Anda di halaman 1dari 2

Seperti dapat dipahami dari nama 'motor sinkron mampu beroperasi pada

kecepatan konstan. Motor sinkron tidak mempunyai slip yang dapat


mengakibatkan adanya rugi-rugi daya. Oleh karenanya mesin ini sangat
efisien. Motor sinkron digunakan untuk beban beban dengan torsi yang
rendah dan untuk perbaikan faktor daya.

Karakteristik kecepatan konstan dapat dicapai dengan adanya interaksi


antara medan magnet yang konstan dengan medan magnet yang berputar.

Rotor pada motor sinkron menghasilkan medan magnet searah atau


konstan.
Dan stator menghasilkan medan magnet berputar.

Belitan 3 fasa pada stator disuplai dengan sumber tegangan tiga fasa, maka
akan menghasilkan periode medan magnet yang berputar. Yang disebut
kecepatan sinkron atau Ns

Rotor digerakkan oleh power supply DC, sehingga bertindak sebagai magnet
permanen
Atau rotor dapat dibuat dari magnet permanen

Interaksi antara medan magnet konstan dan medan magnet yang berputar
dapat dilihat dengan jelas dengan putaran di perlambat

Rotor akan berputar karena terjadi interaksi tarik-menarik antara medan


putar stator dan medan rotor. Namun dikarenakan tidak adanya torka-start
pada rotor, maka motor sinkron membutuhkan prime-mover yang memutar
rotor hingga kecepatan sinkron agar terjadi coupling antara medan putar
stator (Bs) dan medan rotor (Br)

Dapat dilihat bahwa kutub magnet pada rotor dan kutub magnet pada stator
saling tarik menarik dan dalam kondisi magnetisasi yang terkunci

Itu artinya rotor akan berputar dengan kecepatan yang sama pada kutub
magnet stator atau rotor akan berputar dengan kecepatan sinkron

Kecepatan dapat dengan mudah diperoleh dari rumus ns= 120 f per p
maka dari itu kecepatan rotor dapat dikontrol dengan cara mengatur
frekuesi, karena kecepatan berbanding lurus dengan frekuensi.
Rotor tanpa inisial rotasi pada situasi yang berbeda, kutub utara magnet
rotor menjadi penarikan dari kutub selatan stator.
Dan hal yang sama rotor akan mulai bergerak, karena kecepatan rotor
menjadi terlalu rendah
Pada kondisi ini kutub selatan pada stator akan digantikan dengan kutub
utara. Dengan demikian, maka akan terjadi tolak menolak antar kutub pada
stator dan motor.

Sebagai efek dari ini, rotor tidak akan bekerja. Atau bahwa motor sinkron
tidak dapat melakukan torsi awal sendiri.

Untuk membuat motor sinkron dapat melakukan torsi awal sendiri, motor
sinkron di berikan belitan sangkar tupai yang dipasang di hadapan kutub
rotor.

Pada Awalnya belitan magnet rotor tidak menyalurkan tenaga


jadi kekuatan magnet tersebut di sebabkan oleh induksi listrik pada batang.
Kemudian motor mulai berputar seperti motor induksi.

Jika motor bekerja dalam kecepatan yang maksimal medan magnet rotor
akan menghasilkan tenaga dan kutub akan saling tarik menarik dan
mengunci. Sehingga motor akan berputar pada kecepatan sinkron.

Ketika rotor berputar pada kecepatan sinkron, Motor sinkron tidak


mempunyai slip yang dapat mengakibatkan adanya rugi-rugi daya.
Sehingga motor ini memiliki efisiensi yang tinggi
Setelah itu kemudian motor sinkron ini siap untuk di bebani atau di beri
beban.

Faktor yang menyebabkan motor menjadi tidak sinkron adalah


- Beban lebih pada motor
- Supply tegangan yang rendah
- Tegangan eksitasi yang rendah