Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, HUBUNGAN


DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN, RUANG LINGKUNG
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SASARAN SISTEM
INFORMASI AKUNTANSI

Dosen Pengampu :
Widya Febryari Anita, SE, M. Ak, Ak, Ca

Disusun Oleh :
KELOMPOK II/3 AK 7
Syntia Priyandini 1610631030271
Tria Inventa 1610631030285
Trisno Anjarwati 1610631030286
Vina Tiara Safitri 1610631030291
Warni Yulianti 1610631030295

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Sistem Informasi Akuntansi.

Makalah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu penulis
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki
makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah Sistem Informasi Akuntansi ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca.

Karawang, 28 September 2017


Penyusun

Kelompok 2

i
ii

DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar ................................................................................................................ i

Daftar Isi ........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 1

1.3 Tujuan .................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .......................................... 2

2.2 Hubungan SIA dengan SIM .................................................................. 4

2.3 Ruang Lingkup Sistem Informasi Akuntansi ........................................ 5

2.4 Sasaran Sistem Informasi Akuntansi .................................................... 7

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan .............................................................................................. 8

3.2 Saran ...................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Informasi dari sebuah perusahaan, terutama informasi keuangan dibutuhkan
oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan,
seperti kreditur, calon investor, kantor pajak, dan lain-lain memerlukan informasi
ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu
manajemen juga memerlukan informasi untuk mengetahui, mengawasi dan
mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan. Untuk memenuhi
kebutuhan informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan disusun suatu
sistem informasi akuntansi,sistem ini, direncanakan untuk menghasilkan informasi
yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang
disusun untuk suatu perusahaan dapat diproses secara manual (tanpa mesin-mesin
pembantu) atau proses dengan menggunakan mesin-mesin mulai dari mesin
pembukuan yang sederhana sampai dengan komputer. Sistem informasi akuntansi
salah satu sistem informasi diantara berbagai sistem yang digunakan oleh
menejemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan subsistem
informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi informasi keuangan
untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.
1.2. Rumusan Masalah
1) Bagaimana definisi sistem informasi akuntansi menurut para ahli?
2) Bagaimana hubungan antara sistem informasi akuntansi dengan sistem
informasi manajemen?
3) Bagaimana ruang lingkup sistem informasi akuntansi?
4) Apa sasaran sistem informasi akuntansi?
1.3. Tujuan
1) Untuk memahami definisi sistem informasi akuntansi.
2) Untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan sistem
informasi manajemen.
3) Untuk mengetahui ruang lingkup sistem informasi akuntansi
4) Untuk mengetahui sasaran sistem informasi akuntansi

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information Systems)


Sering dikatakan bahwa akuntansi adalah bahasa dunia bisnis. Jika ini
masalahnya, maka SIA adalah kecerdasan alat penyedia informasi dari data bahasa
tersebut. Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem mengumpulkan,
mencatat, menyimpan, mengolah, data untuk menghasilkan informasi bagi
pengambil keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan intruksi, data,
perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan
ukuran keamanan1.
Dalam mencapai tujuan perusahaan, sistem informasi akuntansi berperan
penting dalam membantu menyediakan informasi yang berguna untuk berbagai
tingkatan, khususnya pengendalian pembelianbarang. Sistem informasi akuntansi
berperan penting juga dalam mengkoordinasikan berbagai subsistem dalam
perusahaan, sehingga memungkinkan pihak manajemen untuk menjalankan fungsi-
fungsinya secara optimal.2
Beberapa definisi tentang pengertian Sistem Informasi Akuntansi telah
dikemukakan oleh beberapa pakar, antara lain3 :
a. Bodnar dan Hopwood dalam Amir Abadi Yusuf dan Rudi M. Tambunan
(2001:2)
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem sumber daya, seperti
manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan
menjadi informasi.
b. La Midjan dan Azhar Susanto (2002:12)
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem pengolahan data akuntansi
yang terdiri dari koordinasi manusia, alat dan metode yang berinteraksi dalam

