Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PROMOSI KESEHATAN

SKRINING PRA NIKAH

Disusun Oleh :
1. AYU CHAHYANI AGUSTIA SP
2. DESI HERNA DEWI
3. NUNING VIA ANDANI
4. TARDANIA SANTIA
5. VERA LESTARI

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES TANJUNG KARANG
PRODI DIV KEBIDANAN METRO
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan
Karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya dan tepat pada
waktunya.
Makalah ini berjudul PROMOSI KESEHATAN SKRINING PRA NIKAH untuk
memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan. Makalah ini dibuat dengan meninjau
beberapa sumber dan menghimpunnya menjadi kesatuan yang sistematis. Semoga
makalah ini dapat berguna bagi pembaca sekalian. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari
pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Metro, November 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menikah adalah sebuah momen terbesar dalam hidup yang paling penting dan ditunggu-
tunggu, namun menikah sendiri tidak hanya berkisar masalah pesta dan merencanakan bulan
madu saja, tetapi juga persiapan fisik dan mental, salah satunya adalah tes pranikah atau
premarital test. Meskipun dianggap sangat penting untuk dilakukan sayangnya tidak semua
orang beranggapan seperti itu. Melakukan pre marital check up adalah salah satu tindakan
preventif (pencegahan) terhadap masalah kesehatan diri kita dan pasangan maupun keturunan
kita untuk kedepannya
Skrining pra-nikah merupakan bagian dari konseling pra-nikah yang lebih ditujukan
untuk menilai kesiapan fisik. Meski tidak diwajibkan, skrining pranikah disarankan bagi
pasangan yang berencana untuk menikah. Melalui serangkaian pemeriksaan, khususnya
pemeriksaan laboratorium, dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang mungkin
mengganggu kesehatan pasangan dan keturunan mereka. Apabila ditemukan masalah, maka
praktisi kesehatan akan membantu dalam memberikan solusi. Intinya, ancaman dapat diketahui
lebih awal sehingga jeda waktu bagi keduanya untuk melakukan antisipasi melalui pengobatan
juga lebih panjang.

B. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian skrining pranikah
2. Mengetahui apa saja skrining pranikah
3. Mengetahui manfaat skrining pranikah
4. Mengetahui apa saja persiapan calon pengantin
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SKRINING PRANIKAH

