
dinas-dinas Koperasi dan UKM.

"Kita semua ingin koperasi jadi salah satu instusi ekonomi rakyat yang penting dalam
menghadapi tantangan masa depan. Karena itu koperasi harus diperkuat, harus diperdayakan
oleh kita semuanya," imbuh Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar para penggerak koperasi nasional supaya tidak takut bersaing
dengan pelaku ekonomi lainnya. Koperasi yang kuat dan mandiri, diyakini akan mampu
bersaing dengan korporasi besar dan perusahaan BUMN. Semangat jadikan koperasi sebagai
kekuatan bersama, dan gotong royong akan mampu bersaing serta cepat beradaptasi dengan
perkembangan zaman.

"Untuk itu, dibutuhkan inovasi, karena sekarang ini bukan negara basar yang mengalahkan
negara kceil, tapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lamban. Karena itu, kita harus
bergerak cepat agar bisa bersaing dengan negara lain," kata Presiden.

Dalam perkembangannya, Jokowi mengagumi banyak koperasi Indonesia yang bisa dijadikan
sebagai model bagi koperasi lainnya di dalam mengembangkan kegiatan usahanya. Seperti
KUD Denbantas Tabanan, Koperasi Kredit Union Mandiri, Kospin Jasa Pekalongan, Koperasi
BMT UGT Sidogiri Jawa Timur.

"Saya titip kepada Menkop dan Ketua Dekopin, contoh seperti ini kita replikasi kepada
koperasi yang lain bagaiman bisa mencapai omzet yang tinggi seperti itu, mencapai perputaran
uang seperi itu. Ajak koperasi lain, lihat koperasi sepeti itu," tukas Jokowi.

Ke depan Jokowi berharap sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia dapat


ditingkatkan, mengikuti kemajuan dari beberapa negara luar. Untuk diketahui sumbangan
koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 3,99 persen.

"Bandingkan dengan negara lain berapa kontribusi di Perancis 18, Belanda 18, Selandi Baru
20 persen. Di negara kita baru 3,9 persen. Padahal kita selalu teriakan untuk menggerakan
koperasi sebagai sokoguru perekonomian kita, inilah pekerjaaan besar kita," tegas Jokowi.

Di tempat yang sama, Menkop UKM Puspayoga mengatakan perjalanan gerakan koperasi di
Indonesia selama 70 tahun telah mengalami banyak kemajuan. Koperasi terbukti memberikan

10
kesejahteraan bagi anggotanya, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi.
Koperasi juga turut menciptakan lapangan pekerjaan dan pemerataan kesejahteraan.

"Akan kita gerakan terus, bersama Gubernur, Walikota dan gerakan koperasi. Saya yakin
dengan melalui pembinaan yang baik, koperasi akan semakin maju," kata Puspayoga.

Kemenkop UKM telah menempuh Reformasi Koperasi, berupa langkah terencana,


konsepsional dan berkesinambungan untuk mewujudkan kemandirian koperasi. Reformasi
Koperasi terbagai dalam tiga tahapan; Rehabilitasi Koperasi, yakni melakukan pembaharuan
organisasi koperasi melalui pemutakhiran data koperasi dengan cara pembekuan dan
pembubaran koperasi.

Reorientasi Koperasi dengan melakukan perubahan paradigma dari pendekatan kuantitas


menjadi kualitas. Sedangkan Pengembangan dengan melakukan perubahan secara bertahap
dan terukur meliputi kajian terhadap regulasi yang menghambat perkembangan koperasi;
memperkuat akses pembiayaan, melalui KUR dan dana bergulir LPDB-KUMKM, dan
pengembangan koperasi sektor riil.

Puspayoga menegaskan koperasi tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan


Produk Domestik Bruto (PDB), Kewirausahaan dan Bisnis e-Commerce.

Apabila kontribusi koperasi tersebut diperhitungkan berdasarkan kontribusi anggota yang


merupakan pemilik dan sekaligus pengguna, diperoleh perkiraan kontribusi anggota koperasi
pada PDB Nasional pada tahun 2013 mencapai sebesar 13,56 persen.

Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya pada
tahun 2013 mencapai sebesar 15.27 persen. Pada tahun 2016, kontribusi anggota koperasi
terhadap PDB Nasional sebesar 20.71 persen. Dengan demikian, kontribusi total koperasi
sebagai suatu lembaga beserta anggotanya pada tahun 2016 mencapai sebesar 24,70 persen.

Tak hanya PDB, capaian positif juga terjadi di program kewirausahaan nasional. Sejak
beberapa tahun lalu, pemerintah sudah menjalankan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).
Puspayoga mengatakan GKN adalah gerakan yang tumbuh dari bawah, sehingga memiliki
pondasi yang kuat untuk berkembang.

11
Rasio tingkat aktivitas kewirausahaan Indonesia pada tahun 2013 yang semula sebesar 1,55
persen saat ini telah mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,01 persen. Peningkatan ini
menunjukan adanya peningkatan ratio tingkat aktivitas kewirausahaan sebesar 1,46 persen
dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid menambahkan bahwa
peringatan hari koperasi ini menjadi tonggak bagi gerakan koperasi untuk melakukan
perubahan dengan membangun sinergi bisnis koparasi, modernisasi manajemen koperasi,
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi bagi koparasi.

"Itulah langkah strategis untuk membangun koperasi masa sekarang dan masa depan," kata
Nurdin.

Pertumbuhan koperasi aktif sudah sebanyak 151 ribu, dengan jumlah anggota 37 juta orang,
serta volume usaha sebesar 266 triliun. Prestasi kinerja koperasi ini patut diapresiasi, karena
telah menjadi sokoguru bagi anggotanya.

"Tetapi masih ada tantangan koperasi dalam membangun ekonomi anggotanya. Masih ada
pekerjaan rumah kita membangun koperasi seperti masalah permodalan, teknologi, sumber
daya manusia dan lain lain," tukas Nurdin.

12
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas
kekeluargaan. inti dari koperasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para
pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun
tatanan perekonomian nasional. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya milik
orang kaya melainkan juga milik oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Keanggotaan Koperasi Indonesia bersifat sukarela dan didasarkan atas kepentingan bersama
sebagai pelaku ekonomi. Melalui koperasi, para anggota ikut, secara aktif memperbaiki
kehidupannya dan kehidupan masyarakat melalui karya dan jasa yang disumbangkan. Dalam
usahanya, koperasi akan lebih menekankan pada pelayanan terhadap kepentingan anggota, baik
sebagai produsen maupun konsumen.
Koperasi juga merupakan bentuk organisasi yang tujuan utama nya bukan mencari
keuntungan tetapi mencari kesejahteraan anggotanya dan meningkatkan perekonomian rakyat.
Koperasi menyediakan kebutuhan setiap anggotanya dengan harga terjangkau. Masyarakat ikut
serta menjadi anggota koperasi di dalamnya. Modal koperasi di dapatkan dari modal sendiri
maupun modal pinjaman. Oleh karena itu, dengan adanya koperasi, kesejahteraan rakyat akan
meningkat.

3.2 SARAN
Kita harus meningkatkan kesadaran dari diri kita masing - masing dalam usaha untuk
meningkatkan koperasi di Indonesia, dengan cara meningkatkan kinerja anggota koperasi
dengan cara memberikan training atau pelatihan kepada anggota koperasi, kita juga bisa
memodifikasi produk yang ada , dengan memodifikasi produk-produk yang ada dikoperasi
untuk meningkatkan selera masyarakat sehingga tertarik untuk mengkonsumsi produk dari
koperasi tersebut dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dari tahun ke tahun dan
juga memperbaiki koperasi secara menyeluruh. Kita harus menjadikan koperasi yang ada
Indonesia ini sebagai koperasi yang baik dan marilah kita memberi perubahan yang ada untuk
lebih mensejahterkan koperasi Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
http://dunsarwere.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-koperasi-menurut-para-ahli.html
https://www.enjang.com/landasan-asas-dan-tujuan-koperasi/
http://www.koperasi.net/2008/06/bagaimana-memulai-sebuah-koperasi.html
https://ahmadsayutinurreza.wordpress.com/2013/11/19/modal-koperasi/
kementerian Koperasi dan UKM & Tim Komunikasi Pemerintah Kwmkominfo

14