1
Marshall B.Romney dan Paul John Steinbart. 2016. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13.
Jakarta:Salemba Empat
2
http://repository.widyatama.ac.id/xmlai/bitstream/handle/123456789/7227/Bab%202.pdf?sequen
ce=9
3
http://repository.widyatama.ac.id/xmlai/bitstream/handle/123456789/7107/Bab%202.pdfsequenc
e=10

2
3

suatu wadah organisas yang terstruktur untuk menghasilkan informasi


akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang terstruktur.
SIA terdiri atas tiga subsistem utama4 :
1) Sistem Pemrosesan Transaksi atau SPT (Transaction Processing System)
Sistem yang mendukung operasi bisnis setipa hari dengan sejumlah dokumen
dan pesan-pesan untuk para pemakai seluruh organisasi. Sistem ini merupakan
pusat dari seluruh fungsi sistem informasi dengan :
Mengonversi peristiwa ekonomi ke transaksi keuangan
Mencatat transaksi keuangan dalam rekor akuntansi (jurnal dan buku
besar)
Mendidtribusikan transaksi keuangan yang utama ke personel untuk
mendukung kegiatan operasi harian mereka
SPT terdiri dari tiga jenis siklus transaksi : siklus pendapatan, siklus
pengeluaran, dan siklus konversi. Setiap siklus menangkap dan memproses
jenis transaksi keuangan yang berbeda.
2) Sistem Pelaporan Buku Besar/ Pelaporan Keuangan atau SPBB/PK (General
Ledger/Financial Reporting System)
Sistem yang menghasilkan laporan keuangan tradisional seperti neraca, laporan
laba rugi, laporan arus kas, pengembalian pajak dan laporan-laporan lainnya
yang ditetapkan oleh hukum.
SBB/PK adalah dua subsistem yang saling erat terkait. Namun demikian,
karena interdependensi operasional mereka, keduanya dipandang sebagai suatu
sistem tunggal yang integratif SBB/PK. Besarnya input ke sistem BB datang
dari siklus transaksi. Rangkuman aktifitas siklus akuntansi ini, diproses oleh
SBB untuk memperbaharui akun-akun kontrol buku besar. Transaksi lainnya
yang tidak terlalu sering, seperti transaksi stok, merger dan penyelesaian
tuntunan hukum, dimana mungkin siklus pemrosesan dormal tidak terjadi, juga
memasuki SBB melalui sumber alternatif.
Sistem pelaporan keuangan mengukur dan melaporkan status sumber daya
keuangan dan perubahan dalam sumber daya-sumber daya tersebut. SPK
mengkomuikasikan informasi ini terutama kepada pemakai eksternal. Jenis

4
James A. Hall. 2001. Sistem Informasi Akuntansi Buku 1. Jakarta : Salemba Empat
4

pelaporan ini disebut nondiscretionary (tidak bebas untuk menentukan) karena


organisasi memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali pilihan dalam informasi
yang disediakannya.
3) Sistem Pelaporan Manajemen (Management Reporting System)
Sistem yang menyediakan sistem menejemen internal dengan laporan
keuangan dengan tujuan-khusus dan informasi yang diperlukan untuk
pengambilan keputuan, seperti anggaran, laporan varian, dan laporan
pertanggungjawaban.
Sistem ini menyediakan informasi keuangan internal yang diperluakan untuk
memanajemen sebuah bisnis. Para manajer harus segera menangani banyak
masalah bisnis hari demi hari juga rencana dan kontrol atau kegiatan operasi
mereka. Para manajer memerlukan informasi yang berbeda untuk berbagai
jenis keputusan yang harus dilakukan. Laporan-laporan tipikal yang diproduksi
oleh SPM.

2.2. Hubungan Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information Systems)


dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems)5
George M. Scott (2001) menyebutkan, Sistem Informasi Manajemen adalah
kumpulan dari interaksi sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk
kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasi.
SIM merupakan suatu sistem yang melakukan berbagai fungsi untuk
menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. SIM
merupakan kumpulan dari sistem operasi. SIM tergantung pada besar-kecilnya
organisasi, dapat terdiri dari sistem informasi berikut :
1) Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information Systems) menyediakan
informasi dan transaksi keuangan.
2) Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information Systems) menyediakan
inforasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan pemasaran, kegiatan
penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.