Skrining pra-nikah merupakan bagian dari konseling pra-nikah yang lebih ditujukan
untuk menilai kesiapan fisik. Melakukan pre marital check up adalah salah satu tindakan
preventif (pencegahan) terhadap masalah kesehatan diri kita dan pasangan maupun keturunan
kita untuk kedepannya. Promosi kesehatan pranikah merupakan suatu proses untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya
yang ditujukan pada masyarakat reproduktif pranikah. Pelayanan kebidanan diawali dengan
pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Remaja wanita yang akan memasuki jenjang
perkawinan perlu dijaga kondisi kesehatannya. Kepada para remaja di beri pengertian tentang
hubungan seksual yang sehat, kesiapan mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan
tentang proses kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca
kehamilan. Promosi kesehatan pada masa pra nikah disampaikan kepada kelompok remaja
wanita atau pada wanita yang akan menikah.
Penyampaian nasehat tentang kesehatan pada masa pranikah ini disesuaikan dengan
tingkat intelektual para calon ibu. Nasehat yang di berikan menggunakan bahasa yang mudah
di mengerti karena informasi yang di berikan bersifat pribadi dan sensitif.
Remaja calon ibu yang mengalami masalah kesehatan akibat gangguan sistem
reproduksinya segera di tangani. Gangguan sistem reproduksi tidak berdiri sendiri. Gangguan
tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologi dan lingkungan sosial remaja itu sendiri.
Bila masalah kesehatan remaja tersebut sangat komplek, perlu dikonsultasikan keahli yang
relevan atau dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang fasilitas pelayanannya lebih lengkap.
Faktor keluarga juga turut mempengaruhi kondisi kesehatah para remaja yang akan memasuki
masa pernikahan. Bidan dapat menggunakan pengaruh keluarga untuk memperkuat mental
remaja dalam memasuki masa perkawianan dan kehamilan.
Pemeriksaan kesehatan bagi remaja yang akan menikah sangat dianjurkan. Tujuan dari
pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui secara dini tentang kondisi kesehatan para
remaja. Bila di temukan penyakit atau kelainan di dalam diri remaja, maka tindakan pengobatan
dapat segera dilakukan. Bila penyakit atau kelainan tersebut tidak diatasi maka upayakan pada
remaja tersebut untuk berupaya menjaga agar masalahnya tidak bertambah berat atau menular
kepada pasangannya. Misalnya remaja yang menderita penyakit jantung, bila nantinya hamil
secara teratur harus memeriksakan kesehatannya kepada dokter. Remaja yang menderita AIDS
harus menjaga pasanganya agar tidak terkena virus HIV. Caranya adalah di anjurkan
menggunakan kondom saat besrsenggama. Upaya pemeliharaan kesehatan bagi para calon ibu
ini dapat dilakukan melalui kelompok atau kumpulan para remaja seperti karang taruna,
pramuka, organisaai wanita remaja dan sebagainya. Para remaja yang terhimpun di dalam
organisasi masyarakat perlu diorganisasikan agar pelayanan kesehatan dan kesiapan dalam
menghadapi untuk menjadi istri dapat di lakukan dengan baik.
Pembinaan kesehatan remaja terutama wanitanya, tidak hanya ditujukan semata
kepada masalah gangguan kesehatan (penyakit sistem reproduksi). Fakta perkembangan
psikologis dan sosial perlu diperhatikan dalam membina kesehatan remaja.
Remaja yang tumbuh kembang secara biologis diikuti oleh perkembangan psikologis dan
sosialnya. Alam dan pikiran remaja perlu diketahui. Remaja yang berjiwa muda memiliki sifat
menantang, sesuatu yang dianggap kaku dan kolot serta ingin akan kebebasan dapat
menimbulkan konflik di dalam diri mereka. Pendekatan keremajaan di dalam membina
kesehatan diperlukan. Penyampaian pesan kesehatan dilakukan melalui bahasa remaja.
Bimbingan terhadap remaja antara lain mencakup :
a. Perkawinan yang sehat
Bagaimana mempersiapkan diri ditinjau dari sudut kesehatan, menghadapi perkawinan,
disampaikan kepada remaja. Pekawinan bukan hanya sekedar hubungan antara suami dan
istri. Perkawinan memberikan buah untuk menghasilkan keturunan. Bayi yang dilahirkan
adalah bayi yang sehat dan direncanakan.
b. Keluarga yang sehat
Kepada remaja disampaikan tentang keluarga sehat dan cara mewujudkan serta
membinanya. Keluarga yang diidamkan adalah keluarga yang memiliki norma keluaga kecil,
bahagia dan sejahtera. Jumlah keluaga yang ideal adalah suami, istri dan 2 anak. Keluarga
bahagia adalah keluarga yang aman, tentram disertai rasa ketakwaan kepada Tuhan YME.
Keluarga sejahtera adalah keluarga yang sosial ekonominya mendukung kehidupan anggota
keluarganya.dan mampu menabung untuk persiapan masa depan. Selain itu keluarga
sejahtera juga dapat membantu dan mendorong peningkatan taraf hidup keluarga lain.
c. Sistem reproduksi dan masalahnya
Tidak semua remaja memahami sistem reproduksi manusia. Membicarakan sistem
reproduksi dianggap tabu dibeberapa kalangan remaja. Perubahan yang terjadi pada sistem
reproduksi pada masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan dijelaskan.Penjelasan juga
diberikan mengenai perawatan bayi. Gangguan sistem reproduksi yang dijelaskan seperti
gangguan menstruasi, kelainan sistem reproduksi dan penyakit. Penyakit sistem reproduksi
yang dimaksud seperti penyakit-penyakiit hubungan seksual, HIV /AIDS dan tumor.
d. Penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan atau sebaliknya.
Remaja yang siap sebagai ibu harus dapat mengetahui penyakit- penyakit yang
memberatkan kehamilan atau persalinan atau juga penyakit yang akan membahayakan
dalam masa kehamilan atau persalianan. Penyakit-penyakit tersebut perlu dijelaskan.
Penyakit yang perlu dan penting dijelaskan sewaktu mengadakan bimbingan antara lain
penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi, DM, anemia, tumor.
e. Sikap dan perilaku pada masa kehamilan dan persalinan
Perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi pada masa kehamilan dan persalinan. Akibat
perubahan sikap dan perilaku akan mengganggu kesehatan, misalnya pada masa hamil
muda terjadi gangguan psikologi misalnya benci terhadap seseorang (suami) atau benda
tertentu. Emosi yang berlebihan dimungkinkan akibat perubahan perilaku.
Pada masa persalinan atau pasca persalinan gangguan jiwa mungkin terjadi. Disamping hal
tersebut diatas masih ada lagi permasalahn remaja dan dikaitkan dengan kesehatan
keluarga. Bidan harus dapat memberikan bimbingan sewaktu remaja berkonsultasi atau
memberikan penyuluhan. Bila masalah remaja menyangkut bidang lain maka dapat dirujuk
pada yang lebih ahli. Misalnya bila remaja merasa ketakutan yang amat sangat dalam
menghadapi kehamilan dapat dirujuk kedokter spesialis jiwa atau ke psikolog. Bimbingan
remaja dilakukan melalui organisasi remaja seperti karang taruna , pramuka, organisasi
pelajar, mahasiswa dan pemuda.

