Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 3:

Komang Desi Adi Pratiwi (1506305017 / Absen 2)


Ni Putu Nugraheni (1506305035 / Absen 4)

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI (EKA 400 BP2)


SAP 7
TEKNIK SAMPLING

7.1 Probabiliy/Random Sampling


Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama
bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan
sempel secara random atau acak. Teknik ini meliputi:
1. Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Teknik ini dikatakan sederhana karena cara pengambilan sampel dari semua
anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam
populasi itu. Cara demikian apabila anggota populasi dianggap homogen.
2. Sampling Sistematik
Sampling sistematik biasanya digunakan dalam traffic survey atau marketing
research. Ada beberapa peneliti menganggap sampling sistematik bukan merupakan
sampling acak, padahal sampling sistematik merupakan sempling acak karena
pemilihan pertama menggunakan random start dilakukan secara acak. Dan ada juga
beberapa peneliti yang mengatakan bahwa sampling sistematik sebagai Quasi random
sampling atau Pseudo random sampling.
3. Sampling Acak Stratifikasi (Proportoinate Stratified Random Sampling)
Sampling Acak Stratifikasi adalah teknik yang digunakan apabila populasi
memiliki anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
4. Sampling Acak Tak Berstrata (Disproportioner Stratified Random Sampling)
Sampling Acak Tak Berstrata digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila
populasi berstrata tapi kurang proporsional.
5. Sampling Klaster (Cluster Sampling)
Sampling Klaster merupakan teknik sampling yang digunakan untuk menentukan
jumlah sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal
penduduk dari suatu negara.
1
7.2 Non Probability/Random Sampling
Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau
kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri.
Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi
elamen-elemen sampel atau tidak.
Teknik non probability sampling meliputi:
1. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sempel secara bebas dari populasi
yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
2. Sampling Aksidental
Adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang
kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipadang
orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
3. Judgement Sampling
Adalah cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih
berdasarkan unit analisis seorang ahli.
4. Pruposive Sampling
Adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian
tentang disiplin pegawai, maka sempel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam
bidang kepegawaian saja.
5. Sampling Jenuh
Adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil.
6. Snowball Sampling
Adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel
ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya,
sehingga jumlah sampel semakin banyak.

2
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.


Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta:
BPFE.
Rahyuda, Ketut. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Denpasar: Udayana University Press.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Yogyakarta: Alfabeta.