Anda di halaman 1dari 6

Kelompok 3:

Komang Desi Adi Pratiwi (1506305017 / Absen 2)


Ni Putu Nugraheni (1506305035 / Absen 4)

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI (EKA 400 BP2)


SAP 4
MASALAH PENELITIAN

4.1 Sumber-Sumber Masalah Penelitian


Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa
yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dan pelaksanaan,
antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila
terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang
direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.
Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996: 40-42), masalah
dapat bersumber dari beberapa hal, yaitu:
4.1.1 Observasi
Observasi merupakan sumber yang kaya masalah penelitian. Masalah penelitian
dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum
mempunyai dasar penjelasan yang memadai dan cara-cara rutin yang dalam
melakukan suatu tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi. Penyelidikan
mungkin menghasilkan teori baru, rekomendasi pemecahan masalah praktis dan
mengidentifikasi variabel yang belum ada dalam bahasan litelatur.
4.1.2 Dedukasi dari Teori
Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsir-prinsip umum yang
penerapannya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris.
Penyelidikan terhadap masalah yang diangkap dari teori berguna untuk
mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.
4.1.3 Kepustakaan
Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan
penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat
meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan
lebih luas. Laporan penelitian sering juga menyampaikan rekomendasi kepada
1
peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber
untuk menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk
diteliti.
4.1.4 Masalah Sosial
Masalah sosial dapat pula menjadi sumber masalah penelitian. Misalnya:
Banyaknya pengangguran lulusan perguruan tinggi menimbulkan pertanyaan
tentang kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan masyarakat.
4.1.5 Situasi Praktis
Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan
penelitian evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan
keputusan lebih lanjut.
4.1.6 Pengalaman Pribadi
Pengalaman pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban
empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

4.2 Kriteria Pemilihan Masalah Penelitian


Menentukan masalah penelitian merupakan awal sebelum melakukan pengembangan
terhadap desain penelitian. Sesuatu yang dipaparkan dalam desain penelitian diantaranya
apa, mengapa, serta bagaimana masalah tersebut harus diteliti sebagai suatu pedoman
ketika melakukan proses penelitian dan diharapkan dari hasil penelitian tersebut akan
bermanfaat bagi semua pihak yang ikut terlibat di dalam proses penelitian.
Kegagalan utama dalam penelitian biasanya dikarenakan adanya kelemahan dalam
memilih dan mengonseptualisasikan suatu topik penelitian. Ini adalah salah satu masalah
yang sering dihadapi dan dirasa paling sulit oleh para peneliti. Namun, setelah masalah
tersebut dapat terpecahkan oleh peneliti, maka proses berikutnya akan lebih mudah untuk
dikerjakan. Ini adalah pembatasan topic atau pemusatan pendekatan terhadap topic
supaya bisa dipahami secara efektif.
Seorang peneliti Bruce A. Vhadwidck mengatakan bahwa, di dalam perumusan
masalah terdapat tiga hal penting, diantaranya menciptakan suatu pertanyaan (sesuatu apa
yang ingin diketahui), rasional (kenapa ingin mengetahuinya), dan perumusan pada
pertanyaan (arah pertanyaan sendiri mengarah pada suatu jawaban yang rasional).
Selain beberapa masalah di atas, ada beberapa kriteria masalah lain yang perlu
diketahui, misalnya topik dan masalah yang menarik, adanya signifikansi antara teoritis
dengan praktis, bisa diuji dengan metode pengumpulan data dan analisis data, da nada
2
kesesuaian antara biaya dan waktu. Perumusan masalah harus dibuat dengan lugas, jelas,
tidak ambiguitas, dan menggambarkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.
Rumusan masalah dapat dibuat lebih dari satu, tentunya harus disesuaikan dengan tujuan
yang terdapat pada penelitian.
Perumusan judul dapat dilakukan di dalam perumusan masalah. Walaupun di dalam
judul sudah dituangkan suatu permasalahan, namun penafsiran pembaca dapat berbeda
dengan yang dimaksudkan oleh peneliti. Masalah-masalah yang timbul dalam penelitian
dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Jenis pertanyaan juga harus fleskibel
(memungkinkan dilakukan penelitian), bisa diukur dari beberapa pertimbangan aspek,
seperti waktu, tenaga, serta biaya. Jenis pertanyaan yang diajukan harus jelas, ini untuk
memudahkan pembaca dalam memahamai apa yang akan diteliti. Pertanyaan adalah
sesuatu yang harus dijawab dan terikat dengan etika.
Sebagai contoh permasalahan prestasi belajar siswa, pada rumusan masalah harus
jelas tidak boleh ambigu. Hal lain yang penting adalah penelitian harus terjangkau dan
dapat dilaksanakan baik dari ukuran waktu dan biaya. Jika peneliti salah dalam
merumuskan masalah maka akan berakibat fatal dalam pemecahan masalah tersebut.
Intinya adalah peneliti harus berhati-hati ketika membuat pertanyaan karena salah satu
kerangka dasar penelitian adalah rumusan masalah. Yang perlu diperhatikan lagi adalah
referensi yang tidak signifakan dan tidak sesuai dengan asumsi.

