Anda di halaman 1dari 7

Kelompok 3:

Komang Desi Adi Pratiwi (1506305017 / Absen 2)


Ni Putu Nugraheni (1506305035 / Absen 4)

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI (EKA 400 BP2)


SAP 2
JENIS-JENIS PENELITIAN

2.1 Penelitian Menurut Tujuan


2.1.1 Penelitian Dasar (Basic Research)
Penelitian dasar atau sering disebut dengan penelitian murni adalah penelitian
yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini adalah penelitian
yang dilakukan dan arahnya hanya untuk memahami masalah dalam organisasi
secara mendalam (tanpa menerapkan hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk
mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat
praktis. Penelitian dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
2.1.2 Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian terapan adalah penelitian yang menggunakan teori untuk
memecahkan masalah tertentu. Hasil dari penelitian ini berupa jawaban yang nyata
dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan. Terdapat tiga macam
contoh dari penelitian terapan, yaitu:
1. Penelitian evaluasi (evaluation research), yaitu penelitian yang diharapkan
dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang
nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan.
2. Penelitian dan pengembangan (research and development), yaitu penelitian yang
bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai
kualitas yang lebih tinggi.
3. Penelitian tindakan (action research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk
segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.
2.2 Penelitian Menurut Metode
2.2.1 Penelitian Survey
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun
kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi
1
tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-
hubungan antar variabel. Sebagai contoh yaitu penelitian untuk mengungkapkan
kecenderungan masyarakat dalam mengkonsumsi jenis minuman.
2.2.2 Penelitian Ex Post Facto
Penelitian Ex Post Facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti
peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui
faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Sebagai contoh
yaitu penelitian untuk mengungkapakn sebab-sebab terjadinya kebakaran pabrik
tekstil.
2.2.3 Penelitian Eksperimen
Penelitian Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara
ketat. Sebagai contoh yaitu pengaruh unsur kimia tertentu terhadap kelezatan
makanan.
2.2.4 Penelitian Naturalistik
Penelitian naturalistik sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah (sebagai
lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
Sebagai contoh yaitu penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari
kelompok masyarakat tertentu atau adanya sesaji terhadap keberhasilan bisnis.
2.2.5 Policy Research (Penelitian Policy)
Policy research adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau
analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat
direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan
masalah. Sebagai contoh yaitu penelitian untuk mendapatkan informasi guna
menentukan sistem penggajian karyawan.
2.2.6 Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan atau action research adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat
ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Sebagai contoh yaitu penelitian
untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pembuatan suatu jenis
makanan yang diproduksi masal.
2.2.7 Penelitian Evaluasi

2
Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan
fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk. Terdapat dua jenis dalam
penelitian evaluasi yaitu penelitian evaluasi formatif yang menekankan pada
proses dan evaluasi sumatif yang menekankan pada produk. Sebagai contoh yaitu
penelitian untuk mengevaluasi apakah suatu produk yang direncakan terjual 95%
tercapai atau tidak.
2.2.8 Penelitian Historis
Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis
terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sebagai contoh yaitu
penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan
untuk menentukan hari ulang tahun.

2.3 Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi


Penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan
kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan
variabel yang lain.
2.3.1 Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai
variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat
perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain. Sebagai contoh
penelitian mengenai bagaimana etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di suatu
departemen.
2.3.2 Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.
Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sampel
yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda. Sebagai contoh adakah
perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan lulusan SMU.
2.3.3 Penelitian Asosiatif
Penelitian asosiatif atau hubungan adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka
akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan,
meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Sebagai contoh yaitu apakah ada
hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan tamu, atau adakah pengaruh insentif
terhadap prestasi kerja pegawai.
3
2.4 Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis
2.4.1 Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data
yang berbentuk angka atau data yang diangkakan). Data kuantitatif adalah dalam
bentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan seperti 1, 2, 3, 4, dst, atau
skor 5 = selalu, skor 4 = sering, skor 3 = kadang-kadang, skor 2 = jarang, dan skor 1
= tidak pernah.
2.4.2 Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan data kualitatif (data
yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar). Data kualitatif adalah data
dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif dapat diubah menjadi data
kuantitatif dengan jalan diskoring. Contoh data kualitatif adalah manis, pahit, rusak,
gagal, baik sekali atau sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak
setuju.
2.4.3 Penelitian Gabungan
Penelitian gabungan adalah penelitian yang datanya terdiri dari data kualitatif
dan data kuantitatif sehingga analisis datanya pun menggunakan analisis data
kualitatif dan analisis data kuantitatif.

