Anda di halaman 1dari 6

BAB 3

LAPORAN KASUS
OS KATARAK JUVENIL

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. J
Umur : 37 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku Bangsa : jawa / Indonesia
Pekerjaan : petani
Alamat : kediri
No. Reg. : 06752
Tanggal Pemeriksaan : 2 oktober 2017
Tempat Pemeriksaan : RSUD. Gambiran

II. ANAMNESIS
Keluhan utama: Penglihatan kabur pada mata Kiri
Anamnesis :
Dialami sejak 8 bulan yang lalu yang dirasakan semakin lama semakin kabur.
Pasien merasa mata seperti berasap, penglihatan dekat dan jauh tetap kabur dirasakan
pasien, silau (+) pada saat melihat cahaya terang atau sinar matahari, nyeri pada mata
dan sakit kepala tidak ada, mata merah tidak ada, gatal pada mata tidak ada, kotoran
mata berlebih tidak ada, air mata berlebih tidak ada, rasa berpasir tidak ada, dan
keluhan yang dirasakan ini telah mengganggu aktivitasnya.

Riwayat Penyakit Terdahulu :


Riwayat penyakit serupa (-), riwayat trauma disangkal, riwayat DM (-), riwayat HT
(-).
Riwayat Pengobatan

Riwayat pemakaian obat-obatan seperti steroid tidak ada, dan obatan lainnya tidak
ada.

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. Inspeksi

Oculi Dextra Oculi Sinista


PEMERIKSAAN OD OS
Palpebra Edema (-) Edema (-)
Apparatus Lakrimalis Lakrimasi (-) Lakrimasi (-)
Silia Sekret (-) Sekret (-)
Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis (-)
Normal ke segala arah : Normal ke segala arah:
Mekanisme muscular

Nyeri saat menggerakkan Nyeri saat menggerakkan


bola mata (-) bola mata (-)
Kornea Jernih jernih
Bilik mata depan Normal Normal
Iris Coklat, kripte (+) Coklat, kripte (+)
Pupil Bulat, sentral, refleks Bulat, sentral, refleks
cahaya (+) cahaya (+)
Lensa jernih keruh

B. Palpasi
OD OS

Tensi ocular Tn Tn

Nyeri tekan (-) (-)

Massa tumor (-) (-)

Glandula pre-aurikuler Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran

C. Pemeriksaan Visus
VOD : 6/12 dikoreksi dengan C 075 X0 menjadi 6/6
VOS : 1/60 dikoreksi dengan S-800 menjadi 6/30 PH 6/21

0,3. A/V : 2/3, Makula Refleks fovea (+), Retina perifer kesan normal

D. Diagnosis Kerja
OD Katarak Juvenil
E. Pemeriksaan Penunjang
Cek lab darah dan kimia darah
F. Penatalaksanaan
OD Ektraksi Katarak + Implantasi IOL
BAB 4
PEMBAHASAN

Dari anamnesis dilakukan pada seorang laki-laki 37 tahun didapatkan keluhan


utama pada pasien berupa penurunan visus pada oculi sinistra yang dialami sejak 8
bulan yang lalu, yang dirasakan semakin lama terasa semakin menurun, penglihatan
seperti berasap, fotofobia (+) pada saat melihat cahaya terang atau sinar matahari.
Gejala ini umumnya timbul pada mata katarak, dimana penurunan visus ini terjadi
akibat kekruhan dari lensa pasien, fotofobia yang dialami pasien karena seluruh
spektrum dari penurunan sensitivitas kontras terhadap cahaya terang lingkungan atau
silau pada siang hari hingga silau ketika mendekat ke lampu pada malam hari.
Hasil pemeriksaan pada kedua mata pasien terdapat tajam penglihatan visus
oculi dextra 6/60 dan oculi sinistra 1/60 dikoreksi dengan S-800 menjadi 6/30 PH
6/21. Hal ini mengindikasikan bahwa kelainan fungsi penglihatan pada mata kiri
berupa mata kabur pada pasien bukan disebabkan kelainan refraksi saja, namun oleh
penyebab organik.
Dari pemeriksaan oftalmoskopi didapatkan FOD : Refleks fundus (+) papil N.
II batas tegas, CDR 0,3. A/V : 2/3, Makula Refleks fovea (+), Retina perifer kesan
normal. FOS : Refleks fundus (+), papil N. II batas tegas, CDR 0,3. A/V : 2/3,
Makula Refleks fovea (+), Retina perifer kesan normal.
Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan diagnosis pasien
diatas mengarah pada katarak juvenil, ditinjau dari segi umur maupun dari anamnesis
dan pemeriksaan fisik yang dilakukan. Anjuran terapi bagi pasien ini adalah ekstraksi
katarak dan IOL. Dan anjuran pemeriksaan biometri ini dilakukan untuk menentukan
kekuatan dioptri lensa inta okular (IOL) yang sebaiknya dipasangkan pada pasien.
Pemeriksaan laboratorium diperlukan sebelum dilakukan tindakan operasi dengan
memeriksa darah rutin, fungsi ginjal, dan fungsi hati perlu dilakukan untuk
mengetahui layak tidaknya seseorang dioperasi.,
Terdapat empat pilihan teknik pembedahan pada katarak yakni ICCE
(Intracapsular Cataract Extraction), ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction),
SICS (Small Incision Cataract Surgery) dan Phaco Emulsification. Untuk
mengkoreksi afakia maka dilakukan Implantasi Lensa Intra Okuler.

Anda mungkin juga menyukai