B. HAKIKAT ATAU MANFAAT PERKAWINAN


Hubungan suami istri yang elibatkan aspek kejiwaan oleh karena itu sebuah pernikahan
haruslah sehat agar tercipta keharmonisan dalam rumah tangga.
Manfaat perkawinan untuk kesehatan :
a. Menikah dapat mengurangi stress
Orang yang sudah menikah memiliki kadar kortisol (hormon stress) yang lebih rendah di
bandingkan dengan orang yang belum menikah. Penelitian di laksanakan oleh univercity of
california dengan cara mengambil sempel air liur orang yang sudah dan belum menikah
b. Menikah dapat mengurangi kemungkinan mengalami stroke
Studi penelitian ini dilakukan oleh Tel aviv univercity yang menunjukkan pernikahan yang
bahagia bisa membentu mencegah stroke fatal pada pria.
c. Menikah menjauhkan seseorang dari depresi
Persoalan terkadang membutuhkan tempat curhat, orang yang sudah mrnikah akan lebih
mudah menemukan teman curhatnya sehingga persoalan tidak lagi menjadi sebuah
tekanan. Berbeda dengan orang yang belum menikah, setiap masalah akan ia pendam
sendiri karena tidak menemukan teman curhat. Jika setiap permasalahan selalu terpendam
maka akan mengakibatkan rasa stress dan semakin meningkat menjadi depresi.

C. PENYULUHAN PRANIKAH
a. Hakikat perkawinan
b. Persiapan kehamilan pertama
c. Pemeliharaan kehamilan dan nifas
d. Pemberian ASI
e. Imunusasi
Imunisasi yang diberikan adalan imunisasi tetenus toksoid (TT), yang diberikan
menjelang hari perkawinan.
f. Keluarga berencana
Pasangan muda yang belum menikah informasi yang dikehendaki mungkin mengenai
infeksi menular seksual, informasi mengenai penjarangan kehamilan, dan penundaan
kehamilan. Petugas membentu klien membuat keputusan mengenai pilihannya , dan
harus tanggap terhadap pilihan klien meskipun klien menolak memutuskan atau
menangguhkan menggunakan kontrasepsi. Dalam melakukan konseling, petugas
mengkaji apakah klien sudah mengenal jenis kontrasepsi termasuk keuntungan dan
kerugian, serta bagaimana menggunakannya. Konseling mengenai kontrasepsi yang
dipilih dimulai dengan mengenalkan berbagai jenis kontrasepsi dalam program KB.
Petugas mendorong klien untuk berfikir, melihat persamaan yang ada. Dan
membendingkan antar jenis kontrasepsi tersebut.dengan cara ini petugas membentu
klien mengambil suatu keputusan. Jika tidak ada halangan dalam bidang kesehatan
sebaiknya klien mempunyai pilihan kontrasepsi sesuai dengan pilihannya. Bila memilih
pelayanan kontrasepsi yang sesuai dengan yang dipilihnya, klien akan menggunakan
kontrasepsi tersebut lebih lama dan lebih efektif.

