Anda di halaman 1dari 7

Kelompok 3:

Komang Desi Adi Pratiwi (1506305017 / Absen 2)


Ni Putu Nugraheni (1506305035 / Absen 4)

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI (EKA 400 BP2)


SAP 3
PROSES PENELITIAN

3.1 Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah


Penelitian pada prinsipnya dilakukan untuk menjawab suatu masalah. Masalah
merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang terjadi
sesungguhnya. Hal ini dapat berupa penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan,
aturan dengan pelaksanaan, teori dengan praktek, perencanaan dengan pelaksanaan, dan
penyimpangan lainnya. Semakin besar penyimpangan menunjukkan semakin besar
masalah. Identifikasi masalah merupakan proses merumuskan permasalahan-
permasalahan yang akan diteliti yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap
masalah tersebut. Setelah mengidentifikasi masalah dari berbagai sumbernya dan
ditemukan lebih dari satu masalah, maka dari masalah-masalah tersebut dipilih salah satu
yang paling layak dan paling sesuai untuk diteliti, yaitu masalah yang akan ditetapkan
sebagai penelitian. Selanjutnya masalah yang telah dipilih tersebut dirumuskan. Rumusan
masalah merupakan suatu pertanyaan penelitian yang akan dicarikan jawabannya melalui
pengumpulan data. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk
kegiatan selanjutnya.

3.2 Kajian Pustaka dan Hipotesis


Kajian pustaka merupakan ringkasan tertulis dari jurnal, artikel, buku-buku dan
dokumen lain yang berisi tentang uraian informasi masa lalu atau sekarang yang relevan
dengan judul penelitian. Kajian pustaka berfungsi memberikan landasan teoritis tentang
pentingnya penelitian dan masalah penelitian sehingga penelitian tersebut dilakukan.
Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka peneliti harus menguasai teori melalui
membaca berbagai referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berpikir untuk
dapat menjawab rumusan masalah. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang
relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara
1
terhadap rumusan masalah penelitian. Jawaban terhadap rumusan masalah yang baru
didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan namun belum ada
pembuktian secara empiris itu disebut hipotesis.

3.3 Populasi dan Sampel


Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Bila
populasi terlalu luas sedangkan peneliti memiliki keterbatasan waktu, dana dan tenaga
maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang
dipelajari dari sampel tersebut, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi.

3.4 Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data merupakan proses yang sistematis untuk memperoleh dan
mengukur informasi dari variabel-variabel yang diteliti, untuk menjawab rumusan
masalah, menguji hipotesis, dan mengevaluasi hasil. Data yang akan dikumpulkan oleh
peneliti akan tergantung pada rumusan masalah/pertanyaan penelitian dan hipotesis.
Metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan peneliti untuk
memperoleh data yang valid, dapat dipercaya, dan objektif. Pengumpulan data dapat
dilakukan dengan beberapa metode yaitu metode kuantitatif, metode kualitatif dan
kombinasi keduanya.
3.4.1 Pengumpulan Data dengan Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan bila lingkup penelitian luas dan peneliti akan menguji
hipotesis tindakan. Data yang dihasilkan dengan metode ini adalah data kuantitatif
dan pengaruh tindakannya disajikan dalam bentuk persentase (%). Dalam penelitian
kuantitatif, terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu
kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen
penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen sedangkan kualitas
pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data. Metode pengumpulan data secara kuantitatif dapat dilakukan
dengan tes, kuesioner, wawancara dan observasi terstruktur.
3.4.2 Pengumpulan Data dengan Metode Kualitatif

2
Metode kualitatif digunakan apabila peneliti ingin memahami kondisi objek
yang diteliti secara lebih mendalam dan sulit diungkapkan secara kuantitatif
berdasarkan pandangan subjek yang dimiliki. Dengan metode ini pengaruh tindakan
dinyatakan dengan data kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, yang menjadi
instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti
sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap
menjadi instrumen penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Bila dilihat dari
segi cara, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi, interview,
dokumentasi, dan trianggulasi.
3.4.3 Pengumpulan Data dengan Metode Kombinasi
Penggunaan metode kombinasi dalam penelitian tindakan digunakan untuk
memperoleh informasi kondisi kerja sebelum diberi tindakan, selama diberi
tindakan, dan pasca diberi tindakan. Masing-masing akan diinformasikan dengan
data kombinasi kuantitatif dan kualitatif, sehingga hasil penelitian lebih lengkap,
lebih mendalam, lebih luas, lebih valid, reliabel dan objektif sehingga hasil
penelitian juga dapat digeneralisasikan.