4.3 Pedoman Merumuskan Masalah Penelitian


Rumusan Masalah berisi masalah apa yang akan diteliti dan sekaligus merumuskan
masalah dalam penelitian yang tersebut.Perumusan masalah adalah pernyataan tentang
keadaan, fenomena dan ataukonsep yang memerlukan pemecahan dan atau memerlukan
jawaban melalui suatupenelitian dan pemikiran mendalam dengan menggunakan ilmu
pengetahuan dan alat-alatyang relevan.Ditulis dalam Sukajati (2008) bahwa pada
fundamentalnya, rumusan masalah sebaiknya mengandung deskripsi tentang kenyataan
yang ada dan keadaan yang diinginkan. Rumusan masalah dapat disampaikan dalam
bentuk pernyataan maupun dalam bentuk pertanyaan. Perumusan penelitian harus
diungkapkan secara jelas dan dapat diuji melalui pengumpulan data.
Jenis-jenis rumusan masalah, yaitu:
4.3.1 Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan
dengan pernyataan terhadap variable mandiri (variabel yang berdiri sendiri). Jadi
3
dalam penelitian ini tidak dibuat perbandingan variabel yang diteliti dengan variable
lain, tetapi mencari hubungan variabel yang diteliti dengan variabel yang lain.
Contohnya adalah: seberapa tinggi efektivitas kebijakan Tax Amnesty terhadap
proses pengumpulan pajak.
4.3.2 Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan
keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau
pada waktu yang berbeda. Contohnya adalah: adakah perbedaan pengaruh kebijakan
AsKes dan kebijakan BPJS pada penduduk kota, desa, dan daerah semi-urban?
4.3.3 Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungannya dapat bersifat
simetris, hubungan kausal, dan hubungan timbal balik atau interaktif.

4.4 Pertanyaan Penelitian, Pertanyaan Manajemen, Pertanyaan Investigatif, dan Pertanyaan


Pengukuran
Secara hirarkis suatu permasalahan atau pertanyaan penelitian dimulai dari pertanyaan
yang lebih umum kemudian menukik ke pertanyaan yang sifatnya lebih khusus. Cooper
dan Emory (1996) membedakan hirarkis pertanyaan menjadi 4 tingkatan yaitu sebagai
berikut:
1. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian (research question) yaitu suatu pertanyaan yang
menekankan pada fakta dan pengumpulan informasi. Terkait dengan kegagalan bank
dalam memperoleh keuntungan lebih tinggi, dapat diajukan beberapa pertanyaan
penelitian sebagai berikut:
a. Faktor utama apa yang menyebabkan kegagalan bank dalam mencapai
pertumbuhan yang lebih tinggi dalam tingkat tabungannya?
b. Seberapa baik bank menjalankan hal-hal berikut?
c. Bagaimana mutu lingkungan kerjanya?
d. Seberapa baik efisiensi operasi dibandingkan dengan standar industri perbankan?
e. Bagaimana keadaan keuangan dibandingkan dengan standar industri perbankan?
2. Pertanyaan Manajemen
Pertanyaan manajemen adalah pertanyaan yang mencerminkan suatu keputusan
yang harus dibuat seorang manajer dan merupakan masalah yang menyebabkan
4
penelitian dilakukan. Suatu pertanyaan yang menunjukkan pertanyaan manajemen
seperti misalnya Bagaimana meningkatkan keuntungan? Dalam hal ini tidak terlihat
jenis penelitian yang akan dilakukan.
3. Pertanyaan Investigatif
Pertanyaan investigatif merupakan pernyataan yang harus dijawab peneliti untuk
dapat menanggapi pernyataan umum secara memuaskan. Tujuannya adalah untuk
mengambil pertanyaan penelitian yang lebih umum dan merincinya menjadi
pertanyaanpertanyaan yang lebih rinci. Pertanyaan investigative terkait dengan
pertanyaan penelitian tersebut di atas dapat diajukan:
a. Bagaimana kedudukan masyarakat berkaitan dengan jasa keuangan dan
pemanfaatannya?
1) Jasa-jasa keuangan khusus apa yang dipakai?
2) Sejauh mana bebagai jasa sedemikian menarik?
3) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan jasa
tertentu?
b. Bagaimana posisi persaingan bank tersebut?
1) Bagaimana pola geografis dari nasabah-nasabahnya?
2) Sejauh mana masyarakat tahu mengenai usaha-usaha promosi yang dilakukan
oleh bank?
3) Bagaimana pertumbuhan dalam jasa-jasa bila dibandingkan dengan lembaga-
lembaga saingannya?
4. Pertanyaan Pengukuran
Pertanyaan pengukuran (measurement question) dalam survei pertanyaan-
pertanyaan pengukuran adalah pertanyaan yang sebenarnya diajukan kepada
responden. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dalam kuesioner. Contoh: bagaimana
penilaian anda terhadap kualitas dan harga produk A?

5
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.


Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta:
BPFE.
Rahyuda, Ketut. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Denpasar: Udayana University Press.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Yogyakarta: Alfabeta.