D. PERSIAPAN CALON PENGANTIN


Dalam pernikahan dua manusia dua pribadi akan dipersatukan oleh satu ikatan yang di
abadikan melalui pernikahan. Kedua pribadi ini masing-masing memiliki kepribadian, keinginan,
dan tujuan hidup sendiri. Persiapan-persiapan yang di perlukan bagi calon penganten adalah
sebagai berikut :
a. Persiapan fisik
a) Sehat
Pasangan calon pengantin diharapkan sehat sehingga mampu menghasilkan keturunan
yang sehat pula. Jika diperlukan, pasangan calon pengantin dapat melakukan
pemeriksaan kesehatan secara umum sehimgga jika ditemukan salah satu pasangan
mempunyai penyakit pasangan yang lainnya mampu menerima keadaan pasangannya.
b) Umur
Usia menikah yang paling baik adalah dalam masa reproduksi sehat yaitu umur 20 tahun
sampai dengan 30 tahun. Hal ini dilakukan dalam upaya persiapan kehamilan sehingga
kehamilan nantinya bukanlah kehamilan dengan risiko.
c) Istirahat dan lain lain
b. Persiapan mental
a) Nilai-nilai agama
b) Cinta kasih
c) Sikap sosial dalam keluaraga
d) Keluarga harmonis
e) Menjaga ketahanan keluarga
Hubungan antara anggota keluarga harus dipupuk dan dipelihara dengan baik.
Hubungan yang baik dan kesatuan sikap ayah dan ibu merupakan jalinan yang
memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak. Hubungan serasi ayah dan ibu
memberi rasa tenang dan keteladanan bagi anak, serta keluarga yang kelak
dibentuknya. Anak yang menghadapi masalah, baik kecil maupun besar mengidamkan
tempat bernaung pada orang tua yang menampung, yang diperolehnya melalui
komunikasi yang baik. Komunikasi terbentuk bila hubungan timbal balik selalu terjalin
antara ayah ibu dan anak.
c. Persiapan ekonomi
Sejalan dengan tuntutan kebutuhan yang semakin hari semakin besar, maka diharapkan
calon suami telah mempunyai pekerjaan tetap agar dapat menafkahi seluruh anggota
keluarga.
d. Persiapan perilaku: tidak merokok, tidak narkoba, dan sebagainya.
Dampak fisiologis dari merokok adalah berupa dampak rokok terhadap fungsi kerja organ
tubuh akibat kandungan 4000 bahan kimia dimana 40 diantaranya merusak dan
menghancurkan sistem organ tubuh. Rokok juga memberikan dampak negatif terhadap
bukan perokok. Rokok yang di bakar, menghasilkan asap yang keluar duakali lebih banyak
dibanding asap yang dihisap oleh perokok. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa kadar bahan
berbahaya dari asap yang keluar ternyata lebih tinngi dibanding asap yang dihisap perokok.
Kadar CO sekitar 2-4 kali lebih tinggi, kadar nikotin 2-3 kali lebih tinggi dan kadar
nitrosamine 50 kali lebih tinggi.
Perokok pasif akan menderita sakit karena terpapar bahan berbahaya dalam asap rokok.
Perokok pasif mempunyai kemungkinan terkena kanker paru 30% lebih tinggi dibanding
yang tidak terpapar asap rokok. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa istri dari seorang
perokok mempunyai kemungkinan terkena kanker paru sebesar 20-50% lebih tinggi dari
istri bukan perokok.
Batuk pilek pada anak perokok 20-80% lebih sering dibanding anak bukan perokok.
Bronkitis pada anak perokok 2 kali lebih sering daripada anak bukan perokok.
Informasi lain yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
a. Imunisasi TT
b. Memahami jenis kontrasepsi.
c. Penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.
Setiap pasangan yang datang ke pelayanan kesehatan hendaknya juga mendapatkan
informasi tentang PMS , bukan hanya jenisnya tetapi juga cara penuluarannya dan juga cara
untuk menghindarinya. Di harapkan setiap pasangan yang ingin menikah melakukan tes
HIV/AIDS terlebih dahulu sehingga dapat diketahui apakah pasangannya mengidap
HIV/AIDS atau tidak. Tujuannya adalah mendeteksi dan mencari jalan pemecahannya.
d. Penyakit genetik : diabetes melitus, buta warna.
e. Mengetahui status gizi.
f. Hak-hak reproduksi : menentukan jumlah anak bukan hanya menjadi hak laki-laki, namun
juga hak perempuan. Hendaknya setiap pasangan membicarakan terlebih dahulu berapa
jumlah anak yang akan diinginkan kelak.
g. Mengetahui alat reproduksi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Tes pranikah/ skrining pranikah untuk
mengetahui riwayat kesehatan kita dan pasangan, jangan sampai kita menyesal kelak di
kemudian hari, terlebih-lebih jika keturunan kita juga memiliki riwayat kesehatan yang buruk.
Mencegah calon bayi terhindar dari penyakit seperti diabetes melitus, thalassemia, dan penyakit
turunan lainnya. Membuat kedua calon mempelai lebih siap, lebih yakin dan lebih terbuka satu
sama lain tentang riwayat kesehatan masing-masing

B. Saran
Untuk itu diharapkan bagi calon pengantin untuk melakukan skrining pranikah agar tidak
menyesal kelak di kemudian hari bagi tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang terbaik
bagi para calon pasangan suami
DAFTAR PUSTAKA
http://ayzha9413.blogspot.co.id/2012/06/makalah-promosi-kesehatan-upaya-promosi.html