3.5 Rencana Analisis Data


Analisis data merupakan suatu proses dalam menyederhanakan data ke bentuk yang
lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Dalam menyusun rencana analisis data,
diperlukan beberapa langkah agar kegiatan ini mampu mencapai tujuan penyederhanaan.
3.5.1 Tahapan Pengolahan Data
Pengolahan data terdiri atas tiga tahap yaitu (1) Editing, yaitu proses memeriksa
data agar data yang dikumpulkan memberi kejelasan, dapat dibaca, konsisten dan
lengkap. (2) Coding, yaitu pemberian tanda/simbol bagi tiap-tiap data yang
termasuk dalam kategori yang sama. (3) Tabulasi, yaitu proses penyusunan data
untuk dimasukkan ke dalam tabel.
3.5.2 Penyajian Data
Data dapat disajikan dalam bentuk tabel baik tabel frekuensi tunggal maupun
tabulasi silang. Selain dalam bentuk tabel, data juga dapat disajikan dalam bentuk
gambar atau grafik. Dalam tabulasi silang, setiap kesatuan data dipecah lebih lanjut
menjadi dua atau tiga. Setiap penambahan variabel baru ke dalam tabulasi silang
akan memberikan keterangan lebih baik terhadap data yang diolah.
3.5.3 Macam-Macam Metode Analisis
3
Terdapat dua metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis data secara
kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan pada penelitian yang
menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan analisis data kuantitatif digunakan
pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif.
3.5.4 Pemilihan Metode Analisis
Pemilihan metode analisis menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitif.
Dalam pendekatan kuantitaif, syarat pertama yang harus terpenuhi adalah alat uji
statistik yang akan digunakan harus sesuai.
3.5.5 Pemilihan Metode Statistik Menurut Skala Pengukuran
Pemilihan terhadap alat statistika dalam penelitian kuantitatif sangat tergantung
pada skala pengukuran dari variabel yang digunakan. Dalam analisis akan apakah
menggunakan statistik parametrik atau statistik non parametrik. Bila dalam analisis
kuantitatif tersebut dimana skala ukuran variabel adalah nominal atau ordinal
umumnya menggunakan statistik non parametrik. Apabila skala yang digunakan
adalah interval atau rasio maka statistik yang digunakan adalah statistik parametrik.
3.6 Penulisan Laporan
Penulisan laporan merupakan tahap akhir dari sebuah penelitian. Tujuan dari
penulisan laporan penelitian adalah menginformasikan temuan dari studi yang telah
dilakukan dan meyakinkan para pembaca sehingga mereka dapat menarik manfaat
darinya. Laporan penelitian sendiri ada beberapa jenis, antara lain: Tesis (termasuk
skripsi), monograf, business report, dan makalah untuk publikasi. Setiap jenis laporan
memiliki karakteristik sendiri tergantung apa tujuannya/penggunaannya dan siapa
pembacanya.
3.7 Proposal Penelitian
Proposal penelitian atau usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai
rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Proposal penelitian
berkaitan dengan pernyataan atas urgensi dari suatu penelitian. Tujuan proposal ialah
untuk memberikan gambaran secara singkat terhadap rencana kegiatan penelitian yang
akan dilakukan, melalui proposal peneliti akan memahami segala kebutuhan yang
direncanakan. Proposal penelitian dibuat peneliti sebelum melakukan kerja lapangan.
Proposal penelitian terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian
akhir.
3.7.1 Bagian Awal

4
Bagian awal terdiri atas halaman sampul depan, halaman judul, halaman
persetujuan dosen pembimbing, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, dan
abstrak.
3.7.2 Bagian Utama
Bagian utama proposal penelitian memuat latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, kegunan penelitian,
penegasan istilah, tinjauan pustaka, kerangka konseptual, metode penelitian, dan
jadwal penelitian.
3.7.3 Bagian Akhir
1. Daftar rujukan, yaitu sumber literatur yang di gunakan sebagai referensi pokok
dalam proposal.
2. Lampiran, terdiri dari rancangan daftar isi, rancangan instrumen pengumpulan
data, dan hal lain yang dianggap perlu.