5
http://www.anjarwibisono.com/modules/download/download.php?id=178&file=Buku%20SIA%b
ab%201.pdf

4
5

3) Sistem Informasi Manajeman Persediaan (Inventory Management Information


Systems).
4) Sistem Informasi Personalia (Personnel Information Systems).
5) Sistem Informasi Distribusi (Distribution Information Systems).
6) Sistem Informasi Pembelian (Puchasing Information Systems).
7) Sistem Informasi Kekayaan (Treasury Information Systems).
8) Sistem Informasi Analisis Kredit (Credit Analysis Information Systems).
9) Sistem Informasi Peneliti Dan Pengembangan (Research And Development
Information System).
10) Sistem Informasi Teknik (Engineering Information Systems).
Semua informasi tersebut dimaksudkan memberikan informasi kepada semua
level manajemen. Pada organisasi yang kecil, SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
hampir mewakili semua SIM (Sistem Informasi Manajemen) atau dengan kata lain,
SIA adalah SIM dan SIM adalah SIA. Pada organisasi yang besar, SIA merupakan
subsistem dari SIM. SIA merupakan subsistem yang terbesar dari SIM.George M.
Scott memberikan sejumlah angka untuk organisasi yang besar, sekitar sepertiga
sampai dengan setengah dari total transaksi yang diproses adalah transaksi
akuntansi dan untuk organisasi yang kecil 70% atau lebih transaksi kebanyakan
adalah transaksi akuntansi.
Semua data didalam organisasi ditangani oleh SIM dan menghasilkan semua
informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Informasi yang
dihasilkan oleh SIM dapat berupa informasi keuangan dan informasi dari
pengolahan data transaksi yang bukan bersifat keuangan, SIA sebagai subsistem
yang terbesar dalam SIM memegang peranan yang sangat penting, sehingga untuk
memahami SIA, berarti harus memahami SIM secara menyeluruh.

2.3. Ruang Lingkup Sistem Informasi Akuntansi6


Sistem informasi akunatansi adalah sebuah sistem yang memproses data dari
transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan,
mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis. Untuk dapat menghasilkan informasi

6
http://www.academia.edu/316960724/MAKALAH_SISTEM_INFORMASI_AKUNTANSI.pdf
6

yang diperlukan oleh para pembuat keputusan, sistem informasi akuntansi harus
melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut :
a. Mengumpulkan transaksi dan data lain,serta memasukkan kedalam sistem.
b. Memproses data transaksi.
c. Menyimpan data untuk keperluan dimasa mendatang.
d. Menghasilkan informasi yang diperlukan dengan memproduksi laporan.
e. Mengendalikan seluruh proses, sehingga informasi yang dihasilkan akurat dan
dapat dipercaya.
Informasi akuntansi merupakan jenis sistem yang tertutup, karena sistem ini
mengubah input dengan memanfaatkan pengendalian internal untuk mengatasi
dampak lingkungan. Input sebuah sistem informasi akuntansi adalah transaksi atau
kejadian ekonomi, sedangkan output sistem informasi akuntansi adalah berupa
laporan keuangan dan laporan manajemen.
Dalam sistem informasi akuntansi, pengawasan internal mambantu
mendeteksi dan mencegah berbagai pengaruh lingkungan terhadap sistem. Contoh
kegiatan untuk mengurangi pengaruh lingkungan adalah footing (penjumlahan
angka dalam suatu kolom) dan crossfooting (perbandinganantara penjumlahan
kolom dan penjumlahan baris). Sistem informasi akuntansi dapat diselenggarakan
secara manual, dapat sepenuhnya memanfaatkan teknologi komputer dan teknologi
informasi terbaru, ataupundapat berupa kombinasi antara keduanya. Pada
umumnya organisasi perusahaan melaksanakan serangkaian transaksi yang
berulang, seperti :
a. Membeli dan membayar bahan baku dan barang jadi.
b. Mengangkat dan menggaji karyawan.
c. Mengubah bahan baku dan tenaga kerja menjadi barang jadi atau jasa.
d. Menjual barang atau jasa dan menerima kas.
e. Memproses transaksi transaksi dan menghasilkan berbagai laporan untuk
menejemen, pemegang saham dan kreditur.
Kelima transaksi tersebut merupakan siklus pokok dalam sebuah sistem
informasi akuntansi, oleh karena itu kelima transaksi terseut disebut juga subsistem
dari sistem informasi akuntansi.