2.5 Macam-Macam Data Penelitian


2.5.1 Data Berdasarkan Cara Memperolehnya
1. Data Primer, yaitu data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh
peneliti. Sebagai contoh yaitu mewawancarai langsung pemilik perusahaan
untuk meneliti tingkat pendapatan perusahaan tersebut.
2. Data Sekunder, yaitu data yang didapat tidak secara langsung dari objek
penelitian. Sebagai contoh yaitu seorang peneliti yang menggunakan data
statistik hasil riset dari badan pusat statistik.
2.5.2 Data Berdasarkan Sumber Datanya
1. Data internal, yaitu data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu
organisasi secara internal. Sebagai contoh yaitu data keuangan suatu perusahaan.
2. Data Eksternal, yaitu data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada
di luar organisasi. Sebagai contoh yaitu data jumlah penggunaan suatu produk
pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan.
4
2.5.3 Data Berdasarkan Bentuknya
1. Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar. Sebagai
contoh yaitu tingkat kepuasan pelanggan yang digolongkan dalam sangat puas,
puas, tidak puas dan lain sebagainya.
2. Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang
dapat diangkakan (skoring). Sebagai contoh yaitu baik sekali = 4, baik = 3,
kurang = 2 dan tidak baik = 1.
2.5.4 Data Berdasarkan Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section, yaitu data yang menunjukkan titik waktu tertentu.
Contohnya laporan keuangan per 31 Desember 2015, data pelanggan UD. Panda
Seminar bulan Oktober 2015.
2. Data Time Series/Berkala, yaitu data yang menggambarkan sesuatu dari waktu
ke waktu atau periode secara historis. Contohnya tingkat inflasi Indonesia dari
tahun 2000 sampai 2012.
2.5.5 Data Berdasarkan Skala
1. Data Nominal, yaitu data yang termasuk ke dalam data kualitatif, dan hanya
mempunyai satu kategori, sehingga tidak menunjukkan tingkatan. Contohnya
data tentang jenis kelamin, agama, suku bangsa.
2. Data Ordinal, yaitu data yang termasuk ke dalam data kualitatif yang jenjangnya
lebih tinggi dari data nominal. Contohnya tingkat pendidikan.
3. Data Interval, yaitu data yang termasuk ke dalam data kuantitatif yang berupa
angka, dapat bertingkat atau berjenjang, dapat menujukkan peringkat (makin
besar bilangan makin tinggi peringkatnya). Contohnya data suhu badan, data
nilai siswa.
4. Data Rasio, yaitu data yang dapat menyatakan sebagai peringkat, menyatakan
jarak, dan mempunyai titik nol sebagai titik mutlak, dan dioperasikan secara
matematik. Contohnya pendapatan, tinggi badan.

2.6 Penelitian dan Pengambilan Keputusan


Penelitian bisnis merupakan suatu proses pengumpulan, pencatatan, dan analisis
data yang sistematis untuk pengambilan kesimpulan yang objektif dalam rangka
membantu dalam pembuatan keputusan-keputusan bisnis. Perhatian utama dalam
penelitian bisnis adalah proses perubahan pembuatan keputusan yang selama ini

5
dilakukan berdasarkan intuisi menjadi pengambilan keputusan yang berdasarkan pada
proses investigasi yang dilakukan secara sistematis dan objektif.
2.6.1 Proses Berpikir
Penelitian digambarkan sebagai suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu teka-
teki. Bagi seorang peneliti, teka-teki merupakan masalah-masalah yang dapat diatasi
atau diselesaikan melalui penalaran. Penyampaian tersebut dilakukan melalui dua
cara yaitu eksposisi atau argumentasi. Eksposisi terdiri dari pernyataan-pernyataan
deskriptif yang sekadarnya saja dan mempunyai alasan-alasan. Argumentasi
memungkinkan kita untuk menjelaskan, mengartikan, membela, menantang, dan
menjajaki pengertian yang disampaikan. Hasil penelitian harus dijelaskan dengan
argumen yang dapat diterima. Ada dua jenis bentuk argumen yang sangat penting
dalam penelitian yaitu deduksi (deduction) dan induksi (induction).
2.6.2 Deduksi
Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat dari alasan-
alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses pengambilan
kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan yang benar dan valid.
Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan alasan-alasan yang valid atau dengan
menguji hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut proses deduksi
(deduction) dan metodenya disebut metode deduktif (deductive method) dan
penelitiannya disebut penelitian deduktif (deductive research). Proses deduksi selalu
digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific).
2.6.3 Induksi
Induksi adalah proses pengambilan kesimpulan (atau pembentukan hipotesis)
yang didasarkan pada satu atau dua fakta atau bukti-bukti. Pendekatan induksi
sangat berbeda dengan deduksi. Tidak ada hubungan yang kuat antara alasan dan
konklusi. Proses pembentukan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan
data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi
(induction process) dan metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan
penelitiannya disebut penellitian induktif (inductive research).

6
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, J.. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.


Rahyuda, Ketut. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Denpasar: Udayana University Press.