3.8 Cara Sitasi yang Benar dan Legal


Sitasi adalah menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan,
atau mengulang pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis
yang dibuat, namun tetap mengindikasikan bahwa kutipan tersebut adalah pernyataan
orang lain.
3.8.1 Ketentuan Pengutipan
1. Mengutip Langsung
Mengutip langsung dapat dilakukan dengan menggunakan tanda petik dua.
Perlu diperhatikan jika melakukan kutipan langsung, sehingga kutipan langsung
tersebut tidak menjadi bagian yang dominan dalam suatu karya. Artinya karya
tersebut tidak sekedar hanya kumpulan kutipan dari berbagai sumber. Ingin
mengomentasi gagasan, ide dari penulis lain. Sehingga perlu mengkutipnya
secara langsung.
2. Parafrase
Parafrase adalah menyatakan suatu kalimat atau paragraf menggunakan
kalimat yang berbeda dari kalimat asli, dengan tidak mengubah maksud. Dalam
parafrasa digunakan kosa kata yang berbeda dari kalimat aslinya. Ini merupakan
bentuk pengutipan tidak langsung.

5
3.8.2 Model Sitasi
Berikut ini terdapat beberapa model sitasi yang dapat dipilih dalam penulisan
sitasi, diantaranya yaitu MLA (Modern Linguage Association), APA (American
Psycological Association), Turabian, Chicago, IEEE.
Model APA (American Psycological Association):
1. Mensitasi di dalam teks
a. Awal kalimat
Widodo (2006) mengemukakan bahwa pemerintah lokal merupakan
pemerintahan yang didekatkan dengan rakyat.
b. Tengah kalimat
Setelah mencermati keadaan dilapangan, Widodo (2007) menyatakan bahwa
pengelolaan kepentingan publik bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat.
c. Akhir kalimat
Stereotype merupakan pandangan umum suatu kelompok tentang kelompok
lain (Iskan, 2007).
2. Sitasi dalam Daftar Pustaka
a. Buku: Nama pengarang. (tahun). Judul Buku. Tempat Terbit: Nama
Penerbit.
1) Buku dengan satu orang pengarang/penulis.
Wursanti, I. (1992). Manajemen kepegawaian. Yogyakarta: Kanisius.
2) Buku dengan dua atau lebih pengarang.
Fakih, A.R., dan Wijayanto, I. (2005). Kepemimpinan Islam.
Yogyakarta: UII Press.
b. Terbitan Berkala (Jurnal/ Majalah): Nama Pengarang. (Tahun). Judul
Artikel. Judul Jurnal/Majalah, volume (nomor), nomor halaman .
Contoh:
Alam, S. (2007). Kompetensi Pustakawan Mengajar. Media Pustakawan, 14
(3), 5-11.
c. Situs Web: Nama website/penulis. (Tahun artikel dibuat). Judul Artikel.
Waktu mengakses. Url lengkap.
Contoh :
Padamu Negeri. (2016). Keterampilan Menulis Paragraf. Diakses pada 19
Agustus 2016. https://padamu.net/keterampilan-menulis-paragraf/.

6
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.


Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta:
BPFE.
Rahyuda, Ketut. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Denpasar: Udayana University Press.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Yogyakarta: Alfabeta.
Hidayat, Anwar. 2012. Rancangan Analisis Data.
https://www.statistikian.com/2012/10/rancangan-analisa-data.html Diakses tanggal 30
September 2017
Istiana, Purwani. 2013. Membuat Sitasi Dan Daftar Pustaka.
https://www.researchgate.net/publication/270050381_Membuat_Sitasi_dan_Daftar_Pusta
ka Diakses tanggal 2 Oktober 2017