6
7

2.4. Sasaran Sistem Informasi Akuntansi


7
Sasaran atau tujuan Sistem Informasi Akuntansi menurut La Midjan dan
Adzhar Susanto (2001:37) adalah sebagai berikut :
1) Untuk meningkatkan kualitas informasi
Yaitu informasi yang tetap guna (relevance), lengkap, terpercaya dan tepat
waktu. Dengan kata lain sistem informasi akuntansi harus dengan cepat dan
tepat dapat memberikan informasi yang diperlukan secara lengkap.
2) Untuk meningkatkan kualitas internal cek atau engendalian internal
Yaitu sistem pengendalian yang diperlukan agar dapat mengamankan
kekayaan perusahaan. Ini berarti bahwa sistem akuntansi harus disusun juga
mengandung kegiatan sistem pengendalian intern (internal check).
3) Untuk dapat menekan biaya-biaya tata usaha
Ini berarti bahwa biaya tata usaha untuk sistem akuntansi harus seefisien
mungkin dan harus jauh lebih murah dari manfaat yang akan diperoleh dari
penyusunan sistem akuntansi.

7
http://repository.widyatama.ac.id/xmlai/bitstream/handle/123456789/7227/Bab%202.pdf?sequen
ce=9
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas
mengumpulakan data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data
tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam
maupun di luar ruangan.
Cara kerja SIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam
maupun dari luar perusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam
bentuk database. Setelah itu semua data yang telah berbentuk database, diubah
menjadi dengan menggunakan perangkat lunak menjadi sebuah informasi yang
bermanfaat bagi semua pemakai informasi. Kemudian data yang telah diubah
menjadi informasi disampaikan ke semua pemakai yang membutuhkan, seperti
manajemen dan pemakai intern maupun pemakai ekstern.
Konsep pengolahan data SIA meliputi : SIA melaksanakan tugas yang
diperlukan, berpegang pada prosedur yang relatif standar, menangani data
terperinci, berfokus historis, menyediakan informasi dan pemecah masalah.
Tugas pebgolahan data dalam SIA yaitu : pengumpulan data, manipulasi data,
penyimpanan data, penyiapan dokumen.
Contoh dari sistem pengolahan data atau SIA yaitu : subsistem distribusi yang
dibagi menjadi tiga (subsistem pesanan pelanggan, subsistem pemesanan stok
tambahan, dan subsistem buku besar).
Peranan pemroses data dalam memecahkan masalah dibagi menjadi dua,
yaitu : menghasilkan output-output informasi dalam bentuk laporan akuntansi
standar yang sangat berguna dan penting dalam area keuangan dan pada tingkat
manajemen puncak.
3.2. Saran
Semoga isi dalam makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan dapat
mempelajari dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari agar bisa mengatur
keuangan.

8
DAFTAR PUSTAKA

Marshall B.Romney dan Paul John Steinbart. 2016. Sistem Informasi Akuntansi
Edisi 13. Jakarta:Salemba Empat

James A. Hall. 2001. Sistem Informasi Akuntansi Buku 1. Jakarta : Salemba Empat

http://repository.widyatama.ac.id/xmlai/bitstream/handle/123456789/7227/
Bab%202.pdf?sequence=9

http://www.academia.edu/316960724/MAKALAH_SISTEM_INFORMASI
_AKUNTANSI.pdf

http://repository.widyatama.ac.id/xmlai/bitstream/handle/123456789/7107/
Bab%202.pdfsequence=10

http://www.anjarwibisono.com/modules/download/download.php?id=178&f
ile=Buku%20SIA%bab%201.pdf